2020
Tirta Jaya - Ketua LSM Gagak Cianjur
CIANJUR,-[KC] Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gagak Cianjur berencana akan menggelar aksi unjuk rassa (Unras) atau audensi ke Pemerintah Daerah (Pemkab) Canjur, mengenai dugaan pemotongan anggaran tenaga kesehatan (Nakes) insentif Covid- 19, per orang Rp. 900 ribu hingga Rp. 2 juta rupiah.

Bahkan pihaknya akan melaporkan/ melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung Provinsi Jawa Barat dalam waktu dekat ini.

Ketua LSM Gerakan Aku Geram Anti Korupsi (Gagak) Cianjur, Tirta Jaya Pragusta mengatakan, memang itu juga sudah dikembalikan 45 persen. Tapi, masih besar sisanya, lalu di kemanakan? artinya, untuk mempertegas dan meminta kepada Plt Bupati Cianjur, untuk segera memanggil Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan juga Dirut RSUD Kabupaten Cianjur, perihal kasus dugaan pemotongan insentif dana Covid- 19, terjadi di RSUD Kabupaten Cianjur.

“Kami akan segera melaporkan ketika tidak ada titik temu, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung Provinsi Jawa Barat. Supaya bisa di proses secara hukum,” katanya, hal sama sejumlah puskesmas ada di Cianjur.

Ia memaparkan, terus terkait pernyataan zona hijau, yang bertolak belakang dengan realita saat ini. Juga, akan dilaporkan. Karena faktanya di lapangan saat ini malah makin banyak yang terjangkit atau yang menjadi status ODP dan PDP positif Covid- 19.

“Indikasinya adanya kepentingan politik penguasa dan gerbongnya. Karena Cianjur adalah salah satu peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak saat ini,” terang Tirta.

” Sehingga seakan- akan dipaksakan untuk bisa menjadi zona hijau, tanpa mementingkan nasib rakyat nya yang semakin banyak terindikasi Covid- 19, juga banyaknya pegawai atau yang sekolah di luar Cianjur. Yang pulang kampung mencapai 2.000 orang (kurang lebih) tidak diperhatikan atau terpantau” papar ketua LSM Gagak Cianjur. [KC.10/Net/]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur, H.Herman Suherman meninjau lokasi wisata Jangari yang terletak di Kecamatan Mande, Cianjur. Pada kesempatan itu, H.Herman meminta agar protokol kesehatan diberlakukan secara ketat di lokasi wisata air tersebut.

"Tadi saya lihat sudah bagus fasilitasnya banyak tempat cuci tangan di beberapa titik. Tapi tetap saya minta protokol kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker diberlakukan secara ketat," kata H.Herman di sela-sela kunjungan di Wisata Jangari, Senin (29/6/2020).

H. Herman bersama Komandan Satuan Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Asep Saepudin, S.I.K., terpantau mengecek satu persatu titik keramaian di lokasi tersebut. Sambil menyapa warga, Herman juga terlihat membagikan masker kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker.

"Ini maskernya dipakai ya. Boleh berwisata asal tetap pakai masker dan jaga jarak ya," ujar H. Herman.

H. Herman berharap dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata di Cianjur, aktivitas ekonomi masyarakat Cianjur bisa kembali hidup. Setelah lebih dari tiga bulan aktivitas ekonomi Cianjur terhenti akibat pandemi covid-19.

"Mudah-mudahan ekonomi masyarakat Cianjur kembali hidup dan tumbuh," ujar H. Herman.

H. Herman mengajak kepada seluruh masyarakat baik dari Cianjur maupun daerah lainnya untuk bisa kembali mengunjungi tempat-tempat wisata dengan tetap menjaga protokol kesehatan.



Di akhir kunjungannya, H.Herman beserta rombongan menyempatkan diri menaiki perahu mengunjungi budi daya ikan di tengah waduk Jangari.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Cianjur, Yudi Ferdinan sebelumnya mengatakan Pemkab Cianjur kembali mengizinkan tempat wisata di Cianjur untuk kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dari kuota yang disediakan setiap harinya.

"Per hari ini, semua tempat wisata yang ada, sudah dapat beroperasi kembali seiring tidak diperpanjangnya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Hal tersebut untuk meningkatkan kembali perekonomian," kata Yudi.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur H. Herman Suherman bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur hari ini menggelar rapat penyusunan program pelaksanaan pembelajaran tahun 2020-2021 pada masa pandemi Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Herman menegaskan bahwa pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di Kabupaten Cianjur masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Kami akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2020-2021," kata Herman di Gedung PGRI, Cikalongulon, Selasa (30/6/2020).

Meskipun demikian, Herman mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus mempersiapakan penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah. Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur tengah mempersiapkan program dan skema belajar mengajar menyesuaikan protokol kesehatan seperti pembagian jadwal belajar mengajar.

"Persiapan demi persiapan tengah dilakuan khususnya dalam penerapan protokol Covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan di setiap sekolah. Kami berharap agar protokol ini nantinya diterapkan juga pada siswa dan guru di sekolah untuk pakai masker, jaga jarak, dan tadi juga sudah disebutkan jadwal belajar mengajar dibagi menjadi beberapa bagian. Saat ini, masih tetap belajar di rumah dengan bantuan dan pengawasan guru secara online," jelas Herman.

Setelah dipastikan masuk dalam kategori zona biru, Pemkab Cianjur terus melakukan berbagai persiapan pelaksanaan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satunya pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di Sekolah.

Kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di Kabupaten Cianjur sempat terhenti lebih dari tiga bulan akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah.

Sementara itu sebagian  pelajar dan orang tua siswa di Cianjur berharap kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dilaksanakan. Mereka meminta kepada Bupati untuk segera kembali membuka sekolah-sekolah. Meski ada juga yang masih khawatir protokol kesehatan sulit diterapkan pada anak-anak.

"Jenuh ingin sekolah lagi pa, mudah-mudahan korona cepat berlalu. Kangen belajar dengan anak-anak," tulis akun facebook Rini Putri di kolom komentar akun pribadi Herman Suherman.

"Usul kalau boleh sekolah tetap berjalan tapi sistem ganjil genap. Tanggal ganjil SD kelas 1, 2, 3. Tanggal genap SD kelas 2, 4, 6. SMP dan SMA tanggal ganjil kelas 1, 2 dan genap kelas 3 dan bangku sekolah seperti bangku kuliah satu kursi tapi jarak antar kursi satu meter ameh te budak dei kanu pelajaran barudak," tulis akun facebook Firman Mulyawan II. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan laporan pertanggungjawaban dana hibah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2020 kepada Badan Adhoc, KPU Kabupaten Cianjur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pertangungjawaban Dana Hibah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2020 bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se-Kabupaten Cianjur. Penyelenggaraan Bimtek dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 29-30 Juni 2020, bertempat di Ball room Hotel Grand Bydiel, Cianjur.

Pelaksanaan kegiatan Bimtek pada hari Senin (29/6) diikuti sebanyak 64 orang peserta yang berasal dari 2 orang masing- masing Sekretariat PPK ( Sekretaris dan staf urusan Keuangan) Se-kabupaten Cianjur. Kegiatan ini digelar dengan membatasi dan membagi jumlah peserta berdasarkan letak geografis wilayah kecamatan, Sebanyak 17 kecamatan yang mengikuti bimtek hari ini berasal dari wilayah Cianjur Utara dan 15 kecamatan wilayah Cianjur Selatan akan mengikuti  bimtek keesokan harinya.

Ketua KPU Cianjur Selly Nurdinah, dalam sambutannya  pada pembukaan Bimtek ini, mengingatkan kepada para peserta yang akan mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dana hibah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun untuk dapat memahami aturan-aturan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana hibah tersebut. “Kesuksesan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur bukan hanya dalam penyelenggaraan dan hasilnya tapi kesukesannya juga tidak terlepas dari bagaimana anggaran dana hibah digunakan dan mampu dipertanggungjawabkan dengan baik sesuai dengan aturan” tegasnya.

Selly menambahkan Materi pada bimtek pengelolaan keuangan ini disampaikan oleh Biro Keuangan KPU RI Aminsyah, Inspektorat KPU RI yakni Maruhum dan Hotnida Agnes Isabella serta KPU Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Sonson Muhamad Ichsan dan Anton Firmansyah.

Bimtek ini digelar agar peserta mampu mengaplikasikan Keputusan 202 Tahun 2017 dan mempertanggungjawaban keuangan yang akuntabel dan transparan dalam rangka penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan kebijakan akutansi pemerintah; untuk memeroleh kesamaan pemahaman pada semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan Dana Hibah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2020 dan untuk mewujudkan tertib administrasi penggunaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan, tutur Chaeruman, Kasubag Umum KPU Cianjur [KC.09/KP]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 di halaman Pancaniti Pendopo Cianjur, Senin (29/6/2020). Dalam kesempatan itu, Herman berpesan agar masyarakat bisa menjadikan keluarga sebagai ujung tombak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Cianjur.

