August 2014
no image
CIANJUR, [KC].- Ratusan siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK yang ada di Kabupaten Cianjur mengikuti seminar Ilmu dan Tekhnologi (IT) yang dilaksanakan di gedung Assakinah, Jalan KH. Abdullah bin Nuh kemarin

Panitia Penyelenggara Agam Supriyatna, mengatakan, seminar IT tersebut sengaja diadakan untuk merangsang siswa siswi lebih giat dalam melaksanakan kerja OSIS, serta dapat memiliki kemampuan lebih dalam suatu bidang tertentu seperti bidang ITM

"Kedepannya apabila siswa siswi sudah mempunyai keahlian dibidang IT maka secara otomatis akan memperoleh penghasilan sendiri dari keahlian yang telah dimiliki," kata Agam seraya menambahkan kalau seminar tersebut mengjadirkan nara sumber yang ahli di bidangnya.

Salah satu materi yang diberikan diarnya tentang bagaimana siswa membuat, mengelola suatu blog dengan menuangkan berbagai ide kemudian dikemas dalam produk seperti e book, software dan video Ssyuting.

‎​Sementara Ketua OSIS SMA 2 Cianjur Muh Diki Jaelani mengharapkan agar semua anggotanya dapat meningkatkan kinerja melalui kegiatan seminar yang telah dilaksanakan tersebut.

"‎​Mudah-mudahan di era globalisasi ini mereka tidak lagi buta internet dan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk hal yang bermanfaat, bukan malah sebalikan" harapnya.

Adit kelas 12 dari SMAN 2 selaku peserta sangat merespon kegiatan seminar IT. Pihaknya berharap kegiatan serupa bisa sering dilaksanakan sehingga dapat semakin menguasai ilmu tekhnologi yang begitu besar manfaatnya untuk kehidupan manusia pada umunya.

‎​"Berbagai macam informasi dan tekhnologi akan terserap dengan baik apabila kami tahu ilmunya. Kami berharap kegiatan seperti ini sering dilaksanakan dengan nara sumber yang kompeten dibidangnya," harapnya [KC-02/y]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Polsek Cibinong memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan terkait longsor yang menimpa tiga orang siswa SMP 6 Cikadu saat tengah mengumpulkan pasir, Jum'at (29/8). Dalam peristiwa tersebut ketiga siswa itu meninggal dunia tertimbung longsor.
Kapolsek Cibinong AKP Iwan mengatakan, kedua orang saksi yang dimintai keterangan tersebut merupakan rekan korban yang diduga mengetahui persis terjadinya longsor. "Kedua saksi yang kami panggi untuk didengar keterangannya merupakan rekan korban dan saat kejadian sedang berada dilokasi," kata AKP Iwan saat dihubungi, Sabtu (30/8).
Dari keterangan saksi terungkap, bahwa siswa yang menjadi korban longsoran tebing setinggi 8 meter itu yang masih aktif sekolah hanya satu orang korban. Sedangkan dua korban lainnya kemungkinan DO dari sekolahnya.
"Yang sekolah di SMP 6 Cikadu itu hanya satu orang atas nama Purnama (14) siswa kelas 2, sedangkan dua rekannya sudah tidak sekolah, bahkan satu diantaranya telah memohon SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk melamar kerja," katanya.
Kapolsek juga menampik kalau lokasi tempat mengambil pasir para korban merupakan lokasi galian pasir. Tanah tersebut merupakan tanah milik masyarakat yang berbatasan dengan tanah milik Perum Perhutani.
"Anak-anak yang menjadi korban itu bukan berada dilokasi galian pasir, tapi ditanah masyarakat biasa. Mereka baru tiga hari mengumpulkan pasir untuk dijual kepada masyarakat. Itupun atas inisiatif mereka sendiri," jelas Kapolsek.
Hasil pengakuan dua saksi yang dimintai keterangan, sebelumnya para bocah itu telah menjual pasir yang mereka kumpulkan seharga Rp 10 ribu dan dibagi-bagi hasil penjualanya. "Kalau dilihat dari lokasinya saja, sangat terjal dan sulit. Mereka menggunakan bekas kaleng biskuit untuk mengangkutnya kejalan yang berjarak sekitar 50 meter dengan medan yang terjal dan cukup sulit. Saya saja menuju lokasi ngos-ngosan," kata Iwan.
Atas terjadinya peritiwa longsor, pihaknya langsung melarang bagi siapapun melakukan aktivitas pengambilan pasir. Selain bukan lokasi galian pasir, tanah disekitarnya terbilang labil dan rawan terjadi longsor.
"Sudah kita pasang garis polisi dan kita larang soiapapun melakukan aktivitas pengambilan pasir, lokasinya sangat berbahaya. Tanahnya sangat labil dan rawan terjadi longsor," paparnya.
Iwan juga meluruskan kalau korban yang merupakan siswa SMPN 6 Cikadu melakukan aktivitas pengumpulan pasir bukan atas perintah sekolah. "Itu bukan kegiatan kerja bakti, itu murni inisiatif mereka saja yang ingin mendapatkan uang. Bahkan kegiatannya juga diwaktu jam belajar, kemungkinan korban bolos sekolah," tandasnya
Sebelumnya, tiga anak remaja yang masih duduk dibangku SMP tertimbun longsor galian pasir di Kampung Selakopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan, Jum'at (29/8). Saat ditemukan ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Ketiga korban tersebut adalah Purnama (14), Hilman (16), dan Darusman (16), ketiganya warga
Kampung Kebon Kopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsor galian yang menimpa para siswa SMP itu terjadi saat mereka bersama teman temanya tengah kerja bakti
mengeruk pasir ditebing setinggi 8 meter di lokasi kejadian. Pasir-pasir tersebut sedianya akan digunakan untuk membangun SMP 6 Cikadu.
"Saat para siswa SMP itu tengah asik mengambil pasir, tiba-tiba tebing diatasnya longsor dan langsung menimpa mereka. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri," kata Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf. Moch Andi Prihantono melalui sambungan telepon, Jum'at (29/8).
Warga dibantu bintara pembina desa (babinsa), bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) begitu mengetahui kabar adanya korban tertimbun longsor langsung melakukan evakuasi. Kebetulan saat itu warga babinsa, dan babinkamtibmas memang masih siaga di Desa Cisaranten lantaran ada kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) ke Desa Cisaranten.
"Proses evakuasi pencarian ketiga korban dilakukan dengan cara manual menggali material longsoran dengan menggunakan cangkul. Tidak berapa lama, korbanpun berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Andi yang mengaku terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bersama warga.
Setelah dilakukan pendataan korban selanjutnya dibawa kerumah masing-masing untuk selanjutnya dikebumikan. Sementara proses hukumnya ditangani oleh Polsek Cibinong [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!














CIANJUR, [KC].- Pergerakan tanah di Desa Cibanteng Kecamatan Sukaresmi Kab. Cianjur dalam sepekan terakhir semakin meluas. Hingga Sabtu (30/8)pergerakan tanah tersebut sudah mengancam tiga kampung yakni Kampung Gunung Salam RT 01/RW 03, Kampung Cibeureu. RT 02/RW 03 dan Kampung Cikaso RT 07/RW 03.

Dari tiga kampung di Desa Cibanteng Kecamatan Suakresmi itu, pergerakan tanah paling parah terjadi di Kampung Gunung Salam. Setidaknya 9 rumah dikampung tersebut harus direkokasi akibat rusak berat dan 8 rumah lainya dalam kondisi terancam pergerakan tanah.

Sementara di Kampung Cibeureum satu rumah direlokasi dan 4 lainnya harus direlokasi. Setidaknya ada 48 Kepala Keluara (KK) yang mendiami dikampung tersebut juga terancam. Sedangkan di Kampung Cikaso baru terdata sekitar 8 hektar lahan pertanian rusak.

"Pergerakan tanah ini sepertinya masih terus berlanjut, apalagi jika cuaca tidak menentu, kadang turun hujan dan kadang panas. Kami sudah meminta kepada warga yang berada didekat pergerakan tanah untuk selalu waspada jika terjadi hujan. Mereka sudah kita himbau untuk mencari tempat yang aman," kata Muryani Kepala Desa Cibanteng Kecamatan Suaresmi saat dihubungi, Sabtu (30/8).

Bencana alam pergerakan tanah tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan untuk disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur. "Sudah ada petugas dari BPBD yang melakukan pendataan dan setiap hari berada di lokasi untuk memantau perkembangan. Bahkan dari BMKG juga sudah turun," katanya.

Untuk korban yang rumahnya rusak dan terancam, mereka sudah berada ditempat yang aman. "Korban yang rumahnyusak sudah kita tangani dengan dititipkan di rumah keluargaya terdekat yang berada dizona aman," jelasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Tiga anak remaja yang masih duduk dibangku SMP tertimbun longsor galian pasir di Kampung Selakopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan, Jum'at (29/8). Saat ditemukan ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban tersebut adalah Purnama (14), Hilman (16), dan Darusman (16), ketiganya warga
Kampung Kebon Kopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsor galian yang menimpa para siswa SMP itu terjadi saat mereka bersama teman temanya tengah kerja bakti
mengeruk pasir ditebing setinggi 8 meter di lokasi kejadian. Pasir-pasir tersebut sedianya akan digunakan untuk membangun SMP 6 Cikadu.

"Saat para siswa SMP itu tengah asik mengambil pasir, tiba-tiba tebing diatasnya longsor dan langsung menimpa mereka. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri," kata Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf. Moch Andi Prihantono melalui sambungan telepon, Jum'at (29/8).

