March 2017
CIANJUR, [KC].- Seorang guru seni di lingkungan Dewan Kesenian Cianjur (DKC) berinisial I (58) alias Ayah warga Kampung Hegarmanah RT 01/15, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah ditangkap Satreskrim Polres Cianjur, Jumat (24/3/2017).

Penangkapan itu dilakukan setelah Satreskrim Polres Cianjur menerima laporan adanya tindak pidana asusila yang dilakukan tersangka terhadap seorang siswinya.

informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi pada Sabtu (18/3/2017) sekira pukul 11.00 Wib di salah satu ruangan di lingkungan DKC Jalan Suroso, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur.

Dimana korban berinisial AN (15) sedang melaksanakan les membaca puisi kepada tersangka. Lalu saat korban sedang menulis puisi tersangka langsung menjalankan aksi bejatnya dengan menciumi dan meraba-raba bagian payudara korban.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi melalui KBO Reskrim, Iptu A W Nasution mengungkapkan, tersangak ditangkap di kediamannya Jumat (24/3/2017).

Dari hasil penyelidikan kasus itu, Nasution menyebutkan jajarannya mengamankan sejumlah barang bukti, berupa satu buah jaket warna hitam, kaos wanita warna hitam, dan celana jeans warna biru.

"Tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Cianjur. untuk tersangka ini kami jerat dengan pasal 82 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman lima tahun kurungan penjara," ungkap Nasution, saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Kamis (30/3/2017). [KC-02/ang]**
CIBEBER, [KC].- Setelah sempat menggelar sejumlah orasi, tepat pukul 11.00 Wib sejumlah perwakilan massa aksi yang menuntut penutupan tambang pasir ilegal di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber akhirnya ditemui oleh Camat Cibeber, Kepala Desa Sukamaju, dan perwakilan pengusaha galian pasir.

Mereka sepakat untuk melakukan audiensi di Aula Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, sementara massa aksi lainnya menunggu di depan halaman kantor desa sambil berjoget dangdut.

Dalam audiensi itu, sejumlah perwakilan massa aksi menyampaikan langsung tuntutan mereka kepada camat, kades, dan perwakilan pengusaha.

"Pokoknya kami menginginkan aktivitas galian pasir ditutup. Sebab, keberadaan galian pasir sudah merusak alam dan lingkungan desa kami," kata Maman.

Sementara itu, Kades Sukamaju, Hendri menyebutkan pihaknya sepakat untuk menutup galian pasir yang ada di wilayah desanya.Asalkan pemerintah juga sepakat untuk menutup seluruh aktivitas galian pasir yang ada di Kabupaten Cianjur.

"Kalau pemerintah tegas menutup semua galian pasir yang ada di Cianjur kami juga akan menutup. Sebab, kebijakan menutup bukan kewenangan kami," ujar Hendri. [KC-02/ang]**

CIBEBER, [KC].- Massa aksi unjuk rasa menuntut penutupan galian C yang ada di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber hingga pukul 10.00 WIB terus bertambah mereka satu persatu menyampaikan orasi dan tuntutannya.

Seperti yang disampaikan, Usep (40) warga setempat yang mendesak Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber agar mencabut rekomendasi pertambangan pasir yang ada di wilayah itu.

Pasalnya, Asep mengungkapkan masyarakat sekitar tidak pernah merekomendasikan pembukaan pertambangan pasir di sekitar tempat tinggal masyarakat.

"Masyarakat tidak pernah memberikan izin atau rekomendasi dibukanya galian C yang ada di wilayah kami. Jadi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kades tersebut sudah melanggar dan tidak memiliki kesepakatan dengan masyarakat," ujar Usep, saat ditemui di lokasi unjuk rasa, Kamis (30/3/2017).

Usep menambahkan, masyarakat tidak akan membubarkan diri jika pihak terkait tidak dapat memenuhi tuntutan masyarakat. [KC-02/ang]**
CIBEBER, [KC].- Ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat Cibeber peduli lingkungan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kamis (30/3/217) pagi.

Aksi yang digelar itu menuntut penutupan aktivitas galian C yang dinilai ilegal. Pasalnya, aktivitas pertambangan itu sudah sangat merusak lingkungan yang ada di sekitar lokasi galian C.

"Kami mendesak pemerintah daerah dan provinsi agar menindak tegas dan menutup aktivitas galian C yang telah merusak ekosistem lingkungan tempat tinggal kami," kata Rasul Hamdi, seorang perwakilan massa aksi saat menyampaikan orasi.

Rasul menyebutkan, akibat aktivitas galian C itu sejumlah ruas jalan desa yang terlintas kendaraan pengangkut pasir rusak parah.

"Bukan saja jalan yang rusak, tetapi masyarakat sekitar juga mengeluhkan pencemaran udara akibat debu jalan yabg rusak," ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga menuntut tanggungjawab dari pihak pengusaha galian C terhadap salah seorang warga yang menjadi korban tertabrak kendaraan pengangkut pasir. [KC-02/ang]**



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC],- Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Untuk Sugih Mukti Cianjur, melakukan aksi damai ke kantor DPRD di Jalan Abdullah bin Nuh, Rabu (29/3). Mereka menuntut Bupati Cianjur untuk mengindahkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan tuntutan lainnya.

Koordinator Aksi, Ridwan Mubarok menyampaikan aksi ini dilakukan dengan berbagai tuntutan kepada Bupati Cianjur, salah satunya terkait telah diterimanya surat tanggapan atas laporan dan pengaduan Yayasan Cianjur Global Institute (YCGI)  kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan No. B-736/ KASN/ 3/ 2017 tertanggal 08 Maret 2017.

Ridwan menambahkan  salah satu isi rekomendasi tersebut antara lain merekomendasikan kepada Bupati Cianjur untuk mengembalikan mantan pejabat struktural yang telah dinonjobkan ke jabatan posisi yang setara sesuai dengan kualifikasi,  kompetensi dan kinerja serta membatalkan pengangkatan mantan narapidana dalam jabatan struktural di lingkungan Pemkab Cianjur karena dinilai cacat dan batal atasnama hukum.

"Publik dipandang perlu untuk mengetahui tentang substansi dari surat tersebut, yaitu rekomendasi untuk Bupati Cianjur  yang harus segera dilaksanakan dan diketahui oleh khalayak" Ujar Ridwan.

Ridwan juga menuturkan langkah ini dipandang perlu dilakukan sebagai wujud transparansi terhadap publik, demi terwujudnya good govermant and clean governance.

Dalam orasinya  Ridwan menegaskan  jika Bupati Cianjur tidak mengindahkan apa yang sudah direkomendasikan oleh KASN, maka tegas kami nyatakan bahwasanya Bupati Cianjur telah melakukan pembangkangan terhadap UU No. 5 Tahun 2014 Tentang ASN, Pasal 32 Ayat 3: (3) Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dan Pejabat yang Berwenang untuk wajib ditindaklanjuti. Pasal 33 Ayat 1: (1) Berdasarkan hasil pengawasan yang tidak ditindaklanjuti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3), KASN merekomendasikan kepada Presiden untuk menjatuhkan sanksi terhadap Pejabat Pembina Kepegawaian (Bupati) dan Pejabat yang Berwenang yang melanggar prinsip Sistem Merit dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

" Dalam hal ini jelas bahwasanaya Bupati tidak mengindahkan UU  ASN, dan terindikasi melakukan pembangkangan terhadap konstitusi." Ujar ridwan.

