April 2015
Oleh. Herlan Firmansyah
Penulis adalah Ketua Umum MES Pengurus Daerah Kab. Cianjur, Dosen Ekonomi Syariah UNSUR, Pengurus ICMI Orda Cianjur dan Pengurus MUI Kab. Cianjur
---------------------------------------------
Evolusi struktur perekonomian yang terjadi di Kabupaten Cianjur, memberikan dampak terhadap perubahan perilaku ekonomi masyarakat, Cianjur dengan identitas daerah agrarisnya secara gradual (khususnya kawasan pembangunan Cianjur tengah dan Cianjur utara) mulai bergeser ke arah industri dengan berdatangannya investor-investor asing yang membangun kawasan industri baru di sebahagian kawasan strategis. Hal tersebut tentu memberikan dampak terhadap pola distribusi pendapatan di kalangan masyarakat dan tata niaga yang terjadi.

Dalam perspektif pasar tenaga kerja, tumbuhnya industrialisasi baru memberikan insentif terhadap peningkatan sisi permintaan (Supply) tenaga kerja, hal tersebut mendorong terserapnya tenaga kerja terdidik dan terlatih yang selama ini belum mendapatkan kesempatan kerja (red. Pengangguran). Proses penyerapan tenaga kerja tersebut tentu berimplikasi terhadap pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat. Sebagai efek lanjutannya bahwa pasar barang/jasa akan lebih hidup karena meningkatnya permintaan (Demand) sebagai dampak meningkatnya daya beli masyarakat. Dalam teori ekonomi bahwa jika pendapatan meningkat, maka konsumsipun akan meningkat, C= f (Yd) > 0. Konsumsi (Consumption) merupakan fungsi dari pendapatan disposible (Disposible Income). Berapa kenaikan konsumsi akibat kenaikan pendapatan? dalam kajian ekonomi hal tersebut dijelaskan oleh konsep Marginal Propensity to Consume (MPC) atau kecenderungan masyarakat untuk  menambah konsumsi akibat kenaikan pendapatan. MPC sangat dipengaruhi oleh  faktor-faktor non ekonomi seperti perubahan gaya hidup sebagai dampak peningkatan kesejahteraan serta faktor lingkungan sosial budaya yang mulai mengalami pergeseran.

Analisa fenomena ekonomi di atas hanya sebahagian dari dampak pengiring (nurturn effect) atau eksternalitas yang terhajadi akibat tumbuhnya kawasan industri baru di Cianjur, tentu terdapat eksternalitas lain baik yang bersifat negatif seperti polusi udara, kemacetan, pencemaran air, berkurangnya sebagian kawasan agro, gejala-gejala patologi sosial dan sebagainya, maupun eksternalitas positif seperti lahirnya kawasan ekonomi baru, peluang usaha baru, dan sebagainya.

Fenomena pergeseran perilaku ekonomi masyarakat yang dewasa ini terjadi di Cianjur sebagaimana tergambar di atas cukup menarik untuk menjadi bahan kajian. Tantangannya adalah bagaimana agar pergeseran perilaku  ekonomi yang terjadi tidak serta merta menggiring kepada perilaku ekonomi yang lebih konvensional dan hedonistik. Cianjur dengan identitas kota santri dan filosofi mamaosnya mesti tetap berdiri tegak tidak terjungkal oleh derasnya arus perubahan perilaku ekonomi masyarakat. Identitas tersebut mesti terejawantahkan secara abadi dalam kegiatan sosio-ekonomi masyarakatnya. Menggiring pemahaman dan perilaku ekonomi masyarakat ke arah perilaku ekonomi yang lebih dekat dengan dokrin agama mayoritas (Red.Islam) adalah kunci utamanya. Dialah ekonomi syariah, membumikan ekonomi syariah di Cianjur ditengah pergeseran perilaku ekonomi masyarakat menjadi tantangan sekaligus keniscayaan.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pengurus Daerah Cianjur yang secara resmi mulai berdiri pada tanggal 15 November 2014 lahir untuk menjadi simpul gerakan membumikan ekonomi syariah di kalangan masyarakat Cianjur. MES diharapkan dapat berperan sebagai pengawal nilai-nilai Islam dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Mendekatkan perilaku, membangun pemahaman, menguatkan keyakinan dan komitmen serta merekonstruksi tradisi masyarakat Cianjur dalam melakukan kegiatan ekonomi yang lebih sesuai dengan tuntunan Al qur’an dan tauladan Rasulullah merupakan cita-cita MES Cianjur.

Ekonomi Islam harus  menjadi bagian yang inklusif dari masyarakat Cianjur, ketika seseorang memilih islam sebagai agama, maka melakukan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan tuntunan agama islam menjadi kemestian, ekonomi islam jangan dipandang sebagai alternatif, melainkan sebagai pilihan yang integral dari agama islam. Kata kunci untuk mewujudkan hal tersebut adalah pada program sosialisasi, edukasi dan fasilitasi pengembangan ekonomi syariah yang diracang MES Cianjur melalui forum Seminar Ekonomi Syariah dan Rapat Kerja (RAKER) MES Cianjur tanggal 7 Maret 2015 di Bydiel Hotel Cianjur. Lahir dan berkembangnya MES Cianjur diharapkan dapat menjadikan gerakan pengembangan ekonomi syariah di Cianjur lebih masif, terstruktur dan berkelanjutan, sehingga cita-cita esensial dari Gerakan Membangun Akhlaqul Karimah (GERBANG MARHAMAH) sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2006, khususnya dalam bidang ekonomi dapat mewujud.



CIANJUR.[KC],- Batu black aren berasal dari wilayah  Desa Cidamar Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, terus di promosikan oleh Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Herman Suherman.