Warga dibantu bintara pembina desa (babinsa), bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) begitu mengetahui kabar adanya korban tertimbun longsor langsung melakukan evakuasi. Kebetulan saat itu warga babinsa, dan babinkamtibmas memang masih siaga di Desa Cisaranten lantaran ada kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) ke Desa Cisaranten.

"Proses evakuasi pencarian ketiga korban dilakukan dengan cara manual menggali material longsoran dengan menggunakan cangkul. Tidak berapa lama, korbanpun berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Andi yang mengaku terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bersama warga.

Setelah dilakukan pendataan korban selanjutnya dibawa kerumah masing-masing untuk selanjutnya dikebumikan. Sementara proses hukumnya ditangani oleh Polsek Cibinong [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Agar pelayanan terhadap persoalan terkait dengan kesehatan hewan ternak bisa teratasi, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kab. Cianjur mencetak kader mandiri untuk melayani kesehatan hewan dimasyarakat. Salah satu yang tengah dilaksanakan adalah melakukan sejumlah pelatihan bagaimana cara menangani kesehatan hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kab. Cianjur, Ir. Hasan didamping Kepala Seksi Program, Ade Sudarma mengatakan, fungsi dari kader yang di didik dengan berbagai pengetahuan bagaimana cara menangani kesehatan hewan, mereka nantinya harus terjun di lingkungannya masing-masing. Mereka harus siap melayani, jika ada masyarakat peternak membutuhkan bantuannya.
"Mereka kader ini harus siap melayani kebutuhan kesehatan hewan di masyarkat khususnya petani ternak domba atau ternak lainnya. Diharapkan nantinya ternak yang di budidayakan masyarakat dapat menuai hasil yang memuaskan, baik di bidang kesehatan hewan ataupun bidang ekonominya," kata Hasan disela kegiatan pelatihan kader kesehatan hewan di areal kandang domba kelompok ternak "Sukaresmi" di Kampung Sukaresmi Desa Pasirbaru Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan, Jum'at (29/8).
Dalam pelatihan tersebut difokuskan bagi para kader yang ada diwilayah UPTD Bidang Kesehatan Hewan Kecamatan Sukanagara yang meliputi beberapa wilayah di Cianjur selatan. Mereka mendapatkan materi dari para dokter hewan yang terlatih sesuai dengan bidangnya.
"Pelatihan kader kesehatan hewan ini akan terus kami gencarkan. Terutama didaerah basis peternakan masyarakat. Mereka nantinya yang bersentuhan langsung dengan peternak dimasyarakat. Mulai dari bagaimana menangani persoalan kesehatan hewan sampai bagaimana mempertahankan kesehatan itu sendiri," tegasnya.

Ketua Kelompok Ternak Domba "Sukaresmi" Ahmad Jae mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Dinas Peternakan dalam mencetak kader mandiri untuk kesehatan hewan. Langkah tersebut sangat bermanfaat bagi para peternak jika dalam perjalanan menemukan kendala mengenai kesehatan ternak.
"Kita jadi lebih tahu dan memahami dengan benar, bagaimana cara merawat ternak dengan baik dan bagaimana menangani ternak jika bermasalah dengan kesehatan. Kita tahu ini berkat pelatihan yang diberikan kepada yang ahlinya," kata Jae.
Selama ini, kata Jae, banyak peternak yang bermasalah ketika menghadapi ternak mereka bermasalah dengan kesehatannya. Tidak jarang ternak yang sakit karena kurang memahami bagaimana cara penanganannya hinga berakibat fatal sampai mati.
"Dengan adanya pelatihan kader mandiri ini untuk kesehatan hewan, kami para peternak jauh lebih faham dan mengerti bagaimana memperlakukan hewan ternak dengan baik dan benar. Sehingga jika kami menemukan masalah dengan kesehatan hewan minimalnya bisa tertangani," katanya [KC-02/j]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





SAGULING, [KC].- Adanya daerah terisolir yang memiliki fasilitas infrastruktur penunjang kesehatan relative buruk, mengetuk PT. Japta Comfeed Indonesia TBK yang akrab dikenal JAPTA, untuk terlibat aktif dengan cara melakukan rangkaian kegiatan yang lebih ke peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dunia kesehatan dan gizi.
           
Kegiatan yang mengangkat tema Gizi JAPFA4Kids selama dua hari ini, digelar di Kec. Saguling, Kab. Bandung Barat,  dengan rangkaian acara pertama berupa Pelatihan Dokter Kecil JAPFA4Kids yang melibatkan Puskesmas setempat.

Selain itu kegiatan di SDN 3 CIkande diikuti sekitar 40 orang siswa SD dari sejumlah perwakilan sekolah masing-masing SDN Girimukti, Jalupang, Cipangeran, Sinarsaluyu,  Jati Satu dan Sua serta SDN Jati Baru
           
Kepala Puskesmas Saguling,  Yeti Heriyani, Am.Keb. MM, mengungkapkan, meski akses ke daerah ini tidak bisa dikatakan mudah, kondisi kesehatan masyarakatnya terbilang cukup baik.Tidak ada permasalahan gizi buruk yang ditemukan di lingkungan siswa.  “Hanya saja kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan bergizi harus lebih ditanamkan kepada anak-anak,” katanya.
           
Sementara menurut R. Artsanti Alif, Vice President Head of Public Relations JAPFA, JAPFA memilih strategi untuk mengenalkan pentingnya pola konsumsi gizi seimbang bagi anak Indonesia. “Kita harus menyadrari, meskipun anak datang dari keluarga yang cukup, tapi karena tidak mendapatkan edukasi gizi yang baik, ini menyebabkan kualitas kesehatan anak Indonesia tidak baik,” cetusnya [KC-02]**.
SAGULING, [KC].- Sebanyak 102 guru yang mengajar diberbagai sekolah didekat Saguling, mengikuti pelatihan pentingnya  prinsip tata kelola sekolah dari Jepang yang diadakan perusahaan  Japta Comfeed Indonesia TBK yang akrab dikenal JAPTA dalam rangka kegiatan  Gizi JAPFA4Kids, Kamis (28/8) di Kec. Saguling, Kab. Bandung Barat.

Diantara para guru yang ikut pelatihan tersebut diantaranya mewakili sekolahnya masing-masing seperti dari SDN Girimukti, SDN Jalupang, SDN Cipangeran, SDN 3 Cikande, SDN Sinarsaluyu, SDN 1 Jati, SDN 2 Jati, dan SDN Jatibaru
           
Vice President Head of Public Relations JAPFAR, Artsanti Alif, mengungkapkan, sekolah yang bersih, tertata, dan rapi akan membuat anak-anak nyaman untuk belajar dan menuntut ilmu. Kenyamanan belajar, berpengaruh untuk meningkatkan prestasi anak-anak.
           
"Kita mengedepankan sistem manajemen tata kelola 5S dengan prinsip Seiri/pilah, Seiton/tata, Seiso/bersihkan, Seiketsu /mantapkan, Shitsuke/biasakan. Pendekatan tersebut diakui sebagai salah satu strategi untuk efisiensi dan mendukung efektifitas kinerja perusahaan. Bahkan,  pendekatan tersebut juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam pengelolaan sekolah,” katanya.

Selain mengadakan pelatihan terhadap para guru, JAPFA juga melakukan pengobatan gratis dan pembagian paket gizi kepada 1.491 siswa [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Diduga menjadi tempat persembunyian teroris, kios helm di Jalan Raya Cibeber Km 1, Kampung Nempel, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (27/8) digerebek Densus 88 bersama jajaran kepolisian resort (Polres) Cianjur.
Dari dua kios di blok ruko "Panorama Cijati" yang menyediakan sparepart, variasi, tambal ban, dan perlengkapaan pengguna sepeda motor lainnya petugas berhasil membawa sejumlah barang. Barang-barang tersebut langsung dibawa dan dimasukkan kedalam mobil Toyota Inova nomor polisi G 7405 RS.
Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Tempat yang dijadikan usaha perlengkapan sparepart motor tersebut dikontrak oleh terduga DPO terorisme H,B,A,I (DPO kasus Jantho Aceh dan CIMB Medan) yang telah ditangkap di Jalan Tb. Suandi Kec. Serang Kab. Serang - Banten, Selasa (2//8).
"Dalam penggeledahan itu berhasil disita sejumlah 10 item barang bukti, diantaranya kompas, GPS, HT merek Alinco, Teropong, Gerinda, pipa pipa, Buku buku baik bertema Jihad maupun Intelijen," kata Dedy saat dihubungi, Rabu (27/8).
Dikatakan Dedy, tersangka terorisme tersebut juga menjadi terlapor dalam 2 LP di Polres Cianjur terkait kasus penipuan dengan menggunakan nama Ai, dimana pada tgl 23 Agustus 2013 dan dilaporkan tanggal 11 Agustus 2014).
"Yang bersangkutan membeli onderdil motor dengan jumlah transaksi sebesar Rp 232.000.000,- dengan perjanjian akan melunasi setiap transaksi dalam tempo 2 bulan, dan kemudian dalam transaksi selanjutnya, terlapor tidak membayar sisa hutang sebesar Rp134.211.850,- dengan alasan barang masih diluar belum dapat melunasi dan sampai saat ini," kata Dedy.
Selain itu, terang Dedy, pada tanggal 24 oktober 2013 tersangka juga melakukan penipuan kemudian dilaporkan pada Juli 2014. Saat itu tersangka membeli onderdil seharga Rp 205.711.062,-, dengan sisa yang belum dibayar sebesar Rp 80.701.432,- dengan alasan yang sama.
"Dengan demikian, tersangka merupakan DPO Terorisme (kasus Jantho dan Bank CIMB) serta terlapor kasus penipuan, diketahui paling tidak menggunakan 5 nama antara lain berinisial H,B,I,A dan Ai," katanya.
Sementara itu berdasarkan pantauan, aksi penggerebekan yang dilakukan DEnsus 88 dan Polres Cianjur itu sempat mengejutkan warga. Sejumlah aparat kepolisian lengkap dengan senjata laras panjang langsung merangsek kedalam kios yang kesehariannya mendagangkan helm dan sarpart onderdel motor tersebut.

