June 2015

CIANJUR, [KC].- Pelimpahan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari Kantor Pajak Pratama ke Pemkab Cianjur sepertinya setengah hati. Betapa tidak data yang dilimpahkan dari Pajak Pratama ke Pemkab Cianjur ternyata terjadi perbedaan pada jumlah diberita acara dengan fakta yang ada.

Berdasarkan data pelimpahan, Pajak Pratama menyerahkan piutang pajak PBB sebesar Rp 121,862,694,481,-,. Namun dalam berita acara peralihan piutang nilai yang dilimpahkan hanya sekitar Rp 56.368,604,484,- untuk PBB mulai tahun 2003-2013.

"Inilah kenyataanya, pelimpahan yang kita terima seperti itu. Kalau melihat datanya memang besar piutang pajaknya. Tapi berbeda yang ada di berita acara, jumlahnya lebih kecil, ini yang menjadi persoalan buat kita," kata Kepala Dinas Perpajakan Daerah Kabupaten Cianjur Tohari Sastra melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Potensi PBB Ali Akbar, Senin (29/6/2015).

Menurut Ali, data piutang yang disampaikan kantor Pajak Pratama tidak semuanya berdasarkan by name and by adress. "Kalau yang dalam berita acara sesuai dengan by name and by adress, tapi kalau yang piutang pajak PBB sebesar Rp 121,862,694,481,- tidak sesuai. Ini yang menyulitkan kita dan harus melakukan verifikasi ulang," kata Ali.

Untuk melakukan verifikasi data wajib pajak (WP) memerlukan waktu yang panjang dengan anggaran yang tidak sedikit. Namun sudah menjadi konsekwensi setelah PBB untuk sektor perdesaan dan perkotaan diserahterimakan ke kabupaten, verifikasi harus tetap dilakukan.

"Secara bertahap akan kita lakukan verifikasi. Tenaga kita terbatas, karena sekarang sudah menjadi tanggungjawab daerah. Sekecil apapun potensi pajak, harus kita manfaatkan, apalagi ini nilainya besar," paparnya.

Hingga saat ini pembayaran PBB tahun berjalan baru mencapai Rp 26 miliar lebih dari target 42.250.000.000,-. "Itu baru data kasar artinya akan rekonseilasi dengan bank Jabar dan desa. Kita harapkan sampai jatuh tenpo pembayaran per 30 September bisa terus meningkat. Ini khusus untuk sektor perdesaan dan perkotaan, karena yang PBB P3 (perkebunan, pertambangan dan perhutanan masih dikelola pusat," pungkasnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Belasan polisi dari Subdit Jatanras Polda Jabar menggerebg kediaman mantan presiden ISIS Regional Indonesia, Chep Hernawan, di Jalan Aria Wiratanudatar, Kampung Cimenteng, Kelurahan Muka, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Minggu (28/6) malam.

Penggerebakan yang dilakukan polisi berpakaian dan bersenjata lengkap itu dimulai sekitar pukul 20.30 WIB hingga Senin (29/6) sekira pukul 00.50 WIB. Belasan polisi memasuki areal kediaman Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) itu melalui gerbang utama.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, belasan polisi masuk kedalam langsung menuju gudang penyimpanan majun, yang juga dipakai sebagai tempat penyimpanan mobil-mobil mewah di belakang kediaman Chep Hernawan. Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga didepan pintu gerbang saat penggerebegan berlangsung.

Kedatangan belasan polisi bersenjata lengkap tersebut sempat mengejutkan warga sekitar termasuk para pedagang. Mereka berkerumun tidak jauh dari lokasi kediaman Chep Hernawan. Warga hanya bisa menyaksikan dari luar termasuk sejumlah awak media yang juga tidak bisa masuk kedalam.

Tidak lama berselang terlihat satu persatu mobil keluar dari dalam dan dibawa oleh anggota kepolisian ke Mapolda Jabar. "Ada 11 mobil yang dibawa, yang didalam sedang kami data berkaitan dengan surat-surat," ujar Kasubit Kamneg, AKBP Budi, singkat usai penggerebekan.

Dikatakan Budi, didalam areal kediaman Chep Hernawan terdapat 24 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, 11 unit yang diketahui surat-suratnya tidak lengkap."Mobil-mobil itu kebanyakan roda empat, tapi ada juga 4 truk dan bus. Kami mencium adanya indikasi penggelapan," ujar Budi.

Belum diketahui siapa yang terlibat penggelapan yang diduga melibatkan perusahaan leasing itu. Apakah ada keterlibatan Ketua Umum Garis Chep Hernawan, ataukah melibatkan orang dekatnya. Saat ini penanganannya di Polda Jabar.

Seperti diketahui, Chep Hernawan baru saja di vonis 6 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Cianjur akibat terlibat kasus penggelapan sejumlah uang Kamis (4/6/2015) lalu. Chep terbukti terlibat dalam dalam kasus penipuan proyek instrastruktur fiktif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun 2010. Meski uangnya telah dikembalikan, namun tetap hukum menyatakan yang bersangkutan bersalah [KC-02/k]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Oleh. Herlan Firmansyah
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) PD Kab. Cianjur       dan Ketua K-BMT SNERGI ICMI ORDA Kab. Cianjur


Dewasa ini kegiatan bisnis dengan memanfaatkan jejaring internet semakin marak, bahkan menjadi trend yang paling progresif dibanding model bisnis lainnya. Jaringan internet yang kian luas dan pengguna internet yang semakin banyak menjadikan konektivitas kian terbuka, fleksibel, mudah dan cepat. Menurut  data yang dilansir Kemenkominfo, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 57% penduduk atau sekitar mencapai hampir 137 juta pengguna, hal tersebut ditangkap sebagai opportunity yang menjanjikan oleh para entrepreneur untuk menjalankan model bisnis berbasis internet. Aktivitas bisnis yang mereka lakukan dengan memanfaatkan jejaring internet umumnya dikenal dengan istilah electronic business atau e-business atau popular juga dengan sebutan bisnis online. Apa sesungguhnya e-business itu? Bagaimana ekonomi syariah memandang? Akad apa yang cocok dengan e-business?
e-business dapat dimaknai sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM, dewasa ini e-business merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi internet. e-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. e-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara cepat, mudah dan relative murah.

Apakah bisnis online dibolehkan dalam ekonomi syariah? Jawabannya boleh, tentu dengan sejumlah prinsip dasar dan kaidah akad yang mesti dipenuhi agar tidak mencedrai aspek syariah dari jual beli itu sendiri. Islam sebagai suatu sistem nilai yang kaffah dan universal memiliki roadmaps yang jelas tentang tuntunan bagi manusia dalam melakukan jual beli (al bai’). Jual beli (buyu’, jamak dari bai’) atau perdagangan atau perniagaan secara terminologi fiqih islam berarti tukar menukar harta atas dasar saling ridha (rela) atau memindahkan  kepemilikan dengan imbalan pada sesuatu yang diizinkan.

Menurut Kamus Hukum Ekonomi Syariah Islam (KHES) Pasal 20 bahwa ba’i adalah jual beli antara benda dengan benda atau pertukaran benda dengan uang. Pengertian jual beli menurut KHES tersebut dapat dimaknai bahwa jual beli sebagai pertukaran harta atas dasar saling rela atau dapat diartikan juga memindahkan hak milik dengan ganti yang dapat dibenarkan menurut hukum Islam. Allah swt sudah secara tegas menghalalkan jual beli dalam QS. Al Baqarah ayat 275 dan QS. An Nisa ayat 29, bahkan Nabi Muhammad saw sudah memberikan model praktik jual beli yang sukses dan membawa mashlahah bagi para pihak yang terlibat didalamnya.

Diantara hal yang membedakan antara jual beli (termasuk bisnis online) syariah dengan jual beli konvensional adalah adanya prinsip-prinsip (mahdi) hukum ekonomi syariah yang diintegrasikan oleh para pelakunya. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya tahidullah, al-‘adalah, al-amr bi al-ma’ruf wa nahy ‘an munkar, dan al-birr wa al-taqwa. Adapun akad jual beli syariah yang dapat digunakan oleh para pelakunya secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu Bai’ Al-Murabahah (Deferred Payment Sale), Bai’ a-Salam (In-Front Payment Sale),  dan  Bai’ al-Istishna’(Purchase by Order or Manufacture). Dari ketiga akad jual beli tersbut, akad yang relevan dengan praktik jual beli online yang marak dewasa ini adalah al-bai’salam.

Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) Pasal 20 (34) menjelaskan bahwa al-bai’salam adalah jasa pembiayaan yang berkaitan dengan jual beli yang pembayaranya dilakukan bersamaan dengan pemesanan. Bai'  salam  dapat dimaknai juga sebagai akad  jual  beli  barang  pesanan  diantara  pembeli (muslam)  dengan  penjual  (muslam  ilaih).  Spesifikasi  dan  harga  barang  pesanan harus sudah disepakati di awal akad. Ulama  Syafi‟iyyah  dan  Hanabalah  menjelaskan,  salam  adalah akad  atas barang pesanan dengan spesifikasi tertentu yang ditangguhkan penyerahannya pada waktu tertentu, dimana pembayaran dilakukan secara tunai di majlis akad. Sedangkan ulama  Malikiyyah  menyatakan,  salam  adalah  akad  jual  beli  dimana  modal (pembayaran) dilakukan secara tunai (di muka) dan obyek pesanan diserahkan kemudian dengan jangka waktu tertentu.

Adapun rukun dari akad bai’ salam yang harus dipenuhi dalam transaksi bisnis online adalah, pertama; pelaku akad, yaitu muslam (pembeli) adalah pihak yang membutuhkan dan memesan barang, dan muslam ilaih (penjual) adalah pihak yang memasok atau memproduksi barang pesanan; kedua,  objek akad, yaitu barang atau hasil produksi (muslam fiih) dengan spesifikasinya dan harga (tsaman); dan ketiga, shighah, yaitu ijab dan qabul.

Secara operasional, rujukan yuridis yang dapat jadi pijakan oleh para pelaku bisnis online agar dapat menjalankan model bai’ salam adalah Fatwa DSN Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang jual beli salam. Adapun syarat-syarat operasional yang mesti dipenuhi dalam bai’ salam, antara lain: pembeli harus membayar penuh barang yang dipesan pada saat akad salam ditandatangani, salam hanya boleh digunakan untuk jual beli komoditas yang kualitas dan kuantitasnya dapat ditentukan dengan tepat, salam tidak dapat dilakukan untuk jual beli komoditas tertentu atau produk, kualitas dari komoditas yang akan dijual dengan akad salam perlu mempunyai spesifikasi yang jelas tanpa keraguan yang dapat menimbulkan perselisihan, ukuran kuantitas dari komoditas perlu disepakati dengan tegas, serta tanggal dan tempat penyerahan barang yang pasti harus ditetapkan dalam kontrak akad. Semoga bermanfaat!

CIANJUR [KC],- Perusahaan swasta tak boleh mengulur-ulur waktu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). THR paling telat diberikan dua minggu sebelum Hari Raya Iedul Fitri. Sementera itu  pemerintah  justru dilarang menganggarkan untuk pemberian THR kepada pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalau perusahaan swasta  paling telat dua minggu THR harus diberikan kepada pegawai, sedangkan pemerintah justru dilarang memberikan THR kepada  aparatnya,”  kata Wakil Bupati Cianjur Suranto, di rumah pribadinya, Minggu (28/6).

