November 2015

CIANJUR, [KC].- Jaringan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman (Jari), terus bergerak  untuk mensosialisasikan program Beriman (Bersama Irvan dan Herman). Kali ini Jari sosialisasi di Kampung  Sarogol RT  02 RW 02 Desa  Selagedang  Cibeber dan di wilayah Mande.

Ketua Jari, Andi Syarif Hidayatullah memaparkan, tanggal 9 Desember sebentar lagi. Maka dari itu, semua tim pemenangan termasuk relawan Jari terus bergerak untuk mengsukseskan Irvan dan Herman. "Kita terus bergerak dan sosialisasi kepada masyarakat," kata Andi seusai menyerahkan bantuan kegiatan sosial kepada masyarakat Salagedang belum lama ini.

Andi Tar memaparkan, Jari dibentuk karena melihat program dan visi misi Beriman sangat menyentuh untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, Jari sangat mendukung program tersebut dan membantu ikut mengosialisasikan kepada masyarakat.

Andi memaparkan, program yang ditawarkan pasangan Beriman. Dari mulai bidang infrastruktur jalan, sosial ekonomi dan keagamaan. "Tentu tiga program tersebut sangat menyentuh dan akan dirasakan masyarakat," paparnya.

Andi berkeyakinan, dengan program Beriman tentu masyarakat akan memilih pasangan nomor urut 2 . "Insa Allah masyarakat juga sudah cerdas dan pintar. Mana cabub dan cawabup yang berpihak kepada masyarakat," imbuhnya [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Tidak semua jadwal kampanye terbuka bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Kab. Cianjur dilaksanakan dengan mengundang massa banyak dan menghadirkan juru kampanye serta artis sebagai hiburannnya. Seperti yang dilakukan oleh pasangan calon bupati dan akil bupati Cianjur nomor urut 1, Deni Sunarya (Gawel) - Zainy Hamzah.

Pasangan cabub dari jalur perseorangan itu lebih memilih kampanye terbukanya dengan menggelar solawatan di wilayah Cianjur selatan, tepatnya di Kecamatan Sindangbarang. Mereka terlihat berangkat menuju Sindangbarang pada pukul 9.00 WIB diikuti oleh ratusan massa pendukungnnya dari pemuda dan santri Pesantren Gentur dan Al-Barkah dengan mengenakan baju khas pendukung mang 
Gawel-Zaini.

Dalam perjalanannya, lagu Mang Gawel dinyanyikan, serta mengajak warga yang dijumpai untuk mendukung calon perseorangan tersebut.

Calon Bupati Cianjur, Deni Sunarya mengatakan, dipilihnya Cianjur 
selatan sebagai tujuan dan tempat dia menggelar kampanye lantaran 
ingin mengajak warga di wilayah tersebut untuk ikut berpartisipasi 
meramaikan pilbup Cianjur.

"Suasana pilbup harus juga dirasakan warga Cianjur selatan. Pilbup ini 
untuk seluruh warga Cianjur bukan hanya warga perkotaan. Makanya kami menggelar kampanye akbar di selatan," ujar Deni Gawel.

Di samping itu, lanjut Deni, digelarnya solawatan bersama massa pendukung dan tokoh agama di Cianjur selatan juga dibuat agar nuansa islami di Cianjur semakin kental. "Cianjur ini Kota Santri, Agamis. Makanya nuansa itu juga harus terasa, salah satunya dengan solawatan bersama. Jangan malah dangdutan," katanya.

Deni menuturkan, dirinya yakin dapat menang dalam pilbup tahun ini. "Yakin menang, sebab selain ikhtiar tenaga untuk mendapatkan dukungan, juga diiringi doa dari santri dan tokoh agama Cianjur," paparnya [KC-02/is]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengaku miris dan sedih dengan terulangnya lagi tawuran pelajar di Cianjur, bahkan kembali menelan korban tewas.
"Saya sedih, ini bisa terjadi lagi. Seharusnya sekarang, pihak-pihak terkait harus melakukan langkah tegas persuasif mendidik, untuk mencegah tidak lagi ada tawuran," katanya.

Langkah tegas menurutnya, pihak terkait seperti dinas pendidikan dan kepolisian melakukan razia senjata tajam di sekolah ataupun dijalanan ketika para pelajar berkumpul. Kemudian membubarkan atau tidak membiarkan para pelajar berkumpul di jalanan setelah pulang sekolah, dan diarahkan untuk segera pulang.

Kemudian menyisir area sekolah untuk mendapatkan senjata tajam, yang disembunyikan selama jam sekolah. Langkah tegas berikutnya, dinas pendidikan juga dimungkinkan memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang siswanya telah berulang kali melakukan tawuran.

Sementara langkah persuasif mendidik yang bisa dilakukan yaitu, memberikan konseling edukasi kepada para siswa di sekolah-sekolah. Khususnya di sekolah yang kerap tawuran. Misalnya dengan memutarkan film tentang bahaya tawuran, menjadi sahabat siswa yang mau mendengarkan masalah siswa, dan mengajak siswa-siswa untuk lomba di bidang seni seperti musik dan olahraga.

Sebab menurut Ketua Karang Taruna Cianjur ini, para pelajar adalah anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Dalam proses itu, mereka senang untuk berkumpul dengan kawan-kawannya.

Nah disinilah, kata Irvan, mulai masuk informasi-informasi yang bisa mempengaruhi tindakan mereka. Kalau para pelajar punya dasar agama mereka. Maka otaknya akan memfilter informasi itu. Tapi bila tidak, maka mereka akan menelan mentah-mentah, dan akibatnya ego mudanya keluar yang ingin menunjukkan kemampuannya sebagai anak muda, namun keliru. "Maka mereka mereka butuh kawan, butuh sahabat yang bisa memfilter informasi yang masuk, terutama soal kekerasan, butuh pengawasan dari orang tua dan guru" tutur Irvan.

Karena itu, Irvan menjelaskan, bila dirinya terpilih nanti. Maka selain meningkatkan sistem pendididikan dan kualitasnya, juga meningkatkan nilai-nilai keagamaan di jiwa para pelajar. Selain membuka ruang kreatifitas pelajar untuk menyalutkan hobi dan bakatnya, program Insan Rabbani Mandiri pada substansinya bagaimana mengamalkan ajaran agama pada keyakinan, pemikiran dan perilaku.

Bukan hanya sekedar mengaji atau menggunakan simbol keagamaan, tutur Irvan, tapi lebih dari itu, mengaji dan mengkaji diri sehingga perilaku kita sesuai nilai agama. "Kalau para pelajar kita bantu, kita didik dan awasi dalam sebuah program mengaji pelajar di madrasah diniyah hingga tingkat wustho atau halaqoh pelajar, yang memberitahukan soal pentingnya nilai-nilai agama dalam diri kita, maka Insya Allah tawuran akan terhindarkan," pungkasnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Untuk kali pertama, sejumlah fraksi di DPRD Cianjur menolak Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Cianjur tahun 2016. Darii tujuh fraksi yang ada, lima fraksi menyatakan belum menerima RAPBD 2016.

Akibat belum diterimanya penetapan RAPBD oleh sejumlah fraksi tersebut, akhirnya pembahasanyapun ditunda hingga pekan depan. Kelima fraksi yang menolak yakni fraksi Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat dan Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional. Sedangkan dua fraksi lainnya, yakni Partai Golongan Karya dan Partai Kebangkitan Bangsa menerima RAPBD tahun 2016.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Setiawan Hanafi menegaskan, kalau RAPBD Kabupaten Cianjur mendapatkan penolakan tentu akan berdampak kepada pembangunan Cianjur. Dari mulai bantuan untuk pembangunan di tingkat pedesaan, gaji pegawai dan lainnya. "Jalas ini sangat merugikan pembangunan di Cianjur," paparnya.

Koordinator Kabupaten Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (Koorkab JPPR), Kabupaten Cianjur,
Rifa Rosyandi memaparkan, penolakan RAPBD terlihat lebih kepada politis. Karena saat ini di Cianjur dilaksanakan Pilkada. Rifa menegaskan, seperti diketahui jika lima fraksi yang menolak merupakan lima partai yang mengusung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur.

Sementara fraksi yang menerima RAPBD juga mengusung pasangan calon lainnya. "Ini tentu dampak dari Pilkada. Ingat masyarakat jangan menjadi korban atas ulah anggota DPRD," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tjetjep tidak banyak berkomentar. Tjetjep hanya berharap proses pembahasan ini berjalan lancar. Sedangkan, Sekretaris Daerah Oting Zaenal Mutaqin mengatakan akan membahas ulang terkait pandangan terakhir yang disampaikan dewan.

Ketua DPRD Yadi Mulyadi menyatakan, penundaan rapat dilakukan untuk memberi kesempatan pada eksekutif agar dapat menjawab pandangan dewan. Diharapkan pada rapat nanti eksekutif dan legislatif bersepakat sehingga tidak ada sanksi bagi Cianjur.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 312 ayat 2 menyebutkan, DPRD dan kepala daerah yang tidak menyetujui bersama RAPBD dapat dikenai sanksi. Yakni berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan selama enam bulan.

Hak keuangan tersebut seperti berbagai bantuan dari provinsi atau pusat, termasuk berbagai tunjangan dan gaji bagi kepala daerah dan anggota dewan."(Penolakan) ini kali pertama terjadi Cianjur. Sebelumnya tidak pernah," kata Yadi [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Ada yang berbeda pada pakaian yang dikenakan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur pada saat debat kandidat beberapa waktu lalu. Kalau dalam pelaksanaan kampanye mereka senatiasa mengenakan pakaian kebesarannya, tidak demikian pada saat debat kandidat. Tidak semua pasangan calon mengenakan pakaian kebesarannya.

Seperti yang dilakukan oleh pasangan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman (Beriman). Pasangan tersebut menjadi satu-satunya kandidat yang mengenakan busana khas lokal. Keduanya mengenakan pakaian batik Cianjur. "Sebagai orang Cianjur yang dilahirkan di tanah pribumi. Maka sudah menjadi kewajiban mengenalkan produk Cianjur. Salah satunya batik Cianjur yang kami pakai ini," kata Irvan, usai debat kandidat.

Menurut Irvan,  ketika memakai batik Cianjur, menjadi bangga terhadap daerah sendiri. Karena, motif batik Cianjur banyak maknanya. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan warisan budaya nenek moyang?" tuturnya.

Irvan menjelaskan, ‎batik Cianjur sudah ada dan dikenal masyarakat sejak sekitar tahun 1920. Batik Cianjur menyimpan cerita sejarah pertanian di Tanah Sunda. Karena itu, pada batik Cianjuran, pakem yang terkenal adalah beasan. "Motif batik yang bersumber dari inspirasi pertanian ini juga mempengaruhi pewarnaaan, sehingga warna umumnya mendekati warna tanah, daun, atau bulir padi lebih dominan," kata Irvan.