"Kaget juga, tiba-tiba banyak polisi bersenjatakan lengkap mendatangi kios helm itu. Ternyata tempat itu merupakan tempat yang disewa kelompok teroris. Untung orangnya sudah ditangkap," kata Wawan (42) seorang warga yang mengetahui setelah diberitahu warga lainya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








CIANJUR, [KC].- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kab. Cianjur saat ini tengah melakukan verifikasi data bagi pegawai yang masuk dalam kategori II, baik itu yang sudah dinyatakan lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupaun yang tidak lulus tes CPNS.
Kepala BKPPD, H. Cecep Sobandi, membenarkan, kalau pihaknya tengah melakukan pemberkasan administrasi terhadap seluruh pegawai dilingkungan Pemkab Cianjur. "Saat ini kita tengah melakukan pemberkasan keseluruh pegawai, terutama bagi pegawai kategori II baik yang lulus CPNS maupun yang tidak," kata Cecep, saat dihubungi dihalaman Pemkab Cianjur, Rabu (27/8).
Dikatakan Cecep, verifikasi data pegawai dilakukan atas permintaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Adapun maksud dan tujuannya sampai saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari Kemenpan RB.
"Mereka yang sudah dinyatakan lulus seleksi kategori II, maka mereka diminta untuk melengkapi kekurangan berkas dan dokumen, sedangkan bagi mereka yang tidak lulus seleksi kategori II, tetap diminta untuk menyampaikan kembali kelengkapan-kelengkapan administrasi dan dokumen," tegas Cecep.
Sementara berkaitan dengan penerimaan CPNS tahun 2014, Cecep menegaskan, untuk tahun ini kemungkinan besar tidak ada kuota penambahan CPNS bagi Pemkab Cianjur. Namun, pihaknya telah meminta kepada Kemenpan RB agar pada 2015 Kabupaten Cianjur diberikan kuota penambahan CPNS dan dapat menyelenggarakan testing bagi pelamar umum.
"Kita usulkan, untuk tahun depan mudah-mudahan Kab. Cianjur mendapatkan jatah kuota penambahan CPNS. Untuk tahun ini sepertinya tidak ada penerimaan CPNS di Kab. Cianjur," paparnya.
Selain itu, Cecep juga menyampaikan bahwa BKPPD saat ini juga sedang melakukan pemotretan bagi seluruh PNS di lingkungan Pemkab Cianjur. Hal ini bertujuan untuk membuat Kartu Pegawai Elektronik (KPE).

"Diharapkan dengan dibuatnya KPE ini, maka data administrasi seluruh PNS di lingkungan Pemkab Cianjur dapat lebih tertata rapi. Pemotretan itu diharapkan selesai tanggal 11 September 2014 mendatang," kata Cecep [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Nama Bupati Cianjur Tjetejp Muchtar Soleh dicatut untuk dipergunakan dalam twitter. Munculnya akun twitter yang mengatasnamakan @TjetjepMS banyak masyarakat yang menduga bahwa akun tersebut milik orang nomor satu di Cianjur itu. Padahal sebenarnya akun itu palsu.
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Cianjur Mukarom menanggapi munculnya akun twitter yang mengatasnamakan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Dikatakan Mukaron dalam twitter tersebut terlihat jelas muncul akun twitter @TjetjepMS dengan nama pengguna atau user Tjetjep M. Soleh dengan tampilan foto Bupati Cianjur sedang memegang penghargaan.
"Melihat akun twitter itu, maka dengan ini kami tegaskan bahwa akun tersebut palsu atau bukan milik Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh. Karena hingga saat ini bupati tidak memiliki akun twitter," kata Mukarom, Selasa (26/8).
Berkaitan dengan akun twitter yang menggunakan nama dan memasang foto bupati, Mukarom meminta agar yang membuat akun tersebut segera menutup akunnya karena akun tersebut jelas-jelas bukan milik Bupati Cianjur, dan dikhawatirkan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.
"Kami juga berharap agar para pengguna internet, khususnya pengguna twitter agar tidak mempercayai akun tersebut, karena selama ini bupati tidak pernah membuat akun twitter tersebut dan tidak memiliki akun apapun," harapnya.
Sementara itu dalam akun twitter tersebut terpampang foto Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berpakaian setelan safari warna biru muda sedang memegang sebuah trofi penghargaan. Diduga akun tersebut masih baru. Sebab, jumlah follower-nya masih 1 orang, following-nya 130 orang, dan baru men-twit 2 mention.

"Kita penasaran saja makanya kita ingin melihat langsung benar atau enggak sih akun twitter @TjetjepMS itu milik bupati atau bukan? Tapi sih kelihatannya palsu, karena saya dengar bupati tidak mahir bermain diduni internet. Tapi semuanya belum ada kejelasan sih," kata Hendra Iskandar (26) seorang warga yang sengaja membuka akun twitter tersebut [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





CIANJUR, [KC].- Jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2014 di Kab. Cianjur mengalami penurunan. Kalau sebelumnya tahun 2013 mencapai 26.487 RTSM, tahun 2014 saat ini mencapai 25.806 RTSM.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra melalui Kepala Bidang Sosial, Dindin Awaludin tidak menampik, penerima manfaat PKH pada tahun 2014 ini mengalami penurunan dari segi jumlah. Hal itu tidak terlepas karena adanya penerimaan manfaat PKH yang sudah tuntas sehingga tidak masuk lagi dalam kategori penerima manfaat.
"Salah satu penyebabnya karena dalam RTSM itu sudah tuntas. Tidak ada anak usia sekolah wajib belajar sembilan tahun, tidak ada lagi balita. Intinya kehidupan ekonominya sudah tidak masuk lagi kategori penerima manfaat PKH. Inilah yang menjadi salah satu penyebab turunya jumlah penerima manfaat," kata Dindin saat ditemui, Selasa (26/8).
PKH di Kab. Cianjur telah dilaksanakan sejak tahun 2007 silam. Hingga tahun 2013 sudah mencakup 19 wilayah kecamatan dari 32 kecamatan yang ada di Cianjur. Program tersebut dirasakan banyak manfaatnya bagi para RTSM.
"Pada tahun 2013 setidaknya sudah ada 26.487 RTSM yang mendapatkan bantuan PKH. Dari jumlah tersebut telah menyerap alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 41,315, 575.000,-," jelasnya.
Pada tahun 2014 ini, jangkauan peneriman manfaat PKH sudah mencakup di 32 kecamatan. Dengan demikian terjadi pemerataan. Seluruh wilayah kecamatan di Kab. Cianjur terdapat RTSM penerima bantuan PKH.
"Kalau dari jumlah wilayahnya memang bertambah. Sekarang sudah 32 kecamatan tersentuh bantuan PKH. Tapi dari segi jumlah RTSM sepertinya malah menurun. Berdasarkan data pada tahun 2014 ini terdapat 25.806 RTSM yang akan menerima bantuan senilai Rp 15 milyar lebih. Ini baru pada triwulan ke dua," tegas Dindin.

Secara terpisah Direktur Istitute Social and Economic Development (Inside), Yusef Sumantri, menegaskan bahwa PKH saat ini ternyata belum menjangkau seluruh Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Masih banyak RTSM yang belum tersentuh PKH. Terbukti Kabupaten Cianjur masih saja menambah jumlah pendamping PKH untuk di 13 kecamatan, yakni Kecamatan Agrabinta, Bojongpicung, Campaka, Cibinong, Cikadu, Kadupandak, Leles, Mande, Naringgul, Pasirkuda, Sindangbarang, Tanggeung, dan Warungkondang. 

Dikatakan Yusep ada dua kemungkinan ditambahnya jumlah pendamping PKH di Kabupaten Cianjur, salah satunya tidak tepat sasaran dan jumlah RTSM bertambah. Berdasarkan hasil analisanya, besar kemungkinan di lapangan masih banyak RTSM yang belum terkover khususnya di kecamatan yang indeks pembangunannya rendah. Dengan menggunakan ukuran standar kelayakan hidup, total RTSM di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 100 ribu atau 5 persen dari total penduduk Kabupaten Cianjur.

Ia mencontohkan seperti halnya di Desa haurwangi, Kecamatan Haurwangi, dan Desa Ciputri, Kecamatan Pacet. Di kedua desa tersebut masih banyak RTSM yang belum kebagian PKH.
"Saya rasa penambahan alokasi PKH di 13 kecamatan dari sebelumnya 19 kecamatan ini merupakan pukulan bagi Pemkab Cianjur. Ini merupakan bukti bahwa di Kabupaten Cianjur masih banyak warga sangat miskin yang harus dibantu. Jangan juga bangga lantaran mendapatkan PKH karena itu ditujukan untuk kabupaten miskin. Semakin banyak kuota menjadi sasaran produk PKH itu menjadi indikator bahwa RTSM-nya banyak," ujar Yusef.

