December 2013
no image
CIANJUR,[KC].- Belum adanya kerusakan lingkungan akibat adanya aktivitas penambangan pasir besi dipesisir pantai selatan Cianjur dibantah oleh Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Cianjur. Ampuh menuding bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk kebohongan.

"Pernyataan Ketua Komisi III DPRD Cianjur itu penuh dengan kebohongan, tidak berdasarkan fakta di lapangan dan cenderung merupakan pembelaan sepihak terhadap keberadaan PT. MIS, kami meyakini bahwa pernyataan itu adalah pesanan yang dibayar oleh orang PT. MIS. Pernyataan itu kontradiktif dengan penyataan yang disampaikan oleh BPLHD Propinsi Jawa Barat yang menyebut bahwa aktivitas penambangan pasir besi telah mengakibatkan kerusakan lingkungan dengai nilai kerugian Rp 8 triliun lebih selama 20 tahun terakhir ini," lata Ketua Ampuh Yana Nurzaman.

Dikatakan Yana, pada saat peninjauan ke lapangan, Komisi III DPRD Cianjur sama sekali tidak melakukan investigasi terhadap masalah-masalah kerusakan lingkungan pesisir pantai. Tim yang turun hanya sebatas menginput informasi dari PT. MIS. Oleh karenanya Ampuh bersama Koalisi Rakyat Anti Penambangan Pasir Besi (KRAP2B) mendesak agar Ketua Komisi III mencabut kembali penyataannya sekaligus meminta maaf atas pernyataannya yang salah kaprah dan cenderung bertujuan hanya untuk menyenangkan PT. MIS. Bahwa akhirnya tuntutan masyarakat agar IUP Produksi PT. MIS untuk dicabut adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi," tandasnya.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Cianjur mendesak agar eksekutif segera membentuk tim tekhnis untuk melakukan penelitian kandungan pasir besi disepanjang pesisir Cianjur selatan. Desakan tersebut disampaikan setelah Komisi III DPRD Cianjur melakukan kunjungan kerja ke pesisir selatan Cianjur.

"Dikhawatirkan ada kandungan lain yang tidak diketahui pemerintah Kabupaten Cianjur yang ada di pasir besi itu. Di Kabupaten Sukabumi, misalnya, dikabarkan terdapat kandungan emas yang bercampur dengan pasir besi di pesisir pantainya. Tidak menutup kemungkinan Cianjur bisa seperti itu," kata Ketua Komisi III DPRD Cianjur Rudi Syahdiar, Minggu (29/12).

Dikatakan Rudi, sebenarnya DPRD Cianjur ingin melakukan penelitian, namun karena tidak teranggarkan penelitian tersebut tidak bisa dilakukan. "Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kegaitan penambangan pasir besi di Kabupaten Cianjur. Jangan sampai adanya aktivitas itu berdampak luas terutama masalah kesenjangan sosial," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Untuk mengejar target diraihnya kembali Adipura di Cianjur, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Cianjur terus berbenah. Salah satunya yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kab. Cianjur. Sejumlah sarana dan prasaran terus dibenahi untuk mengejar Adipura yang tahun 2013 lepas dari Cianjur.

Kepala DKP Rika Ida Mustikawati, mengungkapkan, untuk meraih kembali Adipura saat ini tengah dilakuka penambahan sarana dan prasarana. Salah satunya adalah bantuan sarana berupa motor sampah. Motor sampah tersebut diharapkan bisa menjadi kendaraan cepat sebagai "penyapu" samapah yang ada ditempat yang sulit dijangkau kendaraan besar.

"Hari ini (kemarin) kita berikan bantuan sebanyak 8 buah untuk 8 kecamatan yaitu Kec. Cipanas, Pacet, Cugenang, Cianjur, Warungkondang, Gekbrong, Karang Tengah dan Ciranjang. Selain itu juga kita berikan mesin babad rumput sebanyak 15 buah untuk 8 Kecamatan penyangga Adipura, 6 Kelurahan dalam wilayah Kec, Cianjur dan 1 Desa Sirnagalih Kec. Cilaku," kata Rika, Senin (30/12).

Selain menyerahkan bantuan sara penunjang kebersihan, pihaknya juga telah melakukan kegiatan lomba K3 diwilayah perkotaan. Hal itu untyu merangsang kesadaran masyarakat untuk berprilaku bersih. "Untuk lomba K3 RW didapat Juara I Kelurahan sawah Gede, Juara II Kel. Bojong Herang dan Juara III Kelurahan Sayang," katanya.

Secara terpisah Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh yang memberikan langsung bantuan sarana kebersihan, pertamanan dan mobil sim keliling di halaman pendopo Pemereintah Kabupaten Cianjur mengatakan, ucapan terimakasihnya kepada seluruh jajaran DKP Kabupaten Cianjur, yang telah menunjukan upayanya dalam mensosialisasikan pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan baik melalui pelayanan kepada masyarakat maupun melalui lomba kebersihan.

"Penyerahan sarana kebersihan itu merupakan langkah strategis serta merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat melalui pembinaan, pengembangan dan pelaksanaan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang didukung oleh sarana dan prasarana kebersihan," kata bupati.

Bupati mengingatkan, kepada seluruh jajaran DKP harus terus memelihara semangat, meningkatkan kinerja, menggunakan segala potensi yang ada dengan mengembangkan komunikasi, membuka ruang-ruang konsultasi serta membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait, agar tugas dapat dilaksanakan dengan lancar.

"Tingkatkan terus pelayanan kepada masyarakat, dalam arti kita jangan merasa puas atas pelayanan yang telah diberikan, tetapi harus terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Libur tahun baru yang berbarengan dengan libur sekolah dimanfaatkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya berlibur dikawasan wisata Puncak Cipanas Kab. Cianjur. Hingga Senin (30/12) kawasan yang berhawa sejuk itu sudah ramai dipadati pengunjung yang mayoritas menggunakan kendaraan plat nomor polisi B.

Sayangnya liburan tahun ini harus disuguhi oleh rusaknya infrastruktur jalan dibeberapa titik yang membuat para pengguna jalan terutama pengendara kendaraan bermotor harus berhati-hati jika melintas jika tidak ingin terjerembab. Kondisi tersebut diperparah dengan padatnya arus lalu lintas yang membuat para pengendara harus bersabar.

Seperti yang diungkapkan Thomas (52) warga Jakarta, dia mengaku sengaja datang ke Puncak Cipanas untuk berlibur bersama keluarga untuk merayakan tahun baru bersama. Dia juga mengeluhkan rusaknya jalan yang mengarah ke rumah keduanya.
"Kita sengaja datang berlibur kesini bersama anak-anak, mumpung libur sekolah. Tapi sayangnya jalannya banyak yang rusak, padahal ini daerah wisata, biasanya jalannya bagus, tapi ini tidak," kata Thomas saat ditemui sedang membeli duren di jalan alternatif Hanjawar Pacet, Senin (30/12).

Diakui Thomas, akibat rusaknya infrastruktur jalan beberapa temanya yang semula akan berlibur ke Puncak Cipanas mencari alternatif lain. "Memang ada beberapa temen yang tadinya mau menyusul ke Puncak, jadi di cancel setelah tahu jalannya banyak yang rusak. Ini sangat disayangkan sekali, sebagai daerah wisata sudah selayaknya Pemda setempat memprioritaskan sarana infrastrukturnya," katanya.

Rusaknya beberapa infrastruktur jalan dibeberapa lokasi dikawasan wisata Puncak Cipanas juga disayangkan para pengusaha real estate, hotel dan tempat wisata. Dampaknya mereka merasakan secara langsung yakni tingkat kunjungan mengalami penurunan.

"Ya berdampaklah, mereka yang semula berniat mau menikmati libur jadi banyak yang cancel setelah tahu kondisi jalan kurang layak. Ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemda, karena dengan menurunya tingkat kunjungan sudah barang tentu akan berdampak pula pada penurunan PAD," kata Estate Manager Kota Bunga Franky Kumonang secara terpisah.

Rusaknya infrastruktur jalan tersebut pernah disampaikan ke Pemda Cianjur. Namun belum banyak upaya perbaikan hingga memasuki libur sekolah dan tahun baru ini. "Tadinya kita berharap jalan yang rusak ini sudah diperbaiki saat memasuki libur sekolah dan tahun baru, tapi sayangnya tidak demikian. Kalai ada perbaikan tidak menyeluruh," katanya.

Berdasarkan pantauan, kerusakan jalan terpantau di beberapa titik di Jalan Hanjawar-Pacet. Kondisi jalannya banyak yang berlubang, bahkan terkelupas. Terlihat beberapa warga berupaya menutup jalan yang berlubang dengan tanah.

Hal serupa juga terlihat disepanjang jalan Cibadak-Ciwalen pentas. Jalan yang mengarah ke tempat wisata Taman Bunga Nusantara itu kondisinya rusak parah. Para pengendara harus berhati-hati jika melintas di jalan tersebut.

Sementara arus lalu lintas hingga pukul 17.00 WIB, dikawasan wisata Cipanas terpantau padat. Kondisi tersebut terlihat disepanjang Jalan Raya Cipanas mulai dari Simpangraya Pasekon hingga pertigaan hanjawar. Beberapa petugas lantas Polres Cianjur terlihat sibuk dijalan mengatur arus lalu lintas [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 22 perusahaan yang ada di Cianjur diadukan ke Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Cianjur. Perusaha-perusahaan tersebut tengarai tidak memberikan hak karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Ini merupakan langkah kami untuk memperjuangkan hak-hak karyawan. Perusahaan yang kami ajukan semuanya tidak memenuhi seluruh hak-hak karyawan. Langkah ini kita ambil setelah jalan mediasi tidak ketemu," kata Ketua DPC KSPSI Kab. Cianjur Asep Saeful Malik, Minggu (29/12).

Dikatakan Asep, dari 22 perusahaan tersebut memperkerjakan karyawan sekitar 20 ribu. Ribuan karyawan tersebut bermasalah dengan hak-haknya. "Masalah yang dihadapi merupakan masalah normatif, seperti upah lembur, cuti, dan status pekerja," kata Asep.

Ancam Gugat Dinsosnakertrans
Tidak hanya mengajukan gugatan ke pihak perusahaan, KSPSI juga berencana akan melakukan gugatan kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur jika tidak memperbaiki rekomendasi atas persoalan yang menimpa para tenaga kerja PT. Aurora yang dipecat pihak perusahaan.

"Dalam anjurannya itu Dinsosnakertrans meminta perusahaan untuk memperkerjakan kembali lima karyawannya yang dipecat. Tapi kalau KSPSI melihatnya bukan lima orang, tapi seluruh karyawan harus dipenuhi hak-haknya. Makanya kita meminta ke Dinsosnakertrans untuk melengkapi anjurannya itu ke pihak perusahaan," katanya.

KSPI kata Asep, menginginkan semua karyawan diangkat menjadi karyawan tetap atau pekerja waktu tidak tertentu(PKWTT) karena sebelumnya ada masa percobaan. "Dinsosnakertrans sengaja, kenapa hanya 5 orang yang disuruh untuk menjadi karyawan tetap. Tetapi secara global tidak dibahas. Saya konfirmasi katanya akan direvisi atau dilengkapi, karena berkas sidang mediasi kemarin gelobal. Kalau tidak kita akan gugat," tegasnya.