Saat ini diakuinya, motif batik Cianjur sudah cukup banyak berkembang. Contohnya motif padi, kecapi suling atau mamaos, motif maenpo atau pencak silat, serta motif ayam pelung. "Semuanya bersumber dari budaya, tradisi, dan sumber daya alam yang melimpah di Cianjur, dan dituangkan dalam batik. Sedangkan yang saya pakai dengan pak Herman, batik motif padi," katanya.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menerangkan, semua harus bangga dengan batik Cianjur. Terlebih bila ada kaum muda sekarang bisa menciptakan motif teranyar, seperti pada tahun 2013. Saat itu, hasil kreatifitas rakyat Cianjur memunculkan batik Gurisan dan Pangkur.

Oleh sebab itu, jika terpilih nanti. Pasangan Beriman  berjanji akan bekerja keras melestarikan dan meningkatkan promosi batik Cianjur ke tingkat nasional bahkan dunia. "Itu (pelestarian) harus dimulai dari sekarang dan dari kita sendiri, bangga memakai batik Cianjur," imbuhnya [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar menyatakan sosok Komandan Kompi (Danki) Korps Brigade Mobil (Brimob) Subden III Cipanas Cianjur, AKP Mukhlis, adalah sosok patriot yang berjiwa mulia. "Saya turut berduka cita meninggalnya Danki Brimob Subden III Cipanas AKP Mukhlis. Sungguh jiwa mulia yang dimiliki almarhum, sosok yang berani dan penolong rakyat. Kita patut meniru tindakannya yang luar biasa. Beliau layak dan Insya Allah mendapatkan surganya Allah," kata Irvan Rivano Muchtar.

Irvan sangat terharu dengan kesigapan almarhum, yang berani mengambil resiko saat menolong warga yang tenggelam di Kampung Cipurut di irigasi Bendungan Leuwi Pogor Kampung Cipurut, Cijagang, Cikalongkulon. Almarhum berhasil menyelamatkan korban, namun Allah dikatakan Irvan lebih menyayangi almarhum dengan memanggilnya saat melakukan penyelamatan.

Karena itu, menurut Ketua Karangtaruna Kabupaten Cianjur ini, masyarakat Cianjur harus mendoakan almarhum dan memberikan penghargaan kepadanya. Serta mencontoh perilaku sejatinya sebagai seorang patriot yang berhati mulia. Bertindak atas nama kemanusiaan, dan panggilan nurani sebagai seorang anggota kepolisian yang selalu membantu dan melayani masyarakat.

"Mari kita semua mendoakan almarhum mendapatkan surga Allah di sana. Kita nyatakan bahwa beliau adalah orang yang sangat baik. Juga kesehatan kepada Bripda Prento yang saat ini masih dalam perawatan. Serta kepada keluarga almarhum AKP Mukhlis, agar tetap sabar dalam menghadapi musibah ini," tuturnya.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman yang saat ini berada di kota Madinah Al-Munawarrah untuk melaksanakan ibadah umrah di Makkah nantinya, mengajak semua masyarakat Cianjur untuk mendoakan bagi almarhum AKP Mukhlis. "Saya turut berduka cita, dan dari Madinah di Masjid Nabawi,  saya mendoakan almarhum mendapatkan surganya Allah dan diampuni segala kealfaannya. Beliau adalah pahlawan bagi kita semua," kata Herman melalui pesan singkat [KC-02/dak]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Perampok Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Shiciri Kojun adalah seorang perajin tenun sutra. kata orang, ia bukan hanya sebagai seorang pengrajin kain ? tetapi lebih dari pada itu, ia adalah seniman kain. Motif-motif kain sutra rajutannya sangat indah, sehingga tidak heran jika ia menjadi sangat terkenal karena karya-karyanya.

Pada suatu senja, saat Shiciri Kojun sedang merajut sutra, datanglah seorang perampok memasuki rumahnya. Perampok itu membawa sebilah pedang, yang langsung ditempelkannya ke leher Shiciri Kojun.. ?Serahkan semua uangmu !? kata perampok itu.

Dengan tenang Shiciri berkata, ?Semua uangku ada di laci itu, tapi jangan ganggu saya, karena saya sedang berkonsentrasi mengerjakan tenunan sutra ini..? Pencuri itu pun segera melepaskan pedang yang ditempelkannya di leher Shiciri, lalu berjalan dan bergegas membuka sebuah laci lemari yang ditunjukkan Shiciri.

Ketika perampok itu sedang memasukkan uang-uang itu di tasnya, tiba-tiba Shiciri berkata, ?Jangan ambil semuanya, saya masih butuh seperempat dari uang itu untuk membayar pajak besok pagi.?

Entah mengapa, perampok itu menuruti kata-kata Shiciri. Ia pun hanya mengambil tiga per empat uang di laci itu. Setelah
... baca selengkapnya di Perampok Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

CIANJUR, [KC].- Sejumlah orang yang mengaku jajaran pengurus DPC dan PAC Partai Demokrat (PD) Cianjur, mendeklarasikan diri mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman). Bahkan punggawa PDtersebut langsung hadir di kampanye akbar pasangan nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman di Hypermat, Minggu (22/11/2015) lalu.

Mereka yang mendeklarasikan diri mendukung pasangan Beriman itu Wakil Ketua Jevernando, Ketua Bappilu Arry Syahridar, Wakil Bendahara Kan-Kan Iskandar, Sekretaris Bappilu Erdang Ruhiyat. Serta 20 PAC dari 32 PAC se-Cianjur. "Kami memiliki berbagai alasan untuk mendukung pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman)," kata Jevernando usai deklarasi di kawasan jalan BLK Cianjur baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Jever menerangkan, selama 10 tahun dalam kepemimpinan Tjetjep  Muchtar Soleh sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur.  Partai bintang Mercy ini telah tumbuh dan berkembang menjadi partai terkuat dan terbesar di Kabupaten Cianjur. "Ini dibuktikan jumlah kursi di DPRD paling terbanyak yaitu 10 anggota DPRD. Ini membuktikan kinerja Pak Tjetjep sudah tidak diragukan lagi untuk Demokrat," paparnya.

Maka dari itu, kata Jever, sudah sepantasnya Irvan Rivano Muchtar sebagai anaknya mendapat dukungan dari kader Demokrat. "Sebagai kader Demokrat yang dibesarkan di Cianjur. Kami sudah menjadi kewajiban untuk menyukseskan Irvan dan Herman," tegasnya.

Alasan lain memilih Irvan dan Herman menurutnya, karena ketidakpercayaan mereka  atas kepemimpinan Hedi Permadi Boy sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur saat ini.  Selain itu, berdasarkan beberapa kali hasil survey dalam Pilkada. Pasangan nomor urut 3 Suranto dan Aldwin Rahadian yang didukung Demokrat, berada pada peringkat kedua jauh dibawah pasangan nomor urut 2 Irvan-Herman.

"Meski demikian, kami juga tetap mencintai dan menghormati Bapak SBY selaku tokoh, pendiri, dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat," tegasnya.

Ketua Bappilu DPC Partai Demokrat Arry Syahridar memaparkan, sebenarnya dari awal pasca penetapan Irvan-Herman mencajadi calon bupati dan wakil bupati. Sebagian besar kader Partai Demokrat sudah memilih nomor urut 2. "Meski Irvan akhirnya tidak bisa menggunakan perahu dari Demokrat, tapi bisa mendapatkan dukungan dan usungan dari partai lain. Malahan gelombang dukungan dari masyarakat yang bersedia menjadi relawan pemenangan semakin banyak," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator 20 PAC Agus Ishak memaparkan, pihaknya sudah mengelilingi 32 kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur, dengan tujuan menanyakan Demokrat. "Hasilnya kami sangat miris. Masyarakat Cianjur yang awalnya sebagian besar basis Demokrat, sekarang membenci Demokrat disebabkan Ketua Plt Tjetjep Muchtar Soleh waktu itu dan anaknya Irvan Rivano Muchtar dizholimi oleh kepentingan elit partai," papar Agus Ishak yang juga Ketua PAC Demokrat Kec Warungkondang.

Tokoh masyarakat Sukanagara, Deden Baso menerangkan, suara dari konstituen Demokrat atau  pemilih Demokrat berdasarkan hasil konsolidasi bahwa Irvan Rivano Muchtar  adalah kader terbaik dari Partai Demokrat yang harus di dukung secara total untuk jadi bupati cianjur. "Walaupun telah di jegal untuk berangkat dari partai demokrat," kata Deden yang juga mantan caleg DPRD Cianjur dari Partai Demokrat

Plt Ketua DPC Parta Demokrat Kab. Cianjur, Hedy Permadi Boy mengungkapkan, sejumlah orang yang mengaku pengurus DPC PD Kab. Cianjur saat ini sudah tidak lagi menjabat. Bahkan mereka merupakan kader yag sudah di pecat oleh Dewan Pimpinan Pusat PD.

"Kalau beberapa orang yang deklarasi berseberangan dengan sikap partai itu mereka kader yang sudah di pecat. Dengan demikian mereka tidak berhak lagi mengatasnamakan PD dalam tindakannya" kata Hedy.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari koordinasi dengan DPP PD, mereka yag sudah di pecat itu agar segera di cabut kartu ke anggotaanya dari PD. "Atas petunjuk Sekjen DPP, kartu anggotanya agar segera dicabut," katanya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Tim relawan advokasi hukum pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman), melaporkan dugaan negative campaign  yang dilakukan anggota DPR RI Fraksi PKS EAM melalui spanduk, kepada panitia pengawas pemilu (Panwaslu), Kabupaten Cianjur baru-baru ini.

Tindak dugaan kampanye negatif  yang dilakukan EAM, dilakukan beberapa minggu lalu dengan pemasangan spanduk yang bernada menyerang pasangan Beriman. Spanduk yang tersebar di Cianjur kota tersebut menuliskan kalimat berbunyi,  "Bupati bukan warisan , saatnya mendukung Suranto-Aldwin" dan "Kini zaman merdeka, bupati bukan dinasti".   

"Spanduk tersebut sudah mengarah dan menegatifkan pasangan Beriman. Makanya, kami laporkan ke Panwaskab untuk ditindaklanjuti," kata tim advokasi hukum Beriman, Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi yang akrab disapa Toser ini,  semua tahu kalau Irvan adalah anak Bupati Cianjur saat ini Tjetjep Muchtar Soleh. Dan semua tahu kalau majunya Irvan adalah hak politik dirinya yang tidak dilarang undang-undang. Karena Mahkamah Konstitusi (MK) sudah membatalkan aturan yang melarang keluarga pejabat publik untuk maju menjadi kandidat. 

"Dan spanduk tersebut sudah membuat opini seakan-akan , kalau Irvan maju menjadi kandidat, itu salah. Ini namanya penzaliman kepada Beriman," kata Toser.

Toser menambahkan, dalam berkampanye hendaknya menggunakan etika-etika politik yang santun. Apalagi seorang anggota DPR RI. Spanduk yang muncul saat ini tentunya sudah mengarah kepada
negatif campaign, dengan menyudutkan pasangan Beriman.  Padahal menurutnya, pasangan Beriman mengikuti Pilkada Cianjur ini sesuai prosedur. Mereka berkompetisi dengan semua pasangan calon lain sesuai aturan yang ditetapkan oleh KPU Cianjur.

