March 2012
Agus Martowardjo
JAKARTA (KabarCianjur) Menteri Keuangan Agus Martowardjo menghargai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat yang memutuskan menunda kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Meski tak sama dengan keinginan pemerintah, pemerintah akan tetap mematuhi aturan itu.

Dalam sidang paripurna yang berakhir Sabtu dinihari, 31 Maret 2012, Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan menambah ayat 6a dalam Pasal 7 ayat 6 Undang-undang APBN 2012. Dengan pasal tambahan ini, pemerintah memungkinkan menaikkan atau menurunkan harga bahan bakar minyak bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam kurun waktu enam bulan mengalami kenaikan atau penurunan hingga lebih dari 15 persen dari asumsi APBN-P 2012, sebesar US$105 per barel. "Kami sangat menghargai keputusan ini," kata Agus.

Dengan keputusan ini, Agus mengatakan, pemerintah akan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi 6,5 persen, inflasi 6,8 persen, dan nilai tukar rupiah Rp9.000 per dolar AS.
Pemerintah juga akan tetap menahan agar subsidi energi tak melampaui budget sebesar Rp225 triliun. Subsidi ini terdiri dari subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp137 triliun, subsidi listrik Rp64,9 triliun, dan sisanya dana cadangan energi.
Meski demikian, keputusan ini membawa dampak besar bagi pemerintah. Pemerintah harus mencari dana tambahan agar menjaga risiko fiskal tak sampai defisit. "Kami ingin menyampaikan bahwa perlu tambahan belanja pemerintah yang tinggi akibat kenaikan harga minyak dunia," kata Agus.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Bambang Brojonegoro mengatakan, meski berharap deviasi kenaikan ICP 5 persen, pemerintah akan tetap menghargai dan bertindak hati-hati. "Kami harus menjaga fiskal agar lebih baik," katanya. "Ini politik anggaran."(KC01)
Motul - Creative Consultant
Kebebasan berdemokrasi bangsa ini mulai memasuki babak baru sejak reformasi pecah tahun 1998. Setiap warga nampak lega bisa bersuara menyampaikan opini, gagasan, ide, bahkan ketidaksetujuan dan kemarahannya pada pemerintahan. Proses kebebasan bersuara ini diyakini sebagai sebuah langkah besar membangun negara yang berkedaulatan rakyat - ya, rakyatlah yang menjadi kekuasaan sesungguhnya di negeri ini. Benarkah demikian?

Menyuarakan pendapat yang resmi adalah melewati jalur partai politik, yang kemudian dirasakan hambatan dan ketidak selarasan. Rakyat makin tidak percaya dengan kanal penyampaian pendapat yang disediakan negara. Suara rakyat kini nampaknya cuma dianggap suara-suara “nyamuk” yang cukup diizinkan melakukan demonstrasi pada tempat yang sudah dijaga oleh aparat. Cara “resmi” ini mulai dirasakan oleh rakyat sebagai cara mandul bagai berteriak di dalam kolam keruh. Kemudian entah kapan awalnya rakyat menemukan cara lain untuk berdemonstrasi yaitu dengan memblokir jalan. Cara yang dianggap efektif untuk mencari perhatian pemerintah.

Memblokir jalan biasa sudah barang tentu akan merepotkan pengguna jalan, terlebih lagi jika memblokir jalan tol. Ya, memblokir jalan tol pun sudah menjadi tren para demonstran. Lebih radikal lagi, yang diblokade adalah jalan tol arah bandara. Bandara memang terdengar seksi dalam sebuah pergerakan demonstran, selain stasiun radio, atau pusat telekomunikasi. Akan tetapi benarkan cara memblokir dan memblokade jalan itu adalah acara jitu untuk mencari perhatian pemerintah?

Sekian lama kita sebagai rakyat tahu bahwa pemerintah negeri ini tidak segitu pedulinya dengan rakyat. Kejelian pemerintah pada rakyat hanya sebatas normatif dan jargon-jargon saja. Ada banyak sarana publik yang membahayakan pun tidak menggugah perhatian pemerintah. Hingga akhirnya ada celaka dan makan korban, barulah pemerintah peduli dan prihatin. Tapi belum sampai melakukan perbaikan signifikan atas fasilitas publik membahayakan tadi. Misalnya alat transportasi.

Melihat kondisi yang demikian, nampaknya upaya demonstran memblokir dan memblokade jalan menjadi kurang pas, karena rasanya tidak akan mengambil perhatian pemerintah apalagi sampai tergugah. Yang pemerintah lakukan hanyalah mengirimkan aparat untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Kebuntuan para demonstran lantas meningkat dan membakar emosi. Satu orang berulah, bagai menyiram bensin ke dalam kobaran sekam membara. Api mudah terbakar dan bergejolak. Aparat dan demonstran bentrok. Apa lantas menggugah pemerintah? Tetap tidak..

Yang tidak disadari oleh para demonstran tadi adalah bahwa dengan memblokir dan memblokade jalan akhirnya hanya seperti menyandera rakyat lain yang tidak berdemo. Rakyat lain yang ingin tetap bekerja dan melakukan aktivitas terpaksa terganggu dan terhenti. Sikap ini ternyata malah menghilangkan sikap dukungan dan apresiasi pro demonstran. Rakyat non-demonstran malah menyayangkan, kesal, mengumpat, dan marah atas sikap para demonstran. Yang terjadi adalah rakyat “menyandera” rakyat lain untuk mengambil perhatian pemerintah.

Akan beda situasinya jika yang diblokir dan diblokade adalah akses atau fasilitas penunjang pemerintahan. Selain sebuah simbol pergerakan cara ini terbuktik efektif seperti saat mahasiswa menduduki gedung DPR tahun 1998. Apresiasi masyarakat non-demonstran justru malah ikut mendukung aksi tersebut dengan mengirimkan makanan untuk para demonstran. Namun jika yang dilakukan adalah menyandera rakyat sejawat, maka yang timbul adalah kebencian dan malah pro ke aparat dan pemerintah. Demonstran hanya menjadi momok yang musti lekas diberantas karena cenderung menjadi benalu rakyat. Semua persepsi ini hanya dikarenakan salah dalam mengambil lokasi atau titik yang diduduki untuk berdemonstrasi.

Melihat gambaran di atas, maka pilihlah lokasi demonstrasi yang jelas konteksnya sebagai “menduduki” wilayah atau lokasi pemerintahan, bukan fasilitas publik milik rakyat. Janganlah berdemo atas nama membela rakyat namun faktanya malah menyandera rakyat. Rakyat sudah dibuat susah oleh pemerintah dan aparat, kini dibuat susah lagi oleh para demonstran yang mengaku berontak pada pemerintah atas nama bela rakyat. Rakyat yang mana? Itulah pertanyaan yang sering terdengar saat rakyat mulai gerah dengan sikap para demonstran. Membajak kendaraan, naik angkutan umum bergerombol tanpa bayar, sampai mencomot dagangan pedagang kecil, hanya akan membangun tembok besar yang memisahkan antara demonstran dengan kelompok rakyat non-demonstran.

Kini yang muncul di masyarakat adalah pertanyaan dan komentar sinis. Apakah demonstrasi ini benar untuk membela rakyat? atau sebuah kelompok yang sengaja digerakkan sebagai alat yang diciptakan justru untuk memecah-belah rakyat? Mari kita pikirkan sama-sama.
Menurut sejumlah arkeolog, geolog, dan astronom, Situs Gunung Padang kemungkinan besar bukan piramida. Meski demikian, situs ini tetap punya potensi untuk dikembangkan menjadi daerah wisata.
Demikian terungkap dalam "Rembug Arkeologi Situs Gunung Padang" yang diadakan pada Kamis (29/3/2012) di Pusat Arkeologi Nasional, Pejaten, Jakarta Selatan.
Dalam acara itu, Sutikno Bronto, geolog Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan bahwa Gunung Padang bukan piramida, melainkan gunung api purba. 
"Gunung Padang adalah sumbat lava di dalam kawah gunung api purba," kata Sutikno. Sumbat lava adalah bagian atas leher gunung api yang menyembul ke permukaan.
Sutikno menjelaskan, sumbat lava itu hancur berserakan karena proses tektonik dan longsor. Masyarakat setempat pada masa lalu kemudian memanfaatkannya untuk membangun punden berundak untuk pemujaan.
Seiring waktu, punden berundak tersebut ditinggalkan, diduga karena gempa atau tanah longsor. Saat ini dijumpai sisa-sisa dari struktur punden berundak tersebut.
Pendapat Sutikno bertentangan dengan hasil penelitian Tim Katastrofik Purba yang mengatakan bahwa struktrur yang didapatkan di Gunung Padang adalah buatan manusia.
Tim Katastrofik Purba, sebelumnya lewat pengeboran sedalam 20 meter, menemukan tiga rongga di badan gunung. Tim juga menemukan lapisan pasir.
Selain itu, tim pun mengklaim bahwa situs megalitikum Gunung Padang bukan situs biasa. Situs tersebut lebih tua dari Piramida Giza atau dibangun sekitar tahun 4700 SM. 