Herman mempromosikan batu black aren, karena batu ini merupakan kebanggaan warga Cianjur dan perlu dipromosiken baik di Cianjur dan luar Cianjur.

"Isi  batu ini, berwarna hitam kemerahan, hitam keunggulan dan hitam kehijauan, dikarenakan jenis batuan ini  beda dengan batuan hitam lainnya, lalu dinamai batu jenis  batu black aren," kata Herman saat mempromosikan batu black aren kepada masyarakat Pasirkuda Cianjur,

Menurut Kang Herman, batu black aren awalnya  hanya dipakai di wilayah lokal Desa Cidamar Kec. Cidaun saja. Kini sudah dikenalkan di wilayah Kabupaten Cianjur, pada tanggal 21 Desember 2014 dan kini sudah buming di luar cianjur maupun mancanegara.

"Saya sendiri sangat bangga dengan batu black aren. Karena itu, setiap saya silaturahmi kepada masyarakat Cianjur selalu memakai batu ali khas Cidaun ini," tuturnya.

Dia menerangkan, jika dirinya menjadi bupati cianjur lima tahun mendatang, pihaknya akan membuat peraturan tentang batu ali black aren diwajibkan ke setiap pegawai di lingkungan Pemkab memakai batu ini. Karena, selain ciri khas Cianjur juga mempromosiken tentang black aren. "Selian itu, akan membuat kelompok-kelompok usaha untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui black aren," imbuhnya [KC.13/den]***

CIANJUR, [KC],- Ratusan anak yatim di Cianjur Selatan, tepatnya di Kecamatan Tanggeng,  Pasirkuda,  Kadupandak, Cijati, terlihat gembira ketika menerima santunan dari Calon Bupati Cianjur, Herman Suherman.

“Alhamdulillah, uang ini saya kasihkan ke ibu buat nambahin biaya beli pakaian sekolah" ujar Wati Watimah salah seorang anak yatim di Kec Pasirkuda, Kamis (30/04/2015).

Kegembiraan wajah-wajah anak yatim Pasirkuda itu juga terpancar dari wajah anak yatim lainnya yang juga menerima santuan dari Kang Herman.

Hal yang sama dikatakan. Nurul Iman warga Tanggeng. Nurul yang sudah empat tahun ditinggal oleh orang tuanya itu mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Allah, sehingga mengetuk hati Kang Herman untuk berkenan memberikan bantuannya kepada kami anak yatim,

“Memang dari dulu, Kang Herman selalu keliling kecamatan untuk memberikan santunan. Mudah-mudahan Kang Herman dapat pahala yang banyak,serta gembira seperti kami disaat kami meluapkan kegembiraan dikarenakan menerima kadeudeuh," tuturnya.

Rudi Hermawan warga Cijati juga menambahkan. Santuan ini sangat membantu, terutama untuk keperluan sekolah. "Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Kang Herman," paparnya, sambil mendoakan H Herman  menjadi Bupati Cianjur periode 2016-2021.

Sementara itu, Imas Nurazizah warga Kadupandak menerangkan, kebaikan seseorang kepada warga yang tidak berada merupakan ibadah yang akan dilipatgandakan Allah SWT. "Kami doakan, semoga cita-cita beliau menuju cianjur lebih maju dan agamis dapat terlaksana," imbuhnya.

Dalam sambutanya, Calon Bupati Cianjur, Herman Suherman, menerangkan, pemberian santunan kepada anak yatim  sebagai wujud kepedulian  kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan. "Saya ingin berbagi dengan masyarakat Cianjur khususnya orang tidak mampu," imbuhnya. [KC.13/Den]***

CIANJUR, [KC],- Dalam rangka mengenal Situs Gunung Padang dan mengisi liburan, belasan pramuka penggalang asal negara Prancis dari berbagai sekolah yang tergabung dalam " De Scout of France" berkemah di sekitar area Gunung Padang, Desa Karya Mukti, Campaka Cianjur (30/4).

Pembina perkemahan, Sebastian, menuturkan jika peserta yang ikut kegiatan ini terdiri dari 17 peserta didik, dan 3 pembina, dan mereka sangat antusias berkemah disini karena  kondisi alam di Gunung Padang, selain masih alamiah wilayah gunung padang juga jadi objek penelaahan kami selama berkemah disini, disamping kegiatan- kegiatan lain yang telah diprogramkan dalam kegiatan ini.

" Gunung padang sangat menarik, kami sangat senang berada disini karena alamnya yang segar dan banyak lokasi dan sumber daya alam yang bisa digunakan untuk kegiatan kepramukaan disekitarnya" ungkap Sebastian.

Andalan Cabang Urusan Organnisasi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur, Irwan Maulana, LS, dalam kunjungannya ke perkemahan " De Scout Of France" di Gunung Padang, menuturkan bahwa kegiatan perkemahan ini berlangsung dari tanggal 25 April s.d 02 Mei 2015 nanti, selama pengamatannya mereka menerapkan prinsip dan metode kepramukaan dengan  baik dan melakukan tata perkemahan yg mengandalkan sumber daya alam setempat namun sayang hanya beberapa saja yang bisa berkomunikasi bahasa Indoensia.

" Saya bangga, mereka sangat mencintai alam disini, selain itu mereka sangat  kompak dan aktif dalam menjalankan setiap aktifitasnya, kita patut belajar banyak pada mereka yang memiliki semangat yang tinggi untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan baik" ungkap Irwan didamping Dewi Rosita, S.Pd, ALG.

