CIANJUR, [KC],- Ribet memang ketika  Endang  (32), warga Desa Cikancana, Kec. Gekbrong beraktifitas. Maklum   pemuda lajang ini tidak memiliki kaki layaknya orang normal. Malah ada perasaan minder  kalau aktifitasnya  di hadapan orang lain. Namun masa  suram  bawaan sejak lahir  itu kini tinggal kenangan. Berkat bantuan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), lelaki berkulit sawo matang ini bisa  beraktifitas, seperti orang normal.

“Alhamdulillah, Pak,  saya sekarang punya kaki seperti orang lain. Kegiatan sehari-hari saya bisa  singset  (lincah - red). Bahkan tiap Minggu sore saya bermain futsal di kampung saya bersama anak-anak  di sana,” tutur Endang, saat ia berkunjung ke sekretariat  LKNU, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Cianjur, Rabu (20/5). Sejak dipasangi kaki palsu tiga bulan lalu, memang Endang  sesekali mengunjungi  sekretariat LKNU.

Keinginan memiliki kaki palsu ini sebenarnya didambakan Endang sejak bocah. Maklum  ia kerap diledek  teman-temannya. Tapi, untuk mendapatkannya bukan perkara mudah, sehubungan  harganya mahal,  Rp 3 juta  – Rp 4 juta/sebelah kaki. Sedangkan ia dari keluarga miskin. Al hasil, puluhan tahun  berlalu, sebelum dibantu LKNU,  mendapatkan kaki palsu hanya angan-angan.        

LKNU yang diketuai dr. Mien Suranto,  sejak dua   tahun lalu membuka pelayanan kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat miskin. Bagi penyandang  disable,  hernia (turun berok), katarak, pemeriksaan mata,    bibir sumbing, dan jenis pelayanan kesehatan lainnya, LKNU berupaya membantunya. “Hanya memediasi atau menjembatani saja,” kata Ketua LKNU, dr. Mien, pada kesempatan terpisah.

Sedangkan pelaksananya untuk pemenuhan kaki dan tangan palsu dari Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta, Hernia dan santunan kursi roda dari Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI), operasi Katarak RS Mata Cicendo Bandung, Bibir Sumbing dari Jalinan Kasih RCTI (RS Sariningsih Bandung),  pemberian santunan penderita kanker/tumor  dan penderita  pembesaran kepala (hydrocephalus) dari Yayasan Kanker Indonesia.

Bagi warga miskin yang membutuhkan pelayanan, LKNU setiap hari membuka pendaftaran, kecuali hari libur,  dengan persyaratan  Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Jika  memenuhi persyaratan  LKNU akan memboyong pasien untuk ditangani lebih  lanjut, kemudian  memulangkan  ke kampung halamannya setelah ditangani. “Untuk operasionalnya kami tanggung sendiri,” sebut Sekretaris LKNU Cianjur, Elis Suryani,  di ruang kerjanya, seraya menjelaskan bahwa  pada 18 Mei lalu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan operasi katarak di RS Mata Cicendo Bandung yang akan dilanjutkan  operasi 23 Mei mendatang.

Menurut Penasihat LKNU, dr. Suranto, sebesar apapun yang didarmabaktikan LKNU  diharapkannya memberikan manfaat, paling tidak bisa  mengurangi beban  warga miskin penyandang penyakit tertentu. Oleh karena itulah ia berharap pula partisipasi masyarakat dalam bentuk penyampaian informasi tentang  peran LKNU  kepada warga  yang membutuhkannya. [KC.10]***

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.