Sementara itu seperti yang telah diberitakan media,  Bupati Cianjur,  Irvan Rivano Muchtar,  mengatakan  rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk membatalkan pengangkatan EI dan HK, dua mantan narapidana yang saat ini menduduki jabatan struktural di Pemkab Cianjur sifatnya tidak wajib.
 
"Kalau sudah instruksi baru saya laksanakan karena ini masih rekomendasi sifatnya tidak wajib. Kalau keluar instruksi dari Kemendagri, akan saya lakukan, meskipun yang bersangkutan harus diberhentikan dari PNS," katanya di Cianjur pada wartawan, Selasa.
       
Dia menjelaskan, kasus yang menjerat EI dan HK bukan bermasalah terkait uang negara dan merugikan negara, melainkan sebatas maladministrasi. Namun tambah dia, jika tetap dianggap salah, pihaknya akan menjalankannya setelah muncul instruksi dari kementrian.
       
"Kalau memang dianggap salah meskipun hanya maladministrasi, seharusnya dibuat instruksi jangan sebatas rekomendasi. Kalau hanya rekomendasi yang bersangkutan akan tetap memangku jabatannya," kata Irvan.

Didepan gedung DPRD Cianjur Massa juga melakukan aksi treatikal, namun sayang demonstran gagal  bertemu dengan anggota DPRD Cianjur, karena sedang melakukan Bimbingan Teknis. [KC.10]**

CIANJUR, [KC].- Dibalik ketegasan dan kegarangannya dalam memerangi berbagai tindak kejahatan dan pelanggaran tindak pidana di wilayah hukum Polres Cianjur. Ternyata tersimpan pribadi yang lembut dan penuh kepedulian pada sosok Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi.

Hal itu terbukti, dengan kegiatan rutin yang dirinya dan rekan-rekan media yang bertugas di Kabupaten Cianjur lakukan.

Dimana perwira polisi dengan pangkat balok kuning tiga itu rela berkeliling wilayah Cianjur untuk memberi makan dan pakaian layak pakai bagi warga yang mempunyai gangguan jiwa dan tak lagi mendapatkan perhatian keluarganya.

"Ini hanya giat spontan saja, kami sangat terenyuh dan terpanggil saat melihat mereka (orang mengalami gangguan jiwa, red) hanya menjadi tontonan dan olok-olokan masyarakat sekitar," jelas Benny, kepada wartawan, Rabu (29/3/2017).

Padahal, disebutkan Benny orang-orang yang mengalami gangguan jiwa itu mempunyai hak dan kesempatan yang sama layaknya orang sehat.

"Semoga ini menjadi tradisi yang dapat terus dilakukan. Sebab, selain kita yang mempunyai sehat jiwa dan raga siapa lagi yang akan peduli terhadap mereka?" ucapnya.[KC-02/ang]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Ratusan massa aksi tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti Untuk Cianjur (Ayat Suci) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Cianjur Jalan KH Abdullah bin Nuh, Rabu (29/3/2017).

Massa yang didominasi kaum perempuan itu sempat melakukan orasi dibawah pengawalan ketat aparat gabungan dari Polisi/TNI. Aksi unjuk rasa itu menuntut kebijakan-kebijakan Bupati Cianjur yang dinilai tidak pro rakyat.

"Kami menuntut pemerintahan yang good govermant dan clean governance" kata Koordinator Aksi, Ridwan Mubarok saat melakukan orasi.

Selain itu, Ridwan menyebutkan banyak kebijakan yang diambil Bupati Cianjur terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyalahi aturan.

"Kami mendesak Bupati Cianjur untuk membatalkan SK Bupati No 820/Kep.101/BKPPD/2016 tentang rotasi dan mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemkab Cianjur," ucapnya.[KC-02/ang]**

CIANJUR,[KC],- Seni beladiri pencak silat Maenpo Cianjur, mendapat perhatian dunia yakni akan tampil di depan petinggi The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada bulan Mei 2017 mendatang.

“Sayangnya, ketika mendapatkan perhatian dari internasional, Maenpo Cianjur belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerahnya sendiri,” kata pelestari Maenpo aliran Cikalongan, Aziz Asy’ari, di Cianjur.

Dia menjelaskan, tampilnya Maenpo di UNESCO merupakan usulan dari Pemerintah Provinisi (Pemprov) Jabar untuk menjadikan pencak silat sebagai warisan dunia, termasuk berbagai aliran silat lainnya di Indonesia.

“Berbagai aliran silat akan ditampilkan nantinya, Cianjur pun dengan Maenpo-nya akan tampil di sana dalam mendorong pencak silat sebagai warisan budaya dunia,” katanya.

Dia menuturkan, meski saat ini peminat Maenpo Cianjur belum besar dibandingkan aliran pencak silat atau beladiri lainnya, namun dalam setiap agenda, aliran pencak silat khas Cianjur ini selalu diundang untuk tampil.

Namun, ungkap Abah Aziz, hingga saat ini, Pemkab Cianjur masih belum menunjukkan kepeduliannya terhadap salah satu pilar budaya Cianjur tersebut. Bahkan dalam berbagai event dan pengenalan Maenpo, pihaknya terpaksa harus mencari dana sendiri.

“Karena kecintaan, kepedulian dan keikhlasan, membuat kami tidak kesulitan mendapat biaya, meskipun pas-pasan. Meskipun saat ini telah menjadi perhatian dunia, belum juga menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.

Minimnya generasi muda dan warga di Cianjur yang peduli dengan keberadaan Maenpo menjadi kendala lain untuk dilakukan pengembangan. “Malah yang antusias itu banyaknya dari luar Cianjur, hingga luar negeri. Bisa dihitung jari murid kami dari Cianjur,” katanya.

Dia menambahkan, meskipun minim perhatian, pihaknya tetap melestarikan budaya asli Cianjur tersebut hingga mancanegara. “Ibarat kata pepatah jangan sampai tikus mati di lumbung padi. Cianjur sebagai pemilik Maenpo, tapi tidak dikenal anak cucu, kami akan terus melestarikan budaya leluhur Cianjur ini,” katanya.[KC.04/net/beritasatu]**
CUGENANG, [KC].- Sejumlah desa diwilayah Kecamatan Cugenang sudah mulai menerima distribusi Beras Untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) tahun 2017. Hanya saja rastra yang diterima tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Seperti yang diterima Desa Sukamanah dan Desa Cijedil. Kedua desa tersebut telah menerima Rastra, hanya saja tidak sesuai dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSM). "Jumlah RTSMnya naik, tapi jumlah rastranya tidak, malah berkurang," ujar seorang perangkat Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Sementara Kepala Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Pudin mengakui jika diwilayahnya jumlah masyarakat miskin mengalami kenaikan. "Kenapa harus malu, saya tidak pernah menutupi, memang jumlahnya mengalami kenaikan. Termasuk RTSM yang seharusnya mendapatkan rastra, juga naik," tegas Pudin.

Pudin menyayangkan, kendati Rastra sudah turun, tapi tidak mengkover semua RTSM yang mengalami kenaikan. "RTSMnya naik, tapi rastranya malah turun, kondisinya saat ini demikian," paparnya.

Hal serupa juga terjadi di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Di desa yang berbatasan dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur ini rastra yang diterima mengalami pengurangan sekitar enam kwintal. "Jumlahnya mengalami penurunan sekitar enam kwintal. Hampir seluruh desa di Cugenang mengalami penurunan," papar Kepala Desa Sukamanah, Enang Saepudin saat dihubungi terpisah.

