PAPAJAR, kalimat itu tentu sudah tidak asing bagi warga masyarakat Kab. Cianjur. Papajar merupakan satu tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Cianjur menjelang datangnya bulan ramdhan. Masyarakat biasa memanfaatkan untuk berkumpul bersama dengan mendatangi lokasi objek wisata.
Belum diketahui persis sejak kapan masyarakat Cianjur mulai mengenai Papajar. Hanya saja tradisi tersebut ibarat kulit dan daging yang telah melakat. Bahkan ada sebagian anggapan yang menyebut bahwa puasa tidak afdhol kalau sebelumnya tidak melakukan Papajar.
Namun yang jelas, beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, papajar berasal dari kata fajar yang berarti sinar. Jika dikaitkan dengan makna bulan Ramadan, papajar berarti menyambut sinar yang akan segera terbit. Sama maknanya dengan Puasa,yang pada pelaksanaannya diawali sebelum terbitnya fajar, dan diakhiri dengan terbenamnya matahari.
Ketua Lembaga Kesenian Cianjur (LKC) Denny Rusyandi, memiliki catatan mengenai awal mula asal muasal Papajar yang kini telah menjadi tradisi tahunan bagi warga masyarakat Cianjur itu. Hanya saja Papajar saat ini sudah sangat jauh bergeser dari asalnya.
"Kalau dulu tradisi Papajar itu dilakukan warga masyarakat Cianjur menjelang datangnya bulan puasa dengan berduyun duyun datang ke alun-alun Cianjur didepan masjid Agung. Mereka datang berkumpul bersama alim ulama' termasuk dalem Cianjur (bupati) juga ikut," kata Denny saat dihubungi, Jum'at (27/6).
Masyarakat yang berkumpul di alun alun masjid Agung Cianjur itu membawa berbagai bekeul (perlengkapan) termasuk makanan. Mereka sambil melantunkan puji-pujian dan dzikir sambil menununggu pengumuman dari imam masjid agung mengenai datangnya bun ramadhan.
"Yang datang dari penjuru masyarakat Cianjur, mereka juga bersilaturahmi. Setelah mendapatkan pengumuman datangnya bulan puasa, masyarakat kembali kewilayahnya masing-masing," katanya.
Makna Papajar sendiri kata Denny tidak jauh berbeda dengan puasa. "Puasa kan diawali dengan terbitnya fajar dan diakhiri terbenamnya matahari. Tidak jauh berbeda dengan tradisi papajar dimana makna ini mengandung arti menjemput fajar," sebutnya.
Lebih jauh Denny mengatakan, arti penting makna papajar itu sendiri ialah silaturahmi, baik antara sesama keluarga, maupun dengan rekan satu profesi. Ajang papajar dapat juga dijadikan alat untuk lebih mendekatkan diri antar sesama.

"Kita akui memang Papajar yang sekarang sudah jauh bergeser, kalau dulu berkumpulnya di aluin-alun masjid Agung, sekarang berkumpulnya lebih kepada kelompok atau keluarga dengan tujuan ke tempat wisata. Namun roh silaturahminya masih tetap terjaga," tegasnya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.