"Yang artinya, untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nanti, pasangan Beriman tidak ada istilah mendapatkan warisan jabatan. Pasangan Beriman berkompetisi dan nanti yang akan menentukan adalah masyarakat Cianjur pada 9 Desember.  Meski demikian, saya mengajak semua masyarakat Cianjur untuk tenang dan tidak terpancing dengan negative campaign yang terjadi saat ini," tuturnya.

Sementara itu, Ketua  Tim  Advokasi Hukum relawan Beriman, Abdul Kholik  mengatakan, munculnya spanduk-spanduk pasangan lain yang menyudutkan pasangan Beriman sudah menunjukkan indikasi pelanggaran. Sebab menurutnya, alat peraga kampanye (APK) di ruang publik sudah diatur hanya dikeluarkan oleh KPU.

"Terlebih spanduk yang muncul bunyinya sudah menyudutkan dan merugikan pasangan Beriman. Orang awam juga ketika membaca spanduk itu sudah mengetahui bawah isi spanduk itu mengarah ke pasangan Beriman," kata Kholik.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar, didampingi Stafnya Ferry Wirabuana mengakui, jika spanduk anggota DPR RI itu menjadi temuan Panwas Kecamatan Cianjur Kota.
Saeful menerangkan, ketika dilaksanakan kampanye terbuka pasangan nomor urut 3 Suranto-Aldwin Rahadian pada 15 November lalu, di sejumlah titik hypermat bertebaran spanduk tersebut. Panwascam Kota lalu melaporkan hal tersebut ke Panwaskab. "Kami langsung turun ke lapangan, kami langsung menertibkan spanduk tersebut," kata  Saeful Anwar.

Saeful menjelaskan, dalam penertiban spanduk, pihak panwascam sudah koordinasi dengan PPK Cianjur Kota dan Satpol PP. Kenapa koordinasi dengan PPK? Karena, untuk penempatan alat peraga kampanye (APK), merupakan ranah KPU, kalau di kecamatan ranah PPK. Sedangkan untuk penertiban koordinasi dengan satpol PP. "Spanduk-spanduk yang mengarah kepada negative campaign telah kami tertibkan pada waktu itu juga," tegasnya.

Sedangkan mengenai laporan dari tim advokasi Beriman. Pihaknya siap untuk menindaklanjutinya. "Kita akan mengirim surat kepada EAM untuk klarifikasi pemasangan spanduk tersebut. Setiap ada laporan, pasti kami akan tindaklanjutinya," imbuhnya [KC-02/dak]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CANJUR, [KC].- Jangan gegabah menjatuhkan pilihan pada pilkada Cianjur 2016-2021. Pelajari dulu dengan seksama latar belakang atau rekam jejak pasangan calon (paslon) yang akan berkompetisi pada 9 Desember nanti. Sebab kalau salah menjatuhkan pilihan, taruhannya nasib Cianjur lima tahun ke depan.

Siapa cabub dan cawabup, dan bagaimana perilakunya, harus dipertimbangkan dalam menjatuhkan pilihan. Sebab jika rekam jejaknya buruk, sangat mungkin saat menjadi bupati/wakil buruk akan buruk pula. Asalnya tukang maling, mungkin nanti menjadi maling uang masyarakat. Kalau asalnya pendusta, mungkin jadi pendusta pula saat menjadi bupati.

Sebab merubah karakter orang sangat sulit. Tidak bisa dalam 1-2 tahun, apalagi orang yang sudah dewasa. "Pepatah mengatakan, lebih mudah memindahkan gunung ketimbang merubah karakter orang," kata Ketua PC NU Kab. Cianjur, KH. Choirul Anam.

Terlebih jika dibarengi iming-iming pemberian uang, dipastikannya paslon bersangkutan takkan beres memimpin Cianjur ke depan. Sebab paslon bersangkutan akan merasa telah "membeli" suara dari masyarakat, sehingga tidak merasa berkewajiban baginya untuk mengembalikan lagi dalam program kesejahteraan masyarakat.

Malah, terang Choirul, dengan "membeli" suara sangat mungkin yang dilakukannya pertama kali saat menduduki jabatan yakni mengembalikan uang yang telah dikeluarkannya. Sebab secara ekonomi takkan ada manusia yang ingin rugi. "Ujung-ujungnya menilep uang rakyat," ujarnya.

Oleh karena itulah jangan gadaikan masa depan Cianjur. Pilihlah paslon yang bisa membawa perubahan kearah perbaikan. Terlebih bagi muslim, pertimbangan keagamaan mesti dilakukan. "Kalau kita mendukung orang dholim, sama halnya kita berbuat dholim," tegasnya, didampingi cawabup Aldwin Rahadian (Oki) bernomor urut 3 [KC-02/SMeC]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengatakan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang pengajar dan pendidik yang jasanya tidak akan pernah dilupakan oleh setiap anak didiknya.

"Selamat hari guru, selamat hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jasa guru tidak akan pernah lekang oleh waktu, yang mendidikdan mengajarkan kami ilmu pengetahuan hingga saya dan kita semua  bisa seperti ini. Guru di Cianjur harus sejahtera," kata Irvan.

Irvan menambahkan, perjuangan guru yang mengajarkan kita dari mulai sekolah dasar hingga bangku SMA dan kuliah, telah membentuk setiap orang untuk mencapai tujuannya masing-masing. Karena itu, jasa guru tidak akan dilupakan oleh siapapun. Begitu juga dengan kehidupan guru, harus lebih disejahterakan.Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menurutnya, telah berkomitmen untuk menyejahterakan guru melalui berbagai program. Begitu juga jika nanti pasangan nomor urut 2 terpilih, gerakan sayang guru menjadi salah satu program pendidikan yang akan dijalankan.

Tidak hanya itu, dalam program pendidikan pasangan Beriman ini, guru juga harus meningkatkan kualitas kependidikannya, untuk mencetak anak didik yang berprestasi. Karena itu, dalam programnya tercatat,
peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan, serta akselerasi peningkatan kualifikasi guru.

"Guru yang mengabdi 24 jam dalam membesarkan anak didik, di dalam dan luar sekolah, juga memiliki keluarga dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Karena itu, kesejahteraan guru menjadi penting untuk membantu para guru tetap fokud dalam pendidikan," pungkasnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Nanti tak ada lagi warga miskin yang tidak bisa berobat. Bahkan pelayanan kesehatan (yankes) bisa didapatkan dengan mudah dan gratis pula. Karena di setiap desa di Kab. Cianjur bakal ada klinik yang memberikan yankes gratis kepada warga miskin.

"Kuncinya, pilih nomor urut 3 pada hari pencoblosan 9 Desember nanti, agar saya menang pilkada Cianjur 2016-2021 untuk mewujudkan klinik di setiap desa ini," sebut Suranto, Selasa (24/11/2015).

Diakui cabup yang berpasangan dengan cawabup Aldwin Rahadian (Oki) ini, urusan yankes memang masih menjadi masalah di Cianjur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kesehatan baru mencapai 71,26 dan Angka Harapan Hidup (AHH) 67,50. Agar IPM ini meningkat banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya penyediaan klinik di setiap desa ini. Diharapkannya nanti paling tidak mencapai IPM kesehatan 73 lebih dan AHH 69.

Klinik yang tersedia di desa tentu saja tidak berfungsi sekadar mengobati. Klinik yang dibuat baik oleh pemkab atau melibatkan pihak swasta ini berfungsi pula sebagai promotif preventif. Klinik mengadvokasi atau menyosialisasikan perilaku hidup sehat kepada masyarakat. Sebab urusan perilaku ini sangat penting dalam mendongkrak AHH. "Intinya klinik akan kami sediakan di setiap desa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Cabup yang masih menjabat sebagai wakil bupati ini pun meminta agar masyarakat memegang teguh sikap politiknya memilih nomor 3. Abaikan saja jika ada pihak yang mencoba-coba menyuap dengan imbalan mencoblos pilihannya. "Kalau mau, sich, ambil saja, tapi mencoblos tetap nomor 3," sebutnya.

Namun Suranto meyakini masyarakat sekarang pintar dan beradab. Masyarakat sangat paham bahwa perilaku suap-menyuap atau politik uang diharamkan dalam agama. Masyarakat Cianjur yang dikenal agamis dipastikannya akan menghindari perilaku busuk seperti politik uang itu [KC-02/SMeC]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Irvan Rivano  Muchtar – Herman Suherman (Beriman), siap menjalani debat kandidat Pilkada Cianjur yang digelar KPUD CIanjur, dan akan dilaksanakan di Gedung Herlina, hari ini (25/11/2015).

"Insya Allah kami siap berdebat dan mendebat, karena bagi kami debat ini adalah pendidikan politik bagi masyarakat untuk mengetahui visi-misi kandidat  lebih jelas. Juga untuk mengukur pemikiran para calon pemimpin Cianjur," kata calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM).

Irvan yang juga Ketua Karang Taruna Cianjur menjelaskan, dalam debat nanti pasangan nomor urut 2 ini akan memaparkan berbagai program yang dipersiapkannya. Juga konsep pemikiran dan program mereka dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, penguatan ekonomi kerakyatan. Juga pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan dan berwawasan lingkungan.

Kemudian, pemerintahan yang bersih sesuai dengan prinsip good governance dan clean government. Serta daerah yang religus dan berbudaya, sesuai dengan nilai-nilai luhur maos, mamaos dan maenpo.

Selain itu menurutnya, debat  juga menjadi media yang efektif untuk mensosialisasikan program mereka secara utuh kepada masyarakat. Siaran langsung televisi saat debat, sangat membantu untuk bisa menjelaskan semua program yang belum tersosialisasikan kepada masyarakat.

"Mari kita paparkan konsep program, pemikiran dan solusi untuk memberikan pemahaman dan pendidikan politik kepada masyarakat, dengan elegan dan cerdas. Karena kata-kata yang akan keluar, akan direkam dalam otak masyarakat yang akan menilai kita," tukasnya.

Hal lain menurutnya, kepada seluruh pendukung pasangan Beriman untuk menjaga suasana damai selama debat kandidat.  "Kami sudah komitmen dengan pihak kepolisian untuk menjaga kedamaian selama berlangsungnya debat kandidat. Jadi semaksimal mungkin harus bersikap tenang dan damai, jangan terpancing, karena ini forumnya adu pemikiran," tegasnya. 

Hal senada dikatakan calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman. Menurutnya, dengan pengalamannya, dia akan  turut memaparkan program-program yang dipersiapkan pasangan Beriman ke depan.

"Prinsipnya kami siap dan akan menjalani debat ini dengan penuh kegembiraan. Karena masyarakat yang akan menilai langsung terhadap program-program yang akan jalankan nantinya, ketika terpilih. Terpenting mari kita jaga suasana damai selama proses debat kandidat ini," kata Herman [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].–  Pedagang Kaki Lima (PKL) Cianjur cegat rombongan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman). Saat bertemu dengan Irvan-Herman, para pedagang langsung mendaulat keduanya dan mendeklarasikan diri mendukung pasangan nomor 2 ini.