Kendati kuotanya berkurang, rastra yang diterima kali ini kualitasnya terbilang sedang. Pihaknya juga mengharapkan, rastra yang sempat terlambat ini bisa turun kembali dalam satu bulan ini. "Harapan kami bisa segera turun pagu rastra yang kedua, karena sangat dinantikan masyarakatt," paparnya. [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Semangat Yang Tak Terkalahkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Ini sebuah kisah tentang perjalanan seorang Insan menatapi jejak kehidupan, ia lahir ke Dunia dari keluarga tidak miskin kurang kaya tapi sederhana. Ayah berdagang ibu mengasuh dia di rumah, sejak kecil hanya bersikap pasrah. Dirinya Di beri nama Muhammad Raditya Dika, Seorang Anak Laki-Laki yang Sejak kecil hidupnya sangat sederhana, Walau Hidupnya sederhana Anak Laki-Laki Berumur 11 Tahun yang kerap di Sapa Radit itu mempunyai cita-cita dan semangat yang tinggi dan Ambisinya sejak kecil dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan sejak itu pula dia Semangat serta Rajin untuk mencapai Harapannya, menggapai mimpinya Meraih Cita-Citanya sebagai seorang Tentara atau lebih di kenal dengan sebutan TNI.
Saat ini Ia Duduk di bangku kelas 6 SD, di Sekolah SD Simpangan 01, sebentar lagi ia akan Lulus dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP Selain Sekolah dan Belajar ia juga rajin membantu Ibunya mengasuh Adik-adiknya yang masih kecil. Ia Radit adalah anak Pertama dari Tiga Bersaudara Adiknya yang pertama Bernama Ananda Syifa Fauziah yang masih Berumur 9 Tahun duduk di Bangku Kelas 4 SD di sekolah yang sama yaitu SD Simpangan 01, serta adiknya yang paling kecil Bernama Muhammad Sigit Darmawan ia masih berumur baru 1 Tahun
... baca selengkapnya di Semangat Yang Tak Terkalahkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
CIANJUR, [KC].- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur mewacanakan aturan bagi para pelajar untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
Wacana itu untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas di kalangan pelajar.
Kepala Disdikbud Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan lembaga pendidikan mulai dari tingkat menengah hingga atas.
"Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor di kalangan pelajar Cianjur menjadi salah satu prioritas kami," kata Cecep, kepada wartawan, Selasa (21/3/2017).

Cecep menuturkan, upaya perlu segera dilakukan adalah mengantisipasi tinjauan kemungkinan terjadinya kucing-kucingan pelajar dengan pihak terkait.
"Hal ini yang harus diantisipasi, pasalnya dapat mempersulit upaya kami untuk mendeteksi seberapa banyak pelajar yang membawa kendaraan ke sekolah," tuturnya.
Namun, Cecep mengakui jika larangan itu masih berbenturan dengan kebutuhan transportasi. Akses menuju sekolah dengan menggunakan transportasi umum memang dianggap memperlambat siswa untuk datang tepat waktu, diakibatkan kemacetan Cianjur yang semakin parah.
"Makanya diperlukan kajian khusus, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru. Tapi tetap wacana ini baik dan perlu diupayakan. Apalagi, Cianjur semakin macet dan mungkin saja pembatasan kendaraan siswa sedikit banyak dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas," ucapnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cianjur melalui Kanit Turjawali, Yudistira mengungkapkan, rencana pembatasan kendaraan akan lebih efektif jika sekolah memiliki aturan tegas untuk menindak siswa yang membawa kendaraan.
"Pihak sekolah jadi pilar utama upaya pembatasan ini, karena mereka yang terlibat dan terikat secara langsung dengan kebiasaan siswa itu. Makanya, tindak tegas harusnya ada di pihak sekolah," ujar Yudistira.
Ia mengatakan, pihak kepolisian sebagai pelaksana peraturan di lapangan pada dasarnya siap berkoordinasi dan menerapkan wacana tersebut. Dengan kata lain, polisi bertanggungjawab untuk mengatur, menjaga, dan menindak di luar sekolah.
Hanya saja, Yudistira menilai, sanksi tegas dari sekolah dinilai akan lebih memberikan pengaruh agar siswa tidak membawa kendaraan pribadi lagi ke sekolah. Besar kecilnya sanksi pun diserahkan secara leluasa kepada pihak sekolah, tapi ia mengimbau hukuman diberikan secara konsisten.
Ia pun mengharapkan, secara perlahan aturan yang telah diterapkan lebih dulu oleh Pemkab Purwakarta itu dapat segera terlaksana di wilayah Cianjur. Seluruh pihak, yakni dinas, sekolah, dan kepolisian juga harus bekerjasama dan menerapkannya secara berkesinambungan.
"Selain untuk ketertiban berlalulintas, pembatasan atau pelarangan juga diharapkan bisa menekan angka kecelakaan yang sampai sekarang didominasi oleh kalangan pelajar," ujarnya. [KC_02/ang]**












BOJONGPICUNG, [KC].- Berbagai ragam dilakukan untuk meningkatkan minat baca, seperti halnya yang dilakukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Alhijrah, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung. PKBM tersebut mendirikan sebuah perpustakaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diberi nama Cianjur Maca Buku (Cambuk).

Meski terbilang masih baru, tapi sudah memiliki jumlah buku bacaan sebanyak 6700 judul. Para pengurus dan anggota Cambuk, tidak hanya menggelar bukunya di taman bacaan yang telah disediakan, tapi juga menjaring peminat baca buku melalui mobil Cambuk, tiap sore hari dan hari libur kesetiap banyak berkumpulnya anak-anak pelajar dan masyarakat Desa Jatisari, seperti halnya di posyandu, Poskamling, TPA, Paud, Diniyah dan di tempat yang dianggap setrategis.

TBM Cambuk itu, sebenarnya tidak hanya khusus keliling di perkampungan yang ada di Desa Jatisari saja, tapi keliling kesetiap perkumpulan warga yang ada di desa lainnya di Kecamatan Bojongpicung, seperti halnya ke Desa Cikondang, Sukajaya, Sukarama, Jati dan Desa Cibarengkok.

"Kita ingin terus mengembangkan minat baca ini melalui perpustakaan. Kita akan mengembangkan sayap ke setiap desa yang ada di Kecamatan Bojongpicung dan semoga perjuangan sosial seperti ini terus berlanjut, biarpun kendala halangan rintangan dan tantangan terus saling berganti, Seperti kurangnya biaya tranportasi mobil, kurangnya buku bacaan dan alat penunjang lainnya," kata Wandi Ubaidillah Ketua TBM Cambuk.

Pihaknya sangat mengharapkan adanya sumbangsih dari masyarakat untuk menyumbangkan buku bacaan. "Yang sekiranya sudah tidak terpakai, kami siap menerimanya untuk disumbangkan pada TBM Cambuk yang nantinya akan dimanfaatkan dijadikan aset dan dibaca semua peminat," katanya.
Asep Sulaeman tokoh pemuda Desa Jatisari, merasa bangga adanya TBM Cambuk yang terus berupaya menumbuhkembangkan minat baca masyarakat. Meski dengan keterbatasan, tapi mampu melakukan terobosan keliling menggunakan mobil kesetiap pelosok kampung dengan hanya membawa buku bacaan.

