CIANJUR, [KC].- Banyaknya kepentingan dilokasi penambangan emas liar Gunung Rosa membuat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur sulit untuk melakukan penertiban. Meski pernah ditertibkan, tapi tetap saja praktek penambangan ilegal itu masih tetap berlangsung. Seakan tidak ada rasa takut dan kawatir lantaran merasa memiliki "beking".

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Triono, membenarkan, jika kegiatan penambangan liar di Gunung Rosa dibekingi oknum-oknum tertentu. Mulai dari oknum aparat, desersi, sampai preman dari luar Kabupaten Cianjur. Itu mengapa pihaknya pun selalu mengalami kesulitan ketika melakukan penertiban.

"Sejak 2008 kami sudah melakukan penertiban dan mencoba menghentikan kegiatan mereka ini. Tapi yang kami dapat justru bentrokan berdarah," ujar Triono ketika ditemui di kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur, Jumat (13/2).

Triono pun sempat menjadi korban kekerasan pihak yang membekingi kegiatan penambangan ilegal di Gunung Rosa. Kepalnya terkena pukulan sampai mengeluarkan darah dan membuatnya trauma. Padahal kala penertiban, Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

"Oknum-oknum tertentu yang membekingi kegiatan itu juga sering berganti setiap tahunnya. Siapa yang kuat maka dia yang membekingi. Ditambah lagi preman lokal yang diberikan jatah untuk menyalurkan
penambang. Makanya karena ini urusan perut, mereka siap mati jika ada yang mau memberhentikan," ujar Triono [KC-02/mgc]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.