November 2014
CIANJUR, [KC].- Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, Sabtu (29/11/2014) mengunjungi para korban kebakaran di Kampung Sindanglaya RT 02/RW 01 Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Dalam kunjungannya wabub didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat drh. Hj. Dwi Ambar, Kepala BPBD Asep Suhara, Camat Cipanas Dicky Haryadi serta Kades Sindangjaya Deni Rosdaya

"Atas nama Pemkab Cianjur, saya turut prihatin kepada keluarga korban kebakaran, semoga diberi ketabahan dalam menjalani cobaan," kata Suranto disela kunjungannya.

Kedatangan wakil bupati tersebut tidak lain ingin bertemu langsung dengan para korban kebakaran serta untuk memastikakan para korban mendapatkan pelayanan. Ia juga sempat berpesan kepada para relawan yang menangani para korban.

"Saya berharap kepada para relawan, ilmu yang telah diterapkan saat mengikuti beberapa pelatihan, dapat direalisasikan dengan memberikan pelayanan bagi para korban. Para relawan yang memang sudah terlatih untuk selalu siap memberikan pelayanan berbentuk bantuan bagi korban yang membutuhkan fasilitas seperti makanan dan minuman juga logistic lainnya," katanya.

Diharapkan juga para pihak terkait dalam melaksanakan pertolongan seperti kebutuhan obat-obatan gratis dari pihak Puskesmas Cipanas selalu dapat memberikan pelayanan. "Pemerintah bersama dinas terkait untuk sementara akan memberikan kebutuhan sehari-sehari, dan untuk rencana relokasi, pihak pemerintah daerah akan lakukan koordinasi selanjutnya dalam mencari solusi bagi korban yang tidak
mempunyai rumah," katanya.

Kepala Desa Sindangjaya Deni Rosdaya mengatakan, kebakaran yang terjadi menjelang sholat jumat tersebut telah meluluhlantakkan 17 (bukan sepuluh) terdiri dari 12 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak yang dihuni 24 Kepala Keluarga (KK). Diduga terjadinya kebakaran tersebut akibat konsleting listrik.

"Kita masih bersyukur tidak ada korban jiwa, untuk sementara para korban ditampung dirumah sanak saudarannya. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juga rupiah," katanya [KC-02]**.









CIANJUR, [KC].- Masih banyaknya masyarakat di wilayah Cianjur selatan yang belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronis (e-KTP), membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur harus kerja keras. Salah satunya menyiapkan mobile e-KTP kewilayah.

"Untuk memenuhi pelayanan kepada masyarakat, kami melakukan mobile e-KTP keseluruh wilayah yang ada di kecamatan kota Cianjur dan wilyah Cianjur selatan. ‎​Untuk wilayah Cianjur selatan kita jadwalkan bulan Desember ini kami akan mulai, karena masih banyak warga TKI yang belum melakukan perekaman e-KTP," kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Hilman Kurnia didampingi Plt Sekretari Caca.

Pelaksanaan mobile e-KTP tersebut juga merupakan buntut tindak lanjut akibat terbatasnya sarana dan prasaran yang ada dilingkungan kantor Disdukcapil. Salah satunya sarana tempat ibadah dan MCK.Sebagai tindak lanjutnya, sarana umum tersebut saat ini sudah direalisasikan.

"Banyaknya keluhan dari masyarakat  tentang tidak adanya sarana keagamaan dan fasilitas umum, kita langsung respon dengan mengajukan anggaran. Bayangkan saja saat orang datang kekantor, yang datang dari berbagai daerah saat sedang membuat dan mengurus KTP, kemudian ingin melaksanakan ibadah, ternyata sarananya tidak ada. Kita merasa malu karena hal tersebut merupakan kewajiban umat muslim. Oleh karena itu kami memberikan pelayanan maksimal dengan merealisasikan sarana ibadah dan MCK," katanya.

Adapun anggarannya dari pemerintah Kabupaten Cianjur tahun 2014 sebesar Rp 165 juta. Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, pelaksana pekerjaanya dilakukan secara penunjukan langsung melalui pihak rekanan.

"Saat ini Sedang dilaksanakan pekerjaan, kita terus mengawasi pekerjaannya sesuai harapan sehingga hasilnya baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai harapan kami dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Untuk menekan lahan kritis yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur, Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) saat ini tengah gencar melakukan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menjaring berbagai elemen masyarakat yang oeduli terhadap penghijaun.

Kepala Dishutbun Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar mengatakan, pihaknya menargetkan penanaman pohon sebagai upaya penghijauan akan terus dilakukan. Terutama lahan-lahan kritis dan lahan kosong yang tidak difungsikan. Hal itu sebagai upaya untuk menekan lahan kritis yang ada.

"Tahun 2014 ini kita mentargetkan sembilan juta pohon akan kita tanam disejumlah lahan kritis dan lahan kosong. Ini komitmen kita untuk menekan lahan kritis di Cianjur dan sebagai upaya penghijauan," kata Ginanjar disela kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2014 yang diselenggarakan di lapangan Babakan Karet Desa Babakan Karet Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jum'at (28/11/2014).

Dikatakan Ginanjar, dari target sembilan juta pohon yang akan ditanam, hingga saat ini sudah mencapai sekitar tujuh juta pohon yang berhasil ditanam dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Cianjur. "Capaian ini sangat bagus hampir memenuhi target penanaman," katanya.

Penanaman pohon di Cianjur tersebut tegas Ginanjar dilakukan oleh oleh pihak pemerintah melalui  dinas terkait dan masyarakat umum. "Sejauh ini hasil dari penanaman dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, seperti penanaman pohon di sekitar taman kota, penanaman sepanjang jalur jalan kota. Semua itu setidaknya bisa meminimalisir polusi udara di wilayah perkotaan," katanya. 

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengajak memaknai hari menanam pohon sebagai upaya untuk menyadarkan diri dan masyarakat bahwa harus peduli dengan alam terutama dalam hal menjaga dan merawat pepohonan yang ada dilingkungan. Selain itu untuk menjaga wilayah resapan air sehingga bisa terhindar dari bencana seperti tanah longsor ataupun polusi udara yang bisa merusak lapisan ozon bumi.

"Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat termasuk pemerintah itu sendiri untuk senantiasa peduli terhadap alam. Alam akan bersahabat kalau kita memperlakukakannya dengan ramah dan memeliharanya. Jangan sekali-kali kita menebang pohon karena itu akan bedampak buruk terhadap siklus alam yang dapat mengakibatkan banjir dan pencemaran udara yang sangat merugikan," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 10 rumah yang dihuni oleh 19 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Sindanglaya RT 002/RW 001 Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat (28/11/2014) ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, api diduga berasal dari konsleting listrik. Kerugian materi ditaksir mencapi Rp 1 miliar lebih.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran yang meluluhlantakkan 10 rumah milik warga itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat warga yang tengah bersiap-siap untuk melaksanakan sholat juma'at tiba-tiba dikejutkan oleh kepulan asap membumbung ke udara dari salah seorang warga di perkampungan padat penduduk itu.

"Saya kaget saat mendengar teriakan beberapa warga memberitahukan ada kebakaran. Saat itu saya tengah bersiap-siap akan shalat Jum'at. Pas saya keluar rumah asap tebal sudah membumbung keudara dari salah seorang rumah warga," kata Saep (62) seorang warga yang juga menjadi korban kebakaran.

Karena panik, ia kemudian menyuruh keluarganya keluar dari rumah. Sementara dirinya membantu warga lainya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hembusan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar dan sulit untuk dipadamkan. Dalam waktu singkat api menjalar ke bangunan rumah lainya yang berdekatan.

"Saya dan keluarga hanya sempat menyelamatkan beberapa pakaian saja, yang lainya kami tidak sempat. Termasuk uang saya sebesar Rp 7 juta yang saya simpan dibawah kasur, tidak terselamatkan," kata Saep.

Pihaknya mengakui, karena membantu rumah yang pertama terbakar, ia tidak sempat menyelamatkan rumahnya sendiri. "Ternyata apinya dengan cepat membesar. Tadinya saya bermaksud membantu, tapi ternyata rumah saya sendiri juga habis terbakar," katanya.

Tanpa bisa dicegah, uapaya warga yang berupaya melokalisir kobakaran apai agar tidak menjalar kebangunan lainnya pupus sudah. Sebanyak 100 rumah diperkampungan padat penduduk itu diamuk si jago merah hingga rata dengan tanah.

Kobakaran api baru bisa dijinakkan sekitar tiga jam kemudian. Itupun setelah petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur diterjunkan ke lokasi kebakaran. Bersama warga, petugas berupaya melokalisir apar agar tidak menjalar kebangunan lainnya.

Petugas sempat mengalami kendala, karena lokasi kebakaran berada diperkampungan padat penduduk dan sulit untuk terjangkau. Terpaksa rumah warga yang lokasinya berdekatan ada yang mengalami kerusakan akibat digunakan petugas untuk jalan memadamkan api.

Kepala Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas, Deni Rosdaya mengatakan, untuk sementara para korban yang rumahnya terbakar diungsikan ke rumah tetangganya terdekat. Bahkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur juga menyiapkan tenda pengungsian. "Untuk sementara para korban tinggal di tenda yang sudah disiapkan," kata Deni.

Pihaknya mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Cianjur untuk langkah penanganan terhadap para korban. "Kita tengah melakukan koordinasi, ini namanya musibah. Yang terpenting para korban bisa tertangani terlebih dahulu. Kita terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah," katanya.

Deni juga menegaskan, atas kejadian kebakaran tersebut kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hal itu mengingat banyaknya barang berharga yang terbakar. "Ditaksir sekitar Rp 1 miliar, karena tidak hanya rumah, perabotan rumah tangga, juga ada motor milik warga yang ikut hangus terbakar," katanya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Isu pungutan mewarnai penerimaan insentif kader Posyandu di Cipanas. Dana refitalisasi sebesar Rp.1.750.000,- yang telah diterima kader diduga dipotong oleh oknum koordinator tingkat desa.