Pihaknya juga memandang bahwa Pemkab Cianjur tidak memiliki program mandiri untuk menekan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Cianjur hanya mengandalkan bantuan dari pusat saja dan tidak ada inisiatif dalam mengkolaborasi program pusat.
"Sudah seharusnya program pusat itu dikolaborasi dengan daerah, sehingga masalah kemiskinan ini bisa tertanganu. Kalau ada penambahan kuota PKH itu sebetulnya memalukan karena Kabupaten Cianjur bisa disebut sebagai kabupaten PKH," ujar Yusef [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah sangat dirasakan dampaknya bagi sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Raya Cianjur-Puncak Kab. Cianjur. Selain terjadi antrian pembeli, sejumlah SPBU dikawasan tersebut terpaksa harus tutup lebih awal lantaran habis pasokan BBMnya.
Seperti yang terjadi di SPBU di Jalan Raya Cugenang tepatnya di Kampung Gunung Lanjung, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur itu. Antrian kendaraan baik roda dua maupun empat memadati SPBU hingga sampai ke ruas jalan raya. Untuk bisa mendapatkan pelayanan, setiap kendaraan terpaksan menunggu 15-30 menit.
"Kejadian seperti ini sudah berlangsung selama dua hari. Tapi yang sangat terasa itu sejak Senin malam dan hari ini (kemarin. Red). Pasokan BBM bersubsidi jenis premium sebanyak 16 liter cuma bertahan 12 jam saja langsung habis," kata pengawas SPBU 34.43221 Asep Wahyudin, Selasa (26/8).
Diakui Asep, BBM bersubsidi di SPBU tempat kerjanya terbilang laris $anis. Karena selain melayani kendaraan pribadi maupun angkutan umum, SPBUnya juga melayani pembelian M dari para petani.
"Karena terjadi pengurangan pasokan BBM bersubsidi, pembelian dari para petani juga kami batasi sekitar 10 liter sehari. Kasihan juga karena para petani sangat membutuhkan untuk traktornya. Tapi mau bagaimana agar semuanya kebagian. Karena tidak sampai sehari pasokan bensin yang dikirim cepat habis. Sedangkan kiriman tidak bisa langsung karena jadwal ditentukan Pertamina," kata Asep.
Hal tidak jauh berbeda juga dialami oleh SPBU lainya. Seperti yang menimpa SPBU di Kampung Cijedil, Desa Cijedil Kecamatan Cugenang. SPBU yang jaraknya sekitar 2 kilometer dengan SPBU sebelumnya itu lebih awal tutup dengan memasang plang "Kuota Premium Habis" di pintu masuk.
"Pasokan BBM bersubsidi kami habis pada Senin (25/8) malam pukul 20.00. Makanya sekarang (kemarin. Red) kami sedang menunggu kiriman lagi," kata pengawas SPBU, Rosa secara terpisah.
‎​Diakui Rosa, biasanya SPBU tempatnya bekerja mendapat kiriman BBM bersubsidi jenis premium sebanyak 24 ribu liter setiap kali ada permintaan atau dua hari sekali. Dengan adanya kebijakan pengurangan kuota, kiriman BBM bersubsidi ke SPBUnya juga terdampak.

"Setelah ada pembatasan, penjualan bertahan dua hari saja sudah syukur. Saat belum ada pembatasan dua hari itu masih ada pasokan sehingga tidak sampai tutup. Karena satu harinya biasanya kami bisa menjual 10 ribu liter sampai 12 ribu liter," katanya [KC-02/ga]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







CIANJUR, [KC].- Pemerintah pusat dinilai tidak konsekwen dalam pelimpahan pengelolaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Terbukti meski sudah secara resmi dilimpahkan per 1 Januari 2014, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kab. Cianjur H. Hilman Kurnia melalui Plt Sekretarisnya Aca Kurniawan tidak menampik kalau sampai saat ini masalah pengelolaan e-KTP masih ditangani oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Memang kondisinya seperti itu, sudah jelas dalam surat bahwa pengelolaan e-KTP diserahkan ke daerah per Januari 2014. Namun sampai saat ini tidak berjalan, meskipun peralatan dan sumber daya manusianya sebagain sudah ada didaerah. Tapi untuk pencetakan dan blankko e-KTPnya masih dikuasai oleh pusat," kata Aca saat ditemui dihalaman Kantor Disdukcapil Kab. Cianjur di Jalan Raya Bandung Kec. Karangtengah, Senin (25/8).
Akibat dari persoalan tersebut kata Aca, warga masyarakat yang akan memperbaiki e-KTP yang salah data belum bisa dilaksanakan. "Malahan muncul edaran mengenai pembuatan KTP kembali ke SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Berarti ini pemerintah pusat tidak konsekwen atas kebijakan yang telah disampaikan, seperti mau coba-coba," kata Aca.
Pihaknya juga mengaku telah menyampaikan ketidak konsekwennan pemerintah pusat mengenai kebijakan e-KTP tersebut secara langsung. Namun tidak bisa memberikan jawaban kepastian yang bisa dipertanggungjawabkan. "Baru-baru ini saat rapat di pusat saya pertanyakan masalah kebijakan e-KTP itu, saya sampaikan apakah kebijakan itu hanya sekedar coba-coba," tegasnya.
Pihaknya juga tidak faham, kenapa pemerintah pusat sampai saat ini masih menahan blanko e-KTP untuk dikirimkan ke daerah. Pada hal kalau blanko e-KTP itu bisa dikirimkan ke daerah, pelaksanaan pembuatan dan pencetakan e-KTP bisa dilaksanakan karena perlengkapan dan sumber daya manusianya sudah ada didaerah.
"Kita tidak tahu apa alasannya, mungkin dampak dari kasus penyidikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pengadaan e-KTP, sehingga pengadaan blankko itu dihentikan, tapu itu baru kemungkinan," katanya.
Pihaknya berharap, pelimpahan pengelolaan e-KTP kedaerah itu bisa segera terealisasi. "Kasihan masyarakat yang memiliki e-KTP salah data, mereka terpaksa harus membuat KTP biasa. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa segera merealisasikan meski terlambat," tegasnya.
Muhammad Endang (31) warga Desa Sukamanah Kec. Cugenang Kab. CIanjur mengaku terpaksa harus membuat KTP baru lantaran e-KTP yang sudah di cetak salah tempat tanggal lahir. Hal itu menjadi persoalan saat ia menyampaikan berkas lamaran kerja.
"Saya harus buat KTP baru, karena e-KTP saya datanya tidak benar. Tadinya saya kira tidak masalah, tapi saat melamar suatu pekerjaan yang membatasi usia, jadi ketahuan lantaran di KTP sama dengan di Ijazah berbeda tempat lahirnya," kata Muhammad Endang saat dihubungi terpisah.

Selaku masyarakat tentu kondisi seperti itu sangat merugikan. "Terutama rugi waktu ya, kita mau memperbaiki e-KTP kita, ternyata belum bisa, malah disuruh membuat KTP baru, tentu ini memakan waktu yang tidak sebentar. Seharusnya pemerintah memikirkan masalah ini juga," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Kawanan maling spesialis tower BTS berhasil menggasak puluhan meter kabel tembaga yang terpasang di tower BTS milik salah satu perusahaan telkomonikasi di Kampung Kedung Hilir RT 02/RW 04 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur Minggu (24/8) dinihari.
Berdasarkan pantauan dilokasi kejadian, setidaknya terlihat lima kabel sebesar lengan orang dewasa itu yang semula tersambung ke arajh puncak tower setingga 60 meter itu, setengahnya raib. Puluhan klem kabel terlihat berserakan dibawah tower ditinggalkan pelakunya.
"Kelihatanya pelakunya tidak mungkin sendiri, karena harus memanjat begitu tinggi, belum lagi harus membongkar dan memotong kabel diketinggian sekitar 30 meter. Apalagi harus menarik keluar dari areal tower, itu perlu tenaga ekstra, tidak mungkin sendiri," kata H. Sutisna (60) pemilik lahan yang disewa oleh perusahaan telkomonikasi saat ditemui, Minggu (24/8).
Menurut H. Sutisna, terungkapnya pencurian tersebut bermula saat ini dengan tidak sengaja berjalan melalui samping pinggir tower bermaksud mau pergi ke sawah. Saat melihat kawat berdiri pagar samping kanan rumahnya atau persisnya samping tower terlihat berantakan seperti diputus dengan sengaja.
"Saya langsung curiga, pasti ada orang tidak bertanggungjawab masuk kedalam pagar. Saya kira ayam saya dikandang yang dicuri. Tapi saat melihat sawah saya yang baru ditanami padi acak-acakan saya mempunyai kecuriagaan lain. Ternyata saat melihat pagar tower sudah terbuka, seperti dibuka paksa," katanya.
Kecurigaanya semakin bertambah saat melihat kedalam pagar tower terlihat puluhan klem kabel berwarna hitam berantakan. Ditambah lagi terlihat bekas potongan kabel dibawahnya dan melihat sejumlah kabel tidak ada ditempatnya.
"Yakin ini aksi pencuri spesialis tower BTS. Ini kejadian pertama di tower ini. Dulu sebelum buat pintu sendiri tidak melewati pintu pagar rumah saya selalu saja ada yang betulin atau ngecek malam-malam dan berteriak minta ijin. Tapi setelah saya suruh buat pintu sendiri saya tidak pernah tahu," katanya.
Dia menduga, peristiwa itu terjadi menjelang subuh. Pelakunya lebih dari seorang. "Kalu dilihat dari bekas menarik kabelnya, sepertinya lebih dari seorang dan menggunakan kendaraan roda empat. Kalau jalan kaki sepertinya tidak mungkin, selain berat akan mengundang kecurigaan," katanya.
Perkiraan kalau pencuri itu beraksi menjelang subuh juga dikuatkan dengan pengakuan Nyoman (45) seorang warga yang melakukan ronda malam. Meski bukan diwilayahnya, namun tempat kejadian pencurian berbatasan antara RT 01 dengan RT 02/RW 03 Kampung Kedung Hilir.
"Semalam pada ronda sekitar pukul 02.00 WIB tidak ada yang mencurigakan. Karena saat ronda sampai dengan perbatasan tidak jauh dari lokasi kejadian. Itu baru perkiraan saja, lagian wilayahnya berbeda, bukan termasuk wilayah RT saya, tapi sepertinya RT sebelah tidak ada ronda," kata Nyoman yang merupakan Anggota TNI aktif itu.