"Hebatnya ladi tidak sedikit anak-anak pealajar SD, SMP, SLTA dan masyarakat yang berminat membaca bukunya. Tentu saja semua itu, harus banyak mendapat perhatian dari pihak pemerintahan, khususnya pemerintahan Desa Jatisari, kenapa tidak mungkin bisa sedikit menyisihkan dari APBDes untuk keberlangsungan TBM Cambuk yang siap mencerdaskan warga Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung," tegas Asep. [KC-02/pip]**






KEINGINAN Neng Wulan (7) untuk bersekolah layaknya anak seusiannya hingga saat harus tertunda. Putri semata waryang, anak pasangangan suami istri (pasutri) Ujang Husen dengan Siti Fatimah warga Kampung Sukajadi RT 02/RW 01, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur tumbuh tidak seperti anak seusiannya.
Meski sepintas nampak tidak ada kelainan, namun anak yang memiliki berat badan 10,5 kg itu kondisinya sangat memprihatinkan. Ia tidak bisa berdiri normal seperti anak lainnya. Kalaupun harus berdiri, ia tidak kuat lama. Tubuhnya mendadak lemas, seperti tidak memiliki tenaga.
Semua itu terjadi tidak terlepas akibat dari penyakit yang pernah dideritanya seperti jantung, asma dan diduga pula pernah menderita gizi buruk. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu kendala keluarga yang kesehariannya hanya menjadi buruh tani itu untuk membawa berobat sang pujaan hati.
Menurut Dede Herawati (27) tante dari Neng Wulan, sejak usia tiga bulan Neng Wulan diduga menderita penyakit, jantung, asma dan gizi buruk. Namun karena tidak memiliki biata, anak semata wayang itu belum pernah dibawa berobat baik ke Posyandu, Puskesmas mapun ke Rumahsakit.
"Faktor ekonomi kenapa tidak dibawa berobat, saat ini ibunya Neng Wulan rela menjadi Tenaga Kerga Wanita (TKW) di Timur Tengah demi mengobati anaknya. Namun sayangnya menginjak usia dua tahun bekerja di luar negeri, ibunya belum pernah ngirim uang," kata Dede, Minggu (19/3/2017) .
Biarpun seperti itu, tetap saja harapan ayah Neng Wulan, Nenek dan keluarga masih semangat, teap ingin mengobati Neng Wulan supaya bisa sembuh dan bisa sekolah seperti halnya teman seusianya. "Beberapa hari lalu sempat dibawa ke pengobatan gratis saat ada kegiatan Cianjur Ngawangun Lembur di Desa Jatisari," terangnya.
Hasil dari pemeriksaan kesehatannya, Neng Wulan dinyatakan tidak terdeteksi adanya penyakit, kecuali adanya dugaan penyakit jantung. "Diagnosanya seperti itu dan harus ditangani oleh dokter spesialis atau dibawa ke RSUD Cianjur," jelasnya.
Sementara itu, dr. Rukun yang sempat memeriksa Neng Wulan menjelaskan, memang benar adanya bahwa Neng Wulan telah diperiksa kesehatannya, namun untuk sementara karena keterbatasan pralatan kesehatan,Neng Wulan tidak ditemukan menderita penyakit, kecuali adanya bekas penyakit jantung saat ia masih kecil.
"Untuk lebih apdolnya, mengenai kesehatan Neng Wulan lebih baik diperiksakan pada doktor ahli dalam atau dibawa ke RSUD Cianjur, untuk dilakukan diagnosa terlebih dahulu dan dilaksanakan secara mendetail dengan alat yang leboh lengkap," kata Rukun.
Ketua LPM Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung Asep Sulaeman menyayangkan, jika keberadaan warganya yang mengalami sakit tidak sampai terdeteksi oleh pemerintah desa.
"Jujur saja baru sekarang ini, namun bila benar adanya itu sangat disesalkan pihak Pemerintahan Desa Jatisari, tidak ada seorangpun para Ketua RT/RW, Kader Posyandu yang melaporkannya pada pihak Pemerintahan Desa. Seandainya tahu dari sejak dulu, mungkin akan berupaya untuk memeriksaka pada ahli medis, supaya Neng Wulan minimal bisa diketahui nama penyakitnya, seperti gizi buruk, jantung maupun asma," paparnya. [KC-02/pip]**








CIANJUR, [KC].- Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Rizaldi mengatakan, untuk peluncuran perdana rastra ada dua desa yaitu Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur dan Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangtengah.

"Untuk memaksimalkan pengadaan beras kami berencana menambah gudang yang tersebar di Kabupaten Cianjur," kata Rizaldi.

Rizaldi menambahkan, stok beras di Kabupaten Cianjur mencapai rasio 2,33 dan aman hingga tahun depan. "Pengadaan gabah beras tahun 2016 mencapai 540 ribu ton dan tahun 2017 menjadi 603 ribu ton," katanya. [KC-02/ang]**

CIANJUR, [KC].- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur meluncurkan program beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) tahun 2017 di halaman Kantor Bulog Subdivre Cianjur, jalan Dr. Muwardi (by Pass), Senin (20/3/2017) pagi.

Peluncuran rastra itu merupakan upaya pemerintah untuk membantu mengurangi jumlah keluarga miskin.

Asda II Setda Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono saat menyampaikan sambutan Bupati Cianjur, mengungkapkan untuk mencapai hasil maksimal dalam upaya pengentasan kemiskinan pihaknya meminta semua pihak yang terlibat dalam pendistribusian rastra dapat mematuhi setiap aturan dan petunjuk yang ditetapkan.

"Patuhi petunjuk dengan sebaik-baiknya, jalin koordianasi dengan pihak terkait, dan berikan informasi kepada masyarakat penerima manfaat," ujar Yanto.

Yanto meminta, untuk realisasi rastra tahun 2017 dapat berjalan lancar dan mencapai target 100 persen.

"Realisasi rastra tahun 2016 mencapai 97,86 persen. Dan untuk tahun ini diharapkan sesuai target mencapai 100 persen," ucapnya.

Sesuai data yang dimiliki, disebutkan Yanto, jumlah keluarga penerima manfaat rastra di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan dari sebelumnya 211.066 keluarga penerima manfaat menjadi 189.999 keluarga.

"Ada penurunan untuk jumlah tonase dari sebelumnya mencapai 37 ribu ton menjadi 34.902 ton," ucapnya. [KC-02/ang]**

SUKALUYU, [KC].- Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polres Cianjur secara rutin mendatangi sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga pendidikan atas yang ada di Kabupaten Cianjur.

Seperti yang dilaksanakan pada Senin (20/3/2017) pagi, unit Dikyasa yang dipimpin langsung oleh Kanit Dikyasa Polres Cianjur, Ipda Jaelani menyambangi SD Negeri Sindangraja 03, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu.

Dalam kegiatan itu, selain memimpin upacara pengibaran bendera. Unit Dikyasa Polres Cianjur juga memberikan bantuan ratusan buku tulis bagi para siswa di sekolah itu.

Kanit Dikyasa Polres Cianjur, Ipda Jaelani mengungkapkan, kegiatan yang rutin dilakukan jajarannya itu merupakan bagian dari program Polisi Peduli dan Polisi Sahabat Anak.

"Kami tetap berusaha untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat maupun para siswa. Dan ini rutin kami lakukan setiap hari," ungkap Jaelani, saat ditemui usai kegiatan.

Jaelani menambahkan, dalam setiap kegiatan bertema Police Go to School itu jajarannya juga sekaligus memberikan materi Kamseltibcarlantas.