Ketika berjalan dari posko Warung Jambe, rombongan yang rencananya langsung menuju lapangan parkir utara Cianjur Mall sempat terhenti. Pasalnya di pertigaan pasar jalan raya, serombongan PKL langsung mencegat dan mengajak pasangan Beriman untuk mendengarkan penyataan dukungan mereka.

"Kami sengaja mencegat, karena kami mengetahui rombongan akan berjalan kaki ke lokasi acara, karena itu kami mempersiapkan diri sebelumnya untuk deklarasi dukungan ini.  Kami para pedagang punya harapan besar kepada pasangan Beriman, akan membantu kami untuk terus berdagang dengan nyaman. Karena di pasar tradisional lah sumbernya ekonomi rakyat ," kata Ketua Paguyuban Pedagang Jalan Raya (Papajar) Asep Suherman, baru-baru ini.

Para pedagang pasar jalan raya mengakui harapan yang disematkan ke pundak pasangan Beriman tidak muluk-muluk. Menurut Asep, pasangan yang diusung Partai Golkar, PKB dan PBB ini memiliki komitmen kuat melindungi para pedagang tradisional.

Sebagai denyut jantung perekonomian rakyat, pedagang tradisional menurutnya membutuhkan perlindungan hukum dari pemerintah untuk terus bertahan dan maju. Sebab menurutnya, di era pasar bebas di berbagai daerah contohnya, banyak pasar tradisional yang tergusur oleh pasar-pasar modern.

"Kami memiliki harapan dan meyakini pasangan Beriman akan menjaga pasar tradisional . karena kami tahu program-program yang akan digulirkan pasangan Beriman adalah program pro-rakyat," pungkasnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KEMBALI KE TANAH JAWABAB I

Malam gelap gulita. Tak nampak rembulan tak kelihatan kelipan bintang. Udara dingin menusuk tulang sampai ke sumsum. Hembusan angin laksana menyayat kulit. Suasana sunyi di kawasan bukit-bukit karang sesekali dipecah oleh suara deburan ombak yang datang dari arah Teluk Penanjung – Pangandaran, menghantam kaki bukit karang. Di arah timur, dua bukit karang menjulang tinggi menghitam. Di antara dua batu karang ini terbentang satu jurang dalam gelap gulita. Sesekali terdengar suara aneh seperti ngiang tiupan seruling. Itulah suara angin yang terpesat berputar masuk ke dalam jurang, tenggelam lalu menebar di dasarnya tak mampu bergerak naik kembali.

Di salah satu sisi barat jurang pada kedalaman hanya sekitar dua puluh kaki terdapat bagian dinding jurang mencekung ke dalam membentuk goa seluas hampir 20 kaki persegi. Dari atas jurang goa besar ini tidak kelihatan karena tertutup tubir batu dan semak belukar rimbun. Di pertengahan goa, tenggelam dalam kegelapan ada sebentuk batu berlumut setinggi menusia yang duduk bersila.

Beberapa
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
CIANJUR, [KC].- Belasan ribu massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman) kuasai Cianjur , saat pesta rakyat kampanye akbar yang berpusat di lapangan parkir utara Hypermart,  Minggu (22/11/2015).

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Cianjur, terima kasih. Ini dukungan luar biasa yang diberikan kepada kami. Inilah kekuatan rakyat, yang berani untuk menujukkan jati dirinya, bergandengan tangan bersama untuk Cianjur lebih maju dan agamis,” kata calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar

Dukungan rakyat mengalir sejak pasangan nomor urut dua ini melakukan long march dari Posko di Warung Jambe, hingga melewati pasar induk yang disambut dengan deklarasi PKL, dan berakhir di lapangan utara hypermart. Pasangan nomor urut dua ini langsung disambut gegap gempita oleh belasan ribu rakyat Cianjur yang langsung mengacungkan dua jari.

Ketua DPD I Partai Golkar Cianjur Ade Barkah Surahman, Ketua DPC PKB Cianjur Lepi Ali Firmanysah dan Dewan Penasihat  DPC PBB Cianjur Muhamad  Toha. Anggota fraksi DPRD, relawan. Mereka mengapit pasangan Beriman untuk menunjukkan dukungan parta-partai berbasis kerakyatan, demi membangun Cianjur lebih maju dan agamis.

Irvan Rivano Muchtar menerangkan, pihaknya bersama semua kader Partai Golkar, PKB dan PBB dan seluruh relawan Beriman, mengucapkan terima kasih atas semua dukungan masyarakat Cianjur kepada kami. “Mari bersama kita tunjukkan, bahwa Cianjur harus lebihmaju. Rangkul saudara-saudara kita yang masih ragu, peluk mereka yang ingin melangkah bersama dan jabat tangan mereka yang memilih berbeda, karena sesungguhnya kita semua saudara,” tutur Irvan.

Sementara itu, dalam pesta rakyat yang dihibur oleh dua arti nasional Cita Citata dan Caffein Band, Sunde Woles (artis lokal), dan 50 bend lokal serta penampilan wayang golek giri harja. Ade Barkah menegaskan, belasan ribu pendukung Beriman yang hadir saat pesta rakyat ini, selaras dengan perkembangan hasil survey pasangan Beriman yang terus meningkat.

“Ada hubungan antara fakta di lapangan dengan hasil survey yang terus meningkat. Dan inilah buktinya, belasan ribu orang yang hadir saat ini, menjadi bukti dukungan rakyat Cianjur untuk pasangan Beriman. Terima kasih atas dukungan semuanya,” kata Ade Barkah.

Ade Barkah melanjutkan, akan ada banyak cobaan dan tekanan menjelang Pilkada 9 Desember nanti. Namun seluruh rakyat Cianjur yang mendukung pasangan Beriman, harus terus dalam relnya, berjalan bersama fokus memenangkan rakyat Cianjur untuk hidup lebih maju dan agamis.

Pihaknya sepakat bersama para pendukung Beriman  sepakat tidak akan bisa dikelabui oleh jargon-jargon, karena yang kita butuhkan adalah kerja nyata membangun desa dan menata kota. “Mari tetap fokus untuk kemenangan rakyat Cianjur, biarkan mereka berteriak, karena rakyat hanya mendengar yang kerja nyata saja. Dan maafkan mereka, mungkin mereka sedang kehilangan arah. Dan kalau bisa gandeng mereka untuk kembali ke arahnya membangun Cianjur lebih maju,” tuturnya.

Dalam pesta rakyat kampanye akbar tersebut, hadir juga para kader partai lain yang menyatukan visi mendukung Beriman. Terlihat kader PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindara, PAN, PPP dan PKPI beserta atributnya, menyemarakkan pesta rakyat pasangan Beriman [KC-02/dak]**
 

CIANJUR, [KC].- Para pimpinan Pondok Pesantren  (Ponpes) di Cianjur mendukung program keagamaan pembinaan dan mencetak para penghapal Al-Quran, yang dipersiapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar- Herman Suherman (Beriman).

Pimpinan Ponpes Al-Amin, Cikaret Cianjur, KH. Deni Saefurrochman mengatakan, para kyai Ponpes sangat mendukung program pasangan Beriman dalam mencetak para penghapal Al-Qur’an.  Sebagai kaum muslimin menyadari bahwa nilai kandungan ayat suci Al-Qur’an wajib dibaca, dikaji dan diamalkan.

Menambah jumlah penghapal Al-Qur’an, katanya, merupakan perbuatan terpuji yang sangat diridhoi Allah SWT. Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul menjadi senjata untuk melawan efek negatif keangkara murkaan yang timbul akibat era globalisasi. “Pada situasi serba bebas ini, kami akan selalu merindukan seorang pemimpin yang meneruskan langkah, untuk membangun nilai keagamaan serta akhlakul karimah.Tak ada seorangpun yang menolak dengan program keagamaan” kata KH.Deni Saefurrochman.

Kyai Deni mengakui, dia bersama para kyai dan pimpinan pospes itu tertarik pada jargon pasangan BERIMAN yang lebih maju dan agamis. Diantara program keagamaan yang akan dikembangkan pasangan Cianjur Beriman itu.  Menurutnya diantaranya pengembangan program Gerbang Marhamah, sebagai program unggulan yang menjadi kesepakatan para alim ulama serta semua pimpinan ormas Islam Cianjur yang kini telah menjadi Perda Pemkab Cianjur.

“Pesan para alim ulama serta para pimpinan ponpes di Cianjur agar pasangan Beriman, Irvan Rivano Muhtar dan Herman Suherman, melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik seperti melaksanakan Perda Diniyah, Peningkatan perolehan Bazis serta Gerakan Pembinaan Penghapal Al-Quran terhadap generasi muda,” katanya.

Ustad Deni mengakui, dirinya tidak asal-asalan menyatakan dukungan. Bersama para pimpinan Ponpes lainnya, dia menyatukan pemikiran dengan berbagai argumentasi yang kuat untuk menatap ke masa depan, dalam peningkatan program keagamaan melalui Gerbang Marhamah secara nyata.”Ini komitmen kami,” tutupnya [KC-02/dak]**
“NYUNDA”  boleh jadi menurut bahasa diartikan “menyunda”  atau bertindak layaknya orang sunda. Tapi sejatinya yang lebih substantif  bukan meniru penampilan lahiriah (fisik) orang sunda, seperti dalam bahasa atau  cara berpakaian semata. Yang paling utama adalah mengindahkan sekaligus mempraktekan  nilai-nilai luhur yang hidup pada budaya sunda.

“Bukan sekadar bahasanya, bukan pula pakaiannya. Pengertian ‘nyunda’ yang lebih utama yakni menjungjung tinggi dan mempraktekan nilai-nilai luhur atau kearifan yang hidup pada budaya sunda dalam kehidupan sehari-hari,” kata wakil bupati Cianjur, Suranto.

Dikatakan Suranto, budaya sunda kaya dengan  nilai-nilai luhur yang biasa disebut juga kearifan  lokal. “Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok “ (batu yang ditetesi air dalam jangka waktu lama akan membekas-red), mengandung  makna   keuletan,  kerja keras, bersabar, dan tidak mudah putus asa.

Begitu pun “hade ka sasama, nyaah kasahandapeun, hormat ka saluhureun “ (baik dengan sesama, sayang kepada yang lebih muda, hormat kepada yang lebih tua), merupakan keariapan lokal yang patut ditiru, karena mengajarkan hamonisasi dalam masyarakat. Bahkan, menurut Suranto, ditegaskan pula dengan “kacai jadi saleuwi, kadarat  jadi salegok”  yang mengandung makna hidup harus gotong royong, tolong menolong, atau toleransi.

Intinya, menurut Suranto, sangat banyak nilai-nilai sunda yang masih relevan dengan kekinian, sehingga patut dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi mempraktekan nilai-nilai  sunda inilah yang dimaksud ‘nyunda’ , bukan yang lain-lain,“ tegas Suranto yang saat ini menjadi calon bupati pada pilkada Cianjur 2016-2021,  berpasangan dengan  Aldwin Rahadian (Oki), bernomor urut 3 [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Ratusan warga Kampung  Margaluyu, Kelurahan Muka Cianjur , baru-baru ini beramai-ramai membawa joran dan alat pancing, untuk menghadiri  mancing massal di kolom milik warga.