Ketika dikonfirmasikan ke Polsek Cugenang, aksi pencurian yang menimpa tower BTS tersebut belum masuk. "Belum ada laporan adanya pencurian tower BTS, kita tunggu laporannya dari pemiliknya," Kanit Intel Polsek Cugenang Aiptu Ribowo [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Tahun 2014 ini merupakan tahun prestasi bagi pabrik AQUA (PT. Tirta Investama) di Jalan Raya Gekbrong Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong Kab. Cianjur. Paling tidak dua penghargaan tahun ini berhasil diraih oleh perusahaan air mineral itu.

Dua penghargaan yang di raih tersebut dengan pridikat Platinum di kategori yang  berbeda pada ajang gelar karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Award 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Corporate Forum  Comunity Development (CFCD). 
Penghargaan yang diterima pada tanggal  20 Agustus 2014 di Hotel Kartika Candra Jakarta itu diberikan langsung oleh Dr. Pamuji Lestari, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenkokesra RI, Sudjana Rayat, Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan Kemenkokesra RI, Ir. Arief Setiabudy Canny, Staf Ahli Menteri Bidang Tata Ruang, Pertanahan dan Pemukiman, dan  Sukanti, Deputi 1 Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Anak.

Stakeholder Relation (SR) PT. Tirta Investama Cianjur Nurul Iman, Minggu (24/8) mengatakan, pada ajang GKPM Award 2014 ini, PT. Tirta investama Cianjur bersaing keras dengan puluhan perusahaan nasional dan multinasional. Seperti Pertamina, Kideco, Telkom, Cipta Karya, Inalum, ITM, Bank Mandiri, Wijaya Karya, HM Sampoerna dan lainya.
 
Untuk kategori GKPM Award 
2014-CSR best practice for MDGs. PT. Tirta Investama Cianjur mengikutkan dua kategori program yaitu program pemberdayaan masyarakat dengan Pertanian Terpadu di Kecamatan Gekbrong. Program ini sebagai wujud dari tujuan ke-1 MDGs yaitu bidang penciptaan lapangan kerja baru dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

"Program kedua yaitu fasilitasi air bersih, sanitasi dan pola hidup bersih untuk masyarakat di 2 desa Kec. Gekbrong sebagai wujud dari tujuan ke-7 MDGs yaitu bidang program penciptaan akses terhadap air bersih /minum dan sanitasi lingkungan," paparnya.
Sementara itu, Direktur Corporate Communication AQUA Grup, Troy Pantouw mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada AQUA Grup ini merupakan capaian atas kerja sama seluruh pihak dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Karena, tanpa dukungan dan kerja sama yang erat dari pemerintah pusat, daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai mitra pelaksana, dan masyarakat itu sendiri, program pemberdayaan masyarakat ini tidak dapat berjalan secara berkelanjutan.  
"Oleh karenanya, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut dalam proses pencapaian program," ujar Troy. 
Partisipasi masyarakat, menurut Troy, merupakan unsur yang terpenting agar program yang dijalankan dapat terus berlanjut manfaatnya.  Dalam setiap program pemberdayaan, masyarakat didorong untuk terlibat aktif mulai dari perencanaan, implementasi sampai dengan monitoring dan evaluasi program.
"Mereka dibekali dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola organisasi dan juga kemampuan teknis untuk menjalankan program," tambahnya. 
Troy mengungkapkan, dengan adanya penghargaan ini tidak berarti AQUA sudah sempurna,  melainkan masih banyak lagi perbaikan dan penyempurnaan di banyak aspek. "Penghargaan ini dapat menjadi pemicu untuk terus berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat dengan terus menjalankan program sosial dan lingkungan di bawah payung AQUA Lestari." paparnya. 
Dia memaparkan, AQUA Lestari adalah inisiatif keberlanjutan perusahaan yang berakar dari pemikiran pendiri Danone dan AQUA, yaitu Komitmen Ganda, yang percaya bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan AQUA Lestari dikembangkan dengan pendekatan berbasis sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dijalankan dari hulu sampai dengan hilir. "AQUA Lestari terdiri atas empat pilar, yaitu Pelestarian Air dan Lingkungan, Perusahaan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Distribusi Produk dan Pemberdayaan serta Pelibatan Masyarakat," tambahnya [KC-02/da]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









no image
CIANJUR, [KC].- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur hingga saat ini telah berhasil menyelesaikan sedikitnya 700 kasus korban perdagangan orang (trafficking). Diantara para korbannya juga berhasil direhabiltasi sebagai upaya pemilihan mental.
Ketua P2TP2A Kabupaten Cianjur, Hj. Yana Rosdiana, mengatakan, sejumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan ke P2TP2A selalu ditindak lanjutinya. Pigaknya selalu melakukan koordinasi dengan aparat terkait termasuk kepolisian.
"Kalau melihat data di kami tidak kurang dari 700 kasus trafficking berhasil kami tangani. Korbannya juga berhasil kami rehabilitasi mentalnya. Kami terus berupaya agar korban-korban trafficking ini bisa kembali normal seperti biasanya dan diterima ditengah-tengah masyarakat," kata Yana disela kegiatan peresmian Gedung Yayasan Istri Binangkit dan Sekretariat P2TP2A di Pabuaran Kelurahan Sayang Cianjur, Jum'at (22/8).
Dikatakan Yana, jumlah perkara atau pengaduan yang masuk ke P2TP2A terbilang cukup tinggi. Setiap kali pengaduan yang masuk selalu ditindak lanjuti. "Kalau dijumlah dengan kasus lainya tidak hanya trafficking, termasuk kasus kekerasan terhadap anak jumlahnya bisa mencapai 1000 lebih," katanya.
Untuk menekan terjadinya kasus trafficking dan kekerasan terhadap anak maupun rumah tangga, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang rentan terhadap ancaman tersebut. "Sosialisasi terus kita lakukan, terutama kepada remaja pencari kerja, jangan sampai tertipu. Modus yang acap kalai terjadi menawari pekerjaan yang enak ternyata malah dijual," katanya.
Sementara itu terkait dengan pembangunan kantor yang menelan biaya Rp 1,1 miliar, Yana menegaskan bahwa hal itu dibutuhkan. Keberadaan kantor yang representatif khususnya untuk penanganan korban trafficking serta anak-anak marjinal/jalanan. Selain itu pembangunan gedung kantor juga akan digunakan sebagai tempat pelatihan bagi anak-anak marjinal/jalanan serta kegiatan-kegiatan Yayasan Istri Binangkit dan P2TP2A lainnya.
Secara terpisah, Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh seusai meresmikan gedung kantor Yayasan Isteri Binangkit dan Sekretariat P2TP2A mengungkapkan, sebuah organisasi yayasan istri binangkit dan P2TP2A sudah semestinya mampu menunjukan jati dirinya, yang tidak hanya mempunyai rencana dan program–program strategis, akan tetapi juga harus mampu mewujudkan keberhasilan organisasinya melalui pembinaan dan pemeliharaan persatuan dan kesatuan.
"Yayasan Istri Binangkit dan P2TP2A harus dapat mengisi ruang–ruang yang masih kosong untuk turut serta dalam pembangunan bangsa di berbagai bidang. Untuk itu jangan hanya menunggu, tetapi harus lebih pro aktif dalam melaksanakan aktivitas kegiatan. Saya yakin ini bisa menjadi pelopor sekaligus contoh dalam melakukan perubahan diri, keluarga dan masyarakat ke arah yang lebih baik," tegasnya.
Tjetjep mengharapkan dengan telah dimilikinya gedung Yayasan Isteri Binangkit dan sekretariat P2TP2A Kabupaten Cianjur, dapat memotivasi para pengurus dan anggota Yayasan Istri Binangkit dan P2TP2A secara terus menerus  membangun semangat kerjasama satu sama lain.

