September 2015
CIANJUR, [KC].-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur tidak memasukkan warga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kedalam daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Cianjur tahun 2015. Para TKI tersebut tidak dimasukkan kedalam DPT karena dianggap sebagai warga yang pindah domisili.

Komisioner KPU Kab. Cianjur Kusnadi mengungkapkan, dicpretnya warga yang menjadi TKI tersebut mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2015. "Tidak ada aturan khusus, hanya saja dalam PKPU itu TKI masuk dalam kategori warga yang pindah domisili, sehingga tidak dimasukkan kedalam DPT," kata Kusnadi saat dihubungi, Selasa (29/9/2015).

Dikatakan Kusnadi, meski tidak masuk DPT, bukan berarti warga TKI itu tidak bisa menyampaikan hak pilihnya jika sewaktu-waktu kembali kedaerahnya, namun mereka masih tetap bisa memilih dengan menggunakan identitas paspor atau KTP. "Jangan kawatir meski tidak masuk DPT, jika ada TKI yang pulang ke daerahnya, masih bisa menggunakan hak pilihnya dengan identitas kependudukan atau dengan paspor," tegasnya.

Ketika disinggung berapa jumlah warga Cianjur yang terdata sebagai TKI, pihaknya belum bisa memastikan. Alasannya belum menerima laporan rekapanya dari masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Kita belum bisa memastikan berapa jumlahnya, ratusan atau ribuan, kita masih menunggu data rekapnya dari PPK," katanya.

Komisioner Panwas Kecamatan Cugenang, Moch. Mukarom mengungkapkan, tidak dimasukkannya warga yang menjadi TKI dalam DPT diprediksikan tidak banyak mempengaruhi terhadap jumlah pemilih. Sebab jumlah warga yang menjadi TKI saat ini cenderung menurun dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

"Faktor moratorium TKI ke Arab Saudi mempengaruhi banyak jumlah warga yang menjadi TKI. Tidak dimasukkannya dalam DPT Pilbub ini tidak akan menimbulkan persoalan. Karena warga yang menjadi TKI dan pada saat pemilihan pulang bisa menggunkan paspor atau KTP," katanya.

Kendati demikian, pihak Panwas tetap melakukan pengawasan dalam proses penetapan DPT. "Untuk tingkat desa DPT sudah ditetapkan, tinggal pleno ditingkat kecamatan. Dari hasil data yang ada diwilayah kecamatan Cugenang ada sekitar 30 TKI dimasing-masing desa, bisa lebih dan kurang," jelasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat yang belum masuk DPT bisa lebih pro aktif karena masih ada kesempatan. "Kita harapkan masyarakat bisa mengecek datanya dimasing-masing PPS atau desa, sudah masuk atau belum. Kalau belum masih bisa menyampaikan dan masuk dalam DPT tambahan," katanya  [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Aksi kekerasan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya lagi-lagi terjadi. Kali ini menimpa dua orang wartawan Eki dan Sam Apip. Kedua wartawan dari dua media harian lokal di Cianjur itu mendapatkan perlakuan kasar dari Satpam PT. QL di Kampung Panaruban Desa/Kecamatan Haurwangi Kab. Cianjur saat tengah meliput aksi demo.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula dari adanya aksi sejumlah mahasiswa dan warga yang tengah menggelar aksi unjuk rasa diperusahaan PT. QL. Saat kedua wartawan hendak masuk kedalam areal perusahaan, sejumlah Satpam dan karyawan menghalanginya.

Mereka melarang wartawan untuk melakukan peliputan jalannya aksi. Tidak hanya itu Satpam tersebut juga sempat mendorongnya. Bahkan nyaris Eki menjadi korban kebrutalan Satpam yang tengah emosi. Beruntung aparat keamanan bisa mengendalikan situasi.

Setelah para wartawan berada di luar areal PT. QL, sejumlah Satpam langsung menutup pintu gerbang PT. QL rapat-rapat. Terpaksa saat itu para wartawan yang ingin mendapatkan gambar pada aksi demo, berinisiatif memanjat pohon diluar pagar tembok. Namun naas saat wartawan mengambil gambar datang puluhan Satpam dan Karyawan mengejarnya.

"Mereka ngamuk  mau memukili saya, ini benar-benar layaknya preman. Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau tidak ini akan menjadi preseden buruk bagi wartawan lainnya yang tengah melakukan tugas liputan jurnalistik," kata Eki.