Pengembangan potensi wisata

Meski berpendapat bahwa Gunung Padang bukan piramida, Sutikno juga menganggap bahwa pengembangan situs gunung tersebut, sebagai destinasi wisata, sangat potensial.
"Informasi tentang adanya bangunan piramida cukup sebagai cerita fiksi untuk menambah daya tarik wisata alam di Gunung Padang," ungkap Sutikno. 
Selain soal piramida, Gunung Padang juga memiliki mitos "Batu Gendong". Diceritakan bahwa siapa pun yang bisa mengangkat batu tersebut bakal menuai kesuksesan dalam hidupnya.
Potensi wisata lain adalah wisata tambang. Menurut Sutikno, kawasan Gunung Padang memiliki logam dan bahan galian, yang oleh karenanya masyarakat bisa diajak untuk menikmati proses penambangan. 
Terkait dengan potensi wisata, Imam Haris, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, mengatakan bahwa rencana utama pengembangan wisata kini tengah dibuat.
"Untuk itu kita perlu pembebasan tanah. Ada yang sudah dilakukan. Ke depan, kita akan bebaskan lagi 20 hektar. Total yang akan dibebaskan adalah 50 hektar," katanya.
Wisata yang dikembangkan, selain geologi, adalah kebun teh yang rencananya dilakukan bersama produsen teh Sosro. Ada pula curug yang terletak di dekat Gunung Padang. 
Jenis wisata perjalanan dengan kereta api juga akan dikembangkan. Pengunjung bisa menikmati pengalaman naik kereta api uap dari Cianjur.
Potensi wisata besar karena dalam beberapa waktu terakhir, jumlah wisatawan 200-300 orang per minggu.
Menyoroti rencana pengembangan wisata, arkeolog mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian situs megalitikum Gunung Padang. Perencanaan harus matang sehingga situs tak mengalami kerusakan seperti beberapa destinasi wisata lainnya.(KC01)
Ketua DPC Apdesi Kabupaten Cianjur, Usep Setiawan
Jln. Siliwangi (KabarCianjur) - Rencana Pemerintah untukmenaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) sepertinya tidak bisa dihindari lagi. Meski gelombang demonstrasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat untuk menolak kenaikan BBM, pemerintah SBY-Budiono sepertinya tetap keukeuh akan menaikkan harga BBM.
Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Kabupaten Cianjur memiliki sikap dan pandangan sendiri terkait rencana kenaikan BBM tersebut. Menurut Ketua DPC Apdesi Kabupaten Cianjur Usep Setiawan, pihaknya sangat memahami terhadap rencana kenaikan BBM yang dilematis. Namun demikian sebagai konsekwensi dinaikannya harga BBM  dia berharap pemerintah segera di imbangi dengan kenaikan tingkat kesejahtraan Kepala Desa (Kades) dan Aparat Desa sebagai bagian dari pemerintahan terendah yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
"Kami menyambut baik dan mengucapkan terimakasih terhadap pemerintah yang telah memperhatikan masyarakat miskin. Namun demikian berkenaaan dengan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM/dulu BLT) yang akan kembali digulirkan dengan, perlu kiranya dipertimbangkan berdasarkan pengalaman kami pada program BLT pada  tahun yang lalu," kata Usep, Kamis (29/3).
Menurut Usep, program BLSM sifatnya sesaat yang dapat menimbulkan gejolak sosial atau kecemburuan sosial masyarakat yang tidak mendapatkan program tersebut, yang akhirnya tidak metutup kemungkinan menimbulkan anarkisme terhadap petugas pelaksana program dilapangan sepertiKepalaDesa, Aparat Desa, dan para Ketua RT/RW.
"Kami berharap apabila program tersebut bisa diganti dengan bentuk program lain yang sifatnya mendidik masyarakat seperti program padat karya pembangunan infrastuktur yang dampaknya dirasakan masyarakat luas atau program berkelanjutan lainnya untuk masyarakat miskin yang tidak menimbulkan gejolak sosial masyarakat," katanya.
Jika lanjut Usep, Pemerintah Pusat melaksanakan kehendak program BLSM, maka harus adanya pendataan ulang (pembaharuan data) secara menyeluruh, adanya bentuk perlindungan hukum dan jaminan untuk para pelaksana Program dilapangan. "Harus ada bentuk perlindungan hukum bagi Kepala Desa, Aparat Desa, dan Para ketua RT/RW dalam menjalankan tugas mulyanya sebagai pelaksana program," tegasnya (KC-02)***.
Karangtengah (KabarCianjur) - Diduga terkena cairan tomcat, Mumuh (36), warga Kampung Tajurhalang RT 04/RW 07 Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, tangan kirinya melepuh persis dibagian lipatan diatas siku. Akibatnya, sudah empat hari ini korban hanya bisa mengerang kesakitan.
Menurut penuturan Mumuh, luka yang dideritanya itu setelah rumahnya yang berada disekitar pesawahan didatangi serangga tomcat. "Kejadianya Minggu (26/3) malam, saat itu diteras rumah banyak serangga kecil dibawah sinar lampu. Serangga itu saya semprot dengan  cairan obat nyamuk, tapi tidak mati malah masuk kedalam rumah. Saat saya terbangun keesokan harinya tiba-tiba tangan saya terasa perih, setelah saya lihat ada luka memerah seperti bekas rokok, mungkin digigit sama tomcat," kata Mumuh Kamis (29/3).
Pihaknya awalnya tidak mengira kalau serangga yang disemprot tersebut merupakan tomcat, karena pemahamannya tomcat ukurannya besar. "Tomcat yang saya tahu ditayangan televisi jenisnya besar, tapi yang ada di rumah saya kecil tapi bentuknya persis, saya kira itu bukan tomcat," kilahnya.
Dia mengaku, luka yang memerah di tangannya itu sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya. Apalagi saat rasa panas timbul dari luka tersebut. Selain panas dia mengaku juga mengalami demam tinggi.
"Saya tidak berani menggaruk, saat ini saya juga belum periksakan ke dokter, tapi sudah diberikan obat antibiotik dan salep yang diberikan teman yang bekerja dirumah sakit. Seudah empat hari ini, tapi belum juga sembuh, bahkan sakitnya sampai kepersendian," katanya.
Serangan tomcat ternyata juga dirasakan oleh waga lainya didekat rumah Mumuh. Serangga predator tersebut juga menyambangi rumah tetangga mumuh. "Tapi mereka tidak ada yang menjadi korban, sepertinya hanya saya saja yang terkena," katanya.
Pihaknya juga mengaku telah melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Ketua RT setempat. Namun hingga kini belum ada penanganan serius. "Jujur saja warga sudah mulai resah adanya tomcat masuk kerumah mereka, kebanyakan kawatir terkena tomcat, apalagi kalau melihat saya sendiri sudah meraskan menjadi korbanya," tegas Mumuh.
Pihaknya berharap ada upaya penanganan serius dari Pemkab Cianjur tentang serangan tomcat yang sudah masuk kedalam rumah. "Harapan saya ada upaya penyemprotan untuk melokalisir penyebaran tomcat. Jangan sampai ada korban lain seperti yang saya alami," katanya (KC-02)***.
Jln. K.H. Abdullah bin Nuh (KabarCianjur) - Aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Cianjur, Kamis (29/3). Kali ini dilakukan oleh sedikitnya 100 massa gabungan aktivis mahasiswa Cianjur dengan mendatangi tiga tempat untuk menyampaikan aspirasinya. Kericuhan sempat mewarnai aksi unjuk rasa tersebut antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang tengah mengamankan aksi. Beruntung kericuhan tidak berlanjut menjadi bentrokan setelah kedua belah pihak bisa saling menahan diri.
Berdasarkan pantauan dilokasi unjuk rasa, massa gabungan aktivis mahasiswa tersebut pertama kali mendatangi tugu gerbang marhamaah di perempatan Jalan K.H. Abdullah bin Nuh. Di lokasi tersebut massa mahasiswa menyampaikan aspirasinya menolak rencana pemerintah untuk menaikkan BBM.
Tidak lama berselang massa kemudian bergerak menuju komplek Pemkab Cianjur di Jalan Siti Jenab. Di depan komplek Pemkab Cianjur, massa tidak bertahan lama, setelah berorasi kemudian bergerak ke gedung DPRD Cianjur di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh dibawah kawalan ketat aparat gabungan dari TNI/Polri dan Satpol PP.
Setibanya di depan gedung DPRD Cianjur, massa mahasiswa yang membawa keranda mayat bertutupkan kain putih bertuliskan "Turunkan SBY" itu langsung membakar ban bekas sambil berorasi disaksikan aparat yang tengah berjaga.
Aksi sempat memanas ketika para mahasiswa beberapa kali bermaksud masuk ke ruang paripurna DPRD Cianjur. Puluhan aparat gabungan terlihat berjaga-jaga ditangga menuju ruangan Paripurna. Aksi dorong pun tidak bisa dihindari, massa mahasiswa bersikeras ingin masuk untuk bertemu dengan anggota DPRD Cianjur. Akhirnya massa diterima oleh staf Sekretariat DPRD di Ruang Sidang Paripurna. Puas menyampaikan aspirasinya, massa pun membubarkan diri dengan tertib.
Sementara itu pada saat yang bersamaan, ratusan sopir angkutan umum (Angkum) yang tergabung dalam Aliansi Pengurus Jalur Angkot (APJA) Kabupaten Cianjur, melakukan hal yang sama. Namun aksi ratusan sopir tersebut lebih memilih untuk melakukan aksi mogok menarik penumpang. Mereka turut berdemo ke Pemkab Cianjur dan gedung DPRD Cianjur menolak kenaikan BBM.
Koordinator APJA Kabupaten Cianjur, Epi Saepudin mengatakan, bila pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April 2012, dipastikan akan berdampak pada kehidupan sopir angkum di Kabupaten Cianjur. Meski ongkos naik, tidak akan membawa perubahan kesejahteraan karena akan diikuti dengan harga suku cadang yang dipastikan akan juga mengalami kenaikan.
"Kami para sopir angkum juga mempunyai andil dalam menaikkan pendapatan negara dari sektor pajak kendaraan, tapi sepertinya pemerintah tidak memikirkan jasa yang telah kami berikan. Dengan menaikkan harga BBM disaat situasi seperti saat ini jelas akan memberatkan kami para pengemudi angkum," katanya.
Selain menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, Epi juga menyayangkan sikap Pemkab Cianjur yang terkesan lamban dalam membahas tarif angkum bila BBM mengalami kenaikan.  Hal itu perlu dilakukan jika Pemkab tidak ingin terjadi konflik antara pengemudi angkum dengan masyarakat jika dinaikkan ongkosnya secara sepihak.
"Kami yakin penumpang akan protes jika ongkos dinaikkan. Harusnya dari sekarang sudah ada pembahasan mengenai tarif angkum jika BBM naik agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Tapi bukan berarti kami setuju BBM naik, kami sepakat tolak kenaikan BBM," tegasnya (KC-02)***.
Cipanas (KabarCianjur) - Kondisi lahan hijau di kawasan Bogor Puncak Cianjur (Bopuncur) saat ini dalam kondisi kritis. Banyaknya alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab semakin menyempitnya lahan terbuka hijau yang semestinya harus dipertahankan. Keputusan Presiden (Kepres) tentang lahan hijau dan daerah resapan air ternyata tidak cukup mampu memproteksi untuk mempertahankan lahan hijau.
Demikian dikatakan Koordinator Simpul Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Eko Wiwid, Kamis (29/3). Menurut Eko, Bopuncur yang dulunya dikenal sebagai kawasan yang asri pegunungan kini sudah beralih menjadi kawasan pada pemukiman akibat krisis lahan. "Kondisinya saat ini menngalami kerusakan yang akut dan krisis lahan," kata Eko.
Menurut Eko, akibat banyaknya pembangunan hotel, real estate dan perumahan mewah yang menghabiskan lahan produktif dan lahan-lahan hijau dikawasan Bopuncur dengan diperparah lagi banyaknya pembanguan rumah mewah berada di lahan kemiringan dan lembah-lembah yang
seharusnya menjadi daerah tangkapan air dan resapan air menjadi penyebab utama kerusakan lahan terbuka hijau.
