October 2017

Ahad (29/10) menjadi hari bersejarah bagi warga masyarakat di Kp. Rawagede Desa Cimenteng Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, pasalnya tepat pada hari itu wilayah yang dekat dengan area wisata Gunung padang tersebut menjadi perhatian masyarakat, tak hanya masyarakat lokal namun dari tamu undangan dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah, hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan masjid, ponpes tahfidz qur’an dan rumah yatim dan dhuafa Daaru Zamzam, pengobatan gratis 1000 pasien dan santunan 100 anak yatim.
Sementara itu, turut mendukung rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Daaru Zamzam  menyelenggarakan pengobatan gratis untuk 1000 pasien, kerjasama kemitraan  dengan Klinik Harapan sehat Cilaku Cianjur.
Tampak hadir dan menyaksikan acara tersebut unsur dari forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Cianjur, para alim ulama dan tokoh masyarakat, tak ketinggalan Buya Abdullah Mukhtar pimpinan ponpes An Nidzom Sukabumi, serta pakar ekonomi syariah yang sudah masyhur karena keilmuannya Muhammad Syafii Antonio sekaligus sebagai bapak angkat pendiri yayasan Daaru Zamzam.
Menurut Muhammad Abdul Latif atau akrab disapa kak Mal, pendiri sekaligus pembina   yayasan Daaru Zamzam, bangunan masjid, ponpes tahfidz qur’an dan rumah yatim ini akan dibangun di atas tanah wakaf seluas + 1,2 hektar, dan hingga kini sudah berdiri bangunan pusat bisnis santri. “Dari sini nantinya akan lahir para hafidz dan hafidzoh, mereka akan digembleng selama tiga tahun untuk menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz, untuk itu mohon do’anya dari semua pihak semoga dimudahkan dalam pembangunannya“Harap kak Mal.   
Syafii Antonio selaku penasehat Daaru Zamzam mengamanatkan tiga hal dalam berjuang menegakkan agama Alloh yaitu harus mau kerja keras, istiqomah dan bersabar.
“Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, jika angkatan muda mati rasa, matilah semua bangsa”. Ungkapan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Anak Semua Bangsa tersebut kiranya amat cocok menjadi nasihat bagi kita sebagai bangsa Indonesia dan pemuda Indonesia. Pasalnya, sejarah perjuangan bangsa Indonesia memang tidak bisa dilepaskan dari peran besar pemuda atau kaum muda.

Sudah 98 tahun, terhitung sejak 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia dan bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda. Dimana pada masa itulah pemuda-pemuda memperjuangkan keyakinan yang satu atas bangsa Indonesia. Mereka yang berasal dari berbagai organisasi dan latar-belakang seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Islamiten Bond, Jong Celebes, Jong Sumatera, Jong Borneo dan lain-lain, merasa terpanggil untuk melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda sadar bahwa perlu adanya kesadaran kolektif serta identitas kolektif dalam bersatu melawan penjajah. Oleh sebab itu, para pejuang muda pada saat itu rela menanggalkan latarbelakang atau kepentingan sektoral yang melekat pada dirinya untuk bersatu melawan penjajah dan mempejuangkan kemerdekaan dengan mendeklarasikan diri menjadi Jong Indonesia.

Melihat sejarah Sumpah Pemuda, kita dapat melihat bahwa pemuda lah yang berjuang dengan jiwa dan raganya demi persatuan dan kemerdekaan. Pemuda lah yang menjadi penggerak dan pelopor perubahan nasib bangsa. Pemuda juga lah yang berani berjuang dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun apa kabar pemuda Indonesia hari ini?

Sungguh ironis, ketika banyak pemuda yang tidak mampu bahkan mau memahami apa makna yang ada dibalik peristiwa Sumpah Pemuda yang digaungkan ketika Kongres Pemuda II, bahkan menganggap momen Sumpah Pemuda hanya sebagai prosesi ceremonial belaka. Padahal, pada masa itulah titik awal dimana Bangsa Indonesia dideklarasikan dengan prosesi yang penuh pengorbanan darah, jiwa dan raga. Sehingga kita dapat menikmatinya kini.

