CIANJUR, [KC].- Pembangunan jalan didepan Pasar Cipanas dinilai warga mengesampingkan faktor keselamatan. Hal itu terlihat tidak adanya peringatan dari pihak pelaksana. Padahal kondisinya sangat membahayakan. Hal itulah yang diprotes oleh sejumlah warga Cipanas.

"Ini proyek apaan, tidak ada papan nama, padahal ini jelas proyek nasional. Masyarakat memiliki hak untuk tahu terhadap apa yang terjadi. Jangan malah terbalik, pekerjaan didaerah diharuskan masyarakat tahu dan terbuka, ini proyek pusat malah tidak ada sama sekali informasinya," kata Ade Kosasih (40) Sektretaris Sekretariat Bersama (Sekber) Cipanas, Minggu (18/10/2015).

Dikatan Ade, dibalik proyek nasional pembangunan jalan didepan Pasar Cipanas itu ada hak masyarakat untuk mengetahui. Dibangun oleh siapa dan bera anggarannya. "Jangan sampai tujuan pembangunannya baik, tapi tidak menghasilkan kebaikan," tegasnya.

Pihaknya juga mempertanyakan peninggian jalan yang hingga 40 sentimeter itu. Pasalnya dalam pelaksanaanya tidak dibarengi dengan perbaikan drainasenya. "Tanpa drainase akan membahayakan masyarakat, apalagi jika terjadi hujan. Bisa-bisa masyarakat yang tinggal dipinggir jalan, tempatnya kerendem jika turun hujan besar, karena drainasenya tidak dibangun," paparnya.

Dikatakan Ade, drainase yang ada saat ini sudah mengalami pendangkalan. Dalamnya tinggal sekitar 20 sentimeter. "Kita menuntut kenapa drainase itu tidak dilakukan lebih dahulu. Kita kawatir awal Nopember musim hujan ini, bukan menyelematkan tapi menambah banjir. Karena tanpa peninggian jalan saja sudah banjir apalagi saat ini," paparnya.

Pihaknya meminta agar pemerintah pusat agar semua proyek di Cipanas ada informasi kepada masyarakat termasuk sosialisasi atau papan nama proyeknya. "Saat ini ada tiga proyek nasional di Cipanas yakni jalan, perbaikan dinding tebing Cisarua dan depan Istana Cipanas. Ini tidak ada iformasi papan proyek. Siapa pelaksananya, berapa anggarannya dan berapa lama masa pekerjaanya. Kalu semua proyek pusat seperti ini, ngapain didaerah diwajibkan harus ada papan nama proyek," tanya Ade.

Khusus untuk pelaksanaan proyek pembangunan jalan depan Pasar Cipanas, pihaknya mendesak agar segera diselesaikan. Karena dengan pelaksanaan seperti ini Ade mengaku sudah banyak menerima laporan adanya sejumlah kecelakaan. "Ada beberapa pengaduan akibat proyek itu banyak kendaraan yang terkena besi, termasuk masyarakat juga. Karena tidak ada rambu-rambu peringatan berbahaya, malah terkesan dibiarkan," kata Ade.

Protes yang disampaikan itu bukan berarti pihaknya menolak adanya pembangunan, namun sebaiknya pembangunan ini tidak mengesampingkan keselamatan masyarakat sekitar. "Bukan anti pembangunan, justru kami masyarakat sangat mendukung pembangunan, tapi pembangunan itu harus memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat. Apalagi kalau itu membahayakan, itu harus dihindari," tegasnya.

Ade Irman (26) seorang warga mengaku pernah menjadi korban akibat adanya kegiatan pembangunan jalan didepan Pasar Cipanas. Saat itu dalam kondisi macet, ia bermaksud mau mendahulu kendaraan angkot. Namun belum juga kesampaian dirinya terjatuh bersama sepeda motornya.

"Saya terkena besi jalan yang habis dicor itu. Besinya pada nonjol keluar, tidak ada tada peringatan. Apa tidak tidak bisa itu dihalangi agar tidak membahayakan orang lain. Cukup saya saja yang menjadi korban," tandasnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.