Pihaknya memberikan tenggat waktu selama 10 hari untuk melengkapi anjuran. "Kita kasih waktu 10 hari untuk dilengkapi, jika tidak dilengkapi akan menolak anjuran berarti ke arah gugatan. Tidak hanya perusahaan tapi juga Dinsosnakertrans," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Komisi III DPRD Cianjur mendesak agar eksekutif segera membentuk tim tekhnis untuk melakukan penelitian kandungan pasir besi disepanjang pesisir Cianjur selatan. Desakan tersebut disampaikan setelah Komisi III DPRD Cianjur melakukan kunjungan kerja ke pesisir selatan Cianjur.

"Dikhawatirkan ada kandungan lain yang tidak diketahui pemerintah Kabupaten Cianjur yang ada di pasir besi itu. Di Kabupaten Sukabumi, misalnya, dikabarkan terdapat kandungan emas yang bercampur dengan pasir besi di pesisir pantainya. Tidak menutup kemungkinan Cianjur bisa seperti itu," kata Ketua Komisi III DPRD Cianjur Rudi Syahdiar, Minggu (29/12).

Dikatakan Rudi, sebenarnya DPRD Cianjur ingin melakukan penelitian, namun karena tidak teranggarkan penelitian tersebut tidak bisa dilakukan. "Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kegaitan penambangan pasir besi di Kabupaten Cianjur. Jangan sampai adanya aktivitas itu berdampak luas terutama masalah kesenjangan sosial," katanya.

Terkait kerusakan lingkungan yang disebut-sebut akibat adanya aktivitas penambangan pasir besi menurut Rudi, hasil dari pemantauannya lingkungan di pesisir pantai selatan belum mengalami kerusakan akibat adanya kegiatan penambangan pasir besi. "Untuk sementara belum ada kerusakan yang ditimbulkan termasuk juga kegiatan yang dilakukan PT Megatop Inti Selaras (PT MIS). Di lapangan kegiatan yang dilakukan perusahaan itu masih untuk jalur kapal terkait dengan pembangunan dermaga," ujar Rudi.

Dikatakan Rudi, pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dulu setelah mendapatkan data-data yang diperoleh di lapangan. Pasalnya berdasarkan pantauan di lapangan memang terlihat dan terdapat kegiatan pengerukan dan pembangunan. Pengerukan itu diketahui untuk akses masuknya kapal ke dermaga.

"Memang dermaga itu diharapkan secepatnya selesai karena adanya dermaga itu merupakan persyaratan pengerukan pasir besi. Kalaupun ada kerusakan jalan darat itu bukan karena kegiatan tersebut karena memang belum melakukan pengiriman pasir. Adapun informasi adanya pengangkutan kemungkinan dari laut. Tapi kebetulan waktu peninjauan memang tidak ada," kata Rudi [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- SGS PLN Bandung memborong lima gelar dalam kejuaraan bulutangkis se-Jawa Barat Bupati Cup IV yang dilaksanakan sejak 24-28 Desember 2013 di GSG Assakinah dan Srikandi Cianjur. SGS yang turun hampir disemua kelas itu mampu meloloskan atlitnya ke semi final. Bahkan ada beberapa kelas yang terjadi all final SGS.

Dominasi SGS PLN tersebut sudah terlihat pada babak penyisihan. Hampir sekitar 20 atlit yang diturunkan lolos kebabak kedua. Hingga akhirnya berhasil menempatkan atlitnya untuk melangkah ke final.

Untuk dikelas tunggal anak-anak putri, SGS PLN berhasil menempatkan dua atlitnya ke partai puncak. Keduanya adalah Hilda dan Fanicha Anjani. Pada partai puncak tersebut Hilda berhasil mempercundangi rekanya Fanicha Anjani dengan dua set langsung 21-5 dan 21-13.

Pada kelompok tunggal remaja putra, atlit SGS Ari Taufik juga berhasil mengkandaskan perlawanan Beno Derajat dari Mutiara dengan skor 21-14 dan 21-8. Demikian juga pada tunggal taruna putri, Dini Fitri berhasil mengkandaskan atlit Exis Sampurna Fitria Anggraini dengan dua set langsung 23-21 dan 23-21.

Dikelas tunggal taruna putra terjadi all final SGS PLN antara Redi Perdana dengan M. Aries. Dalam pertandingan tersebut M. Arie berhasil mempercundangi Redi Perdana dua set langsung 21-15 dan 21-16. Pada ganda remaja putra, SGN juga berhasil mengukuhkan sebagai yang terbaik setelah atlitnya pasangan Ari Taufik/Rendi R berhasil mengkandaskan pasangan Sugeng/Henwinner dari Guna Dharma dua set langsung 21-17 dan 21-11.

Pelatih SGS PLN Bandung Nara Sudjana telah memprediksikan kalau atlit yang diturunkan akan mampu bersaing denga atlit-atlit lainya di Jawa Barat. Sebelum mengikuti Kejuaraan Bulutangkis se-Jawa Barat Bupati Cup IV Cianjur, program latihan di camp masing-masing selalu digenjot.

"Kami ada 56 camp latihan, selama ini sudah rutin melakukan latihan, jadi gak ada persiapan khusus, kami selalu siap mengikuti kejuaraan kapanpun dibutuhkan. Inilah hasil dari latihan atlit-atlit kami mampu menoreh prestasi pada kejuaraan ini," kata Nara saat ditemui di gor Srikandi Cianjur, Sabtu (28/12).

Pihaknya mengakui, ketika ada kejuaraan ditingkat Jabar, atlitnya sering kali menjadi juara. Sehingga ada diantara atlitnya yang memperkuat daerahnya pada Porda Jabar mendatang. "Setelah kejuaraan ini, kami akan membenahi SGS didalam dulu, terutama untuk menyusun kekuatan kembali pada tahun 2014," katanya.

Menanggapi adanya sejumlah aytlit unggulan yang tumbang pada babak penyisihan, pihaknya lebih memprediksikan karena kurang keberuntungan saja. "Banyak beberapa faktor semisal angin, atau salah strategi. Yang jelas keberuntungan belum berpihak saja. Kalau soal kualitas tidak jauh berbeda," katanya.

Ketua PBSI Cianjur, Mohammad Toha mengatakan, kejuaraan bulutangkis Bupati Cup IV Cianjur merupakan salah satu ajang pemanasan bagi atlit-atlit Cianjur menjelang prakualifikasi Porda yang akan dilaksanakan pada 26 Januari 2014. "Kita harapkan dengan kejuaraan Bupati Cup ini menjadi sebuah motivasi bagi atlit Cianjur untuk berkuang dalam kualifikasi Porda. Kita targetkan lolos kualifikasi," kata Toha.

Pihaknya melihat, dominasi klub-klub besar yang sebelumnya terjadi, pada kejuaraan kali ini sudah mulai merata. Bahkan klub-klub baru juga ada yang berhasil menghantarkan atlitnya ke puncak. "Dari segi kualitas sepertinya sudah merata, jadi kita optimis atlit kita mampi memunjukkan prestasinya pada kualifikasi nanti," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Diduga berkampanye diluar jadwal, enam orang calon anggota legislatif (Caleg) di Kabupaten Cianjur diundang untuk klarifikasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kab. Cianjur. Caleg untuk DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten tersebut kedapatan memasang iklan di salah satu koran harian lokal di Cianjur.

Selain mengundang caleg, Panwaslu Kab. Cianjur juga mengundang pemimpin perusahaan koran lokal harian tersebut. "Semuanya masih tengah berjalan, kita masih mengundang mereka untuk diklarifikasi terkait pemasangan iklan kampanye di salah satu koran harian di Cianjur," kata Ketua Panwaslu Kab. Cianjur. Saepul Anwar saat ditemui diruang kerjanya, Jum'at (27/12).

Diakui Saepul, pemanggilan terhadap para caleg dan pemimpin koran harian lokal tersebut terkait dengan temuan adanya kampanye diluar jadwal. Pemasangan iklan di media massa saat ini belum saatnya dilakukan oleh caleg. "Aturannya saat ini belum masuk kampanye pemasangan iklan di media, makanya kami undang mereka untuk didengar keterangannya," kata Saepul.

Hasil dari klarifikasi tersebut selanjutnya akan menjadi pembahasan pleno, apakah dugaan pelanggaran tersebut memenuhi syarat untuk ditindak lanjuti atau tidak. "Ini menjadi salah satu dasar kita untuk meningkatkan proses tindak lanjut dari hasil klarifikasi. Semuanya masih tengah berjalan, kita belum bisa mengambil kesimpulan," katanya.

Rapat Koordinasi
Untuk menyamakan persepsi pengawasan, terutama terkait dengan adanya pemasangan alat peraga kampanye yang terpasang di zona atau tempat yang dilarang, Panwaslu Kab. Cianjur menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Ketua Panwaslu Kecamatan se-Kab. Cianjur, Jum'at (27/12).

"Kita ingin menyamakan persepsi diantara panwaslu ditingkat kecamatan. Terutama menindak lanjuti dari hasil penurunan alat peraga kampanye diluar zona dan tempat terlarang yang menjadi Barang Bukti (BB) pelanggaran. Kita tidak ingin ada salah persepsi dalam menindak lanjutinya," kata Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar.

Sampai saat ini pihaknya masih merekap berapa banyak alat peraga kampanye yang diturunkan dan menjadi BB pelanggaran dari laporan setiap Panwaslu Kecamatan. "Untuk jumlah pastinya masih kami rekap, nantinya setiap Panwaslu Kecamatan membuatkan rekomendasi ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk ditindak lanjut, sesuai dengan jenjang Panwaslu Kabupaten juga akan membuat hal yang sama ke KPU Cianjur," jelasnya [KC-02]***.

no image
CIANJUR, [KC].- Ratusan alat peraga kampanye yang terpasang di zona terlarang ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) secara serentak di 32 wilayah Kecamatan di Kab. Cianjur, Selasa (24/12) malam. Penertiban tersebut dilakukan menyusul habisnya batas waktu toleran bagi Partai Politik (Parpol) untuk menurunkan sendiri alat peraganya.

Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar mengatakan, penertiban alat peraga atau atribut kampanye tersebut dilakukan serentak oleh seluruh Panwaslu Kecatan. Hasil dari alat peraga kampanye yang ditertibkan selanjutnya menjadi Barang Bukti (BB) sehingga pemilik tidak bisa mengambil begitu saja sebelum proses hukumnya selesai.

"Penertiban ini sebagai bentuk tindak lanjut dari rapat koordinasi antara penyelenggara pemilu dengan pihak terkait, bahwa berdasarkan hasil laporan dari Panwaslu Kecamatan jumlah atribut atau alat peraga kampanye yang terpasang pada zona terlarang hingga 20 Desemeber 2013 jumlahnya mencapai 36.999 buah dengan berbagai jenis. Atas dasar itulan pihak parpol diberiwaktu untuk menurunkan alat peraganya sendiri hingga tanggal 24 Desember pukul 18.00 WIB," tegas Saepul.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan kata Saepul, masih terdapat alat peraga kampanye yang terpasang di zona atau tempat yang terlarang, maka pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Satpol PP berwenang menurunkan alat peraga kampanye tersebut.

Selain itu Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan juga bisa menurunkan alat peraga kampanye jika ternyata masih didapati ada yang terpasang di zona dan tempat terlarang. Hasil dari penurunan tersebut selanjutnya menjadi barang bukti pelanggaran untuk direkomendasikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Mekanismenya memang demikian, setelah diberi waktu tidak juga diturunkan, kemudian diturunkan oleh Panwas, itu ranahnya masuk dalam pelanggaran. Alat peraga kampanye yang diturunkan itu menjadi Barang Bukti pelanggaran dan tidak bisa begitu saja diambil sebelum proses hukumnya selesai," kata Saepul.

