April 2017
CIANJUR, [KC],- Korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi 13 orang.
Kecelakaan tersebut melibatkan Bus Pariwisata Kitrans, dua minibus, satu angkot dan empat sepeda motor.
Saat ini sebanyak 11 korban sudah teridentifikasi diantaranya 9 Laki-laki dan 2 Perempuan. Selain itu kebanyakan korban berasal dari Jakarta.
Nama korban meninggal kecelakaan maut di Ciloto yang sudah teridentifikasi yakni Willy Chandra (L), Yoyo Yohanes (L), Wagiroen (L), Suyono (L), Yatna (L), Martin (L), Mimi (P), Sudinar (L), Jajang (L), Siti Masitoh (P) dan kedua korban lainnya masih belum diketahui indentitasnya.
Untuk korban tewas lainnya, saat ini masih dalam proses identifikasi. Selain itu sebanyak 5 orang mengalami luka berat dan 42 orang mengalami luka ringan.
Kecelakaan maut yang menewaskan 13 orang itu bermula saat Bus Kitrans dari arah Bogor menuju Cianjur mengalami rem blong. Bus pariwisata dengan nopol B 7058 BG itu meluncur di turunan Ciloto dan menabrak 8 kendaraan (4 mobil dan 4 sepeda motor).
Setelah menabrak sejumlah mobil dan sepeda motor, bus Kitrans meluncur ke arah kanan jalan dan terjun ke jurang yang berada di area perkebunan. Bus berhenti di kebun warga dengan posisi terbalik.
Kendaraan yang menjadi korban keganasan bus pariwisata itu yakni mobil Avanza warna silver nopol B-1087-BIO, Toyota Rush putih nopol B-1672-PYW, Toyota Avanza silver nopol B-1608-BKV, dan angkot jurusan Cipanas-Puncak, selain itu empat sepeda motor juga tak luput dari amukan bus Kitrans, yakni Zuzuki Satria biru nopol B-6917-BHK, Yamaha Mio merah nopol B-4503-BBI, Vario merah nopol B-3370-BQG, dan Vario nopol B-4503-BBI.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, tepatnya di tikungan Bumi Aki, Jalan Raya Puncak, Kp Ciloto RT 05/06 Desa Ciloto Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.[KC.06/Net]**
CIANJUR, [KC],- Peristiwa kecelakaan maut kembali lagi terjadi di Jalur Wisata Puncak, tepatnya di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur pada Minggu (30/4/2017) siang.

Delapan orang warga dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"8 orang meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, saat di konfirmasi.

Kecelakaan terjadi pada pukul 10.30 WIB melibatkan beberapa kendaraan seperti Bus Pariwisata Kitrans bernomor polisi B 7058 BGA menabrak Avanza Silver bernomor polisi B 1608 BKV, Avanza dan Pick Up dan beberapa kendaraan roda dua.

Saat ini petugas masih melakukan evakuasi. Kecelakaan membuat lalu lintas Puncak tepatnya di depan RM Bumi Aki arah Jakarta dan Cianjur macet parah.[KC.06]**
Mati Dalam Angan (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku berjalan di antara bebatuan ini. Bebatuan yang berfungsi menahan deburan ganasnya ombak yang bisa mengikis pantai. Angin laut berteriak ribut di telingaku seolah tidak menginginkanku datang ke wilayah khusus mereka. Tapi aku tidak memperdulikannya, aku tetap berjalan hingga ujung terjauh dari bebatuan ini. Sampai ke tempat mercusuar berada, begitu tiba aku duduk di bawahnya dan menatap jauh lautan biru.