Menurut Suranto, besaran THR bagi perusahaan swasta ini sebesar gajinya. THR ini sangat diandalkan  oleh keluarga karyawan swasta untuk memenuhi keperluan menjelang lebaran.

Pemenuhan sandang, pangan, dan sebagainya banyak  karyawan  mengandalkan THR. Oleh karena itulah manajemen perusahaan mesti peka terhadap kebutuhan karyawannya, sebab  jika pemberian THR diulur-ulur harga-harga kian melejit.

Lain hanya PNS, justru berdasarkan Permendagri No. 13/2005 tentang tunjangan bagi  PNS, pemerintah dilarang memberikan THR. Kalau pun disetiap OPD nanti ada pemberian, sebutnya, itu dana hasil arisan atau koperasi. “Kalau hasil usaha koperasi itu boleh-boleh saja, karena artinya uang mereka sendiri,” ujarnya.

Hanya saja menyangkut kendaraan dinas, tutur Suranto, dibolehkan dipakai mudik, asalkan mendapatkan ijin dari pemerintah daerah. Tapi jangka waktu pemakaiannyanya paling seminggu. Sedangkan beban atas pemakaian kendaraan menjadi tanggungjawab pemakai. [KC.10]**
CIANJUR, [KC].- Dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka serius setelah tertabrak kereta api yang melintas dari arah Cianjur ke Sukabumi diperlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kampung Belengbeng Desa Mayak Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Minggu (28/6/2015).

Kedua korban tersebut adalah Ai binti Nuryadi (40) dan Dadah (40), warga Kampung Lemburtengah Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan diperlintasan kereta api tanpa palang pintu itu bukan yang pertama kalinya terjadi. Saat itu sekira pukul 12.00 WIB korban yang mengendarai Yamaha Mio dengan nomor polisi F 6480 melintas diantara rel kereta api tanpa paling pintu untuk suatu keperluan.

Rupanya korban tidak menyadari dari arah Cianjur melaju kereta api dengan kencang. Tanpa bisa terelakkan lagi, korban tertabrak kereta api yang melaju kearah Sukabumi. Korbanpun terpental beberapa meter dari atas sepeda motornya dan mengalami sejumlah luka.

"Korban terpental cukup jauh, sekitar lima meter dari perlintasan tanpa palang pintu. Sepertinya mengalami luka serius pada bagian tangan kaki dan leher," kata Asep (32) seorang saksi mata.
Melihat adanya kecelakaan, sejumlah warga yang ada disekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan. Korban yang sempat terpental dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dikatakan Asep, kejadian kecelakaan diperlintasan rel kereta api tanpa palang pintu sering terjadi. Bahkan kejadian tesebut merupakan kali kedua di tahun ini. "Sebelumnya juga terjadi kecelakaan yang sama, korbannya lebih parah lagi sampai meninggal duni," katanya..

Sementara itu, petugas pendaftaran IGD RSUD Cianjur, mengungkapkan, korban kecelakaan masuk ke IGD sekitar pukul 12.20 WIB. "Kedua korban masuk IGD sekitar pukul 12.20 WIB dengan diantarkan seorang warga menggunakan mobil pickup. Kalau melihat kondisinya lukanya cukup parah. Kedua korban mengalami patah tulang pada bagian leher, tangan, dan kaki," kata seorang petugas IGD yang tidak mau disebut identitasnya itu.

Sementara itu Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didin Jarudin, mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian kecelakaan yang menimpa dua orang pengendara motor tertabrak kereta api di lintasan kereta apai tanpa palang pintu.Namun, untuk penyidikan peristiwa tersebut diarahkan ke unit reskrim.

"Untuk kereta api wewenangnya ada di reskrim. Kita hanya menerima laporan saja. Sebab, kejadian tersebut bukan di jalan raya," kata Didin singkat [KC-02/is]** 






CIANJUR, [KC].- Kepolisian Resort (Polres) Cianjur berhasil menggagalkan penyelundupan 300 tabung gas LPG 3 kg ketika menggelar program seratus hari kerja. Ratusan tabung yang dimuat didalam truk tersebut diamankan saat akan menurunkan di salah satu toko di daerah Cipanas, Sabtu (27/6/2015) siang.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kanit Tipiter, Iptu 
Irwan, menuturkan, ratusan tabung gas LPG 3 kg yang berasal dari sebuah pangkalan di Bogor itu diamankan saat sejumlah aparat kepolisian Polres Cianjur melakukan peninjauan bahan bersubsidi (Pupuk, BBM, dan Elpiji) di kawasan wisata Cipanas. Saat rombongan petugas Polres Cianjur itu tiba di Jalan Raya Puncak Desa Ciloto terlihat truk dengan nomor polisi B 9253 RY mengangkut barang yang mencurigakan. Bagian muatan ditutup truk terlihat ditutup dengan terpal tebal dengan tambahan penutup dari teriplek.

"Saat kami hentikan dan kami periksa, ternyata isinya merupakan gas LPG 3 kg. Saat kami minta surat dokumen keterangan usahanya, sopir truk itu tidak bisa menunjukkan. Saat kita tanyakan juga gas LPG 3 kg itu ternyata berasal dari sebuah pangkalan di Bogor," kata Irwan didampingi KBO Reskrim Polres Cianjur, Iptu Zaenal Arifin.

Dikatakan Irwan, berdasarkan hasil keterangan, modus yang digunakan untuk menjual barang bersubsidi itu dilakukan dengan melakukan transit kendaraan untuk pergantian 
tabung yang dilakukan di kebun teh di wilayah puncak. "Para pelaku itu menukarkan tabung kosong dengan yang isi dari pangkalan di Bogor," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengakuan sopir truk, aksi kejahatan itu telah mereka lakukan sebanyak tiga kali. Rencananya LPG 3 kg tersebut akan dibawa ke salah satu toko di 
Desa Cipanas untuk dijual dengan harga yang cukup tinggi.

"Sopir truknya mengaku hanya disuruh oleh bosnya. Apabila diperintahkan maka langsung berangkat ke lokasi yang telah ditentukan sesuai kesepakatan sang bos dengan pangkalan tersebut," ungkap Irwan.

Dari tindakan kejahatan yang dilakukan, keuntungan yang didapat pelaku dari 3 kali penyelundupan ditaksir jumlahnya mencapai Rp20 juta, dengan keuntungan setiap pengiriman sebanyak Rp7 juta.
Akibat tindakannya, pemilik toko akan dikenakan pasal 53 poin b Undang-
Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan gas dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun dan denda maksimal Rp40 miliar.

"Sementara ini kami masih memintai keterangan dari sopir. Kami akan segera memanggil pemilik toko untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya," tegasnya [KC-02/is]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Teka-teki alasan mundurnya Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur, Neneng Eri Garnasih dari jabatannya mulai menemui titik terang. Hal itu setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Oting Zaenal Mutaqin turut angkat bicara.

Menurut Oting, mundurnya Neneng dari jabatannya selaku Kepala DPKAD lantaran yang bersangkutan sakit, Neneng mengalami sakit di bagian belakang kepala yang sering kambuh.

"Ibu Neneng sering mengeluh sakit di kepala bagian belakang. Mungkin karena terlalu lelah mengerjakan urusan dinas. Sehingga dia nekad dan memutuskan untur beristirahat penuh," kata Oting.

Dikatankan Oting, Neneng merupakan pribadi yang pekerja keras. Seirng pulang pergi Cianjur-Bandung untuk menyelesaikan tugas. Bahkan sebelum tugasnya selesai Neneng pantang untuk beristirahat. "Selama lima belas tahun menjadi PNS yang bersangkutan seirng kali pulang pergi Cianjur-Bandung. Mungkin karena sibuk ia kurang memperhatikan kesehatan," katanya.

Saat pamit dan meminta izin, Neneng kata Oting, ia akan menjalankan usaha agar lebih banyak waktu beristirahat. "Sempat ada pembicaraan dia akan menjalankan usaha dan ingin berhenti melakukan pekerjaan dinas untuk mengistirahatkan fisiknya," tegas Oting.

Diberitakan sebelumnya Kepala DPKAD Kabupaten Cianjur, Neneng Eri Garnasih akhirnya memilih mundur dari jabatannya. Pengunduran Neneng tersebut sempat disampaikan saat digelar apel pagi dilingkungan DPKAD beberapa waktu lalu. Kosongnya jabatan Kepala DPKAD, akhirnya untuk sementara waktu dijabat Tresna Gumilar yang juga menjabat sebagai Asda II Pemkab Cianjur [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Perusahaan di Cianjur wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu. Hal itu menjadi kewajiban perusahaan tanpa terkecuali sebagaimana telah diatur dari Keputusan Menteri (Kepmen).

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur H. Sumitra. "Setiap perusahaan wajib membayarkan THR kepada para karyawannya paling lambat 7 hari sebelum lebaran. Itu jelas telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja Nomor 4 tahun 1994 tentang tenaga kerja, tapi jika THR diberikan lebih awal itu lebih baik," kata Sumitra saat dihubungi, Jum'at (26/6/2015).

Untuk mengingatkan perusahaan adanya aturan Kepmen Nomor 4 tahun 1994 tentang tenaga kerja, pihaknya akan segera melayangkan surat ke setiap perusahaan yang ada di Cianjur. Itu perlu dilakukan mengingat tidak semua perusahaan sadar memenuhi kewajibannya bisa dilaksanakan tepat waktu.

"Meski sudah ada aturan yang mewajibkan perusahaan bayar THR kepada karyawannya, tapi mengingatkan itu wajib hukumnya bagi kami. Kalau ternyata sudah diingatkan tidak melaksanakan aturan yang telah ditetapkan, tentu perusahaan itu bisa diberikan sanksi," kata Sumitra.

Adapun besaran THR yang wajib dibayarkan setiap perusahaan kepada karyawannya sudah diatur dalam Kepmen Tenaga Kerja. Untuk karyawan yang masa kerjanya minimal satu tahun berhak menerima THR satu bulan gaji. Sedangkan karyawan yang baru kerja dibawah tiga bulan ada aturan tersendiri.

"Kita tegaskan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR sesuai dengan masa kerja sebagaimana diatur dalam Kepmen. Itu harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum lebaran Idul Fitri," tegasnya.

Dikatakan Sumitra, hasil dari evaluasi tahun sebelumnya, tidak ada laporan yang masuk terkait pembayaran THR. Dengan demikian perusahaan yang ada di Cianjur melaksanakan aturan membayarkan THR kepada para karyawannya.

"Hanya ada laporan yang mundur dalam pembayaran THRnya. Tapu secara umum sejauh ini tidak ada laporan yang tidak membayarkan THRnya kepada para karyawan. Kita harapkan tahun ini semua perusahaan juga membayarkan THR tepat waktu," papar Sumitra [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) akan mengerahkan sedikitnya 30.129 personel kepolisian untuk sejumlah jalur mudik diwilayah Jawa Barat. Para personil kepolisian itu akan disebar dalam operasi ketupat lodaya 2015 di 26 Kabupaten/Kota.

Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Moechgiyarto mengatakan, para personel kepolisian tersebut akan diplotting berdasarkan kerawanan-kerawanan yang sudah di petakan. "Sudah barang tentu semuanya harus sebanding dengan jumlah anggaran yang ada pada kita. Kalau nanti anggarannya tidak cukup ya kita akan kurangin," kata Moechgiyarto disela kunjungan kerjanya ke Cianjur, Jum'at (26/6/2015).

Dikatakan Kapolda, dalam rangka pengamanan jalur mudik, pihaknya mengaku tidak harus membentuk tim khusus. Tim khusus dibentuk manakala melihat keamanan itu terjadi peningkatan yang signifikan. "Kalau itu belum terjadi, kita tidak akan membentuk tim khusus," kata Kapolda.

Ada tiga jalur prioritas pengamanan dalam rangka operasi ketupat lodaya 2015 ini. Disepanjang jalur tersebut akan dibangun Pos Pam dan Pos Pelayanan yaitu di jalur pantura, jalur tengah dan jalur selatan. "Ditambah jalur penyangga yakni jalur Bopunjur (Bogor Puncak Cianjur). Ini juga menjadi prioritas-prioritas yang memang kita siapkan untuk pelaksanaan operasi ketupat lodaya," katanya.

Disinggung menganai keamanan disepanjang jalur mudik, Kapolda menegaskan bahwa sampai saat ini masih tetap aman dan kondusif sehingga diharapkan pada saat pelaksanaan lebaran nanti benar-benar masyarakat berasa aman dalam perjalanan sehingga sampai tujuanyapun sampai dengan selamat.

"Kita semua sudah sepakat bahwa pelaksanaan mudik melalui Jabar ini bisa berjalan dengan baik. Termasuk menganai jalur tol Cipali, kita sepakat bahwa kita harapkan H-10 kekurangan di tol Cipali sudah selesai," tegasnya.

Sementara itu Polres Cianjur sendiri akan menerjunkan 2/3 kekuatan atau sekitar 1.142 personil untuk mengamankan jalur mudik yang ada di Cianjur. Jumlah tersebut terdiri dari kepolisian, TNI serta instansi lain yang terkait dengan pengamanan operasi ketupat lodaya 2015.

"Jumlah personil ini sesuai petunjuk Kapolda Jawa Barat dan akan disebar sesuai kebutuhannya. Kalau memang di titik tersebut dinilai sangat rawan dan sering terjadi kecelakaan atau kejahatan, maka kami akan tempat personil dan juga akan tinggal di situ," kata Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu.

Diungkapkan Asep, Polres Cianjur telah menetapkan 16 titik pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai jalur, termasuk jalur alternatif. Selain itu, ia pun sudah menginstruksikan kepada seluruh polsek untuk menyulap halaman kantornya menjadi tempat istirahat atau rest area bagi para pemudik.

"Semua saya perintahkan seperti itu, utamanya polsek-polsek di sepanjang jalur utama maupun alternatif. Upayakan berikan ruang untuk rest area bagi para pemudik," tegasnya [KC-02ggp]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Untuk memastikan besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai dengan fakta dilapangan, Dinas Perpajakan Daerah saat tengah melakukan pemutahiran data dari lapangan langsung. Hal itu dilakukan mengingat banyaknya besaran NJOP yang sudah tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Kepala Dinas Perpajakan Daerah Kabupaten Cianjur Tohari Sastra melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Potensi PBB Ali Akbar mengungkapkan, saat ini pemutahiran data tersebut tengah dilakukan di dua desa diwilayah Kecamatan Cipanas. Dua desa tersebut adalah Desa Cimacan dan Desa Batulawang.

"Diwilayah Kecamatan Cipanas itu menjadi salah satu prioritas pemutahiran data. Disana banyak potensi yang harus digali. Saat ini tengah kita lakukan pendataan pemutahiran data ter update," kata Ali Akbar, Kamis (25/6/2015).

Dikatakan Ali, tahun sebelumnya semenjak pengelolaan PBB untuk sektor Perdesaan dan Perkotaan diserahkan ke Pemkab Cianjur, Dinas Perpajakan Daerah telah melakukan pemutahiran data di 21 desa.

"Untuk 21 desa/kelurahan telah kita sesuaikan NJOPnya. Karena tenaga terbatas, kita baru bisa melakukan secara bertahap. Tahun ini baru dua desa yang kita lakukan," tegasnya.

Diakuinya, saat ini banyak NJOP PBB yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Sehingga memgakibatkan banuak potensi pajak yang tidak bisa terserap. "Di NJOP PBBnya hanya Rp 45 ribu, padahal harga pasaran tanahnya sudah mencapai Rp 400 ribu/meter. Ini jelas jauh dari kondisi dilapangan. Berapa potensi pajak yang tidak terserap. Kondisi inilah yang menjadi alasan perlunya pemutahiran," tegasnya.

Sementara selain melakukan pemutahiran data, Dinas Perpajakan Daerah juga tengah melakukan pembetulan data yang bersumber dari usulan seperti mutasi. "Kalau pembetulan data seperti mutasi, kita baru bisa melakukan sekitar 18 ribu data yang dibetulkan. Ini masih terus berlanjut seiring masih adanya usulan dari wajib pajak," tandasnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Untuk meningkatkan kemampuan dalam hal pengawasan pemilu, Panwas Kabupaten Cianjur, Kamis (25/6/2015) menggelar pembekalan dan bimbingan tekhnis (Bintek) bagi Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) di Vedca Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Bintek tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya menggelar di gedung PGRI Kecamatan Sindangbarang dan aula SMAN 1 Sukanagara.

Ketua Panwas Pemilu Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar mengungkapkan, pembekalan dan bintek terhadap PPL dilakukan tidak lain ingin memantabkan pengetahuan PPL terhadap tugas dan wewenangnya. Apalagi saat ini beberapa tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur tahuan 2015 tengah berlangsung.

"Bintek ini lebih memantabkan saja pengetahuan para PPL dalam melaksanakan tugasnya. Mereka itu merupakan ujung tombak panwas ditingkat desa. Harus benar-benar dibekali dengan kemampuan yang mencukupi. Makanya kita lakukan bintek," kata Saeful saat ditemui disela kegiatan.

Saeful mengungkapkan, dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2015, seluruh tahapan menjadi hal yang wajib diawasi. Hal itu menjadi komitmen seluruh panwas dari berbagai tingkatan demi terciptanya situasi yang kondusif dan pelaksanaan yang berkualitas.

"Bagi panwas sebenarnya semakin banyak pengawas dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ini, jelas sangat membantu tugas panwas. Karena semuanya bisa terawasi, kami menganggap seluruh tahapan pemilihan ini rentan terjadi pelanggaran, disinilah butuhnya pengawasan," katanya.

Dikatakan Saeful, saat ini tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 tengah memasuki dua tahapan yakni tahapan ferivikasi faktual dukungan calon perseorangan dan pemutahiran data pemilih. "Disduk sudah menyerahkan DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) demikian juga data dukungan calon perseorangan sudah sampai di PPS (Panitia Pemungutan Suara), ini perlu pengawasan dan pengawasnya harus mampu mengawasi, kita inginkan seperti itu," tegasnya.

Muhamad Endang Supyandi, PPL dari Kecamatan Cugenang mengaku sangat terbantu adanya pembekalan dan bintek yang dilakukan Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur. Selain menambah pengetahuan, pembekalan dan bintek tersebut lebih memantabkan pengetahuan dalam melaksanakan tugas pengawasan.

"Jelas ini sangat bermanfaat bagi kami para PPL. Apalagi kalau dalam binteknya ada simulasi, sepertinya lebih mantab. Tapi bagi kami dengan adanya materi pengawasan ini sudah sangat membantu dalam melaksanakan tugas dilapangan," katanya [KC-02]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Sejumlah mahasiswa dari DPC GMNI Kabupaten Cianjur mendatangi Kantor Sekretariat Panwas Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Sukabumi Rancagoong Kecamatan Cilaku, Kamis (25/6/2015).

Kedatangan para mahasiswa sekitar pukul 14.00 WIB itu tidak lain untuk mempertanyakan sejumlah indikasi kejanggalan dalam prekrutan Panwas Kecamatan dan sekretariat Panwas.

Sebelum datang ke Sekretariat Panwas, para mahasiswa juga sempat mendatangi lokasi diselenggarakannya pembekalan dan bimbingan teknis para Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) di aula Vedca Kecamatan Mande. Lantaran tidak bisa bertemu para komisioner Panwas Kabupaten, para mahasiswa melanjutkan aksinya ke Sekretariat Panwas Kabupaten.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Cianjur, Sarinah Wida Widya mengatakan, kedatangannya ke Sekretariat Panwas Kabupaten tidak lain untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tahun 2015. Dalam pelaksanaanya ternyata ada sebuah kejanggalan yang terjadi pada tubuh Panwas.

"Kami melihat ada suatu kejanggalan dalam hal tahapan perekrutan dan pembentukan Panwas Kecamatan, PPL dan staf Panwas Kecamatan," kata Wida saat dihubungi, Kamis (25/6/2015).
Pihaknya juga mensinyalir adanya transaksional atau pungli yang dilakukan oknum ditubuh Panwas Kabupaten dalam perekrutan dan pembentukan Panwas Kecamatan, PPL, dan staf Panwas Kecamatan. "Intinya DPC GMNI Cianjur Siap mengontrol, mengawal, dan menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2015," katanya.

Terpisah Ketua Panwas Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar mengakui ada sejumlah laporan yang diterimanya terkait perekrutan Panwas Kecamatan. Laporan tersebut disampaikan sebatas melalui short massage service (SMS), belum ada laporan resmi secara tertulis.

"Kita tindak lanjuti setiap laporan yang masuk. Saat ini masih dalam proses. Ada sejumlah masukan dari masyarakat yang kami terima. Ada yang mengarah ke pelanggaran etik, tapi semuanya harus dibuktikan," kata Saeful ditemui terpisah.

Pihak juga tidak menampik adanya informasi transaksional terkait perekrutan Panwas Kecamatan. "Saya dapat informasi mengenai itu, tentu akan kita tindak lanjuti dengan melakukan klarifikasi. Tapi tidaklah mudah harus ada saksi, kita tengah berupaya," paparnya [KC-02]**






CIANJUR, [KC].- Pelaku penipuan terhadap sejumlah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Cianjur. ABD (63) ditangkap dirumahnya di Jalan Ir. Djuanda, Gang Masjid Kampung Salakopi RT 01/RW 14 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasat Reskrim AKP Gito mengungkapkan, ABD ditangkap pada Selasa (23/6/2015). Saat dilakukan penangkapan tidak ada perlawanan yang berarti dari ABD yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.

"Ada dua laporan yang masuk ke kami, atas dasar laporan itulah kami menindak lanjutinya hingga mengarah kepada tersangka ABD. Setelah adanya bukti yang cukup kuat kami melakukan penangkapan," kata Gito saat dihubungi, Rabu (24/6/2015).