"Banyak lahan pertanian produktif dan sawah basah kini menjadi hunian mewah. Akibatnya pemukiman penduduk asli Bogor, Puncak Cipanas dan sekitarnya harus bergeser medekati
daerah yang lebih tinggi atau berbatasan dengan hutan, ini sangat berbahaya bagi keselamatan," paparnya.
Penyebab lainya kerusakan lahan hijau yang terjadi saat ini tidak terlepas dengan masih adanya aktivitas penambangan didaerah terlarang. Kondisi tersebut mengakibatakan banyak lahan yang rusak tidak bisa produktif karana tidak ada reklamasi (pemulihan lahan).
"Penguasaan lahan di Bopuncur oleh sejumlah pengusaha pengembang dan pengusaha perkebunan tidak berpihak kepada kepentingan lingkungan dan ekonomi Rakyat, ini jelas kontraproduktif," tegasnya.
Untuk itu pihaknya mendesak kepada pemerintah untuk segara melakukan pebaikan kondisi lingkungan di kawasan Bopuncur sebagai lahan resapan air. "Pemerintah harus segera menghentikan penguasaan lahan oleh pihak pengusaha pengembang real estate dan penguasaan lahan pertanian oleh pihak pengusaha besar. Berikan lahan pertanian kepada rakyat petani di Bogor, Puncak dan Cianjur," tegasnya (KC-02)***.
Jln. Siliwangi (KabarCianjur) - Jumlah penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) trendnya mengalami peningkatan. Di wilayah Jawa Barat selama kurun waktu 2012 tercatat 892 kasus baru penderita HIV dan AIDS. Sedangkan diwilayah Kabupaten Cianjur dari medio tahun 2005 hingga 2012 mencapai 269 kasus dengan jumlah korban meninggal mencapai 32 orang.
Demikian dikatakan Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Cianjur, H. Hilman ketika menyampaikan eksposnya di depan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto, Rabu (28/3). Menurut H. Hilman, sepanjang tahun 2011 hingga bulan Maret 2012 penyakit yang mematikan itu telah menjangkiti 11 orang dengan 1 korban meninggal dunia. "Berarti di Cianjur hingga sekarang penderita HIV dan AIDS mencapai 278 orang dan meninggal 33 orang," katanya.
Secara terpisah, Pantjawidi Djuharnoko Sekretaris Harian KPA Jawa Barat mengungkapkan, perlu adanya pengembangan sosialisasi dari beberapa program yang telah ditetapkan seperti peningkatan layanan Konseling dan tes sukarela (VCT), Pelayanan, dukungan dan perawatan (CST) juga layanan infeksi menular seksual (IMS).
"Beberapa tahun terakhir, telah terjadi berbagai perubahan mendasar baik dalam upaya pengendalian epidemi HIV secara langsung, maupun dalam pengembangan dan penguatan sistem manajemen dan program di sektor pemerintah dan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk upaya penanggulangan AIDS yang berkelanjutan," katanya.
Sementara Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto mengungkapkan, untuk mencapai target MDGs (Millennium Development Goals) atau Sasaran Pembangunan Milenium, tidak cukup hanya melalui kegiatan rutin seperti penyuluhan, namun dengan sosialisasi atau kampanye bahaya HIV dan AIDS yang dilakukan kepada warga masyarakat Cianjur dengan cara memberikan informasi  yang  jelas dan faktual.
"Karena masih terlalu banyak orang Indonesia khususnya di Kabupaten Cianjur, laki-laki, perempuan, anak-anak, yang belum terjangkau informasi, layanan, dukungan dan pengobatan yang dibutuhkannya. Peran aktif dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengambil bagian dalam upaya kita bersama menanggulangi epidemi HIV dan AIDS ke depan," kata Wakil bupati Cianjur, H. Suranto.
Menurut Wabub, yang lebih memprihatinkan adalah makin meningkatnya HIV dan AIDS di kalangan ibu rumah tangga dan bayi yang tak berdosa. "Kita bersyukur, karena melihat situasi tersebut Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006 tentang Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, dan kepanjangan tangan dari KPAN dengan lahirnya sebuah lembaga KPA daerah yang harus concern agar upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS segera ditingkatkan secara lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi," tegasnya.
Dengan meningkatkan kerjasama dan kemitraan yang telah terjalin baik KPA Cianjur dengan semua pihak, masyarakat sipil, orang-orang yang terinfeksi dan terdampak HIV, komunitas lintas agama, media massa, lembaga penelitian dan akademisi, sektor swasta, kelompok profesi serta penyedia layanan kesehatan di wilayah Cianjur,wakil bupati berharap masyarakat cianjur akan mampu mengendalikan epidemi HIV dan AIDS di seluruh tanah air tercinta (KC-02)***.
Ilustrasi : ATM
Sukaresmi (KabarCianjur) - Jajaran Polsek Sukaresmi Kabupaten Cianjur berhasil meringkus satu dari dua pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Jabar Banten (BJB) ketika tengah beraksi di mesin ATM Cibadak Trade Centre, Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Rabu (28/3).
Dari tangan pelaku teridentifikasi sebagai Asep Septiana (33) warga Kampung Wangunjaya RT 02/RW 07, Desa Ciaruten Hilir, Cibungbulang, Bogor, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 2,9 juta pecahan  100 dan 50 ribu, pistol mainan, hand phone empat buah dan nomor call centre palsu.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, terungkapnya kasus pembobolan ATM tersebut bermula dari kecurigaan Satpam atas aktivitas yang terpantau melalui CCTV didalam ruangan mesin ATM. Selanjutnya Satpam tersebut melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian.
Petugas yang mendapatkan laporan segera bertindak cepat dan menangkap seorang pelaku. Sedangkan seorang pelaku lainya berhasil kabur dan kini masih dalam pengejaran.
Sementara aksi para pelaku tersebut menggunakan modus nomor call centre palsu. Saat itu ada seorang nasabah BJB warga Sukaresmi yang bermaksud mengambil uang. Hanya saja saat akan menarik uang dari ATM itulah kartu ATM miliknya tertelan. Korban mencoba menghubungi nomor call centre yang terpasang didekat mesin ATM.
Rupanya nomor call centre tersebut palsu, yang merupakan akal-akalan dari para pelaku untuk melancarkan aksinya. Namun ketika pelaku tengah beraksi untuk membobol ATM, keburu ketahuan oleh Satpam dan ditindak lanjuti oleh petugas kepolisian.
Kapolsek Sukaresmi AKP Sutarna membenarkan penangkapan seorang pelaku pembobolan ATM. Menurutnya modus yang digunakan pelaku terlebih dahulu memasang alat di bagian mesin ATM agar bisa menahan kartu nasabah saat bertransaksi pengambilan uang. Kartu ATM tersebut seakan tertelan mesin.
"Sebagai pendukung aksinya pelaku sengaja mengganti nomor call centre pengaduan konsumen yang asli bila ada gangguan dengan nomor milik para pelaku. Selanjutnya pelaku beraksi saat korban meninggalkan mesin ATM," kata Kapolsek saat dihubungi, Rabu (28/3).
Pihaknya tidak menampik, aksi dengan modus serupa juga menimpa beberapa nasabah di wilayah Cipanas dan Sukaresmi. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menempatkan personel didekat mesin ATM.
"Hasilnya kita berhasil meringkus satu orang pelaku dan satu orang lagi masih dalam pengejaran yang identitasnya sudah kami ketahui. Kita terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan pelaku merukan salah satu bagian dari sindikat," jelasnya (KC-02)***.
Sukaluyu (KabarCianjur) - Diduga akibat kebocoran pipa tangki, sebuah mesin pengisian pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kampung Mekarsari, Desa Hegarmanah, Kecamatang Sukaluyu, Kabupaten Ciajur, Rabu (28/3) terbakar dan meledak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saj akerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa terbakar dan meledaknya mesin pengisian Bahan bakar Minyak (BBM) itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB sempat membuat panik para pengunjung dan petugas SPBU.
Seorang saksi mata Sonson (46) yang juga pegawai SPBU menuturkan, saat itu dirinya tengah melayani konsumen bersepeda motor. Namun tiba-tiba mesin pengisian BBM tersebut meledak dan membuat terkejut dirinya serta beberapa pengunjung yang ada diareal SPBU. Tidak lama berselang muncul kobaran api yang cukup besar menyambar bagian mesin.
Beberapa pegawai SPBU berupaya untuk memadamkan api. Akhirnya api berhasil dipadamkan, namun tak urung membuat mesin pengisian BBM itu hangus terbakar. "Saat kejadian kebetulan komsumen tidak padat, hanya ada satu motor dan satu mobil," katanya.
Sementara menurut Nunu (40), yang juga pegawai SPBU, hasil dari pemeriksaansebelumnya, kondisi mesin sebelum ledakan dalam keadaan baik. Hanya saja, mesin tersebut usianya sudah mencapai 12 tahun. "Kalau kondisi mesin sebenarnya baik dan kondisi tangki juga tidak dull hanya diisi sekitar 17 ton liter," jelasnya.
Petugas yang mendapatkan laporan adanya SPBU yang meledak dan terbakar segera mendatangi lokasi kejadian. Beberapa petugas identifikasi dari Polres Cianjur dan Polsek Sukaluyu terlihat berada di lokasi kejadian. Tidak membutuhkan waktu lama, petugas memasang garis polisi di sekeliling mesin pengisisn BBM yang terbakar.
Kapolsek Sukaluyu AKP Rusniadi mengatakan, dugaan sementara terjadinya ledakan dan kebakaran disebabkan oleh kebocoran pipa tangki. "Itu baru dugaan berdasarkan keterangan pihak SPBU dan saksi mata," katanya (KC-02)***.
Bandung (KabarCianjur) Seribu lebih seniman akan memeriahkan Kirab Budaya Jawa Barat 2012 yang akan dihelat di lapangan Merdeka Kota Sukabumi pada 31 Maret 2012. Perhelatan budaya yang diikuti delapan kabupaten-kota ini diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Selain di Kota Sukabumi, Kirab Budaya Jawa Barat 2012 juga akan diselenggarakan di Indramayu, Banjar, dan Karawang.
Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari, menjelaskan bahwa tujuan perhelatan adalah untuk memberikan hiburan yang sehat, edukatif, dan bernilai kultural kepada masyarakat. Tak kalah penting adalah membuka kesempatan kepada para seniman untuk menunjukkan hasil olah kreativitasnya.
Dengan demikian, lanjut Nunung, para seniman juga bisa menambah wawasan dan pengalaman seninya. Secara langsung, kegiatan semacam itu juga bisa merangsang geliat kepariwisataan, khusunya di Jawa Barat. Kirab Budaya Jawa Barat 2012 diharapkan bisa pula mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis seni-budaya. Apalagi, pemerintah pusat saat ini sudah mensinergikan ekonomi kreatif dengan kepariwisataan.
"Maka, seniman bisa menghidupi kesenian itu sendiri. Jadi, semacam take and give yang sehat di antara keduanya," imbuhnya di Rumah Makan Bumbu Desa, Jalan Laswi, Bandung, baru-baru ini.
Kirab Budaya Jawa Barat 2012 akan dimeriahkan dengan pawai budaya yang diikuti para seniman dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Masing-masing daerah akan menampilkan kreasi seni yang terbilang unik dan sudah langka. Sebut saja Kota Bandung dengan seni angklung buncisnya, Kabupaten Cianjur menampilkan seni kuda kosong, Kabupaten Purwakarta menampilkan seni Garabahan, KBB seni Durhong, Kabupaten Sukabumi akan menampilkan seni Ngabungbang, Kota Bogor seni Jangkrik Gombong, Kota Cimahi akan menampilkan seni Katumbiri, dan Kota Sukabumi akan menampilkan seni Jurig Kuris.
"Setiap Kabupaten Kota wajib mengikutsertakan tiga macam repertoar, yaitu dua hasil garapan para seniman daerah setempat, dan satu lagi hasil garapan program pemberdayaan sarjana seni yang merupakan program kerja kami," tutup Nunung.(KC01)
Ilustrasi : SPBU Meledak