"Keluarga adalah tempat pertama dan yang paling efektif dalam membentuk karakter seseorang. Makanya saya berpesan supaya keluarga bisa jadi ujung tombak meningkatkan kualitas SDM Cianjur," kata Herman saat memberi sambutan dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-27.

Herman mengatakan peringatan Harganas di tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian, Herman meminta agar ini justru dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan diri antar anggota keluarga.

"Pada masa pandemi ini ternyata memberikan ruang antar keluarga untuk lebih mengenal. Dengan terpusatnya aktivitas di rumah bisa menjadi kesempatan menjalin ketahanan keluarga," kata Herman.

"Penting bagi kita semua untuk menjadikan momentum Hari Keluarga Nasional ini sebagai momen untuk menggugah kesadaran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan kondusif dalam memperkuat ketahanan keluarga," tambah Herman.



Dalam peringatan Harganas di Cianjur, hadir juga Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Kepala Kejari Cianjur Komaedi, dan perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Cianjur.

Setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Harganas sendiri diperingati dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan.

Harganas juga ditujukan untuk menghidupkan fungsi-fungsi yang ada dalam keluarga. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan atau fungsi ekonomi semata, tetapi keluarga juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur akan memanggil seluruh pengelola Batching Plant yang memproduksi beton ready mix dalam jumlah besar untuk mengetahui kelengkapan perizinan.

Pasalnya, setelah Komisi A inspeksi mendadak (sidak) sejumlah batching plant di beberapa kecamatan bersama Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2020), hasilnya nihil karena tidak satupun yang bisa menunjukkan dokumen perizinannya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, M. Isnaeni, mengatakan berdasarkan hasil sidak ke sejumlah batching plan yang ada di wilayah Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah, tak ada satupun yang dapat menunjukkan dokumen perizinannya.

“Hari ini kita melaksanakan sidak terkait dengan proses perizinan yang mereka miliki di usaha batching plant. Komisi A bersama Pol PP dan DPMPTSP langsung ke lokasi yang kita datangi empat batching plant tetapi keempat pimpinannya tidak hadir, sehingga tidak bisa memperlihatkan perizinannya. Tetapi kami punya informasi, bahwa sebetulnya batching plant yang kami datangi perizinannya kurang lengkap,” kata Isnaeni kepada wartawan.

Isnaeni mengungkapkan, pihaknya terpaksa mengundang pengelola batching plant yang ada di Cianjur untuk datang ke Komisi A pada Kamis (2/7/2020) mendatang.

“Jika hari Kamis tidak datang atau tidak bisa menunjukkan perizinan batching plant-nya, terpaksa kami akan menurunkan rekomendasi untuk menutup kegiatan mereka,” tegasnya.

Isnaeni menyebutkan, perizinan batching plant sebenarnya sangat banyak yang harus ditempuh dan tidak sesederhana yang dipikirkan. Salah satunya, harus ada izin usaha jasa konstruksi nasional dan persetujuan Amdal Lalu Lintas dimana batching plant berdiri.

“Kalau (berdiri) di dekat jalan nasional harus dari Kemenhub (Amdal Lalin),” kata Isnaeni.

Isnaeni mengatakan, pihaknya mendorong agar pengelola batching plant memiliki perizinan lengkap. “Perlu kami bereskan, jangan sampai mereka yang berusaha disini kelengkapan perizinannya tidak mereka tempuh,” ucapnya.

Saat ditanya berapa jumlah batching plant di Cianjur, Isnaeni mengungkapkan baru ada sekitar 11 batching plant. Namun yang skalanya kecil juga ada.

“Kita sudah pastikan, hari Kamis mereka tidak bisa menunjukkan (perizinan) kita akan tutup,” pungkasnya. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Gerakan Pemuda Membangun Cianjur (Garda Manjur) sambangi rumah Memet (70) yang menjadi korban kebakaran di Kampung Cilaku Kaum, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, untuk memberikan santunan kepada korban, Sabtu (28/6).

“Alhamdulillah, kami ada kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Pak Memet hari ini, dan kebetulan ada sedikit bantuan dari kami, yang diharapkan dapat membantu Pak Memet,” ujar Riyan, Ketua Tim Garda Manjur.

Riyan juga menuturkan bahwa saat ini warga sudah bergotong royong untuk membuatkan kembali tempat tinggal untuk Pak Memet. “Kami berterimakasih dan sangat mengapresiasi para warga di sini yang sudah mau gotong royong untuk membuatkan kembali rumah untuk Pak Memet,” tuturnya.

Selain itu Riyan berharap agar kejadian yang menimpa Pak Memet dapat menjadi sebuah pengalaman untuk semua orang agar bisa lebih berhati-hati.“Semoga kejadian tersebut bisa kita ambil hikmahnya,” harap Riyan.

Diketahui sebelumnya, bahwa telah terjadi kebakaran pada tanggal 27/05 sekitar pukul 16:30 di kampung Cilaku Kaum. Kebakaran dipicu oleh korban yang lupa mematikan api di tungku dapur rumahnya. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu rumah Pak Memet hangus terbakar.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bersama Bank Muamalat akan menjalin kerja sama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur. Kerja samanya dalam bentuk sinergisasi antara program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Muamalat dengan program kerakyatan yang ada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur.

"Bank Muamalat siap bersinergi dan mendukung program-program pemerintah kabupaten Cianjur. Diharapkan nanti kita dapat bersinergi dengan pemerintah apapun nantinya. Kita tunggu arahan dari beliau (Bupati)," ujar Kepala Cabang Bank Muamalat Cianjur Hyang Kesumawijaya saat melakukan aundiensi dengan Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman di Pendopo Cianjur, Minggu (28/6/2020).

"Nanti kita lebih lanjut akan menghadap Bappeda supaya tahu program-program yang bisa disinergikan. Kebanyakan sih kita ke masyarakat miskin nanti kita lihat apa yang bisa kita bantu tentunya kita pengen juga ikut berperan aktif dengan visi dari bapak Bupati untuk peningkatan IPM," sambung Hyang.

Sementara itu, Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan setelah berhasil membawa Cianjur kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Herman akan terus mengenjot peningkatan IPM Cianjur. Baginya, peningkatan IPM Cianjur adalah cita-citanya yang ingin segera direalisasikan.

"Cita-cita saya IPM Cianjur naik. Saya sedih IPM Cianjur masih rendah di Jawa Barat. Saya akan sekuat tenaga berusaha untuk percepatan peningkatan IPM Cianjur," kata Herman.

Herman menegaskan Pemkab Cianjur akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan di berbagai sektor yang menunjang IPM seperti kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

"Kita akan terus meningkatan kualitas pelayanan baik di kesehatan, pendidikan, dan ekonomi demi percepatan peningkatan IPM Cianjur," ujar Herman.

Data tahun 2019 menunjukkan IPM Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan sebesar 65,38 dibandingkan tahun 2018 yakni 64,62. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Setelah sebelumnya sempat mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada laporan tahun 2018. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Cianjur tahun anggaran 2019, dibawah kepemimpinan Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman berhasil mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK.

Hal itu turut diapresiasi Wakil Ketua MPR, Syarif Hasan saat bersilaturahmi ke Pendopo Cianjur, Jumat malam (26/6).

 " Saya ucapkan selamat pada Pak Bupati, telah mendapat WTP. Saya pikir itu tidak gampang ya, perjuangan yang luar biasa. Karena dengan itu berarti akuntabilitas dan transparansi penggunaan uang APBN dan APBD, bisa dipertanggungjawabkan pada negara dan pada publik", ujar Syarif Hasan Hasan saat bersilaturahmi ke pendopo Cianjur,  Jumat malam (26/6).

Mengenai apa yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Plt. Bupati, Syarif Hasan mengatakan, " Saya bicara dengan Pak Bupati bagaimana membangun Cianjur ke depan. Karena posisi Cianjur yang sangat strategis sebagai penyangga Ibu Kota, " ujarnya. 

Hal lain yang dibicarakan adalah mengenai potensi wisata Cianjur dan pengelolaanya yang dianggap kurang maksimal kerena berbagai kendala. Salah satunya adalah tentang Gunung Padang yang masih ada tumpang tindih kewenangan antara pusat, provinsi dan kabupaten. [KC.08]**
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han)
Pimpin Sertijab Danbrigif Mekanis Raider 6 Kostrad
PERS RELEASE [KC],- Tiga brigade infanteri (brigif) di bawah naungan Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) pagi ini (27/6). Sertijab dipimpin langsung oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han).

Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danbrigif Jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad dilaksanakan di Gedung Sandoyo Divisi Infanteri 2 Kostrad ,Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/06/2020).