Dalam arahannya kepada para peserta Scout Of France, Irwan menyampaikan harapan agar para peserta menjadi pramuka pengamal Scout Law n Scout Promise ( Dasadarma dan Trisatya), terus tempa kecakapan di alam khususnya dengan kesederhanaan dan kebersamaan, mempererat persahabatan dimana dan dengan siapa saja sesama hidup kita dan tingkatkan rasa cinta lingkungan dengan aktivitas rill di alam terbuka, seperti berkemah, lintas alam dan lainnya. [KC.10]***
CIANJUR, [KC].- Pemkab Cianjur mendukung program Kementrian Kehutanan  yang melaksanakan sosialisasi tentang pentingnya konservasi lahan yang telah digulirkan kepada  para petani penggarap yang saat ini telah merasakan manfaat dari pengolahan fungsi hutan yang sebelumnya hanya dijadikan lahan pertanian tanpa mengetahui dampak merusak hutan.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Cianjur H. Suranto sesaat setelah mengikuti kegiatan Talkshow dalam rangka merayakan Hari Bumi, Rabu (29/4/2015). Hadir dalam acara diantaranya Dirjen BPDAS dan Perhutanan Sosial, Dr. Ir. Hilman Nugroho , mewakili menteri kehutanan Siti Nurbaya yang seyogyakan akan hadir pada acara tersebut.

Suranto yang juga akan kembali maju dalam Pemilihan Kepala Daerah pada 5 Desember 2015 mendatang itu mengungkapkan bahwa pentingnya menjaga konservasi lahan, karena berhubungan dengan hajat hidup masyarakat banyak. “Mencintai lingkungan sudah barang tentu harus menjaga konservasi lahan. Gerakan penghijauan merupakan salah satu upayanya aga konservasi lahan itu bisa terus terjaga.

Dirjen BPDAS dan Perhutanan Sosial, Dr. Ir. Hilman Nugroho, mengajak semua warga masyarakat khususnya para petani penggarap sekitar Taman Nasional Gununggede Pangrango untuk senantiasa merawat serta memelihara fungsi hutan yang sebenarnya guna dijadikan bumi Indonesia yang hijau karena saat ini sudah mulai menipisnya lahan hutan akibat berbagai kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Santoso selaku panitia dari Green Radio menuturkan bahwa salah kegiatan yang dilaksanakan diantaranya menanam pohon dikemas dengan tema “Ngaruwat Bumi” dan dilakukan di Tunggilis, kaki Gunung Geulis, sekitar 8 kilometer dari Sarongge, lokasi adopsi pohon yang digagas Green Radio dan KBR.

“Dengan “Ngaruwat Bumi”, KBR ingin berterima kasih kepada para petani yang telah bersedia turun gunung dan membantu menanam areal hutan yang semula menjadi kebun tempat mereka menanam sayur-sayuran,” katanya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Ribuan warga yang tersebar di sejumlah Desa di Kabupaten Cianjur saat ini rawan ketersediaan air bersih. Sejumlah upaya tengah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah beberapa desa tersebut. Salah satunya dengan melakukan droping air bersih melalaui tangki khusus yang disiapkan.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur, Yoni Raleda melalui Kepala Bidang (Kabid) Air Bersih dan Sanitasi, Yudi Pratidi membenarkan sejumlah desa di Cianjur saat ini rawan ketersediaan air bersih. Desa-desa tersebut diantaranya Desa Kertasari dan Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi, Desa Girimukti Kecamatan Cibeber dan Desa Hamerang Kecamatan Cibinong

"Yang sangat rentan dan rawan air bersih itu Desa Kerta Mukti Kecamatan Haurwangi dan Desa Hamerang Kecamatan Cibinong. Untuk yang di Haurwangi desa itu berbatasan langsung dengan sungai Citarum sedangkan yang di Cibinong lokasinya diapit oleh bukit yang kiri kanannya jurang. Ini sangat rentan dan rawan air bersih," kata Yudi saat ditemui, Rabu (29/4/2015).

Untuk menangani kebutuhan air bersih tersebut saat ini tengah dilakukan berbagai upaya. Mulai dari droping air bersih dengan menggunakan tangki air dan hydran umum. "Kita droping air ke sejumlah desa itu melalui tangki air dan kita simpan di desa. Kita juga menggunakan hydran umum yang bekerjasama dengan PDAM," kata Yudi.

Tidak hanya itu, saat ini secara bertahap desa-desa yang rawan air bersih itu tengah dilakukan pembangunan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor. Sejumlah desa juga dibangunkan sarana air bersih melalui pemanfaatan sumber air yang terdekat dan bisa digunakan untuk kebutuhan jangka panjang.

"Ada sejumlah desa yang rawan air bersih tahun ini kita bangunkan sarana air bersih melalui program sumur bor. Kita buatkan sumor bor ini sampai kesambungan instalasi kerumah warga. Hanya saja semuanya secara bertahap, berdasarkan usulan dan skala prioritas," paparnya.

Dijelaskan Yudi, pada tahun 2015 ini ada 15 titik pembangunan sumur bor untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih. Ke 15 titik sumor bor tersebut diantaranya berada di Desa Cirumput Kecamatan Cugenang, Desa Karangwangi Kecamatan Cidaun, Desa Cikidang Bayabang Kecamatan Mande, Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong, Desa Caringin Kecamatan Cijati, Desa Merkarlaksana Kecamatan Cikadu, Desa Cibodas Kecamatan Cijati, Desa Sukamulya Kecamatan Naringgul, Desa Kertasari Kecamatan Haurwangi, Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu, Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang, Desa Buniwangi Kecamatan Pagelaran, Desa Hamerang Kecamatan Cibinong, Desa Sindangresmi dan Bumbangsari Kecamatan Takokak.