Sukaluyu (KabarCianjur) Stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) 34-43211 di Jalan Raya Bandung Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat nyaris terbakar, setelah salah satu mesin dispenser pengisian premium meledak, Rabu (28/3) siang. 


Kapolres Cianjur AKBP Agus Tri Heriyanto  mengatakan,Terbakarnya SPBU karena korsleting dan bocor selangnya. Mungkin ada percikan api terus menyambar. Kebakaran kecil saja, sudah langsung dipadamkan dengan tabung yang ada di pom bensin itu.

Agus mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut, karena api langsung bisa dipadamkan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, meledaknya mesin dispenser pengisian BBM itu bermula ketika salah seorang petugas sedang mengisi tangki motor seorang pembeli sekitar pukul 11.45 WIB. 

Tiba-tiba mesin meledak hingga menimbulkan percikan api. Sontak kejadian mengagetkan petugas maupun konsumen yang akan mengisi BBM. Dalam sekejap, para pembeli berhamburan menyelamatkan diri menggunakan kendaraannya masing-masing.(KC01)
Jln. Dr. Muwardi (KabarCianjur) - Pensiunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Homzar Effendi dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Cianjur priode 2011-2016 menggantikan Ibrahim Naswari yang kini menjadi Anggota DPRD Cianjur.
"Kami akan menjadikan DPC HKTI Kabupaten Cianjur yang professional yang mengakar di masyarakat petani serta memperkuat jaringan organisasi HKTI Cianjur dengan mengadakan kerjasama baik dengan pihak pemerintah maupun dengan pihak swasta dalam mewujudkan ekonomi petani Cianjur lebih baik di masa yang akan datang," kata Homzar
Ketua HKTI Jawa Barat, Rudi Gunawan, mengatakan, selama ini keberadaan HKTI Cianjur cukup berhasil dalam menjalankan programnya guna mengupayakan kesejahteraan para petani. Pihaknya berharap keberadaan HKTI Cianjur akan selalu memperkuat jaringan dan kerukunan antara petani. 
"HKTI Cianjur bisa dijadikan percontohan untuk organisasi HKTI lainnya yang ada di Jawa barat. Tentunya yang harus di ingat adalah petani kita perlu diberikan pelatihan dan aplikasi teknologi pertanian untuk menunjang produktifitas dan peningkatan kualitas para petani dan hasil pertanian," tegasnya.
Menurut Rudi, HKTI Cianjur sebagai organisasi profesi menjalankan kiprahnya untuk menjadikan HKTI Cianjur sebagai organisasi yang professional, mandiri dan mengakar di masyarakat dengan tujuan organisasi ini dapat menjadi wadah aspirasi bagi para petani terutama di wilayah Kabupaten Cianjur untuk mengembangkan berbagai usaha yang terkait dengan pertanian sehingga para petani dan masyarakat pada umumnya dapat merasakan kesejahteraan dari hasil pertanian yang di kelola oleh penduduk pribumi.
"HKTI akan terus mendorong kemandirian dan peran serta petani, kelembagaan petani dan pengusaha pertanian dalam pembangunan pertanian. Diharapkan dengan adanya lembaga HKTI ini para petani dapat lebih leluasa dalam menyampaikan aspirasinya untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Cianjur," paparnya.
Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto mengharapkan, semoga HKTI Cianjur menjadi organisasi yang modern dengan pola menejemen serta perencanaan yang baik sehingga segala sesuatu yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi para petani.
"Dengan program bimbingan kepada masyarakat petani, sehingga kesejahteraan dapat dinikmati oleh petani dengan harapan selalu memperjuangkan kepentingan petani seutuhnya," kata Wabub.  Hadir dalam acara pelantikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana, Kepala Bagian Pertanian Perhutanan Perikanan dan Peternakan Setda Cianjur, R. Adam Hidayat dan undangan lainya (KC-02)***.
Agung Nurjamil Nugraha
Jln. Pangeran Hidayatulloh (KabarCianjur) - Yayasan Lembaga Konsumen Cianjur (YLKC) rencananya besuk, Rabu (28/3) akan mendatangi gedung DPRD Cianjur di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh. Kedatangan YLKC tersebut tidak lain untuk bertemu dengan sejumlah anggota DPRD Cianjur untuk menyampaikan berbagai persoalan diantaranya mengenai kenaikan Bahan Bakar Minyak. Tarif Dasar Listirk (TDL) dan Tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Ketua YLKC, Agung Nurjamil Nugraha, kedatangannya ke dewan tidak lain ingin mengajak wakil rakyat untuk berfikir sebagaimana tugasnya agar mendengar jeritan rakyat yang diwakilinya. Rakyat sakit parah, ekonomi hancur sekarang akan dibebani dengan kenaikan harga BBM, TDL dan Air PDAM.
"Dengan pertemuan besuk mudah-mudahan wakil rakyat bisa terketuk hati nuraninya dan kemudian berbuat untuk rakyat. Jadi dewan itu bukan semata-mata hanya mencari pekerjaan untuk memperkaya diri keluarga dan kroninya," kata Agung Nurjamil, Selasa (27/3).
Menurut Agung, pihaknya tetap bersikap tegas menolak rencana pemerintah untuk menaikkan BBM, TDL bahkan air PDAM Tirta Mukti Cianjur. Kebijakan tersebut untuk saat ini dinilai tidak tepat disaat kondisi ekonomi rakyat masih belum stabil.
"Kasihan rakyat kecil sekarang mereka lagi tertimpa krisis ekonomi yang berkepanjangan, tidak sedikit yang hanya sekedar mencari makan saja sudah susah, sekarang akan dibebani lagi dengan kenaikan BBM, TDL dan Air, kebijakan ini sangatlah menyakiti perasaan nurani rakyat. Karena ini sangat menyengsarakan rakyat yang memang sudah sengsara," katanya.
Diakinya, kondisi harga BBM di Indonesia saat ini paling murah bila dibandingkan dengan negara lain. "Di negera tetangga saja sudah bekisar antara Rp 10-11 ribu/liter, hanya saja rakyatnya sudah disejahterakan dulu. Jadi mereka rakyat mampu untuk membeli BBM dan barang lainya yang kena dampak kenaikan BBM, sementara dinegeri kita bagaimana," tanya Agung.
Untuk itulah besuk lanjut Agung, disamping akan membicarakan mengenai rencana kenaikan BBM, TDL juga tak kalah pentingnya mengenai rencana kenaikan air PDAM Tirta MUkti. "Ini kebijakan lokal, YLKC juga mau mengajak wakil rakyat Cianjur untuk menolak atau setidak tidaknya memberikan masukan ke PDAM dan Bupati Cianjur untuk membatalkan rencana kenaikan air PDAM," tegasnya.
Pihaknya berharap, mudah-mudahan bupati Cianjur yang dekat dengan rakyat dan tau kondisi rakyat Cianjur bisa dan mau memahami kesulitan yang menimpa rakyatnya. "Kalau tetap dipaksakan rakyat yang akan menjadi korbanya," katanya (KC-02)***.
Jln. Raya Bandung (KabarCianjur) - Sedikitnya 10 warga Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dari Kampung Ciparay Desa Salagedang, Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber dan Desa Sukadana Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, menyatakan tobat dan masuk Islam.
Pernyataan ikrar tobat dan masuk islam tersebut dilakukan didepan para pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur di aula Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Cianjur, Selasa (27/3).
Ketua MUI Kabupaten Cianjur, K.H. R. Abdul Halim mengatakan, tobatnya ke 10 JAI dengan memeluk agama Islam ditandai dengan mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut tidak ada unsur paksaan. Mereka dengan kesadarannya sendiri mengikrarkan memaluk ajaran Islam yang benar.
"Untuk kali ini ada 10 JAI yang memeluk Islam, mereka berasal dari Desa Sukadana Kecamatan Campaka dan Desa Salagedang, Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber. Mereka melakukan itu atas dasar kesadaraanya sendiri," kata kyai yang akrab disapa ajengan Lim itu.
Dengan masuknya 10 JAI menjadi pemeluk agama Islam menambah daftar panjang warga JAI yang sudah tobat dan kembali ke ajaran Islam. "Kita patut bersyukur, mudah-mudahan para JAI lainya mendapatkan hidayah," paparnya.
Dengan kembalinya 10 JAI memeluk ajaran agama Islam, dengan demikian sudah 116 JAI yang sudah tobat atas kesadarannya sendiri tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.
Menurut ajengan Lim, jumlah pengikut JAI di Kabupaten Cianjur tidak kurang dari 1.841 orang. Baru sebagian yang sudah mendapatkan hidayah untuk memeluk ajaran Islam. "Bagi yang sudah kembali bertobat dengan memeluk Islam kita akan terus melakukan pembinaan sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya," tegasnya.
Bagi mantan JAI yang masih usia sekolah dan tidak diakui oleh orang tuanya, pihaknya akan tetap melakukan pembinaan baik dari segi pembinaan akhlak maupun pendidikan formalnya. Termasuk juga pembinaan untuk memberdayakan secara ekonomi," tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Salagedang Yuyus Sugilar (43) mengatakan, sepuluh orang warganya yang menyatakan ingin kembali mengikuti ajaran Islam berasal dari empat kepala keluarga (KK). Mereka bertobat tanpa ada unsur paksaan atau tekanan dari pihak manapun.
"Kembalinya para anggota JAI untuk memeluk Islam merupakan kemauannya sendiri, tidak ada tekanan maupun paksaan. Mudah-mudahan saja langkah mereka ini diikuti oleh anggota JAI lainya, khususnya di Desa Salagedang," katanya.
Seorang mantan JAI Komar (68) warga Kampung Ciparay RT 02/RW 01, Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur mengaku keinginan mengikuti kembali ajaran Islam yang sebenarnya timbul dari niat hatinya yang tulus dan tidak ada tekanan mapun paksaan dari pihak manapun.
"Selama ini ada beberapa hal yang tidak saya mengerti waktu menjadi JAI, kami selalu diminta iuran, pada hal kondisi kami sangat sulit, untuk makan sehari-hari saja susah. Belum hal lainya yang tidak saya mengerti, dari sinilah saya bersyukur dapat hidayah dan kembali memeluk Islam yang benar," jelasnya (KC-02)***.
Pasar Pertokoan Gelanggang Ciranjang yang kini menjadi rebutan
Jakarta (KabarCianjur) - Sekitar 30 pedagang Pasar Pertokoan Gelanggang Ciranjang (PPGC) didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC), O. Suhendra dan Abdul Kholik mendatangi Komisi III DPR RI di Jakarta, Selasa (27/3).
Kedatangan para pedagang tersebut ke DPR RI diterima langsung oleh para anggota Komisi III DPR RI yakni Benny K Harman, Suhut Sitompul, Otong, Rudi Ishak dan lainya. Dalam pertemuan tersebut para pedagang mangadukan persoalan ketidak adilan terhadap pembangunan PPGC yang dilakukan oleh pengembang C.V. Buana Lestari.
Selain itu para pedagang juga mengadukan penangkapan dan penahanan terhadap lima rekan mereka oleh Polres Cianjur yang diduga telah melakukan perusakan terhadap pembangunan kios darurat oleh pihak pengembang.
Menurut Kuasa Hukum Pedagang PPGC, O. Suhendra, hasil dari pertemuan dengan komisi III DPR RI, bahwa komisi III secara resmi akan mengutus salah satu anggotanya yakni Rudi Ishak untuk datang ke Cianjur.
"Salah satu agendanya anggota Komisi III DPR RI ini datang ke Cianjur untuk menyambangi Polres agar para pedagang yang kini ditahan bisa ditangguhkan," kata O. Suhendra Kuasa Hukum Pedagang dari YLBHC.