Dikatakan Gito, dalam menjalankan aksinya modus yang dilakukan tersangka mengaku bisa menguruskan pembayaran pensiun secara tunai. Dari dua korban yang melapor satu diantaranya atas nama Cep Hidayat mengaku menderita kerugian sekitar Rp 20 juta dan seorang korban Iim Ibrahim sebesar Rp 15 juta. Keduanya merupakan pensiunan PNS guru.

"Kenapa para korban bisa percaya kalau tersangka bisa menguruskan pensiunan secara tunai? Kemana-mana tersangka membawa foto kopi daftar pensiunan yang seakan-akan dikeluarkan oleh Sekretaris Negara. Dimana disitu mencantumkan nominatif beberapa yang bisa dibayar secara tunai. Dan dibawahnya ada stempel yang mirip dari Sekretaris Negara itu," jelas Gito.

Dikatakan Gito, atas dasar foto kopi daftar pensiunan itulah yang dijadikan tersangka untuk memperdayai korban. Untuk di Cianjur dibentuklah semacam pengurus berdasarkan musyawarah bersama yaitu R sebagai Ketua, N sebagai Wakil Ketua dan Sekretarisnya tersangka sendiri, Bendahara D, Wakil Bendahara Enung dan Penasihat Kosasih. Namun diantara yang menjadi pengurus itu mereka juga korban.

"Dalam pembayarannya kepada tersangka, korban melakukan pembayaran secara bertahap, baik melalui kuitansi, maupun transfer antar bank. Dilihat dari kuitansi yang ada penipuan tersebut sudah dilakukan sejak 2013. Namun yang melapor di kita ada dua orang, tapi kalau kita lihat dari kuitansi-kuitansi itu menunjukkan lebih. Dalam arti kata ada beberapa kuitansi yang menunjukkan beberapa korban lain," tegas Gito.

Dijelaskan Gito, dalam mencari korban, pelaku memanfaatkan pertemanan. Berita itu disampaikan dari mulut kemulut atau dari rekan ke rekan yang lain, tidak melalui pengumuman atau melalui media. Mereka itu sesama pensiunan, tidak hanya guru saja tapi ada diluar guru.

Atas perbuatannya tersangka ABD akan dijerat dengan KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 9 bulan. "Kita kenakan pasal penipuan dan penggelapan 378 dengan ancaman 2 tahun 9 bulan. Untuk sementara pelaku sendiri, tapi jika dalam penyidikan berkembang tidak menutup kemungkinan bertambah," katanya.

Kuasa Hukum Korban penipuan Saladuddin mengapresiasi atas tindakan cepat Satreskrim Polres Cianjur yang berhasil mengamankan tersangka ABD. Hal itu untuk mencegah jatuh korban-korban lain. Menurut informasi yang diterimanya, tersangka masih melakukan perekrutan korban pensiun didaerah Sukabumi.

"Kita berharap pihak berwajib bisa membongkar kasus penipuan ini dengan tuntas. Memang baru dua yang melapor secara resmi, tapi dari data yang kita miliki korbannya cukup banyak hingga ratusan. Tidak hanya di Cianjur tapi banyak juga yang dari luar Cianjur," kata Saladuddin.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 965 pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tertipu oleh seorang pensiunan PNS yang mengaku bisa menguruskan premi pensiun yang dibayarkan sekaligus tahun anggaran 2014-2015. Para pensiunan PNS tersebut berasal dari daerah Banjar Ciamis, Cianjur, Pangandaran Sukabumi, Majalengka, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Garut dan Bogor. Kerugian di taksir mencapai Rp 1 miliar lebih.

Kuasa Hukum para korban Saladuddin, mengungkapkan, berdasarkan pengaduan yang diterimanya terdapat dua perkara yang sudah di laporkan ke pihak kepolisian. Perkara dugaan penipuan yang pertama dilaporkan berasal dari kelompok Banjar, Ciamis, Pangandaran. Setidaknya ada 170 pensiunan PNS yang menjadi korban oknum pensiunan yang bernama ABD asal Cianjur.

"Kita awalnya ingin melakukan mediasai. Dua kali kita lakukan, yang pertama ABD minta waktu untuk mengembalikan uang kepada korban kurun waktu dua minggu, namun tidak ada realisasi, mediasi kedua lagi-lagi ABD minta waktu dua minggu sambil membuat pernyataan kesanggupan membayar sekaligus menyerahkan kopi sertifikat atas nama orang lain. Kita kasih deadline terakhir pada 29 April 2015 ternyata tidak saggup dengan berbagai alasan, seperti pinjaman ke bank belum cair," tegas Saladdudin ditemui dikantornya, Jum'at (29/5/2015).

Dikatakan Salad, dalam menjalankan aksinya pelaku meyakinkan para pensiunan PNS bahwa ia bisa mengurusin premi pensiun dengan dibayar sekaligus. Bahkan jika berhasil, pelaku juga meminta komitmen fee sebesar 15 persen dari jumlah yang di cairkan. Bahkan untuk meyakinkan korbannya pelaku mengenalkan beberapa orang yang konon dari Kementerian aparatur negara dan dari DPR RI.

"Itu hanya modus saja agar para korban menyetorkan uang. Jumlah yang disetorkan dari para korban ke pelaku bervariasi anatar 5 hingga Rp 10 juta bahkan ada juga yang menyetor Rp 4 juta ke pelaku," jelas Saladuddin.

Salad juga menegaskan, selain kelompok Banjar, ada juga kelompok Cianjur yang mengaku tertipu atas perbuatan ABD. Untuk Cianjur korban yang melaporkan sebanyak 70 orang. "Kerugiannya sekitar Rp 234.300.000,-. Kita juga sudah membuat LP ke Polres Cianjur," katanya [KC-02/gp]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC],- Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kab. Cianjur mendukung pencalonan Suranto pada pilkada 2016-2021. Suranto dinilainya  sangat pantas menjadi bupati Cianjur periode mendatang. Paling tidak dengan pengalamannya sebagai wakil bupati Cianjur sekarang bisa  dimanfaatkannya untuk membawa perubahan Cianjur kearah perbaikan pada periode selanjutnya.

Oleh karena itu bagi Sarbumusi mendukung agar Suranto menjadi bupati sesuatu yang rasional, terlebih mantan direktur RSUD Cianjur ini  memiliki popularitas dan elektabilitas (keterpilihan) tinggi ketimbang figur  lainnya. “Jadi bagi  kami mendukung  sepenuhnya pencalonan Suranto,” sebut Ketua Sarbumusi Kab. Cianjur, Adlan Tavtazzani, di ruang kerjanya, Selasa (23/6). Dukungan ini tentu saja tidak sekadar verbal, melainkan dalam bentuk ikhtiar riil yakni menggalang massa untuk  memilih  Suranto pada pilkada  9 Desember mendatang.

Lagi pula, tutur Adlan, visi/misi Suranto sangat kontekstual dengan realitas yang ada di Cianjur, diantaranya yakni good government (pemerintahan yang baik). Salah satu fokus Suranto dalam lima tahun ke depan membangun good government merupakan kiat jitu merubah Cianjur kerah perbaikan. Sebab  bagaimana sosok pemerintahan akan berpengaruh terhadap ragam aspek lainnya, seperti ketenagakerjaan, infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan.

Bahkan  bagaimana sosok pemerintahan akan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Jika pemerintahan profesional, kapabel, akuntabel, dan berintegritas, maka partisipasi masyarakat akan tinggi. Sedangkan jika pemerintahannya buruk, tidak dipercaya, tidak akuntabel dan tidak profesional, maka partisipasi masyarakat dalam membangun akan melemah. “Jika pemerintahannya buruk, jangankan berpartisipasi, yang  ada di benak  masyarakat justru kecurigaan terhadap aparat pemerintah,” ujarnya.  

Dengan visi/misi Suranto diyakini Adlan, bisa  berdampak pada perbaikan sistem ketenagakerjaan/buruh di Cianjur, sekaligus membuka lapangan kerja. Sebab urusan perlindungan ketenagakerjaan dan pembukaan lapangan kerja, terutama di pelosok hingga sekarang masih jadi masalah di Cianjur. Padahal ketenagakerjaan dan lapangan kerja ini berdampak signifikan terhadap perbaikan ekonomi. Ini artinya jika kelak Suranto terpilih, yakinnya,  masyarakat Cianjur akan menikmati kemajuan di berbagai aspek.  [KC.01]**
   


CIANJUR,[KC],- Dalam rangka memanfaatkan liburan sekolah pada bulan ramadhan 1436 H, Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Cianjur melalui Lembaga Pembinaan Pengembangan Dakwah dan Sumber Daya Manusia  menggelar Program Study Islam yang dikemas dalam Pesantren Kilat Ramadhan Masjid Agung Cianjur 1436 H, kegiatan ini digelar mulai tanggal 22 Juni hingga 1 Juli 2015  bertempat di Masjid Agung Cianjur.

Kegiatan Sanlat Ramadhan Masjid Agung 1436 H  ini dibuka langsung oleh Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur,  H. Ahmad Yani, S.IP. Dalam sambutannya, Sekretaris Umum MUI Kab. Cianjur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas diselenggarakannya pesantren kilat ramadhan ini, karena kegiatan Sanlat Ramadhan 1436 H  sangat bermanfaat bagi peserta didik terlebih bagi generasi muda sebagai ujung tombak pembangunan bangsa.

Ia berharap kegiatan Sanlat Ramadhan Masjid Agung ini  dapat meningkatkan pengetahuan para peserta tentang agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur, Muhammad Soleh, S.Pd,M.Pd  dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini digagas sebagai bentuk realisasi program kegiatan tahunan DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur.

" Program Studi Islam BKPRMI yang kita kemas dengan Sanlat ini merupakan salah satu kurikulum pengkaderan di BKPRMI, para peserta Sanlat Masjid Agung ini akan kita rekrut untuk menjadi panitia Sanlat tahun depan bahkan bisa jadi mereka direkomendasikan untuk menjadi pengurus BKPRMI dimana dia tinggal' Ungkap Soleh.

Soleh berharap  pihak terkait seperti DKM MA, DMI, MUI, dan Pemerintah  dapat menindaklanjuti generasi kader Remaja Mesjid yang juga peserta sanlat ini untuk diadakan pembinaan kelanjutan melalui kajian rutin yang berjenjang, sehingga generasi kita akan semakin banyak menjadi generasi masjid yan dapat memotivasi generasi lainnya untuk memakmurkan masjid.

Direktur Daerah LPPDSDM BKPRMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Suhendar, S.PdI selaku pelaksana kegiatan  mengungkapkan bahwa kegiatan Pesantren Kilat sangat harus dilaksanakan, mengingat  pentingnya pembinaan secara intensif terhadap para remaja karena mengingat pergaulan anak remaja masa kini yang sudah cukup memprihatinkan, disamping itu sekaligus memberikan solusi terbaik dalam rangka mengisi kegiatan ramadhan dengan hal yang positif serta bermanfaat bagi keidupan pribadi anak dengan tujuan meningkatkan iman dan taqwa mereka kepada Allah SWT.