Kegiatan itu sering kulakukan jika pikiran sedang suntuk, atau bisa juga karena perasaan yang tidak dapat kumengerti. Namun kali ini aku datang bukan karena kedua alasan tersebut. Aku datang karena sedang ingin merenung, memikirkan sesuatu yang bisa terjadi padaku kapan saja yaitu kematian. Ya, kematian. Sesuatu yang bisa datang kapan saja tanpa permisi atau pemberitahuan. Sesuatu yang pasti akan dialami oleh setiap insan bernyawa, dan sesuatu yang akan membuat sebagian dari kita merasakan kecemasan yang luar biasa karena tidak ingin mengalaminya. Tapi bagaimanapun kita menolak kematian, dia akan tetap mendatangi kita tanpa pandang bulu. Pertanyaannya adalah, apakah kita siap dan benar-benar ikh
... baca selengkapnya di Mati Dalam Angan (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

BOGOR,-[KC],- Kecelakaan Tabrakan beruntun yang melibatkan lebih dari delapan kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong,  gadog Kecamatan Megamedung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017) petang.
Sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah Ciawi.
Kecelakaan terjadi pada saat  lalu lintas sedang satu arah ke Jakarta.
Belum diketahui penyebab tabrakan beruntun yang menyebabkan banyak jatuhnya korban.
Pantauan  di lokasi, kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di antaranyan bus pariwisata, motor, dan beberapa mobil pribadi.
Hingga saat ini sejumlah korban masih berada di lokasi kejadian dengan kondisi luka-luka.
Petugas dari Polres Bogor sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Ciawi.
Korban yang masih tergeletak di lokasi kejadian adalah pengendara motor.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
Namun, menurut sejumlah warga penyebab tabrakan beruntun diduga karena jalan licin dan menurun.
"Ada kendaraan yang remnya blong dan menabrak kendaraan di depannya," kata seorang warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak mengalami kemacetan parah. [KC.04/net]
CIANJUR, [KC],- Komputer atau laptop menjadi modal utama sekolah untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun, nasib malang justru dialami oleh SMAN 1 Mande Cianjur. Sebanyak 36 unit komputer hilang jelang pelaksanaan UNBK.
Kepala SMAN 1 Mande Toto Suharya menuturkan, pencurian puluhan unit komputer tersebut terjadi beberapa jam sebelum pelaksanaan ujian berlangsung. ”Sekitar pukul 03.00 WIB mereka beraksi dan baru ketahuan sebelum ujian berlangsung. Semua komputer tidak ada, cuma tersisa tiga unit komputer server,” kata Toto, Senin 10 April 2017 pagi.
Menurutnya, terdapat beberapa penjaga yang piket di sekolah tersebut. Akan tetapi, komplotan pencuri tersebut tetap berhasil menjebol dan mengambil 36 unit komputer yang berada di sekolah.
Toto menambahkan, aksi pencurian tersebut tidak terekam oleh CCTV. Pasalnya, para pencuri mencabut CCTV utama yang menghadap ke ruangan, sehingga identitas dan jumlah para pelaku pun tidak diketahui dengan jelas. ”Hanya kelihatan beberapa bayangan hitam, tidak jelas berapa banyak (jumlahnya). Itu juga kelihatannya dari CCTV yang jauh,” katanya menjelaskan.
Akan tetapi, Toto tetap bersyukur karena server tidak ikut dicuri saat kejadian, sebab server tersebut memuat data-data siswa. Oleh karena itu, ia merasa beruntung siswanya dapat melangsungkan ujian meski harus dilakukan di sekolah lain.

Ia melanjutkan, koordinasi dengan pusat pun telah dilakukan, dan sekolah tersebut mendapat tenggat waktu hingga pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sekolah mengalami kerugian lebih dari Rp 200 juta dan memaksa siswa untuk melaksanakan UNBK di sekolah lain.[KC.04/net]
CIANJUR [KC],- Organisasi sayap pemuda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gema Keadilan Jawa Barat menyatakan sikap politik dukungannya pada Netty Prasetiyani dan Haris Yuliana untuk maju pada Pilgub Jabar 2018. Pernyataan sikap tersebut sesuai keputusan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Gema Keadilan Jawa Barat yang dilaksanakan hari ini.