"Dalam materi tersebut, kami memberikan pengetahuan kepada para siswa dan guru bagaiman cara menyeberang jalan yang baik dan benar. Serta memberikan pemahaman dan disiplin berlalulintas," ucapnya. [KC-02/ang]**
CIANJUR, [KC].- Ratusan prajurit di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur mengikuti kegiatan tes urine yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, di Aula Makodim 0608 Cianjur, Senin (20/3/2017).

Dandim 0608 Cianjur, Letkol ARM Imam Haryadi mengungkapkan, kegiatan tes urine bagi para prajurit di Kodim 0608 Cianjur itu merupakan program rutin yang digelar setiap enam bulan.

Dijelaskan Imam, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkotika di lingkungan prajurit Kodim 0608 Cianjur.

"Ini sudah menjadi agenda rutin kami, dan bertujuan untuk membebaskan para prajurit dari narkotika," jelas Imam, saat ditemui usai pelaksanaan tes urine.

Imam menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi prajurit yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

"Prajurit yang ikut dalam tes urine ada sekitar 545 orang. Jika ada yang terlibat akan langsung diberikan sanksi tegas, kami tak main-main dengan para penyalahguna dan pengedar narkotika," tegasnya. [KC-02/ang]**
CIANJUR, [KC].- Kendala geografis dan sarana prasarana, menjadi alasan utama masih rendahnya keikutsertaan SMP di Kabupaten Cianjur dalam pelaksanaan UNBK yang akan digelar bulan Mei mendatang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Hilman Sujadi mengungkapkan, persoalan dalam pelaksanaan UNBK di Kabupaten Cianjur tak hanya sarana prasarana saja. Tetapi pasokan jaringan internet yang memadai di sejumlah wilayah di Cianjur juga menjadi perhatian serius.

Sebab, dijelaskan Hilman, masih ada wilayah di Kabupaten Cianjur yang kesulitan untuk mendapatkan pasokan jaringan internet, terutama wilayah Cianjur bagian selatan.

"Tidak semua sekolah mendapatkan jaringan yang baik. Sementara untuk UNBK pelaksanaannya bergantung pada pasokan jaringan internet yang maksimal," jelas Hilman, Minggu (19/3/2017).

Namun, Hilman menyebutkan untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan penyedia jaringan internet terkait pasokan jaringan internet pada saat pelaksanaan UNBK.

"Berdasarkan data, baru 34 sekolah yang berada di daerah perkotaan dengan 5231 siswa yang siap melaksanakan UNBK dari total 283 sekolah dengan 29.339 siswa," ucapnya. [KC-02/ang]**
CIANJUR, [KC].- Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Kabupaten Cianjur menyebabkan debit air di Sungai Cianjur yang melintasi tengah kota meningkat.

Kondisi itu menyebabkan masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran Sungai Cianjur khawatir terjadinya luapan debit air yang lebih besar dan terjadi bencana.

Dadi (37) warga Kampung Pamoyanan, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur menuturkan peningkatan debit air di Sungai Cianjur terjadi sejak satu pekan terakhir.

"Meskipun, ada penyurutan debit air. Namun, setiap turun hujan terutama yang terjadi di daerah hulu debit air pasti kembali meningkat," tutur Dadi, saat ditemui, Minggu (19/3/2017).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah aliran Sungai Cianjur agar lebih waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas.

"Terutama yang memiliki ruang dapur atau rumah bagian belakangnya bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Cianjur. Takutnya sewaktu-waktu tergerus air," imbau Asep.

Asep menambahkan, agar masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian bencana yang terjadi.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mewaspadai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi," ucapnya. [KC-02/ang]**
PAGELARAN, [KC].- Seorang warga Amat bin Oji (45) tewas setelah tertimbun longsor yang terjadi didekat rumahnya di Kampung Tengek RT 01/RW 05, Desa Salagedang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jumat (18/3/2017) petang.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban saat itu sekitar pukul 16.00 WIB bersama seorang warga bernama Jejen tengah berupaya membetulkan saluran air yang berada dibelakang rumahnya. Korban kawatir air akan masuk kedalam rumah karena hujan sebelumnya terjadi cukup deras.

Disaat tengah berupaya membelokkan air agar tidak sampai kerumahnya, tiba-tiba datang air besar. Bersamaan dengan itu tebing diatasnya roboh. Korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga terseret dan terkubur longsoran. Sementara warga yang bersama korban berhasil selamat.

"Kita berhasil menemukan korban beberapa meter dari rumahnya. Kondisinya sudah meninggal dan terkubur puing-puing longsoran tanah dan bebatuan," ujar Usep (40) warga yang ikut melakukan evakuasi korban.

Butuh waktu lebih dari satu jam untuk mengevakuasi korban dari longsoran. Setelah berjuang keras, jasad korban berhasil diangkat dan dibawa kerumahnya. "Menjelang magrib, kami baru berhasil mengangkat jasad korban dari longsoran. Kondisinya saat diangkat sudah meninggal dengan tubuh tertelungkup," paparnya. [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman menuturkan, BPBD telah melakukan peninjauan ke lapangan dan menyatakan terdapat beberapa rumah rusak dan terancam.

"Sudah dicek ke lokasi dan terus dilakukan pemantauan, khawatir ada bencana susulan. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait untuk bantuan logistik dan penanganan pasca bencana," ujar Asep.

Asep menambahkan, selain Cikahuripan, BPBD juga mendapatkan informasi terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Cianjur selatan yang menutup akses transportasi.

"Sejauh ini, kami terus mendata titik mana saja yang terjadi longsor. Kami imbau kepada warga agar terus waspada, terlebih cuaca buruk terus terjadi," ucapnya. [KC-02/ang]**
CIANJUR, [KC].- Arus lalu lintas yang menuju ke Cianjur selatan sempat tersendat akibat terjadinya longsor sejumlah titik. Diantaranya di Cadas Hideung, Rawa Kalong Kecamatan Pagelaran, dan Pasir Pari Kecamatan Sukanagara.

Salah satu warga yang berada di lokasi longsor Cadas Hideung dan Rawa Kalong, Muhammad Andi Suhendi (20) mengatakan, longsor terjadi pada Jumat (17/3/2017) sore setelah kawasan itu diguyur hujan deras sejak siang hari.

Tidak ada korban jiwa akibat musibat itu, tapi akses jalan raya Sukanagara-Pagelaran terganggu karena material longsor menutupi badan jalan.

"Longsor di kawasan tersebut kerap terjadi setelah diguyur hujan deras. Jalan utama pun sering tertutup material longsor akibat kontur tanah di tebing-tebing sepanjang jalan yang mudah tergerus air hujan," kata Andi. [KC-02/ang]**
GEKBRONG, [KC].- Enam rumah di dua kampung di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong rusak berat akibat terbawa longsor, dan sepuluh rumah lainnya terancam, Jumat (17/3/2017) petang.

Informasi yang dihimpun, selain merusak belasan rumah  warga, longsor itu juga merusak hektaran sawah di sekitar lokasi. Material longsor diketahui menimbun lahan persawahan milik warga.

Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Irwan Kustiawan mengatakan, longsor disertai banjir pertama terjadi, Kamis (16/3/2017) sore. Namun hingga saat ini, longsoran kecil terus terjadi dan mengancam pemukiman.

"Awalnya hujan deras sejak hari kemarin (Kamis). Dan hingga tadi (Jumat) longsoran masih saja terus terjadi di beberapa titik," kata Irwan, saat dihubungi wartawan, Jumat (17/3/2017).