Salah seorang Satpan PT QL yang enggan disebut namanya, menjelaskan, ia memang benar telah melarang masuk para tamu yang tidak membawa identitas, terutama para mahasiswa yang mau unjuk rasa. "Kalau memang wartawan kami mohon maaf karena, mungkin salah sasaran dan kenapa tidak mengunakan iden tisas kewartawanan," katanya [KC-02/net]**
CIANJUR, [KC].-  Ikatan Relawan Mahasiswa (IRM) pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (BERIMAN), gelar aksi simpatik membagikan bunga dan 222 nasi bungkus di beberapa titik Cianjur kota, Senin (28/9).

”Aksi sukarela ini agar mendapatkan simpati yang positif dari masyarakat mengingat masyarakat adalah penentu kemenangan dalam Pilkada,” kata Koordinator Ikatan Relawan Mahasiswa, Firdaus Alawi.

Aktifis muda Nadhlatul Ulama (NU), ini  menerangkan, para sukarelawan mengkampanyekan hal-hal baik tentang pasangan calon yang didukung agar dapat meningkatkan like ability (kemampuan atau kecakapan), di mata masyarakat. Relawan ini menjadi amunusi tambahan untuk memenangkan BERIMAN dalam pilkada ini. “Gerakan sukarela ini akan terus dilakukan sampai batas akhir masa kampanye Pilkada. Dengan menggelar kegiatan-kegiatan sosial,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Daus ini menambahkan,  komunitas ini jelas mendukung pasangan BERIMAN  karena memiliki program yang jelas. Salah satunya program Infrastruktur Road Map atau infrastuktur.  Kedepan, kata Daus, program itu dapat menjawab setiap persoalan-persoalan tentang perbaikan dan kemajuan infrastruktur di Kabupaten Cianjur. Seperti persoalan sarana dan prasarana transportasi terutama pembangunan jalan dan jembatan yang akan memudahkan perhubungan masyarakat di kabupaten Cianjur.

Kemudian, program Insan Rabbani Mandiri atau keagamaan.  Program ini, dapat memajukan kualitas beragama serta peningkatan sarana dan prasarana keagamaan yang akan mendapat porsi yang cukup memadai. “Maka untuk itu ikatan relawan mahasiswa mengajak, mari pilih dan menangkan BERIMAN nomor dua untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Cianjur ke depan, yang lebih maju dan agamis,” pungkas Firdaus  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar- Herman Suherman, prihatin dan menyesalkan ulah pendaki yang bermain api sehingga menyebabkan kebakaran, di areal alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

“Kami kaget mendengar kabar itu. Saat ini musim kemarau, semua harus waspada. Terlebih ini di areal TNGGP.  Ini jadi pelajaran penting, mari jaga lingkungan kita. Kalau kita tidak menjaga, maka alam akan mengancam kehidupan kita nantinya. Juga akan membahayakan hidup anak cucu kita nantinya,” kata Irvan seusai diskusi dengan pemuda Cianjur Selatan.

Irvan yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur ini menjelaskan, TNGGP yang ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980 ini adalah jantung kehidupan alam di wilayah Cianjur. Sebagai kawasan yang luasnya mencapai 22.851,03 ha ini, TNGGP memberikan banyak manfaat untuk kehidupan rakyat Cianjur. Lahan pertanian, perkebunan, air, udara, tanah yang subur dan ekosistem lainnya, bersumber dari terjaganya ekosistem di TNGGP.

Jika kemudian, wilayah konservasi dan ekosistem di kawasan TNGGP terganggu atau bahkan rusak. Maka dikatakan pria lulusan SMPN 1 Cianjur ini, habitat ekosistem dan sumber daya alam di Cianjur akan teganggu.

“Bayangkan di TNGGP ada ribuan tumbuhan langka, hidup berbagai hewan liar seperti macan tutul. Kalau disana lingkungannya rusak, maka alamiah mereka akan mencari kehidupan baru dan khawatirnya berpindah ke lingkungan manusia. Bila alam disana juga rusak, maka lingkungan kita akan terancam juga. Karenanya, ayo jaga lingkungan. Patuhi aturan, kalau kata pihak TNGGP dilarang untuk naik, ya jangan naik dulu. Jangan juga main api disana,” jelasnya.

Hal senada dikatakan calon Wakil Bupati Herman Suherman. Menurutnya, sudah jelas dalam perintah agama, manusia diharuskan menjaga lingkunganya. Sebab lingkungan yang terjaga, maka akan memberikan kehidupan kepada manusia.

“Kalau alamnya dijaga baik. Maka alam juga akan baik dengan kita. Tapi sebaliknya, bila kita jahat terhadap lingkungan, maka kita akan mendapat balasanya. Dalam Al-Qur’an jelas itu, telah rusak di darat dan laut karena ulah manusia. Dan bila kita tidak menjaganya, merusak, maka kita tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ayo jaga lingkungan kita,” kata Herman.