Kegiatan mancing gratis ini dilaksanakan  tim sukses pasangan nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman (Beriman). Mancing  diikuti  masyarakat berbagai lapisan usia, tua, muda hingga kaum perempuan pun ikut bagian memeriahkan acara ini.

Ketua Panitia Mancing, Netty memaparkan, mancing gratis dilaksanakan dalam rangka sosialisasi program dan visi misi pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman).
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias mengikuti acara ini. Apalagi panitia menyediakan juga doorprize dan dihibur dengan musik , lagu IRM-Herman,” kata Netty.

Netty memaparkan, di Kampung Margaluyu khususnya di RT 15, jumlah hak pilih sekitar 400 orang lebih. Khusus di RT 15, masyarakat sudah berkomitmen melabuhkan dukungan kepada pasangan Beriman. “Masyarakat menargetkan perolehan Beriman mencapai 90 persen. Jumlah tersebut mudah-mudahan dapat  tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Wawan (34), salah satu peserta mancing mengucapkan terima kasih kepada IRM-Herman yang telah memberikan hiburan mancing kepada warga Margaluyu. “Tentu kami senang sekali. Mancing ini menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat Margaluyu,” paparnya.

Sementara itu, calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar memaparkan, mancing merupakan salah satu kegemaran masyarakat Cianjur. Tentu kegiatan ini ke depan harus ditingkatkan. “Kalau untuk masyarakat Cianjur saya siap . Karena saya merupakan warga Cianjur. Ke depan acara mancing ini akan ditingkatkan,” kaat Irvan [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Relawan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman Menang (IRHAMNA), melaksanakan bakti sosial pemberian paket sembako di Desa Benjot Kecamatan Cugenang Cianjur. Bakti sosial dihadiri langsung calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.
           
Ketua Irhamna , Riki Sugilar didampingi Ketua Panitia Hendi Mulyana memaparkan, bakti sosial dilaksanakan dalam rangka membantu sesama manusia,  terutama ibu-ibu jompo, dan anak yatim piatu. “Kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi program dan visi misi pasangan Beriman,” kata Riki.

Dia memaparkan, bakti sosial berupa pemberian paket sembako ditujukan kepada warga Desa  Benjot, dengan jumlah 500 paket sembako. “Paket sembako ini mudah-mudahan dapat bermanfaat,” imbuhnya.

Riki menjelaskan, ke depan jika Irvan Rivano Muchtar ditakdirkan menjadi bupati Cianjur, kegiatan bakti sosial akan selalu dilaksanakan. Dengan jumlah peserta lebih banyak lagi. “IRM memang dekat  dengan masyarakat dengan program-program pro rakyat. Kita ingin membantu masyarakat cianjur untuk lebih maju dan agamis,” paparnya.

Sementara itu, calon bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengucapkan terima kasih kepada Irhamna  yang telah melaksanakan kegiatan sosial. “Kegiatan ini ke depan akan ditingkatkan jumlahnya,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus – Acquired Immunodeficiency  Syndrome (HIV/AIDS)  di Kab. Cianjur terus bertambah. Terhitung 2011 hingga sekarang jumlahnya mencapai 500 lebih. Bahkan mayoritas penderita HIV/AIDS ini usia produktif antara 15-35 tahun. Diantaranya ada pula berstatus rumah tangga.

Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun ini, menurut Wakil Bupati Cianjur Suranto, merupakan warning atau peringatan agar lebih serius lagi memerangi penyakit yang belum ada obatnya itu. “Jangan  menyepelekan penyebaran penyakit mematikan ini,” kata Suranto, usai rakor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Cianjur dengan  BNN, polres, konselor, dan dinas terkait, di sekretariat KPA, Jalan Mayor Harun Kabir, kemarin.

Diakuinya, pendanaan untuk KPA sangat terbatas, itu pun mengandalkan Global Fund. Para konselor dan relawan anti HIV-AIDS pun bergerak memerangi penyakit ini tanpa jaminan pemerintah. Mereka hanya didasarkan kepedulian sosial saja. Tidak ada honor atau gaji, mereka ikhlas mengabdikan tenaga dan pikirannya demi memerangi HIV/AIDS.

Namun sejatinya, terang Suranto, memerangi HIV/AIDS bukan garapan KPA semata. Semua komponen, seperti BNN, polres, pemkab, masyarakat, termasuk ODA sendiri mau berpartisipasi memerangi virus yang belum ada obatnya ini. Begitu pun pemuka agama, sebab HIV-AIDS hinggap mayoritas akibat perilaku melenceng atau melanggar norma agama, seperti seks bebas atau narkoba.

Data dari KPA menyebutkan, per Januari – Juni 2015 saja atau selama kurun enam bulan ditemukan 52 kasus HIV/AIDS. Penderitanya tersebar di Kec. Cianjur, Cipanas dan Pacet. Sedangkan dari wilayah Cianjur selatan sangat sedikit. Dari akumulasi penderita HIV/AIDS di Kab. Cianjur sebanyak 500 lebih itu 88% penyebabnya akibat sex bebas [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) meluncurkan kartu Insentif Rakyat Miskin, di Kampung Ciuncal Tipar, Desa Sukamulya, Karangtengah, Kab. Cianjur Kamis (19/11/2015).

Peluncuran kartu ini adalah bukti akan dijalankannya program bantuan untuk rakyat miskin, sebesar Rp100 ribu per Kepala Keluarga (KK). Kartu ini akan diberikan kepada 25 orang KK miskin di tiap RT dan akan diberikan per bulan. “Kartu ini adalah upaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat, agar ekonomi keluarga bisa meningkat,” kata Irvan.

Pada acara peluncuran yang dihadiri ratusan warga, Irvan menambahkan, kartu yang akan berlaku ketika pasangan nomor urut dua ini terpilih nanti, bisa dipergunakan bagi keluarga miskin yang memiliki usaha kecil-kecilan untuk menambah modal usaha. Sehingga barang-barang yang didagangkan bisa bertambah, dan uang modal serta keuntungan bisa terus berputar.

Dengan itu menurutnya, masalah-masalah yang biasa dihadapi dalam memutar ekonomi keluarga bisa terbantu dengan kartu IRM ini. “Ini bisa menjadi solusi peningkatan pendapatan bagi keluarga miskin,” tandasnya.

Peruntukkan kartu ini dikatakan Ketua Karang Taruna Cianjur ini, memang selektif. Artinya, tidak semua keluarga mendapatkan kartu IRM. Hanya mereka yang termasuk dalam kategori miskin yang berhak untuk mendapatkan. Bagi mereka yang merasa mampu hendaknya tidak berusaha mendapatkan kartu ini.

Bila mereka yang merasa mampu dan menginginkan kartu ini dikatakan Irvan, hendaknya memiliki kesadaran diri untuk ikut membantu keluarga miskin agar bisa meningkat ekonominya.

“Di setiap satu RT pasti ada warga yang kurang mampu, nah hanya yang tidak mampu yang berhak. Bagi yang mampu hendaknya bersyukur dengan keadaan yang dimilikinya saat ini. Kalau bersyukur tentu rejeki kita akan ditambah oleh Allah SWT. Semoga kartu ini bisa merangsang peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga Cianjur lebih maju,” pungkasnya [KC-02/dak]**
Luka Tak Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa malam membawa secangkir racun di hatiku, membuatku lumpuh tak berdaya. Awalnya aku sudah cukup bahagia. Karena OVJ yang menemani malamku, serta mulai membuka kehidupan baruku. Namun Dedy mengahancurkan semangat hidupku, Dia patahkan sayapku lagi, dia membuatku trauma kembali. Apakah ini sifat aslimu? Satu tahun lebih aku mengenalmu, tak pernah kamu separah itu melontarkan kata-kata kasar padaku. Sekarang malah kamu caci maki aku sepuas hatimu. Apa karena kamu telah mengenalnya?” Aku salah mengenalmu selama ini. Malam penuh luka, berhujan air mata, serta kamu iris-iris hatiku hingga hancur.

Dedy sms: “Maaf menganggu. Aku harap sekarang jangan pernah menghubungiku lagi ataupun mengganggu hubunganku dengan Cinta, karena aku sudah tidak peduli dengan hidupmu. Kamu dekat dengan Dendy ataupun jadian dengannya silahkan itu terserah kamu. Aku punya hak untuk hidupku. Masalah Flasdisk dan Uang itu ambil, itung-itung itu sedekahku untuk kamu. Jangan ganggu Cinta karena aku yang mengejar-ngejarnya. Bukan Cinta. Thanks…”

Setelah membaca pesannya, tak terasa air mata pun menetes, panas dingin bercampur rasa kecewa dan hatipun tak mampu berkata lagi, Astafirullah… Astafirullah.. Astafirullah.. hatiku sakit ya Allah, beri aku kesabaran dan ketabahan hati. Ikhlaskan semua ini, aku tahu ini sulit. Aku gak boleh emosi, dan sengaja aku gak balas pesannya. Dendy dia tuduh seperti itu, padahal aku sama dia hanya ber
... baca selengkapnya di Luka Tak Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

CIANJUR, [KC].- Sejumlah anggota Panitai Pengawas Kecamatan Panwascam) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Cianjur 2015 menggelar aksi solidaritas atas dugaan terjadinya aksi kekerasan yang menimpa Ketua Panwascam Kec. Karangtengah, Lukman Syahrul yang diduga dilakukan oleh oknum pendukung salah satu pasangan calon. Aksi tersebut dilakukan ditengah kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) pemungutan dan penghitungan suara di aula wisma haji Ciloto Kec. Cipanas.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar mengatakan, pihaknya sudah melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum pendukung pasangan cabub/cawabub terhadap Lukman.“Kami melaporkan dugaan pemukulan ini, karena kami tidak terima dengan kejadian tersebut dan harus ditempuh melalui jalur hukum,” kata Saeful Anwar.

Saeful Anwar menambahkan, Panwaskab sengaja melaporkan dugaan tindak kekerasan karena kalau tidak dilaporkan, khawatir terjadi lagi dikemudian hari dan menjadi teror bagi anggota Panwas dalam bertugas. “Kita ini bekerja di lindungi undang-undang, kalau tidak puas dengan kinerja kami, silahkan ditempuh sesuai aturan,” tuturnya.

Dikatakan Saeful, puluhan anggota Panwascam se-Kabupaten Cianjur dan Panwaskab Cianjur melakukan aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di komplek Perumahan Perum Hegarmanah Desa Hegarmanah, Karangtengah, pada Selasa (17/11/2015). Selepas pembukaan Bimtek , para anggota Panwas langsung melaksanakan aksi solidaritas di halaman wisma haji Ciloto Cipanas.