Namun Semangat Sumpah Pemuda seolah dilupakan begitu saja. Lihat saja, banyak pemuda yang menjadi korban teror gaya hidup atau teror hedonisme bahkan telah menjadi agen penyebarnya. Banyak pemuda yang kini menggaungkan perseteruan dan perpecahan, bukan persatuan. Banyak pemuda yang lupa terhadap spirit Sumpah Pemuda, padahal tak setetes pun darahnya diminta untuk Indonesia.

Sebagai pemuda yang insyaf dan sadar akan tanggungjawab anak bangsa, saya ingin mengajak para pemuda Indonesia bahwa kita lah pemegang tampuk kepemimpinan kelak, bahwa ditangan kita lah nasib bangsa Indonesia terkepal. Pemuda lah yang harus mencetak sejarah hari ini dan menentukan bagaimana masa depan Indonesia. Sebagaimana diamini oleh Ben Anderson, seorang Indonesianis, dalam bukunya Java In a Time of Revolution: Occupation & Resistance, bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pergerakan pemuda.
[28/10 17.09] FAISALFH: Refleksi sumpah pemuda, pemuda sebagai tonggak perubah bangsa
“Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, jika angkatan muda mati rasa, matilah semua bangsa”. Ungkapan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Anak Semua Bangsa tersebut kiranya amat cocok menjadi nasihat bagi kita sebagai bangsa Indonesia dan pemuda Indonesia. Pasalnya, sejarah perjuangan bangsa Indonesia memang tidak bisa dilepaskan dari peran besar pemuda atau kaum muda.

Sudah 89 tahun, terhitung sejak 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia dan bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda. Dimana pada masa itulah pemuda-pemuda memperjuangkan keyakinan yang satu atas bangsa Indonesia. Mereka yang berasal dari berbagai organisasi dan latar-belakang seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Islamiten Bond, Jong Celebes, Jong Sumatera, Jong Borneo dan lain-lain, merasa terpanggil untuk melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda sadar bahwa perlu adanya kesadaran kolektif serta identitas kolektif dalam bersatu melawan penjajah. Oleh sebab itu, para pejuang muda pada saat itu rela menanggalkan latarbelakang atau kepentingan sektoral yang melekat pada dirinya untuk bersatu melawan penjajah dan mempejuangkan kemerdekaan dengan mendeklarasikan diri menjadi Jong Indonesia.

Melihat sejarah Sumpah Pemuda, kita dapat melihat bahwa pemuda lah yang berjuang dengan jiwa dan raganya demi persatuan dan kemerdekaan. Pemuda lah yang menjadi penggerak dan pelopor perubahan nasib bangsa. Pemuda juga lah yang berani berjuang dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun apa kabar pemuda Indonesia hari ini?

Sungguh ironis, ketika banyak pemuda yang tidak mampu bahkan mau memahami apa makna yang ada dibalik peristiwa Sumpah Pemuda yang digaungkan ketika Kongres Pemuda II, bahkan menganggap momen Sumpah Pemuda hanya sebagai prosesi ceremonial belaka. Padahal, pada masa itulah titik awal dimana Bangsa Indonesia dideklarasikan dengan prosesi yang penuh pengorbanan darah, jiwa dan raga. Sehingga kita dapat menikmatinya kini.

Namun Semangat Sumpah Pemuda seolah dilupakan begitu saja. Lihat saja, banyak pemuda yang menjadi korban teror gaya hidup atau teror hedonisme bahkan telah menjadi agen penyebarnya. Banyak pemuda yang kini menggaungkan perseteruan dan perpecahan, bukan persatuan. Banyak pemuda yang lupa terhadap spirit Sumpah Pemuda, padahal tak setetes pun darahnya diminta untuk Indonesia.

Sebagai pemuda yang insyaf dan sadar akan tanggungjawab anak bangsa, saya ingin mengajak para pemuda Indonesia bahwa kita lah pemegang tampuk kepemimpinan kelak, bahwa ditangan kita lah nasib bangsa Indonesia terkepal. Pemuda lah yang harus mencetak sejarah hari ini dan menentukan bagaimana masa depan Indonesia. Sebagaimana diamini oleh Ben Anderson, seorang Indonesianis, dalam bukunya Java In a Time of Revolution: Occupation & Resistance, bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pergerakan pemuda.
Mahasiswa adalah pewaris peradaban yang harus menggoreskan sebuah catatan kebanggaan dilembar sejrah manusia.
Mahasiswa tidakkah kalian tahu betapa banyaknya para pendahulu kalian ditahun 1928, 1945, 1966, 1998, mereka selalu berikhtiar untuk membela rakyat mengorbankan jiwa dan raga untuk negeri ini, untuk negeri yang berdiri kokoh dan untuk rakyat yang sejahtera.