Selain itu, keduanya juga berterima kasih kepada tim gabungan TNGGP, relawan dan masyarakat sekitar yang telah berhasil memadamkan api di area lima hektar yang terbakar. “Terima kasih semua yang telah membantu memadamkan api di sana. Terima kasih juga kepada masyarakat yang patuh terhadap himbauan pihak TNGGP untuk tidak naik dan menjaga lingkungan,” pungkas keduanya  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku miris dengan terungkapnya praktek seks bebas dan penggunaan narkoba anak-anak muda, di kos-kosan wilayah Cianjur.

Herman mengaku, beberapa hari belakangan dia membaca berita di koran tentang razia narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur. Alhasil dalam razia tersebut ditemukan muda-mudi positif pengguna narkoba dan seks bebas di kos-kosan. Melihat itu, Herman menyatakan pendidikan agama dan budi pekerti harus kembali diajarkan mendalam kepada generasi muda Cianjur. 

“Saya miris, saya sedih  melihat fakta ini. Namun ini menjadi  salah satu sebab kenapa saya bertekad maju menjadi calon Wabup Cianjur berpasangan dengan pak Irvan (Irvan Rivano Muchtar, red), agar Cianjur lebih agamis.  Pendidikan agama dan budi pekerti menjadi fokus perhatian saya kepada generasi muda,” kata Herman.

Pria kelahiran Desa Mangunkerta ini menjelaskan,  untuk membendung dan mencegah perilaku negatif dikalangan anak muda, pendidikan agama penting untuk ditanamkan sejak kecil. Jika sudah tertanam sejak kecil, maka nilai-nilai agama akan menjadi benteng bagi anak muda ketika berhadapan dengan situasi sosial yang baru.

“Anak muda kan selalu mencari dan mencoba yang baru. Mencari proses jati diri, sehingga bertemu dengan situasi yang baru. Ketika itu terjadi, yang memiliki benteng agama tinggi akan bertahan dan menjaga jarak. Namun bila yang bentengnya rapuh, maka akan terbawa arus. Istilah lainnya, kalau seorang anak sudah ditanamkan pendidikan agama sejak kecil, maka kalau sudah dewasa sudah kuat imannya. Mau ke London pun tidak ada masalah, karena benteng agamanya kuat,” tutur Herman.

Herman yan juga alumni STM Negeri Cianjur angkatan tahun 1982 ini menjelaskan, pada program keagamaan pasangan BERIMAN nomor urut dua ini, ada dua hal yang menjadi fokus membangun benteng agama untuk anak-anak Cianjur. Pertama, mendorong lahirnya para penghafal Al-Qur’an (Hafidz). Kedua, terselenggaranya proses belajar mengajar madrasah diniyah takmiliyah. Ketiga, pemberdayaan pondok pesantren.

Program melahirkan para hafidz dikatakan Herman, akan sangat besar hasilnya membentuk iman yang kuat bagi anak muslim Cianjur. Sebab Allah sudah menjamin, bahwa para penghafal Qur’an akan dijaga seluruh hidupnya dan dijamin surganya Allah. Kemudian, para penghafal tentu juga memahami arti dan tafsir ayat-ayat Qur’an, sehingga itu menjadi pagar bagi mereka dalam melangkah di setiap jenjang kehidupan.

Selain itu, kata mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini menambahkan, madrasah diniyah dan pondok pesantren adalah pusat pendidikan keagamaan yang terbukti mampu mencetak para santri yang berakhlak baik. Itu kenapa, setiap anak yang tidak pesantren didorong untuk mengikuti belajar di madrasah diniyah usai sekolah formal. Sementara mereka yang mau langsung di pesantren, akan terbentuk karakter akhlaknya.

“Dua anak saya, sejak kecil setelah sekolah formal pagi hari, pada sorenya langsung belajar di madrasah diniyah. Alhamdulillah sampai saat ini, keduanya tetap berada di rel agama, meski berhadapan dengan situasi yang berbeda-beda dalam hidup keduanya,” pungkas Herman [KC-02/dak]**

CIANJUR, [KC].-  Tak perlu dibikin galau.Urusan perpindahan dukungan dalam perhelatan politik praktis sudah biasa. Memberikan dukungan atau menarik dukungan merupakan fenomena yang selalu muncul dalam politik praktis, seperti pilkada Cianjur 2016-2021.