Seluruh alat peraga kampanye yang dipasang dizona terlarang dan diturunkan semuanya akan direkap sesuai dengan nama pemilik dan jumlahnya. Hasil dari rekapan itu akan diketahui siapa saja yang paling banyak melakukan pelanggaran. "Saat ini Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan masih terus menyisir alat peraga kampanye yang terpasang di zona terlarang bersama-sama dengan unsur terkait. Kita masih menunggu hasil laporan dari Panwaslu Kecamatan," katanya.

Divisi Pengawasan Panwaslu Kec. Cugenang Beni Gunawan mengungkapkan, jumlah alat peraga kampanye yang terpasang dizona dan tempat terlarang diwilayah Kec. Cugenang cukup banyak. Kebanyakan merupakan jenis pamlet calon anggota legislatis (caleg) dari berbagai parpol.

"Banyak alat beraga yang dipasang di pohon dan tiang listrik, pada hal sudah jelas ada turan yang melarangnya. Tapi kenyataanya masih ada saja yang memasang alat peraga kampanye tersebut dan tidak diturunkan sendiri hingga batas waktu yang diberikan berakhir," katanya.

Saat ini pihaknya masih terus menyisir sejumlah wilayah di Kec. Cugenang, karena tidak menutup kemungkinan masih terdapat alat peraga kampanye yang terpasang di zona terlarang. "Kadangkala kita itu harus kucing-kucingan, hari ini tidak ada besuknya ada lagi yang masang. Mudah-mudahan saja dengan ditertibkannya kali ini tidak ada lagi yang memasang ditempat atau zona yang terlarang," harapnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Unit Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) dikerahkan Polres Cianjur untuk mengamankan pelaksanaan misa natal di Kab. Cianjur. Unit Jihandak dari Polda Jabar tersebut melakukan penyisir terhadap sejumlah gereja sebagai bentuk antisipasi terhadap tindakan yang tidak diinginkan termasuk isu bom.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, dalam pengamanan misa natal terhadap 43 gereja yang ada di Cianjur, pihaknya telah melakukan sterilisasi terhadap lima gereja diantaranya, Gereja Santo Petrus (Siliwangi), Gereja Kristen Indonesia (HOS Cokroaminoto), Gereja Yesus Sejati (HOS Cokroaminoto), GPDI (Suroso) dan Gereja Pasundan.

"Hasilnya tidak kita dapati hal yang tidak diinginkan, semuanya aman. Kita juga menempatkan personil dan setiap jemaat yang masuk diperiksa barang bawaannya," kata Dedy, Rabu (25/12).

Dikatakan Dedy, sterilisasi gereja merupakan upaya memberikan rasa aman bagi jemaat kristiani yang merayakan natal. Sudah menjadi tugas polisi untuk memberikan pelayanan pengamanan. "Kita ingin di Cianjur aman tidak terjadai hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Meski menempatkan sejumlah personel disetiap gereja, Kapolres mengaku tidak melakukan pengamanan secara khusus. "Kita kerahkan 2/3 kekuatan untuk amankan natal. Sistem pengamanannya sendiri kita lakukan secara terbuka dan dengan cara tertutup," tegasnya.

Selain melakukan pengamanan ditempat-tempat gereja pada perayaan natal, Polres Cianjur juga menempatkan penembak jitu dibeberapa tempat yang rawan terjadi gangguan keamanan. Mereka merupakan personel yang sangat terlatih dalam mengatasi gangguan keamanan.

"Ada penembak jitu yang kita tempatkan. Hanya jumlahnya berapa kita tidak bisa sebutkan, ini terkait standar pengamanan yang harus dilakukan. Kita ingin Cianjur aman bebas dari gangguan keamanan," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Seorang siswi SMAN 6 Bekasi Sizuko Rizma Dani Bin Ananto Haryono (15), tewas saat tengah melakukan pendakian bersama 27 temanya di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Selasa (24/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban tewas diduga akibat sakit sakit deabetis dan kedinginan.

Korban warga Jalan Listar 35 a RT 1/13, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi, didapati tewas saat tiba di Pos Kandang Batu Gunung Gede Pangrango di ketinggian 2.600 meter dari permukaan laut (MdPL).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban bersama rekannya sengaja datang untuk menikmati liburan dengan melakukan pendakian di TNGGP melalui jalur resmi dipintu masuk Cibodas. Namun ketika memasuki areal Posko Kandang Batu, korban dan bersama rekannya memutuskan untuk beristirahat.

"Saat tim kami datang ke lokasi kondisi korban sudah meninggal dunia. Kemungkinan akibat tidak kuat menahan cuaca yang dingin," kata Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan, dan Perpetaan (P3) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Ardi Andono, Rabu (25/12).

Dikatakan Ardi, rombongan korban bersama rekanya berangkat dari Pos pintu masuk Cibodas pada Minggu (22/12). Turut bersama rombongan korban sejunlah alumni SMAN 6 Bekasi selaku pendamping. "Mereka berjumlah 27 orang terdiri dari sembilan wanita dan 18 pria. Korban kemungkinan mengalami kedinginan yang hebat, hingga korban diduga mengalami hipotermia," ujar Ardi.

Proses evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari beberapa rekan korban yang turun memberitahukan kepada petugas jagawana. Tim evakuasi yang berangkat selepas magrib baru tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 21.00 WIB.

"Saat kami tiba kondisi korban sudah tewas, dan langsung kami evakuasi ke bawah. Sekitar pukul 02.00 WIB baru tiba dibawah dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cimacan. Tidak lama berselang jasadnya langsung dibawa keluarganya setelah diberitahu," katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubag Humas AKP Achmad Suprijatna membenarkan adanya seorang pendaki yang masih berstatus pelajar tewas saat tengah melakukan pendakian. Korban tewas berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Cipanas.

"Korban sempat dibawa ke RSUD Cimacan untuk dilakukan visum etrepertum sebelum akhirnya diambil keluarganya. Korban diduga tewas karena menngidap penyakit diabeis dan kedinginan," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 800 atlit se Jawa Barat mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup IV yang digelar mulai Selasa (24/12/2013) hingga Minggu (29/12/2012). Ratusan atlit bulu tangkis tersebut akan turun pada laga kelompok umur 10,12,14,16, dan 18 tahun. Khusus untuk ganda putra kelompok umur 14 tahun dan kelompok umur 16 ganda putra dan putri juga dipertandingkan.

Selain para atlit untuk kelompok umur yang berasal dari wilayah Jawa Barat, juga dipertandingkan khusus untuk ganda putra dan putri se Kabupaten Cianjur. Untuk Ganda Putri akan diikuti oleh 10 pasangan, dan Ganda Putra sebanyak 29 pasangan.

Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup III itu dihadiri oleh Sataf Ahli Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh Rachmat Chotimin, Ketua Pemprov PBSI Jawa Barat Lutfi Hamid, Ketua Koni Cianjur Dedih Satria Priatna.

Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup IV Dadang S Afandi didampingi Bendahara Asep Saepurochman mengatakan, para peserta yang ikut dalam Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup IV ini berasal dari wilayah Jawa Barat. Setidaknya 20 dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat turut serta meramaikan kejuaraan yanh menjadi agenda rutin PBSI Cianjur ini.

"Beberapa club club besar bulutangkis di Jawa Barat dipastikan ikut mengirimkan atlet-atletnya. Sehingga dipastikan persaingan akan ketat untuk menunjukkan prestasinya siapa yang akan menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini," kata Dadang.

Cianjur sendiri menurut Dadang akan menerjunkan 19 atlit dibawah binaan PBSI Cianjur. Selain itu juga ada club Pelita Cianjur 16 atlit, Radar Cianjur 1 atlit, Central Cipanas 6 atlit, Cobra Cianjur 11 atlit, "Kita berharap atlt-atlit Cianjur baik yang langsung membawa nama PBSI atau melalui club-clubnya bisa menunjukkan prestasinya," katanya.

Ketua PBSI Kab. Cianjur Mohammad Toha mengatakan, bagi atlit Cianjur yang berprestasi dan masuk juara pihak PBSI Cianjur akan memberikan bonus khusus. Bahkan khusus bagi atlit Cianjur yang nantinya lolos kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) juga akan diberikan bonus spesial.

"Kita harapkan atlit-atlit Cianjur yang turun di Bupati Cup baik yang membawa nama club atau PBSI kita harapkan pada kualifikasi Porda bisa lolos. PBSI akan memberikan perhatian khusus," kata Toha.

Menurut Toha, selama kepengurusannya, bisa berhasil menyelenggarakan bupati Cup hingga IV kali. Pihaknya berharap Bupati Cup ini mengawali lahirnya atlit Cianjur berprestasi. "Mudah-mudahan bulutangkis di Cianjur ini bisa meningkat. Baik jumlahnya maupun kwalitas dan prestasinya," harap toha.

Pada even Bupati Cup IV kali ini diikuti oleh sebanyak 66 club se Jawa Barat. Club tersebut mengirimkan atlitnya yang berprestasi. "Mudah-mudahan nantinya lahir atlit berprestasi asal Cianjur ini berasal dari hasil kejuaraan Bupati Cup," tegasnya.

Ketua Koni Cianjur Dedih Satria Priatna mengapresiasi langkah PBSI Cianjur yang menggelar Bupati Cup. Apalagi pesertanya sangat membludak. "Ini bagus baru dilantik kepengurusannya langsung membuat dan melaksanakan program kerja Bupati Cup. Ini lain dari cabor yang lain, ini memang setiap tahunya meningkat, ini sebuah prestasi terbesar yang diikuti tingkat kabupaten dan Jawa Barat dengan peserta terbesar," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 279 pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur mulai dari eselon II, III dan IV dilantik untuk menduduki jabatan barunya oleh Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh dalam rangka mutasi, promosi dan rotasi yang dilaksanakan, Selasa (24/12) di gedung serbaguna Vedca Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Jalan Jangari Km 14 Sukajadi, Karangtengah Cianjur.
Dalam amanatnya Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan mutasi pejabat merupakan salah satu upaya dalam menciptakan iklim organisasi yang makin kondusif serta sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia aparatur pemerintah. Oleh karena itu mutasi harus dapat disikapi sebagai wahana bagi peningkatan kualitas pribadi, hal ini erat kaitannya  dengan upaya meningkatkan kemampuan dan efisiensi organisasi pemerintahan agar terus berkembang.

Dikatakan bupati, dengan telah diterapkannya Peraturan Pemerintah  Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan profil dan perilaku aparatur negara yang memiliki integritas, produktivitas dan bertanggungjawab serta memiliki kemampuan yaitu dengan cara menerapkan sistem penilaian prestasi kerja PNS yang bersifat terbuka, yang dapat meningkatkan motivasi dan prduktivitas kerja PNS.

"Sebagai unsur aparatur negara dituntut untuk senantiasa bersikap disiplin, jujur, adil, transparan, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas, guna menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas lebih produktif, berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja," kata bupati.

Bupati juga mengingatkan agar para pejabat yang baru saja dilantik bisa melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh tanggungjawab serta tumbuhkan kreativitas dan prakarsa untuk bergerak maju dalam mengembangkan unit kerja masing-masing. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindak yang positif agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mewujudkan good governance dan clean governance.