"Untuk anggaran pembangunan sumor bor ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 senilai Rp 5 milyaran. Saat ini masih dalam proses pelalangan. Dalam pelaksanaanya nanti harus sambungan rumah. Kalau dulu HU (Hidran Umum), sekarang wajib sambungan rumah. Minimalnya ada sampling, sesuai dengan air," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC],- Bus Pariwisata bernomor polisi F 7529 FL yang membawa rombongan jemaat gereja  terguling ke sawah di  Kampung Banjar Pinang, RT02/05, Desa Cijedil Cugenang, Cianjur, Rabu (29/4/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Bus pariwisata yang mengangkut  rombongan jemaat gereja tersebut melaju dari Bogor menuju Cianjur.

Menurut keterangan saksi yang juga Ketua Rombongan, Helvy Rawis, bahwa bus sempat berhenti untuk memperbaiki rem setelah turunan puncak. Namun, setelah diperbaiki, rem tak kunjung optimal. Dia dan rombongan lainnya sudah memperingatkan si sopir untuk menepi, namun sopir terus memaksakan diri untuk melaju.

"Akhirnya, kami paksa untuk mencari lahan cukup lapang. Pokoknya, biar bus bisa berhenti," Ungkap Helvy di lokasi kejadian.

Rombongan tersebut adalah jemaat GPDI wilayah 15 Bogor yang hendak menuju ke Yayasan Kabar Baik Cianjur. "Ada 26 penumpang dewasa dan 8 anak-anak," ujar Helvy.[KC.14/Trb]***
Foto : Tribunnews.com

CIANJUR, [KC],- Dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.  Warga Kecamatan Kadupandak  Cianjur menggelar silaturahmi bersama Bakal Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Herman Suherman di Masjid Agung Darus Solihin  Kampung Kaum Tengah Desa Kadupandak Kec Kadupandak Kab Cianjur, Selasa malam  (28/04/2015).

Kedatangan Herman Suherman dan tim pemenangan, disambut antusias tokoh agama dan tokoh masyarakat serta ibu-ibu majlis taklim se Kec Kadupandak.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, tawasul, dilanjutakan  kata sambutan Ketua DKM Darus Solihin,  KH Iyan Dahlan,  yang mana beliau mengucapkan ribuan terima kasih kepada Herman Suherman beserta rombongan dalam rangka kunjungan silaturahmi dan menghadiri Isra Mirad Nabi Besar Muhammad SAW.

Sementara itu,  Herman Suherman mengucapan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah hadir  dan bertatap muka bersama keluarga besar di Kecamatan Kadupandak sekaligus bersama sama memperingati Isra Mirad Nabi Besar Muhammad SAW.


“Saya hadir ke tempat ini untuk bersilaturahmi sekaligus memohon doa agar pencalonan bupati ini bisa mewujudkan Cianjur lebih maju dan agamis," tuturnya.

Di acara puncak peringatan Isra Mijrad Nabi Besar Muhammad SAW 1434H, undangan yang hadir memadati masjid dan halaman diberi tausiah oleh penceramah KH Misfalah Yusup Lc,  seputar sejarah Isra Miraj nya Nabi Muhammad SAW. [KC.13/Den]***

CIANJUR ,[KC],- Truk tronton bermuatan permen, menghantam angkutan kota dan tiga sepeda motor di Jalan Raya Sukabumi, Gekbrong tepatnya di Kampung Jati, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan orang mengalami luka serius dilarikan ke RSUD Cianjur, Rabu (29/4).

Penyebabnya berawal ketika truk bermuatan permen tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Sukabumi menuju Cianjur, saat memasuki jalan menurun dan berbelok di Kampung Jati, supir tidak dapat menguasai kemudi akibat rem yang tidak berfungsi, akibatnya truk melaju tidak terkendali dan menghantam angkutan kota sarat penumpang yang berada di depannya.

"Tidak sampai disitu, truk yang terus melaju tidak terkendali, kembali menghantam tiga sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Belasan orang mengalami luka-luka berat dan serius," kata Idam (34) saksi mata warga sekitar.

Dia menuturkan, setelah menghantam 3 orang pengedara sepeda motor, truk pun oleng dan terjungkal ke dalam sawah yang terletak sebelah kiri jalan. Mendapati hal tersebut penguna jalan dan warga membantu menyelamatkan korban yang bergelimpangan di tengah jalan.

Akibat peristiwa tersebut, jalur Cianjur-Sukabumi, sempat lumpuh total selama beberapa puluh menit, bahkan antrian terus memanjang, selama proses evakuasi korban dan kendaraan dilakukan petugas dibantu warga sekitar.

Kapolsek Warungkondang Kompol Samsa, mengatakan, kernet dan supir truk yang mengalami luka ringan, saat ini telah diamankan dan dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 10 orang terpaksa dilarikan ke RSUD Cianjur dan 2 orang ke RS Hermina, Sukabumi karena mengalami luka berat dan serius. Supir dan kernet telah kita amankan," katanya. [KC.16]***
CIANJUR, [KC],- Sebagai seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mempengarugi orang lain dalam arti yang positif untuk melakukan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, perkuat akhlak, wawasan, pergaulan dan keyakinan untuk mencapai cita – cita dimasa depan, yang dikatakan wakil bupati Cianjur saat menyampaikan materi pada kegiatan Semiloka Kepemimpinan yang berlangsung di Hotel Bidiel Cianjur.