Kabar tersebut langsung dibantah oleh para kader yang merasa dipojokkan atas munculnya isu yang tidak bertanggungjawab."Tidak ada yang melakukan pemotongan insentif tersebut, apa bila ada, siapa korbannya dan siapa yang memotongnya, itu tidak benar," kata Sekretaris Pokja Posyandu Cipanas Memey Mulyawati.

Pendamping Kader Posyandu (PKP) Kecamatan Sukaresmi, Heri Purnawinata Bo’ay menjelaskan dana refitalisasi tersebut tidak semuanya diperuntukan bagi insentif kader. Namun ada sejumlah anggaran yang harus digunakan untuk pos lain.

Seperti halnya untuk biaya Pembinaan Rp.200.000,-, ATK Rp.200.000,-, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Rp.360.000, oprasional kader Rp.240.000,- dan terakhir insentif kader Rp.750.000,-.

Sementara salah seorang kader Desa Cipanas, Nenk Irna mengaku kesal adanya isu pemotongan dana insentif yang dilakukan oleh kader posyandu. Itu dilakukan oleh oknum kader yang tidak bertanggungjawab.

"Sebenarnya kader tersebut seharusnya datang secara langsung ke sekertariat, kader yang lain sudah datang secara langsung berhadapan. Ini ada salah komunikasi, biar lebih jelasnya langsung tanyakan hal tersebut dikantor," tegasnya [KC-02/tis]**.




CIANJUR, [KC].- Sebanyak 635 kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang berada di wilayah Kecamatan Cipanas meriahkan Jambore yang dilaksanakan di Berlian Resort Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Kamis (27/11/2014). Kegiatan yang dibuka Ketua Tim Penggerak Posyandu dan PKK Cipanas D.Suka Lelawati itu berlangsung sukses.

Memey  Mulyawati, Sekertaris Pokja Pos Yandu Kecamatan Cipanas mengatakan, kegiatan jambore Posyandu yang dilaksanakan tersebut sebagai rangsangan peningkatan kapasitas kader pos yandu,dan penambahan ilmu yang diadakan diluar ruang. Kegiatan juga diwarnai dengan penyelenggaraan sejumlah perlombaan.

"Salah satu tujuan adanya jambore ini tidak lain sebagai tali silahturahmi dan peningkatan solidaritas antara sesama kader," kata Memey.

Pihaknya berharap, dengan seringnya dilaksanakannya kegiatan serupa, kader-kader posyandu dapat bertambah wawasan dan pengetahuannya. Kegiatan ini diharapkan juga bisa terjalin persaudaraan yang lebih erat lagi diantara sesame kader yang berada didesa lain [KC-02/tis]**.

TERPILIHNYA Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten ASKINDO Cianjur periode 2014-2019 yang dipilih secara aklamasi baru-baru ini menjadikan asosiasi yang bergerak dibidang jasa kontruksi itu semakin menggeliat. Dibawah pimpinan Ijang Haris Miharja ASKINDO diyakini akan bisa lebih maju dan berkembang

Usia tidak menjadi batu sandungan, meski masih terbilang muda tidak menyurutkan langkahnya untuk terus meningkatkan profesionalisme kinerja para anggotanya.                             

"Harapan kami Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak membiarkan adanya praktek-praktek monopoli  dalam artian adanya pemerataan terhadap perusahaan baik yang tergabung di ASKINDO maupun yang tergabung dalam asosiasi lainnya. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial diantara pihak pengusaha," kata Ijang Haris.

Dilaksanakannya pelatihan bagi para anggota oleh DPK ASKINDO Cianjur merupakan salah satu program sekaligus untuk memberikan contoh dimana saat mendapatkan proyek pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak asal dikerjakan, melainkan harus berkualitas.

"Pemkab itu sebagai mitra kami, setiap melaksanakan pekerjaan harus sesuai spek dan tepat waktu baik menyangkut administrasi maupun pekerjaan dilapangan. Sehingga pemerintah dan masyarakatpun puas terhadap pekerjaan oleh para pengusaha yang tergabung dalam ASKINDO," katanya.

​Diakuinya, selama ini Pemerintah Kabupaten Cianjur cukup memberikan respon terhadap keberadaan ASKINDO. Hal itu terbukti dengan adanya beberapa pekerjaan yang hampir selesai dikerjakan baik dibidang insfratuktur jalan maupun bangunan-bangunan gedung. "Semoga apa yang kami lakukan, bisa bermanfaat dan dinikmati masyarakat," harapnya [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].-  Puluhan masyarakat yang rentan menjadi korban penyalahgunaan narkoba mengikuti training peningkatan kapasitas didunia pendidikan, dunia usaha dan industri dalam pencegahan penyalahgunaan napza dan pencegahan penularan HIV/AIDS yang digelar Federasi Nasional Serikat Pekerja Indonesia (FNSPI) Kabupaten Cianjur di aula Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah, Rabu (26/11).

Ketua FNSPI Kabupaten Cianjur Asep Malik mengatakan, kegitan training yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu kepedulian terhadap upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS. Hal itu mengingat potensi yang cukup besar terjadi diwilayah Kabupaten Cianjur.

"Makanya kita juga melibatkan berbagai steakholder dalam kegiatan ini. Pesertanya juga kita ambil dari mereka yang kami anggap rentan. Kita harapkan setelah ikut training ini mereka bisa menyebarkan kepada masyarakat lainya apa yang telah didapat," kata Asep saat dihubungi, Rabu (26/11)

Dikatakan Asep, para peserta yang ikut training dibagi dalam dua kelas. Masing-masing kelas terdiri dari 15 orang. Mereka didampingi sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing. "Kita berikan materi mengenai penanggulangan HIV/AIDS bagi pekerja pabrik, intervensi perubahan prilaku yang menyimpang dan
membangun gerakan sosial untuk perubahan kebijakan yang berpihak pada penarsun (pengguna narkoba suntik), odha dan masyarakat," katanya.

Ditegaskan Asep, dalam training itu juga diberikan meteri mengenai advokasi kebijakan pada penarsun. "Salah satu tujuan kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba. Masyarakat bisa melakukan pendidikan sebaya. Masyarakat tidak takut melakukan vct, karena vct kita bisa mendeteksi dini terhadap penyakit dan terbangunnya gerakan sosial," tegasnya.

Pihaknya berharap, kegiatan yang dilakukan menjadi program tahunan dan bisa menjangkau lebih luas lagi terhadap masyarakat yang berpotensi atau rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS. "Harapan kita bisa melibatkan pihak perusahaan untuk melakukan sosialisai dan vct kepada karyawan. Mereka berpotensi HIV/AIDS karena pekerja domestik. Selain bisa masuk ke pabirik untuk sosialisasi," harapnya.

Sementara itu setelah melakukan training, sejumlah peserta melakukan vct yang dilakukan oleh sejumlah tenga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang sengaja didatangkan. "Kalau untuk hasil vct informasinya baru bisa diketahui dalam seminggu kedepan," jelasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 25 pesilat asal Kabupaten Cianjur siap berlaga dalam ajang kejuaraan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3 yang akan dilaksanaakan mulai dari tanggal 26 sampai dengan 28 Nopember 2014 di GOR Tri Lomba Juang Bandung.

Para pesilat Cianjur tersebut merupakan hasil seleksi dari sejumlah perguruan silat yang ada. Mereka akan turun di semua kategori seperti penampilan perorangan, penampilan seni silat berpasangan putra serta penampilan berkelompok.

"Atlet silat yang kami kirim itu merupakan hasil seleksi dari 118 padepokan atau paguron. Akhirnya berhasil menjaring sebanyak 18 padepokan silat se Kabupaten Cianjur yang akan mengikuti ajang seni bela diri itu," kata Ketua IPSI Kabupaten Cianjur Ucup Ditamihardja, Rabu (26/11).

Keikutsertaan Cianjur pada ajang tingkat Jawwa Barat itu mengacu pada surat dari Pengprov Jawa Barat nomor 080/IPSI-JBR/X/14 tanggal 6 Oktober 2014 perihal pelaksanaan kegiatan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3 tahun 2014.

Dikatakan Ucup, Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat untuk tahun ini, menargetkan untuk berbuat yang lebih baik dari tahun sebelumnya. "Kita tidak menargetkan muluk-muluk, hanya ing lebih baik dari tahun sebelumnya atau minimalnya bisa mempertahnkan," katanya.

Meski minim anggaran, tidak menghalangi semangat para pesilat untuk ikut dalam kejuaraan tersebut. "Para atlit silat mengeluarkan biaya masing-masing dengan harapan dapat menambah pengalaman serta dalam rangka meningkatkan prestasi atlit ditingkat yang lebih tinggi lagi," kata Wakil Ketua IPSI Ade Teguh.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto disela pelepasan atlit silat untuk Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat bertanding dan tetap melakukan yang terbaik untuk IPSI Cianjur di kejuaraan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3. Hal ini menjadi modal bersama dalam peningkatan prestasi di bidang cabang olahraga pencak silat.

Suranto merasa salut dengan tekad dan semangat para pesilat yang akan terjun di kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dengan mengikuti berbagai kejuaraan ditingkat yang lebih tinggi, Suranto berharap semoga para atlit silat dapat mengukir prestasi yang baik juga dapat menjaga nama baik IPSI Cianjur di mata dunia persilatan khususnya ditingkat provinsi.

"Kita menyadari sepenuhnya bahwa peningkatan prestasi seperti halnya cabang olahraga pencak silat saat ini kurang diminati khususnya dikalangan pelajar sampai pemuda. Padahal muatan ekstrakulikuler di setiap sekolah di Cianjur terus digalakkan. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk dapat terus mendukung padepokan yang masih bertahan dalam membina para pesilat yang tetap semangat sekalipun dengan sedikit peminat," kata Suranto.