"Lakukan koordinasi yang efektif dan sinergis dalam melaksanakan program kerja dan anggaran agar tercapai sesuai sasaran serta tingkatkan pengendalian dan pengawasan melekat yaitu dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku guna menghindari penyimpangan terhadap   pelaksanaan program kerja dan anggaran," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur, H. Cecep Sobandi, melaporkan total jumlah pejabat Esselon II, III dan IV yang dilantik sebanyak 279 orang, diantaranya adalah Esih Sukaesih Karo menjadi Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Budhi Rahayu Toyib, menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Chaerul Anwar, menjadi Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, Sudradjat Laksana, menjadi Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah, Neneng Eri Garnasih, menjadi Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan lainya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Pagi hari ini Selasa (24/12) sekira pukul 08.00 WIB Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh akan melantik sedikitnya 200 pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Jalan Jangari Km 14 Sukajadi, Karangtengah Cianjur. Mereka merupakan pejabat yang terkena mutasi, promosi dan rotasi untuk memenuhi kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru.

"Benar saya juga mendapatkan undangan pelantikan, tapi saya tidak tahu kemana. Undangannya sekitar jam 08.00 WIB di Raped (PPPPTK) Jangari," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra.

Hal yang sama juga menimpa Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) KAb. Cianjur Budhi Rahyu Toyib. Dia mengaku juga mendapatkan undangan pelantikan. "Ia, saya juga mendapatkan panggilan, tapi tidak tahu kemana," kata Budhi.

Kepala Bidang Pembinaan Disiplin dan Penghargaan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Deden Supriyadi membenarkan bahwa hari ini akan ada pelantikan terhadap para pejabat yang terkena mutasi, promosi dan rotasi.

"Ia benar hari ini ada sekitar 200 orang yang akan dilantik. Data persisnya saya kurang hafal," kata Deden [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Penyidikan terhadap kasus penculikan yang menimpa mahasiswi Akbid Cianjur dipastikan akan segera dihentikan menyusul tewasnya pelaku yang melakukan tindakan bunuh diri saat berada diruang penyidikan. Polres Cianjur akan segera menerbitkan SP3.

"Sesuai dengan ketentuan, jika tersangkanya meninggal dunia, perkaranya batal secara hukum. Kita akan SP3 kasus ini segera mungkin," tegas Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti.

Sebagaimana diberitakan pelaku penculikan mahasiswi Akbid Cianjur AW alias R nekad melakukan percobaan bunuh diri saat berada diruang penyidik dengan cara memecahkan kaca meja sesaat setelah berhasil melepaskan borgol ditangannya. Pelaku kemudian menusukkan pecahan kaca tersebut kebagoan leher sebelah kanan.

Petugas berupaya mencegah, namun kejadianya begitu cepat sehinggak aksi nekad tersebut menyebabkan pelaku mengalami luka parah. Petugas langsung membawa pelaku ke IGD RSUD Cianjur. Namun tidak berapa lama setelah mendapatkan penanganan medis pelaku akhirnya tewas.

Sebelumnya pelaku menjalankan aksinya saat korban mahasiswi Akbid Cianjur baru saja turun dari bus diterminal Rawa Bango Cianjur. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti yang didalamnya ada pelaku menarik korban masuk kedalam mobil dengan paksa. Korban tidak bisa berkutik karena dibawah ancaman pisau pelaku.

Korban sempat dibawa kesujumlah tempat oleh pelaku. Pelaku kemudian meminta tebusan kepada orang tua korban sebesar Rp 130 juta dan mengancam akan membunuh korban jika tidak dipenuhi. Kemudian orang tua korban melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya itu ke pihak kepolisian.

Petugas yang mendapatkan laporan langsung bergerak cepat. Identitas kendaraan yang digunakan pelaku berhasil dikenali. Akhirnya pada Jum'at (20/12) keberadaan korban dan pelaku diketahui di rest area tol Jagorawi Bogor, Tanpa membuang waktu petugas langsung meringkus pelaku tanpa banyak perlawanan. Selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolres Cianjur dalam kondisi terborogol. Saat berada diruang penyidik itulah pelaku mencoba bunuh diri setelah berhasil melepaskan borgol ditangan kanannya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Saat kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku penculikan mahasiswi Akbid Cianjur, didalam ruangan selaian ada penyidik, juga ada seorang saksi lain seorang perempuan berinisial L (23) yang merupakan teman pelaku. L diduga kuat mengetahui persis kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh pelaku.

"Saksi L saat kejadian berada didalam ruang penyidik berjarak sekitar 3 meter dari pelaku. L merupakan teman pelaku yang berasal dari Sukabumi. Dia mengetahui saat pelaku melakukan tindakanya," tegas Kapolres Cianjur AKBP DEdy Kusuma Bakti.

Hanya saja saat mau dikonfirmasi kepada saksi L yang juga dihadirkan oleh Kapolres, tiba-tiba yang bersangkutan mendadak pingsan sebelum menjawab pertanyaan wartawan. Kontan saja peristiwa tersebut membuat sejumlah petugas harus menggotong saksi L keluar ruangan untuk mendapatkan pertolongan.

Ketika dicari tahu keberadaanya setelah dibawa keluar dari ruangan, tidak ada satupun petugas yang mengetahuinya. L seperti diamankan untuk menghindari pertanyaan sejumlah wartawan. "Kasian sepertinya masih shock, tolong yang kejadian ini jangan," pinta Kapolres [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku penculikan terhadap mahasiswi Akbid Cianjur, tiga penyidik yang menangkap dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku diperiksa oleh Propam Polda Jabar dan Polres Cianjur. Tindakan itu untuk membuktikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak yang dilakukan oleh penyidik.

"Ketiganya sudah ditangani Propam Polda Jabar dan Polres Cianjur. Kami ingin permasalahan ini terbuka, termasuk anggota saya juga, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Tapi kalau melihat faktanya semuanya sudah sesuai dengan SOP yang kita miliki," kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti.

Dicontohkan Kapolres, dalam segi pengamanan terhadap pelaku, saat didalam ruang penyidik borgol terpasang dengan kedua tangan pelaku kebelakang badan. "Diruangan ada penyidik, kemungkinan karakter implosif pelaku yg melakukan gerakan spontanitas, anggota sempat mencegah tapi sudah terjadi, kejadiannya memang sangat cepat," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma BAkti menegaskan, pelaku nekad melakukan penculikan terhadap S mahasiswi Akbid Cianjur dilatar belakangi masalah ekonomi. Pelaku selama ini memiliki hutang kesejumlah orang disekitar tempat tinggalnya di Sukabumi.

"Pada saat di interograsi, pelaku mengakui motif pelaku masalah ekonomi, memang masalah hutang piutang diwilayah Sukabumi. Ada beberapa kejadian korbannya kita juga sempat datangi. Mereka mengakui kalau pelaku memiliki hutang," tegasnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku sempat meminta tebusan kepada orang tua korban sebanyak 130 juta. Pelaku mengancam akan membunuh korban jika permintaanya tidak dipenuhi. Pelaku menghubungi orang tua korban dengan menggunakan telpon korban dan miliknya. Setiap satu jam pelaku menelpon dengan suara yang dibuat-buat.

"Orang tua korban sempat mengirimkan sejumlah uang kepada pelaku sebelum akhirnya berhasil kami tangkap. Korban selama diculik, oleh pelaku sempat dibawa didaerah Jakarata, Cimanggis Depok, Sukabumi Cianjur dan ditangkap rest area tol Jagorawi Bogor," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Polres Cianjur menegaskan pelaku penculikan terhadap mahasiswi Akademi Keperawatan Cianjur AW alias R meninggal akibat percobaan bunuh diri yang dilakukan saat tengah berada diruang penyidik Polres Cianjur. Tersangka AW alias R berhasil melepaskan borgol dan kemudian memecahkan kaca dimeja, pecahannya itulah dipakainya untuk menusuk leher bagain kanannya.

"Kejadiannya memang sangat cepat, pelaku berontak dan berhasil melepaskan borgol bagian tangan kananya. Pelaku memecahkan kaca dan pecahan kaca itulah yang dipakai untuk menusuk leher bagian kanannya. Petugas kami berupaya mencegah tapi terlambat, karena kejadiannya sangat cepat hanya sekian detik," kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti saat memberi keterangan kepada para wartawan di aula Mapolres Cianjur Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Senin (23/12).

Melihat kondisi pelaku yang terluka parah dengan darah mengucur dibagian leher, petugas segera melarikan ke IGD RSUD Cianjur. Pelaku sempat mendapat penanganan medis, namun jiwanya akhirnya tidak tertolong lagi, dia menghembuskan nafasnya sekitar pukul 19.45 WIB.

Melihat pelaku meninggal, Kapolres meminta agar jasadnya dilakukan outopsi untuk memastikan penyebab kematian. Hasil dari outopsi forensik diketahui penyebab meninggalnya korban akibat adanya kekerasan benda tajam yang mengakibatkan memotong pembuluh nadi sebelah kanan.

"Kami berharap informasi ini bisa disampaikan fakta ke publik secara benar akan tidak menimbulkan hal yang kurang baik. Kejadian sebenarnya seperti itu, saya jamin tidak ada anggota saya yang melakukan tindak kekerasan," kata Kapolres sambil menunjukkan foto pelaku sesaat sebelum melakukan percobaan bunuh diri [KC-02]***.
no image
CIANJUR [KC].- Dalam waktu dekat, dipastikan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh akan kembali melakukan mutasi, rotasi dan promosi terhadap sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur. Hal itu akan dilakukan menyusul telah disyahkanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2013 atas perubahan ketiga atas Perda Kab. Cianjur Nomor 7 tahun 2008 tentang Organisasi Pemerintah Daerah dan Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kab. Cianjur.

Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Cianjur Jejen Zaenudin membenarkan akan adanya mutasi, rotasi dan promosi bagi pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur. Hanya saja waktunya, dia tidak bisa memastikan kapan persisnya akan dilakukan.

"Kalau waktu pastinya kita belum dapat konfirmasi, tapi dimungkinkan sebelum awal tahun sudah dilakukan. Mutasi kali ini sebagai salah satu upaya pengisisan atau penyelerasan OPD yang baru," kata Jejen saat dihubungi Minggu (22/12).

Dalam OPD yang baru dilingkungan Setda, terjadi beberapa pemangkasan. Seperti untuk asisten daera (Asda) yang semula berjumlah empat, untuk OPD yang baru tinggal tiga yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan pembangunan dan Asisten Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur.

Selain itu, pemangkasan juga terjadi pada bagian-bagian. Kalau sebelumnya ada 15 Kepala Bagian pada OPD yang baru menjadi tinggal 10 Kepala Bagian. "Ada beberapa bagian yang dihilangkan atau bergabung, seperti halnya yang sebelumnya Bagian Pemerintahan Desa masuk dalam Bagian Pemerintahan dan ada beberapa bagian lainya," katanya.

Sedangkan untuk OPD pada bidang tekhnis dan Dinas tidak banyak berubah, hanya ada beberapa diantaranya yang terpisah. "Kalau diluar Setda memang ada yang terpisah seperti Badan Penanaman Modal akan berdiri sendiri serta ada juga Badan Narkotika Nasional," paparnya.

Pihaknya berharap dengan adanya OPD baru, nantinya pelayanan masyarakat bisa lebih meningkat. "Salah satu tujuan perubahan selain untuk meningkatkan kinerja pegawai juga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," harapnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR [KC].- Puncak peringatan hari ibu di Kab. Cianjur diperingati dengan menggelar Jalan Sehat, Minggu (22/12). Sedikitnya 41 ribu warga Cianjur dari berbagai pelosok mengikuti jalan sehat yang mengambil start dari area car freeday di Jalan KH. Abdullah bin Nuh dan finish di lapang Badak Putih di Jalan Slamet Riyadi. Turut hadir Menteri Koperasi dan UKM RI H. Sjarifuddin Hasan ditengah ribuan peserta.