Diawali orasi Ekka Merdeka dari Panwascam Cianjur Kota dan Unang Panwascam Pacet dan Ketua Panwascam Tanggeng Ceng Badri, serta Ketua Panwaskab Cianjur, Saeful Anwar. Mereka bergantian menyampaikan keprihatian atas dugaan pemukulan  yang dilakukan oknum tim sukses kepada penyelenggara negara.

“Ini bentuk penghinaan kepada kami, sebagai pengawas Pilkada yang dilindungi undang-undang, kami tidak terima rekan kami Lukman Syahrul mengalami kekerasan,” tegas Eka Merdeka.

Eka menjelaskan,  Lukman Syahrul sudah bekerja di lapangan sesuai dengan tugas dan fungsi yaitu pencegahan kampanye diluar jadwal. Namun, bukannya berterima kasih, malahan Lukman mendapatkan perlakukan kasar dari oknum tersebut. “Kalau rekan kami disakiti, berarti telah menyakiti semua anggota Panwascam se Kab Cianjur. Ini harus dilawan jangan dibiarkan,” tegasnya.

Selain itu, anggota Panwascam Pacet, Unang menerangkan, pihaknya sepakat bersama semua Panwascam dan Panwaskab untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Karena perlakukan kekerasan terhadap Lukman merupakan murni pidana. “Jangan dibiarkan harus dilawan,” paparnya.

Hal senada dikatakan Ketua Panwascam Tanggeng, Ceng Badri. Menurutnya  pihaknya sangat kecewa terhadap oknum pendukung salah satu paslon yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap anggota Panwascam saat melaksanakan tugas. "Adanya perlakukan yang kasar tidak mencerminkan etika yang baik dalam berpolitik. Ingat ini Cianjur yang dikenal dengan ramah dan santun. Bukan sebaliknya disakiti dan dinodai,” tegasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman percaya para pelajar Cianjur, banyak yang tidak menginginkan untuk melakukan tawuran dan lebih ingin berkreatifitas.

“Kita semua harus memperhatikan serius kebutuhan pelajar akan ruang untuk berkreasi dan berkreatifitas. Dengan adanya ruang itu, maka semangat muda para pelajar yang ingin menunjukkan eksistensinya bisa tersalurkan. Insya Allah aksi tawuran akan mereda,” kata Herman seusai silaturahmi dengan pendukung nomor urut 2 di wilayah Cianjur.

Pelajar yang masih memiliki semangat muda menggebu-gebu dikatakan Herman, adalah ekspresi dari semangat komunitas yang negatif. Karena itu perlu diberikan ruang terbuka untuk menggali potensi kreatifitas mereka, agar tersalurkan dengan baik.

Karena itu, dalam program pasangan Beriman nantinya bila terpilih, akan membuka ruang terbuka kreatifitas bagi anak muda. Serta mendorong para pemuda untuk meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang, musik, olahraga, seni dan budaya, wirausaha, otomotif dan lainnya.

“Program-program untuk mendorong para pemuda Cianjur berprestasi  kita persiapkan, agar para pemuda termasuk para pelajar memiliki ruang untuk menunjukkan ekspresi dan kreatifitasnya,” tukasnya.

Selain itu, tentu dibutuhkan bimbingan dan arahan dari para guru dan orang tua dalam menjaga para pelajar untuk hidup positif. Meski semangat muda terkadang tidak suka untuk diarahkan, namun setidaknya upaya  para guru dan orang tua akan memberikan pemahaman kepada mereka tentang tujuan hidup.

Terlebih juga peran orang tua di rumah sangat penting untuk menjaga anak-anaknya. Sebab peran peran guru di sekolah terbatas pada masa jam sekolah. Setelahnya menjadi tugas para orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Karena itu kedekatan orang tua dengan anak-anak harus terus ditingkatkan dan jangan diabaikan.

Terpenting juga adalah, penanaman nilai-nilai keagamaan dalam jiawa anak muda. Sebab menurutnya, ketika anak-anak muda memiliki dan mengetahui nilai agama, maka itu bisa menjadi benteng pertahanan bagi anak-anak muda ketika bertemu dengan suasana  baru yang kurang baik.

“Pelajar yang masih muda dalam proses mencari jati diri, karena itu perlu untuk kita bimbing dan beri masukkan. Jangan malas untuk bertanya soal kegiatan dan keinginan anak-anak kita, juga bercerita tentang apa yang mereka lakukan, dan dengarkan kata hati mereka, sehingga anak-anak bisa lebih dekat dengan orang tuanya,” pungkasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, KC].- Ketua Tim Pemenangan Beriman Ade Barkah Surahman mengajak seluruh  pendukung Beriman, konsentrasi memenangkan pasangan nomor urut dua.

“Saya mengajak semua pendukung Beriman untuk fokus terhadap proses pemenangan yang kita lakukan saat ini. Berbagai guncangan pasti akan berlangsung selama proses Pilkada ini berlangsung, namun jangan terpengaruh dan tetap fokus mengajak teman sakasur, sasumur, sadapur untuk memenangkan Beriman,” kata Ade Barkah.

Ade Barkah yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Kabupaten Cianjur ini menjelaskan,  sudah menjadi rahasia umum bahwa kemenangan pasangan Beriman sudah berada di depan mata. Karena itu, tentu akan banyak guncangan dan terpaan yang akan menggoyang pasangan Beriman.

Meski demikian, langkah para pendukung Beriman harus terus dipertahankan untuk menjaga kesolidan dukungan yang selama ini sudah terbangun.

“Jangan sampai karena kita  Insya Allah diberikan kemudahan kemenangan dalam Pilkada ini, lalu kita diam. Tapi harus terus bergerak melangkah maju, mengajak saudara-saudara kita untuk memilih Irvan-Herman,” tuturnya.

Program-program beriman yaitu infrastructure road map, insentif rakyat miskin dan insan rabbani mandiri, harus diterjemahkan menjadi bahasa masyarakat yang bisa diserap. Sehingga masyarkat lebih jelas mengetahui program yang akan dilakukan nantinya, untuk Cianjur lebih maju dan agamis.  “Itu menjadi tugas para relawan pendukung Beriman, sosialisasi terus untuk menjaga dukungan kita,” tukasnya.

Sementara itu, calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) berterima kasih atas doa para orang tua di Cianjur, untuk perjalanan menghadapi proses Pilkada pada 9 Desember nanti.

“Doa dari para sepuh di Cianjur adalah dorongan semangat bagi saya dan pak Herman. Karena saya percaya bahwa doa para orang tua sangat tulus dalam mengawal kami membangun Cianjur ke depan,” kata Irvan, saat bersama para orang tua di wilayah kecamatan Cugenang [KC-02/dak]**
 

CIANJUR, [KC].- Koordinator Kabupaten Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Kabupaten Cianjur, Rifa Rosyandi menilai menjelang Pilkada 9 Desember nanti, suhu politik di Cianjur akan memanas. Karena itu, patut bagi para kandidat dan tim pemenangan menahan diri agar tidak terjadi ketegangan yang menimbulkan gesekan massa.

Rifa yang juga aktifis NU muda Cianjur ini menjelaskan,   tindakan kekerasan dengan dalih apapun akan merugikan citra dan tingkat dukungan kandidat. Terlebih jika kekerasan dilakukan kepada penyelenggara Pilkada, Panwas atau KPU.  Hal itu tentu akan menimbulkan pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat.

“Kalau memang itu ada pelanggaran, maka selesaikan dengan mekanisme yang ada, tidak boleh melakukan tindak kekerasan. Karena itu menimbulkan teror terhadap penyelenggara negara,” katanya.

Hal ini dikatakan terkait dengan adanya pemberitaan tindakan kekerasan yang dilakukan pendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati, terhadap Ketua Panwascam  Karangtengah Lukman Syahrul. Dugaaan kekerasan berupa pemukulan terjadi, ketika Lukman mencoba menengahi dan menutup acara yang diselenggarakan tokoh masyarakat Hegarmanah, Ferry, yang rencananya akan mengundang calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM).

Dia menambahkan, dalam Pilkada ada aturan yang harus ditegakkan dan kewenangan itu tentu berada di tangan penyelenggara. Karena itu, menjadi kewenangan Panwas untuk melakukan penindakan bila terjadi pelanggaran.

Aksi massa yang melakukan penekanan menurutnya, malah akan menimbulkan citra buruk di tengah masyarakat terhadap kandidat tersebut. “Terlebih kalau saya lihat dalam tayangan televisi, terlihat sosok kandidat yang terlihat emosional dan masyarakat berusaha mencegahnya. Saya lihat juga ada ibu-ibu yang terlihat seperti ketakutan ketika terjadi aksi massa dalam cara tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan Advokasi dan Hukum Beriman, Abdul Kholik, mengatakan, acara yang digelar waktu itu adalah inisiatif masyarakat setempat dengan mengundang Irvan Rivano Muchtar. Namun Irvan sendiri tidak hadir dalam acara tersebut dan berada di rumahnya.

“Itu inisiatif masyarakat yang mengundang IRM untuk hadir, dan IRM sendiri tidak datang ke acara dan berada di rumah kediamannya saat itu. Proses selanjutnya kami serahkan kepada Panwas untuk menyelidikinya,” kata Abdul Kholik [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC],- Tim Advokasi Pasangan Calon No. 3  Suranto - Aldwin, Gan-Gan Gunawan Raharja, SH mengklarifikasi bahwa tidak ada tindakan pemukulan terhadap Ketua Panwaslu kecamatan Karangtengah pada saat terjadi pembubaran kampanye yang dilakukan diluar jadwal tersebut.

Menurutnya pihaknya telah berkomunikasi dengan  Lukman Syahrul Ketua Panwas Kecamatan Karang Tengah dan  Saeful Anwar Ketua Panwas Kabupaten Cianjur. Bahwa berita tentang adanya pemukulan terhadap  Lukman Syahrul Ketua Panwas Kec.Karang Tengah adalah tidak benar dan diakui oleh Lukman.

" Justru saat ini kami  merasa dirugikan dengan pemberitaan bohong ini dan sudah disebarluaskan di berbagai media, untuk itu tadi pagi kita sudah melakukan komunikasi ke beberapa koran harian dan Polres Cianjur terkait pemberitaan bohong tersebut, dan kita minta besok ada klarifikasi atas pemberitaan yang tidak mendasar tersebut" kata Gan-gan.

Sementara itu Ketua Tim Advokasi, Priatna Alinafiah, SH,  menegaskan bahwa hasil komunikasinya dengan pihak Polres Cianjur  dalam acara ini tidak ada unsur pidana karena pihaknya mendapatkan informasi di lapangan tidak ada pemukulan.

" Tadi saya konfirmasi dengan Kasatreskrim, beliau menegaskan bahwa tidak ada pemukulan, jika ada pemukulan pada saat kejadian pihaknya akan menciduk pelakunya, jadi jelas tidak ada pemukulan yang dilakukan relawan terhadap Ketua Panwaslu kecamatan Karangtengah pada saat terjadi pembubaran kampanye yang dilakukan diluar jadwal tersebut yang ada adalah dugaan Pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Calon  No. 2. karena Kampanye diluar Jadwal." kata Priatna.