Seharusnya spirit perjuangan terus mengalir menembus ruang dan waktu sehingga dikenal hingga hari ini sebagai nilai-nilai idealisme mahasiswa yang harus selalu dijaga agar tetap utuh agar para pecundang dan penghianat bangsa tidak lagi berkeliaran dinegeri ini.

Dan lagi lagi mahasiswa turun kejalan untuk meneriakan keadilan dan kebenaran. dimana janji - janji politik sang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tidak berbanding lurus dengan realitas. Aksi mahasiswa 20 Oktober 2017, Secara bergantian para simpul organisasi mahasiswa menyampaikan orasinya dari atas "mobil komando". hingga larut malam mahasiswa menunggu jawaban langsung dari Presiden yang tidak kunjung datanng dan dibeberapa titik aksi jawabannya adalah tindakan refresip terhadap mahasiswa yang sedang memperjungkan rakyatnya.

Lain halnya dengan aktifis cipayung plus yang telah diperdaya pencitraan penguasa dan dibekukan urat kritisnya dengan pelaksanaan jambore kebangsaan dan wirausaha.

Namun tindakan aktifis cipayung plus tersebut tidak akan membuat kami diam dan kami akan melakukan aksi secara besar-besaran didepan pintu gerbang kebun raya cibodas, cipanas-cianjur. Atas nama rakyat indonesia kami akan tanyakan janji janji politis presiden jokowi dodo saat membuka kegiatan jambore tersebut yang telah meninabobokan segelintir elit Cipayung plus yang urat kritisnya sekarang telah membeku.
CIANJUR, [KC],- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Garindra, Ahmad Syaikhu yang berpasangan dengan Cagub Deddy Mizwar, bertatap muka dan Ngopi Bareng dengan berbagai komunitas pemuda di salah satu warung kopi, jalan Dr Muwardi, Bypass, Cianjur, Minggu (15/10).

Kehadiran Ahmad Syaikhu yang juga wakil Walikota Bekasi tersebut, bertatap muka langsung dengan para perwakilan Komunitas Pemuda Cianjur, serta menyerap aspirasi Pemuda, khususnya Pemilih pemula, ” Sebagai pemuda harus berani tampil ke depan menghadapi peradaban zaman yang kian maju,” kata Syaikhu singkat di hadapan para perwakilan Pemuda.

Menurut Aulia, Sekretaris Umum Gema Keadilan Cianjur, acara sosialisasi yang di gelar Gema Keadilan untuk pemilih pemula bertujuan untuk memperkenalkan kepada pemilih pemula calon wakil gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu, ” Gema Keadilan salah satu sayap partai akan terus berjuang dan memperkenalkan cawagub Jawa Barat dari PKS kepada masyarakat, ” katanya yang humas DPD PKS Cianjur.

Sementara itu, acara temu kangen dengan komunitas Pemuda Cianjur yang berlangsung santai tersebut, juga dihadiri Sadar Muslihat, Kabid Polhukam DPW PKS Jawa Barat [KC.06/Cakrawala]**
CIANJUR,[KC],- Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera, Ahmad Syaikhu, melakukan pertemuan dengan kader dan partisipan PKS di Kabupaten Cianjur, Minggu (15/10).

Ahmad yang merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat tersebut melakukan konsolidasi dan penguatan pendukungnya untuk pemenangan dia dan Deddy Mizwar dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

"Sampai hari ini saya masih berpegang terhadap apa yang diungkapkan oleh Prabowo Subianto, dan Ketua Majlis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri. Saya sudah dipanggil  bahwa form untuk Calon Gubernur Demiz sementara saya Wagub," ujar Syaikhu dalam konferensi pers seusai agenda konsolidasi kader di Gedung dakwah sadewata Cianjur.