“Dukungan itu sipatnya dinamis. Dukungan selalu datang dan pergi. Jadi gak perlu dibikin galau. Kita syukuri dan berterima kasih kepada pihak yang mendukung, namun kita pun  hargai  pihak yang tidak mendukung,” kata ketua tim relawan pemenangan pasangan cabup/cawabup  Suranto-  Aldwin Rahadian (Oki), Choerul Anam, di poskonya, Jl. Ir. H. Juanda, Selakopi Cianjur, Senin (28/9).

Sebab sejatinya, tutur Choirul, politik bersipat personal. Bingkai ormas, organisasi profesi, parpol sekalipun tak bakal mampu mengerangkeng hak politik masing-masing individu yang ada di dalammnya. Fakta membuktikan sikap politik lembaga belum tentu seirama dengan sikap politik individu yang ada di lembaga bersangkutan.

“Jangankan di partai atau ormas, di keluarga saja bisa beda dalam menentukan pilihan politik.Bedanya, ada yang berkoar, di publis di media massa,  ada pula yang diam-diam,” ujar Choirul, yang juga ketua PC Nadlatul Ulama (NU) Kab. Cianjur.

Kalaupun di lembaga bersangkutan, seperti ormas, terutama parpol memiliki aturannya sendiri yang mengharuskan pengurus bersikap sebagaimana lembaganya, itu adalah kewenangan lembaga bersangkutan. Pihaknya tidak bisa campur tangan atau intervensi, jika diketahui ada pengurus partai pendukung pasangan Suranto-Oki bernomor urut 3 membelot.

“Silahkan saja, lah, kalau memang ada segelintir pengurus partai pendukung membelot, itu urusan partai bersangkutan. Tapi kami yakin tak ada pengurus parpol pendukung membelot. Kalaupun ada segelintir oknum, mungkin saja sekadar mengeksplorasi keadaan,” tegasnya [KC-02/smec]**

CIANJUR, [KC].- Tim advokasi hukum pasangan BERIMAN (Bersama Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman), Dedi Mulyadi  mengajak rakyat Cianjur untuk mengawasi kegiatan Suranto sebagai Wakil Bupati Cianjur. Sebab disinyalir kegiatan di luar kampanye itu, menjadi kampanye terselubung bagi pasangan Suranto–Aldwin Rahardian.

Seperti diketahui, Suranto saat ini juga sebagai calon Bupati Cianjur yang selalu teriak agar mengawasi PNS karena disinyalir mendukung pasangan nomor dua Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (BERIMAN).  Padahal kalau mau disadari, saat ini yang berpeluang besar menjadi magnet dukungan PNS adalah Suranto. Sebab Suranto masih memiliki agenda kegiatan resmi sebagai Wakil Bupati yang bisa memakai fasilitas negara dan dibiayai anggaran daerah.

“Harus hati-hati, yang petahana saat ini adalah Pak Suranto, jelas dia saat ini sebagai Wakil Bupati. Harus diawasi kegiatannya sebagai Wabup Cianjur di luar kampanye,  karena bisa jadi ada kampanye terselubung, dan itu bisa jadi memakai fasilitas dan dibiayai APBD. Jadi jangan sampai seperti istilah ‘lempar batu sembunyi tangan’, siapa yang melakukan siapa pula yang dituduh,” kata Dedi Toser.

Toser menjelaskan, sebagai seorang petahana yang mencalonkan kembali, ada aturan di PKPU pasal 66 hurup h “Dalam kampanye dilarang menggunakan fasilitas dan anggaran Pemerintah dan Pemerintah Daerah” .  Kemudian  dilanjutkan dalam pasal 70 ayat 1 yang berbunyi “1). Pelanggaran atas larangan ketentuan pelaksanaan kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf i dikategorikan sebagai tindak pidana dan dikenai sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Ihwal dugaan kampanye terselubung dalam kegiatan Suranto sebagai Wabup, kata Toser,  sebenarnya sudah bisa terdeteksi dari pemberitaan di media cetak. Juga terlihat dari kegiatan-kegiatannya di lapangan. “Bahkan ada di suatu acara dia hadir sebagai Wabup tapi beritanya adalah dukungan untuknya sebagai Cabup, meski esoknya terdapat bantahan. Saya tidak perlu buka detail disini, tapi indikasinya sudah terlihat dan kami sudah punya buktinya,” terangnya.

Karena itu, kata dia, pihaknya mendorong inspektorat dan Panwaskab untuk membuka mata terhadap kegiatan pemerintah yang melibatkan Wabup Cianjur Suranto.  Pihaknya juga memberikan peringatan  (warning), kepada inspektorat dan Panwaskab apabila tidak ada tindakan, maka pihaknya akan menggeruduk ke dua lembaga tersebut.