" Peserta Sanlat Ramadhan Masjid Agung Cianjur ini  berjumlah 500 orang dari utusan pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan remaja masjid se Kabupaten Cianjur dan besok dimungkinkan peserta akan bertambah dua kali lipat" tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa kegiatan Sanlat ini disamping  menggunakan kurikulum khas BKPRMI juga menggali  materi dasar  diantaranya Sudah betul kah sholat anda? “praktik shalat fardhu, masbuk, jama’ qasar dan jama’ qasar, bahaya penyalahgunaan narkoba bagi remaja dan pencegahannya, belajar bercerita dan menyanyi, tata cara thaharah (istinja, whudu, tayamum dan mandi junub), tentang puasa (syarat, rukun, yang membatalkan dan manfaat puasa), bimbingan tajwid praktis, akhlak dan pergaulan menurut pandangan islam, serta praktik penyelenggaraan jenazah.

Sanlat Ramadhan tahun ini mengangkat tema "Inspirasi Akhlaq Menuju Kehidupan Yang Hakiki"  dengan tujuan untuk menjalin ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali sailaturrahmi peserta didik  dan remaja masjid se-Kab. Cianjur, meningkatkan pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT menjalankan segala perintah dan menjauhi semua bentuk larangan-nya.

Rencananya kegiatan  akan ditutup  dengan berbagai kegiatan lomba  antara lain; lomba dakwah, tahfidz Quran dan Kaligrafi yang pemenangnya akan disampaikan berbarengan dengan acara penutupan Sanlat . [KC.01]***
CIANJUR, [KC].- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Cianjur melayangkan teguran keras terhadap PT. QL di Jalan Raya Bandung Kecamatan Haurwangi akibat adanya pencemaran udara yang ditimbulkan dari limbah kotoran ayam.

Perusahaan yang bergerak dipeternakan ayam petelor tersebut ditengarai tidak melaksanakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara benar.

Kepala BLH Kabupaten Cianjur, Yono Hernawan mengungkapkan, tegoran tersebut disampaikan setelah pihaknya bersama dengan BLH Provinsi Jawa Barat melakukan pemantauan secara langsung terhadap perusahaan yang berada persisi dipinggir sungai Citarum perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat.
"Hasil dari pemantauan yang kami lakukan bersama BLH Provinsi, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT. QL tidak sesuai dokumen yang disampaikan. Kemungkinan dalam pengelolaan IPALnya tidak konsisten hingga mengakibatkan pencemaran lingkungan," kata Yono, Selasa (23/6/2015).

Atas dasar pemantauan dan temuan dilapangan itulah pihaknya langsung memberikan tegoran keras secara administrasi. Pihak PT. QL harus segera memperbaiki IPALnya agar tidak mencemari lingkungan.

"Jika ternyata tidak juga melaksanakan tegoran yang kami sampaikan, bisa saja Amdalnya dicabut. Kita bisa merekomendasikan itu, agar perizinannya juga ditinjau ulang," kata Yono.

Ditegaskan Yono, PT. QL harus segera mengatasi limbah bau yang ditimbulkan dari aktivitas peternakan ayam petelor itu. "Kita kasih deadline hingga bulan Juli, agar persoalan pencemaran itu bisa diatasi. Kami terus melakukan pemantauan dan kelihatannya pihak PT. QL sudah bergerak untuk mengatasinya," katanya.

Pihaknya mengaku telah meminta PT. QL dalam jangka pendek menghilangkan bau kotoran ayam. "Mereka saat ini tengah memperbaiki Ipalnya sesuai kapasitas produksinya. Saat ini tengah memperluas penyimpanan limbah padat, agar tertutup dan terolah dan tidak bisa tersimpan lama harus diolah menjadi kompos," tegasnya.

Untuk mengecek sejauh mana aktivitas perusahaan dalam melaksanakan Amdalnya, BLH Kabupaten Cianjur bersama dengan BLH Provinis Jawa Barat secara rutin melakukan pemantauan ke perusahaan pemegang Amdal. Pemantauan tersebut dilaksanakan setiap enam bulan sekali.

"Perusahaan yang mempunyai ijin Amdal setiap 6 bulan di evaluasi. Seringkali yang menjadi masalah adalah IPAL, perencanaan bagus, namun dalam perjalanananya banyak yang tidak sesuai spek sehingga menjadi masaah. Karena kesadaran mengatur Ipal itu kurang," paparnya.

Sebelumnya sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Cianjur sempat mendatangi Kantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) di Jalan Raya Bandung Kecamatan Karangtengah. Mereka mempertanyakan perijinan mengenai PT. QL. Masyarakat menganggap masalah PT. QL bukti bobroknya perijinan. Perijinan dibuat harus pro rakyat, tidak mensengsarakan rakyat [KC-02]** 







CIANJUR, [KC].- Kabar mengejutkan datang dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur. Kepala Dinas DPKAD, Neneng Eri Garnasih menyatakan diri resmi mundur dari jabatan Kepala Dinas. Tidak diketahui persis alasan orang nomor satu di DPKAD itu mundur. Yang pasti mundurnya Neneng mengakibatkatkan batalnya sejumlah agenda kegiatan yang telah dijadwalkan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, membenarkan pengunduran diri Kepala DPKAD Neneng Eri Garnasih. Surat penguduran diri Neneng tersebut sudah diberikan kepada BKPPD sejak 18 Juni 2015 lalu.

"Begitu mengajukan langsung kami terima, sebab itu haknya. Kami pun tidak berhak menanyakan sebab dan alasan kenapa yang bersangkutan sampai mengundurkan diri," kata Cecep Sobandi.

Mundurnya Neneng, membuat posisi Kepala DPKAD sementara ini kosong. Sementara Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Cianjur, Tresna Gumilar ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala DPKAD, hingga posisi tersebut kembali terisi.

Menurut Cecep, proses penyeleksian jabatan Kepala Dinas membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga perlu perencanaan untuk penyeleksian di setiap tahapannya. Namun, kata Cecep, PLT pun memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan, meski tidak sepenuhnya.

"Ada sejumlah kewenangan Kepala Dinas yang tidak dimiliki oleh PLT. Semoga hal itu tidak berpengaruh terhadap program yang saat ini tengah berjalan," katanya.

Kepala Bidang Aset DPKAD Kabupaten Cianjur, Endan hamdani, juga mengakui mundurnya pimpinannya itu. Pernyataan mundur Kepala DPKAD itu juga disampaikan saat menggelar apel pagi pegawai Senin (22/6/2015). Setelah menyatakan mundur, Neneng langsung mengembalikan seluruh aset yang diberikan kepadanya. Termasuk telah membuat berita acara. "Aset yang dikembalikan diantaranya mobil dinas, laptop, dan barang lainnya," kata Endan.

Menurut Enden, dirinya tidak mengetahui persis penyebab pimpinannya tersebut mengundurkan diri. Namun sebelum masuk bulan ramadhan, wacana untuk mengundurkan diri sudah sempat terlontar.

"Tadi saat apel pagi ibu (Neneng-red) bicara jika dirinya resmi mengundurkan diri. Kami tentunya merasa kehilangan, sebab masih banyak yang harus kami pelajari dari beliau terkait pengelolaan keuangan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cainjur, Teguh Agung, mengatakan, mundurnya Neneng membuat rencana rapat evaluasi penyerapan anggara di triwulan kedua yang sedianya dilaksanakan Senin (22/6/2015) harus ditunda hingga beberapa hari kedepan.

"Harusnya Senin (22/6/2015) ada rapat dengan Kepala DPKAD, namun karena yang bersangkutan mundur, rapat terpaksa ditunda, mungkin hingga minggu depan," tegas Teguh [KC-02/is]** 
...!








CIANJUR, [KC].- Untuk menekan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak wajar, Pemkab Cianjur akan menggelar inspeksi ke sejumlah pasar setiap dua hari sekali selama bulan ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zainal Mutaqin mengungkapkan inspeksi tersebut akan difokuskan terhadap pasar tradisional yang kerapkali terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok.

"Kita akan awasai semuanya, termasuk kebutuhan gas 3 kg, sembako bahkan air minum galon. Biasanya, H-7 lebaran itu adalah yang paling sulit pasokan bahan baku sebab truk-truk besar dilarang melintas. Karena itu, kami akan awasi agar stok sebelum H-7 lebaran mencukupi, sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar," kata Oting ke sejumlah awak media usai melakukan pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), para Pemasok, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Distributor, Bandar Grosir, Kepala Pasar, Kodim dan Polres Cianjur.

Dikatakannya, Pemkab Cianjur sudah membentuk Tim Khusus yang akan secara rutin mengecek perubahan harga ke pasar. Selain itu Pemkab Cianjur juga telah berencana untuk menggelar operasi pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga.

"Kalau melihat data yang ada stok kebutuhan itu aman sampai lebaran kedepan, kalau ternyata terjadi lonjakan harga antisipasinya akan dilakukan operasi pasar," tegasnya.

Dijelaskan Oting, pemantauan serta penetapan harga tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang ditandatangani tanggal 15 Juni 2015.
Namun menurutnya, pedagang yang menjual harga melebihi batas ketentuan tidak akan mendapatkan sanksi pidana, melainkan hanya diingatkan saja.

"Kalau yang dipidana merupakan pedagang yang menimbun barang hingga langka dan mengakibatkan harganya melambung tinggi. Untuk masalah itu kami berkoordinasi dengan Polres Cianjur, mereka akan menindak yang melakukan penimbunan," tegasntya [KC-02/is]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Seorang tuna rungu, Cepi Supriadi (41) terserempet kereta api Siliwangi jurusan Cianjur-Sukabumi di Jalan Siliwangi Desa Sukamaju, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Minggu (21/6/2015) saat tengah berjalan. Akibatnya korban mengalami luka pada bagian kepala belakangnya dan harus mendapat jahitan dari petugas RSUD Cianjur akibat luka 7 cm yang dideritanya.

Berdasarkan informasi, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB berawal saat korban sedang berjalan dari rumah temannya tak jauh dari lokasi kejadian menuju rumahnya di Gang Laksana 4 Jalan Aria Cikondang.

Karena terburu-buru korvan tanpa memperhatikan kiri dan kanan saat menyeberang rel kereta api. Padahal palang pintu persimpangan kereta telah menutup. Suara tanda peringatan akan adanya kereta melintas pun tidak ia dengar.

Pada saat bersamaan kereta yang dikemudikan oleh Restu Rianto (25) warga asal jakarta dengan nomor 115 melaju dari arah Cainjur menuju Sukabumi. Suara klakson kereta yang nyaring pun juga tidak di denar olehnya. Namun beruntung saat kereta mendekatinya ia sudah sedikit berada di samping rel. Sehingga tubuhnya hanya terserempet oleh bagian depan kereta.

Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Iptu Tenda Sukendar, mengungkapkan, diketahui korban merupakan orang dengan keterbatasan fisik. Ia tidak bisa mendengar dan berbicara. "Korban tunarungu dan tuna wicara. Sehingga saat kereta mendekat dia tidak mendegar peringatan," ujar Tenda di RSUD Cianjur.

Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Namun menurutnya korban akan mendapatkan santunan dari pihak PT KAI. "Kami masih menyelidiki. Namun pasti pihak PT KAI akan memberikan bantuan kepada korban. Sebab dalam aturan tertera apabila pengguna kendaraan yang lebih besar harus memberikan santunan kepada korban," tuturnya [KC-0e/is]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 10 orang penyalahguna dan pengedar narkoba berhasil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur yang bekerjasama dengan BNN Provinsi (BNNP) Jawa Barat. Keberhasilan BNNK tersebut merupakan bagian dari razia Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN di tiga kecamatan yang dianggap rawan peredaran narkoba.

Para penyalahguna dan pengedar narkoba yang berhasil diamankan itu dilakukan di tiga kecamatan yang dianggap paling rawan peredaran narkoba untuk jenis sabu dan ganja. Adapun ketiga kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Karang Tengah dan Kecamatan Cianjur.

"Kami berhasil mengamankan kesepuluh pengguna, penyalahguna dan pengedar narkoba itu mulai dari Jumat (19/6/2015) sampai dengan Minggu (21/6/2015)," kata Kepala BNNK Cianjur, Hendrik ditemui di Kantor BNNK Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Minggu (21/6/2015)

Kesepuluh orang yang diamankan tersebut, ujar Hendrik, berhasil ditangkap di sejumlah lokasi dan waktu yang berbeda satu sama lainnya. Adapun kesepuluh orang tersebut antara lain, yakni RR alias B (35) Kampung Lembur Tengah Gang Tengkorak RT 002 Desa muka, Cianjur, RP alias D (33) warga Kampung Sabandar Hilir RT 02 RW 07 Desa Sabandar, Karangtengah, AR (31) warga Kampung Ciwaru RT 04 RW 01 Desa Hegarmanah, Karangtengah, R alias K (23) warga Kampung Cisaat RT 03 RW 08 Desa Sahbandar, Karangtengah.

"Selain itu ada AR (31), RO (34), SA (33), GA (30), DP (21), BB (18), dan RP alias D (33) serta HP (30). semua kami amankan dari berbagai tempat yang berbeda," terang Hendrik.

Penangkapan itu, sambung dia, berawal dari pengembangan yang dilakukan oleh BNN Pusat yang mengarah kepada RR yang selama ini sudah diincar. Setelah mengikuti gerak-gerik RR, pihaknya pun akhirnya bisa menangkap RR di Jalan Warungkondang, Desa Ciwalen, Warungkondang serta mengamankan 1 gram sabu yang dibungkus dengan masako, 1 hape serta sebuah kendaraan Honda Jazz warna silver nopol D 1990 SB.

"Saat ditangkap Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, RR ini membawa sebuah senjata replika jenis FN untuk menakut-nakuti kami," jelas dia.

Dari keterangan RR ini, keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya berhasil menangkap RP yang diketahui sebagai salah satu oknum pegawai Gudang Bulog Karangtengah dengan barang bukti 1/4 gram shabu, sebuah bong dari botol minuman serta ganja sisa pakai yang disimpan dalam kertas nasi.

"Selanjutkan kami menangkap R dan AR di Jalan R Marzuki, Bojongherang sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya sempat melawan, tapi berhasil kami amankan," ujar dia.

Pihaknya pun tidak berhenti sampai di situ dan pengembangan pun terus dilakukan. Alhasil, enam orang lainnya berhasil pula diamankan. Diantaranya, RR yang diamankan di sebuah SPBU di Jalan Raya Bandung yang kemudian mengarah kepada lima orang lainnya yang berhasil diamankan di rumahnya masing-masing.

"Total, ada sepuluh orang yang kami amankan dengan rincian enam orang penyalahguna dan pemakai narkoba serta empat pengedar narkoba yang salah satunya adalah oknum pegawai gudang Bulog Karangtengah," tutur Hendrik.

Setelah diamankan dan dimintai keterangan secara terpisah, kesepuluh orang yang ditangkap itu pun menjalani tes urine yang hasilnya secara meyakinkan positif menggunakan narkona jenis sabu dan ganja.

Hendrik menambahkan, selain satu di antaranya adalah oknum pegawai Bulog, AR yang ditangkap bersama dengan RP di Jalan R Marjuki, Kelurahan Bojongherang, diketahui ternyata baru saja keluar dari penjara sekitar bulan April lalu dan masih dalam masa wajib lapor.

"Tindak lanjut yang akan dilakukan adalah pemeriksaan lebih lanjut. Untuk yang nyata terbukti sebagai pengedar, akan ditindak secara tegas sesuai dengan perundangan. Sementara untuk penyalahguna akan diproses untuk rehabilitasi," terang dia.

Hendrik mengingatkan, kepada masyarakat yang terjerat narkoba, kalau memang bukan pengedar, sebaiknya langsung melapor ke pihaknya. Pasalnya, untuk pemakai dan penyalahguna narkoba, setelah diproses melalui Tim Assesment Terpadu (TAT), kemudian direkomendari untuk menjalani rehabilitasi di berbagai lembaga dan instansi yang sudah ditunjuk.

"Yang kami rekom untuk rehab itu tidak ada hukuman penjara. Kalau pengedar sudah tentu harus berhadapan dengan hukum," tegasnya [KC-02/gp]**



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Warga yang tinggal disekitar Asrama Perintis, Jalan Hos Cokro Aminoto, Kelurahan Muka Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jum'at (19/6/2015) digegerkannya dengan kabar adanya seorang warga di asrama tersebut yang meninggal akibat gantung diri. Korban diketahui bernama Fitri Ratna Komala (24) seorang ibu muda yang baru beberapa bulan menjadi penghuni asrama.

Menurut Ketua RW 03, Yusup Komarudin, kabar meninggalnya Fitri pertama kali diketahui warga karena mendengar teriakan teman dekatnya, Andrian Pradinata yang baru saja pulang dari bekerja.

"Saya digedor warga, mereka bilang ada yang bunuh diri. Saya bergegas ke tempat kejadian di Asrama Perintis itu. Ternyata benar dan jasad korban sudah kaku," ujar Yusup.

Dikatakan Yusup, Fitri baru sekitar 5 bulan tinggal di Asrama. Diketahu Fitri merupakan warga yang terbilang tertutup. Ia hanya beberapa kali terlihat keluar rumah untuk belanja, namun tak pernah berbaur dengan warga lainnya. "Tertutup, tidak suka ngobrol dengan warga, seperti perempuan-perempuan lainnya," ujar Yusup.

Ayi Jaya (45) orang tua Fitri terlihat sangat berduka melihat anaknya meninggal dalam kondisi leher terikat dengan sarung warna hitam di kusen pintu kamarnya sekira pukul 15.00 WIB. Menurut sang ayah, anaknya itu belum lama tinggal asrama. "Dia belum lama tinggal di tempat itu Pak," ujar Ayi yang berprofesi sebagai sopir angkot itu kepada Polisi di Kamar Jenazah RSUD Cianjur.

Ibu korban, Itoh, anaknya itu belum menjadi istri dari Andrian Pradinata. Pasalnya, selama ini, anaknya itu belum melangsungkan pernikahan sama sekali. "Pihak keluarga tidak pernah setuju dengan Andrian, karena selama ini dia hanya berkerja serabutan," ungkap Itoh.

Pihak keluarga kata Itoh, akhirnya terpaksa menyetujui hubungan itu karena Fitri tetap keukeuh, meski tidak mendapat restu dari pihak keluarga.
Kontak komunikasi terakhir antara dirinya dengan anaknya itu terjadi dua hari yang lalu melalui telepon selular. Dalam komunikasi singkat itu, Fitri mengatakan bahwa Fitri ingin pergi mendahuluinya.

"Dia bilang, Fitri mah arek balik we ti heula (pulang terlebih dulu), lewat telepon. Terus saya tanya, mau pergi kemana? Di sini saja," papar Itoh.

Petugas forensik IPJ RSUD Cianjur, Soni Irawan, mengatakan, ada kenjanggalan pada tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan. Ciri-ciri orang yang meninggal akibat bunuh diri seperti lidah menjulur dan air sperma yang keluar dari kemaluan tidak nampak terlihat pada korban.

"Tubuh koban tidak mengeluarjkan cairan, dan pada mulutnya mengeluarkan busa," ujarnya.

Selain Fitri, anaknya yaitu Alfi (2) diduga menjadi korban kekerasan. Menurut salah seorang petugas rumah sakit, pada tubuh bocah yaitu telinga, tengkuk, paha, dan lengan terdapat tanda merah akibat cubitan. Pada keningnya pun terdapat luka memar. Selain itu pada dadanya pun terdapat luka gigitan yang mengakibatkan dadanya mengeluarkan cairan.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu menuturkan bahwa Polisi sudah menahan Andrian sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait meninggalnya korban. "Yang pertama kali menemukan korban adalah Andrian. Dia juga teman dekat korban. Karenanya, kami pintai keterangan," ujar Asep melalui sambungan telepon.

Dibenarkan oleh Kapolres bahwa Andrian merupakan sumber informasi bagi Satuan Narkoba Polres Cianjur. Namun yang menjadi janggal, Andrian dan Fitri tinggal di Asrama Perintis yang merupakan Asrama bagi anggota polisi. "Kami akan terus selidiki. Yang jelas ini mengaraj ke kasus pembunuhan," ujar Kapolres [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Absensi kepegawaian di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur sudah setengah bulan dibiarkan kosong tidak terisi. Hal itu terungkap saat Wakil Bupati H. Suranto melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kantor pada hari pertama puasa, Kamis (18/6/2015).

Sidak yang di gelar Suranto tersebut tidak lain bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kehadiran para pegawai di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat bulan ramadhan. Ia datang ke RSUD Cianjur, Bappeda, Dinas Sosial Tenaga kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur.

Wabub datang ke OPD langsung menanyakan absensi, iapun memeriksa daftar hadir pegawai. Wabub sempat terkejut saat melihat absensi di RSUD Cianjur yang masih tidak terisi. Sehingga dirinya menduga jika pegawai tersebut tidak hadir.
Serupa dengan RSUD Cianjur, di Bappeda, juga melihat daftar hadir pegawai juga tak terisi. Bahkan bukan hanya sehari, melainkan nyaris selama setengah bulan. Saat ditanyakan, para pegawai mengaku lupa mengabsen saat masuk kerja.

"Setelah saya panggil, memang ada pegawai tersebut. Ternyata mereka lupa untuk mengisi. Hal itu membuktikan juga jika para pegawai ini belum tertib administrasi," ujar Wabub.

Belum tertibanya administrasi di Bappeda diperparah dengan rusaknya teknologi finger print sebagai alat absensi yang dibuat untuk mempermudah pengabsenan.
"Alat itu memang rusak, namun kami dari pihak pemerintah tentunya akan segera memperbaiki nya agar dapat kembali digunkan. Sehingga mereka dapat lebih tertib dalam administrasi dan pengabsenan," katanya.

Di dua lokasi selanjutnya yaitu, Dinsosnakertrans dan Disdukcapil Kabupaten Cianjur, dari segi adminstrasi kepegawaian sudah lebih tertib. Dimana absensi telah terisi dengan baik.