Ahmad yakin PKS dan Gerindra bisa memenangkan pilgub dan terpilih memimpin Jabar, pergerakan mesin partai dan kepercayaan warga atas kepemimpinan kader sebelumnya pun jadi  senjata yang dinilai kuat.

Ditambahkan Syaikhu, Gerindra dan PKS tengah melakukan konsolidasi dengan partai lain untuk menambah kekuatan menghadapi Pilgub Jabar 2018 memang dipersilahkan untuk melakukan penjajakan dengan partai lain.

"Secara kedekatan dengan Partai Demokrat maupun PAN memang sudah dekat, dan kami akan lakukan komunikasi lebih intens. Mudah-mudahan, empat partai bisa menjadi koalisi besar untuk mempermudah proses pemenangan di Pilkada Jabar," pungkasnya.[KC.06]**
 CIANJUR,[KC],- Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, mesin politik PKS di Kabupaten Cianjur, mulai dipanaskan. Hal itu untuk suksesi pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu sekaligus bakal Cawagub Jabar menegaskan, harapan di Pilgub agar PKS bisa memenangkan kembali seperti pada dua pilkada sebelumnya di Jabar yang dimenangkan kader partainya.

Modal terkuat untuk memenangkan pilkada, kata dia, adalah dengan menggerakan mesin partai. Kedatangannya ke Cianjur untuk mengingatkan pada semua jajaran agar menjaga soliditas dan menjamin tidak adanya friksi di dalam partai.

“Kader di setiap daerah siap untuk bergerak. Hal ini merupakan kunci dari kemenangan pilgub Jabar 2018 mendatang,” katanya penuh semangat dalam konsolidasi dan silaturahmi bersama pengurus, kader, dan simpatisan di DPD PKS Kabupaten Cianjur, Minggu (15/10).

Menyinggung roadshow, sambung Syaikhu, dilakukan mulai September hingga awal Nopember 2017 mendatang. Inti roadshownya itu dia ingin bertemu seluruh jajaran struktur maupun kader serta simpatisan di Jabar.

” Targetnya tidak ada lagi keraguan untuk memberikan dukungan untuk pemenangan pasangan Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Cianjur drh. Baruna menerangkan kader PKS yang menjadi gubernur yakni Ahmad Heryawan dinilai telah berhasil membangun Jabar. Dia berharap estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan oleh kader PKS lainnya.

“Kader dan simpatisan PKS di Cianjur siap memenangkan pasangan Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu,” ungkapnya diamini oleh seluruh kader PKS yang hadir. [KC.06]**
CIANJUR,[KC],- Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat dari PKS Ahmad Syaikhu dijadwalkan akan melaksanakan safari politiknya ke  Kabupaten Cianjur pada Minggu (15/10)

Ada yang menarik dari kedatangan pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Bekasi tersebut. Rencanannya,  pagi ini Ahmad Syaikhu akan menikmati sarapan pagi bersama sejumlah Ormas Islam Cianjur

“Rencanannya sebelum menghadiri acara konsolidasi, beliau akan terlebih dahulu makan pagi bersama sejumlah Ormas Islam yang tergabung dalam Konsorsium ummat Islam ” ungkap Kepala Bidang Humas DPD PKS Kabupaten Cianjur Aulia.

Sebanyak 12 organisasi Islam yang tergabung dalam Konsorsium Ormas Islam di Kabupaten Cianjur hadir bersilaturahmi dengan bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu.

Silaturahmi ormas Islam ini digelar di Gedung Pondok Pesantren Attaqwa Cikidang Cianjur Pimpinan KH. Umar Burhanudin, Minggu (15/10).

Dalam silaturahmi tersebut, Bakal calon Wagub Jabar dari PKS ini berharap kebangkitan Ummat Islam  di berbagai sektor, tidak hanya politik tetapi juga di bidang usaha dan lainnya, makanya dibutuhkan kebersamaan antara ummat dan Ormas Islam.

" Ummat Islam harus bangkit di bidang Politik, namun tidak hanya itu di sektor lainnya seperti usaha, untuk itu ummat dan Ormas Islam harus terus bersama sauyunan." ungkap syaikhu dihadapan Ormas Islam Cianjur.