Sebelum melepas kontingen atlit silat, Wakil Bupati Cianjur, Suranto juga  memberikan sumbangan materi pribadi yang diterima oleh Ketua Pengcab IPSI Cianjur yang langsung di estapetkan kepada tim pendamping atlit. Selain itu Suranto juga memberikan pinjaman sementara sebuah fasilitas kendaraan pribadi untuk para atlit yang akan bertanding demi nama baik Cianjur [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Ribuan anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) bersama orang tuanya dari berbagai wilayah Cianjur berkumpul dikomplek Perumnas Indah Permai Cilaku Cianjur, Rabu (26/11/2014). Mereka mengikuti berbagai kegiatan, salah satunya mengenai budaya dan seni sunda.

Ketua Himpaudi Wilayah 1 Cianjur, Erni mengatakan, program yang tengah dilaksanakan merupakan kepanjangan tangan dari program Himpaudi Jawa Barat. Salah satu tujuanya untuk melestarikan budaya sunda sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya sunda sejak dini.

‎​"Ngamumule budaya sunda itu harus dilakukan sejak dini, makanya ini merupakan salah satu bentuknya. Kita juga melakukan kegiatan masal berupa rampak tatalu yang diikuti oleh 2500 peserta mulai dari tenaga pendidik tenaga kependidikan siswa serta orang tua PAUD," kata Erni disela kegiatan.

‎​Tidak hanya mengenai budaya, para orang tua PAUD juga menentang keras adanya kekerasan terhadap anak usia dini. "Makanya dalam kesempatan ini kita juga mendeklarasikan Lawan Kekerasan terhadap anak yang di bacakan langsung oleh Ketua P2TP2A Cianjur," paparnya.

‎​Kabid PLS PO Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur,  Neneng Suparsih sangat mendukung program yang ada di Himpaudi, dan P2TP2A. Karena program yang dilaksanakan selalu terintegrasi dengan yang lainya.

Pihaknya juga mengaku prihatin terhadap kesejahteraan guru PAUD yang memang sangat minim. "Saya berharap agar para guru dapat bersabar dikarenakan kuota yang terbatas belum semuanya guru PAUD dapat insentif. Mudah-mudahan kedepannya semua mendapatkan," harapnya.

Dikatakan Neneng, saat ini guru PAUD hanya menerima upah sebesar Rp 50 ribu. Untuk itulah pihaknya terus memperjuangkan melalui insentif dari anggaran pemerintah baik yang bersumbet dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. "Kita akan perjuangkan kesejahteraan guru PAUD di Cianjur," katanya [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, pelaksanaan STQ merupakan momentum yang sangat tepat sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan dan refleksi diri terhadap keimanan. Kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan pemahaman isi yang terkandung dalam Al-qur’an sekaligus sebagai upaya pengamalan nilai nilai ajaran agama, khususnya untuk membentuk kepribadian muslim yang berahlakul karimah.

"STQ ini mempertemukan para peserta untuk saling berkompetisi meraih hasil terbaik. Namun, makna STQ bukanlah soal kalah atau menang, STQ dapat dimaknai sebagai ajang mempererat ukhuwah islamiyah, saling kenal dan mempelajari kelebihan masing-masing, hal ini cukup penting untuk dilakukan demi membangun kebersamaan sebagai salah satu modal pembangunan," kata Tjetjep disela kegiatan pembukaan STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014, Selasa (25/11/2014).

Pihaknya berharap, dengan STQ tingkat Kabupaten Cianjur itu dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya minat baca al-qur’an khususnya di kalangan generasi muda di Kabupaten Cianjur. "TIdak hanya hasil yang berkualitas, tapi adanya ATQ ini bisa merangsang masyarakat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan," katanya.

Sebanyak 490 peserta dari berbagai wilayah di Cianjur mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang dilaksanakan di masjid agung Cianjur mulai tanggal 25 hingga  27 Nopember 2014. Hasil STQ tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk ajang STQ tingkat provinsi Jawa Barat.

Panitia STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014,  Gunawan Jamhur, mengatakan, tujuan dilaksanakannya STQ ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al-qur’an pada masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan dan peningkatan prestasi bagi para qori/qoriah serta hafidz/hafidzah.

"STQ ini juga dalam upaya mempersiapkan dan membina para peserta untuk seleksi STQ tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 dan juga sebagai sarana dakwah dan syiar islam di Kabupaten Cianjur," kata Gunawan [KC-02]**.
 


CIANJUR, [KC].- Sebanyak 490 peserta dari berbagai wilayah di Cianjur mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang dilaksanakan di masjid agung Cianjur mulai tanggal 25 hingga  27 Nopember 2014. Hasil STQ tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk ajang STQ tingkat provinsi Jawa Barat.

Panitia STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014,  Gunawan Jamhur, mengatakan, tujuan dilaksanakannya STQ ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al-qur’an pada masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan dan peningkatan prestasi bagi para qori/qoriah serta hafidz/hafidzah.

"STQ ini juga dalam upaya mempersiapkan dan membina para peserta untuk seleksi STQ tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 dan juga sebagai sarana dakwah dan syiar islam di Kabupaten Cianjur," kata Gunawan, Selasa (24/11).

Kegiatan STQ yang dilaksanakan tersebut akan berlangsung selama tiga hari (25-27/11). Adapun cabang dan golongan yang diikuti diantaranya cabang tilawah golongan anak-anak dan dewasa, cabang MHQ 1 Juz dan tilawah, MHQ 5 dan 10 Juz, MHQ 20 dan 30 Juz.

"Secara keseluruhan jumlah pesertanya mencapai 490 orang yang berasal dari utusan LPTQ kecamatan se Kabupaten Cianjur. Kita harapkan hasilnya akan melahirkan qori atau qoriah yang berkualitas," paparnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Ketua PGRI Kabupaten Cianjur Jum'ati, mengharapkan guru harus mempunyai kompetensi sehingga menjadi guru yang profesional. Guru juga harus mampu menjawab tantangan jaman seiring dengan semakin pesatnya perkembangan tekhnologi.

"Kedepannya guru harus mandiri jangan terlalu bergantung ke pemerintah, guru harus percaya diri dan bermartabat," kata Jum'ati pada puncak peringatan HUT PGRI ke-69 di Cipanas, Selasa (25/11/2014).

‎​Dikatakan Jum'ati, seorang guru harus menunjukan guru yang teladan mulai dari ucapan sampai pakaian serta tindakan. "Guru harus terlindungi dalam melaksanakan belajar mengajar merasakan dirinya nyaman," tegasnya.

Pihaknya berharap, kesejahteraan guru juga bisa semakin meningkat. "Kita juga berharap para guru yang masih honorer bisa segera diangkat sesuai dengan pengabdiannya," katanya.

Sementara itu puncak peringatan hari guru di Kabupaten Cianjur dilakukan disetiap wilayah kecamatan masing-masing. Sejumlah harapan mengemuka, salah satunya harapan dari semua guru khususnya tenaga honorer agar segera diangkat menjadi CPNS agar nasib mereka kedepannya lebih jelas.

"Kita juga ingin adanya peningkatan kualitas mutu guru agar lebih profesional. Mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun agar segera diangkat dan adanya pemerataan peningkatan sarana dan prasarana," kata HM. Faroj salah seorang guru disela puncak peringatan HUT PGRI yang ke-69 di Cipanas Selasa (25/11).

Kegiatan HUT PGRI yang dipusatkan di Cipanas itu setidaknya dihadiri sekitar 800 peserta. Mereka datang dari sejumlah perwakilan sekolah mulai dari SD/SMP/SMA/SMK. [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].-  Puncak peringatan hari guru di Kabupaten Cianjur dilakukan disetiap wilayah kecamatan masing-masing. Sejumlah harapan mengemuka, salah satunya harapan dari semua guru khususnya tenaga honorer agar segera diangkat menjadi CPNS agar nasib mereka kedepannya lebih jelas.

"Kita juga ingin adanya peningkatan kualitas mutu guru agar lebih profesional. Mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun agar segera diangkat dan adanya pemerataan peningkatan sarana dan prasarana," kata HM. Faroj salah seorang guru disela puncak peringatan HUT PGRI yang ke-69 di Cipanas Selasa (25/11).

Kegiatan HUT PGRI yang dipusatkan di Cipanas itu setidaknya dihadiri sekitar 800 peserta. Mereka datang dari sejumlah perwakilan sekolah mulai dari SD/SMP/SMA/SMK.

Ketua Panitia HUT PGRI Cipanas, Yayan Sopian mengungkapkan, dihari jadi PGRI yang ke-69 tahun 2014 ini, jumlah anggota PGRI semakin terus bertambah. Kalau sebelumnya hanya berasal dari lingkungan SD, saat ini sudah merambah ke SMP/SMA Negeri  atau sederajat.

"Dengan bergabungnya sekolah-sekolah baik tingkat SMP/Sederajat dan SMA/MA Sederajat, jumlah ranting pun bertambah, yang dahulunya berjumlah 5, kini sudah menjadi 12 ranting," kata Yayan Sopian, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Bidang Olah Raga dan Seni PGRI Cianjur, Selasa (25/11).

Dikatakan Yayan, sebagai organisasi  wadah guru di Indonesia, PGRI memiliki makna yang luas. Guru bukan saja milik Sekolah Dasar saja, tapi sekolah-sekolah lainya. "KIta berharap kedepannya PGRI dapat berkembang sesuai tuntutan profesi guru yang menjadi wadah organisasi yang lebih profesional lagi," katanya [KC-02/yan/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Sejumlah Korps Pelatih yang tergabung kedalam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Pramuka Cianjur, menagih janji Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Budi Rahayu Toyib, terkait dengan Kursus Pelatihan Lanjutan (KPL) bagi anggota pramuka. Hal itu dianggap penting mengingat masih banyak pelatih yang belum ikut KPL. 