Seratus orang peserta yang berasal dari beberapa civitas akademi di Kabupaten Cianjur mengikuti acara Semi Loka Kepemimpinan yang di selenggarakan oleh organisasi PEMUDA (Persaudaraan Muda Indonesia) bekerja sama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga. narasumber pada kegiatan tersebut diantaranya adalah Wakil Bupati Cianjur menyampaikan materi “Kepemimpinan masa Depan dengan Kearifan Lokal”, Dandim 0608 Cianjur, Polres Cianjur, ICMI Cianjur dan Direktur LSDP, menyampaikan materi “Membentuk Pemimpin yang mempunyai Karakter dan Wawasan Kebangsaan di tengah arus globalisasi”.

" Pemuda Cianjur sebagai generasi penerus bangsa wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan kental dengan kearifan lokal, pemuda harus membangun jiwa yang sehat dan mental yang kuat serta mau belajar tanpa mengenal batas waktu. Terus meningkatkan ilmu dan wawasan yang luas, dengan demikian fungsi – fungsi yang dimiliki oleh seorang pemimpin muda dapat teraplikasikan sesuai dengan karakter dan kultur daerahnya." Ungkap Suranto.

Sementara itu Ketua Umum DPP Persaudaraan Muda Indonesia Hendra Ferdiansyah, SH mengatakan, “Penyelenggaraan kegiatan ini masih minim di Kabupaten Cianjur, diperlukan kerja sama yang lebih mantap diantara pemuda, pemerintah dan masyarakat untuk membangun sinergi dan eksekusi nyata dalam berbagai kegiatan yang serupa maupun event – event menarik yang mampu menyampaikan makna secara tepat mengenai kepemimpinan.

Kegiatan semacam ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan dimotori secara berkelanjutan agar mampu diserap dan diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat Cianjur, pemuda harus mampu setidaknya memimpin diri sendiri, memimpin keluarga dan teman – temannya, kemampuan memimpin dari dasar dan teruji, akan menjadi kekuatan untuk memimpin bangsa dan negara [KC.14]***
CIANJUR, [KC],- Bakal Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Herman Suherman mengunjungi dan silaturahmi kepada santriawati  peserta Gerakan Pembinaan Penghafal Al-Quran (GP2Q). Tepatnya  di Pondok Pesantren Miftahul Muhajirin Kampung Bale  Kamang Desa Kadupandak Kec Kadupandak Kab Cianjur, Rabu (29/04/2015).

Kang Herman panggilan akrabnya, langsung berdialog dengan para peserta penghafal dan menanyakan situasi atau keadaan saat menghafal Al Quran.

 "Alhamdulillah para peserta betah menghapal disini, saya pun sangat kagum dan merasa sejuk ketika berada di Ponpes ini, karena banyak peserta yang menghafal Al Quran," papar dia.

Dia menerangkan, gerakan menghafal  Al-Quran ini memang diprogramkan oleh Pemkab Cianjur. Dengan target, para penghafal Al -Quran di 360 desa se-Kabupaten Cianjur atau satu desa satu orang penghafal. "Gerakan ini sangat bermanfaat sekali, karena menyentuh langsung kepada masyarakat," tuturnya.

Herman menerangkan, banyak manfaat dari gerakan penghafal Al-Quran. Di antaranya, di daerah atau lingkungan penghafal, akan makmur dan barokah. "Kenakalan remaja tidak akan terjadi dan masih banyak lainnya," imbuhnya.

Herman mengakui, jika terpilih menjadi Bupati Cianjur tanggal 9 Desember mendatang di Pilkada, maka program yang paling utama, di antaranya akan meningkatkan jumlah penghafal Al-Quran. "Saya ingin jumlah penghafal Al Quran ditambah, tak hanya 360 orang atau satu desa se Kab Cianjur. Melainkan ingin satu penghafal Al Quran, satu RW," tuturnya.

Sementara itu,  salah seorang peserta penghafal Al Quran, Ida Nurazizah (20), memaparkan, satu hari para penghafal diwajibkan pembina satu lembar  mengafal  Al-Quran. "Di ponpes ini, ada sekitar 27 orang penghafal Al Quran. Dari jumlah itu, ada yang sudah menghafal 12 juz, dan 3,5 juz," imbuhya.

Ida menerangkan, program ini sangat bermafaat, apalagi untuk bekal kehidupan sehari-hari. Para santri disini juga mendoakan kepada Kang Herman untuk mencalonkan diri sebagai  Bupati Cianjur. "Kami tentu mendoakan beliau, karena Kang Herman sangat peduli kepada gerakan penghafal Al Quran. Apalagi beliau datang jauh dari cianjur kota ke Cianjur Selatan untuk meninjau dan silaturahmi kepada kami," tutupnya. [KC.13/Den]***

CIANJUR, [KC].- Bertujuan untuk memantau pelaksanaan program pemerintahan Joko Widodo Nawa Cita, Sekertariat Kabinet Republik Indonesia menyambangi pendopo Pemkab Cianjur. Mereka terdiri dari Kepala Bidang Hubungan Lembaga Negara Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan Danil A. Iskandar, Kapala Sub Bidang Hubungan Lembaga Negara, Yulianti dan Staff Asdep Politik dan HI, Annisa.

Menurut Danil A Iskandar, kunjungannya ke Kabupaten Cianjur dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana realisasi program Nawacita yang di cetuskan oleh pemerintahan Jokowi–JK. Keselarasannya pada setiap daerah hasilnya akan di sampaikan kepada Presiden dan akan di evaluasi lebih lanjut.

Kabupaten Cianjur merupakan Kabupaten yang pertama dikunjungi dari yang telah di agendakan oleh Tim Pemantauan dan Pengawasan Program Nawacita Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. "Penerapan sembilan agenda prioritas yang diusung oleh Presiden Joko Wododo di Cianjur sudah bagus meski masih ada sedikit kendala," kata Danil, Selasa (28/4/2015).