Ini dilakukan agar tercipatnya proses Pilkada yang adil dan terbuka. Kami setuju sesuai aturan PNS tidak boleh berpolitik praktis, dan itu berlaku untuk semua. “Harus diingat juga, sebagai pejabat negara, wakil bupati diatur dan diawasi aturan ketat. Bila tidak sadar terhadap itu, maka bisa menjadi peluang untuk pemanfaatan mendulang dukungan massa,”pungkasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].-  Sebagai bentuk dari kepedulian terhadap warga, Aqua Cianjur pada perayaan hari Idul Adha melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi di lingkungan pabrik PT. Tirta Investama Gekbrong Cianjur. Hewan kurban ini berasal dari perusahaan   yang diberikan  kepada masyarakat di sekitar kantor Aqua Cianjur di Kecamatan Gekbrong.

Kepala Pabrik  AQUA CIANJUR, Sonny Hermanto, mengatakan  pelaksanaan kegiatan kurban ini rutinitas  kegiatan keagamaan  AQUA  dan merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar untuk bisa berbagi.

“Dengan adanya kegiatan kurban ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian semua stakeholder perusahaan  dan dapat  meringankan beban masyarakat sementara waktu untuk berbagi bersama ,” paparnya.

Sementara itu,  Ketua Panitia  Yudi Adrianan, mengatakan tema kurban tahun ini berbagi untuk sesama menuju hidup berkah. Bertujuan untuk meningkatkan  hubungan dan kepedulian perusahaan dengan masyarakat .

“Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih atas sumbangan hewan kurban ini dan semoga Allah Swt menerima semua amal ibadah kita melalui kegiatan kurban ini,” papar Yudi.

Dia memaparkan, sebanyak  1500  paket daging kurban  lebih  telah dibagikan oleh panitia. Yudi  mengharapkan, pelaksanaan kurban tahun ini bisa membantu meringankan beban yang dihadapi masyarakat ini. “Pembagian daging kurban ini merupakan momen untuk berbagi sesama di lingkungan AQUA dan  masyarakat sekitar,” paparnya.

Usman  salah satu RW di Desa Gekbrong sangat berterimakasih kepada AQUA yang telah rutin setiap tahun membagikan daging kurban kepada warga sekitar. Hal ini sangat membantu sekali kepada warga yang nota bene tidak semua  warga bisa makan daging, sehingga dengan adanya daging kurban dari AQUA warga dapat ikut merayakan  hari Idul Adha.

“ Alhamdulilah terimakasih kepada pihak AQUA yang telah memberikan daging kurban tahun ini semoga perusahaan semakin maju dan terus membantu masyarakat sekitar,” papar Usman  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Sejumlah Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PAC PDIP) di Kabupaten Cianjur membantah pernyataan salah satu wakil ketua PAC yang menyebut menolak mendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Suranto-Aldwin rahadian, yang diusung partainya dan memilih mendukung paslon Nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman.

"Itu pernyataan oknum saya rasa, tidak benar. Kami PAC Cugenang tetap solid menjalankan amanat partai. Kalau partai memutuskan kami harus mendukung dan mensukseskan nomor urut 3 pasangan Suranto-Aldwin rahadian kita akan laksanakan. Kita akan berjuang memenangkannya," kata Ketua PAC PDIP Kecamatan Cugenang Misbahudin, Senin (28/9/2015).

Ditegaskannya, ia sangat menyayangkan pernyataan oknum tersebut yang membawa-bawa PAC PDIP Cugenang. Padahal apa yang dilakukan tidak mewakili garis partai. "Itu oknum dan sikap pribadi bukan partai. Kami tetap istiqomah menjalankan perintah partai," kata Misbah yang mengakui kalau oknum tersebut masih menjabat sebagai Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Cugenang.

Atas tindakan oknum tersebut, pihaknya menyerahkan semuanya kepada keputusan partai. "Kami kembalikan semuanya ke partai. Apapun yang diputuskan partai, itu yang terbaik buat kami. Perlu saya tegaskan bahwa itu oknum bukan sikap partai, kami PAC PDIP Cugenang masih tetap solid," tegasnya.

Bantahan juga diungkapkan oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Campaka Mulya, Fatimah. Ia mengaku tidak pernah menyatakan menolak mendukung Suranto-Aldwin Rahadian dan berpaling mendukung Irvan-Herman. Menurutnya, hal itu merupakan kebohongan besar dan hanya ingin menjatuhkan nama baiknya.

"Tidak, kami tetap satu tujuan mendukung Suranto-Aldwin rahadian. Kami menolak ada pernyataan demikian. Tidak pernah juga kami berkumpul dan menyatakan hal itu," katanya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Sukanagara, Asep Iskandar, pun membantah hal tersebut. Dia menegaskan itu hanya ulah PAC yang tidak bertanggungjawab, bahkan merupakan anggota yang sudah dipecat dan tidak aktif lagi. "Kami tidak akan serendah itu menjual partai dengan murah, dengan hanya uang receh. Kami ini satu hati setia untuk partai," katanya.