Irwan menyebutkan, longsor terjadi di tebing yang berada di Kampung Pasirbedil dan Kampung Nyelempet.

"Satu rumah yang ambruk itu tertimpa material longsoran. Sementara lima rumah lainnya terbawa longsor di bagian belakangnya, karena berada dekat dengan tebing," jelasnya.

Diungkapkan Irwan, longsor susulan pun terjadi di dua kampung lainnya, yakni Kampung Cibarengkok dan Cimaja. Tebing Gunung Puntang ambruk dan menutup 5000 meter persegi areal pesawahan yang siap panen. Kerugian materi pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Kami telah mengirimkan surat pemberitahuan ke sejumlah instansi, agar segera dilakukan antisipasi dan bantuan lanjutan kepada warga yang tertimpa musibah," ucapnya. [KC-02/ang]**
Ilustrasi
BOJONGPICUNG, [KC].- Tudingan adanya sejumlah pungutan yang terjadi SMPN 1 Bojongpicung dibantah dengan tegas oleh Kepala SMPN 1 Bojongpicung, Usep Priyadi. Tudingan tersebut sangat disayangkan, apalagi mengenai adanya kutipan uang dengan nilai berfariasi pada siswa kelas IX. yang akan meneruskan sekolah kejenjang berikutnya.

"Itu tidak benar, yang benar itu adalah kami telah melakukan pendataan siswa yang akan melanjutkan ke SMA/SMK. Karena kita diminta oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengetahui prosentase berapa yang melanjutkan," kata Usep saat dihubungi, Jumat (17/3/2017).

Mengenai dilaksanakanya renang ke kolam renang yang ada di Cipatat Bandung Barat, itu selain dekat, murah dan lokasinya terjamin dan anggota TNI siap ikut membimbing dan menjaga keamanan siswa yang sedang eskul renang. Sedangkan mengenai tabungan siswa, sengaja diberhentikan, karena adanya larangan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten.

"Ini bukan macet di pihak sekolah, melainkan akan dibagikan secara prosedur, nanti saat siswa akan menghadapi acara perpisahan dan kenaikan kelas. Untuk study tour, itu sudah ada dalam aturan, diperbolehkan yang penting tepat waktu dan tepat sasaran, hingga nantinya siswa akan mampu mendapatkan ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang berbagai situs dan cagar budaya," ungkapnya.

Usep juga menegaskan, jika ada orang tua siswa yang melaporkan bahwa adanya pungutan liar ke bupati dan tidak sesuai dengan fakta, pihaknya tidak akan tinggal diam. "Kalau pengaduannya tidak benar, kita akan kembali mengadukan kepihak yang berwajib, karena seluruh yang diadukannya tidak sesuai, hingga mencemarkan nama baik sekolah," paparnya.

Sebelumnya, maraknya pungutan yang terjadi di SMPN 1 Bojongpicung membuat sejumlah orang tua murid geram. Bahkan salah seorang diantaranya berencana akan melaporkan secara tertulis kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar saat menggelar Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) diwilayah Bojongpicung hari ini, Jumat (18/3/2017).

"Banyak pungutan yang jelas-jelas membebankan orang tua siswa. Seperti seringnya dilaksanakan renang untuk seluruh siswa dengan mengunakan kolam renang di Bandung Barat, dengan nilai Rp30 ribu persiswa. Apa ini bukan pungutan, di Cianjur banyak kolam renang yang bagus-bagus, kenapa harus ke Bandung Barat," kata Dangin Puri, orang tua siswa yang akan melaporkan secara tertulis maraknya pungutan di SMPN 1 Bojongpicung.

Menurut Dangin Puri, pungutan lainya yang saat ini terjadi diantaranya kegiatan study tour kelas VII. Sebesar Rp 360 ribu/siswa, kelas VIII Rp 320 ribu/siswa dan kelas IX Rp 660 ribu sampai Rp 760 ribu/siswa. Selain itu bagi siswa kelas IX yang akan melanjutkan sekolah juga dikenakan pungutan untuk yang melanjutkan dilingkungan Bojongpicung sebesar Rp 30 ribu/siswa, yang melanjutkan sekolah di sekitar Kecamatan Ciranjang sebesar Rp 50 ribu/siswa dan Rp 80 ribu bagi yang melanjutkan ke Cianjur.

"Tabunagn siswa saat ini juga mandeg hingga tidak bisa dibagikan, belum lagi pungutan alasan untuk sumur bor dan masih banyak lagi. Intinya semua itu tidak pernah dimusyawarakan terlebih dahulu dengan pihak orang tua siswa, jelas kami selaku orang tua merasa keberatan. Makanya akan kami laporkan ke bupati semoga ada pembinaan," paparnya. [KC-02/pip]**







CIANJUR [KC].- Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polsek Pacet terbilang tinggi. Hal itu diungkapkan Kapolsek Pacet AKP Rusdi, melalui Kanit Reskrim Iptu Yosua Farin, Jumat (17/3/2017).

Yosua menyebutkan dalam kurun waktu Januari-Februari 2017, setidaknya terdapat 35 kasus curanmor yang ditangani jajarannya.

"Untuk kasus curanmor masih tinggi. Pada bulan Januari ada 13 kasus curanmor sepeda motor dan tiga kasus curanmor mobil. Sementara pada bulan Februari ada 16 kasus curanmor motor dan tiga kasus curanmor mobil," jelas Yosua.

Yosua meminta masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan tempat tinggalnya dan segera melaporkan setiap terjadinya gangguan kamtibmas.

"Kami tidak dapat bekerja sendiri, dengan keterbatasan personil yang ada. Namun, kami terus berusaha untuk menekan angka kejahatan yang terjadi di wilayah Pacet-Cipanas," ucapnya. [KC-02/ang]**
BOJONGPICUNG, [KC].- Maraknya pungutan yang terjadi di SMPN 1 Bojongpicung membuat sejumlah orang tua murid geram. Bahkan salah seorang diantaranya berencana akan melaporkan secara tertulis kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar saat menggelar Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) diwilayah Bojongpicung hari ini, Jumat (18/3/2017).

"Banyak pungutan yang jelas-jelas membebankan orang tua siswa. Seperti seringnya dilaksanakan renang untuk seluruh siswa dengan mengunakan kolam renang di Bandung Barat, dengan nilai Rp30 ribu persiswa. Apa ini bukan pungutan, di Cianjur banyak kolam renang yang bagus-bagus, kenapa harus ke Bandung Barat," kata Dangin Puri, orang tua siswa yang akan melaporkan secara tertulis maraknya pungutan di SMPN 1 Bojongpicung.

Menurut Dangin Puri, pungutan lainya yang saat ini terjadi diantaranya kegiatan study tour kelas VII. Sebesar Rp 360 ribu/siswa, kelas VIII Rp 320 ribu/siswa dan kelas IX Rp 660 ribu sampai Rp 760 ribu/siswa. Selain itu bagi siswa kelas IX yang akan melanjutkan sekolah juga dikenakan pungutan untuk yang melanjutkan dilingkungan Bojongpicung sebesar Rp 30 ribu/siswa, yang melanjutkan sekolah di sekitar Kecamatan Ciranjang sebesar Rp 50 ribu/siswa dan Rp 80 ribu bagi yang melanjutkan ke Cianjur.