Sebelumnya diberitakan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Cianjur Kecamatan Karangtengah, Lukman Syahrul, menjadi korban tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pendukung  disalah satu pasangan calon bupati/wakil bupati. Saat berupaya mencegah terjadinya kampanye diluar jadwal yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon bupati/wakil bupati lainnya di komplek Perumahan Perum Hegarmanah Desa Hegarmanah, Karangtengah, Selasa (17/11/2015).[KC.10]***
CIANJUR [KC],- Dalam rangka meningkatkan potensi dan pengalaman mahasiswa dibidang Ilmu hukum , Senin pecan lalu,  mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Peradilan Semu (KPS) dan Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAK) Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur, melaksanakan  kunjungan ke gedung bundar Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiwa yang tergabung dalam UKM PUSAK dan KPS memperoleh pencerahan seputar tugas pokok dan fungsi Kejaksaan Agung Republik Indonesia, salah satunya menyoroti komitmen kejaksaan dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.

“kami mempertanyakan sejauhmana komitmen kejaksaan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, terkait bergulirnya revisi UU KPK, yaitu mengenai pembatasan umur KPK menjadi 12 tahun, sehingga apabila revisi UU KPK tersebut benar-benar disahkan, kejaksaan harus mengambil alih seluruh kewenangan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.”kami mempertanyakan keseriusan Kejaksaan Agung dalam hal ini” tegas Ispan Ketua Dewan Pertimbangan PUSAK FH Unsur.

Kehadiran Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Suryakancana  diterima langsung Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Amir Yanto. “kami mengapresiasi kunjungan mahasiswa dari Universitas Suryakancana, hal ini relevan dengan program jaksa masuk sekolah, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan dunia pendidikan dalam rangka memberikan pencerahan dan Pengetahuan Hukum” ujar Amir.

Sementara itu Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Sahru Wiharma saat diwawancara di sela-sela kunjungannya, menyatakan komitmennya meningkatkan kualitas mahasiswa melalui pembelajaran di dalam kampus dan di luar kampus, seperti kunjungan ke Kejagung  ini.[KC.04]***

CIANJUR [KC],- Sungguh tragis. Kabupaten Cianjur masuk tiga daerah dengan tingkat kepuasan publik terendah di Jabar. Sedangkan tetangga terdekatnya, Kota Sukabumi justru memiliki indeks kepuasan publik  tertinggi di Jabar. Wakil Bupati Cianjur Suranto pun mengakui bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak, sehingga menempatkan Cianjur pada posisi yang memalukan.

“Saya minta maaf. Saya tidak bisa berbuat banyak sebagai wakil bupati, sehingga Cianjur  masuk tiga terendah di Jabar dalam indeks kepuasan publik,” kata Suranto, di rumah pribadinya, Jl. Ir. H. Juanda, Selakopi, Cianjur, Rabu (18/11).

Hasil survey Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) FMIPA Unpad yang dirilis Pikiran Rakyat  “PR” , Selasa (17/11), menyebutkan bahwa Cianjur, Kab. Sumedang dan Kota Cimahi merupakan tiga daerah dengan tingkat kepuasan masyarakat  terendah. Skor Cianjur 15.21, Kab. Sumedang 10.08, dan Kota Cimahi 32.98. Sedangkan tetangga terdekat Cianjur yakni Kota Sukabumi tertinggi di Jabar dengan skor 100.00.

Kendatipun Suranto  mengakui bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak, namun bukan harus mencari “kambing hitam” atau  siapa “pendosa”  yang menjadikan Cianjur terpuruk. Sebab peningkatan kepuasan publik menjadi tanggungjawab semua unsur yang terlibat dalam pemerintahan, termasuk masyarakat sendiri. Terlebih Suranto sebatas wakil bupati yang tentu kewenangannya terbatas.

Menurut Suranto, yang penting sekarang kita berpikir ke depan. Bagaimana membangun Cianjur kemudian agar terjadi perubahan. Siapapun bupatinya lima tahun ke depan, hasil pilkada 2016-2021, Cianjur harus berbenah diri agar masyarakat puas. Hasil survey yang menempatkan Cianjur  menjadi tiga derah dengan tingkat kepuasan publik terendah  menjadi warning atau peringatan.

“Pasangan mana pun yang menang pilkada pada  9 Desember mendatang, hasil survey itu harus menjadi peringatan. Serius membangun Cianjur  demi kepuasan masyarakat,  bukan demi kelompok, demi pribadi atau demi keluarga,” tegas Suranto, yang juga cabup bernomor urut 3.[KC.10/Smec]**

Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG

"Ini!" kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. "Berikan sama dia! Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?" Orang yang bernama Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.

"Kalau dia banyak bacot.....," kata laki-laki berkumis melintang itu pula, "bikin beres saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!" Kalingundil berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.

"Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!" Dibulatkannya tinju kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.

"Brakk!!"

Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yang hampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-maki seorang diri.

"Perempuan keblinger! D
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
CIANJUR, [KC].- Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Cianjur Kecamatan Karangtengah, Lukman Syahrul, menjadi korban tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pendukung  disalah satu pasangan calon bupati/wakil bupati. Lukman mengalami luka memar dibagian kepalanya sesaat setelah berupaya mencegah terjadinya kampanye diluar jadwal yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon bupati/wakil bupati lainnya di komplek Perumahan Perum Hegarmanah Desa Hegarmanah, Karangtengah, Selasa (17/11/2015).

“Saya hampir pingsan, karena bagian kepala ada yang memukul,” kata Lukman.

Peristiwa yang menimpa Ketua Panwascam itu bermula saat, seorang tokoh masyarakat Hegarmanah, F mengundang masyarakat dalam rangka silaturahmi dengan salah satu calon bupati. Karena mengetahui akan ada pertemuan mengundang masyarakat, Lukman langsung datang ke lokasi untuk melaksanakan pencegahan.

Ketika itu, Lukman memberikan penjelasan kepada F bahwa pada Selasa (17/11/2015), adalah jadwal kampanye pasangan nomor urut 3. Sehingga tidak diperkenankan adanya kampanye dari pasangan lain, apalagi sampai mengundang massa. massa .

Namun tiba-tiba tidak lama berselang datang rombongan dari sejumlah massa yang juga mendatangi rumah F. Situasi kian memanas, Lukman pun langsung menengahi ketegangan tersebut, namun sayangnya Lukman mendapat perlakuan kasar dan penghinaan dengan kata-kata kotor.

Kedua tangan Lukman dipegang oleh oknum pendukung salah satu pasangan calon itu, bahkan ada seorang diantaranya memukul Lukman dibagian kepala belakang.  “Saya sedang bertugas menengahi, tiba-tiba ada yang memukul saya dari belakang, sakit sekali kepala saya. Kalau memang merasa tidak puas dengan kinerja Panwas, ada mekanismenya. Bisa dilaporkan ke Panwaskab atau DKPP. Jangan main hakim sendiri. Kami disini bekerja dilindukungi undang-undang,” kata Lukman yang emosi.

Lukman juga tidak menerima lembaganya dihina melalui kata-kata kotor. “Ormas tersebut selain memukul saya, juga menghina Panwas dengan kata-kata kotor. Ini merupakan bentuk penghinaan berat bagi kami sebagai lembaga pengawas,” tegasnya.

Karena itu, setelah mendapatkan perawatan Lukman, rencananya hari ini Rabu (18/11), akan melaporkan ormas tersebut kepihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian. “Kami tidak terima dengan pemukulan dan penghinaan kepada Panwas,” tegas Lukman yang juga pengurus Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBH-C).

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Hukum Cianjur, (YLBH-C), O. Suhendra menyayangkan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum ormas pendukung salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati itu. “Seharusnya semua pihak dapat menghindari tindak kekerasan apalagi dialami oleh penyelenggara pemilu,” kata pria yang akrab disapa Aap itu.

Aap menegaskan, tindakan oknum ormas tersebut tidak mencerimkan etika dalam berpolitik. Apalagi di Pilkada Cianjur  saat ini disoroti oleh masyarakat Cianjur.  Sedangkan pelaku kekerasan yang dialami Ketua Panwascam Karangtengah, merupakan pidana. “Ini murni pidana,” pungkasnya [KC-02/dak]**
 

CIANJUR, [KC].- Ada resep mudah dan  ampuh jka  Cianjur ingin maju. Resep dimaksud terdiri dari tiga langkah saat di TPS yakni, langkah pertama buka surat suara, langkah kedua lihat surat suara, dan ketiga coblos nomor urut 3 pada kertas suara. Tentu saja nomor urut 3 ini milik pasangan cabup/cawabup  Suranto-Aldwin Rahadian (Oki)  pada pilkada Cianjur 2016-2021 tanggal 9 Desember mendatang.

“Jadi mudah dan ampuh, kan, jika ingin perbaikan ya, coblos  nomor 3 di balik bilik TPS nanti. Langkah pertama dan kedua cukup dibuka dan dilihat saja,” sebut  cabup Suranto saat berkampanye di depan ratusan warga di Kp. Salakopi, Kec. Cijati, Selasa (17/11/2015).

Dijaminnya takkan menyesal jika mencoblos nomor 3. Sebab ia bersama pasangannya, Oki, bertekad merubah Cianjur kearah perbaikan. Tekad ini bukan omong kosong, bukan bualan atau jualan demi menarik simpatik masyarakat. Apa yang akan dilakukan jika ditakdirkan menang pilkada, semata-mata untuk kemashlahatan atau kemanfaatan masyarakat.

“Kalau nomor 3 menang berarti masyarakat menang. Bukan kami, bukan keluarga kami, bukan kelompok kami, melainkan kemenangan masyarakat Cianjur yang berkeinginan menggapai perubahan kearah perbaikan,”  kata Suranto. Masyarakat  yang hadir pun memercayai pernyataan Suranto, sehubungan mereka tahu persis figur Suranto yang juga wakil bupati Cianjur ini.

Pada kesempatan yang sama, Hj. Lisboy, Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Cianjur, menjelaskan, sejatinya tak ada alasan untuk tidak memilih nomor 3. Sebab figur Suranto sarat pengalaman di birokraksi dan sepengetahuannya ia bersih dari praktek tercela, seperti dugaan korupsi maupun mengomersilkan jabatan. “Jadi titipkan saja amanat ibu dan bapak kepada pasangan nomor 3, Insya Allah akan bermashlahat untuk Cianjur,” yakin Hj. Lisboy, yang mendampingi Suranto saat berkampanye [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengajak masyarakat Cianjur untuk tidak meninggalkan tradisi gotong royong membangun desa. “Gotong royong adalah tradisi yang diajarkan nenek moyang, untuk saling membantu agar pekerjaan yang dilakukan menjadi ringan. Makna dibalik gotong royong adalah kebersamaan, dan persaudaraan,” kata Herman saat berada wilayah Cianjur.

Menurut mantan Direktur PDAM Tirta Mukti ini, di era modernisasi ini tradisi gotong royong harus terus ditingkatkan lagi. Sebab bukan tidak mungkin karena kesibukan, maka setiap orang menjadi individual. Karena itu, penting untuk menjaga dan meningkatkan tradisi gotong royong.