Sejumlah Ketua PAC penuh amarah membantah hal itu, bahkan sebagian ketua PAC mengancam akan mencari oknum yang telah mencoreng nama baik partai tersebut.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka, mengatakan, dalam rapat konsolidasi yang diikuti oleh seluruh PAC DPC PDI perjuangan itu digelar untuk menpertegas dukungan dan memperkuat soliditas hingga ke ranting. "Ini memang dilakukan untuk lebih menunjukan jika PDI perjuangan memang solid mendukung Suranto yang memang kader kami. Bukan hanya di PAC tapi hingga ke ranting," kata dia.

Ketua DPP PDI perjuangan, Ribka Tjiptaning yang dalam kesempatan itu pun memberikan pengarahan pengarahan kepada seluruh PAC untuk tetap solid. Sebab, menurutnya dengan anggota partai yang solid kemenangan sebanyak 70 persen sudah di tangan, sebaliknya jika tidak solid kekalahan juga berada di tangan.

Menurutnya, sesuai dengan aturan yang diterapkan oleh partai, anggota yang tidak sesuai dengan kehendak partai maka akan ditindak. "Sanksi terberatnya akan dipecat. Ini sudah kehendak partai untuk mendukung Suranto-Aldwin Rahadian dalam Pilbup Cianjur 2015. Oleh karena itu semua harus mendukung keputusan tersebut," tandasnya [KC-02/is]**


CIANJUR, [KC].- Pada jadwal kampanye pasangan nomor urut 3 (Suranto-Aldwin Rahadian), Sabtu (26/9), Komunitas Jantung Sehat (KJS) kembali blusukan. KJS pimpinan dr. Mien Suranto mengunjungi langsung masyarakat Desa Talaga, Kec. Cugenang.

Tak ada resmi-resmian, puluhan ibu-ibu yang tergabung pada KJS  menyebar untuk  bertamu ke rumah penduduk setempat. Setelah memperkenalkan diri ibu-ibu ini pun menyampaikan tujuannya. Tentu saja kampanye bergaya silaturachmi ini direspon positif warga setempat.

“Saya sangat mengerti, Bu, pasti saya mencoblos pasangan nomor 3 pada 9 Desember nanti. Saya beserta keluarga akan mengajak pula masyarakat di sini untuk memilih Pak Suranto-Oki,” ungkap Wawan (32), didampingi sejumlah warga lainnya, kepada dr. Mien Suranto. 

Warga yang ditemui tim KJS pun menyampaikan pula curhat-nya jika pasangan nomor 3 ditakdirkan memenangi pilkada 2016-2021. Curhat dimaksud intinya bermuara  pada  perbaikan indeks pembangunan manusia (IPM) yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. 

Curhat masyarakat ini rupanya menjadi catatan penting dr. Mien, istri cabup Suranto. Ia menyatakan, memang tujuan suaminya yang juga wakil bupati Cianjur mencalonkan diri yakni  adanya perubahan menuju perbaikan di berbagai sektor. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, daya beli, pertanian, dan sebagainya.

dr. Mien meyakinkan, jika suaminya kelak menjadi bupati Cianjur lima tahun ke depan, bakal ada perbaikan yang signifikan. “Pokoknya do’a dan dukungannya agar menang pilkada guna mewujudkan harapan warga di sini maupun warga  Cianjur lainnya,”  tegas  dr. Mien [KC-02/semc]**


CIANJUR, [KC].- Cianjur harus berubah. Kabupaten yang berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta  ini tidak boleh ketinggalan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. Cianjur harus berubah menuju perbaikan di berbagai sektor dan kunci perubahan ada pada pasangan nomor  3 yakni cabup/cawabup Suranto-Aldwin Rahadian (Oki). 

“Semangat saya mencalonkan diri sebagai bupati pada pilkada Cianjur 2016-2021 memang perubahan.Jadi kalau ingin berubah, mari berjuang bersama kami,” ajak  Suranto, pada konsolidasi, pengukuhan, dan penguatan  tim pemenangan pasangan calon  nomor urut 3, di GOR bulu tangkis, Desa/Kec. Ciranjang baru-baru ini.

Mantan direktur RSUD ini menjelaskan,  agar Cianjur ini berubah harus diawali dengan terwujudnya pemerintahan yang baik dan professional (good governance). Sebab ia meyakini, aspek ini berpengaruh pada sektor-sektor lainnya. Peran birokrat yang profesional inilah nanti yang akan mendorong adanya perubahan  menuju perbaikan di sektor lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan sebagainya.