"Tabunagn siswa saat ini juga mandeg hingga tidak bisa dibagikan, belum lagi pungutan alasan untuk sumur bor dan masih banyak lagi. Intinya semua itu tidak pernah dimusyawarakan terlebih dahulu dengan pihak orang tua siswa, jelas kami selaku orang tua merasa keberatan. Makanya akan kami laporkan ke bupati semoga ada pembinaan," paparnya. [KC-02/pip]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Tim penilai Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) dari Polda Jawa Barat dan Dishub Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Kasubdit Dikyasa Polda Jabar AKBP Satya Widi meninjau dan menilai langsung KTL Jalan Hoscokroaminoto dan Mangunsarkoro, Cianjur, Kamis (16/3/2017) sore.

AKBP Satya Widi mengkonfirmasi ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan dalam kegiatan yang digelar serentak di seluruh Polda Jabar itu.

"Fokus penilaian dalam kegiatan ini diantaranya sarana dan prasarana penunjang yang ada di KTL. Seperti, trotoar yang ramah bagi pejalan kaki, tidak adanya PKL yang mangkal di atas trotoar ataupun badan jalan," ujar Satya, saat ditemui di Pos Terpadu KTL Jalan Mangunsarkoro, Cianjur.

Satya menyebutkan, kondisi KTL di Kabupaten Cianjur pada dasarnya sudah baik, hanya saja ada beberapa yang perlu peningkatan.

"Jika dibandingkan dengan kota/kabupaten yang telah disambangi, Cianjur sudah baik. Hanya saja, untuk trotoar masih minim fasilitas penunjang bagi kaum difabel," ucapnya.

Diungkapkan Satya, pihak Polda Jawa Barat sengaja menggelar kegiatan itu juga untuk menggugah kembali kesadaran masyarakat dalam berkendara di jalan raya.

"Tentu harapan kami dari pelaksanaan lomba KTL ini dapat mendapat pembelajaran, sehingga seluruh jalan di wilayah hukum Polda Jabar dapat menjadi kawasan tertib lalulintas," tandasnya. [KC-02/ang]**




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polres Cianjur menyambangi sejumlah SMA/SMK yang ada di Kabupaten Cianjur. Kegiatan itu untuk menyampaikan surat teguran bagi para siswa yang melakukan pelanggaran lalulintas.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP R Erik Bangun Prakarsa melalui Kanit Turjawali, Ipda Yudistira mengatakan, surat teguran bagi para pelajar yang melakukan pelanggaran lalulintas itu disampaikan langsung kepada pihak sekolah yang bersangkutan.

Upaya itu, dijelaskan Yudistira untuk memberikan efek jera kepada para pelajar dan meningkatkan komunikasi dengan pihak sekolah untuk terlibat langsung dalam memberikan pemahaman dan disiplin dalam berlalulintas.

"Ini merupakan bagian dari kegiatan Ops Simpatik Lodaya 2017 yang digelar Polres Cianjur. Untuk meningkat disiplin pelajar dalam berkendara di jalan raya," jelas Yudistira, saat ditemui di SMK Pasundan 1 Cianjur, Kamis (16/3/2017).

Urusan Kesiswaan SMK Pasundan 1 Cianjur, Yusuf Supratman, menyambut baik upaya yang dilakukan Satlantas Polres Cianjur untuk terus memberikan pemahaman dan meningkatkan disiplin dalam berlalulintas bagi para pelajar di Kabupaten Cianjur.

"Upaya ini dinilai cukup baik namun untuk memberikan efek jera kepada para siswa. Sehingga mereka diharapkan dapat lebih paham dan disiplin dalam berkendara," ujar Yusuf.

Yusuf meminta, pihak kepolisian tidak bosan untuk tetap memberikan pembinaan terhadap para pelajar, khususnya dalam disiplin berkendara dan berlalulintas.

"Upaya ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, baik kepolisian, sekolah, dan orang tua siswa," ucapnya. [KC-02/ang]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur terus mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang di ruas jalan yang menjadi Kawasan Tertib Lalulintas (KTL). KTL sendiri merupakan ruas jalan yang disepakati oleh instansi terkait di bidang lalulintas dan ditetapkan melalui Perda sebagai proyek percontohan ketertiban baik bagi aparat terkait dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan secara terpadu.

Demikian juga diperuntukkan bagi pengguna jalan dalam memanfaatkan jalan sesuai dengan peruntukannya, sehingga lalulintas dan angkutan jalan dapat terselenggara secara selamat, aman, lancar, nyaman dan effisiensi.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Cianjur, AKP R Erik Bangun Prakarsa melalui KBO Lantas, Iptu Muhaimin mengungkapkan, lomba KTL yang digelar serentak di seluruh Polda Jawa Barat itu merupakan bagian dari kegiatan Ops Simpatik Lodaya 2017 yang tengah digelar kepolisian.

"Rencananya besok (hari ini-red) tim penilai dari Polda Jabar akan datang dan melakukan penilaian lokasi KTL yang berada di ruas Jalan Mangunsarkoro," ungkap Muhaimin, saat ditemui di Pos 8 Cepu, Rabu (15/3/2017).

Disebutkan Muhaimin, sejumlah persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi penilaian KTL itu, diantaranya penambahan sejumlah rambu-rambu jalan yang ada disepanjang ruas jalan yang masuk KTL.

"Selain penambahan rambu. Kami juga memasang pos terpadu, marka jalan, papan petunjuk Kawasan Tertib Lalu Lintas dan sarana prasarana lainnya," ucapnya.

Muhaimin menuturkan, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Kawasan Tertib Lalu Lintas perlu adanya koordinasi dan sinergitas secara terpadu.

"Dengan koordinasi dan sinergisitas yang terjalin antar lintas sektoral, diharapkan mampu menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Cianjur," tuturnya. [KC-02/ang]**



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR[KC]-Sejumlah fasilitas Pengadilan Negeri (PN) Cianjur dirusak oleh puluhan orang dari keluarga korban yang tidak terima atas putusan hakim yang dianggap meringankan hukuman terdakwa, Rabu (15/3/2017). Mereka terpaksa harus diamankan oleh aparat kepolisian dan pengamanan dalam (pamdal) PN Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kejadian itu merupakan rangkaian dari kegiatan simulasi pengamanan sidang yang digelar oleh PN Cianjur dan Shabara Polres Cianjur sebagai langkah antisipasi jika terjadi peristiwa sesungguhnya.