Dengan gotong royong, sesama warga juga bisa saling mengenal dan membantu ketika ada warga yang sedang kesulitan. Gotong royong juga akan membuat rasa persaudaraan diantara warga semakin kuat. Sehingga meningkatkan rasa siling asih dan asuh diantara sesama.

“Gotong royong tidak hanya dalam urusan membangun fisik rumah, mushalla, masjid dan lainnya. Tapi juga gotong royong dalam membantu tetangga dan saudara kita yang sedang kesusahan. Kalau kita jalankan gotong royong maka itu akan menjadi ibadah sosial kita yang diberkahi dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” tuturnya.

Karena itu,  penting juga tradisi gotong royong diajarkan kepada generasi muda saat ini. Menurutnya, generasi muda pada masa kini memang sarat dengan godaan modernisasi sehingga bila tidak diarahkan maka akan menjadi individualis.

“Tidak mau tahu dengan kondisi sekelilingnya itu yang harus kita cegah, sebagai orang tua harus mengajarkan sikap saling membantu diantara sesama. Karena generasi muda adalah penerus kita para orang tua, jangan sampai anak-anak muda tercerabut dari akar kita sebagai orang Sunda,” tuturnya [KC-02/dak]**
 

CIANJUR, [KC].- Masyarakat harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Masyarakat aktif mengawasi jalannya pilkada Cianjur 2016-2021, baik pada masa kampanye, pencoblosan 9 Desember mendatang maupun  perhitungan suara, mulai tingkat TPS,PPS, PPK, maupun KPU. Pengawasan dari masyarakat  diperlukan agar pilkada yang diikuti tiga kontestan  berjalan bersih, jujur dan adil.

“Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan, semakin kecil kemungkinan praktek kotor terjadi dalam pilkada,” kata cabup Suranto yang berpasangan dengan cawabup Aldwin Rahadian (Oki)  bernomor urut 3, pada kampanyenya  di lapangan Kp. Rawabanen, Desa Sukaraja, Kec. Kadupandak, Selasa (17/11/2015).

Oleh karena itulah masyarakat sejak dini harus peka. Kemungkinan terjadinya praktek kotor di lingkungan sejak sekarang dideteksi. Andaikan didapati praktek kotor, seperti politik uang, ancaman atau  intimidasi, dan sebagainya yang melabrak aturan, segera laporkan kepada pihak berwenang. Terlebih jika dilakukan aparat/birokrat yang seharusnya bertindak netral.

Apalagi nanti di hari-hari mendekati pencoblosan dan perhitungan suara, masyarakat harus benar-benar mewaspadainya. Jangan sampai suara yang diberikan kepada nomor 3 raib begitu saja akibat kecurangan. “Lebih banyak warga mengetahui berapa perolehan suara masing-masing kandidat di tiap TPS, itu lebih baik, bukan hanya saksi saja, ” ujar Suranto di hadapan ratusan warga  Kadupandak.

Imbauan kandidat Suranto yang juga wakil bupati ini tentu saja beralasan. Sebab  kabarnya  berdasarkan hasil studi  lembaga pengkajian Unpad Bandung pun, Cianjur termasuk kabupaten/kota yang rawan kecurangan. Pada titik mana terjadinya kecurangan nampaknya sudah menjadi rahasia umum dan publik pun  tahu persis dengan kejadian pemilu legislatif  lalu di Cianjur.

“Kami sudah mempersiapkan antisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan. Tapi tentu yang lebih bagus adalah semua pihak tidak berkeinginan berbuat curang, dan masyarakat turut pula mengawasinya,” tegas Suranto, yang diamini ratusan warga  dan mereka bertekad akan berjuang mendulang suara Suranto-Oki, serta mengawalnya agar hak politiknya tidak raib akibat perbuatan kotor [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Guru-guru di Cianjur mengapresiasi langkah calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM), memberikan pendidikan politik bagi para pemilih pemula. Karena langkah yang dilakukan IRM  mendorong para pelajar  untuk menggunakan hak poltiknya.

“Ini namanya pendidikan politik yang benar dan membantu tugas penyelenggara untuk meningkatkan partisipasi politik di Cianjur,” kata Ateng Junadi guru SD di Kecamatan Karangtengah Cianjur.

Selama ini menurutnya, dalam proses belajar mengajar, para pelajar sudah mendapatkan pelajaran tentang sejarah dan pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya soal partisipasi politik. Kemudian, ketika mereka bertemu dengan salah satu kandidat dan berdialog, maka pelajaran yang sudah diketahui pelajar bisa langsung dipraktekan untuk lebih mendalami.

Terlebih menurutnya, dalam proses dialog tersebut IRM mau mendengarkan soal isi hati para pemilih pemula dan alasan menggunakan hak politiknya. Juga IRM terbuka terkait program-program yang akan dilakukannya ketika terpilih nanti, terutama terkait kebutuhan para generasi muda.

“Jadi tidak seperti membeli kucing dalam karung, para pelajar sudah bisa melihat dan bertemu langsung dengan kandidat. Juga mengetahui tentang program yang akan dijalankan nantinya, sehingga mereka punya alasan kuat untuk memilih,”  jelasnya.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah IRM berhasil mengumpulkan para pelajar untuk mengajak para pelajar tidak melakukan tawuran. Dalam situasi para pelajar yang akhir-akhir ini diberitakan tentang tawuran, para pelajar bisa dikumpulkan dan bergabung bersama dengan penuh keceriaan dan mendapatkan ilmu bermanfaat.

“Inilah yang patut diapresiasi juga, pelajar dirangkul dengan dialog dan bernyanyi bersama, sehingga semua bisa campur baur, tidak ada rasa bermusuhan. Karena pelajar ini adalah anak-anak kita yang harus dirangkul dan dibimbing menuju masa depan lebih maju lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Beriman Lepi Ali Firmansyah mengatakan, beasiswa siswa tidak mampu, beasiswa S1, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi salah  satu program pasangan nomor urut 2 ketika terpilih nanti.

“Jadi bagi yang ingin bekerja setelah lulus SMA akan disediakan lapangan pekerjaan, begitu juga bagi siswa berprestasi yang kurang mampu akan melanjutkan ke universitas, kita siapkan program beasiswa. Inilah mengapa sudah tepat bila pemilih pemula mendukung nomor 2,” kata Lepi dihadapan ribuan pemilih pemula se-Cianjur [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yudi Junadi bersikap memilih calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar –Herman Suherman (Beriman) dalam  Pilkada Cianjur 9 Desember nanti.

Yudi menegaskan itu dihadapan ribuan pelajar pemilih pemula di gedung Assakinah.  Karena menurutnya pasangan Beriman memiliki program realistis dan dibutuhkan lulusan siswa SMA/SMK/MA yaitu mendirikan perguruan tinggi negeri di Cianjur.

“Pilihan saya karena itu.  Jadi kepada lulusan sekolah SMK/SMA/MA kalau mau kuliah jangan jauh-jauh. Di Cianjur juga ada perguruan tinggi negeri nanti," papar Yudi yang juga dosen Universitas Suryakancana (Unsur), Cianjur.

Dosen hukum ini memaparkan, Pilkada kali ini harus direbut oleh kaum muda. Sebab, kalau bupati muda banyak terobosan atau inovasi untuk memajukan daerahnya. "Banyak kepala daerah dipimpin pemuda. Di daerah yang dipimpin anak muda selalu maju dan masyarakatnya sejahtera. Di Cianjur sudah saatnya di pimpin oleh pemuda," tegasnya.

Karena itu, dikatakan mantan Ketua KPUD Cianjur, kepada para pelajar atau pemilih pemula jangan ragu untuk memilih nomor urut 2. "Kalau kita memilih nomor urut 2 dan Irvan menjadi bupati. Berarti Cianjur  ke depan akan lebih maju dan agamis," papar mantan Direktur PDAM Tirta Mukti Cianjur ini [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di Cianjur. Selain itu, pada kesempatana yang sama  mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya salah satu pelajar Cianjur yang meninggal dunia karena tawuran.

IRM juga mengutuk keras aksi tawuran yang tidak mencerminkan jiwa seorang pelajar. ”Saya berharap para siswa yang ada disini, bukanlah pelajar yang suka ikut tawuran. Karena masa depan masih panjang, dan harus diisi dengan prestasi,” kata Irvan di depan ribuan pemilih pemula di gedung Assakinah, kemarin.

Kini, para pemilih pemula yang masih duduk di banyku SMA dikatakan Irvan, harus terus belajar, termasuk belajar tentang politik. Terlebih kini, Cianjur sedang memiliki hajatan politik Pilkada 9 Desember nanti. Karena itu, penting bagi pemilih pemula untuk mengetahui pentingnya menggunakan hak politik dan alasan memilih calon pemimpin yang disukainya.

Karena itu, Irvan mengajak para pemilih pemula untuk berdialog langsung dan menyatakan pendapatnya terkait kenapa harus memilih dan kenapa alasan menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin Cianjur yangbakan dicoblosnya pada 9 Desember nanti.

“Ini adalah sejarah baru yang dialami pemilih pemula, tahun ini usia mereka genap berusia 17-18 tahun, dan mendapatkan hadiah dari negara mendapatkan hak politik untuk memilih. Karena itu, di kali pertama mendapatkan hak politik ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan memilih calon pemimpin yang tepat,” tuturnya.

Irvan yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur ini menambahkan, usia  pemilih pemula dengan Irvan yang kini berusia 35 tahun, tidak terpaut jauh. Karena itu sebagai anak muda, Irvan memiliki semangat yang sama dengan pemilih pemula dalam membangun Cianjur lebih maju.

Energisitas anak muda dalam membangun Cianjur, tentu harus mendapat respon dan dukungan dari pemerintah nantinya. Karena itu, bila terpilih nanti maka dukungan penuh untuk mengembangkan kreatifitas anak muda, untuk membangun Cianjur.

“Harus cari dan pilih yang tepat dan memiliki kesamaan visi sebagai anak muda. Usia saya dan adik-adik tidak terpaut jauh. Makanya harus pilih pemimpin yang  tahu maunya anak muda, suka musik, bisa jalan bareng mengembangkan kreatifitas demi kemajuan Cianjur nantinya,” jelas Irvan.

Sementara itu, salah satu pemilih pemula, Eka Nursakinah siswi SMA 1 Mande mengatakan, tahun ini dia akan menggunakan hak politik pertamanya. Setelah bertemu dan mendengar penjelasan dari Irvan Rivano Muchtar, Eka meyakinkan dirinya untuk memilih pasangan nomor urut dua.

“Saya baru pertama kali akan mencoblos, dan akan saya gunakan hak politiknya. Tentu saya akan memilih kak Irvan sebagai Bupati Cianjur nanti pada 9 Desember. Karena kak Irvan masih muda, punya gagasan yang bagus bagi anak muda agat berprestasi, seperti beasiswa S1, membangun sport centre dan memfasilitasi kreatifitas pemuda, juga akan ada wifi gratis nantinya agat anak muda bisa mengakses informasi lebih berguna,” kata Eka [KC-02/dak]**