Korps Pelatih di Pusdiklatcab Cianjur sekaligus Andalan Cabang Wilayah (Ancawil) 3, Kabul Rosidi mengatakan, semua Pelatih sangat merespon tentang rencana Ketua Kwarcab tersebut untuk menyelenggarakan kegiatan KPL. Sebab program pada kepemimpinan sebelumnya yakni ziarah Wisata kedaerah daerah dirasakan kurang efektif.

"Alangkah baik apabila alokasi dana ziarah wisata tersebut dipergunakan untuk KPL sebagai lanjutan penuntasan kursus bagi pelatih-pelatih yang ada di Cianjur. Masih banyak pelatih yang memerlukan KPL daripada sekedar wisata ziarah," kata Kabul disela kegiatan Perkemahan Kursus Mahir Dasar di SMAN I Sukaresmi, Senin (24/11).

Dikatakan Kabul, sampai saat ini jumlah pelatih yang tercatat di Pusdiklatcab Cianjur berjumlah sekitar 80 orang. Jumlah tersebut sangatlah kurang jika melihat wilayah Cianjur yang sangat luas.

"Wlayah Cianjur itu sangat luas, ada 32 wilayah kecamatan dengan 360 desa/kelurahan. Untuk mengcover daerah tersebut diperlukan banyak pelatih. Mudah-mudahan mutualismenya dapat berkembang, baik secara kwalitas sumber daya manusianya atau pun kwantitasnya agar tidak hanya isapan jempol belaka. Sehingga sebutan Cianjur sebagai kabupaten pramuka bisa terwujud," tegasnya.

Menurut Kabul, para pelatih selama ini selalu berharap bisa difungsikan sesuai tugas pokok dan funsinya (tupoksi)masing-masing, karena KPL sangatlah penting menyangkut legalitas pelatih. "Ini juga terkait dengan kurikulum 2013, lantaran titik berat pencapaian keberhasilan kurikulum 2013, tak luput dari peran penting pelatih," katanya.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Budi Rahayu Toyib, saat akan dikonfirmasi sedang tidak ada dikantornya. Demikian juga saat dihubungi melalui telpon, belum bisa tersambung [KC-02/tis]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Warga Kampung Ciwalen Lapang RT 01/RW 09 Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang gempar menyusul ditemukannya sosok mayat ditengah sawah dalam kondisi mengenaskan, Senin (24/11/2014). Mayat berjenis kelamin perempuan itu diduga merupakan korban pembunuhan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mayat perempuan yang belakangan diketahui bernama Neni (40) warga Tarogong Garut itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang merupakan pemilik sawah Dedi (42). Warga tersebut terkejut saat melihat sosok diareal padi ditengah sawah yang akan dipanen.

"Mayat itu ditemukan oleh seorang warga yang merupakan pemilik sawah sekitar pukul dua siang. Selanjutnya diberitahukan kepada warga lain yang diantaranya meneruskan ke pihak kepolisian," kata tokoh masyarakat setempat Asep Sobandi (59).

Menurut Asep, dalam waktu sekejap, informasi ditemukannya sosok mayat perempuan ditengah sawah itu menyebar ditengah-tengah warga. Dalam sekejap warga berkumpul ingin menyaksikan dari dekat sebelum akhirnya di evakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke RSUD Cianjur.

"Saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Korban mengenakan celana jeans dan berjaket warna hitan dan tidak jauh dari jasadnya ditemukan minuman botol dan sandal," katanya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan ditemukannya sosok mayat perempuan ditengah sawah itu."Kami belum bisa memberikan keterangan apa-apa. Sementara kita bawa korban dulu ke rumah sakit," kata Kapolsek Warungkondang Kompol Samsa singkat [KC-02/r]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Cianjur terbilang cukup tinggi. Setidaknya dalam kurun waktu 2014 ini telah terjadi 233 kejadian dan sekitar 40 persen diantaranya akibat human error (kesalahan manusia).

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didin Jarudin mengatakan, tingkat kecelakaan lalu-lintas terbilang cukup tinggi. Di tingkat nasional, jika dirata-rata, setidaknya terdapat 69 kasus kecelakaan setiap harinya. Atau jika dirata-rata, terjadi 2-3 kecelakaan lalu lintas per jam.

"Untuk menekannya salah satunya warga Cianjur bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Apalagi di Cianjur ini banyak titik-titik rawan terjadi kecelakaan lalu lintas," katanya.

Berdasarkan data di unit Satlantas Polres Cianjur per 16 Oktober, setidaknya telah terjadi 233 kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kejadian tersebut, telah mengakibatkan 115 orang tewas, 124 orang mengalami luka berat, 156 orang mengalami luka ringan.

"Kerugian materinya juga cukup besar, ditaksir mencapai sekitar Rp 566.300.000," tegasnya [KC-02/gr]**.
CIANJUR, [KC].- Untuk mendukung suksesnya Operasi Zebra Lodaya 2014, Polres Cianjur menerjunkan sekitar 105 personel dari Satuan Lalulintas (Satlantas) dibantu dengan petugas dari kesatuan lainnya yakni, provost dan Bag Ops. Tidak hanya itu, Polres Cianjur juga menggait TNI dan Polisi Militer.

"Kita kerjasama dengan unsur dari polisi militer, ini sebagai antisipasi jika terjadi pelanggaran lalu lintas yang melibatkan anggota militer serta untuk menjaga kondusifitas dilapangan," kata Kasatlantas POlres Cianjur Didin Jarudin.

Selain memeriksa berbagai surat kelengkapan kendaraan bermotor dan helm untuk keamanan pengemudi, dalam operasi zebra itu polisi juga bakal menindak tegas pengendara yang menggunakan kendaraan dengan knalpot bising.

Pihak kepolisian akan menahan langsung kendaraan tersebut dan memrintahkan kepada pemiliknya untuk mengganti knalpot tersebut di tempat. Setelah diganti, baru setelah itu kendaraan tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.

"Kalau tidak bisa mengganti di tempat yang harus mengganti di Polres. Sedangkan knalpot bisingnya akan kami sita,” tegas Didin.

Untuk itulah, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Dengan demikian akan membantu kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan. "Kuncinya selalu mentaati aturan dalam berlalu lintas, itu wajib bagi setiap pengguna jalan," tegasnya [KC-02/gr]**.

CIANJUR, [KC].- Penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas akan dikedapankan dalam Operasi Zebra Lodaya 2014 diwilayah Kabupaten Cianjur. Sisanya akan dilakukan dengan upaya preventif.

Demikian ditegaskan Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didin Jarudin, Minggu (23/11/2014). Operasi Zebra Lodaya 2014 di Kabupaten Cianjur akan serentak dilaksanakan terhitung sejak 26 November hingga 9 Desember 2014 serentak diseluruh Indonesia.

"Sekitar 80 persen kita porsikan dalam penegakan hukum lalu  lintas, sisanya preventif," kata Didin.

Dikatakan Didin, pelanggaran yang dimaksud adalah pelanggaran yang terlihat jelas. Selama ini masih banyak pengendara khususnya kendaraan roda dua yang tanpa mengindahkan keselamatan dengan tidak mengenakan helm ketika berkendara di jalan raya.

"Helm itu salah satu upaya melindungi pengendara dari luka fatal saat benturan pada waktu terjadi kecelakaan. Namun rupanya kesadaraan pengendara untuk mengenakan masil rendah," katanya.

Untuk memaksimalkan operasi, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang ditengarai sering terjadi pelanggaran lalu lintas. "Kita akan menggencarkan sejumlah wilayah yang kami petakan masuk dalam kategori banyak terjadi pelanggaran lalu lintas," tegasnya [KC-02/gr]**.
CIANJUR, [KC].- Warga di RT 04/RW 07 Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur mengaku resah. Pasalnya diwilayah mereka tepatnya di Lebak Cibodas (LC) yang berada persis di pintu belakang Kebun Raya Cibodas (KRC) ditengarai dijadikan tempat mesum dan transaksi obat terlarang. Di kawasan yang masuk kedalam wilayah Kampung Cihurang-Gunung Batu tersebut warga aca kali memergoki pasangan muda mudi yang memadu kasih sering berbuat asusila.

Ketua RT 04/RW 07 Desa Sindangjaya, Adim, tidak menampik adanya keresahan warga tersebut. Banyak warga yang mengaku resah adanya wilayah mereka dijadikan tempat asusila. Bahkan ada juga yang memanfaatkan untuk tempat mabuk mabukan.

Dikatakan Adim, sebelumnya lokasi yang mengarah ketempat saat ini sering jadikan tempat mesum itu dipasang portal. Sehingga tidak bisa masyarakat leluasa masuk kedalam lokasi. Namun tidak diketahui persis, sejak kapan portal tersebut menghilang.

"Dulunya dilokasi itu dipasang portal. Apabila sudah lebih dari jam 18.00 WIB, kami bersama warga menutup portal tersebut sebagai antisipasi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan belum lama ini ada warga yang tertangkap sedang transaksi narkoba," kata Adim, Minggu (23/11).

Pihaknya mengakui, anaknya sendiri pernah menjadi korban tindakan asusila di lokasi yang berada persis dibelakang pintu gerbang belakang KRC itu. "Maka dari itu semua warga diperkampungan ini jadi resah, sejak portal tersebut dilarang dipasang oleh pihak KRC. Warga kembali diresahkan dan dihantui ketakutan, karena setiap malam minggu, banyak pasangan muda mudi datang sambil membawa miras," katanya.