Kendala yang dimaksud Danil adalah ifrastruktur jalan yang masih banyak rusak. Serta jalur pembangunan Jalur Puncak II yang menjadi jalan alternatif mengurangi kemacetan masih belum rampung seluruhnya karena kurang pembiayaan.

"Kami akan menyampaikan hal ini kepada Presiden, terutama terkait Jalur Puncak 2. Keputusan sepenuhnya ada di beliau, kami hanya bisa menyampaikan saja hasil apa yang kami dapatkan," tegasnya.

Bupati Cianjur, Tjetjep Muhtar Soleh, mengapresiasi kedatangan Sekertariat Kabinet Republik Indonesia. Sebab banyak masukan yang dapat untuk kembali membangun Cianjur yang lebih baik.

"Kami sangat mengapresiasi, apalagi kedatangan tim itu banyak memberikan masukan untuk kemajuan Cianjur. Mereka juga memberikan apresiasi prestasi Cianjur terutama mengenai pembangunan pasar gratis bagi para pedagang," kata Tjetjep.

Terkait Jalur Puncak Dua, Tjetjep mengaku sudah melakukan pembangunan untuk sepanjang jalur di wilayah Cianjur. Namun belum rampungnya pembangun Jalur Puncak 2 dikarenakan Jalan nasional masih belum diselesaikan oleh Pemerintah Pusat.

"Masalahnya jalan nasional dari perbatasan Cianjur menuju Bogor yang kualitas jalannya masih kurang baik sehingga rusak kembali. Apabila jalan disana sudah diaspal dengan kualitas yang standar untuk jalan nasional maka pembangunan akan selesai dan kerusakan tidak akan mudah terjadi," tegasnya [KC-02/im]**.
CIANJUR, [KC].- Setelah buron sekitar 1,5 tahun, akhirnya pelaku pembunuhan sadis satu keluarga berhasil ditangkap tim khusus Polres Cianjur dari kediaman istri muda pelaku didaerah Kampung Cibeber, Desa Cibeber, Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/4/2015) lalu. Saat ditangkap pelaku tanpa melakukan perlawanan yang berarti.

Sebagaimana diketahui, pada 8 Nopember 2013 lalu masyarakat digegerkan atas tewasnya satu keluarga pasangan suami-istri H Juharo (70), Hj Cucu (50) dan anaknya, Nana alias Nanu (20), warga Kampung Sukatani RT 01/04, Desa Sukamanah, Kecamatan Agrabinta, Cianjur. Korban tewas bersimbah darah didalam rumahnya, belakangan diketahui bahwa mereka tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri berinisial A.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan sadis itu merupakan hasil penyelidikan dan kerja keras jajaran Tim Khusus dan Satreskrim Polres Cianjur serta penelusuran yang tidak pernah berhenti.
"Pelaku selama ini berpindah-pindah. Itu yang menyulitkan untuk mendeteksinya. Apalagi petunjuk yang didapatkan tidak begitu banyak," kata Dedy.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian dan pengakuan pelaku, pembunuhan itu berawal dari pelaku yang hendak membeli sebungkus rokok di warung milik korban. Namun, uang pelaku ketika itu hanya Rp5 ribu saja, sedangkan harga sebungkus rokok yang hendak dibelinya adalah Rp10 ribu.

Karena uangnya kurang, H. Juhron hanya memberi pelaku separuh bungkus saja. Tapi, hal itu tidak diterima pelaku dan terus memaksa korban untuk memberiknya sebungkus rokok. Meski memaksa, korban berkeras tidak menuruti permintaan pelaku, pasalnya, selama ini, hutang pelaku kepada korban sudah mencapai Rp60 ribu dan sudah lama belum dilunasi.

"Tidak menerima perlakuan korban, pelaku dan korban akhirnya terlibat perseteruan yang terus meninggi. Setelah itu terjadi perkelahian. Karena kalah secara umur dengan pelaku yang jauh lebih muda, korban lantas mengambil sebuah kayu alu yang biasa dipakai untuk menumbuk berukuran sekitar 1,5 meter untuk melawan pelaku yang sudah teramat kalap," jelas Dedy.

Meski berusaha melawan sekuat tenaga, korban tetap tidak bisa mengimbangi kekuatan pelaku yang kemudian malah berhasil merebut kayu alu itu dari tangannya serta langsung mengayunkannya dengan keras ke arah kepala Jauhari. Akibatnya, Jauhari pun langsung pingsan tersungkur tak sadarkan diri.

Mengetahui suaminya tersungkur akibat pukulan kayu alu oleh pelaku, istri korban, berteriak-teriak meminta pertolongan dari warga sekitar. Namun sayang, ketika itu, tidak ada satupun tetangganya yang mendengar permintaan tolong korban. Mendengar teriakan minta tolong pelaku malah menuju dapur dan mengambil sebilah golok dan menyabetkannya kepada istri korban hingga tewas.

"Korban sempat menahan sabetan golok pelaku dengan kedua tangannya. Tapi sabetan selanjutnya langsung mengenai korban yang langsung meninggal di tempat," kata perwira Polisi asal Malang itu.

Aksi keji nan sadis pelaku tidak berhenti sampai di situ, setelah menghabisi nyawa istri korban Juhron dengan sabetan bertubi-tubi pada beberapa bagian tubuh, ia lalu menghampiri korban H. Juhron yang masih dalam kondisi pingsan untuk melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada istrinya.

Mendengar keributan, anak korban yang tengah berada di dalam kamar akibat sakit sehabis kecelakaan, berteriak. Namun pelaku yang sudah kalap menghampirinya. Tanpa ampun pelaku secara sadis menyabetkan goloknya ke korban Nana yang sudah tidak berdaya.