Kunjungan bakal cawagub PKS ini dilaksanakan dalam rangka Roadshow Silaturahmi Kader Partai Keadilan Sejahtera di beberapa tempat di Jawa Barat, rencananya hari ini Ahmad Syaikhu akan bertemu dengan kader PKS di Gedung Dakwah Sadewata Cianjur, dan ngopi Bareng Pemuda Cianjur. [KC.06]**
CIANJUR, [KC-],- Bakal calon wakil gubernur Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Muthmainnah Kabupaten Cianjur Minggu (15/10). Ahmad Syaikhu mengawali kedatangannya di Cianjur dengan melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al-Muthmainah yang dilanjutkan  dengan Silaturahmi bersama Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur KH.R. Abdul Halim.

Kunjungan bakal cawagub PKS ini didampingi Ketua DPD PKS Kabupaten Cianjur Baruna FH dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sadar Muslihat. Kehadiran bakal cawagub Jabar ini disambut baik oleh Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Muthmainah.

''Saya datang ke sini dalam rangka silaturahmi dan mohon nasihat serta dukungan dari para alim ulama di Cianjur  '' kata Syaikhu kepada wartawan setelah bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kab. cianjur.

Sementara itu KH.R. Abdul Halim sangat mengapresiasi terhadap kinerja Ahmad Heryawan dalam memimpin pemerintahan di Provinsi Jawa Barat, untuk itu  dirinya berharap  calon gubernur dan wakil gubernur dari PKS khususnya Ahmad Syaikhu dapat  meneruskan prestasi dan prestise yang telah diraih oleh Ahmad Heryawan.

" Jawa Barat di pimpin Ahmad Heryawan yang diusung PKS terbukti mampu membawa berbagai prestasi untuk jawa barat, untuk itu saya berharap calon pemimpin yang akan datang  bisa meneruskan perjuangan Ahmad Heryawan" Ungkapnya.

Kunjungan bakal cawagub PKS ini dilaksanakan dalam rangka Roadshow Silaturahmi Kader Partai Keadilan Sejahtera di beberapa tempat di Jawa Barat, rencananya hari ini Ahmad Syaikhu akan bertemu dengan kader PKS di Gedung Dakwah Sadewata Cianjur, dan ngopi Bareng Pemuda Cianjur. [KC.06]**


Setelah melalui pembahasan bersama antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, akhirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum (Pemilu) resmi diundangkan menjadi Undang-Undang (UU) melalui Undang- undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman pada saat penyelenggaraan Simulasi Nasional Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 (19/8) lalu.
Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Agustus 2017, terdiri atas 573 pasal, penjelasan, dan 4 lampiran. UU ini telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly.
UU Nomor 7 Tahun 2017 tersebut merupakan penyederhanaan dan penggabungan dari 3 (tiga) buah undang-undang sebelumnya, yakni Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Dalam UU ini telah ditetapkan, bahwa jumlah kursi anggota DPR sebanyak 575 (lima ratus tujuh puluh lima), dimana daerah pemilihan anggota DPR adalah provinsi, kabupaten/kota, atau gabungan kabupaten/ kota, dan jumlah kursi setiap daerah pemilihan anggota DPR paling sedikit 3 (tiga) kursi dan paling banyak 10 (sepuluh) kursi. Adapun jumlah kursi DPRD provinsi, menurut UU ini, ditetapkan paling sedikit 35 (tiga puluh lima) dan paling banyak 120 (seratus dua puluh) mengikuti jumlah penduduk pada provinsi yang bersangkutan. Daerah pemilihan anggota DPRD provinsi adalah kabupaten / kota atau gabungan kabupaten / kota. Sementara jumlah kursi setiap daerah pemilihan anggota DPRD provinsi paling sedikit 3 (tiga) kursi dan paling banyak 12 (dua belas) kursi.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 ini menyebutkan, Warga Negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih, sudah kawin, atau sudah pernah kawin mempunyai hak memilih. Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud didaftar 1 (satu) kali oleh Penyelenggara Pemilu dalam daftar Pemilih. Adapun Warga Negara Indonesia yang telah dicabut hak politiknya oleh pengadilan tidak mempunyai hak memilih.
Untuk dapat menggunakan hak memilih, warga Negara Indonesia harus terdaftar sebagai Pemilih kecuali yang ditentukan lain dalam Undang-Undang ini,” bunyi Pasal 199 UU ini. Dengan begitu, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaran Pemilu dapat menjadi acuan sah bagi pihak penyelenggara Pemilu menyiapkan tahapan-tahapan pesta demokrasi.
Saya sangat memberikan pandangan positif terkait UU ini mampu memberikan ruang untuk berjalannya demokrasi di negeri kita ini dengan konsisten , dari penggabungan UU lama sehingga mampu menjawab permasalahan terkait penyelenggaraan pemilu ini, dan terlebih bahwa UU ini berasaskan umum, langsung, terbuka, adil dan jujur serta mandiri dan menjaga integritas terutamanya., ujar Paisal Anwari (KABID PAO HMI CABANG CIANJUR).