Sebelumnya Kuasa Hukum Pedagang PPGC dari LBHC telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap lima orang pedagang yang ditangkap aparat Polres Cianjur dengan tuduhan melakukan perusakan terhadap bangunan kios darurat PPGC. Namun surat yang dilayangkan Kuasa Hukum pedagang PPGC tertanggal 18 Maret 2012 itu belum ada respon positif dari Polres Cianjur.
Menurut O. Suhendra, penangkapan dan penahanan terhadap para pedagang merupakan sikap berlebihan dari kepolisian karena para pedagang tersebut tidak tertangkap tangan hanya melainkan berdasarkan laporan sepihak yang diajukan pengembang ke kepolisian.
"Selain itu dasar hukum pengembang melakukan pembangunan pasar bukan berdasarkan kesepakatan bersama Kepala Desa selaku pemilik tanah kas desa," katanya.
Sebagaimana diketahui, dianggap telah melakukan wanprestasi atau cidera janji, terkait pelaksanaan Pembangunan Pertokoan Gelanggang Ciranjang (PPGC), Kepala Desa Ciranjang Deding Supriatna melayangkan surat gugatan terhadap CV. Buana Lestari selaku pengembang, Senin (26/3).
Menurut Kepala Desa Ciranjang, Deding Supriatna didampingi Kuasa Hukumnya, Nurdin Hidayatulloh mengatakan, gugatan yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Cianjur tersebut merupakan bentuk akibat dari tidak adanya itikad baik dari pihak pengembang yang tidak juga mengindahkan surat peringatan agar menghentikan sementara pembangunan kios darurat PPGC.
"Sepertinya surat yang kita sampaikan kepada pengembang tidak diindahkan, makanya kita lebih memilih jalur hukum untuk penyelesaiannya," kata Deding
Sementara menurut Kuasa Hukum Kades Ciranjang, Nurdin Hidayatullah, salah satu dasar untuk dilayangkan gugatan selain tidak mengindahkan surat peringatan penghentian pembangunan kios darurat, pihaknya juga melihat bahwa dalam rencana PPGC telah telah ada pemutusan MoU (memorandum of understanding) dari Kades sebelumnya bahkan hingga dua kali.
"Kalau melihat hal tersebut sebenarnya dasar mereka membangun kios sebetulmnya sudah tidak ada. Apa yang kami lakukan saat ini dengan melayangkan gugatan agar semunya bisa jelas dimata hukum. Kami minta semua pihak bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan," paparnya.
Secara terpisah, Sekertaris Tim Penggerak Pelaksana Pembangunan Pertokoan Gelanggang Ciranjang (TP4GC), Aep Saepulloh mengaku hasil dari investigasi yang dilakukan terkait PPGC sudah mendapatkan titik terang. Dari hasil temuan yang didapatnya, pihaknya mengaku sebagian masuk menjadi dasar gugatan dari Kades Ciranjang.
"Kita dibentuk sejak tiga minggu silam langsung melakukan investigasi. Beberapa pihak sudah kami temui termasuk dari pihak desa, pengembang, warga juga pedagang. Kita belum bisa sebutkan hasilnya secara rinci, tetapi secara garis beras, akar masalah dari persoalan ini adalah miss komunikasi," katanya.
Pihaknya mengaku, temuan yang didapatnya menjadi rekomendasi kepada pihak desa untuk mengambil langkah. "Temuan tersebut sifatnya rekomendasi, memang ada beberapa yang dijadikan untuk bahan gugatan oleh pihak desa kepada pihak pengembang," akunya (KC-02)***.
Campaka (KabarCianjur) - Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dibantu oleh masyarakat dalam penyelenggaraan program pembangunan di Kabupaten Cianjur. Untuk itu koordinasi dan keterbukaan informasi harus selalu dijaga dan ditingkatkan guna mencapai tujuan pembangunan untuk lebih sejahtera dan berakhlakul karimah.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto saat menggelar rapat koordinasi dengan Muspika Kecamatan Campaka dan unusr lainya di Campaka, Senin (26/3). Selain itu Wabub juga menyampaikan bahwa pembenahan birokrasi merupakan proses yang berkesinambungan dan menyeluruh, karena menyangkut perubahan sikap dan tingkah laku seluruh jajaran aparat pemerintah, dari tingkat paling tinggi hingga tingkat pelaksana.
"Perubahan ini tidak hanya menyangkut struktur organisasi, namun juga menyangkut cara kerja, disiplin dan komitmen pada kinerja, serta terbangunnya sistem insentif dan hukuman yang adil dan setara," katanya.
Rapat koordinasi yang digelar di aula Desa Sukajadi tersebut , dihadiri berbagai unsur diantaranya para kepala desa, ibu-ibu PKK, unsur kesehatan seperti dokter, bidan, perawat. Wabub menyampaikan rapat koordinasi merupakan salah satu metode yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengontrol dan mengevaluasi  secara langsung, sejauh mana jalannya roda pemerintahan serta  tata kelola yang baik mengenai pelayanan yang dilakukan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa terhadap masyarakat.
Dikatakan wabub, visi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakul karimah adalah tanggung jawab bersama karena pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dibantu oleh masyarakat, untuk menyelesaikan masalah pendidikan, masalah kesehatan, daya beli dan menerapkan pola hidup yang berakhlakul karimah warga masyarakat Cianjur dibutuhkan kesabaran dan upaya keras yang konsisten guna meningkatkan IPM Kb. Cianjur.
Bidang kesehatan lanjut Wabub, bahwa dengan fasilitas pelayanan yang ada di setiap puskesmas dapat dijalankannya program-program seperti Jamkesmas, SKTM serta Jampersal. Sehingga warga masyarakat yang kurang mampu dapat terlayani sesuai dengan prosedur yang di tempuh. Dengan demikian tantangan pemerintah untuk langkah prioritas dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat dapat terlaksana dengan baik.
Mengenai aspirasi masyarakat agar pemerintah segera membangun dan memperbaiki fasilitas jalan yang rusak hampir tidak tertampung, membangun dan memperbaiki jalan yang rusak memang sangat penting untuk membuka dan memudahkan akses masyarakat dengan pemerintah dan juga pihak luar yang akan berinvestasi, akan tetapi jika semua tuntutan masyarakat untuk pembangunan jalan ini dipenuhi secara serentak maka akan sulit sekali mengingat  anggaran pemerintah yang baru mampu mencapai angka 1,3 triliyun masih belum mampu memenuhi semua kebutuhan pembangunan.
"Hampir 65 persen anggaran dipakai untuk gaji pegawai negeri dan sisanya untuk pembangunan tentu saja jauh dari apa yang diharapkan selain itu tidak seimbangannya antara kebutuhan pembangunan dengan anggaran yang ada menjadi masalah lambatnya pembangunan di segala sektor," tegasnya.
Program pembangunan di bidang lain pun seperti bantuan dari pihak pemerintah pusat maupun provinsi, wakil bupati secara langsung berkoordinasi dengan para kepala desa untuk terus menerus memantau pembangunan yang telah dan akan di lakukan seperti pembangunan fasilitas umum desa juga selalu menjaga di rawat dan di pelihara.
Untuk para  abdi masyarakat terutama untuk kecamatan dan desa, wakil bupati mengingatkan terus bahwa sebagai seorang aparatur negara, pelayan masyarakat harus memastikan agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan terlebih lagi pada saat-saat seperti ini.
"Sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik serta berharap untuk pelayanan publik di kecamatan, desa maupun puskesmas dapat memberikan hasil dan wacana yang baik juga positif sebagai bentuk tanggungjawab optimalisasi pelayanan publik untuk kelangsungan program pemerintah kabupaten cianjur 5 tahun ke depan," katanya.
Wabup juga menyempatkan meninjau puskesmas Campaka untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana di bidang kesehatan dalam mengoptimalkan pelayanan publik dibidang kesehatan yang maksimal (KC-02)***.
Jln. Suroso (KabarCianjur) - Polres Cianjur masih mendalami laporan atas pengrusakan sejumlah aset milik PT. Pasirtengah, perusahaan penggemukan sapi yang dirusak massa pada Sabtu (24/3) malam. Sejumlah saksi dari pelapor masih dimintai keterangan oleh penyidik Polres Cianjur.
Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Ahmad Suprijatna membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah saksi. "Karena masih dalam penyelidikan dan penyidikan, kita masih mencari dan mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor. Untuk warga, belum ada yang kita mintai keterangan," kata Ahmad Supriatna, Senin (26/3).
Untuk pihaknya mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih banyak mengingat semuanya masih dalam proses penyelidikan. Hanya saja berdasarkan laporan sejumlah aset milik perusahaan PT. Pasir Tengah seperti bangunan pos satpam, mess karyawan, dua unit sepeda motor dan satu unit mobil mengalami kerusakan.
"Berdasarkan hasil keterangan mengenai kronologis kejadian bahwa pelaku terlebih dahulu melempari dua buah lampu di gerbang utama diduga dengan batu, kemudian setelah padam, mereka masuk ke areal peternakan dan melakukan aksi pengrusakan sejumlah fasilitas yang ada. Baru kemudian mereka membubarkan diri," jelasnya.
Akibat terjadinya perusakan tersebut, pihaknya juga telah mengambil beberapa tindakan, selain melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, juga melakukan pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.
Diberitakan, ratusan massa merusak sejumlah aset milik PT. Pasir Tengah di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Sabtu (24/3) malam. Massa merasa kesal dengan ulah perusahaan yang membuka kembali segel yang dipasang warga sebelumnya. Warga juga kesal karena pihak perusahaan tidak bisa mentaati kesepakatan yang telah dibuat yakni memperbaiki pembuangan limbah kotoran sapi.
"Jumlahnya sangat banyak dan tiba-tiba datang, sambil berteriak-teriak massa masuk kedalam lokasi peternakan. Saya dan teman-teman lainya lebih memilih menghindar untuk menyelamatkan diri," kata Acep seorang Satpam.
Setelah puas melakukan perusakan, ratusan massa kemudian meninggalkan lokasi peternakan. Baru beberapa karyawan dan Satpam berani mendekat untuk menginventarisir kerusakan. "Saat kejadian suasananya mencekam, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Baru setelah massa pergi kami berani mendekat," katanya.
Secara terpisah Kuasa Hukum PT. Pasir Tengah Buchori Muslim mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan peristiwa perusakan tersebut ke Mapolres Cianjur. Dia juga menyayangkan tindakan warga yang telah melakukan perusakan.
"Kami dari pihak perusahaan sebenarnya sangat mengedepankan jalan musyawarah dalam menyikapi setiap persoalan. Tapi semuanya sudah terjadi, kalu perusakannya sudah ditangani aparat penegak hukum, kalau persoalan lainya dengan warga tetap kami menjunjung ajas musyawarah," kata Buchori saat dihubungi terpisah.
Atas kejadian perusakan tersebut, menurut Buchori setidaknya dua mobil perusahan, dua motor, timbangan kendaraan dan tiga mes rusak berat. "Semuanya rusak berat hancur berantakan, kalau ditotal kerugian mencapai sekitar Rp 360 juta," jelasnya (KC-02)***.