Sementara pihak keamanan KRC membantah adanya keluhan warga yang mengaku resah akibat lokasi diwilayahnya dijadikan tempat mesum. "Tidaklah benar apa yang dikatakan warga itu, kalau memang benar telah terjadi dikawasan tersebut seperti apa yang dikatakan warga, mengapa tidak ada laporan ke kami. Pihak kepolisian juga tidak pernah memberikan informasi," kata Mardi, petugas jaga KRC ditemui terpisah.

Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, lokasi LC saat ini sering dikontrol oleh petugas keamanan bersama warga. Warga menginginkan adanya kerjasama dan koordinasi antara KRC selaku pengelola dan warga selaku tetangga yang dimana ¾ dari lokasi KRC termasuk LC terletak di RT 04/RW 07.

Kaur Ekbang Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Ade Suryadi, juga tidak menampik adanya informasi yang diterimana terkait lokasi di Lebak Cibodas (LC) yang berada persis di pintu belakang Kebun Raya Cibodas (KRC) ditengarai dijadikan tempat mesum dan transaksi obat terlarang

"Intinya kami semua merasa risih dengan apa yang terjadi pada saat in. Harapan kami ada tindakan dari KRC dalam hal keamanan dan kebersihan lokasi tersebut. Karena lokasinya masuk dalam kawasan KRC," katanya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].-  DPC KSPSI Kabupaten Cianjur kecewa atas penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur yang jauh dari tuntutan para buruh. Para buruh menginginkan bahwa UMK Cianjur pada tahun 2015 sebesar Rp 1.950.000,- atau naik sekitar 30 persen dari UMK 2014 sebesar Rp 1.500.000,-.

"Jujur kami para buruh sangat kecewa dengan putusan ini. Yang mempunyai otoritas menetapkan itu bupati bukan gubernur. Gubernur itu hanya menetapkan atas penetapan dari bupati. Saya rasa bupati Cianjur memang benar-benar tidak mendengarkan aspirasi para buruh," kata Ketua DPC KSPSI Kabupaten Cianjur Asep Saepul Malik, Minggu (23/11).

Selama ini, pihaknya bersama sejumlah buruh telah berjuang mati-matian agar usulan para buruh mengenai UMK itu diakomodir. Bahkan sejumlah aksi demo dengan melibatkan para buruh sudah dilakukan hingga empat kali. Namun hasilnya tetap saja aspirasi itu tidak digubris oleh Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh.

"Masalah UMK ini saya rasa ada kaitannya dengan politis. Bisa saja karena bupati hanya tinggal beberapa tahun saja memangku jabatan, sehingga mengabaikan suara buruh dan lebih memilih membela pengusaha. Itu tidak menutup kemungkinan terjadi di Cianjur, karena faktanya suara buruh diabaikan," katanya.

Kendati kecewa atas putusan pentapan UMK oleh bupati yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pihaknya tetap akan berjuang untuk memperjuangkan aspirasi para buruh. Terutama dalam kaitan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami akan tetap berjuang untuk buruh. Kalau mengenai gugatan terhadap putusan UMK, semuanya sudah ditangani ditingkat provinsi. Kami tetap berjuang agar UMK ini ada perubahan, terutama terkait dengan dampak kenaikan BBM," kata Asep.

Asep juga mengakui dalam waktu dekat ini akan kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan aspirasi para buruh. Namun materi yang akan disampaikan, ia masih enggan membeberkan. "Yang jelas besuk, Senin (24/11) surat pemberitahuanya akan kami sampaikan ke Polris, baru Senin depan (1/12) kami akan menggelar aksi. Dalam waktu dekat ini kami baru akan menggelar rapat intern dengan serikat pekerja," tandasnya.

Sementara itu Gubernur Ahmad Heryawan sudah mengumumkan daftar Upah Minimum Kabupaten/Kota pada Jumat (21/11) menjelang tengah malam di Koplek Pussenif, Jln. Supratman Bandung. Dari 27 kabupaten/kota, seluruhnya mengalami kenaikan UMK dengan persensate bervariasi dari 6,67-24,50 persen.

Untuk Kabupaten Cianjur, UMK tahun 2015 yang ditetapkan oleh gubernur tersebut mencapai Rp 1.600.000,- dari UMK sebelumnya sebesar Rp 1.500.000,- atau terjadi kenaikan sebesar 6,67 persen. Kenaikan UMK Cianjur tahun 2015 ini masih jauh dari tuntutan para buruh yang menginginkan UMK Cianjur 2015 sebesar Rp 1.950.000,- atau naik 30 persen [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Sukaluyu, Sabtu (22/11/2014) nyaris terjadi bentrok. Hal itu terjadi saat puluhan warga bermaksud memblokade aktifitas penambangan pasir dan perusahaan ayam.

Namun aksi warga tersebut berhasil redam oleh aparat kepolisian yang menggiring warga untuk berdialog dengan pihak perusahaan di Kantor Kecamatan Sukaluyu. Namun saat warga merangsek untuk mediasi dengan pihak perusahaan, dihadang oleh puluhan sopir truck pengangkut pasir yang merasa terusik atas aksi warga.

Kericuhanpun tidak bisa dihindari, bahkan nyaris terjadi adu pukul antara warga pengunjuk rasa dengan para sopir. Beruntuk kericuhan tersebut berhasil diredam oleh Camat Sukaluyu Dadan Wildan bersama aparat kepolisian dan berhasil diajak berdialog.

Salah seorang sopir truk, Asep Ahmad Fauji mengaku dirinya merasa terancam karena adanya informasi mobilnya akan dirusak warga. "Saya merasa dirugikan karena ada aksi warga seperti ini kami tidak bisa jalan, sementara setoran harus terus berjalan," kata Asep saat ditemui terpisah.

Salah seorang pengusaha galian Andri membantah tudingan kalau perusahaanya tidak memiliki perijinan dalam melakukan aktifitas penambangan pasir. "Kami menyetujui tuntutan warga seperti perbaikan dan perawatan jalan secara bersama dengan perusahaan lain," tegasnya.

Sementara Camat Sukaluyu Dadan Wildan mengungkapkan, terkait masalah perijin penambangan, sepengetahuanya saat ini sudah diajukan ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kab. Cianjur.

"Saat ini sedang dalam proses karena ada pertimbangan-pertimbangan Perda lama dan Perda baru. Masalah tuntutan masyarakat akan di cover dibuatkan berita acara mengenai apa yang menjadi tuntutan masyarakat dan kesanggupan perusahaan dibuatkan secara tertulis sehingga diketahui oleh Muspika," katanya [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].- Puluhan masyarakat yang berasal dtiga desa yakni Desa Selajambe, Desa Hegarmanah dan Desa Tanjung Sari Kecamatan Sukaluyu Kab. Cianjur menggelar aksi demo ke sedikitnya empat perusahaan yang ada diwilayah mereka. Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) itu menuding perusahaan-perusahaan itu menjadi biang kerusakan lingkungan.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Mekky Gunawan, dampak dari adanya aktifitas galian penambang pasir dan perusahaan peternakan ayam yang berada di wilayah Kec. Sukaluyu setidaknya telah mengakibatkan kerusakan lingkungan. Hal yang jelas terlihat adanya kerusakan tiga akses jalan yang jalan yang menuju Tungturunan Cianjur dan Babakan Sari menjadi rusak parah akibat dilalui hilir mudik truk pengangkut material dari hasil galian pasir tersebut

‎​"Adanya aktifitas penambangan galian C ini secara umum sangat merugikan masyarakat. Keberadaanya merusak rencana tata ruang, banyak sawah yang berubah fungsi menjadi kolan atau kubangan. ‎​Tanah bekas-bekas galian tidak berfungsi bahkan membahayakan lahan pertanian menjadi tidak produktif lagi," kata Mekky disela aksi, Sabtu (22/11/2014).

Dijelaskan Melky, pembangunan jalan desa yang hancur akibat adanya aktifitas hilir mudik kendaraan berat yang mengangkut hasil dari galian C tersebut dalam pembangunannya bersumber dari  APBD. Dengan demikian sumber pembangunanya berasal dari rakyat.

"Pembangunannya dari uang rakyat, namun ironisnya dirusak oleh oknum pengusaha galian yang diduga kuat tidak memiliki ijin. Ini jelas bertentangan dengan rencana tata ruang. Ini tidak bisa didiamkan begitu saja," katanya [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 128 peserta dari perwakilan 64 Pondok Pesantren (Pontren) di Kabupaten Cianjur mengikuti dari 64 pontren yang ada di wilayah Kab. Cianjur pembinaan manajemen pengelolaan Pontren tahun anggaran 2014, Selasa (18/11/2014). Kegitan tersebut dilaksanakan untuk menciptakan Pontren yang tangguh untuk membendung pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan ajaran islam.

Ketua Panitia pembinaan manajemen pengelolaan Pontren tahun anggaran 2014 Kuswara, mengatakan, salah satu adanya pembinaan bagi Pontren tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pontren yang memiliki keahlian dan kreatifitas agark dapat berdayaguna dalam upaya peningkatan kesejahteraan dilingkungan pontren.

"Pemahaman para pengelola pontren tentang manajemen dilingkungan pontren itu sendiri perlu juga ditingkatkan. Makanya kita memberikan pembinaan ini. Adapun pembinaan ini diikuti oleh peserta sebanyak 128 orang perwakilan dari 64 pontren yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur," kata Kuswara.

Asisten Pemkesra Setda Kabupaten Cianjur Drh. Hj. Dwi Ambar WS mengatakan, eksistensi pesantren ditengah-tengah perkembangan dunia modern, akan tetap relevan dan semakin diperlukan khususnya untuk memperkuat benteng moral bangsa. oleh karenanya, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam, diharapkan tetap mampu mencetak penerus yang dapat memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, agar memiliki pribadi yang benar-benar tangguh, sehingga mampu menangkal berbagai pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam dan budaya bangsa.