Air Terjun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Adalah air terjun di suatu daerah yang terpencil dan jauh yang dikenal berkhasiat menyembuhkan bagi yang sakit dan memuaskan dahaga bagi setiap pendatangnya.

Air terjun ini bebas bagi setiap pengunjung yang ingin mendatangi dan mengagumi panorama di sekitarnya. Banyak orang yang iri pada penduduk yang tinggal di sekitar air terjun ini karena mereka bisa menikmati air berkhasiat itu serta damai,segar dan tenangnya alam.

Pada air terjun itu ada yang bersenang-senang dan berenang dibawah guyuran air, ada yang menampung air itu untuk dibawa ke rumah masing-masing.

Beberapa orang membeli dan membawa ember berwarna hijau untuk menampung air terjun yang berkhasiat itu, beberapa orang lagi membawa ember berwarna merah dan warna warna lainnya sesuai dengan kesukaan mereka.

Disaat mereka telah tiba di rumah masing masing maka mulailah mereka bercerita tentang indahnya alam di sekitar air terjun itu dan menunjukkan oleh-oleh air yang mereka dapatkan. Serta membagi-baginya pada sanak saudara dan handai taulan dengan botol yang berwarna sama seperti embernya. Mereka yang menerima oleh-oleh itu begitu bangga sehingga menyimpannya sebagai hiasan dan bukti bahwa mereka mempunyai air dari air terjun yang sangat terkenal itu.