Petugas  Badan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPOPTPH) Jawa Barat perwakilan Cianjur Ahmad Siroj menunjukkan serangga tomcat yang berhasil ditangkap
Karangtengah (KabarCianjur) - Badan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPOPTPH) Jawa Barat perwakilan Cianjur mencatat baru dua laporan adanya serangga tomcat yang ditemukan berada dilingkungan pemukiman warga. Keberadaan serangga tomcat tersebut sejauh ini tidak sampai melukai manusia.
"Sudah ada dua laporan warga yang mengaku menemukan serangga tomcat dirumahnya. Satu didaerah Loji Kelurahan Pamoyanan dan di Sela Jambe, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur. Di dua lokasi tersebut serangga tomcat tidak sampai melukai warga," kata petugas Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman BPOPTPH Jabar, Ahmad Siroj, Senin (26/3).
Menurut Ahmad Siroj, serangga tomcat sebenarnya merupakan sahabat bagi para petani. Karena keberadaanya sangat dibutuhkan untuk membunuh hama wereng. "Tomcat merupakan jenis serangga predator dan keberadaanya sangat dibutuhkan untuk membunuh hama wereng ditanaman padi," katanya.
Biasanya tomcat hanya berada di areal pesawahan saat musim tanam. Penyebarannya hingga sampai keperumahan penduduk diduga akibat terbawa angin akibat populasinya yang cukup banyak. "Kemungkinan karena kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu dan berbarengannya masa panen, tomcat ini sampai terbawa masuk keperumahan warga," jelasnya.
Sejauh ini menurut Ahmad Siroj, belum perlu dilakukan untuk penyemprotan pestisida terhadap penyebaran tomcat. Penyemprotan akan dilakukan jika penyebaran tomcat sudah tidak bisa dikendalikan. "Untuk saat ini belum diperlukan penyemprotan pestisida, tapi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan kami selalu siap," tegasnya.
Untuk mengusir tomcat, pihaknya mengimbau kepada warga agar tidak menepuk atau memukul bila hinggap dibagian tubuh, karena jika dipukul atau ditepuk akan membahayakan. "Yang membahayakan adalah cairanya, konon 12 kali lebih ganas dari racun ular kobra, jadi sebaiknya dihindari dipukul atau ditepuk. Cara membuangnya bisa dilakukan dengan memindahkan tomcat tersebut," paparnya.
Bila ditemukan ada tomcat sampai keperumahan warga hendaknya diusir dengan melakukan penyemprotan secara nabati tidak menggunakan pestisida. "Bisa dilakukan dengan air sabun atau dengan nabati seperti dengan air sirih atau jenis lainya," katanya.
Hal lainya untuk menghindari datangnya tomcat ke perumahan warga terutama yang dekat dengan areal pesawahan sebaiknya tidak menyalakan lampu yang sangat terang. Karena serangga predator ini sangat tertarik dengan cahaya. "Tomcat ini sejenis dengan serangga ovionea yang tertarik terhadap kilauan cahaya. Sebaiknya dihindari menyalakan lampu yang terang pada malam hari," jelasnya (KC-02)***.
Serangga Tomcat atau cocopet ditemukan warga di Kampung Warung Jambe Gang Taufik RT 01/RW 02, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Senin (26/3)
Jln. Prof. Moch. Yamin (KabarCianjur) - Keresahan menghinggapi warga Kampung Warung Jambe Gang Taufik RT 01/RW 02, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur. Pasalnya serangga tomcat yang belakangan seperti momok menakutkan sudah mulai merambah di permukiman warga.
Seperti yang terjadi dirumah milik pasangan suami isteri (Pasutri) Dadan Supidandi (38) dan Deti Mulyawati (35). Mereka mendapati empat ekor serangga predator tersebut berada didalam rumahnya. Satu ekor ditemukan pada Minggu (25/3) malam dan tiga ekor lainya ditemukan Senin (26/3) pagi.
Menurut keterangan Eman Sulaeman (42), seekor serangga tomcat tersebut ditemukan tidak sengaja pada malam harinya. Karena kawatir berbahaya, serangga tersebut langsung bakar. Namun keesokan harinya saat sedang bersih-bersih rumah ditemukan kembali tiga ekor tomcat.
"Ketiganya ditemukan menempel di orden rumah lantai atas. Sebagi buktinya kami langsung menangkap dan memasukkan kedalam plastik," kata Eman yang juga menjabat sebagai RT setempat saat ditemui, Senin (26/3).
Karena kawatir menyebar semakin luas, pihaknya segera melaporkan penemuan tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Hanya saja dari pihak Dinkes menyarankan agar melaporkan ke Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura alasanya belum ada korban.
"Dinkes berasalan kalau sudah ada korban menjadi tanggungjawabnya, karena baru penemuan saya disarankan agar melapor ke Dinas Pertanian. Pada hal tadinya saya berharap Dinkes juga turun tangan, karena kalau pegobatan Dinkes yang paling tahu," paparnya.
Pihaknya berharap pemerintah bisa lebih peka menangani tomcat yang sudah masuk ke pemukiman warga. Jangan sampai turun tangan setelah terjadi korban. "Perumahan di kampung saya itu sangat jauh dengan lahan pertanian, ternyata faktanya tomcat bisa sampai. Ini harus diantisipasi jangan sampai menyerang warga. Kami akan melakukan penyisiran, apakah masih ditemukan serangga tomcat ini dipemukiman," tegasnya.
Peran serta pihak pemerintah lanjut Eman, sangat dibutuhkan, apalagi mengenai bahaya dan antisipasinya jika tomcat menghinggap pada kulit. "Selama ini saya baru tahu, kalau tomcat tidak boleh ditepuk bila berada di tubuh kita, itupun dari media. Hal inilah semestinya instansi terkait bisa mensosialisasikan, biar warga bisa waspada," paparnya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyebaran tomcat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes Cianjur. Terutama dalam melakukan pengawasan di dua wilayah yakni Kecamatan Cianjur dan Sukaluyu.
"Sebenarnya serangga tomcat atau dalam bahasa sunda serig disebut cocopet ini bukan hal yang asing dari dulu bagi para petani. Serangga jenis ini merupakan predator atau pemakan hama wereng dan itu selalu ada. Hanya saja karena sudah masuk kedalam pemukiman penduduk makanya perlu penanganan, pada hal biasanya hanya di sekitar tanaman padi," tegasnya.
Pihaknya berharap, agar warga tidak panik dalam menghadapi tomcat. Bila dilakukan dengan cara yang benar, tomcat tidak akan berbahaya. "Jika tomcat hinggap dibagian tubuh, sebaiknya tidak ditepuk atau dipukul, tapi ditipu. Setelah itu bagian yang terkena dicuci dengan air dan sabun," jelasnya (KC-02)***.
Pasar Pertokoan Gelanggang Ciranjang (PPGC)
Ciranjang (KabarCianjur) - Dianggap telah melakukan wanprestasi atau cidera janji, terkait pelaksanaan Pembangunan Pertokoan Gelanggang Ciranjang (PPGC), Kepala Desa Ciranjang Deding Supriatna melayangkan surat gugatan terhadap CV. Buana Lestari selaku pengembang, Senin (26/3).
Menurut Kepala Desa Ciranjang, Deding Supriatna didampingi Kuasa Hukumnya, Nurdin Hidayatulloh mengatakan, gugatan yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Cianjur tersebut merupakan bentuk akibat dari tidak adanya itikad baik dari pihak pengembang yang tidak juga mengindahkan surat peringatan agar menghentikan sementara pembangunan kios darurat PPGC.
"Sepertinya surat yang kita sampaikan kepada pengembang tidak diindahkan, makanya kita lebih memilih jalur hukum untuk penyelesaiannya," kata Deding
Sementara menurut Kuasa Hukum Kades Ciranjang, Nurdin Hidayatullah, salah satu dasar untuk dilayangkan gugatan selain tidak mengindahkan surat peringatan penghentian pembangunan kios darurat, pihaknya juga melihat bahwa dalam rencana PPGC telah telah ada pemutusan MoU (memorandum of understanding) dari Kades sebelumnya bahkan hingga dua kali.
"Kalau melihat hal tersebut sebenarnya dasar mereka membangun kios sebetulmnya sudah tidak ada. Apa yang kami lakukan saat ini dengan melayangkan gugatan agar semunya bisa jelas dimata hukum. Kami minta semua pihak bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan," paparnya.
Secara terpisah, Sekertaris Tim Penggerak Pelaksana Pembangunan Pertokoan Gelanggang Ciranjang (TP4GC), Aep Saepulloh mengaku hasil dari investigasi yang dilakukan terkait PPGC sudah mendapatkan titik terang. Dari hasil temuan yang didapatnya, pihaknya mengaku sebagian masuk menjadi dasar gugatan dari Kades Ciranjang.
"Kita dibentuk sejak tiga minggu silam langsung melakukan investigasi. Beberapa pihak sudah kami temui termasuk dari pihak desa, pengembang, warga juga pedagang. Kita belum bisa sebutkan hasilnya secara rinci, tetapi secara garis beras, akar masalah dari persoalan ini adalah miss komunikasi," katanya.
Pihaknya mengaku, temuan yang didapatnya menjadi rekomendasi kepada pihak desa untuk mengambil langkah. "Temuan tersebut sifatnya rekomendasi, memang ada beberapa yang dijadikan untuk bahan gugatan oleh pihak desa kepada pihak pengembang," akunya (KC-02)***.