Menurut Ambar yang mewakili Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, salah satu ciri khas pendidikan di Indonesia yaitu adanya lembaga pendidikan pesantren. Secara historis, pesantren telah ada dalam waktu yang relatif lama. Sebagai lembaga pendidikan, maka pesantren menjadi tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas keislaman masyarakat.

"Maju mundurnya ilmu keagamaan sangat tergantung kepada pesantren-pesantren. Oleh karenanya, pesantren menjadi garda terdepan dalam proses Islamisasi di nusantara. Pada masa awal proses islamisasi maka pesantrenlah yang mencetak agen penyebar Islam di nusantara. Alumni-alumni yang dihasilkan pesantren pada gilirannya menjadi penyebar Islam yang paling atraktif, melalui ilmu keislaman yang dimilikinya mereka siap menjadi penyangga Islam yang sangat kuat<" tegasnya.

Pihaknya berharap pembinaan ini dapat lebih memotivasi dan mendorong para pengelola pondok pesantren maupun para santrinya untuk mengembangkan manajemen pengelolaan pesantren dengan menerapkan konsep pengelolaan yang baik. "Oleh karena itu, diperlukan kerjasama semua pihak dalam pembinaannya untuk kemudian diterapkan dan dijadikan bentuk pengembangan di lingkungan pondok pesantren," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Salah satu bentuk perhatian kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Cianjur atas prestasi dan dedikasinya, pemerintah memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 264 orang PNS Pemkab Cianjur yang memenuhi persyaratan. Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh atas nama Pemerintah Republik Indonesia, Selasa (18/11).

"Penghargaan ini kita berikan juga dalam rangka melaksanakan pembinaan PNS yang berdasarkan perpaduan antara sistem karier dan sistem prestasi kerja. Bagi PNS yang telah menunjukkan kesetiaan terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara dan pemerintah, serta kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan di dalam melaksanakan tugasnya sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya," kata Tjetjep.

Dikatakan Tjetjep, pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya dimaksudkan untuk mendorong dan meningkatkan prestasi kerja serta untuk memupuk kesetiaan terhadap negara. "Penghargaan juga dapat berupa tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, atau bentuk penghargaan lainnya, seperti surat pujian, penghargaan yang berupa materiil," tegasnya.

Ditegaskan orang nomor satu di Cianjur itu, bahwa kesetiaan adalah ketaatan dan pengabdian kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara dan pemerintah. Pengabdian adalah penyumbangan tenaga dan pikiran secara ikhlas dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan. Sedangkan kecakapan adalah kemampuan, kepandaian, kemahiran dan ketrampilan di dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan.

"Kalau kejujuran tentu merupakan ketulusan hati dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan. Kesanggupan untuk mematuhi tata tertib dan mengikuti ketentuan–ketentuan kedinasan yang telah ditetapkan merupakan bentuk kedisiplinan. Ini tidak bisa dipisahkan bagi PNS yang berprestasi," katanya.

Untuk itulah pihaknya berharap, penghargaan yang diberikan atas nama pemerintah RI itu bisa menjadi suatu kebanggaan yang mempunyai arti sangat penting bagi setiap PNS. Selain itu  juga dapat menjadi pendorong untuk lebih meningkatkan semangat kerja, serta dapat lebih meningkatkan dan secara terus menerus menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian dalam setiap menjalankan tugas kewajiban.

Secara terpisah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, H. Cecep Sobandi, mengatakan, maksud dan tujuann pemberian Satyalancana Karya Satya RI untuk memberi penghargaan kepada para PNS yang memilki dedikasi dan loyalitas kepada negara, khususnya Pemerintah Kabupaten Cianjur dan bekerja keras tanpa tercela.

"Adapun yang diberi penghargaan tersebut sebanyak 264 orang yang terdiri dari Satyalancana Karya Satya XXX tahun sebanyak 77 orang, XX tahun sebanyak 148 orang, X tahun sebanyak 39 orang," jelas Cecep [KC-02]**.
TINGGINYA animo masyarakat Cianjur untuk pergi ke tanah suci Mekah terutama untuk menunaikan ibadah haji ternyata membuat daftar tunggu di Kementerian Agama Cianjur hingga sembilan tahun kedepan. Kondisi tersebut membuat masyarakat banyak yang memilih untuk menunaikan ibadah umroh sebelum pergi menunaikan ibadah haji.

Peluang tersebut rupanya dilirik oleh Koperasi Syari’ah Bmt Assalam Cipanas yang selama ini konsen terhadap pemberdayaan masyarakat melalui berbagai unit usaha dan simpan pinjam. Sebagai badan usaha koperasi, terbilang jeli memanfaatkan peluang untuk mensejahterakan anggotanya.

"Kita ingin memfasilitasi masyarakat yang ingin beribadah ke tanah suci Mekah. Melalui program umroh yang kami lakukan sejak 2013 ini ternayata masyarakat sangat antusias sekali. Terbukti dengan semakin meningkatnya peserta," kata Ketua Koperasi Syari’ah Bmt Assalam
Nanang Rahman, saat dihubungi, Selasa (18/11).

Dikatakan Nanang, melalui program umroh yang digalakkan sejak 2013 silam itu jelas mempermudah warga yang bermimpi ingin berangkat ke Bai’tulloh. Dengan biaya terjangkau warga bisa ikut proogram umroh yang dikelola oleh koperasi.

"Dengan biaya terjangkau dengan asumsi dolar dikisaran Rp.12.300,- jadi diperkirakan Rp 24-25  juta sudah bisa terwujud impian ke Baitulloh," kata Nanang.

Alasan itulah, mantan Sarjana Pendamping Dinas Koperasi dan UMKM Kabbupaten Cianjur itu  membantu mewujudkan cita cita warga yang telah menjadi anggotanya terlebih dahulu. Dengan cara membuka tabungan umroh, maka anggota koperasi dipastikan akan berangkat ke tanah suci Mekah.

"Kita membantu proses dari awal pengurusan administrasi. Dalam pembuatan paspor biasanya warga selalu mendapatkan kendala. Namun disini warga masyarakat yang sudah menjadi anggota di koperasi, tidak perlu kawatir semua surat menyurat atau administrasi akan dibantu dalam pengurusannya. Bahkan sebelum berangkat terlebih dahulu dibimbing selama beberapa kali dan selanjutnya akan diantar sampai kebandara hingga berangkat," katanya.

Pihaknya menampik, kalau programnya itu merupakan strategi bisnis. Dia beralasan hanya melihat banyaknya anggota koperasi yang berkeinginan untuk melaksanakan umroh.

"Kita tidak mengedepankan bisnis, tidak seperti tempat penyedia Tour danTravel lainnya yang mengedepankan bisnis semata. Kita juga menjamin keberangkatannya, karena akan digabung oleh beberapa kantor umroh yang berada diseluruh Indonesia untuk keberangkatannya, Karena Bmt tidak hanya Assalam saja," paparnya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Jalur rawan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cugenang Ciseupan Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur kembali menelan korban. Kali ini mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah terjatuh dan terlindas mobil bok, Selasa (18/11).

Peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB bermula ketika sepeda motor Yamaha Jupiter MX Nopol F 5605 ZT yang kendarai Nurjaman (30) melaju kencang dari arah Cipanas menuju Cianjur. Tiba-tiba sesampainya di jalan raya lurus dan menurun mendadak oleng hingga mengakibatkan kendaraan tersebut terjatuh.

Pada saat bersamaan melaju mobil bok Nopol F 8079 GE  yang dikemudikan oleh  Jaji (35). Meski berupaya mengerim, namun pengendara motor tersebut akhirnya terlindas ban belakang mobil.

"Tiba-tiba saja terjatuh, kemungkinan hilang keseimbangan. Motornya terpelanting ke kakiri dan pengendaranya ke kanan. Pada saat bersamaan datang mobil bok yang tanpa bisa menghindar melindas tubuh pengendara motor," kata Ujang (45) seorang warga setempat.

Mengetahui terjadi kecelakaan, sejumlah warga yang ada disekitar lokasi kejadian berupaya memberikan pertolongan, namun korban tewas beberapa saat dengan kondisi yang mengenaskan. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cianjur.

Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Ipda Tenda membenarkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan seorang pengendara motor tewas. Untuk pengusutan lebih lanjut, pengendara mobil bok dalam pemeriksaan intensif petugas.

"Kita tengah kembangkan kasus kecelakaan ini, kami sudah mintai keterangan sejumlah saksi dan termasuk pengendara mobil bok. Dari keterangan sementara korban terlindas akibat terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya," kata Tenda [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Diduga mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Aat Martinah (51) warga Kampung Maleber RT 03/RW 11 Desa Ciherang Kec. Pacet Kab. Cianjur tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke klinik kesehatan di Jalan Raya Cipanas Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur, Minggu (16/11) malam.

Kaplsek Pacet AKP Wadi Saba'ni membenarkan adanya korban yang meninggal diduga akibat KDRT. "Hasil pemeriksaan dari klinik yang menangani korban, Korban mengalami luka lebam dibagian kepala belakang," kata Wadi, Senin (17/11).

Dikatakan Wadi, peristiwa KDRT hingga mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut berawal saat suami korban Iik Ikon (49) bermaksud menjemput korban yang berada di depan sebuah apotik di Jalan Raya Cipanas Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur sekitar pukul 19.30 WIB. Namun korban tidak ada ditempat, saat itu juga suami korban pulang kerumahnya.

Setibanya dirumah, ternyata korban sudah pulang. Belum diketahui persis penyebabnya, korban dan suaminya terjadi pertengkaran. Korban menjadi bulan-bulanan suaminya, korban ditendang bagian pinggan dan sempat diseret ke kamar. Korbanpun diancam dengan sebilah pisau. Akibatnya korban tidak sadarkan diri.

