DUKA MENDALAM dirasakan oleh Saefudin (36) penjaga SMPN 5 Nagrak Kecamatan/Kab. Cianjur. Betapa tidak, hanya kurang dari satu jam meninggalkan anak dan istrinya untuk bekerja membersihkan ruangan kerja guru, saat pulang kerumah sudah mendapati istri dan anak serta adik iparnya terut terbakar didalam rumah dinas yang didiaminya lebih dari tujuh tahun itu.
Peristiwa kebakaran yang terjadi Rabu (10/2/2016) menjelang subuh itu tak akan terlupakan dalam sejarah hidupnya. Dengan mata kepala sendiri, ia tidak mampu berbuat banyak mana kala melihat kobaran api begitu besar meluluhlantakkan bangunan rumah dinas yang didalamnya terdapat anak dan istri serta keponakannya.
Pria yang bekerja menghonor di SMPN 5 Nagrak itu berupaya tegar, namun tidak bisa menutupi kesedihanya mana kala mengingat pristiwa kebakaran yang disaksikan sendiri. "Saya harus ikhlas, ini takdir yang harus diterima. Memang berat, ini jalan yang terbaik buat anak dan istri saya," kata Saefudin saat ditemui disela menghantar pemakaman anak dan istri serta keponakannya ditempat pemakaman umum Kampung Ciangsana Desa Ciharasas Kecamatan Cilaku Kab. Cianjur.
Pria yang akrab disapa Ucok itu menuturkan awal mula peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan bangunan rumah dinas yang dibangunnya itu. Saat itu sekira pukul 03.00 WIB ia membangunkan istrinya. Sudah menjadi kebiasan istrinya, ia selalu bangun pagi dan memasak sejumlah makanan untuk didagangkan di kantin sekolah.
"Setelah membangunkan istri, saya langsung tinggal keluar rumah untuk bekerja membersihkan ruangan kerja guru. Istri saya sudah terbangun dan langsung ke dapur. Saat pergi saya juga tidak mengunci pintu rumah," kata Saepudin.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, ia langsung melaksanakan tugasnya. Diawali dengan membuka pintu ruangan kerja guru, lalu membersihkan lantai. Sejumlah meja gurupun tak luput dari perhatiannya satu persatu dibersihkan. Disaat tengah bekerja itulah, tiba-tiba listrik mati.
"Tiba-tiba listrik mati, saya bergegas memberesken perlengkapan bersih-bersih dan bermaksud pulang kerumah karena anak saya tidak bisa tidur kalau listrik mati. Tapi belum juga sampai dirumah, saya melihat kobaran api yang sudah membesar menghanguskan rumah dinas yang saya tinggali bersama anak dan istri," jelas Saepudin.
Melihat rumahnya terbakar, ia bermaksud memberikan pertolongan. Namun apa daya, kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah sehingga tidak memungkinkan untuk membeberikan pertolongan. "Saya lemas dan tidak bisa berbuat banyak. Anak istri dan adik ipar saya semuanya turut terbakar," kata Saepudin yang terlihat bersedih.
Ia menduga, kebakaran tersebut berasal dari kompor gas yang dinyalakan istrinya. Biasanya kompor yang digunakan istrinya untuk memasak itu suka mengalami gangguan susah menyala. "Biasanya suka minta tolong ke saya, tapi ini tidak, mungkin istri saya berupaya memperbaiki sendiri. Tapi ternyata malah menjadi bencana, kemungkinan gasnya ada yang keluar dan menyambar," paparnya.
Ia mengaku tidak memiliki firasat apapun atas musibah kebakaran yang mengakibatkan anak istri dan adik iparnya meninggal. "Tidak ada firasat apa-apa. Semuanya seperti biasa. Ini takdir buat keluarga saya," ungkapnya. [KC-02]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.