Tiga satuan brigif yang melaksanakan sertijab adalah Brigif Mekanis Raider 6 di Solo, Komandan Brigif Para Raider 18 di Malang dan Brigif Raider 9 di Jember. Untuk Komandan Brigif Mekanis Raider 6 dari Kolonel Inf Ade David Siregar, S.I.P. kepada Letkol Inf Dody Triyo Hadi, S.sos, M. Si.
Pelaksanaan sertijab kali ini agak berbeda dari biasanya. Sebab, sertijab ini tetap mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku di tengah wabah Covid-19. Dalam pelantikan itu, pejabat Divisi Infanteri 2 Kostrad tetap menggunakan masker dan pengaturan jarak antar-pejabat.

Dalam sambutannya, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han) mengatakan, Dengan berorientasi pada tantangan tugas kedepan yang semakin sulit      dan berat seiring dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, hal itu menyadarkan kepada kita semua bahwa tugas dan tanggung jawab terhadap amanah serta kepercayaan yang dipikul oleh Komandan Satuan hendaknya direspon dan disikapi secara totalitas, dengan pengabdian   yang berpegang teguh pada Budhi Bhakti Wira Utama, menjunjung tinggi etika dan moral keprajuritan, visioner serta tetap mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kolonel InfAde David Siregar, S.I.P. atas segala dedikasi, loyalitas  dan semangat pengabdian selama berdinas di Satuan Divif  2  Kostrad.  Saya  berpesan  untuk tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan segenap prajurit Divif 2 Kostrad walaupun tidak lagi berdinas di Satuan Divif 2 Kostrad.



Selanjutnya kepada Danbrigif Mekanis Raider 6/2 Kostrad yang baru, Letkol Inf Dody Triyo Hadi, S.sos, M. Si saya ucapkan selamat bertugas di Divif 2 Kostrad, disertai harapan agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja. Semoga akan semakin baik, maju, berprestasi   dan lebih produktif dalam menciptakan karya-karya terbaik bagi Satuan.

Di akhir amanatnya Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han) menyampaikan berpesan agar senantiasa pelihara dan mantapkan terus profesionalisme prajurit sehingga selalu siap dan berhasil dalam setiap tugas yang dipercayakan. Tunjukkan bahwa Divif 2 Kostrad adalah kebanggaan   milik   bangsa   Indonesia, yang keberadaanya selalu dicintai rakyat, disegani   kawan   dan   ditakuti   lawan.

Setelah Sertijab selesai dilanjutkan dengan acara ramah tamah  oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad serta Pejabat Divisi di Gedung Sandoyo Divisi Infanteri 2 Kostrad ,Singosari, Malang, Jawa Timur. [KC.04/Iman S]**
Pengunjung Wisata Saat Berfoto di Taman Bunga Nusantara  Cianjur
CIANJUR,K],- Objek wisata di Kabupaten Cianjur dapat kembali beroperasi. Dengan ketentuan yang harus dijalankan, salahsatunya ialah pembatasan jumlah pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum lama ini telah mengakhiri Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se Propinsi Jawa Barat dan mulai menerapkan Adaptasi kebiasaan Baru (AKB).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disarpora) Kabupaten Cianjur Yudi Ferdiana, mengatakan dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jawa Barat dan berlakunya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal, membuat sektor yang sebelumnya tutup boleh kembali beroperasi.

"Salah satunya wisata, sudah boleh buka. Efektifnya setelah surat edaran dari kami keluar, tapi mulai hari ini juga sudah bisa operasional," kata dia

Meski sudah diizinkan, pengelola tempat wisata harus menjalankan sejumlah aturan, mulai dari membentuk tim kesehatan dan penanganan COVID-19 secara internal, sehingga Gugus Tugas di tingkat kabupaten hanya memantau.
Baca juga:
191 Nakes di Jabar Terinfeksi Corona, IDI Soroti Insentif yang Belum Cair

Selain itu, jumlah wisatawan yang masuk hanya 50 persen dari kuota yang tersedia, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Kami akan tegaskan melalui surat edaran yang dikeluarkan Senin depan. Jika tidak ikuti aturannya maka ada sanksi yang nantinya dikenakan," ucap Yudi.

Dia berharap dengan penerapan ketentuan dan protokol kesehatan secara ketat, pembukaan destinasi wisata tidak membuat Cianjur berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

"Targetnya ekonomi kembali hidup, tapi penyebaran COVID-19 tetap terkendali dan Cianjur tetap jadi zona biru," kata dia. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman menerima kunjungan dari drummer kenamaan Indonesia Gilang Ramadhan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6). Bagi Gilang, kedatangannya tersebut bisa dikatakan sebagai acara pulang ke kampung halamannya.

"Keluarga besar kami memang ada di Cianjur. Saya sendiri cukup sering ke Cianjur dan selalu tebersit keinginan untuk bisa berkontribusi untuk Cianjur. Kota yang memang selalu dikenang dan dititipkan oleh ayah kepada saya," kata Gilang Ramadhan yang merupakan putra dari Ramadhan Kartamihardja, sastrawan besar nasional yang memang besar di Cianjur.

Menurut Gilang, Cianjur memiliki potensi budaya besar yang belum digali dan seharusnya bisa dipopulerkan. “Di Cianjur ini ada potensi musik Cianjuran yang harusnya bisa mendunia. Musik-musik karawitan ini sayangnya hanya dipakai untuk acara seremoni saja, padahal ini bisa dikembangkan lebih banyak ke anak-anak muda demi memasyaratkan musik daerah,” kata Gilang.

Pendataan soal potensi budaya terutama dari segi musik tradisional perlu dilakukan agar Cianjuran bisa dikenal lebih luas lagi. "Kita perlu melakukan pendataan untuk potensi musik di Cianjur ini. Bukan tidak mungkin kita perkenalkan musik Cianjuran ini ke industri musik yang lebih menguntungkan juga," kata Gilang.



Haji Herman mengamini bahwa potensi budaya Cianjur memang harusnya dibawa ke lingkup yang lebih besar. Jangan hanya tampil dalam acara-acara seremonial saja. Komitmen Pemkab Cianjur untuk terus melestarikan budaya salah satunya dengan memopulerkan kembali tiga pilar budaya Cianjur.

"Cianjur memang punya banyak potensi kebudayaan. Maos Mamaos Maenpo ini sudah lama digaungkan, tapi baru sekarang kami coba Perda-kan. Potensi Cianjur di sektor ekonomi kreatif ini memang perlu dibawa keluar, tak hanya di acara-acara seremonial saja," kata Haji Herman.

Haji Herman juga mengapresiasi besar kunjungan Gilang Ramadhan ke Cianjur. "Kang Gilang ini salah satu putra daerah Cianjur yang namanya sudah ada di mana-mana. Tapi hatinya tentu selalu Cianjur, semoga ke depannya kami bisa bekerja sama untuk memajukan Cianjur bersama-sama," kata Haji Herman. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Cianjur yang dipimpin langsung Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tampak terlihat seluruh peserta mengenakan masker dan saling menjaga jarak 1,5 meter, sehingga tidak berdekatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Wira Pratama Polres Jl. KH Abdullah Bin Nuh Jumat (26/6/2020).

Begitu pun saat pembacaan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara juga pejabat lama serta pejabat baru terlihat diatur sedemikian rupa sehingga tetap bisa menjaga jarak.

 AKBP Juang Andi Priyanto dalam sambutannya menyampaikan, mutasi jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang biasa untuk peningkatan kinerja kepolisian sebagai respons Polri untuk memberikan kesempatan kepada personel dalam menjalankan tugas-tugas di satuan fungsi lain.

"Mutasi dalam rangka tour of duty atau perpindahan tanggung jawab dan areal, serta untuk meningkatkan kinerja dalam rangka pembinaan karier setiap personel Polri harus siap dengan segala bentuk penugasan di semua satuan fungsi yang membutuhkan.

Termasuk para perwira yang bertugas di daerah-daerah juga harus selalu siap siaga jika tiba masanya untuk dipindah tugaskan.

"Mutasi itu alami dalam organisasi untuk penyegaran, untuk promosi, sekaligus peningkatan performa menuju kepolisian yang promoter (profesional, modern, dan terpercaya)," Tutur Juang dalam sambutannya.

Sementara serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung, Jabatan Kasat Reskrim Polres Cianjur diserahterimakan dari AKP Niki Ramdhany kepada AKP Anton yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polresta Cirebon, sedangkan AKP Niki diamanahkan untuk mengemban jabatan baru sebagai Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Jabar. [KC.10/Net/MN]**
CIANJUR,[KC],- Sepanjang Januari hingga Juni 2020 tercatat 400 orang menjalani perawatan dan empat orang diantaranya meninggal dunia akibat DBD, Namun Pemkab Cianjur belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD).