Melihat korban tidak sadarkan diri, suami korbanpun panik dan membawa korban ke klinik kesehatan di Jalan Raya Cipanas Kecamatan Cipanas. Hasil dari pemeriksaan dokter, korban sudah meninggal dunia.

Menyadari korban sudah meninggal, suami korban pulang kerumahnya untuk mengambil pakaian, barang berharga miliknya, dan kabur menggunakan sepeda motor. "Saat ini kami tengah melakukan pengejaran terhadap suami korban, mudah-mudahan bisa segera tertangkap," katanya.

Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, korban dilarikan ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi. "Kita ingin memastikan penyebab kemaatiannya, karena dari pengakuan anak korban, korban memiliki riwayat penyakit jantung," jelasnya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur masih menunggu penetapan nomor induk pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait status ribuan tenaga honorer yang dinyatakan lulus dalam tes CPNS kategori pada November 2013. Status mereka diperkirakan akan ditentukan pada Desember 2014.
"Sejauh ini kita tidak bisa mengeluarkan tugas kepada mereka (tenaga honorer yang lulus CPNS), kita sedang menunggu penetapan NIP-nya dari BKN Kantor Regional III Jawa Barat (Jabar)-Banten," kata Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, ketika dihubungi, Minggu (16/11).
Diakui Cecep, sejauh ini banyak diantara tenaga honores yang lulus CPNS itu menanyakan sttatusnya. Setidaknyaa sebanyak 1142 tenaga honorer lulus tes CPNS kategori dua. Mereka statusnya belum berubah masih sebagai tenaga honorer. "Mereka sudah bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Hanya memang secara formalnya belum karena belum ada surat keputusan dari bupati," ujar Cecep.
Cecep mengatakan, penetapan NIP bagi tenaga honorer di Kabupaten Cianjur yang lulus CPNS kategori dua pada November 2013 diperkirakan akan rampung Desember 2014. Hal itu sesuai dengan keterangan yang diperoleh BKPPD Kabupaten Cianjur dari BKN Kantor Regional III Jabar-Banten.
"Kita harapkan tidak lewat Desember 2014. Itu didasarkan hasil konsultasi ke BKN Kantor Regional III Jabar-Banten memang direncanakan Desember. Mudah-mudahan yang disampaikan itu sesuai kenyataannya," kata Cecep.
Untuk itulah pihaknya meminta kepada para tenaga honorer yang lulus CPNS untuk bersabar. Dipastikan semua tenaga honrer yang lulus itu tetap akan diangkat menjadi PNS di Kabupaten Cianjur. "Kita tidak bisa memaksa BKN untuk segera turunkan nomor induk pegawai. Karena itu prosesnya untuk seluruh Jabar. Jadi sabar menunggu karena dalam proses. Yang penting kalau lulus itu sudah aman cuman tinggal menunggu penetapannya," kata Cecep.
Pihaknya juga belum bisa memastikan nasib tenaga honorer yang tidak lulus tes CPNS. Sejauh ini kata Cecep belum ada petunjuk BKN maupun kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi yang membahas nasib tenaga honorer yang tidak lulus itu.
"Surat terakhir dari kementerian pendayagunaan aparatut negara dan reformasi birokrasi hanya minta data tenaga honorer yang tidak lulus. Data itu sudah kami kirim. Ada 3985 orang yang tidak lulus dan itu sudah kami kirimkan," katanya.
Disinggung, wacana moratorium pemberhentian penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) Cecep berharap hanya semua itu hanya wacana. Sebab di Kabupaten Cianjur sangat membutuhkan tenaga PNS baru terutama di sektor pendidikan menyusul hampir empat tahun tak melakukan perekrutan.
"Kami anggap selagi kami belum menerima surat resmi, moratorium PNS itu baru sebatas wacana. Kami tidak mengumumkan ada moratorium kalau belum ada surat resminya. Itu kan baru disampaikan di pusat saja," kata Cecep.
Kalaupun benar ada moratorium, lanjut Cecep, tidak untuk tenaga pendidikan. Pasalnya Kabupaten Cianjur sangat membutuhkan tenaga PNS di bidang pendidikan. "Yang saya dengar mooratorium itu untuk umum, tapi tidak untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Mudah-mudahan seperti itu, tapi sampai hari ini belum ada petunjuk," katanya [KC-02/g]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Tuntutan para buruh yang menginginkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2015 di Kabupaten Cianjur naik 30 persen di tanggapi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dengan mengembalikan kepada para pengusaha. Alasanya yang mengupah para buruh bukan pemerintah melainkan pengusaha.
"Keputusan kenaikan upah itu sebenarnya ditangan pengusaha. Karena yang menggaji buruh itu bukan bupati atau pemerintah, jadi keputusan ada di pengusaha, kami tidak bisa memaksa untuk menaikkan. Kalau mereka memberikan lampu hijau kami siap usulkan lagi," kata Kepala Dinsosnakertrans Kabupaaten Cianjur, H. Sumitra kepada sejumlah wartawan, Minggu (16/11).
Kendati keputusan di pengusaha, pihaknya juga membantaah jika pemerintah tidak memberikan ruang untuk harapan buruh yang menginginkan kenaikan sebesar 30 persen. Pihaknya terus melakukan pendekatan dan lobi kepada pengusaha mengenai tuntutan buruh.
"Penentuan UMK 2015 itu juga bukan asal angka tapi berdasarkan kajian. Salah satunya hasil survei di tiga pasar. Ketiga pasar itu dipilih sesuai aturan di mana banyak konsentrasi buruh, yakni Pasar Cipanas dekat dengan usaha perhotelan dan perkebunan. Pasar Ciranjang dekat dengan lokasi industri dan Pasar Induk Cianjur dekat dengan pusat perdagangan," kata Sumitra.
Diakui Sumitra, sejumlah perusahaan telah menyampaikan keberatan atas tuntutan kenaikan UMK 30 persen yang dilayangkan para buruh. Sejauh ini pengusaha tidak mau UMK di Kabupaten Cianjur lebih dari usulan yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan Kabupaten Cianjur.
Hanya saja pemerintah sangat berharap dan mendukung aspirasi yang dilontarkan buruh dalam aksi unjuk rasa beberapa kali di kantor bupati. Kenaikan upah juga akan berdampak pada kesejahteraan buruh.
"Sebagai gambaran atas kondisi yang terjadi, ada sejumlah perusahaan yang mulai bangkrut, BSK misalnya, pekerjanya tinggal 100 dengan UMK Rp 1,5 juta. Kemudian Chunil, Limbah Prakata, pabrik farmasi sudah tutup. Kabarnya Golden Bel juga akan tutup setelah kami mendapatkan penjelasan dari personalia akibat dampak dari tuntutan kenaikan UMKN 2015 ini," kata Sumitra.
Selain itu Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur mengklaim jika kenaikan UMK juga akan memberikan dampak terhadap usaha hotel dan restoran di Cipanas. Pasalnya sudah mulai banyak restoran dan hotel tutup dan dijual. "Selain adanya Tol Cipularang, kenaikan UMK juga mempengaruhi tutupnya hotel dan restoran," kata Sumitra.
Pihaknya mengaku juga siap digugat buruh jika usulan UMK 2015 diputuskan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pihaknya pun siap menerima penolakan usulan UMK 2015 dari Dewan Pengupahan Provins Jabar jika hal itu terjadi. Namun menurut Sumitra, yang perlu dipikirkan adalah keberlangsungan hidup para buruh kedepannya.
"Yang pasti dalam pengupahan itu bukan hanya angka tapi kelangsungan hidup perusahaan dan buruh. Kalau memang ditolak Dewan Pengupahan Provinsi Jabar, kami tidak bisa jawab kalau tidak ada alasannya," kata Sumitra.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Cianjur, Asep Saepul Malik, menilai sikap pemerintah yang menyerahkan kenaikan UMK kepada pengusaha itu tidak mendidik dan tidak sesuai aturan.
"Mereka itu bagian dari unsur pemerintahan. Di dewan pengupahan ada 14 orang, harusnya lebih berkuasa daripada pengusaha. Ini meruakan bentuk cuci tangan pemerintah. Otoritasnya juga jelas, rekomendasi sajaa ditandatangani oleh bupati, masa keputusan dipengusaha," kata Asep terpisah.
Pihaknya kecewa dengan sikap pemerintah dan mengaku akan tetap melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMK 2015 sebesar 30 persen. Rencananya para buruh akan melakukan unjuk rasa di DPRD Kabupaten Cianjur Senin 17 November 2014 dan Selasa 18 November 2014.
"Aksi kami tetap mempriooritaskan kenaikan UMK 30 persen, tapi itu dinamis. Ada nego karena Sukabumi juga nego, tapi mereka melalui mekanisme. Dalam enam syarat kenaikan UMK, satu di antaranya melihat besaran UMK di kota/kabupaten sekitar. Masa di Sukabumi bisa naik, kita yang bertetangga tidak," ujar Asep [KC-02/g]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!











CIANJUR[KC],- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur meminta tenaga honorer yang lulus tes CPNS kategori dua untuk tetap bersabar. Dipastikan semua tenaga honorer yang lulus akan diangkat menjadi PNS di Kabupaten Cianjur.

"Kita kan tidak bisa memaksa mereka (BKN. Red) segera turunkan nomor induk pegawai. Karena itu prosesnya untuk seluruh Jabar. Jadi sabar menunggu karena dalam proses. Yang penting kalau lulus itu sudah aman cuman tinggal menunggu penetapannya," kata Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi ketika dihubungi, Minggu (16/11).

