CIANJUR, [KC].- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Cianjur mengaku tidak bisa berbuat banyak menyikapi mahalnya daging ayam disejumlah pasar tradisional di Cianjur. Bahkan daging ayam tersebut Senin (1/9) sempat tembus harga Rp 40 ribu per kilogramnya.
‎​Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kab. Cianjur Judi Adi Nugroho mengatakan, mahalnya daging ayam broiler di pasar tradisional tersebut akibat pasokan berkurang dan produksi ayamnya berkurang.
"Sebabnya karena panen sekarang merupakan dampak dari awal setelah lebaran, di mana awal lebaran bibit ayam (DOC) nya agak mahal, dan peternak banyak yang libur pegawainya karena masih merayakan lebaran," kata Judi saat dihubungi dikantornya, Senin (1/9)
Dikatakan Judi, akibat terlambatnya pembibitan pasca lebaran, berdampak luas kepada pasokan dan produksim "Masa panen ayam itu mulai 35 hari, jadi kalo kita menghitung ke belakang kurung lebih pas lebaran dan sesudah lebaran dimana jalur distribusi juga macet dimana-mana," katanya.
Selama ini pasokan kebutuhan daging ayam di wilayah Cianjur dipasok oleh peternak di Cianjur. Pasokannya pun mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. "Cianjur dipasok dari Cianjur, malahan surplus produksi Cianjur hingga keluar daerah. Hany saat ini kebetulan telat produksinya, jadi membuat pasokan berkurang," jelasnya.
Berdasarkan pantauan pihaknya, harga daging ayam disejumlah pasar berkisar Rp 35-36 ribu per kilogramnya. "Harga daging ayam yang melambung bukan di Cianjur saja tapi umumnya merata di daerah lain juga melambung harganya di atas Rp 30 ribu perkilogramnya," katanya.
Pihaknya berharap, melambungnya harga ayam bisa segera turun seperti biasa. Saat ini selain konsumsi daging ayam menurun, pedagang daging ayam juga mengalami penurunan pendapatan. "Mudah-mudahan rayagung (Idul Adha) harganya bisa turun kembali ke harga normal. Ini juga bukan akibat permainan peternak, memang kondisi saat ini harga daging ayam lagi naik dan merata di kabupaten/kota lain juga sama," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Akibat mahalnya harga daging ayam, sejumlah pedagang disejumlah pasar tradisional di Cianjur lebih memilih menutup usahanya. Mereka kebingungan untuk menjual daging ayam akibat tingginya harga.
"Bingung ngejualnya, banyak masyarakat yang biasanya membeli daging ayam, mereka mengurungkan setelah tahu harganya mahal. Makanya untuk sementara kami lebih memilih tidak berjualan," kata Asep (36) seorang pedagang ayam di Pasar Muka Cianjur.

Para pedagang menduga, mahalnya harga daging ayam tersebut akibat ulah para peternak ayam. Sebab setiap jari harga daging ayam selalu mengalami kenaikan. "Kami hanya menduga ini sengaja dimainkan, kalau terus seperti ini kami para pedagang semuanya bisa saja mogok berjualan," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.