"Mengimplementasikan program secara bersama–sama untuk menciptakan wadah organisasi yang solid serta mampu menciptakan kader-kader yang memiliki daya nalar tinggi serta karya nyata yang bermanfaat untuk  kepentingan  masyarakat," kata Tjetjep [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








no image
CIANJUR, [KC].- Uang kiriman dua orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Cianjur raib saat akan di cairkan di kantor Pos Sukanagara, Kab. Cianjur. Uang kiriman dari migran worker tersebut saat akan dicairkan ternyata sudah ada yang mengambil.
Kedua TKW yang uang kirimannya raib itu adalah Mas'amah (33) warga Kampung Sukaresmi RT 04/RW 05 Desa Pasirbaru, Kec. Pagelaran Cianjur selatan dan Juriah (41) warga Kampung Cilameta RT 03/RW 05 Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran Cianjur selatan.
Menurut penuturan Koharudin, suami dari korban Mas'amah, raibnya uang kiriman dari isyrinya tersebut bermula saat ia mendapatkan wesel kiriman uang melalui jasa western union. Keesokan harinya Selasa (5/8) ia mendatangi Kantor Pos Sukanagara bermaksud ingin mencairkan uang kiriman dari istrinya tersebut. Saat tiba di ruang pelayanan Kantor Pos, ia kemudian memasukkan data diri termasuk foto kopi KTP dan catatan nomor PIN.
"Saat itu masih sekitar pukul 08.00 pagi, tapi sudah penuh banyak yang ngantri. Setelah saya kasihkan data ke petugas, saya tinggal keluar sebentar sekitar 10 menit saya masuk kembali dan menanyakan uang kiriman saya ada atau tidak, tapi saya disuruh mendatangi Kantor Pos di Pagelaran, untuk mengeceknya," kata Koharudin didamping kuasa hukumnya Jae, Kamis (21/8).
Tanpa membuang waktu dia lagsung pergi ke kantor Pos Pagelaran. Saat diyanyakan mengenai kiriman uang istrinya di juga mendapat jawaban yang mengecewakan. "Petugasnya bilang kalau rekeninh saya telah terjadi pailit, saya tidak tahu itu apa. Makanya saya sampaikan ini ke kuasa saya," katanya.
Menurut Jae, begitu mendapatkan kuasa dari tetangganya itu, dia mendatangi salah satu bank dan menanyakan kiriman uang klienya tersebut, ternyata sudah ada yang mencairkan. "Informasi dari teman di bank itu, uangnya sudah ada yang mencairkan sekitar Rp 7 juta sesuai kiriman dari istri klien saya," kata Jae.
Atas kejadian tyersebut pihaknya langsung mendatangi Kantor Pos di Cianjur. Namun justru mendapatkan jawaban yang seolah menyalahkan kliennya. "Saya datang untuk meminta pertanggungjawaban ke PT. Pos Cianjur, tapi jawabannya malah balik menyalahkan kalau klien saya tidak hati-hati. Saya lagi menunggu jawaban secara resminya dari kantor pos," katanya.

Kita persoalan tersebut akan di konfirmasikan ke PT. Pos Cianjur, petugas yang memiliki kewenangan sedang tidak ada ditempat. "Harus ke pimpinan langsung, kami tidak bisa memberikan penjelasan, apalagi terkait dengan pers," kata seorang petugas pelayanan [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Kabupaten Cianjur mendapatkan penghargaan dalam lomba Desa/Kelurahan Sadar Hukum Tingkat Jawa Barat. Pemberian penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin di pada tanggal 19 agustus 2014 di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Kepala Bagian Hukum Setda Cianjur Heri Suparjo didampingi Kabag Humas Pemkab Cianjur Mukarom mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini pihaknya terus mensosialisasikan mengenai kesadaran hukum ditingkat desa-desa diwilayah Kab. Cianjur.

"Penghargaan ini merupakan kerja keras semua pihak, masyarakat dan pemerintah berperan aktif dalam kesadaran hukum. Terutama masyarakat memiliki andil besar atas prestasi yang diraih saat ini," kata Heri Suparjo saat dihubungi, Rabu (20/8).

Dikatakan Heri, desa/kelurahan yang meraih penghargaan desa/kelurahan sadar hukum diantaranya  Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang, Desa Ramasari, Desa Mekarwangi, Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi, Desa Sukamulya Kecamatan Karangtengah.

Para tim penilai lomba desa/kelurahan sadar hukum ini kata Heri, terdiri dari berbagai instansi di Jawa Barat yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing. Mereka diantaranya berasal dari Biro Hukum Provinsi Jawa Barat,  Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Jawa Barat.

Adapun kriteria penilaian dalam rangka meraih penghargaan lomba desa/kelurahan sadar hukum tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2014 ini mengacu pada peraturan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional No. PHN.03.05.73 tahun 2008 tentang pembentukan dan pembinaan keluarga sadar hukum dan desa /kelurahan sadar hukum.

"Kriteria yang dinilai pada lomba desa/ kelurahan sadar hukum mencakup pelunasan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), rendahnya perkawinan dibawah umur, rendahnya kasus narkoba, rendahnya angka kriminalitas, tingginya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan serta rendahnya angka putus sekolah wajib belajar," tegas Heri [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 20 calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang lolos seleksi administrasi mengikuti tes tertulis yang dilaksanakan di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Cianjur Jalan Ariawiratanudatar Cianjur, Rabu (20/8).
Panitia Seleksi Penerimaan anggota BPSK Kab. Cianjur, Nana megatakan, saat pendaftaran dibuka, peserta yang terjaring sebanyak 24 orang, Namun setelah dilakukan seleksi administrasi, hanya 20 orang yang lulus dan berhak mengikuti tes tertulis.
"Setelah tes tertulis, akan dilanjutkan dengan tes wawancara yang akan dilaksanakan pada Jum'at (22/8) mendatang. Hasilnya akan diakumulasi dari mulai hasil tes tertulis, wawancara dan makalah. Nantinya akan ditentukan untuk sembilan orang yang berhak menjadi anggota BPSK Kab. Cianjur untuk lima tahun kedepan," kata Nana.
Kepala Disperindag Kab. Cianjur, Himam Haris yang juga Sekretaris Tim Seleksi Anggota BPSK mengatakan, tim seleksi calon BPSK Kab. Cianjur priode 2014-2019 itu dipimpin langsung oleh Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh.
"Kalau pelaksanaanya pembentukan BPSK di Kab. Cianjur ini mengacu pada Kepres No. 12 tahun 2013. Selain Cianjur ada tiga Kabupaten lainnya di Jawa Barat yang ditunjuk untuk membuat BPSK," kata Himam saat ditemui terpisah.
Sebelum dilakukan pembentukan, pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai rencana adanya BPSK di Kab. Cianjur. Sosialisasi dilakukan ke tingkat desa, camat, organisasi kemasyarakat, dan organisasi profesi. "Apabila sudah terbentuk kita tetap akan terus melakukan sosialisasi," katanya.
Pihaknya berharap, yang menjadi anggota BPSK harus profesional tidak formalitas. "Pak bupati berharap profesional, beliau menjanjikan yang diperlukan akan didukukung. Kita sampaikan mengenai kantor, kita merintis saja. Kantor akan bertahap di lingkungan kantor dinas. ktr dinas. Tahun 2015 sudah dialokasikan dibangun diatas sebelum memiliki kantor khusus," katanya.
Adanya BPSK di Kab. Cianjur juga diharapkan memberikan peranan yang terbaik. "Nantinya anggota BPSK terpilih itu ada terdiri dari 9 anggota, 3 dari unsur pemerintah, 3 unusr perlindungan konsumen dan 3 pelaku usaha," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam tiga hari terakhir. Warung yang biasanya menjual gas LPG 3 kilogram saat ini kosong. Kalaupun ada harganya melambung menjadi Rp 20 ribu per tabungnya.
Seperti yang dialami Tisna (48) warga Kampung Kedung Hilir RT 02/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kab.Cianjur. Ia mengaku sudah tiga hari tidak mendapatkan gas LPG 3 kilogram tersebut meski sudah mencari kebeberapa daerah lain.
"Semuanya kosong, saya juga cari ke Cianjur, tapi juga sama. Saya baru dapat hari ini (kemarin) itupun saya sudah pesan selama tiga hari. Harganyapun tidak seperti biasanya, naik menjadi Rp 20 ribu per tabung," kata Tisna saat ditemui ketika membeli gas LPG, Selasa (19/8).
Selama tidak ada gas, ia terpaksa mempergunakan kayu bakar untuk memasak. "Selama tiga hari terpaksa kita pakai suluh (kayu bakar). Mudah-mudahan saja ini tidak berlangsung lama, bisa kembali normal seperti mula," katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kilogram. "Saya gak tahu sebabnya, saat saya tanyakan ke tukang penjualnya, dia juga mengaku tidka tahu, yang jelas di agennya tidak ada atau kosong," katanya.
Seorang pedagang eceran gas LPG 3 kilogram Unang (60) mengaku, kesulitan untuk mendapatkan gas LPG dalam sepekan terakhir. Dropping dari agen yang biasanya didapatkan, kini tidak lagi didapatnya. Untuk melayani pelanggan terpaksa ia mencari dengan mendatangi sendiri agennya.
"Susah carinya, barangnya pada tidak ada. Katanya akibat telatnya pasokan, saya juga terpaksa cari kesana kemari. Hari ini saya dapat dari jatah untuk Sindangbarang, itupun hanya 10 tabung. Saya beli Rp 18 ribu per tabung dan saya jual Rp 20 ribu pertabung. Dalam sekejap juga sudah habis. Besuk nyari lagi kalau belum di kirim," kata Unang ditemui terpisah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Kab. Cianjur Judi Adinugroho tidak menampik terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Namun Judi menegaskan, kelangkaan tersebut terjadi tidak disemua wilayah di Kab. Cianjur.
"Emang ada kelangkaan, tapi tidak semua wilayah. Tadi (kemarin) kami memonitor, diwilayah tengah masih normal. Saya juga konfirmasi ke Hiswanamigas supaya para agen dan pangkalan untuk menyalurkan LGP secara merata ke wilayah Cianjur," tegas Judfi.
Pihaknya menduga kelangkaan LPG 3 kilogram dibeberapa wilayah tersebut sebagai dampak akibat adanya isu bulan Agustus LPG 12 kilogram mau naik sehingga masyarakat siap-siap membeli atau mengisi tagung LPG 3 kilogram karena takut terjadi migrasi
"Padahal sampai saat ini belum terjadi kenaikan LPG 12 kilogram. Ini merupakan sebuah kekawatiran yang berlebihan. Mudah-mudahan bisa segera normal, pasokan bisa merata," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Ketua Asosiasi Korean Garmen Seluruh Indonesia, Jun Kan Cim, mengatakan, WNA asal Korea Selatan yang tinggal di Indonesia sangat berterima kasih dengan Polres Cianjur. Akibat kasus pembunuhan tersebut banyak warga Korea Selatan yang takut dan khawatir tinggal dan hidup di Indonesia. Apalagi kasus pembunuhan Mrs Kim meninggal dengan cara yang sadis, yakni pelaku memisahkan kepala korban dari tubuhnya.