Status ribuan tenaga honorer di Kabupaten Cianjur yang dinyatakan lulus dalam tes CPNS kategori pada November 2013 masih belum jelas hingga saat ini. Sebanyak 1142 tenaga honorer lulus tes CPNS kategori dua ini sudah bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Hanya saja status mereka masih tenaga honorer karena belum ada surat keputusan dari bupati.[KC.05/Cis]

Sumber : Tribun
CIANJUR [KC],- Kwartir  Cabang Gerakan Pramuka Cianjur, tahun ini kembali menyelenggarakan kegiatan perlombaan antar  pramuka penggalang yang berpangkalan di SD/MI dan SMP/MTs. Kegiatan rutin tahunan dengan tajuk “ Pekan Lomba Pramuka Penggalang Tahun 2014” ini telah berlangsung mulai tanggal 9 – 15 Nopember 2014, dengan pusat kegiatan di komplek sekretariat kwarcab pramuka cianjur, Jl. Pramuka No 2 Rawabango karangtengah.
Staf sekretariat Kwartir Cabang, Ade Aboh mengungkapkan kegiatan ini terbuka untuk Pramuka pangkalan SD/MI/SMP/MTs se kab Cianjur, mempertandingkan berbagai materi tentang pengetahuan dan keterampilan meliputi olah raga, seni, keagamaan, ilmu pengetahuan alam dan matematika, dan keterampilan kepramukaan , yang di kelompokan dalam 8 mata lomba ini, yakni : lomba keterampilan baris berbaris, lomba senam pramuka, lomba cerdas cermat spiritual, lomba cerdas cermat Matematika dan IPA, lomba qiro'at dan tarjim Al-Quran, lomba paduan suara, lomba scouting skill, dan lomba lintas alam.
Kegiatan tersebut  diikuti oleh 53 pangkalan SMP / MTs dan 48 Pangkalan SD/MI dari 18 kecamatan/kwarran, dengan peserta terjauh berasal dari SMP N 2 Takokak" Ungkap Ade.
Kegiatan yang mengambil tema " Dengan Semangat Persatuan Dijiwai Nilai-nilai Sumpah Pemuda Dan Kepahlawanan, Tingkatkan Kemampuan Pribadi Untuk Meraih Prestasi Mandiri” dilaksanakan dalam rangka memperingatI Hari Sumpah pemuda dan Hari Pahlawan Tahun 2014.
Sekretaris Kwarcab Cianjur, Nana Suryana menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk Meningkatkan rasa kebersamaan sesama anggota Pramuka Penggalang di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur, meningkatkan jiwa patriot anggota yang menjujung tinggi nilai-nilai sportifitas, persahabatan dan persaudaraan dan mampu menghargai jasa-jasa pahlawan nasional serta Pahlawan Pramuka serta  mampu menghargai dan mencintai alam disekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan resmi oleh sekretaris Kwarcab Cianjur, Nana Suryana, SH,MT,  (15/11) pkl. 17.00 wib.  Keluar sebagai juara umum untuk golongan SD/MI Pangkalan MI Ass-saidiyah, Cipanas, sementara untuk golongan SMP/MTs diraih oleh pangkalan SMP Al-Ittihad, Karangtengah [KC.01]***

BERIKUT
JUARA – JUARA TIAP MATA LOMBA
PADA PEKAN LOMBA PRAMUKA PENGGALANG
KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA CIANJUR
TAHUN 2014


I.          LOMBA KETERAMPILAN BARIS-BERBARIS
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERA

1
JUARA 1
07
SDN IBU JENAB 2
CIANJUR

2
JUARA 2
33
SDN PEUTEUYCONDONG 1
CIBEBER

3
JUARA 3
31
SDN IBU JENAB 1
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERI

1
JUARA 1
07
SDN TANJUNGJAYA
CIANJUR

2
JUARA 2
34
SDN IBU DEWI 2
CIANJUR

3
JUARA 3
12
SDN SAYANGSEMPER
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERA

1
JUARA 1
06
SMPN 2 CIBEBER
CIBEBER

2
JUARA 2
01
SMPPN 4 CIANJUR
CIANJUR

3
JUARA 3
09
SMPN 1 TAKOKAK
TAKOKAK

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERI

1
JUARA 1
05
SMPN 2 CIANJUR
CIANJUR

2
JUARA 2
25
SMPN 1 TAKOKAK
TAKOKAK

3
JUARA 3
27
SMPN 3 KARANGTENGAH
KARANGTENGAH



II.       LOMBA SENAM PRAMUKA
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD

1
JUARA 1
10
MI ASSAIDIYAH
CIPANAS

2
JUARA 2
09
SDN IBU JENAB 1
CIANJUR

3
JUARA 3
18
SDN SELAKOPI 2
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SMP

1
JUARA 1
26
SMPN 1 CIANJUR
CIANJUR

2
JUARA 2
24
SMPN 2 CIBEBER
CIBEBER

3
JUARA 3
22
SMPN 2 CIANJUR
CIANJUR






III.    LOMBA CERDAS CERMAT SPIRITUAL ISLAM
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD

1
JUARA 1
17
MI ASSAIDIYAH
CIPANAS

2
JUARA 2
12
SDN IBU JENAB 4
CIANJUR

3
JUARA 3
28
SDN BOJONG 2
KARANGTENGAH

GOLONGAN PENGGALANG SMP

1
JUARA 1
11
SMP ISLAM CENDEKIA
KARANGTENGAH

2
JUARA 2
15
MTs ISLAMIYAH
CIANJUR

3
JUARA 3
35
MTs ASSAIDIYYAH
CIPANAS



IV.    LOMBA CERDAS CERMAT MATEMATIKA IPA
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD

1
JUARA 1
21
MI ASSAIDIYYAH
CIPANAS

2
JUARA 2
32
SDN WARUNGKONDANG 1
WARUNGKONDANG

3
JUARA 3
09
SDN MALEBER 1
KARANGTENGAH

GOLONGAN PENGGALANG SMP

1
JUARA 1
15
SMPN 4 CIANJUR
CIANJUR

2
JUARA 2
24
SMP ISLAM AL-AZHAR 20
CIANJUR

3
JUARA 3
5
MTs ASSAIDIYYAH
CIPANAS



V.       LOMBA QIRO’AT DAN TARJIM AL QUR’AN
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERA

1
JUARA 1
27
MI ASSAIDIYAH
CIPANAS

2
JUARA 2
25
MI ISLAMIYAH
CIANJUR

3
JUARA 3
14
SDN NYALINDUNG 3
CUGENANNG

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERI

1
JUARA 1
10
SDN IBU JENAB 1
CIANJUR

2
JUARA 2
16
SDN BOJONG 4
KARANGTENGAH

3
JUARA 3
24
SDN NYALINDUNG 3
CUGENANG

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERA

1
JUARA 1
12
SMP AL ITTIHAD
KARANGTENGAH

2
JUARA 2
33
SMP IT DAARUL HASAN
CUGENANG

3
JUARA 3
23
SMPN  1 CIBEBER
CIBEBER

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERI

1
JUARA 1
20
SMP AL ITTIHAD
KARANGTENGAH

2
JUARA 2
25
SMPN 1 KARANGTENGAH
KARANGTENGAH

3
JUARA 3
09
MTs AL - IKHLAS
SUKALUYU



VI.    LOMBA PADUAN SUARA
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD

1
JUARA 1
13
SDN SANTOSA
HAURWANGI

2
JUARA 2
16
SDN PASIRHAYAM
CILAKU

3
JUARA 3
29
SDN MALEBER 3
KARANGTENGAH

GOLONGAN PENGGALANG SMP

1
JUARA 1
08
SMPN 1 CIBEBER
CIBEBER

2
JUARA 2
10
SMPN 1 CIANJUR
CIANJUR

3
JUARA 3
20
SMPN 2 CIANJUR
CIANJUR



VII. LOMBA SCOUTING SKILL
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERA

1
JUARA 1
29
SDN PANYUSUHAN 3
SUKALUYU

2
JUARA 2
15
SDN TANJUNGSARI 1
SUKALUYU

3
JUARA 3
07
SDN TANJUNGJAYA
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERI

1
JUARA 1
27
SDN TANJUNGSARI 1
SUKALUYU

2
JUARA 2
18
SDN PASIRHAYAM
CILAKU

3
JUARA 3
05
MI ISLAMIYAH
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERA

1
JUARA 1
02
SMP N 1 TAKOKAK
TAKOKAK

2
JUARA 2
26
SMP N 1 CIBEBER
CIBEBER

3
JUARA 3
29
SMP N 2 CIBEBER
CIBEBER

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERI

1
JUARA 1
7
SMP N 4 CIANJUR
CIANJUR

2
JUARA 2
30
SMP N 2 CIANJUR
CIANJUR

3
JUARA 3
11
MTs AL-IKHLAS
SUKALUYU



VIII.        LOMBA LINTAS ALAM
NO
PERINGKAT
NOMOR PESERTA
PANGKALAN
KWARRAN

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERA

1
JUARA 1
1
SD N PATARUMAN
CIANJUR

2
JUARA 2
23
SDN SAYANG 3
CIANJUR

3
JUARA 3
9
SD N SELAKOPI 2
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SD PUTERI

1
JUARA 1
11
SD N IBU JENAB 4
CIANJUR

2
JUARA 2
15
SD N MUKA 2
CIANJUR

3
JUARA 3
8
SDN IBU JENAB 4
CIANJUR

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERA

1
JUARA 1
10
SMP AL- ITTIHAD
KARANGTENGAH

2
JUARA 2
09
SMP N 1 TAKOKAK
TAKOKAK

3
JUARA 3
46
SMP N 1 MANDE
MANDE

GOLONGAN PENGGALANG SMP PUTERI

1
JUARA 1
4
MTs AL IKHLAS
SUKALUYU

2
JUARA 2
2
MTs AL IKHLAS
SUKALUYU

3
JUARA 3
9
SMP N 1 TAKOKAK
TAKOKAK