no image
Jln. K.H. Abdullah bin Nuh (KabarCianjur) - Diduga akibat konsleting, motor metik Suzuki Spin nopol F 4371 WW yang baru saja mengisi premium terbakar di pintu keluar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibilangan Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Kabupaten Cianjur, Senin (26/3) sekitar pukul 10.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kebakaran tersebut sempat membuat panik petugas SPBU. Beruntung api dengan cepat bisa diatasi setelah beberapa petugas SPBU menyemprotkan cairan pemadam kebakaran.
Menurut keterangan seorang saksi mata, peristiwa yang sempat mendapatkan perhatian warga yang melintas itu terjadi ketika dua orang pengendara motor mengisi BBM di SPBU yang lokasinya sekitar 200 meter dari gedung DPRD Cianjur. Setelah mengisi BBM, pengendara motor berupaya menyalakan motornya tapi tidak bisa hidup.
"Saya melihat pengendara motor itu mendorong motornya ke arah luar SPBU. Kemudian keduanya terlihat memperbaiki motornya yang tidak bisa hidup. Tidak lama berselang saya melihat ada api menyala didekat sepeda motor, saya berteriak memberitahukan kepada keduanya yang terlihat panik dan berupaya memadamkan api," kata Supiadin alias Jae (33) saksi mata yang berada didekat lokasi kebakaran.
Dengan cepat api membesar dan menyambar motor, sehingga pengendara motor menjauh. Sementara petugas SPBU yang melihat adanya kobaran api berupaya membantu memadamkan api. Hanya saja masih kalah cepat, saat petugas mengambil alat pemadam kebakaran api sudah membesar dan menyambar motor hingga terjadi ledakan.
Upaya petugas SPBU untuk memadamkan api dengan tabung pemadam kebakaran tidak membuahkan hasil. Akhirnya petugas SPBU tersebut menyemprotkan cairan pemadam kebakaran, baru api berhasil dipadamkan.
"Mungkin karena bensinya masih full, sehingga tidak mempan dipadamkan dengan tabung pemadam kebakaran, baru setelah disemprot dengan cairan busa, api bisa dipadamkan," kata Supiadin.
Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan segera mendatangi lokasi dan membawa bangkai motor yang sudah terbakar ke Mapolsek Cianjur. Dari keterangan petugas, motor yang terbakar tersebut baru saja mengisi full BBM.
"Keterangan pemiliknya dia beli BBM Rp 16.000,-, setelah itu distarter tidak nyala dan bermaksud ingin memperbaiki, tapi keburu terbakar," kata seorang petugas (KC-02)***.
no image
Cipanas (KabarCianjur) - Sejumlah pedagang di sepanjang trotoar yang adi dekat Pasar Cipanas mengeluhkan adanya pungutan uang sebesar Rp 1.000,-/hari yang mengatasnamakan salah satu lembaga kemasyarakatan. Dalihnya sebagai iuran keanggotaan, pada hal para pedagang dilokasi tersebut kebanyakan tidak pernah menjadi anggotanya.
"Memang kalau dilihat dari jumlahnya tidak seberapa, tapi kalau dikalkulasikan dalam waktu satu tahun bisa banyak juga. Lebih banyak pungutan liar dari pada saya harus bayar pajak resmi ke pemerintah," kata seorang pedagang yang minta tidak disebutkan namanya, Minggu (25/3).
Menurut pedagang tersebut, para pedagang sebenarnya ingin menolak, tapi kawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "Kalaupun para pedagang memberi, memberinya tidak ikhlas, karena uangnya buat apa. Jelas kalau dilakukan pemerintah, uangnya akan masuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.
Pungutan liar tersebut sudah berlangsung sekitar satu tahun yang lalu. Selama ini belum ada keberanian dari pedagang untuk melapor keaparat yang berwajib. Sehingga pelakunya masih terus melakukan pungutan liar kepada para pedagang dan pemilik toko di sepanjang trotoar Cipanas.
"Memang ada beberapa bagian yang berani menolak, tapi dampaknya, pedagang seperti di intimidasi. Saya rasa ada sekitar 70 pedagang yang dipunguti setiap hari dan terpaksa harus memberikan," tegasnya.
Ketua Ikatan Pedagang Kaki Lima Cipanas (IPKC) A. Hasan membenarkan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu organisasi kemasyarakatan tersebut. Pihaknya juga sudah melaporkan peristiwa yang menimpa para pedagang tersebut kantor kecamatan Cipanas, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.
"Saya sudah laporkan ke pak camat, para pedagang juga sudah ada yang lapor sendiri, tapi belum ada keberanian pihak kecamatan untuk membereskan persoalan yang dialami oleh para pedagang ini," kata A. Hasan secara terpisah.
Pihaknya kembali akan mendesak pihak kecamatan agar persoalan pungutan tersebut bisa diselesaikan. Karena para pedagang mengaku kebanyakan sudah merasa keberatan. "Ini kan aneh, ada pungutan yang dikemas sebagai iuran anggota ormas, para pedagang kebanyakan bukan anggota ormas, tapi kenapa sampai dipungut setiap hari dan apakah hasil pungutan itu bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Persoalan adanya pungutan yang dilakukan oleh sebuah ormas tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang dibentuk oleh camat dengan membuat keputusan membentuk Satgas. Hanya saja Satgas tersebut ternyata tidak ada keberanian untuk melakukan penertiban.
"Kalau Satgasnya tidak berfungsi sebaiknya dibubarkan saja, kita tetap ingin mendesak camat agar bisa menertibkan adanya pungutan yang menimpa para pedagang. Kalau tidak jangan sampai disalahkan, kalau para pedagang menyelesaikan dengan caranya sendiri," tuturnya.
Camat Cipanas M. Yeyen Rohyanda Wargadisastra saat di konfirmasi adanya pungutan tersebut mengatakan, pihaknya akan memanggil ketua ormas untuk dimintai keterangan terkait adanya keluhan pedagang. "Besuk (hari ini,red) akan saya panggil ketua ormasnya," kata Camat.
Camat meminta agar para pedagang yang diminta uang oleh oknum ormas tersebut tidak memberinya jika memaksa. "Sikap muspika tetap seperti semula tidak mengijinkan berjualan di trotoar dan tidak mengijinkan ada pungutan. Jangankan ormas, perwira TNI saja yang meminta kebijakan, muspik atetap menolak," katanya (KC-02)***.
Aksi demo ke peternakan sapi (dokumentasi KabarCianjur)
Cikalongkulon (KabarCianjur) - Kantor PT. Pasir Tengah perusahaan penggemukan sapi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu (24/3) dirusak oleh ratusan massa. Aksi tersebut diduga dipicu akibat pihak perusahaan tersebut membuka portal masuk yang dipasang massa serta belum selesainya persoalan limbah kotoran sapi yang diduga telah mencemari warga disekitar peternakan.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan itu tiba tiba datang dan merangsek kedalam kantor. Petugas keamanan yang tengah berjaga tidak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah dan lebih memilih menyelamatkan diri.
Dengan leluasa massa merusak kantor satpam dan terus merangsek kedalam lokasi peternakan. Massa yang terbakar emosinya kemudian merusak kantor termasuk emas karyawan dan dua unit mobil dan sepeda motor juga tidak luput dari amuk massa. Para karyawan yang tinggal didalam lebih memilih menyelamatkan diri.
"Jumlahnya sangat banyak dan tiba-tiba datang, sambil berteriak-teriak massa masuk kedalam lokasi peternakan. Saya dan teman-teman lainya lebih memilih menghindar untuk menyelamatkan diri," kata Acep seorang Satpam.
Setelah puas melakukan perusakan, ratusan massa kemudian meninggalkan lokasi peternakan. Baru beberapa karyawan dan Satpam berani mendekat untuk menginventarisir kerusakan. "Saat kejadian suasananya mencekam, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Baru setelah massa pergi kami berani mendekat," katanya.
Secara terpisah Kuasa Hukum PT. Pasir Tengah Buchori Muslim mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan peristiwa perusakan tersebut ke Mapolres Cianjur. Dia juga menyayangkan tindakan warga yang telah melakukan perusakan.
"Kami dari pihak perusahaan sebenarnya sangat mengedepankan jalan musyawarah dalam menyikapi setiap persoalan. Tapi semuanya sudah terjadi, kalu perusakannya sudah ditangani aparat penegak hukum, kalau persoalan lainya dengan warga tetap kami menjunjung ajas musyawarah," kata Buchori saat dihubungi terpisah.
Atas kejadian perusakan tersebut, menurut Buchori setidaknya dua mobil perusahan, dua motor, timbangan kendaraan dan tiga mes rusak berat. "Semuanya rusak berat hancur berantakan, kalau ditotal kerugian mencapai sekitar Rp 360 juta," jelasnya.
Sementara itu, pada siang hari sebelumnya ratusan warga dari dua kecamatan yakni Kecatan Cikalongkulon dan Kecamatan Mande melakukan aksi unjukrasa ke PT. Pasir Tengah. Warga meminta penutupan perusahaan penggemukan sapi tersebut karena limbah kotoranya telah mencemari warga. Kejadian perusakan tersebut diduga buntuk dari aksi demo yang dianggap PT. Pasirtengah tidak bisa mengabulkan tuntutan warga (KC-02)***.
