CIANJUR- [KC].- Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), Tikah binti Edi alis Ajum (47) asal Kampung Galudra RT 05/RW 02, Desa Geludra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dikabarkan meninggal di Arab Saudi. Korban meninggal dikabarkan akibat sakit.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kabar meninggalnya migran worker tersebut diterima pihak keluarga pada Rabu (3/12) malam. Kabar meninggalnya korban yang berangkat menjadi TKW sejak 2010 lalu itu diterima pihak keluarga melalui
sambungan telepon salah satu rekan korban di Arab Saudi. Pihak keluarga diberitahu bahwa korban meninggal dikarenakan sakit.

Kepala Seksi Bina Lembaga Usaha Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah membenarkan kabar meninggalnya seorang TKW warga Kampung Galudra RT 05 RW 02, Desa Geludra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur itu.

"Memang ada laporan pengaduan dari pihak keluarga, tapi kami belum mendapatkan bukti dari pihak Kementrian Luar Negeri mengenai kematian korban," kata Ubaidillah, Jumat (5/12/2014).

Dikatakan Ubaidillah, pihak keluarga datang memberitahukan meninggalnya korban sambil menunjukkan surat keterangan dari desa setempat yang menerangkan bahwa memang betul bahwa Tikah bin Edi adalah warga Desa Geludra dan dinyatakan meninggal di Arab Saudi.

Meski hanya berbekal keterangan dari sambungan telepon, pihak kelurga berkeyakinan bahwa yang bersangkutan memang telah meninggal. Hal itu diperkuat dengan fakta bahwa Tikah selama ini sudah divonis memiliki penyakit tumor otak.

"Kami masih menunggu dari Kemenlu, kami ingin memastikan terlebih dahulu kebenaranya melalui informasi resmi," katanya.

Pihak keluarga korban minta ke Dinsosnakertrans agar memfasilitasi proses kepulangan jenazah korban. Hanya saja pihaknya menyayangkan pembuatan surat keterangan dari pihak desa itu dianggap kurang tepat. Dalam ketentuannya, seharusnya surat keterangan dan permohonan pemulangan jenazah harus dilakukan oleh pihak keluarga sendiri yang ditujukan ke pihak Kemenlu di Jakarta yang akan dilanjutkan ke pemerintah otoritas Arab Saudi.

Sementara itu berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban berangkat menjadi TKW sejak tahun 2010. Hanya saja saat ditanya dokumen administrasi pemberangkatan korban, pihak keluargaa mengaku tidak memilikinya. Hal itu akan menyulitkan pihak Dinsosnakertrans dalam menelusuri data-data korban.

"Kami harus menelusuri data korban, karena pihak keluarga mengaku tidak memiliki dokumennya. Apalagi kalau korban berangkat tahin 2010, berarti belum diberlakukan sistem online dan terintegrasi seperti yang sudah diberlakukan seperti saat ini," katanya.

Pihaknya jiga tidak mau berspikulasi apakah korban TKW ilegal atau bukan. Saat ini pihaknya akan fokus beripaya membantu pihak keluarga korban. "Terlepas apakah legal atau ilegal, karena itu warga negara Indonesia, atas permintaan keluarga, maka kami tetap akan bantu dan fasilitasi kehendak keluarga yang menginginkan kepulangan jenazahnya," tegasnya.

Mengenai penyebab meninggalnya korban, menurut keterangan keluarga, sepertinya belum sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya dikabarkan meninggal. "Dua minggu lalu, almarhumah sempat menghubungi keluarganya melalui sambungan telepon dan dalam keadaan baik-baik saja. Kami masih menunggu surat keterangan dan permohonan pemulangan jenazah dari keluarga, baru kami teruskan ke Kemenlu," tegasnya [KC-02/g]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.