"Saya akui akibat adanya kasus pembunuhan sadis itu, banyak warga Korea yang resah. Tapi setelah Polres berhasil mengungkapnya, kami semua lega. Kami berterima kasih," kata Jun yang sudah 22 tahun menetap di Indonesia dengan terbata-bata lantaran belum lancar berucap dengan Bahasa Indonesia.

Dikatakan Jun, penghargaan itu sebetulnya akan diberikan sebelum hari raya Idulfitri. Namun hal itu urung dilakukan lantaran Polres Cianjur tengah menjalankan Operasi Ketupat Lodaya 2014. "Ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja Polres Cianjur. Kami berharap tak hanya di Cianjur melainkan di Indonesai, warga Korea bisa tinggal dengan aman dan nyaman," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC],- Commisioner General Of Korean National Police Agency atau Kepala Kepolisian Republik Korea Selatan memberikan penghargaan kepada Polres Cianjur atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus kematian Mrs Kim Jeong Sim (51), warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Penghargaan yang ditandatangi Kepala Kepolisian Republik Korea Selatan, Lee Sung-Han itu diberikan langsung oleh perwakilan konsul jenderal Korea Selatan dan atase kepolisian Korea Selatan di Markas Polres Cianjur, Selasa (19/8).

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, membenarkan pemberian penghargaan tersebut terkait dengan keberhasilan Polres Cianjur dalam mengungkap kasus kematian Mrs Kim Jeong Sim (51), warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan beberapa waktu lalu.

"Penghargaannya dilakukan secara simbolis karena pengungkapan kasus ini melibatkan 4 tim yang total personilnya sebanyak 22 orang. Yang diberikan itu berupa sertifikat dan medali," kata Dedy.

Sebelumnua Polres Cianjur yang dipimpin langsung Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti berhasil menangkap Albeno Sion Parulian Sarumpaet (31), tersangka pembunuhan Kim Jeong Sim (51). Tersangka merupakan pelaku tunggal kasus pembunuhan terhadap Kim. Tersangka diamankan di rumahnya di daerah Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor pada 22 Maret 2014.‬

"Kami memberikan apresiasi atas penghargaan yang kami terima. Inisebagai wujud kerjasama yang baik antara Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Korea Selatan," kata Dedy.

Dikatakan Dedy, penghargaan tersebut untuk pertama kalinya diberikan bagi kepolisian ditingkat Kabupaten/kota. Untuk itulah penghargaan tersebut juga diketahui oleh Mabes Polri dan Polda Jawa Barat (Jabar).

"Sebenarnya kami mengarahkan penghargaan ini ke Mabes Polri, kami tidak ingin menerimanya, apalagi kejadianya juga di Bekasi. Kami hanya mengungkapnya hinga penankapn Tapi mereka ingin melihat langsung Polres Cianjur," kata Dedy [KC-02/g]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Ratusan siswa dan siswi SMPN 2 Takokak di Cianjur selatan belajar dengan perasaan was-was, akibat bangunan kelas yang mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar terancam ambruk. Hampir seluruh kondisi atap bangunannya rusak parah termakan usia.
Tidak hanya itu ketidak nyamanan belajar juga terjadi akibat terbatasnya sarana dan prasarana lainya yang minim. Para siswa banyak yang terpaksa belajar berdesakan akibat terbatasnya meja dan kursi yang tersedia. Rata-rata satu kursi terpaksa diduduki oleh dua orang siswa.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Takokak, Suryana, kerusakan bangunan paling parah terjadi pada tiga unit ruang kelas kondisi atapnya terancam ambruk. Selain itu ruang kelas pun sangat tidak layak oleh siswa untuk dijadikan kegiatan belajar mengajar.
"Kondisi belajar berdesakan ini sudah terjadi saat tahun ajaran baru sekarang. Karena SMPN 2 Takokak ini minim dengan sarana prasarana. Yang ada sekarang sudah saatnya diperbaiki," kaya Suryana saat dihubungi, Senin (18/8)
‎​Tidak hanya masalah saran dan prasaran sekolah yang sangat minim, jumlah tenaga guru juga sangat terbatas. Saat ini jumlah pendidik SMPN 2 Takokak hanya ada 4 orang guru PNS termasuk Kepala Sekolah, tenaga honorer 16 orang sementara jumlah siswa sebanyak 483 siswa.
"Sebagai kepala sekolah tentu kami ingin sarana sekolah kami layak seperti yang lainnya. Minimal bisa mensejajarkan dengan sekolah di Cianjur meski ibarat mimpi. Melihat kondisi bangunan ruangan kelas saja mau ambruk serta kekurangan sarana dan prasarana seperti kurangnya mebeler dan lainya," katanya.
Kendati dibawah keterbatasan sarana dan prasarana, pihaknya tetap bersyukur karena dengan ditanamkan kedisiplinan yang melekat, baik terhadap guru dan siswa, program terus berlanjut cerdas, mandiri, edukatif, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (CERMAT).
"Kita berharap Pemkab Cianjur bisa memberikan bantuan untuk membangun ruang kelas yang baru agar proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal. Saat ini kondisinya masih jauh dari idial. Bagaimana sekolah mau ditata dengan baik semnetara warga pun menggunakan jalan hilir mudik. Maka kenyamanan siswa untuk belajar sangat terganggu," tegasnya [KC-02/yr]**.
Gambar : Ilustrasi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Ribuan masyarakat Cianjur dari berbagai pelosok memadati sepanjang jalan protokol diseputaran kota Cianjur, Senin (18/8/2014). Mereka datang ingin menyaksikan berbagai atraksi pawai berbagai kesenian budaya yang sengaja didatangkan dari berbagai kota/Kabupaten di Jawa Barat.
Masyarakatpun rela berdesak-desakan dan berpanas-panasan ingin menyaksikan dari dekat. Bahkan ada diantaranya yang sengaja datang sambil membawa kursi plastik untuk sebagai sarana untuk penopang berdiri.
"Saya sudah berpengalaman, pasti berebut ingin menyaksikan dari dekat. Makanya saya sengaja membawa kursi plastik untuk tempat berdiri melihat pawai. Kalau tidak begitu sulit saya bisa lihat," kata Tuti (36) warga Solok Pandan Cianjur.
Menurutnya, diantara pawai yang berlangsung, kuda kosong masih menjadi pperhatiannya. Meski tidak seperti penampilan terdahulu. Kudang kosong masih menjadi daya tarik sendiri.
"Dulu waktu kecil saya, tari kuda kosong itu berbeda, dulu kudanya seperti membawa beban berat, sekarang sudah tidak seperti itu, mungkin ada perubahan," katanya.
Meski demikian, penampilan kuda kosong sepertinya merupakan salah satu bentuk tradisi budaya yang menggambarkan mengenai babad Cianjur. "Yang saya dengar, sekarang lebih menonjolkan sejarah berdirinya Cianjur. Itu cukup bagus, saya rasa," katanya.
Hal yang tidak jauh berbeda juga dirasakan Hasilah (37). Ibu rumah tangga asal Cugenang ini rela berdesak-desakan sambil membawa kedua anaknya untuk menyaksikan pawai. "Ya setahun sekali, sepertinya jarang ada pawai seperti ini. Srekali-kali hiburan sama anak," kata Hasilah.
Pihaknya berharap, pawai seperti ini bisa lebih dikemas sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat bahkan masyarakat manca negara. "Kalau di Jawa Timur itu ada festival Banyuwangi, bisa saja Cianjur dibuat seperti iyu, yang bisa mendatangkan kunjungan wisata bagi turis mancanegara," harapnya.
Namun secara uum pawai saat ini sudah lebih bervariasi. Dengan hadirinya penampilan budaya dari kabupaten/kota di Jawa Barat, merupakan suatu kemajuan. "Tahun ini sepertinya lebih berwana, banyak kesenian dari Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat pada tampil," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak450 nara pidana (Napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2014. Pemberian remisi tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: W. 11. 1781 PK. 01. 01. 02. Tahun 2014, tanggal 17 Agustus 2014.
Dari 450 napi yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan RI tersebut, 30 diantaranya langsung bebas. Mereka merupakan napi yang tersangkut berbagai tindak kriminal.
Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Tri Saptono Sambudji, mengatakan, napi yang mendapat Remisi Umum (RU), RU I dan RU II tersebut terdiri dari narapidana yang mendapat Remusi Umim (RU I) dan masih mempunyai sisa pidana berjumlah 420 orang, narapidana yang mendapat Remisi Umum RU II dan bebas langsung pada hari Minggu (17/8) berjumlah 30 orang.
"Dua tahun terakhir ini telah banyak perubahan dan peningkatan di Lapas Kelas II B Cianjur, terutama setelah adanya Program Pesantren Terpadu, awalnya para warga binaan 80 persen belum bisa membaca Al-Quran dan hanya 20 persen saja yang bisa membaca Al-Quran, sekarang terbalik, 80 persen warga binaan sudah bisa membaca Al-Quran dan hanya tinggal 20 persen saja yang belum bisa membaca Al-Quran," kata Tri Saptono usai mengikuti upacara HUT RI ke 69 di Lapas Cianjur.
Perubahan tersebut kata Tri, tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang bersama-sama bergerak untuk membuat sebuah perubahan di Kabupaten Cianjur menjadi lebih baik. "Kami juga berterima kasih atas kerja sama dengan Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur yang sudah membantu terlaksananya pembangunan masjid di lingkungan Lapas Klass II B Cianjur. Keberadaan masjid ini sangat bermanfaat untuk melaksanakan berbagai kegiatan positif yang dilakukan oleh warga binaan. Adapun tempat yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan warga binaan akan digangun kelas - kelas untuk belajar," katanya.
Secara terpisah Wakil Bupati Cianjur H. Suranto menegaskan, remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana. Karena, remisi hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi.
"Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas yang semakin tinggi. Remisi akan mempercepat seseorang narapidana untuk keluar dari Lapas, sehingga populasi Lapas pun akan semakin cepat berkurang," kata Suranto saat dihubungi terpisah.
Dikatakan Suranto, pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran.
"Tidaklah mudah, mereka yang mendapatkan remisi oada kesempatan baik ini tentu sudah melalui proses. Semoga remisi ini bisa menjadikan warga binaan untuk bisa berbuat lebih baik lagi," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Dunia internet semakin lama semakin berkembang pesat karena manusia selalu mencari  terobosan baru. Dalam perkembangan sebuah sistem informasi jarak jauh yang memberikan hak akses khusus bagi anggotanya sudah banyak yang menggunakannya. Dengan  perkembangan  teknologi  yang  semakin  pesat,  sarana  dan  prasarana pendidikan pun harus mengikutinya, salah satunya dengan media komputerisasi  yaitu  internet.  Dengan  internet  dimana  siswa maupun  guru  dapat mengakses  ilmu  pengetahuan  dan  informasi  kapan  saja  dan  dimana  saja.  Banyak  sekali  manfaat  dari  internet.  Salah  satunya  adalah  pembuatan  sistem  informasi berbasis web,  sistem  ini akan menampilkan  informasi mengenai hal-hal  sesuai  dengan apa yang dikehendaki oleh pembuat. Sebuah sistem informasi yang baik  tentunya  mampu  menjalankan  semua  hal  yang  berkaitan  dengan  penyelenggaraan hal-hal spesifik. Semua komponen dipermudah dengan adanya sistem ini.  Untuk membuat  sebuah  program  aplikasi  yang  baik,  pengolahan  data merupakan  kunci  utama  untuk  mencapai  kesempurnaan.  Dengan  pengolahan data  yang  baik  maka  kita  dapat  dengan  mudah  mengakses  data  yang dibutuhkan.