"Setelah membunuh pelaku berupaya membuang golok serta pakaian yang dipakai ketika menghabisi nyawa korban ke sungai Cibuni untuk menghilangkan jejak. Pelaku pun langsung kabur ke beberapa wilayah termasuk ke dalam hutan-hutan hingga ke puncak Sawo Tratap sampai dengan ke Sukabumi dan menikah dengan seorang perempuan di Desa Cibeber, Kabupaten Sukabumi," katanya.

Hingga akhirnya pelarian pelaku berhasil dideteksi oleh tim khusus dan akhirnya ditangkap tanpa perlawanan. Atas perbuatannya itu pelaku akan dijerat dengan 340 KUHPidana atas pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Hasil pemeriksaan hingga saat ini terhadap pelaku, dalam menjalankan aksinya sendirian dan terencana. Tapi kita akan tetap dalami dan kembangkan ada tidaknya melibatkan orang lain," tegas Dedy [KC-02/gp]**.
CIANJUR, [KC].- Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol M Iriawan akan membentuk tim khusus untuk menelusuri sejarah sejumlah pahlawan tanpa nama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cigunung Tugu yang berada di Desa Pesawahan,
Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur. Pernyataan tersebut disampaikan saat berziarah ke  68 makam pahlawan tanpa nama tersebut.

"Kita akan membuat panitia khusus untuk menggali sejarah ini. Karena ada pelaku-pelaku sejarah yang masih hodup disini. Seperti yang kita lihat, kita akan testimoni, kita akan cari lagi kita akan gali lagi kita akan angkat bahwa disini ada pahlawan yang cukup banyak dimana pada jaman dulu telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini," kata Kapolda disela kunjungannya ke Takokak, Selasa (28/4/2015).

Ketika disinggung uapaya apa yang akan dilakukan setelah melihat keberadaan puluhan makam pahlawan tanpa nama, Kapolda menegaskan akan segera melakukan revitalisasi makam dan akan diperbaiki kembali, khususnya seperti makam pahlawan lainnya.

"Karena luar biasa ternyata banyak pahlawan yang sudah meninggal pada saat perjuangan menjelang kemerdekaan republik indonesia ada di Cianjur ini," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti telah melakukan kegiatan bersih-bersih sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan jasa pahlawan di lokasi 68 makam pahlawan tanpa nama. Menurut Dedy, pahlawan yang telah gugur di tempat itu merupakan pejuang asal wilayah Cianjur dan Sukabumi yang diciduk oleh penjajah.

"Konon mereka dibawa pakai truk kemudian ditembak oleh tentara Belanda dan mayatnya dibuang begitu saja di sepanjang jalan. Bahkan ada yang dibuang ke dalam jurang atau di dalam hutan. Karenanya, sebagai sebuah penghormatan, kami secara periodik datang untuk membersihkan kompleks makam para pejuang bangsa ini dari rerumputan dan tanaman liar, serta tabur bunga dan berdoa bersama,” ujarnya.

Dikatakan Dedy, ziarah kemakam pahlawan tanpa nama sering dilakukan terlebih pada saat-saat hari jadi Bhayangkara atau TNI. Selain itu, hal serupa juga dilakukan setiap Hari Kemerdekaan dan hari-hari peringatan nasional lainnya.

"Saya sudah instruksikan kepada polsek Takokak, bekerjasama dengan TNI dan warga agar senantiasa melakukan perawatan terhadap tempat ini, karena ini bagian dari sejarah bangsa,” ujarnya [KC-02/gp]**.
CIANJUR, [KC].- Bantuan kapal dari Kementerian Kelautan kepada nelayan ditolak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur. Pasalnya HNSI menganggap bantuan kapal saat ini bagi nelayan dianggap bukan hal yang penting, ada yang lebih penting adalah pembangunan dermaga.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Cianjur, Iwan Mustofa mengungkapkan, saat ini para nelayan tidak membutuhkan bantuan kapal, namun yang dibutuhkan para nelayan adalah adanya bangunan dermaga. Kondisi yang ada saat ini berbalik dari keinginan para nelayan.

"Percuma sarana dan prasarana dibangun terlebih dahulu, sementara dermaganya dibiarkan. Kalau saat ini kapal yang bisa sandar hanya kapal-kapal kecil. Ini sangat tidak sebanding, semestinya yang didahulukan itu pembangunan dermaganya, karena itu yang dibutuhkan para nelayan," kata Iwan saat ditemui usai deklarasi Cianjur Bersatu di gedung Assakinah Jalam KH. Abdullah bin Nuh, Selasa (28/4/2015).

Menurut pria yang akrab di sapa Iwan Rio itu, selama ini HNSI merasa dikebiri dengan kebijakan pemerintah. "Pemerinta harus meperjuangkan dermaga itu, kalau ingin tercipta ekonomi masyarakat nelayan menjadi terangkat. Bukan seperti sekarang ini, sebagai penghasil ikan, tapi yag berjualan mobil dari Sukabumi," tegasnya.

Dengan alasan itulah pihaknya memutuskan menolak bantuan kapal dari kementerian kelautan. "Kita pernah didatangi dari Dirjen Kelautan ditawari kapal besar. Karena dermaga kita kecil makannya kita tolak. Apa untungnya infrastruktur dibangun, tapi dermaga malah dibiarkan," tegas Iwan.