Ajakan Suranto yang juga wakil bupati Cianjur ini rupanya diamini tim pemenangan  desa se-kecamatan Ciranjang juga. Di hadapan Suranto yang didampingi Susi Susilawati  (PDI Perjuangan), Herlan (PAN), Aceng Romdon (PPP), dan  Deden Erlan (Hanura), ratusan anggota tim lintas parpol   menyatakan siap berjuang demi pemenangan paslon nomor 3 pada pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Tentu saja saja kesiapan tim pemenangan ini bukan di mulut semata. Sebab jauh hari mereka telah menyosialisasikan Suranto, yang juga  wakil bupati Cianjur itu  kepada masyarakat di lingkungannya sendiri. Keikhlasan mereka berjuang ini lantaran didasari keyakinan bahwa pasangan nomor urut 3 terbaik bagi Cianjur lima tahun ke depan.  

“Bagi kami tak ada pasangan lain, selain nomor 3 untuk perbaikan Cianjur ke depan, sehingga kami terus bergerak demi pemenangannya,”  tegas salah seorang anggota tim pemenangan, di sela-sela acara di GOR bulu tangkis itu [KC-02/smec]**
CIANJUR, [KC].-  Keluarga besar kelompok muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  Cianjur akan berjuang keras, memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (BERIMAN) di Pilkada Cianjur.

“Semua anggota badan otonom (Banom) NU hadir disini, bersama-sama berdoa dan berjuang untuk memenangkan pasangan BERIMAN. Sebab Irvan sendiri juga keluarga besar NU, maka harus bagi kami memenangkan BERIMAN,” kata Ketua PKB Cianjur Lepi Ali Firmansyah, usai acara di Ciharashas Cilaku Cianjur.

Pada kesempatan tersebut hadir para anggota dari Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Gema Saba, IKA - PMII, Garda Bangsa, Barak Bangsa, Lakum HAM PKB, Sarbumusi, Rijalul Ansor, Gerbang Tani, dan Perempuan Bangsa.  Selain para anggota dan kader Banom NU dan PKB tersebut,   hadir pula para sesepuh NU yang merestui dukungan untuk pasangan BERIMAN.

“Kepedulian dan fokus program pasangan BERIMAN terhadap pesantren, dan pendidikan keagamaan menjadi salah satu poin, kenapa keluarga besar NU dan PKB mendukung pasangan Beriman,” tambah Lepi.

Sementara itu, calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, mengaku tersanjung ketika diundang hadir dan mendapat dukungan keluarga besar NU dan PKB.

“NU adalah bagian dari hidup saya dan keluarga besar saya. Saya sangat bersyukur dan bahagia, ketika keluarga besar NU berserta badan otonomnya memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk menjadi bupati di pemerintahan mendatang. Mari kita berdoa dan berjuang bersama-sama agar bisa memenangkan Pilkada Cianjur ini,” kata Irvan.

Irvan yang berpasangan dengan Herman, nomor urut dua ini menambahkan, perhatiannya terhadap keluarga besar NU sebenarnya tidak pernah luntur. Begitu juga kedepannya, program-program keagamaan dan pesantren yang dimiliki pasangan BERIMAN, akan bersentuhan langsung dengan NU.

“Program pemberdayaan pesantren,  mencetak para hafidz Qur’an dan pendirian madrasah diniyah takmiliyah, tentunya akan bersentuhan dan sinergi dengan keluarga besar NU,” tukasnya.

Karena itu, Irvan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga besar NU dan PKB yang telah mendukungnya. Serta memenangkan pasangan BERIMAN nomor urut dua di Pilkada Cianjur nanti. “Terima Kasih NU dan PKB, kita berdoa dan berjuang bersama untuk tanggal 9 Desember nanti dengan mencoblos nomor dua,” pungkas Irvan [KC-02/dak]**

CIANJUR, [KC].- Koordinator Arus Bawah PDI Perjuangan (PDIP) Dudan Yutra (47) menyatakan, arus bawah sudah bergerak dan akan memberikan 70 persen suara PDIP untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Irvan Rivano Muchtar - Herman Suherman (BERIMAN) di Pilkada Cianjur.

“Kami menargetkan 70 persen suara PDIP berkontribusi ke pasangan Nomor Urut 2  IRM-Herman,"kata Dudan.