"Tahun lalu, pasien DBD meninggal tujuh orang dengan angka kasus pasien DBD di bawah 200 orang, sebagian besar kembali sembuh dan mendapat perhatian khusus dari tim medis di pusat layanan kesehatan terdekat," demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur Yusman Faisal.

Hingga saat ini, masih rendahnya kasus pasien meninggal membuat pemkab belum menetapkan status KLB. Salah satu syarat KLB adalah jumlah kasus tahun ini harus dua kali dibandingkan tahun lalu.

Tercatat wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di perkotaan dan Cianjur utara, masih mendominasi kasus DBD di Cianjur. Yusman  mengimbau warga menerapkan pola hidup sehat dan melakukan 3 M sebagai upaya membunuh jentik nyamuk dan tidak mudah bersarang.

"Kami terus menggalakkan pola hidup sehat bagi warga, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan gerakan 3 M. Langkah tersebut sebagai upaya antisipasi berkembang biaknya jentik nyamuk aides agepty yang membawa DBD," katanya.

Sementara data yang diperoleh dari RSUD Cianjur, sepanjang 2020, tercatat ada 390 pasien DBD yang menjalani perawatan. Pasien yang banyak masuk dengan kasus DBD ada bulan Maret dengan jumlah 124 pasien.

Sedangkan Januari terdapat 74 pasien, Februari 87 pasien, April tercatat 58 pasien, Mei sebanyak 32 pasien dan Juni ada 15 pasien yang menjalani rawat inap. Sebagian besar pasien tersebut sembuh dan mendapat perhatian khusus dari tim kesehatan pusat layanan kesehatan terdekat.

"Dari sekian banyak pasien yang masuk tercatat dua orang pasien yang menjalani perawatan pada bulan Maret meninggal dunia, satu orang pada pada bulan April dan Mei, sehingga pasien meninggal berjumlah empat orang," kata Direktur Utama RSUD Cianjur Ratu Tri Yulia melalui Kepala Sub Bagian Humas RSUD Sayang Cianjur Diana Wulandara [KC.10/Net/polkrim]**
CIANJUR,[KC],- Kabupaten Cianjur di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Haji Herman Suherman meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019.

Opini WTP ini adalah peningkatan bagi kinerja pemerintah Kabupaten Cianjur di bawah pemerintahan Haji Herman. Sebelumnya, pada tahun anggaran 2018 Cianjur sempat mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Untuk Kabupaten Cianjur, opini BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2019 kembali meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tahun lalu, Cianjur memang sempat mendapat opini WDP tapi tahun ini berhasil meraih WTP. Selamat, ini adalah pencapaian dari semua jajaran pemerintah,” kata Kepala Perwakilan BPK Jawa Barat Arman Syifa melaui rapat virtual, Jumat (26/6).

Pembacaan opini untuk Cianjur dari BPK ini dijalankan bersamaan dengan pembacaan opini untuk Kota Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. Ketiga Kabupaten/Kota tersebut juga mendapatkan opini WTP untuk anggaran tahun 2019.

“Saya mewakili Kepala Daerah-Kepala Daerah lain, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan opini WTP atas audit laporan pemerintah daerah tahun 2019 dan atas kerja sama, masukan, dan koreksinya selama proses audit,” kata Haji Herman dalam sambutannya mewakili para kepala daerah yang ikut dibacakan laporannya.



Haji Herman mengungkapkan keberhasilan Cianjur mendapatkan opini WTP ini adalah kado yang baik pula untuk Cianjur jelang hari ulang tahunnya 12 Juli 2020. “Alhamdulillah kita mengalami peningkatan. Ini adalah kado ulang tahun yang juga baik buat Cianjur dan tentunya seluruh masyarakat Cianjur,” kata Haji Herman.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab dan DPRD Cianjur atas kerja keras dan ketertiban dalam mengelola anggaran selama setahun belakangan. “Ini juga kerja keras bersama semua jajaran pemerintah dan juga DPRD Cianjur. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” kata Haji Herman yang juga didampingi Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan.

Cianjur memang sempat mendapatkan opini WDP untuk laporan tahun 2018. Hal ini tidak terlepas dari adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret bupati nonaktif Irvan Rivano Muchtar tahun 2018 lalu.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman menghadiri peresmian Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Cianjur dan rapid test massal Covid-19 di Polres Cianjur.

Dalam sambutannya, Haji Herman mengungkapkan status Cianjur yang sudah diklasifikasikan sebagai zona biru Covid-19 oleh Pemprov Jawa Barat adalah hasil kerja keras bersama.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, kita bersama-sama menangani Covid-19 di Cianjur. Saya banyak dibantu oleh kesigapan teman-teman Polres Cianjur,” kata Haji Herman, Kamis (25/6).

Haji Herman mengungkapkan beberapa tindakan cepat yang dilakukan pemerintah bekerjasama dengan Polres sangat berperan dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Cianjur. “Saat wilayah lain belum melakukan penyemprotan disinfektan di tempat publik, kita sudah inisatif melakukan hal tersebut bahkan sampai pengerahan water cannon,” kata Haji Herman.

Selain itu, penyekatan perbatasan Cianjur dengan berbagai kota tetangga juga dilakukan lebih awal menjelang penerapan PSBB. “Penyekatan di perbatasan-perbatasan, Cianjur salah satu yang pertama melakukan. Ketika penerapan PSBB kami bersama Polres Cianjur sudah sangat siap,” kata Haji Herman.



Pelaksanaan rapid test yang dihadiri oleh Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi ini melibatkan hingga 2,000 orang yang merupakan anggota Polres, TNI, staf, dan keluarga Polres Cianjur. Tes ini juga merupakan yang paling banyak dilakukan di tingkat Polres.

“Cianjur ini salah satu daerah yang relatif aman dari Covid-19. Kami mengapresiasi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Pak Bupati dan Polres. Tapi, kita juga tetap harus ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 ya,” kata Kapolda Jabar. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- 100 santri  mengungsi, lantaran bangunan asrama putera di Komplek Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Bojongkasih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur, ludes terbakar, Rabu (24/6)

Kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang santri yang melihat kepulan asap sekitar pukul 17.30 WIB. Pada saat dicek oleh sejumlah santri ternyata korbaran api sudah membesar dan menghanguskan asrama santri yang berukuran 20x10 meter.

Tidak hanya asrama, api juga menjalar ke madrasah tempat belajar santri berukuran 8x6 meter.

Camat Kadupandak Fatah Rizal, mengatakan warga berusaha memadamkan api namun kobaran api yang sudah besar membuat warga kesulitan. Api baru bisa padam sekitar pukul 18.00 WIB, setelah bangunan ludes.

"Bangunan pesantren permanen tapi sudah tua, sehingga api cepat menjalar dan menghanguskan dua bangunan di Ponpes tersebut," ujar Rizal saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya tidak ada korban jiwa, sebab saat kejadian santri baru bubar kegiatan belajar. Namun pakaian serta barang berharga milik santri ludes dibakar api.

Akibatnya 100 santri mengungsi di rumah warga, terutama santri dari luar kota. Sementara itu, untuk kegiatan belajar santri dialihkan ke madrasah terdekat.

"Tadi sudah komunikasi dengan warga, mereka mau menampung santri yang terpaksa mengungsi," ucapnya.

Di sisi lain, Kapolsek Kadupandak AKP Deden, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan dua bangunan Ponpes Nurul Huda Kadupandak.

"Dugaan sementara korsleting listrik dan tungku api yang masih menyala hingga menjalar ke bangunan Ponpes," kata dia.

Untuk kerugian, lanjut Deden ditaksir mencapai Rp 135 juta. "Bangunan madrasah ditaksir Rp 60 kita dan asrama santri sekitar Rp 75 juta," ujarnya. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Dalam satu bulan terakhir Dinas Kesehatan Cianjur, mencatat  nihil kasus positif Covid-19 dan nol orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan. Namun, warga diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi kegiatan luar rumah.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan hampir satu bulan terakhir di Cianjur tidak ada kasus positif dan nol ODP serta PDP meskipun wilayah tersebut masih masuk dalam zona kuning. "Sudah hampir satu bulan terakhir wilayah Cianjur, tidak ada laporan yang masuk ke gugus tugas. Harapan kami hal tersebut akan terus berlanjut, hingga Cianjur bebas dari corona," katanya, Rabu (24/6).

Hal tersebut, ungkap dia, harus ditunjang seluruh lapisan masyarakat dan memperketat pemeriksaan bagi warga pendatang atau wisatawan yang mulai ramai berkunjung ke Cianjur, meskipun semua tempat wisata yang ada belum ada yang dibuka.

Meskipun nol kasus, pihaknya tetap mengimbau pusat layanan kesehatan di seluruh wilayah di Cianjur, tetap waspada. Layanan kesehatan diimbau tetap gencar melakukan sosialisasi pada warga untuk menerapkan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan.

