CIANJUR, [KC].- Akhirnya Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengundang wartawan untuk menjelaskan kabar mundurnya dari kursi wabub, Senin (3/3/2014). Didepan wartawan akhirnya ia buka-bukaan terkait retaknya hubungannya dengan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh.
Suranto mengaku ketidak harmonisannya dengan nomor satu di Cianjur itu dirasakan enam bulan setelah dilantik menjadi Wakil Bupati tahun 2011 silam. Semuanya berawal dari adanya mutasi para pejabat.
"Saya akan berbicara jujur terkait hububgan saya yang tidak harmonis dengan bupati. Dari awal, saya tadinya tidak mencalonkan, tapi diajak. Setelah menjadi pasangan satu paket, saya harus memenangkan pasangan cerdas jilid 2 (Tjetjep Muchtar Soleh dan Suranto). Harapan saya dengan bersama bisa berjuang bersama-sama," kata Suranto saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah awak media diruang kerjanya, Senin (3/3/2013).
Tapi setelah pasangan Cerdas menang dalam Pemilukada dan dilantik, ternyata hanya beberapa bulan. "Semuanya berawal dari mutasi. Saat itu saya hanya diberikan sebagian draf mutasi, tidak semuanya, mutasi yang pertama kali tahun 2011. Ternyata saat dilakukan mutasi itu sangat jauh berbeda dengan draf yang disodorkan ke saya," kata Suranto.
Dia mengaku, demikian juga mutasi-mutasi yang sering dilakukan. Pihaknya tidak pernah diajak sama sekali. "Saya maklum, karena selaku wabub tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan. Tapi seharusnya sudah satu paket dibincangkan bersama, paling tidak diminta sumbang saran. Ternyata tidak. Awalnya dari situ," tegasnya.
Bahkan Wabub juga menyebut ada oknum diluar birokrasi yang bisa menentukan mengenai mutasi lebih daripada dirinya sebagai wabub. "Ada oknum yang bukan pejabat tapi bisa menentukan. Saya tidak elok untuk menyebutkan, ini menjadi rahasia umum. Seharusnya mutasi itu dipikirkan secara panjang, ini terlalu sering, lebih kurang matang," katanya.
Dia juga mengakui, selama 6 bulan menjabat, masih diberikan kewenangan untuk meminmpin rapat koordinasi. "Setelah tahun kedua brefing dipimpin langsung bupati dan rapat camat ditiadakan, UU 32/2004 sudah jelas bahwa tugas wakil bupati memimpin rapat camat. Disini jelas sekalau kalau saya tidak boleh berperanan. Dalam tugas pemerintah acara bupati saya tidak pernah dapat disposisi," tegasnya.

Mengenai kabar pengundurannya, dia mengakui secara pribadi ingin mundur sebagai wabub. Tapi wabub berkilah bahwa kepentingannya bukan hanya dia selaku wabub, tapi ada pendukungnya. "Ada pendukung saya yang menemui saya, dan bilang karena karena saya dipilih rakyat.
Untuk saat ini secara pribadi ingin mundur. Tapi ada pertimbangan lain," katanya.


Wabub juga tidak menampik jika keinginannya untuk mundur bisa saja terjadi. "Kalau saat ini masih dalam pertimbangan, tapi esuk atau lusa bisa saja terjadi. Secara pribadi tidak ada masalah, secara kedinasan saya kecewa. Saya merasa ditinggalkan," katanya [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

1 comments:

  1. Sebaiknya dipublikasikan saja ke khalayak umum siapa oknum yang memasuki wilayah tersebut, apabila terbukti melanggar hukum laporkan saja, sehingga tidak jadi ketidakpastian bagi rakyat cianjur.

    BalasHapus

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.