no image
Cianjur (KabarCianjur) - Meski pemerintah baru akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April mendatang, namun sejumlah pengecer premium telah menaikkan harga jual. Harga premium atau bensin yang biasanya dijual oleh pengecer Rp 5.000,0/liter saat ini sudah dinaikkan menjadi Rp 6.000,-/liter.
Menurut seorang pengecer yang minta tidak disebutkan namanya di daerah Cugenang menyebutkan, salah satu alasan menaikkan harga jual bensin eceran karena sulitnya untuk mendapatkan bensin dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU). "Kalau dulu masih bisa beli dengan jeriken, sekarang menjelang kenaikkan BBM sudah tidak bisa lagi," kata seorang pengecer.
Untuk mensiasati mendapatkan bensi dari SPBU yang akan dijual lagi, para pengecer lebih memilih dengan menggunakan kendaraan sepeda motor sebagai gantinya. Pembelian bensin dengan sepeda motor sejauh ini tidak dibatasi.
"Terpaksa dengan menggunakan sepeda motor dengan mengisi tangki penuh, setelah itu dipindahkan kejeriken. Hanya saja harus bolak-balik saja pindah-pindah SPBU, kalau tidak begitu tidak akan dapat bensin," paparnya.
Sementara itu BBM jenis premium juga sudah mulai sulit didapat di daerah Jangari Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Para pemiliki kapal mengaku kesulitan untuk mendapatkan bensin, kalaupun ada harganya sudah naik ditingkat pengecer.
"Dalam sepekan terakhir ini bensin sulit didapat di Jangari, kalau ada harganya juga sudah naik. Kalaupun cari keluar daerah, belinya juga tidak bisa banyak, jumlahnya dibatasi," kata Farid seorang warga.
Sementara itu Polres Cianjur mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM, telah menempatkan anggotanya di 29 SPBU yang ada di wilayah Cianjur. SPBU tersebut dipantau oleh para petuags kepolisian dalam melayani konsumennya.
"Dari 29 SPBU di Cianjur, dua di antaranya untuk melayani konsumen di wilayah Cianjur bagian selatan. Sedangkan 27 SPBU lainnya tersebar di wilayah Cianjur. Faktanya, pasokan belum merata di tiap kecamatan. Karenanya kita perlu meningkatkan pengawasan dan patroli ke seluruh SPBU maupun kios-kios pengecer berkoordinasi dengan Pertamina maupun Hiswana Migas,” jelasnya seusai menghadiri Apel Besar TNI/Polri Dalam Rangka Cipta Kondisi di Lapangan Prawatasari Joglo Cianjur, Jumat (23/3) (KC-02)***.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto rela menyumbangkan darahnya demi misi kemanusiaan
Jln. Pasirgede Raya (KabarCianjur) - Wakil Bupati (Wabub) Cianjur H. Suranto, turut serta mendonorkan darahnya saat menghadiri kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Suryakancana (Bem Unsur), Kamis (22/3).
Kegiatan bakti sosial donor darah ini merupakan kerja sama antara pihak mahaasiswa Unsur dengan pihak  Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur sebagai aksi peduli kemanusiaan para mahasiswa untuk mendonorkan sebagai wujud turut membantu masyarakat dan para penderita penyakit yang membutuhkan darah.
Dikatakan Wabub, donor darah selain sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh, donor ini dilakukannya untuk memberikan contoh tindakan nyata khususnya untuk para mahasiswa agar mau mendonorkan darahnya.
"Donor darah itu baik untuk menjaga kesehatan agar tubuh dapat memproduksi darah baru sehingga stamina dan ketahanan fisik akan jauh lebih baik," kata Wabub.
Wabub sangat mendukung gerakan bakti sosial yang diselenggarakan oleh para mahasiswa Unsur, karena sangat efektif untuk memupuk kebersamaan, solidaritas sosial serta dapat meningkatkan derajat kesehatan para mahasiswa yang tentunya perlu digalakan secara berkesinambungan agar para mahasiswa sebagai agen perubahan di dalam pembangunan Kabupaten Cianjur dapat menjadi generasi penerus yang memiliki kualitas kesehatan dan intelektual serta spiritual yang bagus.
"Dengan demikian modal dasar kesehatan ini akan menunjang terhadap apa yang menjadi visi Kabupaten Cianjur yaitu 'Cianjur Lebih Sejahtera dan Berakhlakulkarimah' sehingga akan terwujud tahap demi tahap dan mengalami peningkatan yang lebih baik," paparnya.
Kebutuhan darah kata Wabub, bagi para pasien yang sangat membutuhkan tidaklah mudah di peroleh. Begitu pula dari para pengelola unit transfusi darah khususnya di Kabupaten Cianjur selama ini sedangkan kebutuhan darah sangat banyak setiap saat. Bahkan tidak jarang di beberapa rumah sakit kekurangan stok darah untuk para pasiennya.
"Sangatlah perlu dengan disosialisasikan tentang pentingannya setetes darah di Cianjur khususnya, untuk mengurangi beban para pasien yang saat ini rentan akan kebutuhan darah yang tersedia," tegas Wabub (KC-02)***.
Karangtengah (KabarCianjur) - Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa bagian plafon bangunan utamanya di ruangan Bidang Bina Ketenagakerjaan dan Bidang Bina Perlindungan Ketenagakerjaan nyaris roboh. Bahkan bila hujan turun ada beberapa bagian yang atapnya bocor.
Berdasarkan pegamatan, tidak hanya di dua bagian tersebut yang kondisinya memprihatinkan. Ruangan kerja Sekretaris Dinsosnakertrans juga mengalami hal yang sama. Jika hijan turun atap ruangan tersebut bocor hingga membasahi lantai.
"Kalau hujan turun, diruangan kerja saya pada bocor. Terpaksa saya pakai plastik untuk menutupnya, kalau tidak bisa rusak berkas-berkas terkena air," kata seorang pegawai Dinsosnakertrans yang minta tidak disebutkan namanya.
Tidak hanya masalah bocor bila turun hujan, kekawatiran lainya yang dirasakan para pegawai di Dinsosnakertrans bila sewaktu-waktu atap plafon roboh. Karena kondisinya sudah terlihat rusak. Beberapa bagian sudah tidak rata lagi dan seperti sudah lapuk.
"Jelas saja kami kawatir kalau sewaktu-waktu atap plafon roboh. Makanya saat turun hujan lebat, kami para pegawai lebih banyak menghindar dari bawah plafon yang kondisinya sudah rusak," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan pegawai lainya, kondisi rusaknya kantor terasa delematis mana kala harus berbicara masalah keselamatan dan kesehatan kerja. "Saya jadi malu ketika kita harus menyampaikan kepada pengusaha tentang keselamatan kerja dan kesehatan kerja, ternyata ruangan kantor kita sendiri sangat tidak layak," kata seorang pegawai lainya.
Menanggapi kondisi tersebut Sekretaris Dinsosnakertrans, Rita Nanjar Priyanti mengatakan telah mengusulkan perbaikan kantor ke Pemkab Cianjur. "Informasinya sudah akan diperbaiki dan masuk melalui Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim)," kata Rita (KC-02)***.
Jln. Siti Jenab (KabarCianjur) - Banyaknya persoalan pengaduan yang masuk ke kantor Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur tidak sebanding dengan jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang dimiliki. Saat ini di kantor Satpol PP hanya terdapat 3 PPNS termasuk seorang Kepala Seksi (Kasi) yang harus menangani perkara pengaduan dalam sehari rata-rata mencapai 10 pengaduan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Ucup S Ditamihardja mengakui keterbatasan jumlah personel PPNS menjadi kendala dalam menangani persoalan yang masuk ke kantornya. "Jelas jumlah PPNS yang hanya tiga orang menjadi kendala tersendiri ketika ada laporan pengaduan yang masuk dan harus segera ditindak lanjuti," kata Ucup.
AKibat keterbatasan PPNS, pihaknya terpaksa harus mengambil langkah prioritas dalam menindak lanjuti setiap persoalan pengaduan yang masuk ke Satpol PP. "Setiap pengaduan pasti kami tindak lanjuti, mungkin hanya waktu saja. Karena semuanya itu harus melalui proses dan prosedur," tegasnya.
Pihaknya juga membantah kalau pelayanan yang diberikan tidak maksimal, karena selama ini dia mengaku telah melaksanakan tupoksi kerja sesuai dengan ketentuan. "Kita terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, meski di PPNS kita memiliki jumlah keterbatasan," katanya.
Keterbatasan anggaran lanjut Ucup, menjadi salah satu kendala untuk menambah jumlah PPNS. Pihaknya mengaku sudah beberapa kali mengusulkan melalui Satpol PP Propinsi Jawa Barat untuk  mengikuti pendidikan PPNS. Namun hingga kini belum ada kesempatan untuk mengikuti pendidikan tersebut.
"Pendidikan PPNS ini biayanya cukup mahal, satu orang bisa mencapai Rp 10 juta lebih, sementara anggaran yang kita miliki jumlahnya sangat terbatas," kata Ucup.
Untuk tahun ini pihaknya mengaku telah mengusulkan dua anggota Satpol PP agar diikutsertakan dalam pendidikan PPNS. "Mudah-mudahan tahun ini mereka bisa ikut pendidikan dan lulus sehingga kekurangan PPNS ini lambat laun bisa tertutupi kalau setiap tahunya ada yang diikutsertakan pendidikan," harapnya (KC-02)***.