Berdasarkan pantaun, puluhan ribu peserta sejak pagi-pagi sudah menyemut di area car freeday menunggu dibukanya start Jalan Sehat oleh Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan. Begitu start dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, puluhan ribu peserta perlahan merangsek berjalan mengikuti rute jalan sehat yang cukup panjang yakni melewati sepanjang jalan KH. Abdullah bin Nuh-Pasir Hayam, Siliwangi dan finis di lapang Badak Putih jalan Slamet Riyadi.

Antusiasme warga yang ikut jalan sehat tidak terlepas dari banyaknya hadiah yang disuguhkan pihak panitia. Panita menyediakan hadiah utama berupa dua paket umroh dan sejumlah puluhan hadiah menarik lainya.

Ketua Panitia Jalan Sehat dalam rangka memperingati hari ibu, H. Sumitra mengatakan, berdasarkan data dari jumlah tiket yang dikeluarkan panitia tercatat sebanyak 41 ribu tersebar ke masyarakat. "Kalau catatan tiketnya yang kami sebar 41 ribu, tapi jumlah peserta yang ikut sepertinya lebih banyak lagi," kata Sumitra.

Kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan dalam rangka memperingati hari ibu. "Kita ingin bahwa jalan sehat ini selain menyehatkan, juga merupakan bentuk penghargaan kepada para ibu yang hari ini (kemarin) merupakan hari buat ibu-ibu. Kita ada karena ada ibu, makanya kita harus menghormati dan mengharga semua jasa ibu," tegasnya.

Rika Amalia (25) salah seorang peserta mengaku, ikut jalan sehat selain berolahraga juga berharap mendapatkan hadiah. Meski harus berdesak-desakan wanita yang berstatus sebagai guru honorer itu rela mengantri bersama ribuan peserta lainya.

"Kita dapat tiket jalan sehat ini geratis, tapi hadiahnya sangat banyak. Sekalian sambil olahraga kita ikutan, siapa tahu dapat hadiahnya itu lebih baik lagi," kata Rika yang ternyata sampai jalan sehat selesai masih kurang beruntung [KC-02]***.
no image
CIANJUR [KC].- Tersangka penculik mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Cianjur, R (30) warga Jalan Siliwangi, Gang H Marzuki RT 2/6 Desa Kebon Jati, Kecamatan Cikole, Sukabumi tewas setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di IGD RSUD Cianjur, Jum'at (20/12). Pelaku sebelumnya telah menculik S (19) mahasiswi Akbid dengan meminta tebusan Rp130 juta kepada orangtua korban, namun baru dipenuhi Rp5,6 juta.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tersangka ditangkap penyidik Polres Cianjur saat tengah menggunakan toyota Avanza warna biru bersama dengan korbannya yaitu S (19) di daerah tol jagorawi Bogor pada Jum'at (20/12) siang. Saat itu begitu ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cianjur untuk menjalani pemeriksaan.

Belum diketahui persis penyebabnya, tiba-tiba sekitar pukul 19.45 WIB sejumlah penyidik melarikan pelaku ke IGD RSUD Cianjur dalam keadaan terluka parah dibagian leher. "Berdasarkan catatan dibuku register, dia (pelaku) masuk ke IGD RSUD pada pukul 19.45 WIB. Tapi rupanya tidak berlangsung lama, pelaku meninggal dunia meski sempat mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Kamar Mayat RSUD Cianjur, Udin Wahyudin saat dihubung Minggu (22/12).
           
Udin mengaku, keesokan harinya Sabtu (21/12) pihaknya mendapat perintah dari pihak Polres Cianjur, untuk melakukan autopsi terhadap jenazah R yang merupakan pelaku penculikan mahasiswa Akbid Cianjur. "Dari hasil autopsi diketahui kalau penyebab kematiannya akibat tusukan benda tajam yang menyebabkan luka selebar luka 2 cm dengan kedalaman 7 cm. Benda tajam yang menusuk leher tersebut mengenai pembuluh darah arteri atau urat nadi sehingga mengakibatkan  pendarahan hebat hingga menyebabkan meninggal dunia," katanya.

Selain luka pada bagian leher, terdapat juga luka memar ditubuh korban, pelipis, ‎​pipi dan mata sebelah kanan.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, membenarkan, R tewas beberapa jam setelah berhasil ditangkap. R tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Cianjur untuk diberikan pertolongan medis.

"Saat itu tersangka melakukan pencobaan bunuh diri diruangan penyidik. Tapi untuk detailnya saya akan menjelaskan dan menerangkan terjadinya kejadian yang dialami tersangka penculikan itu besok (hari ini) di Mapolres Cianjur karena memang banyak wartawan yang menanyakan masalah ini," ujar Dedy terpisah.

Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Siane Indriani, mengatakan, kematian R sesaat setelah ditangkap akan menjadi perhatiannya. Pihaknya akan mengusut tuntas penyebab kematian R. "Kita akan mengusut masalah kematian R ini, jika ternyata pelakunya oknum aparat penegak hukum, harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

Selain itu pihaknya juga akan mengusut adanya tindakan oknum aparat yang berlebihan dalam proses pemeriksaan terhadap tersangka.
"Jangan sampai ada oknum polisi yang melakukan tindakan main hakim sendiri dibiarkan begitu saja. Semuanya harus mengedepankan proses hukum. Untuk mengungkapnya jenazah harus dilakukan autoposi, agar jelas penyebab kematiannya apa. Jika memang pelakunya oknum aparat seharusnya segera ditindak sesuai hukum yang berlaku," katanya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bhakti mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak terhadap ibunya dengan cara dimutalisi itu. Bahkan pihaknya juga akan mendatangkan psikiater untuk menangani pelaku.

"Kita akan lakukan tes kejiwaan korban, ini sebagai upaya untuk mengetahui apakah ada masalah kondisi kejiwaan korban sehingga tega melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri," kata Kapolres saat dihubungi terpisah.

Menurut Kapolres, berdasarkan keterangan sementara pelaku, alasan pelaku membunuh ibunya tidak jelas. Keterangannya sering ngelantur. "Intinya kita tengah melakukan pendalaman masalah ini, apakah pelaku mengidap gangguan jiwa atau tidak, nanti bisa diketahui setelah cek kejiwaan dilakukan," katanya.

Sebelumnya, diduga mengalami gangguan jiwa, seorang anak tega membunuh ibu kandungnya sendiri dengan cara dimutilasi. Korban Anih binti Komar (60) warga Kampung Pasir Gombong RT 01/RW 02 Desa Sukamulya Kec. Cugenang Kab. Cianjur ditemukan oleh warga terkubur dibelakang rumahnya, Jum'at (2012).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa pembunuhan sadis yang menggemparkan warga tersebut terungkap setelah pelaku Pupun (42) bercerita kepada tetangganya kalau dirinya telah membunuh jurig (hantu) dan menguburnya. Pada saat bersamaan pelaku juga mengaku tengah mencari ibunya yang tidak ada dirumah.

"Dia (pelaku) datang ke saya bilang begini, teh coba pangnempokeun, itu nu dicacag ku urang terus di ruang/dikubur dipipir imah basa malem rebo teh si ema sugan? (Teh, tolong dilihat yang saya potong-potong dan dikubur dipinggir rumah pada malam rabu ibu bukan?). Sama saya dijawab lain eta mah gebog cau (bukanya itu gedebok pisang)," kata Ny. Wawan (45) dilokasi kejadian.

Namun pelaku keukeuh bahwa yang dikubur tersebut adalah ibunya. Ny. Wawan kemudian memberitahukan kepada tetangganya yang lain bernama Mang Iim (50). Oleh Mang Iim kemudian dilihat. "Ternyata benar, dipinggir rumah itu ibunya terkubur tanah dan kelihatan sebagian anggota tubuhnya tapi sudah dalam kondisi terpotong-potong," katanya.

Selanjutnya penemuan korban tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Cugenang dan Polres Cianjur yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah kejadian perkara (TKP). Jasad korban yang hanya terkubur sekitar setengah meter dan kelihatan bagian punggungnya itu langsung dievakuasi oleh petugas.

Satu persatu jasad korban diangkat mulai dari potongan tangan, kaki bagian tubuhnya serta bagian kepala terpisah. Tubuh korban terpotong menjadi enam bagian. Jasad korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi. [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Menurut sejumlah warga, korban yang keseharian tinggal dengan anaknya (pelaku) merupakan seorang janda. Sebelum ditemukan meninggal, pada Selasa (17/12) sore korban masih ikut pengajian dimadrasah dekat rumahnya. Karena korban selama ini dikenal warga rajin kemadrasah.

"Almarhumah selama ini tidak pernah absen ke pengajian. Kita semua tentu kaget begitu tahu sudah meninggal, apalagi kondisinya sangat mengenaskan. Setengah tidak yakin karena pada pengajian Selasa Sore almarhumah masih ikutan," kata Imas (43) seorang warga.

Menurutnya, selama ini korban dikenal  cukup baik dengan masyarakat. Hanya saja anaknya (pelaku) semenjak pulang merantau dari Kalimantan seperti mengalami stres. "Kalau ibunya sangat baik, rajin ikut pengajian. Tapi kalau anaknya (pelaku) sejak pulang dari merantau seperti orang stres, suka ngelantur bicaranya," katanya.

Wargapun menduga bahwa peristiwa pembunuhan sadis yang dilakun anak terhadap ibunya itu terjadi sekitar hari Rabu subuh. Alasan warga didasarkan pada Rabu pagi, korban sudah tidak terlihat dirumahnya. "Mungkin subuh membunuhnya, kami selaku warga merasa kehilangan atas meninggalnya mak Anih, karena dikenal warga sebagai seorang yang baik-baik," tegasnya. [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang anak tega membunuh ibu kandungnya sendiri dengan cara dimutilasi. Korban Anih binti Komar (60) warga Kampung Pasir Gombong RT 01/RW 02 Desa Sukamulya Kec. Cugenang Kab. Cianjur ditemukan oleh warga terkubur dibelakang rumahnya, Jum'at (2012).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa pembunuhan sadis yang menggemparkan warga tersebut terungkap setelah pelaku Pupun (42) bercerita kepada tetangganya kalau dirinya telah membunuh jurig (hantu) dan menguburnya. Pada saat bersamaan pelaku juga mengaku tengah mencari ibunya yang tidak ada dirumah.

"Dia (pelaku) datang ke saya bilang begini, teh coba pangnempokeun, itu nu dicacag ku urang terus di ruang/dikubur dipipir imah basa malem rebo teh si ema sugan? (Teh, tolong dilihat yang saya potong-potong dan dikubur dipinggir rumah pada malam rabu ibu bukan?). Sama saya dijawab lain eta mah gebog cau (bukanya itu gedebok pisang)," kata Ny. Wawan (45) dilokasi kejadian.

Namun pelaku keukeuh bahwa yang dikubur tersebut adalah ibunya. Ny. Wawan kemudian memberitahukan kepada tetangganya yang lain bernama Mang Iim (50). Oleh Mang Iim kemudian dilihat. "Ternyata benar, dipinggir rumah itu ibunya terkubur tanah dan kelihatan sebagian anggota tubuhnya tapi sudah dalam kondisi terpotong-potong," katanya.

Selanjutnya penemuan korban tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Cugenang dan Polres Cianjur yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah kejadian perkara (TKP). Jasad korban yang hanya terkubur sekitar setengah meter dan kelihatan bagian punggungnya itu langsung dievakuasi oleh petugas.

