CIANJUR , [KC],- Kegiatan Simposium Nasional membedah tragedi 1965 adalah kegiatan yang berbau komunis untuk bangkit kembali ditanah air sehingga ini menjadi problematika kedepan untuk keutuhan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta mengancan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sejarah kelam Bangsa Indonesia Telah membuktikan kekejaman dan Penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap cita-cita bangsa yang selanjutnya termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Pada tahun 1948 ditandai dengan adanya pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Di Madiun. Didahului gerakan revolusioner yang disebut formal fase nonperlementer, yakni pengambilan kekuasaan dari pemerintah yang sah. Tepatnya pada tanggal 18 September 1948 Usaha Kudeta disertai penculikan, penganiayaan dan pembunuhan sejumlah penduduk sipil, polisi dan ulama Di Jawa Tengah Dan Jawa Timur.

Aksi sepihak oleh PKI dalam bentuk kekerasan ternyata masih berlanjut dan muncul kepermukaan sejak 1960-an. Meletusnya Gerakan 30 September 1965 seakan menjadi antiklimaks. Disusul gerakan sporadis hingga 1968-an. Sejarah PKI Di Indonesia memperoleh sejarah panjang pelanggaran Hak Asasi Manusia karena terjadi aksi-aksi antar kelompok di masyarakat dan dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Kemudian dengan ditetapkannya TAP MPRS NO. XXV/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Merxisme-Leninisme.

Oleh karena itu kami yang terhimpun dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Suryakancana menyatakan sikap bahwa “Komunis Adalah Musuh Kemanusiaan” serta kami menghimbau kepada seluruh Rakyat Indonesia khususnya Masyarakat Cianjur untuk bersama-sama, bahu-membahu agar waspada dan siaga pada setiap kegiatan, peristiwa atau hal-hal yang mengandung muatan menyebarkan faham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta mengancan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. [KC.04]**

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.