Menurut Suranto, Sidak di hari pertama bulan puasa tersebut dilakukan untuk melihat pelayanan intansi pemerintahan kepada warga. Meski sedang menjalani ibadah puasa, kata dia, pelayanan harus tetap dilakukan secara maksimal.
"Sekarang kan jam kerjanya hanya sampai pukul 15.00 Wib, lebih sebentar dari biasanya. harusnya semangat untuk melayani lebih tinggi lagi. Terlebih mereka yang harus melayani warga selama 24 jam. Diantaranya ialah RSUD Cianjur," tandasnya [KC-02/is]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Ini peringatan bagi masyarakat yang harus berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan, betapa tidak, menjelang dan memasuki ramadhan peredaran uang palsu (Upal) semakin merajalele.. Terbukti dalam satu bulan terakhir Kepolisian Resort Cianjur berhasil menangkap tiga pelaku pengedar Upal.

Ketiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda dengan kasus yang berbeda pula. Dua tersangka yaitu A (40) dan DM (44) ditangkap di Kecamatan Ciranjang, sementara Y (35) ditangkap di Kecamatan Cibonong.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito, mengatakan, penangkapan terhadap pengedar upal tersebut tidak terlepas adanya informasi masyarakat yang diterimanya. Setelah ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan akhirnya mengarah kepada para tersangka.

"Tersangka yang di Ciranjang ini menipu dengan modus melipat gandakan uang rupiah dari total uang yang diberikan oleh korbannya. Sementara yang di Cibinong merupakan pengedar uang dolar palsu," ujar Gito baru-baru ini.

Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang rupiah pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dengan berjumlah Rp64 juta. Serta uang dollar palsu pecahan 100 Turut disita dolar palsu dengan nilai mencapai Rp16 juta.

"Untuk yang rupiah terdiri dari 560 lebar pecahan Rp100 ribu dan 197 lembar pecahan Rp50 ribu. Sementara yang dolar jumahnya 12 lembar," ungkapnya.

Meski telah berhasil menangkap para pelaku pengedar uang palsu, namun ia mengaku belum bisa memastikan apakah pelaku tergabung dalam sindikat pengedar upal ataukah bukan. Namun dari terungkapnya beberapa kasus tersebut, dirinya menduga masih ada banyak upal yang beredar di Kabupaten Cianjur.

"Kita belum bisa memastikan, meski mereka mengaku mendapatkannya dari wilayah Jawa Tengah. Namun diduga masih banyak beredar upal ini," ungkapnya.

Agar tidak semakin menyebar luas, Gito mengimbau, agar warga Cianjur lebih teliti saat menerima uang. "Setelah mendapatkan uang biasakan diraba, dilihat serta di terawang. Sehingga begitu tahu itu uang palsu, dapat langsung melapor ke pihak kepolisian," tuturnya [KC-02/is]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC],- Bakal calon bupati Cianjur (bacabup) Suranto  belum menentukan bakal calon wakil bupati (bacawabup)-nya guna bertarung pada pilkada 2016-2021. Hingga sekarang Suranto masih mengkajinya siapa yang akan mendampinginya pada perhelatan politik Cianjur 9 Desember mendatang.
“Memang ada sejumlah figur yang dipertimbangkan, tapi sampai saat ini  belum menentukannya,” ungkap Ketua Tim  Pemenangan Suranto, Choirul Anam, di posko-nya,  Jl. Ir. H. Juanda, Rabu (17/6). Karena masih dalam pertimbangan inilah Suranto memungkinkan berpasangan dengan siapapun.

Menurutnya, figur-figur yang dipertimbangkan  memiliki kapasitas memadai. Tetapi untuk menentukannya  tidak perlu terburu-buru, karena masih ada waktu sebelum masa pendaftaran ke KPU. Pihaknya akan terus mengkajinya secara matang, ragam sisi dipertimbangkan,  guna menentukan bacawabup ini.

Bahkan dalam penentuan cawabup ini pihaknya akan mendulang masukan dari masyarakat.  Banyak tokoh dari berbagai lapisan masyarakat akan dimintai pendapatnya. “Di samping partai pengusung, tentunya pendapat   masyarakat  patut menjadi bahan pertimbangan  dalam menentukan bacawabup ,”  sebut Choirul.
Suranto hingga sekarang masih terus  membangun komunikasi dengan figur-figur yang mengemuka ke publik itu. Sebab figur ini memiliki niat yang  baik  yakni maju ke pilkada  Desember mendatang  guna memajukan Cianjur. Tapi  figur siapakah yang akan menjadi pendamping Suranto pada pesta demokrasi nanti hingga sekarang masih teka-teki.

Bahkan dalam dua minggu terakhir ini terdapat fenomena baru. Baner dan baliho Suranto berpasangan dengan figur yang berbeda-beda secara bergiliran semarak di sejumlah kecamatan. Entah pihak mana yang memasangnya, belum diketahui, yang pasti pihak Suranto membantahnya. “Kami tidak tahu sama sekali,” kata Choirul.

Boleh jadi pemasangan media luar ruangan seperti ini menimbulkan ragam tafsir. Bisa lantaran banyak figur yang menghendaki menjadi pendamping Suranto,  bisa juga ulah pihak tertentu yang ingin menyesatkan opini publik agar muncul kesan bahwa Suranto tidak konsisten alias mencla-mencle  dalam memilih pasangan.Tapi apapun niat orang bagi Suranto dianggapnya biasa-biasa saja. “Itu bagian dari dinamika politik,” katanya. [KC.10]**

CIANJUR, [KC],- Pernyataan sikap Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Jawa Barat yang menuntut agar Menaker Muh. Hanif Dhakiri mundur dari jabatannya menuai reaksi di tubuh Sarbumusi Kab. Cianjur. Sarbumusi Jawa Barat dinilainya gegabah dan emosional dalam menyikapi kinerja Menaker.

“Kami Sarbumusi Cianjur sama sekali bukan bagian dari pernyataan sikap tersebut. Itu pernyataan mereka saja yang  gegabah dan emosional,” kata Ketua Sarbumusi  Cianjur, Adlan  Tavtazzani, didampingi sekretarisnya, Cecep Kushendar, di ruang kerjanya, Rabu (17/6).  

Seperti diberitakan dalam “PR”  Online tanggal 11 Juni 2015, Sarbumusi Jawa Barat menuntut agar Menaker Muh. Hanif mundur dari jabatannya. Alasannya,  menaker  tidak mampu mengurusi ketenagakerjaan, buntut minimnya kapasitas yang dimilikinya dalam tata kelola tenaga kerja.

Menurut Adlan, penilaian Sarbumusi Jabar terhadap menaker itu keliru atau asbun alias asal bunyi. Bahkan boleh jadi penilaiannya bukan didasari kepentingan umat,  melainkan diduga  ditunggangi kepentingan sesaat segelintir oknum. Akibatnya, penilaian bersipat subjektif emosional.

Justru , timpal Cecep, sejak kemenaker dipimpin Hanief,  melahirkan kebijakan yang strategis, seperti moratorium TKW/TKI ke Timur Tengah. Pun menyangkut kebijakan atau program lainnya, sehingga kemenaker sekarang berstatus Wajar Tanpa Syarat (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan prestasi ini tentunya mengindikasikan bahwa menaker Hanif memiliki kapasitas memadai, berintegritas, dan piawai dalam tata kelola ketenagakerjaan. “Lagi pula maju-mundurnya menteri bukan urusan teriak-teriak, tapi hak prerogatif presiden,”  tandas Cecep. [KC.10]**

CIANJUR, [KC].- Lima orang oknum pegawai sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cianjur, ditangkap polisi karena kedapatan mencuri gas di tempatnya bekerja. Akibatnya, SPBE pun mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Pelaku nekat menjalankan aksinya lantaran tergiur keuntungan yang berlipat.

Ditangkapnya oknum pegawai SPBE itu bermula adanya laporan masyarakat yang diterima pihak kepolisian. Laporan tersebut ditindak lanjuti dengan menelusurinya dan mendapati ratusan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang dijual ke warung-warung dengan tanpa tutup segel sebagaimana mestinya.

Dari hasil tindak lanjut laporan masyarakat tersebut Polres Cianjur pun berhasil membekuk sembilan orang yang kedapatan menjual gas melon yang tidak disertai tutup dan segel. "Elpiji ini dijual dan disebarkan sendiri oleh para pelaku ke warung-warung tanpa tutup dan segel. Harganya seperti standar di lapangan," kata Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito kemarin.

Adapun para pelaku yang berjumlah total tujuh orang yang berhasil ditangkap itu antara lain, RIJ, HS, MR, AS dan R yang merupakan oknum pegawai dari SPBE dimaksud. Sedangkan DO dan EK berstatus sebagai penadah dari gas melon curian itu.

Dari aksi tersebut, polisi mengamankan 151 tabung gas kosong serta dua unit kendaraan bak terbuka yang selama ini digunakan untuk mencuri dan menjual kembali gas elpiji itu.

"Penangkapan para pelaku ini berdasarkan laporan masyarakat yang merasa janggal dengan gas yang dijual para pelaku. Kasus ini terbilang baru, dari hasil pengakuan pelaku, mereka sudah melakukan pencurian sebanyak tiga kali. Para pelaku sendiri merupakan oknum karyawan SPBE itu," terang Gito.

Dari keterangan para pelaku kepada pihaknya, modus operandi yang dilakukan yakni dengan memasukan ratusan tabung gas untuk diisi di SPBE pada saat malam hari. Hal ini dilakukan agar tidak diketahui dan mengelabui pihak manajemen.

Setelah dinilai aman, tiga orang oknum pegawai yang bertugas sebagai operator pengisian gas pun mengisi seluruh tabung-tabung tersebut. Namun, gas elpiji itu tidak langsung diambil pada saat itu juga, melainkan baru dikeluarkan dari SPBE pada pagi harinya, sebelum pihak manajemen datang.

"Mereka sengaja tidak menutup dan memberi segel agar dikira sebagai tabung kosong. Itu hanya akal-akalan para pelaku. Sedangkan dua orang pelaku lainnya adalah oknum security. Makanya keluar-masuk gas curian itu bisa dilakukan dengan mudah karena memang sudah ada kerjasama antara pelaku," jelas Gito.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada para pelaku, kata Gito, gas elpiji hasil curian itu lanta langsung dijual dan disebarkan ke warung-warung di sejumlah kecamatan di Cianjur. Meski dijual tanpa segel, namun gas tersebut laris di pasaran.

"Di sini masyarakat tidak mempermasalahkan segel, yang penting isinya. Dari sekali penjualan, pelaku bisa meraup keuntungan hingga lebih dari Rp50 juta. Dan, selama ini, para pelaku sudah melakukan pencurian itu sebanyak tiga kali," ujar dia.

Atas perbuatan tersebut, imbuh Gito, pihaknya menjerat para pelaku dengan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukum 7 tahun penjara.

"Menjelang bulan puasa dan Idul Fitri, praktik seperti ini marak terjadi. Ini karena permintaan gas elpiji pasti meningkat," papar Gito [KC-02/gp]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC],- Jauhi  narkoba. Sekali saja Anda mencobanya maka akan kecanduan, dan sirnalah  masa depan. Sebab barang haram ini merusak fisik maupun  psikis yang menjadi modal menyongsong masa depan yang gemilang. Pun pencadu narkoba ini  dihantui penjara, karena mengonsumsi apalagi mengedarkan  narkoba melanggar hukum.