Satu persatu jasad korban diangkat mulai dari potongan tangan, kaki bagian tubuhnya serta bagian kepala terpisah. Tubuh korban terpotong menjadi enam bagian. Jasad korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi.
 [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Berangkat dari kurangnya perhatian dari pemerintah, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kab. Cianjur membentuk Forum Komunikasi UMKM. Forum tersebut dalam waktu singkat sudah beranggotakan ratusan pelaku UMKM.

"Alhamdulillah, responnya cukup baik. Meski kita baru saja dibentuk, tapi minat para pelaku UMKM bergabung di Forum cukup tinggi," kata Ketua Forum UMKM Kab. Cianjur Adang Pratidi saat ditemui disela kunjungannya ke lokasi bangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) di Cipanas, Selasa (17/12).

Dikatakan Adang, adanya Forum Komunikasi UMKM di Kab. Cianjur salah satu tujuannya tidak lain untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi pelaku UMKM. "Bisa dikatakan ini suatu bagian dari wadah pelaku UMKM. Apalagi pemerintah membantu untuk menyiapkan tempat di PLUT ini. Tinggak bagaimana memanfaatkan dengan baik untuk kemajuan UMKM," kata Adang.

Kedepan, adanya Forum Komunikasi UMKM akan melakukan berbagai kegiatan seperti adanya pelatihan UMKM. "Kita ingin minimal ada pertemuan untuk memfasilitasi kegiatan, legalitas, market juga bisa melalui website. Ini semua akan kita lakukan agar pelaku UMKM ini bisa lebih maju dan berdaya saing," katanya.

Keberadaan bangunan PLUT-KUMKM akan diwarnai dengan berbagai event bagi para pelaku UMKM. Seperti adanya pameran produk UMKM yang ada di Kab. Cianjur. "Kedepan pada hari Jum'at, Sabtu dan Minggu kita gelar bazar UMKM dipadukan dengan seni dan budaya. Ini agar bisa hidup, jangan sampai ada tempat tapi tidak dimanfaatkan." paparnya.

Keberadaan bangunan PLUT-KUMKM juga bisa dijadikan rumah UMKM, tempat curhat atau ngadu diskusi tentang perkembangan UMKM. "Salah satu kendala yang dihadpi dalam pengembangan UMKM itu diantaranya sentuhan tekhnologi dan akses informasi, permodalan, dan marketing. Disinilah kita nantinya akan dipecahkan. Kita ingin rumah UMKM ini bisa dijadikan klinik bisnis," katanya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 10 pengusaha pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) galian C di Kab. Cianjur terpaksa izinya harus dicabut. Pencabutan tersebut akibat pengusaha yang bersangkutan tidak mampu melaksanaka ketentuan sebagaimana yang tertera didalam IUP diantaranya melaksanakan kegiatan usaha pertambangan.

Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan ( PSDAP) Kab. Cianjur, Iman Budiman mengatakan, dicabutnya 10 IUP yang dimiliki pengusaha galian itu dilakukan setelah dilakukan proses pemantauan atas kegiatan yang dilakukan. Hasil pemantauan tersebut ditindak lanjuti dengan klarifikasi bagi pengusaha pemegang IUP.

"Prosesnya lumayan panjang, tidak begitu saja kita cabut IUPnya, tapi setelah melalui proses tahapan. Salah satunya kita lakukan klarifikasi kepada pengusaha yang bersangkutan kenapa tidak melaksanakan kegiatan setelah IUP diterbitkan," kata Iman Budiman, Selasa (17/12).

Dari 10 IUP yang dicabut masa berlakunya, rata-rata pengusahanya beralasan tidak bisa melakukan kegiatan penambangan akibat terbatasnya modal. "Kendalanya, ada pemegang izin tidak memiliki modal. Kita kasih sanksi, batas waktu 3 bulan tidak ada aktivitas kita tegur, jika masih tetap tidak ada kegiatan IUP dicabut," katanya.

Dengan dicabutnya 10 IUP tersebut berdampak pada peroleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pertambangan galian C. "Kalau berdampak pasti, karena target itu dihitung dari jumlah IUP dan dirata-ratakan produksinya. Dengan adanya 10 IUP dicabut target produksi berkurang demikian PADnya juga," kata Iman.

Saat ini kata Iman, terdapat 70 IUP galian C yang dimiliki pengusaha ada di Kab. Cianjur. Namun dari jumlah tersebut yang produksi baru sekitar 30 saja, sisanya kurang aktif. "Ya kalau tidak juga produksi ada sanksinya, karena itu berdampak pada perolehan PAD," tegasnya.

Pada tahun 2013, PAD dari sektor galian C ditargetkan mencapai Rp 2,36 milyar. Hingga 13 Desember 2013 realisasinya sudah mencapai Rp 2,44 milyar. "Kalau target PAD kita cukup baik, terealisasi melebihi target. Saat ini sudah tercapai sekitar 103,5 persen dari target sebesar Rp 2,36 milyar," jelasnya [KC-02]***.
Ilustrasi
CIANJUR, [KC]. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Cianjur tengah menunggu data dari instansi terkait untuk penertiban villa dan bangunan liar yang berada didaerah terlarang dikawasan wisata Puncak Cipanas Kab. Cianjur. Hingga saat ini Satpol PP selalu penegak peraturan daerah (Perda) belum menerima data bangunan villa dan lainya yang tidak berizin.

"Kami masih menunggu datanya, mana-mana saja yang tidak berizin. Kalau sudah ada datanya tentu kita juga akan melakukan tindakan tegas untuk menertibkanya," kata Kepala Satpol PP Kab. Cianjur Tohari Sastra saat ditemui, Senin (16/12).

Diakui Tohari, sampai saat ini data tersebut belum masuk kepihaknya. Sehingga belum bisa mengambil langkah-langkah tindakan. "Memang kawasan puncak itu menjadi sorotan, tapi puncak Bogor bukan puncak Cipanas. Inah bedanya kalau puncak Bogor jelas itu dampaknya ke Jakarta tapi kalau puncak Cipanas tidak terkait," katanya.

Meski demikian, ada beberapa kawasan di puncak Cipanas yang masuk jalur hijau atau daerah yang dilarang untuk aktivitas pembangunan. Hanya saja daerah mana saja, pihaknya mengaku tidak banyak tahu. "Ini yang lebih tahu bagian tata ruang yakni Distarkim, kami masih menunggu datanya," tehas Tohari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin menegaskan Pemkab Cianjur tidak akan memberikan izin baru terhadap pembanguan villa atau sejenisnya didaerah yang masuk dalam kawasan terlarang. Saat ini tengah dilakukan pengecekan terhadap sejumlah bangunan yang terindikasi berada didaerah yang semestinya sebagai daerah penyangga.

"Intinya kami tidak mengijinkan atau memberi ijin baru dikawasan jalur hijau yang tidak diperkenankan untuk dibangun. Kami juga telah menolak perluasan ijin hotel yang diajukan didaerah wisata puncak Cipanas, ini bentuk ketegasan kami," katanya.

Sebelumnya, Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kab. Cianjur tengah melakukan audit perijinan sejumlah bangunan dikawasan wisata Puncak Cipanas. Tindakan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan kawasan Puncak Cipanas sebagai daerah resapan.

Kepala Distarkim Yoni R mengatakan, audit perijinan tersebut saat ini tengah berlangsung. Tidak hanya sejumlah kawasan oembangunan vila yang dilakukan pengecekan perijinan, sejumlah bangunan warung dipinggir jalan juga menjadi salah satu sasarannya.

"Kita targetkan sebelum akhir tahun ini sudah ada hasilnya, berapa jumlah bangunan yang tidak berijin atau berapa perijinan yang tidak sesuai dengan ketentuan akan diketahui. Petugas kami saat ini masih melakukan pendataan dilapangan," kata Yoni R.

Dikatakan Yoni, hasil dari audit perijinan yang dilakukan pihaknya tersebut selanjutnya akan menjadi suatu rekomendasi kepada instansi terkait. Jika ternyata ada bangunan yang tidak berijin atau tidak sesuai dengan fungsinya, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pembongkaran.

"Kalau jelas-jelas melanggar tentu akan kita rekomendasikan ke Satpol PP untuk dilakukan pembongkaran. Karena mengenai pembongkaran bangunan tidak berijin, apalagi itu dikawasan resapan merupakan kewenangan Satpol PP. Kami hanya sebatas untuk mengusulkannya saja berdasarkan data," tegas Yoni.

Pihaknya ingin mengembalikan kawasan wisata Puncak Cipanas sebagaimana fungsinya. "Kita ingin mengarah pada fungsi kawasan agar menjadi daerah resapan sesuai dengan Perpres 54 tahun 2008. Makanya kita juga melakukan evaluasi ijin. Hanya saja ijinnya itu sesuai dengan rekom kita atau tidak, itu yang dievaluasi," katanya [KC-02]***.


CIANJUR, [KC].- Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin menyambut baik akan dioperasionalkan kembali jalur kereta api Cianjur-Sukabumi. Pihaknya berharap kedepan, ada kereta khusus wisata juga dioperasikan untuk melayani para wisatawan yang ingin berkunjung ke Gunung Padang.

"Kita berharap ada khusus kereta wisata dari Cianjur ke Lampegan. Karena ini masuk dalam rencana pengembangan wisata ke Gunung Padang, baru setelah turun di Lampegan bisa melanjutkan dengan sarana transportasi lain," kata Oting yang turut dalam survei jalur kereta api Cianjur hingga Gandasoli perbatasan Sukabumi.

Hadirnya kebali kereta api Cianjur-Sukabumi ini merupakan salah satu solusi transportasi bagi masyarakat yang bepergian ke Bogor atau Jakarta. "Ini bisa dikatakan sebagai salah satu alternatif, jika kondisi puncak macet, bisa menggunakan jalur kereta api. Yang pasti hadirnya kembali kereta api Cianjur-Sukabumi ini banyak manfaatnya bagi masyarakat," tegas Oting [KC-02]***.


CIANJUR [KC].- Kabar gembira bagi masyarakat Cianjur pecinta transportasi kereta api, karena kereta api Pangrango jurusan Cianjur-Sukabumi dipastikan akan segera beroperasi melayani para penumpang yang selama ini mendambakan kehadirannya. Kepastian tersebut disampaikan oleh Vice Presiden PT KAI Daop 2 Bandung Hendri Anom, disela kunjungannya ke stasiun Cianjur untuk mengecek kesiapan jalur rel yang akan digunakan, Senin (16/12).

"Direncanakan pada minggu ke dua bulan Januari 2014, kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi ini sudah bisa beroperasi. Nantinya kereta itu direncanakan akan melayani empat kali pemberangkatan dari Cianjur," kata Hendri Anom saat ditemui, distasiun Kereta Api Cianjur, Senin (16/12).

Untuk mengoperasikan kembali kereta api Cianjur-Sukabumi tersebut berbagai persiapan telah dilakukan termasuk perbaikan rel kereta api. Bahkan jalur terowongan lampegan yang sejak tahun 2009 silam ambruk, kini sudah diperbaiki.

"Persiapannya memang sudah cukup lama, tapi yang fiknya 1,5 bulan ini. Kita cek semua sarananya, termasuk jalannya karena sudah lama tidak beroperasi, banyak penataan kembali. Saat kita cek, kondisi rel masih bagus, hanya ada beberapa bagian lainya yang perlu disempurnakan perbaikannya," katanya.