Mulai dua tahun kebelakang MTs Islamiyah Sayang sudah mulai menerapkan teknologi Sistem Informasi Sekolah ini yang berbasis web. Tujuan dibuatnya sistem ini adalah sebagai media informasi bagi warga sekolah (guru, siswa, orang tua) dan masyarakat luas. Tidak cukup bagi media informasi saja, saat ini dengan penerapan sistem informasi sekolah maka akan memudahkan pengelolaan sistem manajemen, mulai dari keuangan, database siswa dan guru, sistem perpustakaan, presense kehadiran, dan pengelolaan nilai. Juga dengan adanya sistem informasi ini, sekolah dapat mempromosikan lembaganya kepada masyarakat luas.

Adapun fitur-fitur yang terdapat dalam sistem informasi MTs Islamiyah Sayang itu meliputi :
  1. Website Sekolah, yang berfungsi untuk menampilkan informasi-informasi sekolah kepada masyarakat luas yang dapat diakses bebas, bahkan bisa juga ditelusuri melalui mesin pencari seperti Google. Bisa dilihat tautan websitenya www.mts-islamiyahsayang.sch.id
  2. Sistem Manajemen Akademik (SIMAK), pada penggunaan sistem ini yang memiliki fitur diantaranya, Pengelolaan database guru dan siswa, presensi kehadiran guru dan siswa, pengelolaan Penilian, SMS Gateway, Administrasi Perpustakaan, Anjungan Informasi, Kepegawaian, Info Siswa, Info Guru, e-Mading.
  3.  Aplikasi pencatatan surat menyurat (Surat masuk dan Keluar) cek disini.

Untuk Sistem Managemen Akademik yang digunakan MTs Islamiyah Sayang menggunakan Aplikasi Jibas yang berlisensi Gratis/Free. Ini dia tautan untuk Sistem Manajemen Akademiknya disini.
Dengan adanya Sistem Informasi Sekolah ini semoga bisa membantu para siswa dan orang tua untuk memperoleh segala informasi dari sekolah dengan cepat da akurat. Dan untuk kedepannya sedang dikembangkan juga E-Learning dan Jejaring Sosialnya khusus untuk siswa dan Guru.
 
Sumber : Blog Asnur
CIANJUR, [KC].- Jenuh sudah 10 tahun tidak merasakan jalan mulus, Kepala Desa Simpang Kecamatan Takokak bersama masyarakat membuat gebrakan dengan memperbaiki jalan. Hasilnya jalan yang semula sangat terjal, perlahan dan pasti menjadi jalan yang mantab dan layak untuk dilalui.

Kepala Desa Simpang Kecamatan Takokak, U. Suhandi, BE, mengatakan, jalan yang kini diperbaiki bersama masyarakat tersebut asalnya merupakan tanah merah yang sangat licin dan tidak mungkin bisa dilalui oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan.

‎​"Ini bukti dan kerja nyata masyarakat bersama pemerintah desa. Masyarakat sangat berkontribusi dalam perbaikan jalan ini, baik secara materi maupun tenaga. Ini merupakan kerja bareng dan hasilnya juga sangat menggembirakan," kata U. Suhandi, BE, Sabtu (16/8/2014).

Bentuk partisipasi masyarakat kata U. Suhandi dibuktikan dengan masuknya sumbangan batu buat jalan sebanyak 600 ton. "Jalan ini menghunungkan akses dua kecamatan yakni Takokak dan Sukanagara. Ini sangat fital bagi roda perekonomian masyarakat," paparnya.

Dengan adanya perbaikan jalan tersebut dipastikan akses ke kota Kabupaten Cianjur akan jauh lebih dekat dibandingkan dengan lewat Sukabumi yang kondisi jalannya lebih mantab. "Jarak tempuh ke kabupaten lebih dekat. Pengangkutan hasil bumi bisa lewat dan lebih mudah," katanya.

Selain bersumber dari swadaya masyarakat, pihaknya mengakui perbaikan jalan tersebut juga mendapatkan bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM) dan anggaran desa. "Jala ini selesai akses jalan tidak akan melewati Sukabumi. Jarak tempuh 3 jam perjalanan kalau ke Sukabumi 6 jam perjalanan," kata U. Suhandi seraya menambahkan perbaikan jalan itu dilakukan sepanjang 2 kilometer di Kampung Pasir Angin RT 06/RW 03 Kadusunan Sukahurip [KC-02/yn]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
MESKI tanpa bantuan dari Pemkab Cianjur, masyarakat di Kampung Ciburial RT 05/RW 02 Desa Simpang Kecamatan Takokak Cianjur selatan mampu membangun sarana tempat ibadah sebuah masjid megah untuk ukuran didarah terpencil. Masjid termegah diwilayah Simpang itu merupakan hasil swadaya masyarakat.

Konon pembangunan masjid yang berada diatas lahan 2.000 meter persegi itu menelan biaya Rp 2,3 miliar yang bersumber dari sumbangan murni masyarakat yang ada di daerah tersebut. Pelaksanaan pembangunannya sendiri lakukan oleh masyarakat setempat dan membutuhkan waktu sekitar 17 bulan.

"Pelaksanaan pembangunannya juga dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat. Tentu masyarakat yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. Tukang tembok, tukang kayu, tukang listrik, semuanya ada di lingkungkungan kita," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Alhuda Darull Muallamin, Sabtu (16/8/2014).

Pihaknya mengaku dalam melaksanakan pembangunan masjid tersebut tidak ada sentuhan bantuan dari Pemkab Cianjur. Seluruh anggaran biaya ditanggung oleh masyarakat. "Ini bukti bahwa meski kita jauh dari pusat kota Cianjur, dengan kebersamaan bisa membangun masjid megah. Ini murni hasil swadaya masyarakat, tidak ada campur tangan pemerintah," tegasnya.

Pihaknya berharap, setelah selesai mewujudkan mimpi masyarakat untuk memiliki masjid yang representatif, kini masyarakat berharap memiliki bangunan pesantren sebagai sarana ppenunjang kegiatan keagamaan. "Kita mengharapkan adanya pendirian Pondok Pesantren (Pontren) sekaligus pembangunannya. Mudah-mudahan ini segera terwujud," haranya [KC-02/yr]**.




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!