Banyak kasus terjadi, remaja yang semula nyantri, pintar, rajin sekolah, taat kepada orangtua, dan sebagainya, akhirnya berperilaku buruk gara-gara kecanduan narkoba. Bahkan tidak sedikit pemuda yang semula diandalkan  akhirnya menjadi gila akibat narkoba. “Intinya mengonsumsi narkoba  menuai penyesalan,” kata Wakil Bupati Cianjur, Suranto, pada lounching program “Rehabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba”  yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Cianjur, di halaman BNN, Jl. KH. Abdullah bin Nuh, Minggu (14/6).

Di tanah air peredaran narkoba telah berstatus darurat atau amat memprihatinkan. Sebab negara industri  narkoba, seperti Kuba dan Nigeria  menganggap Indonesia pasar yang menggiurkan. Saking menggiurkannya negara lain akan terus mencari cara agar lolos menyelundupkan narkoba ke negara Indonesia.

Akibatnya di tanah air  banyak penyalahguna narkoba yang menurut catatan mencapai 4 juta lebih. Jumlah ini tentu diantaranya  ada di Cianjur dan menjadi tanggungjawab semua pihak untuk mengatasinya. Program “Rahabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba” yang dilakukan BNN dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba (HAN)   diharapkan Suranto bisa menyadarkan pecandu narkoba.Kota Cianjur, sebut Suranto, salah satu kota rawan narkoba, sehubungan lokasinya berada pada lintasan kota besar Jakarta – Bandung. Terbongkarnya gudang ganja beberapa waktu lalu di Karangtengah, menunjukan bahwa Cianjur harus waspada terhadap narkoba. Begitu pun menyangkut penggunanya, jangan dianggap enteng. Banyak kasus kriminal, seperti perkosaan  yang terjadi  lantaran dipicu narkoba.      

Tapi tentunya, tidak saja BNN, polisi atau pemkab saja  yang bertanggungjawab agar masyarakat terhindar dari narkoba. Semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama harus  bertanggungjawab pula. Deteksilah, imbau Suranto, segala kemungkinan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, agar bisa secepatnya diatasi. [KC.10]**

CIANJUR,[KC],- Perusahaan bandel memang terjadi di mana-mana, termasuk di Kab. Cianjur. Perusahaan seperti ini aktivitasnya  diarahkan mendulang keuntungan semata, tidak peduli harus menerabas rambu-rambu yang ditentukan pemerintah. Bahkan demi keuntungan materi semata  aktivitas perusahaan seperti ini berani mengorbankan kepentingan lainnya, seperti kelestarian lingkungan.

Memang, kata Wakil Bupati Cianjur, Suranto, iklim investasi harus dibuka untuk menumbuhkan ekonomi. Tapi, tetap  harus dikendalikan agar semua aspek terpenuhi tuntutannya. Tidak boleh  berdalihkan   mengejar pertumbuhan ekonomi, namun merugikan aspek lainnya, seperti lingkungan alam maupun lingkungan sosial. “Semuanya harus seimbang,” sebut Wakil Bupati Cianjur, Suranto, saat memediasi PT QL Agrofood, peternakan ayam yang bertikai dengan masyarakat Kp. Sukamaju, Desa/Kec. Haurwangi, Senin (15/6).

Sebenarnya, rambu-rambu pada pemberian ijin usaha merupakan bentuk pengendalian, agar dalam aktivitasnya nanti tidak ada pihak atau aspek yang dirugikan. Bahkan regulasi yang tersedia memberikan pula sanksi, mulai sanksi ringan hingga berat. Pada aktivitas PT QL dinilainya merugikan masyarakat sekitarnyt, karena limbahnya menimbulkan bau tidak sedap. Pencemaran ini disebabkan  ketidaksiapan instalasi pengolahan limbah.

Tetapi untuk menyelesaikan masalahnya tidak perlu dengan cara anarkis atau kekerasan. Banyak cara santun yang bisa ditempuh kedua belah pihak  agar masalahnya tuntas. “Agar masalah cepat selesai atau tidak berlarut-larut semua pihak yang berkepentingan harus saling memahami serta membuka diri,” ujar Suranto, di hadapan wakil masyarakat Kp Sukamaju dan  pihak perusahaan di kantor Kec. Haurwangi.

Sebagaimana diketahui, puluhan warga Kp. Sukamaju, sebelumnya  mendatangi rumah pribadi Suranto , guna meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya dengan perusahaan itu. Kepada Suranto mereka menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan itu mencemari lingkungan. Setiap hari warga yang dekat dengan perusahaan itu  menghirup bau tidak sedap, sehingga terdapat pula warga  yang menderita infeksi saluran pernapasan.

Diakui Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab Cianjur, Yono Ernawan, pihaknya terus memantau dan melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah ini. Dari hasil sidak BLHD Provinsi memang didapati beberapa kekurangan dalam  pengolaan limbah dan itu menjadi pelanggaran secara administrasi,  sehingga BLHD Provinsi dengan tegas meminta PT. QL untuk menyelesaikan masalah pencemaran tersebut. [KC.10]**

CIANJUR, [KC].- Selama bulan suci ramadhan, tempat hiburan malam yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur dilarang buka. Dengan demikian, selama bulan suci Ramadhan nanti, umat Islam benar-benar bisa menjalankan ibadahnya dengan baik dan tenang, tidak terganggu sesuatu apapun.

Demikian ditegaskan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh pada suatu kesempatan di halaman Pemkab Cianjur, Minggu (14/6/2015). Untuk mewujudkan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak baik kepolisian, TNI maupun unsur lainnya.

Menyangkut hiburan malam yang kemungkinan muncul, khususnya di kawasan wisata Cipanas-Puncak, Bupati pun mengaku akan berusaha untuk mengantisifasinya dengan memberdayakan petugas Satpol PP yang dibantu aparat Polres, Polsek-Polsek, Kodim dan Koramil serta aparat Danyon Raider dan Dan-Yon Armed 5.

"Sebelumnya kami juga akan segera mengeluarkan surat edaran yang berisi berbagai larangan, antara lain seperti larangan menggelar hiburan malam, memperjual belikan dan menyulut petasan serta lodong. Kita harapkan selama bulan suci Ramadhan nanti, umat Islam benar-benar bisa menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai dengan yang diharapkan," kata Tjetjep.

Ketika ditanya tentang stok sembako dan kebutuhan lainnya selama Ramadhan, Bupati menyatakan tidak ada masalah. Untuk stok beras, tidak hanya cukup tapi juga surplus, stok yang ada sudah mencukupi untuk enam bulan kedepan. Bahkan pihak Bulog juga menyatakan stoknya sangat mencukupi dan sudah siap untuk menyalurkan raskin.

"Demikian pula kebutuhan masyarakat lainnya, seperti daging ayam, daging domba, daging sapi, telur ayam, cabe dan sayur-mayur lainnya. Semuanya sudah siap, sehingga tidak akan terjadi kerawanan pangan di Cianjur," tegas bupati.

Untuk antisipasi terjadinya lonjakan harga yang tidak rasional, bupati sudah mengagendakan akan melakukan operasi pasar seminggu dua kali. "Upaya lainnya, dalam waktu dekat ini kami akan segera mengumpulkan para agen, bandar-bandar atau para pengusaha aneka jenis kebutuhan pokok agar tidak menjual barangnya dengan tarif tinggi yang di luar ketentuan," tegas bupati.

Diakui bupati Tjetjep, permasalahan yang biasa muncul pada bulan suci Ramadhan tidak akan jauh beda dengan tahun sebelumnya. Seperti kasus premanisme, hypnotis, sweping oleh kelompok tertentu yang suka merazia mereka yang "nyemen", dan calo-calo gelap diberbagai terminal, khususnya menjelang dan saat mudik.

"Kami telah siap mengantisipasinya. Tekad ini didasari atas hasil rapat khusus dengan Unsur Muspida, Dan-Yon Armed, Dan-Yon Raider serta para kepala dinas instansi terkait yang telah kami gelar beberapa waktu lalu. Semuanya sudah sepakat untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang kemungkinan muncul di bulan Ramadhan nanti," kata bupti didamping Kabag Humas Setda Cianjur, H. Mukarom [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur mengaku tidak pernah menyetujui adanya alih fungsi lahan yang saat ii tengah menjamur di Kabupaten Cianjur. Sejumlah lahan pertanian yang subur, kini banyak berubah menjadi sejumlah bangunan industri.

"Kami tidak pernah menyetujuan ijin alih fungsi lahan. Kami ada buktinya, kami tidak pernah menandatangani persetujuan alih fungsi lahan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Rika Ida Mustikawati.

Masalah alih fungsi lahan kata Rika, tidak hanya menjadi tanggungjawan di Dinas Pertanian saja. Namun hal itu dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dinas Pertanian hanya menjadi salah satu bagiannya saja.

"Kalaupun kami menolak alih fungsi lahan, tapi ada OPD lainnya yang menyetujui. Kami tidak mau dipersalahkan begitu saja, selama ini kami yang seringkali di sorot masalah alih fungsi lahan ini. Tapi tetap kami tegaskan bahwa kami tidak pernah menyetujui alih fungsi lahan," tegas Rika.

Berdasarkan informasi, alih fungsi lahan yang saat ini tengah booming di Cianjur terjadi diwilayah Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, Mande, Ciranjang dan Haurwangi. Sawah yang tadinya ditumbuhi padi, kini sudah banyak yang menghilang menjadi lahan industri.

Kondisi seperti ini sangat disayangkan banyak pihak. Meski data di Dinas Pertanian produksi padi Cianjur masih surplus, namun dipastikan lambat laun akan berkurang seiring bergesernya lahan pertanian menjadi lahan industri.

"Sebagai masyarakat biasa kami sangat menyesal kenapa lahan pertanian yang subur diijinkan dibangun industri. Apa tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah, sehingga mengijinkan terjadinya alih fungsi lahan?," kata Kan Kan (32) warga Jalan Raya Bandung Kecamatan Sukaluyu.

Pihaknya berharap, alih fungsi lahan pertanian itu bisa dihentikan. Karena kalau tidak rakyat yang akan terkena dampaknya. "Harus dihentikan, jangan terus dibiarkan apalagi sampai diijinkan lagi. Sekarang mungkin belum banyak terasa dampaknya, tapi puluhan tahun kedapan pasti ada," harapnya.

Secara terpisah Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran posisinya selaku orang nommor dua. Ia sendiri terlihat hanya bisa mengelus dada terhadap apa yang saat ini terjadi.

"Saya harus sampaikan bahwa seharusnya alih fungsi lahan itu harus dilakukan secara matang. Aturan undang-undang mengharuskan bahwa persiapan itu dilakukan lima tahun sebelumnya seperti penyiapan irigasinya dan lain sebagainya. Tidak seperti yang saat ini terjadi," kata Suranto.

Suranto mengungkapkan, bisa saja dilakukan alih fungsi lahan jika dalam kondisi mendesak seperti terjadinya bencana alam. "Kalau itu bisa saja dilakukan, tapi yang terjadi saat ini di Cianjur masyarakat sudah pada tahu seperti apa. Banyak lahan pertanian yang berubah menjadi lahan industri," paparnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!