CIANJUR, [KC].-  Sekitar lima hektar lahan milik warga di Kampung Jagong Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur, Jum'at (18/9/2015) sekitar pukul 14.00 WIB terbakar. Belum diketahui persis penyebab terjadinya kebakaran lahan tersebut. Namun kuat dugaan sengaja dibakar untuk membuka lahan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, areal lahan yang terbakar itu kebanyakan ditumbuhi oleh semak belukar. Ada diantaranya sejumlah tanaman pohon bambu yang daunya sudah mengering. Hal tersebut menyebabkan api dengan cepat membesar.

Sejumlah warga dan aparat kepolisian berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya agar tidak menjalar lebih luas. Api sempat berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB. Namun sekitar pukul 16.00 WIB kembali api menyala dan menghanguskan lahan yang kondisinya mengering itu.

"Tidak tahu dari lahan siapa yang pertama terbakar. Tiba-tiba api sudah membesar. Melihat kondisi itu warga dan dibantu aparat kepolisian berupaya memadamkan api agar tidak menjalar lebih luas," kata Johan (30) seorang warga.

Pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut. Iapun menduga hal itu dilakukan sengaja untuk memudahkan membuka lahan. "Sudah tahu sekarang musim kemarau, tapi masih nekat membuka lahan dengan cara membakar. Ini benar-benar orang yang tidak bertanggungjawab yang melakukan," katanya [KC-02]**
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin | Sekretaris Redaksi : Iman Sulaiman, M.Si | Redaktur Pelaksana : Mustofa | Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, M Fikri, Eris Risdianto, Muhammad Nasrul, Arsy, Intan Permatasari | Produksi TV : Nurholis Mahmud, Winda. | Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Cianjur 089698682683. | CV. MEDIA INFORMA : Direktur utama : Sari Yulianti | Komisaris : Imam Misbah | YAYASAN KABAR CIANJUR | Dewan Pembina : Sari Yulianti | Ketua Umum : Asep Moh. Muhsin, Sekretaris : B Mustofa, Bendahara : Siti Solihah Nurhalimah

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.