Si pembawa oleh-oleh air itu akhirnya meninggal dan oleh-oleh yang dia bagikan tetap tersimpan berikut cerita tentang keindahannya dan menjadi
... baca selengkapnya di Air Terjun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Carilah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu untuk kehidupan akhirat kelak, namun jangan lupakan juga bagianmu dari dunia, dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Q.S. Al-Qashash: 77).
Penggalan ayat al-Qur’an di atas mengingatkan kepada kita semua tentang prinsip keseimbangan hidup menurut Islam, yakni prinsip hidup yang sama-sama mementingkan praktek ‘ubudiah (peribadatan) di satu sisi dan mu’amalah (pergaulan) di sisi lain. Praktek yang pertama dalam ayat di atas berorientasi “untuk kehidupan akhirat”, sedangkan yang berikutnya merupakan “bagianmu dari dunia”. Dalam kerangka keseimbangan ini, maka di samping beribadah kepada Allah, kita juga dituntut untuk turut ambil bagian dalam merajut kehidupan dunia menjadi lebih baik. Dari ayat ini pula diperoleh pemahaman bahwa kehidupan dunia dan akhirat itu berada dalam satu garis kontinum (terusan) dimana setiap ritus ibadah yang dilakukan itu seyogianya memantulkan pesona kesholehan perilaku dalam bermasyarakat.
Prinsip keseimbangan ini sebenarnya dapat juga ditelusuri jejaknya pada makna esoteris dua kalimat syahadat (syahadatain). Syahadat yang pertama, asyhadu an la ilaha illa Allah merupakan deklarasi agar sikap dan tindak yang dilakukan itu diorientasikan vertikal atau tegak lurus kepada Allah (hablun min Allah). Sedangkan syahadat yang kedua, asyhadu anna muhammadan rasulullah mendeklarasikan pentingnya orientasi horizontal atau orientasi hidup yang mempertimbangkan kemaslahatan manusia (hablun min al-nas) sebagai titik bidik dalam berperilaku. Disandingkannya Allah sebagai Khaliq dan Muhammad sebagai makhluq-Nya dalam dua kalimat syahadat di atas tidak lain untuk menegaskan betapa pentingnya dua orientasi ini dalam kehidupan setiap insan.
Sering kita dengar dari kalangan Muslim, orang yang  mempertentangkan antara kesalehan individual dan kesalehan sosial.  Mereka memisahkan secara dikotomis  antara dua bentuk kesalehan ini. Seolah-olah dalam Islam memang ada dua macam kesalehan: “kesalehan individual/ ritual” dan “kesalehan sosial”. Dalam kenyataannya, kita juga melihat masih terdapat ketimpangan yang tajam antara kesalehan individual dan kesalehan sosial. Banyak orang yang saleh secara individual, namun tidak atau kurang saleh secara sosial.
Kesalehan individual kadang disebut juga dengan kesalehan ritual, kenapa? Karena lebih menekankan  dan mementingkan pelaksanaan  ibadah ritual, seperti shalat, puasa, zakat, haji, zikir, dst. Disebut kesalehan individual karena hanya mementingkan ibadah yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan dan kepentingan diri sendiri. Sementara pada saat yang sama mereka tidak memiliki kepekaan sosial, dan kurang menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan bermasyarakat.  Pendek kata, kesalehan jenis ini ditentukan berdasarkan ukuran serba  formal, yang hanya hanya mementingkan hablum minallah, tidak disertai hablum minan nas.
Dalam Islam, sebenarnya kedua corak kesalehan itu merupakan suatu kemestian yang tak usah ditawar. Keduanya harus dimiliki seorang Muslim, baik kesalehan individual maupun kesalehan sosial. Agama mengajarkan “Udkhuluu fis silmi kaffah !” bahwa kesalehan dalam Islam mestilah secara total !”. Ya shaleh secara individual/ritual juga saleh secara sosial. Karena ibadah ritual selain bertujuan pengabdian diri pada Allah juga bertujuan membentuk kepribadian yang islami sehingga punya dampak positif terhadap kehidupan sosial, atau hubungan sesama manusia.
Karena itu, kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari seperti ibadah ritualnya shalat dan puasanyanya, tetapi juga dilihat dari output sosialnya/ nilai-nilai dan perilaku sosialnya: berupa kasih sayang pada sesama, sikap demokratis, menghargai hak orang lain, cinta kasih, penuh kesantunan, harmonis  dengan orang lain, memberi dan membantu sesama.
Saya pikir ketika soleh ritual dan sosial sudah melekat pada suatu masyarakat muslim, ini sangat erat kaitannya dengan terwujudnya masyarakat madani.
          Masyarakat Madani (dalam bahasa Inggris: civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari civil atau civilized society, yang berarti masyarakat yang berperadaban.
          Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society, juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M, yang telah membawa keberadaban terhadap masyarakat yang tadinya jahiliyah kepada masyarakat yang maju dan bermoral.

          Kolerasinya dengan realitas modernitas hari ini tentu pemahaman madani ini mampu untuk dikembangkan dengan konsep negara berdemokrasi seperti negara Indonesia kita ini, untuk mengukur dalam hal partisipasi masyarakat Indonesia dalam membangun negara yang religius, demokrasi, humanis dan menyesuaikan dalam keberadaban modernitas ini.

“Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, apabila angkatan muda mati rasa, maka matilah sejarah sebuah bangsa.” Pramoedya Ananta Toer.
Mahasiswa yang merupakan penggerak perubahan telah menjadi corong utama dalam pembangunan Indonesia menjadi bangsa yang berkeadilan tanpa diskriminasi, berperadaban, dan bermartabat. Sejarah pun mencatat, gerakan mahasiswa dan pemuda telah mampu mendobrak tradisi dan struktur yang hegemonik. Sehingga perubahan pun tak mampu dielakkan. Pembaruan di bidang pendidikan, industrialisasi dalam batas-batas kewajaran, ekonomi pro kerakyatan dan berbagai bidang lainnya menjadi bukti dari perubahan-perubahan struktur yang dialami Indonesia.
Gerakan mahasiswa memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu elemen penting dalam setiap episode panjang perjalanan bangsa ini. Hal ini tentu saja sangat beralasan mengingat bagaimana pentingnya peran mahasiswa yang selalu menjadi aktor perubahan dalam setiap momen-momen bersejarah di Indonesia. Bahwa dalam sejarah kebangsaan, peran mahasiswa tidak akan bisa dilepaskan dalam republik ini. Baik pra ataupun pasca kemerdekaan, kelompok intelektual selalu menjadi poros utama dan garda utama dalam perlawanan guna menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi NKRI.
Jika kita flash back mengingat sejarah terbentuknya sumpah pemuda dan awal munculnya pergerakan para pemuda dalam memerdekakan negara ini dari bangsa penjajah, banyak perhimpunan dan organisasi pemuda yang muncul yang memiliki cita – cita dan keinginan bersama.
Bahwa dalam menegakan keadilan dan kebenaran seyogyanya mahasiswa harus memposisikan dirinya sebagai kelompok intelektual yang merdeka dan independen serta tidak terkooptasi dengan penguasa, sangat berbahaya ketika mahasiswa dengan intelektual yang dimiliki dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau golongan dan melakukan kompromi politik dengan penguasa yang akhirnya masyarakat luas yang menjadi korban dari itu semua. Kondisi bangsa hari ini sedang terjadi eskalasi yang cukup tinggi dikarenakan banyak sekali kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dalam berbagai sektor di bawah kepemimpinan Jokowi-JK yang dipandang akan merugikan dan membahayakan masyarakat Indonesia secara luas di kemudian hari.
Kepanikan dari pemerintah pusat mulai terlihat dari upaya-upaya yang dilakukan dengan segenap instrumen politik ataupun non politik yang dimiliki oleh para penguasa dalam melakukan pengkondisian dan pembungkaman berbagai lintas kelompok tak terkecuali mahasiswa itu sendiri, bisa dilihat hari ini Jokowi-JK dengan instrument yang dimiliki mulai masuk mengkooptasi kelompok mahasiswa dengan acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas - Cianjur pada tanggal 24-29 Oktober 2017 agar tidak melakukan perlawanan terhadap pemerintahan hari ini.
Sungguh sangat disayangkan yang notabene mahasiswa sebagai garda terdepan dalam mengawal pemerintah sudah tergadaikan idealisme dan independensinya dengan melakukan kompromi politik dengan penguasa hari ini hanya untuk kepentingan pendek dan pribadi saja. Maka atas dasar itu, kami Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Suryakancana (DPM-KM UNSUR) dengan ini menyatakan sikap menolak dan mengutuk keras segala upaya pembungkaman suara mahasiswa yang dilakukan pemerintah.
1.     Menolak segala klaim mahasiswa Indonesia dalam agenda tersebut, karena kami Mahasiswa UNSUR secara khusus menegaskan kami akan senantiasa berada di dalam posisi tegas lurus yang menjunjung tinggi idealisme dan independensi sebagai kelompok intelektual.
2.     Kami serukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk merapatkan barisan dan bergandengan tangan melawan segala upaya pembungkaman suara-suara mahasiswa yang dilakukan dengan cara apapun itu.
3.     Mendesak kepada seluruh para mahasiswa untuk membongkar aktor intelektual dibalik agenda Jambore Kebangsaan dan Wirausaha.
4.     Mengecam aktor intelektual Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang telah menggadaikan idealisme Mahasiswa untuk kepentingan politik pribadi dan golongan tertentu.
5.     Menyerukan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk menyatukan kekuatan dengan komponen masyarakat yang lain dalam mengawal pemerintahan dan tidak tergoda terhadap “tawaran” yang hanya untuk membungkam suara-suara kritis mahasiswa.
DPM-KM UNSUR melaui ini kami sampaikan, akan terus mengawal dan mengkritisi penuh pemerintahan Jokowi-JK yang kami pandang tidak pro terhadap rakyat. Kami meyakini, sehebat-sehebatnya skenario penguasa hari ini untuk melakukan pembungkaman suara dan gerakan masih kalah hebat dengan skenario Sang Maha Pencipta yakni Allah SWT.



Penulis : Aldi Muhamad Mustopa, Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Suryakancana