"Kami bersepakat untuk mendukung dan mengusulkan dua nama antara lain Netty Prasetiyani dan Haris Yuliana dalam perhelatan Pilgub Jabar 2018 mendatang" ujar Didi Sukardi , Ketua Umum DPW Gema Keadilan Jawa Barat di Villa Permata Sukaresmi Cianjur.

Dukungan tersebut dikatakan Didi akan disampaikan kepada DPP dan DPW PKS Jabar.  "Rekomendasi ini akan disampaikan kepada DPP dan DPW PKS yang nantinya akan muncul satu nama calon Gubernur Jawa Barat " .

Keputusan Rapimwil Gema Keadilan Jawa Barat merekomendasikan kedua nama tersebut merupakan hasil voting  seluruh DPD se Jawa  Barat,  hasilnya suara terbanyak diperoleh Netty Prasetiyani disusul Haris Yuliana yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat.

Kedua nama tersebut terpilih karena secara ketokohan, popularitas dan integritas, sudah tidak diragukan lagi secara paripurna dan dipandang cakap melanjutkan semangat perjuangan Ahmad Heryawan" katanya.

Didi menambahkan "Dalam hal pemenangan Pilgub ini, DPW Gema Keadilan Jawa Barat akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan kesuksesan kemenangan tersebut". [KC.01]**
CIANJUR, (KC).- Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Resor Cianjur menangkap H L (36) seorang pengedar dan penyalahguna narkoba jenis daun ganja kering, Rabu (5/4/2017) sekira pukul 21.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, penangkapan itu terjadi setelah jajaran Sat Res Narkoba Resor Cianjur menerima laporan dari masyarakat tentang adanya seseorang yang memiliki dan menguasai narkoba golongan 1 jenis daun ganja kering.

Kasat Res Narkoba, AKP Cepi Hermawan mengungkapkan, tersangka ditangkap jajarannya di kediaman tersangka di Kampung Nangkorek RT 002/004, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

"Dari tangan tersangka kami amankan daun ganja kering seberat 19.43 gram yang di temukan terselip disela-sela pagar kayu, tepatnya di belakang rumah tersangka," ungkap Cepi, kepada wartawan, Kamis (6/4/2017).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Cepi menjelaskan tersangka di kenakan Pasal 111 Ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka kini mendekam di sel Mapolres Cianjur untuk keperluan penyelidikan dan pengembangan kasus," jelasnya. [KC-02/ang]**





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Napiroh (41) binti Adang Jayadi, tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Palahlar RT 003/002, Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia di Damaskus, Senin (27/2/2017) sekira pukul 20.30 waktu Damaskus.

Informasi yang dihimpun, Napiroh berangkat dari Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Uni Emirat Arab pada 26 September 2016 dengan visa yang dikeluarkan oleh Kedubes Uni Emirat Arab di Jakarta sebagai pelayan rumah tangga dari majikan Ibrahim Husen Muhammad Zar'ouni.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Ambar Dwi Wahyunigtyas melalui Sekretaris Dinas, Heri Suparjo mengiyakan dengan adanya seorang warga Cianjur yang meninggal dunia di Damaskus, akibat sakit.

Heri menyebutkan, dari hasil Komunikasi dinas dengan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta, Napiroh merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Selain berangkat dengan menggunakan administrasi yang salah. Almarhumah juga berangkat ke Damaskus pasca moratorium, yaitu tanggal 26 September 2016," ujar Heri, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/4/2017).

Heri menjelaskan, Napiroh berangkat ke luar negeri dengan menggunakan pasport umum bukan untuk TKI.