Sejumlah pengunjung di PN Cianjur yang tidak mengetahui sebelumnya sempat terkejut. Mereka menyangka kalau peristiwa itu benar-benar terjadi. "Kirain saya itu kejadian sebenarnya, tapi cuma simulasi to," kata Dadang (42) seorang pengunjung di PN Cianjur. [KC-02/ang]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
HAURWANGI, [KC].- Sosok mayat laki-laki tak dikenal yang sudah membusuk gegerkan warga. Mayat laki-laki yang diperkirakan berumur 35 tahun itu ditemukan mengapung di permukaan air leuwi Rakecok Sungai Citarum, tepatnya di penyebrangan Citembong- Buniayu, Kampung Cinangsi RT 03/RW 10 Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Selasa (14/3/2017)
Informasi yang berhasil dihimpun, mayat laki-laki itu saat ditemukan masih mengenakan kaos warna hijau. Pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kosim (42). Saat itu ia tengah mencari ikan dilokasi penemuan mayat.
Ia merasa curiga saat pandangannya menangkap sosok yang mengambang diantara rimbunnya tanaman enceng gondong. Saat didekati ternyata sosok mayat yang sudah membusuk. Ia pun kemudian menepi dan melaporkan penemuannya itu ke pemerintah desa setempat yang diteruskan ke pihak kepolisian.
"Saya merasa curiga, kok ada seperti bangkai binatang yang mengambang. Ternyata saat saya dekati, sosok mayat yang sudah mulai membusuk. Saya langsung beritahukan kepada warga sekitar," kata Kosim.
Pemerintah desa bersama pihak kepolisian yang mendapatkan laporan segera menuju lokasi penemuan mayat dan melakukan evakuasi. Namun saat melakukan evakuasi menemukan kendala akibat posisi mayat berada di tengah-tengah tanaman liar enceng gondok. "Hampir lima jam dibutuhkan untuk mengevakuasi mayat tersebut hingga sampai kedarat," kata Agus Pahrudin warga setempat yang ikut melakukan evakuasi.
Cepi Agustina Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi mengungkapkan, mayat yang ditemukan itu masih mengenakan celana panjang hitam, celana dalam kolor hitam dan kaos hijau. "Kalau dilihat dari ciri-cirinya sementara kami simpulkan mayat itu warga luar Desa Kertamukti dan untuk mayat dibawa pihak Kepolisian ke RSUD Cianjur," papar Cepi.
Terkait penemuan mayat yang berada diantara rimbunan tanaman liar enceng gondok, ia meminta pada pemerintah provinsi khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum maupun pada pemerintahan pusat, untuk membuang enceng gondok yang hidup tumbuh liar di leuwi Rakecok Sungai Citarum.
"Kita minta tanaman liar itu dibersihkan. Karena sangat mengganggu aliran sungai. Terbukti sampai ada korban yang tersangkut diantara rerimbunan tanaman liar itu," pintanya. [KC-02/pip]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






BANDUNG, [KC].- Sebanyak 101 perusahaan BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta telah bergabung menjadi mitra CSR Jawa Barat. Perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra CSR Jawa Barat itu semakin meningkatkan program CSR, mulai dari pemberian bantuan modal untuk usaha mikro, beasiswa pelatihan, edukasi, meningkatkan mutu kesehatan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Demikian ditegaskan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam peresmian proyek-proyek CSR yang dijalankan berbagai perusahaan di Jawa Barat, Selasa (14/3/2017). "Itu semua bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat," kata gubernur yang akrab disapa kang Aher.

Diungkapkan kang Aher, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi dan berhasil menjalankan program kegiatan CSR-nya yang sejalan dengan program pemerintah daerah melalui Tim Fasilitas CSR Jabar.

Salah satu perusahaan yang memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Barat adalah AQUA Grup. Kehadiran AQUA Grup di Jawa Barat ditandai dengan berdirinya beberapa pabrik, yaitu di Bekasi, Citeureup, Ciherang – Bogor, Mekarsari – Sukabumi, Babakan Pari – Sukabumi, Subang, dan Cianjur.
"Kehadiran AQUA di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat senantiasa memerhatikan faktor sosial dan lingkungan. Hal itu selaras dengan komitmen perusahaan yang disebut komitmen ganda, yaitu pertumbuhan bisnis yang didukung pengembangan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah bertujuan agar program-program CSR AQUA dapat sejalan dan mendukung program-program pemerintah," jelas Murtijo Utomo selaku Regional External Relations AQUA Grup.

Berbagai kegiatan pelestarian lingkungan di Jawa Barat telah dimulai sejak lama dan dilanjutkan hingga saat ini. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah konservasi berbasis masyarakat, penyediaan akses air bersih - sanitasi - kesehatan (water access, sanitation and hygiene) atau yang umumnya dikenal sebagai program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengembangan ekonomi masyarakat (economy development program) dengan konsep pemberdayaan masyarakat, agroforestry, dan pengembangan sistem pertanian terpadu.

Semua program tersebut mengacu kepada payung inisiatif keberlanjutan yang disebut AQUA Lestari yang dikembangkan AQUA Grup sejak tahun 2006 sebagai perwujudan visi dan komitmen AQUA Grup dalam mengelola operasional secara bertanggung jawab. Payung inisiatif ini dijalankan untuk keberlanjutan bisnis dan lingkungan serta kemajuan sosial. AQUA Lestari dikembangkan dengan merujuk pada Danone Way dan ISO 26000. Terdapat empat pilar dalam AQUA Lestari, yaitu pelestarian air dan lingkungan, praktik perusahaan ramah lingkungan, pengelolaan distribusi produk, serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat. Empat pilar tersebut diwujudkan dengan melaksanakan berbagai program sosial dan lingkungan mulai dari hulu (daerah tangkapan air), tengah (daerah sumber air AQUA) hingga ke hilir.

"AQUA Grup berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Perwujudannya tentu perlu diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan upaya bersama untuk melestarikan lingkungan. Dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak sangatlah diperlukan guna memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program-program tanggung jawab sosial pabrik-pabrik AQUA yang ada di Jawa Barat," tandasnya. [KC-02/rls]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







CIANJUR, [KC].- Warga Kampung Pasir Batu RT 03/RW 09, Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung, geger menyusul ditemukannya sosok mayat bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan terapung di atas curugan air saluran irigasi sekunder, Senin (13/3/2017).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mayat bayi malang yang mengapung di permukaan air curugan saluran irigasi sekunder itu pertama kali diketahui oleh beberapa pelajar salah satu SMK yang ada di Bojongpicung. Mereka saat itu sedang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki menyusuri pinggir saluran irigasi.

Setibanya di sekitar curug Uhi Kampung Pasir batu, parapelajar itu melihat sosok mengambang yang awalnya disangka bangkai binatang. Namun setelah ditelisiki dari dekat ternyata sosok mayat bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan dan dibuang oleh ibunya.

"Setelah kami yakin kalau yang engambang itu bukan bangkai binatang, kami memberitahukan warga di sekitar Kaung Pasir Baru. Diantara warga kemudian melaporkan ke pemerintahan desa dan Polsek," kata Widiawati (18) siswi salah satu SMK di. Kecamatan Bojongpicung.

Pihak desa dan Polsek Bojongpicung yang mendapatkan laporan, segera menuju lokasi penemuan mayat bayi. Selanjutnya mayat bayi yang baru dilahirkan itu dievakuasi dan dibawa ke RSUD Cianjur untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung, Dadan Wildan mengakui penemuan mayat bayi yang terapung di saluran irigasi sekunder, itu membuat geger warga setempat, karena itu merupakan kejadian yang pertama kalinya.

Pihaknya sangat meyangkan, kalaupun bayi itu hasil hubungan gelap, kenapa dibuang begitu saja lebih baik diberikan pada orang lain, karena masih banyak warga yang menginginkan ngurus anak.
"Kami sedang membantu pihak kepolisian setempat, melaksanakan pendataan ibu hamil yang ada di Desa Jati, barang kali yang buang bayi itu salah seorang warga. Kalau ternyata warga kami, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum," tandasnya.

Kanit Reskrim Bojoongpicung Aiptu Rochman mengungkapkan, jika dilihat dari kondisi mayat bayi, diperkirakan sengaja dibuang ibunya sehari setelah dilahirkan. Kondisi tubuhnya saat ditemukan juga sudah mulai membengkak.

"Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap penemuan mayat bayi ini. Mayatnya sudah kami bawa ke RSUD Cianjur untuk penanganan medis. Kita harapkan ibunya bisa segera terungkap, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya [KC-02/pip]**