CIANJUR, [KC],- Sejumlah sekolah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur terpaksa harus menghutang ke sejumlah pihak akibat belum cairnya Bantuan Operasional Sekolah (Bos). Hal itu dilakukan semata untuk menutup kegiatan operasional sekolah.

"Gimana lagi, kegiatan harus berjalan, sementara sudah lima bulan ini bantuan Bos belum juga cair. Kita cari dana darimana saja, yang penting kegiatan sekolah tidak terganggu, kalau itu harus berhutang," kata H. Yeyen Kepala Madrasah Aliyah (MA) Alkalam Cianjur, Jum'at (12/6/2015).

Pihaknya hanya bisa berharap, Bos tersebut bisa segera cair, mengingat sangat dibutuhkan oleh sekolah. "Ya harapan kita harus secepatnya cair, jangan menunggu sekolah bangkrut. Administrasi sudah kita sampaikan, menunggu apa lagi," tegasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Cianjur Tavip Supriyadi mengatakan, keterlambatan pencairan dana Bos tidak terlepas adanya perubahan mata anggaran yang tadinya akun 57 berupa bansos, menjadi akun 52 belanja barang dan operasional lainnya.

"Semuanya sudah di proses, kita sudah berupaya memfasilitasi teman-teman di sekolah agar dana Bos ini bisa segera cair. Memang masih ada sejumlah kendala, terutama mengenai SPJ, ada beberapa yang kurang dan harus diperbaiki," kata Tavip ditemui terpisah.

Dikatakan Tapip, pencairan Bos tahun ini sangat berbeda dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Berbeda ketika Bos masuk dari anggaran Bansos dimana SPJ bisa dilakukan setelah dana cair. "Saat ini terbalik, sekolah harus menyampaikan SPJ dulu ke Kanwil Kemenag. Kanwil bisa membayarkan di ferivikasi SPJ benar. Kalau tidak harus diperbaiki lagi," katanya.

Selain itu dalam pertanggungjawabannya juga berbeda, kalau sebelumnya sekolah bertanggungjawab langsung, saat ini yang bertanggungjawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). "Kondisi inilah bisa tidak bisa sekolah harus mencari dana talangan, karena pencairannya harus di SPJkan dulu," tegasnya.
Dikatakan Tavip, jumlah siswa penerima Bos dilingkungan Kemenag Cianjur untuk Madrash Ibtidaiyah (MI) berjumlah 30.033 siswa Madrasah Tsnawiyah (MTs) 27.913 siswa dan Madrasah Aliyah 6.738 siswa. Untuk MI masing-masing siswa mendapatkan bantuan Bos sebanyak Rp 800 ribu/tahun, Mts sebesar Rp 1 juta/tahun dan M sebesar Rp 1,2 juta/tahun.

"Kita harapkan Bos ini bisa cair bulan-bulan ini, kanwil menjanjikan seperti itu. Untuk itu agar seluruh SPJnya tidak salah, kami juga akan menggelar bintek dengan mendatangkan petugas dari Kanwil Kemenag," paparnya [KC-02]** 





Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

1 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.