Sementara untuk jenis lokomotif kereta yang akan dioperasikan juga sudah sesuai dengan kebanyakan lokomotif lainya sebagai kereta diesel. Sehingga diharapkan bisa beroperasi seperti biasa dan tidak mengalami banyak hambatan.

"Kalau sebelumnya kita menggunakan log BB hidrolik, sekarang sudah pakai CC, keretanya juga sudah pakai eksekutif dan AC. Pokoknya kita ingin ini operasional dulu," katanya.

Pihaknya juga tidak menamping, kedepan untuk jalur Cianjur-Bandung bisa difungsikan kembali setelah 1,5 tahun dihentikan operasionalnya. "Itu kedepanya baru kita fikirkan, ini operasi dulu baru yang lainya direncanakan," kata Hendri yang mengaku butuh waktu sekitar 80 menit jarak tempuh dari stasiun Cianjur-Sukabumi [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 80 anak dari keluarga yang kurang mampu mengikuti kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan taman bacaan masjid Agung Cianjur di gedung taman bacaan masjid Agung Cianjur jalan Siti Jenab, Jum'at (13/12). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka syiar Islam 1435 H/2013 itu dihadiri oleh Sekretaris Daerag (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin.

Dalam amanatnya Oting menyampaikan bahwa kegiatan bhakto sosial khitanan masal diharapkan dapat menjadi pemicu komponen masyarakat lainnya untuk melaksanakan aktivitas di bidang sosial kemanusiaan.

"Disaat situasi dan kondisi seperti ini tidaklah mudah bisa melaksanakan bhakti sosial khitanan massal seperti ini. Berarti masyarakat Cianjur baik pribadi maupun kelompok, masih dapat menyisihkan dana untuk menolong sesama. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat masih memiliki jiwa kegotongroyongan dan kepedulian yang tinggi pada aktivitas sosial," kata Oting.

Menurut Oting, berkhitan merupakan kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslim, terlebih yang telah menginjak umur menjelang akil balig. "Kewajiban ini harus dilaksanakan, namun pada kenyataannya tidak seluruh warga muslim mampu menanggung seluruh kepentingan berkhitan, khususnya yang menyangkut biaya," jelasnya.

Pihaknya berharap anak-anak yang dikhitan pada bhakti sosial khitanan massal bisa menjadi anak yang shaleh, beriman dan bertakwa, berbakti kepada kedua orangtuanya, kepada sesamanya, kepada bangsa dan negara serta dapat berguna bagi agamanya. "Mudah-mudahan semuanya menjadi anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya," tegas Oting  [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].-  Sebanyak tiga warga Cianjur mendapatkan Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela (DDS) 100x Tahun 2013 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketiga warga Cianjur tersebut masing-masing bernama Teguh WS, R. Eddy Nurhayadi M, dan Supriadi. 

"Dijadwalkan penghargaan tersebut akan diberikan langsung oleh presiden pada 17 Desember 2013 di Puri Agung Ball Room Hotel Sahid Jaya Jakarta. Ketiganya akan disematkan Satyalancana Kebaktian DDS 100x tahun 2013," kata Ratu Tri Yulia Herawati disela Pelepasan Penerima Penghargaan   Satyalancana Kebaktian Sosial DDS 100x tahun 2013 di rumah dinas bupati jalan Pangeran Hidayatulloh, Jum'at (13/12). 

Menurut Ratu yang bertindak selaku Ketua Panitia Pelepasan, sebelum menerima penghargaan ketiga warga Cianjur yang telah melakukan DDS secara terus menerus hingga 100 kali itu akan mengikuti temu asih sekaligus penyerahan simbolis cincin emas. "Kegiatan itu akan dilaksanakan sehari sebelum menerima penghargaan atau pada tanggal 16 Desember 2013," kata Ratu yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Cianjur itu.

Secara terpisah Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, menyampaikan ucapan selamat kepada warga Cianjur yang akan menerima penghargaan. Menurut bupati, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya para pendonor darah sukarela, telah menunjukkan kepeduliannya dan turut serta dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahya secara sukarela demi kemanusiaan.

Dikatakan bupati, donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara sukarela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah. Selain merupakan perbuatan mulia, donor darah juga membuat pendonor lebih sehat.

"Setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya," tegas bupati.

Pihaknya berharap peran serta semua khususnya para pendonor darah sukarela serta seluruh masyarakat dapat terus ditingkatkan. Sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur dapat dengan mudah diakses. "Setetes darah yang disumbangkan para pendonor dapat memberikan arti kehidupan bagi yang membutuhka," katanya  [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Lembaga Advokasi dan  Kebijakan Publik merilis  saat ini ada upaya untuk menggiring opini publik terhadap Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh terkait dugaan korupsi mamin gate. Kondisi tersebut terus bergulir hingga mengarah kepada penegak hukum. "Isu yang digulirkan saat ini lebih kepada politis ketimbang fakta hukum," kata Divisi Hukum dan Politik Lembaga Advokasi dan  Kebijakan Publik, Dery Umbara, Jum'at (13/12).

Menurut Dery, alasan politis karena saat ini bupati Cianjur menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat, pada saat bersamaan saat ini menjelang pemilihan legislatif tahun 2014. "Kalau melihat secara kasat mata ini sangat jelas sekali kental  politis, sedangkan kalau berbicara mamin gate perkaranya sudah di putus oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat ," katanya.

Kondisi tidak juah berbeda juga diungkapkan oleh, Ketua Lembaga Analisis Politik untuk Cianjur, Gunawan. Pihaknya menyarankan, Bupati atau tim bupati agar tidak diam melihat isu yang semakin berkembang. Karena kalau isu politik harus disikapi dengan politik juga. "Jangan sampai isu ini terus bergulir, dan bupati dihancurkan dengan isu-isu tidak benar dan tidak mendasar," tegasnya.

Dia menambahkan, kemungkinan besar bupati sudah mengetahui siapa saja lawan politik yang selalu mengisukan dirinya. Namun, bupati tidak melawan isu tersebut dengan isu lagi. "Kalau bupati tidak melawan isu politik lagi, maka tim bupati harus peka dengan masalah ini," imbuhnya.

Sebagai lembaga analisis politik pihaknya berharap, kepada siapapun agar berpolitik secara cerdas dan elegan. Jangan sampai berpolitik tidak sehat, apalagi mengdeskriditkan seseorang. "Belajarlah berpolitik santun , publik juga saat ini sudah pintar mana isu politis dan kepentingan masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya Rapat Kerja (Raker) Kejaksaan Agung RI di Hotel Yasmin Desa Cipanas, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur, Selasa (26/11) di demo oleh puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Cianjur . Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi desakan agar Kejaksaan segera menuntaskan kasus korupsi mamingate dengan menetapkan Bupati Cianjur TMS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang mereka duga sebagai aktor intelektualnya.

Berdasarkan pantauan, massa Ampuh yang menggunakan empat kendaraan minibus tersebut langsung merangsek ke Hotel Yasmin sekitar pukul 09.00 WIB. Sesampainya dilokasi massa langsung menggelar orasi dibawah kawalan ketat puluhan aparat kepolisian.

Dalam orasinya, massa meminta agar Kejaksaan segera menuntaskan kasus korupsi mamingate dengan menetapkan Bupati Cianjur TMS sebagai tersangka. Menurut massa, TMS diduga kuat sebagai aktor intelektual dibalik kasus korupsi tersebut.

Selain itu massa juga mendesak Kepala Kajaksaan Agung RI, Basrief Arief untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada Yuswa dan Yuqoyum karena mantan Kajati Jabar dan Aswas Kejati Jabar ini diduga sebagai aktor intelektual perencana dan penyusun skenario penyelematan Bupati Cianjur TMS dari jerat hukum kasus korupsi mamingate.

"Kami meminta Kepala Kejagung RI, bapak Basrief Arief untuk mengganti Kepala Kejati Jabar dan Aspidsus Kejati Jabar karena diduga tidak kuat mental untuk menetapkan Bupati Cianjur sebagai tersangka kasus korupsi mamingate," kata Presedium Ampuh yang juga koordinator aksi, Yana Nurjaman [KC-02]***.
Aksi Maenpo .Cianjur  (Foto : Gatra.com)
JAKARTA (KC),- Puluhan orang yang mengenakan seragam hitam perguruan silat dan iket (ikat kepala khas Sunda), yang tergabung dalam Paguyuban Paduli Cianjur (PPC), menampilkan Maen Po, jenis bela diri silat khas Cianjur, di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/12).

Pementasan kendang penca (gerakan bela diri yang diiringi tetabuhan) yang sebelumnya dibuka dengan lantunan ayat suci Al Quran tersebut, bukanlah pementasan bela diri semata, melainkan bagian aksi mendesak KPK agar segera mengambilalih kasus korupsi Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Koordinator Aksi PPC, Asep Toha mengatakan, pihaknya mendesak KPK mengambilalih penyelidikan kasus ini, karena setelah ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sejak 2012, kasus ini belum menunjukkan hasil signifikan, dan UU KPK memungkinkan hal itu dilakukan.

Asep menuturkan, dugaan keterlibatan Tjetjep ini bermula saat Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengungkap kasus korupsi di Bagian Keuangan Sekda Kabupaten Cianjur yang membelit mantan Kabag Keuangan, Edi Iryana dan Kasubag Rumah Tangga, Heri Khairuman.

Kemudian, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sempat melakukan ekspos dan mengelurkan Surat Nomor R-279/0.2.1/02/2012 terkait hasil dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran Sekda Kabupaten Cianjur tahun 2007 sampai dengan 20010.

"Dalam kesimpulannya menyebutkan, Bupati telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka, namun perlu pendalamam, penguatan alat bukti dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi," beber Asep.

Namun, hingga persidangan kedua terdakwa di atas, Bupati Tjetjep tidak tersentuh hukum, baik dipanggil sebagai saksi, apalagi ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal, imbuh dia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada 3 Desember 2012, telah mengeluarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara atas Penyalahgunaan Anggaran Belanja Kegiatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Kanbupaten Cianjur selama 2007-2010. "Kesimpulannya, terjadi kerugian keuangan negara pada periode tersebut sebesar Rp 6.094.423.252 atau sejumlah Rp 6 miliar lebih," tandasnya.

Hingga persidangan dua terdakwa di atas berakhir, yakni pada 7 Februari 2012, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung yang dipimpin Setyabudi Tedjocahyono sama sekali tak menyentuh Tjetjep, sampai akhirnya Setyabudi diringkus KPK pada 22 Maret 2013 terkait kasus suap penanganan putusan perkara Bansos.

"Harusnya setelah putusan itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menetapkan bupati Cianjur sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Inilah kami ke sini, karena kasus ini dinilai mandeg. Kami menuntut KPK segera mengambil alih kasus ini dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat," desaknya.

Sementara itu, para jawara tetap menunjukan jurus-jurus dalam bela diri maen po meski hujan deras mengguyur. Suara tabuhan gendang dan alunan terompet semakin membuat mereka bersemangat.

Selain menampilkan maen po, massa PPC juga sempat menampilkan kuda lumping, sehingga seorang di antara peserta maen po tersebut kesurupan dan sempat berupaya menuju pintu masuk gedung KPK. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena dihalangi oleh sesama pemain po lainnya. (KC-01/GT)**
CIANJUR, [KC].- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Barat menurunkan Badan Advokasi dan Hukum (Bahu) ke Cianjur guna melakukan pembelaan kepada rakyat yang menjadi korban keberadaan aktivitas pertambangan pasir besi dipesisir pantai Cianjur. Tim advokasi tersebut selalu siap mendampingi masyarakat yang menjadi korban aktivitas pertambangan pasir besi.
 
Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Eka Santosa mengatakan, keberadaan aktivitas penambangan pasir besi disepanjang pesisir pantai selatan tidak bisa dibiarkan. Karena aktivitasnya diyakini akan berdampak luas terutama terhadap kelestarian lingkungan.
 
"Saya sudah koordinasi dengan temen-teman yang cinta lingkungan. Kami sepakat bahwa kita menolak keberadaan penambangan aktivitas pasir besi di sepanjang pantai selatan. Karena keberadaanya tidak banyak mensejahterakan masyarakat bahkan sebaliknya masyarakat yang dirugikan," kata Eka saat ditemui disela kegiatan harmonisasi Caleg di di salah satu rumah makan di Cugenang, Rabu (11/12).
 
Dikatakan Eka, sampai saat ini belum ada aturan bahwa diwilayah pesisir pantai selatan itu dijadikan daerah tambang. Tapi kenyataanya ada aktivitas pertambangan yang diberikan legalitas oleh pemerintah daerah.
 
"Kita baca aturan, apakah di pantai Cianjur selatan masuk dalam zona pertambangan, tidak ada aturan itu. Tapi kenapa sampai keluar ijin pertambangan, ini yang harus menjadi pertanyaan dan harus dipertanggungjawabkan," kata Eka.
 
Atas terbitnya ijin pertambangan yang dikeluarkan oleh Pemkab Cianjur pihaknya berencana akan melakukan somasi kepada bupati Cianjur. "Kita akan tingkatkan masalah pasir besi ini dengan rencana melakukan somasi kepada bupati. Karena dia merupakan yang bertanggungjawab atas keluarnya ijin pertambangan," kata Eka.
 
Adanya Bahu yang diturunkan ke Cianjur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjadi korban atas aktivitas pertambangan pasir besi. "Kami minta masyarakat tidak melakukan perlawann sepihak, karena kita berhadapan dengan orang yang tidak pakai nurani. Kita negara hukum dan kita uji secara hukum," tegasnya  [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].- Diskusi bersama calon anggota legislatif (Caleg) perempuan lintas parpol dalam rangka refleksi kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang dilaksanakan di Gedung Juang 45 Jalan Oto Iskandardinata, Selasa (10/12) hanya dihadiri seorang caleg incumbent. Padahal para caleg perempuan tersebut sebelumnya telah diundang oleh pihak panitia penyelenggara bersama caleg-caleg lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Susane Febriyati mengaku, sebelumnya telah mengundang seluruh caleg perempuan yang akan bertarung dalam Peleg 2014 mendatang. Hanya saja yang bisa hadir hanya 28 orang. "Sudah kami undang, dan faktanya yang datang tidak semua. Kami tidak tahu persis alasannya apa mereka tidak hadir. Caleg incumbent saja cuma seorang yang hadir," kata Susane saat ditemui disela kegiatan, Selasa (10/12).

Dikatakan Susane, kegiatan yang bertajuk "Kita galang kebersamaan mendorong keterwakilan perempuan di Pileg 2014" itu merupakan bentuk kepedulian caleg perempuan terhadap persoalan-persoalan yang selama ini seringkali menimpa kaum perempuan.

"Ini juga merupakan salah satu bentuk kegiatan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan (16 days of activism againts gender violence) yang merupakan kampanye global untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia yang jatuh pada tanggal 25 November menuju hari HAM sedunia 10 Desember," katanya.

Dikatakan Susane, salah satu strategi pencegahan maupun penanganan kekerasan terhadap perempuan sangat bergantung pada kebijakan-kebijakan politik yang lahir dari legislator. "Karenanya melalui momentum ini, perempuan Binangkit bekerjasama dengan caleg-caleg perempuan yang perduli terhadap perempuan dan anak  mengundang melaksanakan kegiatan diskusi bersama. Hasilnya akan menjadi salah suatu rumusan rekomendasi untuk ditindak lanjuti," tegasnya.

Secara terpisah Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh para caleg perempuan yang ada di Kab. Cianjur.  "Ini langkah yang maju, bisa terbangun kebersamaan keterwakilan perempuan pada pemilu 9 April 2014 mendatang," kata Saepul yang hadir pada kegiatan itu.

Namun demikian Saepul mengingatkan bahwa kegiatan tersebut harus mentaati Undang-undang Nomor 8 tahun 2012. "Tidak boleh mendiskreditkan satu sama lain. Atas nama lembaga saya minta agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Dikatakan Saepul, pemilu 2014 ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan pemilu 2009. Kalau pada pemilu 2009 kampanye dipusatkan hanya di 21 hari. "Kalau Pemilu 2014 ini 21 hari itu khusus untuk kampanye rapat umum dan pemasangan iklan dimedia TV, cetak, elektronik dan online," katanya
  [KC-02]***.
ilustrasi/dok
CIANJUR, [KC].- Sejumlah ruas jalan utama antar desa dan kecamatan di Kecamatan Cikadu Cianjur Selatan hingga saat ini masih belum seluruhnya bisa dilalui. Lambannya bantuan alat berat akibat medan yang sulit ditempuh membuat pembersihan material longsor baru bisa dilakukan dengan cara manual mengandalkan gotongroyong warga.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Saep Lukman, mengungkapkan bedasarkan laporan yang diterimanya terdapat sejumah titik di Kecamatan Cikadu yang memerlukan penanganan tanggap bencana secara serius. Seperti yang terjadi iwilayah Desa Sukamulya. "Bila tidak segera ada pengangkatan material longsor desa tersebut terancam terisolir, " kata Saep  Lukman saat dihubungi, Selasa (10/12).

Pihaknya mendesak Pemkab Cianjur untuk segera menangani masalah longsor yang terjadi diwilayah Desa Sukamulya Kec. Cikadu. "Ini perlu penanganan segera, agar aktivitas warga bisa pulih seperti semula," katanya.

Ketua Paguyuban Pemuda Cianjur Selatan, Epi Nulhakim , berharap Pemkab Cianjur segera turun tangan. Saat ini penanganan longsor baru dilakukan dengan gotongroyong warga. "Kami membutuhkan bantuan pemerintah supaya segera mendatangkan backho dan alat berat lainnya ke sejumlah titik longsor di Kecamatan Cikadu," kata Epi.

Sambil menunggu datangnya alat berat, warga secara gotongroyong akhirnya melakukan kerja bakti dengan peralatan seadanya. "Alhamdulillah meskipun medannya cukup berat kami berhasil membuka sebagian akses ke desa sukamulya," kata Epi ditengah kegiatan kerja bakti di Kampung Coblong RT 05/01 Desa Sukamulya Kecamatan Cikadu, Selasa (10/12).

Kepala Desa Sukamulya, Hendra Hendarin, berterimakasih kepada warga masyarakatnya yang masih mau diajak bergotongroyong. Ia berharap Pemkab Canjur bisa memperbaiki lebih lanjut jalan-jalan di desanya yang mengalami bencana longsor dan kerusakan.

"Kemampuan kami hanya alakadarnya, yang penting akses ke desa kami bisa kembali lancar, agar aktivitas warga bisa pulih seperti semula, " ujar Hendra didampingi Babinsa setempat, Arief.

Berdasarkan informasi, sejumlah titik longsor yang mengepung desa berpenduduk 2.051 KK dan paling tertinggal di Cianjur Selatan ini antara lain terjadi di blok Cirende, Citiis, Bayondah dan Golempang.

Sementara itu, direncanakan aparat gabungan dari Pemkab Cianjur, Polisi, TNI dan masyarakat akan menggelar bhakti sosila dilokasi longsor Kecamatan Cikadu. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari mulai besuk (hari ini).

"Sebelumnya kita akan menggelar apel kesiapan terlebih dahulu di Mapolres Cianjur, baru setelah itu kita berangkat bareng-bareng. Kita akan membantu warga yang wilayahnya terkena longsor beberapa waktu lalu," kata Kasubag Humas Polres Cianjur, AKP Achmad SUpriyatna [KC-02]***.
ilustrasi
PERINGATI hari anti korupsi, sejumlah elemen mahasiswa di Cianjur menggelar aksi unjukrasa disejumlah tempat. Merekapun bahkan membawa seekor tikus putih sebagai simbul koruptor.

Berdasarkan pantauan, aksi para mahasiswa tersebut pertama terpantau di areal tugu Ngaos, Mamaos dan Maenpo diperempatan arah Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Para mahasiswa melakukan orasi tentang perlawanan terhadap tindakan korupsi. Bahkan mahasiswa juga sempat menggelar aksi teatrikal yang sempat menyedot perhatian para pengguna jalan.

Selesai menggelar aksi di bundaran tugu Ngasos, Mamaos dan Maenpo, para mahasiswa melanjutkan aksinya menuju gedung DPRD Cianjur yang berjarak sekitar 3 kilometer dengan berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan, mereka tak henti-hentinya menggelar orasi. Setibanya di gedung DPRD Cianjur di jalan KH. Abdullah bin Nuh mereka juga menggelar orasi.

"Hukum di Indonesia itu sepertinya hanya berlaku bagi kalangan bawah, ibarat tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kebanyakan hanya menyentuh kalangan bawah saja, sementara kalangan elite seperti tidak tersentuh," kata koordinator lapangan, Miftah disela aksi.

Para mahasiswa meminta agar kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri maupun Polres Cianjur segera dituntaskan. "Termasuk kasus dugaan korupsi Mamin Gate," tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Gatot Subroto yang berkesempatan menerima para pendemo, menyatakan sikap serupa. Ketua DPRD dari Partai Demokrat itu setuju jika dugaan tindak pidana korupsi harus diberantas.

"Saya sependapat, kalau ada dugaan tindakan korupsi itu harus diusut dan tentunya akan ditangani pihak-pihak aparat hukum. Kalaupun di Cianjur ada kasus dugaan tindak pidana korupsi, tentunya harus ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Gatot.

Sementara itu, sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa akan ada aksi demo ke kantor Panwaslu Kab. Cianjur di Jalan Ariawiratanudatar. Tapi ternyata aksi demo yang dikabarkan akan mempersoalkan masalah penggiringan PNS untuk memenangkan salah satu caleg tersebut urung dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Meski demikian tak urung aparat dari kepolisian terlihat berjaga-jaga disekitar lingkungan kantor Panwaslu Kab. Cianjur. Sampai akhirnya para aparat kepolisian itu membubarkan diri setelah mengetahui aksi demo urung dilakukan [KC-02]***.

CIANJUR. [KC].- Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kab. Cianjur menghimbau agar pemberian bantuan terhadap para korban bencana alam di Cianjur selatan itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye bagi partai politik maupun caleg. Karena kalau sampai terjadi hal itu sangat bertentangan dengan aturan pemilu.

"Panwaslu tidak melarang para pihak untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana alam, tapi saya menghimbau agar pemberian bantuan itu tidak dijadikan momen untuk kampanye," kata Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar saat ditemui terpisah.

Pihaknya tidak akan segan-segan menindak sesuai dengan aturan jika ternyata momen pemberian bantuan itu dimanfaatkan untuk kegiatan kampanye oleh caleg. "Kampanye caleg nanti ada waktunya, semuanya sudah terjadwal. Saya harapkan caleg maupun parpol menghormati itu. harus bisa memisahkan kepentingannya. Pemberian bantuan dengan kampanye," tegasnya.

Sementara itu pencarian terhadap kedua korban banjir bandang di Desa Cidamar Kec. Cidaun hingga Senin (9/12) belum membuahkan hasil. Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan keduanya jika tidak sampai ditemukan [KC-02]***.