"Napiroh berangkat dengan menggunakan pasport umum yang di keluarkan oleh Kantor Imigrasi Bandar Lampung dengan nomor B 4737855," jelasnya. Ditambahkan Heri, rencananya jenazah akan tiba di Indonesia, Rabu (5/4/2017) sekira pukul 05.30 Wib.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan di lingkungan tempat tinggal almarhumah dan mereka sudah siap untuk menerima jenazah," ucapnya. [KC-02/ang]**





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
GEKBRONG, [KC].- Setelah petugas Kepolisian Res Cianjur dibantu anggota PMI Kabupaten Cianjur berhasil mengevakuasi Maman (42) sopir truk yang sempat terjepit di dalam kabin truk selama dua jam, petugas langsung menerjunkan mobil derek ukuran besar guna mengevakuasi kedua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Akibatnya ruas Jalan Cianjur-Sukabumi sempat tersendat dan terjadi kemacetan hingga belasan Kilometer dari kedua arah, karena petugas kepolisian melakukan penyetopan arus kendaraan untuk memudahkan evakuasi kendaraan.

Sementara itu, untuk data korban dalam kejadian itu.

1. Maman (42) warga Kp. Bangkuwobg, Ds. Bungbangsari, Kec. Takokak.

2. Rizki (13) warga Kp. Bangkuwobg, Ds. Bungbangsari, Kec. Takokak.

3. Mulyana Firmansyah (24), warga Kp. Sawahlega no 11 rt. 06/04 Ds/Kec Citamiang, Sukabumi. [KC-02/ang]**



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
GEKBRONG, [KC].- Kecelakaan Lalulintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Cianjur-Sukabumi KM 15, Kp. Gombong, Desa/Kecamatan Gekbrong, Selasa (4/4/2017) sekira pukul 09.15 Wib.
Kejadian yang tepat terjadi tak jauh dari Pasar Gekbrong itu melibatkan kendaraan truk engkel bermuatan garam bernomor polisi (nopol) F 8453 SB dengan angkutan kota (angkot) trayek Cianjur-Gekbrong nopol F 1909 YM.
Akibatnya tiga orang yang merupakan sopir dan penumpang truk engkel harus mendapatkan perawatan serius di RSUD Cianjur. Bahkan, petugas kepolisian dari Res Cianjur harus berupaya selama lebih kurang dua jam untuk mengeluarkan badan sopir yang terjepit jok truk.
Kusmana (35), saksi mata mengungkapkan kecelakaan itu terjadi saat truk yang melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur dengan kecepatan sedang itu tiba-tiba oleng ke arah kiri jalan dan menimpa angkot yang sedang menunggu penumpang di sekitar lokasi kejadian.
"Kejadiannya cepat, sebab tak ada yang mendengar suara rem truk atau apapun. Warga, tahu setelah truk menimpa angkot yang terparkir untuk menunggu penumpang," ungkap Kusmana, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (4/4/2017).
Kusmana menyebutkan, dua orang korban berhasil langsung di evakuasi oleh warga dan dibawa ke Klinik PMI Gekbrong. Sementara untuk sopir truk, ucap dia, membutuhkan waktu dua jam untuk mengeluarkan tubuhnya yang terjepit bagian kendaraan.
"Evakuasinya (sopir truk, red) sekitar dua jam. Bahkan petugas sampai membawa alat berat untuk memotong bagian kendaraan yang menjepit tubuh korban," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Warungkondang, Kompol Agus S Bunyamin menuturkan, untuk dugaan sementara kecelakaan itu terjadi akibat kondisi kendaraan yang tak laik jalan.
Namun, Agus menjelaskan, pihaknya dibantu Unit Laka Lantas Polres Cianjur masih melakukan identifikasi terkait penyebab pasti terjadinya kecelakaan itu.
"Dugaan sementara akibat truk tak laik jalan. Untuk korban ada tiga orang, dua orang mengalami luka berat dan satu luka ringan. Kini mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur," jelas Agus. [KC-02/ang]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIRANJANG, [KC].- Melakukan pungutan liar (pungli) tiga orang oknum wartawan mingguan ditangkat Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Minggu (2/4/2014). Mereka ditangkap saat tengah beraksi pada para pemilik kolam terapung di Kawasan genangan air Kampung Calingcing, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang.