Dudan yang juga Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Cugenang ini menambahkan, ungkapan ini bukan sekedar wacana. Hampir seluruh pengurus DPC, PAC dan Ranting PDIP sangat kecewa.
"Hanya sebagian dari pengurus itu tak mau terbuka melakukan penolakannya, karena takut dipecat karena mereka punya jabatan penting,"tambahnya.

Selain itu, Dudan, menjamin struktural PDIP yang mendukung Suranto-Aldwin tidak akan bekerja maksimal. Banyak faktor menurutnya, karena mereka merasa tidak dilibatkan dalam segala hal.  Terlebih jika dilihat dari asal-usul dan perjuangannya , pasangan ini belum pernah memiliki sejarah di PDIP. Suranto bahkan kader demokrat dan Aldwin tercatat sebagai kader PAN.

“Jadi bukan hal yang aneh bila kader PDIP di akar rumput tidak dukung pasangan ini (Suranto-Aldwin) Karena memang hanya mainan elite partai. Saya yakin kalau Bu Mega (maksudnya , Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri , red) tahu yang sebenarnya di lapangan, pasangan Suranto-Aldwin tak akan dapat rekomendasi dari PDIP,” papar Dudan.

Seperti dilansir sebelumnya sedikitnya 17 dari 32 PAC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur menggalang dukungan ke pasangan Irvan Rivano Muchtar (IRM) – Herman Suherman. Deklarasi arus bawah PDIP ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap elite partai di daerah yang berlawanan dengan suara kader partai.

Sejumlah kader PDIP Cianjur sebenarnya banyak yang memiliki kafabilitas dan layak menjadi calon Bupati/Wakil Bupati Cianjur seperti, Wakil Ketua DPRD Kab. Cianjur, Susilawati, Pengurus DPD PDIP Jabar, Selly Andriany Gantina, Ketua Fraksi PDIP DPRD Cianjur, Cecep Buldan, Tokoh PDIP Cianjur, Nico Paris, Dadang Solehudin dan mantan Wakil Ketua DPRD Kab. Cianjur, Saep Lukman  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cianjur, meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur agar menyerahkan kopi dokumen lelang alat peraga kampanye (APK) untuk bahan dalam pengawasan. Dengan tidak adanya data, Panwas merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan alat peraga kampanye.

Hal itu diakui Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saeful Anwar. Dokumen lelang APK sangat dibutuhkan mengingat banyaknya alat peraga yang terpasang disetiap wilayah. Hal itu perlu pengawasan, tidak menutup kemungkinan ada sejumlah APK yang ternyata bukan dipasang oleh KPU.

"Dokumen keberadaan APK baik Spanduk, Baligo, maupun Umbul-umbul yang kini terpasang di setiap titik di seluruh wilayah di Cianjur sangat kami butuhkan. Jika tanpa itu kami tidak bisa mengawasi dimana saja titik penempatan dan jumlah sebenarnya dari APK yang dibagikan atau dipasang oleh KPU," kata Saeful.

Menurutnya, dengan adanya data itu juga dapat mengantisipasi keberadaan APK yang bukan dibuat oleh KPU Kabupaten Cianjur. Sehingga proses kampanye dapat berjalan dengan adil dan damai.

"Karena tak tahu data validnya, kami tidak bisa melakukan penindakan. Kami meminta itu hanya untuk memastikan saja jumlahnya sesuai atau tidak. Setiap paslon diberi jatah yang sama atau tidak," kata dia.

Disamping itu, dengan mengetahui jumlah dan titik penempatan, Panwaslu dapat lebih mudah mengawasi kondisi fisik dari APK. Lantaran saat ini banyak APK yang telah rusak, baik rusak akibat faktor alam ataupun ulah tangan jahil manusia.

"Kami mengantisipasi adanya pengrusakan oleh orang tidak bertanggung jawab. Hal itu terlihat dari adanya APK yang hanya satu paslon saja yang ada, sementara yang lainnya tidak. Kami kan mempertanyakan juga ini dari KPU atau bukan," kata dia.

Saepul mengatakan, kini pihaknya tengah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat terkait adanya APK yang rusak. Apakah dapat diganti dengan yang baru atau tetap dibiarkan.

"Memang secara aturan tidak ada pengadaan ulang, diakibatkan tidak adanya dana tambahan. Namun dengan banyaknya yang rusak itu juga menghambat sosialisasi. Kami akan berkonsultasi dahulu dengan Bawaslu," tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mendesak KPU untuk terlebih dahulu menyerahkan dokumen lelang tersebut. "Jika harus maka kami akan pantau pencetakan ulangnya berapa jumlahnya. Tapi apabila tidak maka kami awasi yang tersisa. Namun tetap membutuhkan dokumen itu agar pengawasan lebih tepat," tandasnya  [KC-02/is]**