"Sampai hari ini, nihil laporan dari pusat layanan yang ada di Cianjur, semoga hal tersebut terus berlanjut hingga penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan normal baru," katanya.

Namun pihaknya tetap akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah kembali terjadinya kasus corona di Cianjur. Salah satu upayanya ialah dengan melakukan tes cepat di sejumlah perbatasan dengan sasaran pendatang atau wisatawan dari luar kota sebagai upaya antisipasi bersama.

"Pemeriksaan di perbatasan untuk antisipasi tetap akan dilakukan, saat ini hal tersebut masih dalam pembahasan bersama Forkopimda Cianjur. Harapan kami tidak ada pendatang yang masuk ke Cianjur dengan membawa virus berbahaya termasuk corona," katanya. [KC.10/Antara]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman menerima penghargaan “Promoter Reward” dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI) atas peran aktifnya membantu Kepolisian menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan mencegah penularan wabah selama masa pandemi Covid-19.

Saat ini, Cianjur telah diklasifikasikan sebagai zona biru oleh Pemprov Jawa Barat terkait penularan Covid-19.

“Terima kasih atas penghargaannya. Ini berkat kerja sama semua pihak, dari Tim Gugus Tugas Cianjur, tenaga kesehatan, dan tentunya masyarakat yang sudah rela berkorban juga dengan berdiam diri sementara di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Haji Herman, Selasa (23/6).

Tindakan untuk membatasi warga yang masuk kembali ke wilayah Cianjur, juga dilakukan lebih awal sehingga penularan virus dari daerah lain relatif tidak banyak terjadi. “Kami juga mengambil inisiatif cepat untuk penyemprotan disinfektan rutin di berbagai tempat publik,” kata Haji Herman.

Direktur Eksekutif LEMKAPI Edi Saputra Hasibuan mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Haji Herman merupakan apresiasi atas inovasi strategis dan kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian selama masa pandemi ini.

“Bupati Cianjur memiliki inovasi yang strategis, tindakan yang cepat, dan kerja sama yang baik selama masa pandemi ini. Penghargaan ini sangat pantas kami berikan kepada Bupati Cianjur,” kata Edi.

Penghargaan “Promoter Reward” ini diberikan langsung oleh LEMKAPI dan diterima oleh Plh. Sekretaris Daerah Cianjur Cecep S. Alamsyah di Gedung Serba Guna BCNY Cianjur. [KC.08]**
CIANJUR, [KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pihak e-Warong, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait kualitas bantuan sembako yang didistribusikan.

“Tolong koordinasi dan komunikasinya diperkuat antara semua pihak. Tak hanya agen e-Warong dengan TKSK, tapi juga dengan para penerima manfaatnya,” kata H. Herman saat berkunjung di Desa Kertajadi, Cidaun, Senin (22/6).

Haji Herman mengatakan apabila ada barang yang rentan membusuk seperti daging, atau misalnya agen e-Warong tidak memiliki freezer, ini perlu segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan.

“Pihak e-Warong bisa perbaiki komunikasi dan koordinasi dengan KPM-KPM-nya. Kalau ada barang siap masuk, segera dikondisikan para KPM untuk segera mengambil. Begitu pula komunikasi dengan TKSK dan pemasoknya,” kata BHS, panggilan akrab H. Herman Suherman.

Menurutnya, keluhan-keluhan seperti ini bisa diselesaikan dengan koordinasi dan komunikasi yang lugas antar semua pihak. Hal ini terbukti dengan kualitas barang lain yang sejauh ini relatif minim keluhan.

“Beras sejauh ini kan kualitasnya baik-baik saja. Telur juga harusnya bisa diantisipasi dan jangan sampai jumlahnya dikurangi. Kacang-kacangan juga pastikan jumlahnya sesuai,” kata Herman.

Orang nomor satu Cianjur ini juga memastikan barang-barang yang diterima dengan kualitas kurang baik, bisa dikembalikan dan harus diganti. “Jika memang kualitasnya tidak baik, kembalikan. Agen e-Warong dan TKSK juga bertanggungjawab atas kualitas barang untuk bantuan ini,” katanya.

Haji Herman juga mengingatkan para agen e-Warong dan TKSK untuk terus menjaga kekompakan dalam penyelenggaraan distribusi bantuan sembako kepada KPM. “Yang paling penting semuanya harus kompak, jangan saling menyalahkan dan menjatuhkan. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki bersama,” kata H.Herman menutup. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman meninjau kesiapan penerapan fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Cianjur dengan memulai kembali kegiatan olahraga bersama.

Dengan mengendarai sepeda, Haji Herman melakukan konvoi dari kompleks Pendopo Cianjur menuju Gedung Olah Raga BCNY untuk membuka turnamen bulu tangkis persahabatan antar instansi Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Cianjur.

“Alhamdulillah Cianjur sekarang sudah siap masuk ke fase Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal. Kami dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mencoba untuk memulai kembali kegiatan olahraga melalui turnamen persahabatan ini,” kata Haji Herman didampingi Kapolres Cianjur, Kepala Kejari Cianjur, dan beberapa pimpinan dinas di lingkungan Pemkab Cianjur.

Cianjur saat ini sudah diklasifikasikan dalam zona biru menurut Pemprov Jawa Barat. “Insya Allah kami akan memastikan Cianjur tetap terjaga. Dalam Rapid Test massal yang dilakukan Pemprov Jabar kemarin, hasilnya juga 0 kasus untuk warga yang masuk ke daerah Cianjur,” kata Haji Herman.

Terlepas dari keadaan yang relatif mulai normal, Haji Herman menekankan ke semua unsur pemerintahan, pelaku ekonomi, dan masyarakat Cianjur untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Terutama untuk kegiatan-kegiatan yang berpotensi melibatkan banyak orang dan interaksi.



“Virus ini belum ada obat dan vaksinnya, kita tidak boleh sedikitpun lengah dan merasa keadaan sudah normal. Bermasker harus tiap hari, sebisa mungkin hindari kerumunan yang terlalu ramai, dan ingat untuk rajin mencuci tangan di tiap kegiatan,” kata Haji Herman.

Untuk kegiatan olahraga, Haji Herman juga mengimbau masyarakat untuk tetap berolahraga meski masih di tengah situasi pandemi. “Dengan olahraga, Insya Allah tubuh menjadi lebih fit dan sistem imun bisa makin kuat. Tapi dengan catatan, jangan berkerumun dan harus tetap menjaga kebersihan diri,” kata Haji Herman. [KC.08]**
CIANJUR[KC],- Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) menggelar rapid test masal di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu dan Minggu (20-21/6/2020).

Dari skrining yang dilakukan, terdapat 32 pelaku perjalanan yang reaktif rapid test. Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Siska Gerfianti menyatakan, tes masif digelar sebagai pendeteksian dini, mengingat keinginan masyarakat luar Jabar berwisata di Puncak sulit dibendung.

“Kita fokus (mengetes) pada pelaku perjalanan dari luar Jawa Barat menuju Jawa Barat. Tujuannya men-screening pelaku perjalanan yang masuk Jabar,” kata Siska di Simpang Gadog Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/6/20).

Pengetesan masif dilaksanakan selama dua hari, Sabtu (20/6/20) dan Minggu (21/6/20), di lima lokasi. Pada hari pertama, tes dilakukan di empat titik, yakni Rest Area Segar Alam Kab. Cianjur, Area Masjid Atta’awun, Argowisata Gunung Mas, dan Simpang Gadong Ciawi.

Selanjutnya, tes digelar di Taman Wisata Matahari. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar menyediakan sekitar 2.000 rapid test dan 500 swab test.

Siska melaporkan, pihaknya mengetes 1.106 orang secara acak pada hari pertama. Hasilnya, 32 orang dinyatakan reaktif. Mereka yang reaktif langsung menjalani swab test dengan metode PCR.

“Pemeriksaan akan dilakukan di Labkesda Jabar untuk mereka yang reaktif di Rest Area Segar Alam, Area Masjid Atta’awun, dan Argowisata Gunung Mas,” katanya.

“Mereka yang dinyatakan reaktif di Simpang Gadong Ciawi swab test langsung diperiksa di Mobil PCR dari Badan Nasional Pananggulangan Bencana (BNPB),” imbuhnya.

Siska memastikan, tes masif tersebut mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan terjamin.  [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman menerima audiensi dari perwakilan pengemudi ojek online Cianjur di Pendopo Kabupaten Cianjur, Sabtu (20/6). Haji Herman menyampaikan bahwa kegiatan operasional ojek online sedianya sudah bisa dilakukan dengan catatan penting untuk tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19.

