CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 62 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cipari Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur terancam akibat pergerakan tanah yang terjadi diwilayah tersebut dalam sepekan terakhir. Bahkan 6 KK diantaranya sudah mengungsi kawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
Informasi yang berhasil dihimpun, pergerakan tanah yang diduga akibat faktor alam akibat cuaca yang tidak menentu itu juga mengakibatkan 92.250 hektare lahan rusak serta mengancam tiga bangunan masjid dan musala. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa iyu, warga dihimbau untu selalu waspada mengingat kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi.
"Dampaknya memang cukup luas, sampai mengakibatkan tanah dan swah turut amblas akibat pergerakan tanah itu," kata Camat Sularesmi Asep Kusmanawijaya ketika dihubungi, Rabu (13/8).
Menurut Asep, pergerakan tanah yang terjadi dalam sepekan terakhir ini sudah disampaiakn ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Pihaknya berharap bantuan terhadap warga yang terancam pergerakan tanah itu bisa segera diupayakan.
Sementara mengenai kerugian akibat bencana alam tersebut pihaknya belum bisa memastikan. Dia akan segera mendata karena berkaitan dengan bantuan yang nanti akan diterima warga. "Kita akan menghitung dulu jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam ini," tegas Asep.
Sementara itu pada Selasa (12/8) malam, bencana alam longsor juga terjadi di Kampung Cisepan RT 01/07 Desa Cbodas, Kec. Pacet. Tanah tebing yang cukup curam tersebut tiba-tiba longsor setelah terjadi hujan yang cukup lebat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Peristiwanya sekitar pukul 20.30 WIB, tidak sampai mengenai rumah warga, hanya ada satu rumah yang terancam saja," kata Yayat (40) seorang warga.
Semenetara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur langsung terjun ke lokasi pergerakan tanah di Kampung Cipari Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur begitu mendapatkan laporan. Pihak BPBD langsung melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Hasil pendataan itu akan segera dilaporkan ke Badan Geologi.
"Ini untuk menentukan layak atau tidak permukiman itu dihuni dan itu ada di Badan Geologi. Kita akan laporkan hasil pendataan di lapangan ke Geologi, dan kita akan tunggu hasilnya," kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suhara, saat dihubungi terpisah.
Asep menyebutkan, bencana pergerakan tanah kali ini merupakan yang ke sekian kalinya di lokasi tersebut. Kali ini yang menderita kerugian rata-rata lahan sawah yang amblas. "Baru saja kita melakukan pendataan, kita akan tindak lanjuti untuk penanganannya," kata Asep [KC-02/bb]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.