Ketiga oknum wartawan yang ditangkap tersebut adalah H. M M, DS dan Hab. Mereka dikeetahui sebagai warga Kecamatan Kaupandak, Kabupaten Cianjur. Sementara tiga rekannya Muk (30), Hen (25) dan De Ir (35) warga Kampung Pasir Muncang RT 02/01, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak masih dalam pengejaran petugas. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Menurut penuturan Jeni Sopyan (27) salah seorang korban warga Kampung Calingcing, Desa Sindangjaya menjelaskan, modus yang dilakukan para oknum wartawan tersebut adalah memaksa para warga untuk membeli kaos berlogokan salah satu media mingguan terbitan Jakarta. Tidak hanya kepada warga Calingcing saja, tapi warga Jangari, Coklat Kecamatan Mande dan Nusa Dua Kecamatan Sukaluyu, telah duluan menjadi korban para oknum wartawan.
"Mereka menjalankan aksinya itu sudah dua mingguan, mulai dari 20 Maret 2017 sampai 2 April 2017. Mereka memaksa menjual kaos warna coklat yang berlogokan media B dengan harga perpotongnya Rp.100 ribu dan memaksa setiap pemilik kolam harus membeli minimal 5 potong kaos," kata Jeni.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama warga lainnya merasa resah, karena banyak kejanggalan utamanya menawarkan kaos terkesan memaksa, wajib seluruhnya membeli 5 potong kaos dan seluruh yang membeli kaos akan dijamin dari keamanan lingkungannya.
"Mereka mengaku akan menjamin para pemilik kolam yang membeli kaos sebanyak 5 potong dari berbagai permasalahan apapun," katanya.
Selain itu kata Jeni, ada salah seorang oknum wartawan itu yang membawa seperti senjata api berupa pistol ketika menawarkan kaos pada pemilik kolam yang dianggap susah. Oknum tersebut memperlihatkannya sepucuk Pistol di pinggangnya. "Makanya kami langsung melaporkan ke Polsek atas kejadian yang menimpa kami," tegasnya.
Begitu mendapatkan laporan adanya oknum wartawan yang melakukan pungli, Tim Buser Polsek Ciranjang langsung bergerak cepat. Para oknum wartawan yang sedang melaksanakan oprasi di lingkungan kolam terapung tepatnya di lokasi Kebun Jengjen diamankan langsung diamankan tim Buser Polsek Ciranjang tanpa perlawanan. Namun sayang tiga orang oknum wartawan lainnya, tidak di lokasi kejadian.
Ketika oknum wartawan yang diamankan itu selanjutnya digelandang ke Mapolsek Ciranjang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Ciranjang Kompol Sapri Lubis membenarkan adanya tiga oknum wartawan yang diamankan pihaknya. Penangkapan dilakukan setelah adanya warga Calingcing yang melapor pada pihak Polsek Ciranjang. Awalnya warga pemilik kolam jaring terapung digenangan air Kampung Calingcing merasa resah, karena ada enam orang oknum wartawan media B menjual paksa kaos warna coklat yang berlogokan media tersebut dan juga bertuiskan Pers dengan harga per kaosnya Rp.100 ribu.
"Mereka oknum itu memaksai setiap orang pemilik kolam harus membelinya 5 potong kaos. Ini sudah meresahkan warga, masa berjualan sambil memaksa," katanya.
Selain mengamankan tiga orang oknum wartawan, pihaknya juga turut mengamankan tiga buah ID Card, 3 buah HP, satu lembar surat tugas, 5 lembar pernyataan partisipasi Cindramata berbentuk kuitansi dan 8 potong kaos berwarna Coklat berlogokan media B yang berlutiskan Pers.
"Ketiga orang oknum wartawan yang kami amankan masih dilakukan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. Ketiga orang oknum tersebut, akan diserahkan pada pihak Saber Pungli. Kami juga masih mengejar tiga oknum wartawan lainnya yang merupakan rekan ketiga oknum yang kami amankan," paparnya. [KC-02/pip]**



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!