“Secara prinsip saya mengizinkan agar ojek online bisa beroperasi kembali selama rekan-rekan di lapangan juga siap. Protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat dan keselamatan bagi pengemudi serta pengguna layanan harus diutamakan,” kata Herman di depan perwakilan pengemudi ojek online Cianjur.

Menurut Haji Herman, meski Cianjur saat ini sudah diklasifikasikan sebagai zona biru menurut Pempov. Jawa Barat, kegiatan perekonomian masih belum bisa dilakukan secara normal sepenuhnya.

“Saat ini kan masih belum ada vaksin atau obat untuk Covid-19 ini, maka fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini harus kita lewati bersama. Tak terkecuali untuk rekan-rekan ojek online,” kata Haji Herman.

Sebelumnya, perwakilan pengemudi ojek online Cianjur juga sudah melakukan audiensi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur dan meneruskan pembahasannya kepada Plt Bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Cianjur.



“Pemkab Cianjur juga memahami kesulitan dan kendala yang dialami oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 ini. Kami juga ikut berterimakasih rekan-rekan ojek online sudah ikut berkorban untuk kemanusiaan. Semoga setelah ini ekonomi Cianjur bisa mulai pulih kembali,” kata Haji Herman.

Perwakilan pengemudi ojek online Cianjur Deni Agustin mengapresiasi langkah yang dilakukan Haji Herman untuk mendengarkan langsung keluhan dari para pengemudi di Cianjur. Ia juga menyatakan kesiapan dari para pengemudi ojek online untuk mulai beroperasi kembali dengan protokol kesehatan.

“Tentu kami sangat mengapresiasi dan siap menjalankan prinsip protokol kesehatan Covid-19 dalam operasional di masa new normal ini. Semoga bisa segera lampu hijau dan mengaspal kembali,” kata Deni.

Di Cianjur ada sekitar 48 komunitas yang mewadahi setidaknya 3,000 pengemudi ojek online dari berbagai aplikator. Dampak pandemi Covid-19 membuat layanan pengantaran penumpang dibatasi secara masif dan berperan pada jatuhnya pendapatan para pengemudi. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman ikut merayakan setahun berdirinya e-Warong (Warung Gotong Royong) Kabupaten Cianjur di Pendopo Cianjur, Jumat (19/6). Haji Herman menilai pelaksanaan program e-Warong di Cianjur saat ini sudah cukup membantu kebutuhan warga penerima bantuan.

“Saat ini, agen-agen e-Warong di Cianjur memang diutamakan untuk menyuplai kebutuhan warga penerima bantuan sosial. Semoga nantinya makin banyak agen e-Warong yang mandiri dalam artian suplai barang dan komoditasnya memang berasal dari tiap daerah masing-masing,” kata Haji Herman di depan perwakilan e-Warong di seluruh kecamatan di Cianjur.

Haji Herman juga berharap agar keberadaan e-Warong di tengah-tengah masyarakat, benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan lebih banyak lagi warga. Agen-agen e-Warong harus jeli melihat komoditas unggulan di daerahnya dan ikut mendistribusikan produk-produk tersebut.

“Seperti di Bojong Picung, itu kan salah satu daerah lumbung padi di Cianjur. e-Warongnya mampu mandiri dan mengambil suplai beras dari para petani lokal. Nantinya semua kecamatan harus bisa seperti ini,” kata Haji Herman.

Jika komoditas daerah bisa terserap oleh e-Warong, tentu kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa didorong secara menyeluruh. Warga yang membutuhkan bantuan, bisa ditutup oleh produk-produk e-Warong yang juga disuplai oleh produk-produk unggulan daerah masing-masing.

Koordinator Agen e-Warong Kabupaten Cianjur Hasan menyatakan seluruh jajaran e-Warong akan berusaha untuk bisa berperan dalam kesejahteraan masyarakat lebih banyak. “Kualitas produk akan terus dijaga dan tentu cita-cita kami semua agar lebih banyak lagi agen yang bisa mandiri,” kata Hasan.

Tercatat, ada 737 agen e-Warong di seluruh Kabupaten Cianjur. Para agen e-Warong dipercaya untuk menyalurkan komoditas bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak mendapat bantuan sosial dan sembako.[KC.08]**
CIANJUR[KC],- Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyerahkan langsung Surat Keputusan DPP PAN yang resmi mengusung pasangan Herman Suherman-TB. Mulyana untuk mengikuti gelaran Pilkada Cianjur 2020.

“Dibawah kepemimpinan Pak Haji Herman dan Pak Mulyana nantinya, saya yakin cita-cita Cianjur ini bisa dibangun dengan dasar agama. Ini adalah basis yang kuat untuk membangun masyarakat madani, untuk membangun Cianjur,” kata Eddy Soeparno, di Jalan Al-Muchtar, Jumat (19/6).

Sekjen PAN ini juga memastikan PAN akan total untuk memenangkan pasangan BHS-M (Haji Herman Suherman-TB. Mulyana). “Saya siap turun langsung untuk memenangkan pasangan ini. Komitmen keduanya selama ini sudah terbukti, dan PAN akan total untuk mendukung hal tersebut,” kata Eddy.

Anggota Komisi VII DPR RI ini juga menaruh keyakinan bahwa pasangan BHS-M merupakan sosok yang sudah sangat matang dalam berpolitik. “Keduanya adalah sosok yang sudah siap mengabdikan dirinya, mengikhlaskan dirinya untuk warga Cianjur sehingga kepentingan-kepentingan golongan tak lagi jadi masalah,” kata Eddy.

Ketua DPD PAN Cianjur Herlan Firmansyah juga menekankan bahwa penyerahan rekomendasi oleh Sekjen PAN langsung ini adalah bukti keseriusan memenangkan pasangan BHS-M.

“Ini adalah tahapan final dari proses panjang sejak bulan Oktober lalu. Sejak awal, Alhamdulillah PAN sangat solid untuk mendukung Haji Herman. Ketika sudah memutuskan berpasangan dengan TB. Mulyana, kami juga menguatkan kembali dukungan untuk keduanya,” kata Ketua DPD PAN Cianjur Herlan Firmansyah.

Menurutnya, baik Sekjen PAN Eddy Soeparno dan Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman adalah dua sosok yang sangat soleh dan bijak dalam berpolitik. “Ketika orang-orang yang soleh ini bergandengan tangan, semoga hasilnya juga akan menjadi baik,” kata Herlan.

Herman juga mengapresiasi dukungan dan komitmen langsung yang datang dari partai berlambang matahari terbit itu. “Dari awal, kami sudah membangun komunikasi yang sangat baik. Alhamdulillah saat ini sudah resmi. Saya juga mohon dukungan dan doanya untuk memenangkan Pilkada Cianjur 2020 ini. Kita ingin Cianjur lebih baik lagi, banyak hal yang perlu kita lakukan agar Cianjur tidak ketinggalan dengan kabupaten/kota lain,” kata Herman dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan dari Partai Golkar dan Partai Nasdem itu.

Ia juga menekankan bahwa kekompakan dan kebersamaan perlu terus diperkuat dalam koalisi pendukungnya yang terdiri dari banyak partai. “Kita bangun kebersamaan dalam koalisi ini. Meskipun kita berasal dari banyak warna, tujuannya tetap satu,” kata Herman. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah konsern mengembangkan sektor perikanan budidaya, khususnya komoditas udang vaname, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama jajarannya sudah menyusun peta jalan (road map) dan langsung tancap gas meninjau titik-titik lokasi/sentra budidaya termasuk daerah yang potensial untuk dijadikan tambak. Seperti yang dilakukan Menteri Edhy pada Kamis (19/6/2020) siang di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menteri Edhy bersama Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dan dirjen lainnya tiba di lokasi calon tambak udang vaname di Desa Kertajadi sekitar pukul 11.40 WIB, setelah menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam dari Palabuhan Ratu, Sukabumi. Hujan yang mengguyur sejak Rabu malam, membuat lahan seluas 4,5 haktare itu berlumpur. Namun tak menyurutkan semangat Menteri Edhy turun langsung meninjau lokasi.

Menteri Edhy ingin memastikan pembangunan tambak udang di lokasi strategis dan tidak merusak lingkungan yang justru dapat merugikan masyarakat setempat dan alam. Lokasi calon tambak sendiri di tepi jalan raya dan dekat dari pantai laut selatan.

“IPAL harus kita diperhatikan. Kita ingin menghapus anggapan kalau budidaya tambak itu merusak lingkungan. Itu kita akan jawab,” ujar Menteri Edhy di lokasi.

Tambak udang vaname yang akan dibangun di Desa Kertajadi ini mengusung konsep modern intensif dan ramah lingkungan yang terdiri dari petakan tandon air, petakan kolam pemeliharaan dan dilengkapi juga dengan petakan untuk instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Potensi pengembangan budidaya udang di Kecamatan Cidaun sendiri mencapai 150-200 haktare. Sejauh ini, sudah ada beberapa tambak udang vaname modern di Cidaun dan sudah berhasil panen.

Lahan calon tambak merupakan milik PT Perhutani yang selama ini dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat untuk bercocok tanam. Namun hasilnya kurang memuaskan sehingga ingin dialihkan menjadi tambak udang vaname. Menteri Edhy ingin tambak yang dibangun melibatkan masyarakat.

“Modelnya 1 haktare bisa untuk 5 KK (kepala keluarga). Kita libatkan masyarakat sehingga ini padat karya,” ujar Menteri Edhy.

“Semangat yang kita bangun adalah alam dijaga, masyarakat diberi pekerjaan, ekonomi tumbuh, ekspor naik,” pungkas Edhy.

Sebelum ke Cianjur, pekan lalu Menteri Edhy meninjau aktivitas budidaya udang vaname di sejumlah titik di empat provinsi Pulau Sulawesi. Meliputi Sulwesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Di Gorontalo, Menteri Edhy juga meninjau tambak rakyat dan panen raya bandeng.

Dalam kunjungannya ke Cianjur, Menteri Edhy didampingi pejabat eselon I KKP di antaranya Dirjen Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan TB Haeru Rahayu, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono dan sejumlah staf khusus menteri.[KC.10/Net KKP]**
CIANJUR[KC],-  Jelang masuknya tahapan Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020, kantor DPD Partai Nasdem Kab. Cianjur yang berlokasi di Jl. Raya Sukabumi No 10 Pasir Hayam dikunjungi oleh Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menguatkan sinergitas Polres Cianjur dengan Partai NasDem supaya tercipta Pemilukada dengan Damai.

" Sebentar lagi Cianjur akan melaksanakan Pemilukada, karena itu kami atas nama Polri mengajak kepada Partai NasDem untuk menciptakan suasana Pemilukada yang damai. " Ujar Kapolres dalam sambutannya.

Sementara itu DPD Partai NasDem yang diwakili oleh sekretaris M. Abdul Azis Saefudin menyambut baik kedatangan Kapolres Cianjur. Dalam sambutannya M. Abdul Azis menyampaikan bahwa sejak awal NasDem siap dan berkomitmen menjunjung tinggi politik yang bermartabat dan tentunya menciptakan kondusifitas Pemilukada yang damai.

"NasDem sebagai Partai politik tanpa mahar akan selalu berkomitmen dan berkontribusi untuk menciptakan suasana politik Pemilukada yang damai tentunya, " pungkas Kang Azis [KC. 08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur Haji Herman Suherman memastikan Kabupaten Cianjur siap menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19. Hal ini berkaitan dengan dipastikannya penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

“Dari Pemkab Cianjur akan memastikan dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti KPU, Bawaslu, Kepolisian dan TNI untuk penyelenggaraan Pilkada agar dijalankan merujuk pada protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” kata Haji Herman, Rabu (17/6).

Arahan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat antara lain dengan menyiapkan inventaris tambahan, persiapan dukungan teknis serta pengamanan akan segera ditindaklanjuti. “Kami tentu akan mendukung arahan tersebut agar pelaksanaan Pilkada bisa tetap berjalan sesuai rencana dan sukses,” kata Haji Herman.

Penyesuaian anggaran juga akan dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan ketat pada saat pelaksanaan Pilkada nanti.

Sebagai daerah yang saat ini sudah masuk dalam klasifikasi zona biru, Haji Herman tetap menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan apapun tetap harus mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Untuk aturan lebih detil secara teknis, kami juga akan merujuk ke Peraturan KPU nantinya. Walau saat ini Cianjur relatif aman untuk pengendalian Covid-19, kita tetap harus disiplin,” kata Haji Herman menambahkan.

Peraturan KPU nomor 5 Tahun 2020 yang merupakan perubahan ketiga atas PKPU nomor 15 tahun 2019, dalam pasal 8 C, menyatakan pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan terkait petunjuk teknis untuk penerapan protokol kesehatan sepanjang tahapan Pilkada serentak. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah menyelesaikan aturan pendukung terkait pelaksanaan tahapan pemilihan lanjutan di tengah pandemi Covid-19, serta revisi PKPU tentang tahapan, program dan jadwal, juga terkait realokasi anggaran.

Sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 yang diundangkan pada 12 Juni 2020 tahapan pemilihan lanjutan dimulai tanggal 15 Juni 2020.

Dengan demikian  KPU Kabupaten Cianjur memastikan besok senin mulai kembali tahapan Pilkada Cianjur lanjutan, namun bakal ada perubahan teknis Pemilu yang sudah dirancang sebelumnya.

Salah satunya seperti pada jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) di 360 desa dan 32 kecamatan yang dipastikan harus ada penambahan jumlah TPS. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan cara mengurai kerumunan orang serta mengurangi resiko kontak fisik antar pemilih dan petugas.

“Beberapa bentuk upaya penerapan protokol kesehatan yang dilakukan diantaranya adalah dengan mengurangi jumlah Pemilih ditiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang semula berjumlah maksimal 800 orang menjadi berjumlah maksimal 500 orang per-TPS,” tandas Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Selly Nurdinah dalam sesi jumpa pers daring, Minggu (14/6) malam.

Penerapan protocol covid-19 dalam Pilkada 2020 ini juga akan diterapkan pada saat tahapan verifikasi calon perseorangan, pemutakhiran data pemilih, dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan banyak orang dengan jumlah terbatas,” katanya.

Lebih lanjut, selly mengatakan  dengan penambahan jumlah TPS, akan berdampak kepada penambahan  petugas dan juga logistik di masing masing TPS.

Konsekuensi dari penggunaan protokol kesehatan dan penambahan jumlah TPS serta petugas di dalamnya, kata Selly, adalah penambahan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai 14 Milyar.

Lebih lanjut Selly menegaskan, KPU Kabupaten Cianjur telah berkomitmen dan siap untuk melaksanakan Pilkada lanjutan. Tentunya dengan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2020 dengan penuh integritas dan memperhatikan protokol kesehatan [KC.05]**
CIANJUR,[KC],- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Jawa I (Jawa Barat dan Banten) MQ Iswara menegaskan Pilkada Cianjur 2020 menjadi salah satu Pilkada yang ditargetkan Golkar untuk menang. Karena itu, Partai Golkar akan all out memenangkan pasangan Herman-TB Mulyana.

“Harus menang. Karena kita mengusung inkumben, kita jadi wakil dari inkumben, ini targetnya harus menang. Di laporan kami pun targetnya menang. Cianjur jadi daerah prioritas” ujar Iswara, yg diwawancara pasca rapat Rekapitulasi Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 Wilayah Pemilu Wilayah Jawa I (Jawa Barat dan Banten) di Kantor DPP Golkar, Jakarta.

Iswara juga menegaskan bahwa partainya sudah pasti akan mengusung pasangan Herman Suherman–TB Mulyana Syahrudin di Pilkada Cianjur 2020. Hal itu menepis rumor kalau Golkar dikabarkan belum pasti mengusung pasangan ini.

“Oh ya sudah pasti, kalau itu sudah pasti. Kan surat penetapannya sudah kita buat. Jadi sudah pasti ke Pak Herman dan kita (Golkar) jadi wakil Pak Herman yakni Pak TB Mulyana,” kata Iswara.

“ Pasangan ini sudah firm ya sudah tidak bergerak lagi dan Insya Allah kami dari Bappilu Jawa I yang membawahi Jawa Barat dan Banten akan segera mengusulkan kepada Ketua Umum untuk segera meng-SK-an. Kalau kemarin kan kita masih memberikannya surat penetapan sementara, hasil rapat ini kita buat notulensinya dan buat permohonan ke Ketua Umum untuk bisa memberikan Surat Keputusan sehingga lebih kuat legitimasinya semakin kuat saat turun ke masyarakat nanti,” tegas Iswara.

Iswara mengatakan pengusungan Herman-TB Mulyana pada Pilkada Cianjur 2020 memiliki progres yang luar biasa.
“Kami bersyukur bahwa pasangan Herman Suherman dan TB Mulyana sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati ini progresnya luar biasa termasuk partai pengusungnya, " kata Iswara. Iswara yakin lima partai ini solid mengusung Herman Suherman dan TB Mulyana.

Iswara menanggapi santai terhadap mulai munculnya nama-nama calon pesaing Herman-TB Mulyana. Baginya Pilkada Cianjur akan berlangsung dengan damai dan lancar.

“Kalau Cianjur kami melihat tidak terlalu panas lah ya. Bahwa ada calon yang sudah firm yaitu kita Pak Herman-TB Mulyana nanti ada pasangan lain yg muncul itu hal yang biasa. Saya melihat ini dalam batasan yang wajar lah,” kata Iswara. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Tidak seperti biasanya, Dewan Pengurus Daerah  Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Cianjur menyelenggarakan Halal Bihalal (HBH) secara virtual pada Minggu (14/6). Hal ini karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan sesuai protokoler kesehatan Covid-19 masih belum boleh melakukan kegiatan yang mengundang banyak orang.

Halalbihalal daring disiarkan secara live melalui channel sosial media DPD PKS Kabupaten Cianjur, Minggu, 14 Juni 2020 pukul 08.00.

Ketua DPD PKS Kab Cianjur,  H Wilman Singawinata dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PKS yang telah melakukan kontribusi besar selama pandemi Covid-19 dalam acara Halal bi Halal PKS yang diselenggarakan lewat daring.

Wilman juga mengapresiasi Satuan Tugas Covid-19  DPD PKS Cianjur yang berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan Rp. 820.360.000 , semoga taawun semua kader bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak.

Selain itu, lanjut Wilman, agenda yang harus dimenangkan oleh semua kader dan struktur adalah memenangkan Pilkada Cianjur, kita memiliki dua kader terbaik yang siap yaitu Bapak Sadar Muslihat Anggota DPRD Prov. Jawa Barat dan Gilar Budi Raharja Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Cianjur.

" Kemenangan Pilkada di Cianjur akan melipatgandakan khidmat kita terhadap ummat " Kata Wilman.

"Tidak lupa DPD PKS Cianjur menyampaikan selamat Idul Fitri dan mohon maaf lahir dan batin kepada warga Cianjur. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam aksi tanggap Covid – 19 DPD PKS Cianjur" ucap nya.

Sementara itu Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu melalui aplikasi zoom mengajak semua kader PKS Cianjur untuk berjihad dan memberikan yang terbaik kepada Dakwah Islam dan Masyarakat Cianjur. [KC.03]**





CIANJUR,[KC],- Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia karena serangan jantung. Pramono meninggal di Rumah Sakit Cimacan, Kabupaten Cianjur pada pukul 19.43 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, sebelum meninggal dunia, Pramono Edhie beserta keluarganya sedang berlibur di kediaman Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi.

"Beliau dan keluarganya sedang berlibur, lalu mendadak sakit dengan diagnosa serangan jantung," kata Nefra dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2020).

Saat ini, kata Nefra, jenazah Pramono Edhie masih dalam perjalanan dari di RSUD Cimacan menuju ke tempat persemayaman di Rumah Duka di Puri Cikeas Indah RT 03 RW 02 Jalan Alternatif Cibubur Nagrak, Bogor.

Perlu diketahui, Pramono Edhie merupakan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955. Dia adalah putra Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang juga adik Ani Yudhoyono.

Pramono Edhie lulusan AKABRI tahun 1980. Mengawali karir sebagai Komandan Peleton Grup I Kopassandha (1980), tahun 1995 dia dipercaya menjadi Komandan Grup I/Kopassus .

Lulusan Sesko TNI 2001 itu juga sempat menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Tiga tahun kemudian dia dipercaya sebagai perwira tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Politik Sesko TNI dan pada 2005 diangkat sebagai Wakil Danjen Kopassus. Tahun 2007, Pramono dipercaya sebagai Kasdam IV/Diponegoro.

Karirnya makin menanjak ketika dipilih sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggantikan Letjen TNI Burhanuddin Amin sejak 30 September 2010.

Namun kini putra terbaik Indonesia itu telah pergi. Pramono Edhie menhembuskan nafas terakhir di usia yang ke-65 tahun. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Herman Suherman ‐ Tb Mulyana Syahrudin dinilai layak dan memumpuni untuk melanjutkan kepemimpinan di Cianjur. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPP Jimmy Perkasa di Kantor DPW PPP Jawa Barat, Bandung.

Jimmy menilai tingginya angka survei menjadi bukti kepuasan publik atas kinerja Herman selama ini.

"Secara logika dan survei itu sudah jelas bahwa beliau adalah putera terbaik yang dimiliki Cianjur. Masyarakat pun puas dengan kinerja beliau sebagai Plt. Bupati Cianjur. Sehingga tidak salah ketika masyarakat nantinya memberikan amanah kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan di Cianjur," kata Jimmy.

Jimmy mengatakan setelah resmi mengusung Herman-Tb Mulyana, komunikasi PPP dengan Herman semakin intens. Menurut Jimmy, hal tersebut menambah keyakinan PPP untuk all out memenangkan pasangan petahana tersebut.

"Dari sekian banyak calon cuma beliau lah yang terus menjalin komunikasi dengan PPP. Jadi kami sudah menetapkan pak Herman sebagai calon yang kami usung. Tentunya kami akan sekuat tenang memenangkan pak Herman," ujar Jimmy.

Jimmy menegaskan partainya siap lahir batin memenangkan pasangan Herman Suherman - Tb.Mulyana di Pilkada Cianjur 2020.

"PPP telah siap mengamankan dan juga mendukung beliau (Herman) lahir batin untuk menjadi pemenang di Pilkada Cianjur 2020," tegas Jimmy.

Jimmy juga menegaskan PPP akan menjaga Herman sebagai calon inkumben dari serangan-serangan negatif dan fitnah yang sudah mulai muncul kepermukaan.

"Kita juga akan menjaga beliau. Menjaga dari isu-isu miring sekaligus menyampaikan program-program beliau yang sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat Cianjur," ujar Jimmy. [KC.08]**
Ceng Badri - Ketua PMCK
CIANJUR,[KC],- Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) Ceng Badri mengapreasiasi komitmen dan keseriusan Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman dalam upaya merealisasikan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cianjur Selatan. Ceng Badri mengaku baru kali ini ada keseriusan dan itikad baik dari Bupati Cianjur setelah 12 tahun lebih dirinya berjuang untuk pemekaran Cianjur Selatan.

"Kami sebagai pelaku yang terus berusaha untuk melakukan usulan pemekaran, baru ada tanggapan dan wujud nyata pada tahun 2018 dari Plt. Bupati setelah 12 tahun lebih tidak ada tanggapan dari Kepala Daerah. Dan ini merupakan itikad yang baik dari seorang pemimpin daerah yang mewujudkan aspirasi masyarakatnya," kata Ceng Badri di Pendopo Bupati Cianjur, Jumat (12/6/2020)


Menurut Ceng Badri bukti konkrit dari keseriusan dan komitmen Herman merealiasikan pemekaran Cianjur Selatan terlihat dari masuknya rencana pemekaran Cianjur Selatan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pembentukan tim teknis, hingga anggaran yang direncanakan.

"Dari beberapa pertemuan termasuk sekarang, H. Herman telah memberikan dukungan dan kinerja yang baik. Mulai dari RPJMD, Pembentukan Tim Teknis, hingga anggaran yang direncanakan. Sekarang keluar keputusan dari beliau bahwa pada pertengahan Juli ini akan dilaksanakan sidang paripurna terkait persetujuan bersama dan penandatanganan usulan pemekaran Cianjur Selatan," ujar Ceng Badri.

Ceng Badri menepis apabila ada yang mengaitkan kebijakan ini sebagai bagian dari politik jelang Pilkada. Dirinya berharap masyarakat tidak terjebak terhadap opini yang menyesatkan.

"Kedewasaan berpikir penting dalam hal ini, bahwa itikad kami ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan isu kepentingan politik. Ini hanya kewajiban dari seorang Kepala Daerah yang mewujudkan keinginan dan harapan masyarakatnya. Karena pada tahun 2018, ketika beliau menjadi Plt. Bupati langsung menanggapi usulan pemekaran Cianjur Selatan. Maka dari itu, kami berharap masyarakat tidak terjebak dengan opini yang menimbulkan polemik yang tidak jelas di masyarakat," ujar Ceng Badri.

PMCK hari ini, Jumat (12/6/2020), melakukan pertemuan rapat koordinasi pertama bersama Plt. Bupati Cianjur, OPD terkait, dan beberapa Anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

Ceng Badri menjelaskan pemekeran Cianjur Selatan merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Cianjur Selatan. Menurutnya, dengan mekarnya wilayah Cianjur Selatan potensi ekonomi bisa tumbuh dan masyarakatnya akan sejahtera.

"Sudah saatnya masyarakat Cianjur Selatan maju. Semoga segera terealisasi," katanya.

Rencananya, berdasarkan site plan Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) ada 14 wilayah kecamatan yang akan bergabung dengan DOB Cianjur selatan.

Luas wilayah DOB Cianjur selatan sendiri ditaksir mencapai 231.105,88 hektare persegi dengan jumlah penduduk 629.499 jiwa.

Dengan demikian, jika Kabupaten Cianjur Selatan resmi terbentuk, Kabupaten Cianjur selaku kabupaten induk yang selama ini melingkupi 32 kecamatan praktis kehilangan hampir setengah wilayahnya. [KC.08]**