Pihaknya akan berupaya sendiri mendatangi Kementerian Kelautan untuk meminta bantuan pembangunan dermaga di pesisir Cianjur selatan. "Kita akan mendatangi kementerian untuk meminta bantuan, sebab dermagalah yang saat ini dibutuhkan para nelayan bukan hanya sekedar perahu," paparnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Direktur PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, H. Herman Suherman langsung bereaksi menanggapi keluhan warga terkait matinya saluran air PDAM yang mengarah ke kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur dan ke komplek Gadung Permai. Pihaknya berupaya melakukan penanganan dengan mengintuksikan Kepala Cabang (Kacab) PDAM Karangtengah untuk mengecek sambungan air PDAM sebagaimana yang dikeluhkan warga.

"Kami langsung perintahkan untuk melakukan penanganan. Kacab Karangtengah langsung cek ke lapangan untuk menyelesaikan saluran air yang tidak lancar," kata Herman saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2015).

Tidak hanya hanya di Diskop UMKM, juga di  komplek perumahan Gadung Permai di Jalan Ariawiratanudata akan di cek. Herman mengaku, berterima kasih kepada masyarakat Cianjur khususnya para pelanggan air yang sudah memberikan informasi langsung terkait pelayanan PDAM. "Karena kalau air tidak mengalir, PDAM juga rugi, karena tidak ada pemasukan atau pembayaran ke PDAM," tuturnya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan PDAM, agar masyarakat khususnya pelanggan air dapat terlayani dengan baik. "Kalau pelayanan baik, tentu kami sangat senang," imbuhnya

Hasil dari laporan Kacab Karangtengah lanjut Herman, kondisi sambungan air yang mengarah ke kantor Diskop UMKM memang ada yang putus pipanya didalam gorong-gorong. "Sudah diperbaiki, airnya sudah bisa kembali lancar dan digunakan," katanya.

Diberitakan, sejumlah pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur dalam tiga pekan terakhir terpaksa harus nebeng untuk sekedar buang air kecil dan besar akibat saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke kantor tersebut mati.

Bukan tidak ada upaya, matinya air PDAM itu sudah dilaporkan baik secara lisan maupun secara tertulis. Namun  air yang sebelumnya berjalan normal itu, tetap saja mati. Terpaksa para pegawai yang biasanya cukup memanfaatkan sarana air di kantor, harus nebeng ke salah satu masjid yang masih ada sarana air bersihnya didepan komplek Raider 300 atau sekitar 200 meter dari lokasi kantor.

"Kami kurang tahu kenapa air PDAM yang ke kantor kami mati. Kami sudah melaporkan ke PDAM baik secara lisan mapun secara tertulis atau resmi. Mungkin sudah lebih dari 10 kali laporan. Tapi laporan ya laporan, faktanya air tidak juga ngocor sampai saat ini," kata Yadi salah seorang pegawai Diskop UMKM Kabupaten Cianjur.

Pihaknya tidak habis fikir, sebab sebelumnya memang pernah mengalami hal serupa. Tapi setelah dilaporkan ada perbaikan dan air kembali berjalan normal. Namun berbeda dengan kejadian yang menimpa dalam tiga minggu terakhir. Meski sudah dilaporkan beberapa kalai, saluran air yang ke arah kantornya tidak juga ngocor.

"Kalau alasan apa kami tidak tahu, itu tekhnis PDAM. Yang kami harapkan laporan kami itu ditindak lanjuti dengan kembali ngocornya air ke kantor. Air itu sangat dibutuhkan, malu masa kantor tidak ada air, kalau ada tamu dari jauh, apa kesan mereka. Ini sudah lama, tiga minggu bukan waktu yang sebentar," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sejumlah barang berharga milik SMK PGRI 2 yang berada di Jalan Pangeran Hidayatullah nomor 103, Kabupaten Cianjur digondol maling. Maling tersebut masuk kedalam ruangan setelah berhasil menjebol jendela ruangan. Namun kejadian tersebut baru diketahui pihak sekolah Selasa (28/4/2015) pagi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, maling yang diperkirakan lebih dari satu orang itu masuk kedalam ruangan sekolah setelah berhasil mencongkel jendela. Sejumlah barang berharaga berhasil digondol maling seperti 4 unit laptop, 3 unit infocus, uang sebesar Rp 1 juta dan data-data penting milik sekolah.

"Kalau ditotal-total kerugian materi yang kami alami akibat hilangnya sejumlah barang milik sekolah itu bisa mencapai kisaran Rp 30 juta," kata Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Cianjur, H. Jamhur Hidayat di lokasi kejadian.

Dikatakan Jamhur, dirinya mengetahui kejadian kemalingan disekolahnya setelah mendapatkan laporan sekitar pukul 07.00 WIB. Saat dicek, kondisi ruanganya sudah berantakan. Jendela ruang terlihat rusak seperti bekas dibuka secara paksa.

"Saat di cek kondisi didalam ruangan, sudah berantakan. Sejumlah barang berharga seperti laptop, infocus dan sedikit uang diambil oleh maling. Ini musibah, kita tidak tahu kapan datangnya, kebetulan saja sekolah kita yang terkena," katanya.

Kapolsek Cianjur Kompol Murdiono, membenarkan adanya kejadian pencurian yang menimpa SMK PGRI 2 Cianjur. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Memang ada, kami masih mendalaminya untuk mengungkap pelakunya. Mudah-mudahan bisa ada titik terang," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC],- Jajaran Pengurus Daerah  Badan Koordinasi Pendidikan Al-Quran dan Keluarga Sakinah (BKPAKSI) Kabupaten Cianjur, Selasa (27/4) pagi melakukan audiensi dengan Kepala Kantor  Kementerian Agama Kabupaten Cianjur  H. Dadang Ramdhani, M.Si, banyak hal yang dibahas pada pertemuan tersebut, salah satunya mengenai program keluarga sakinah dan program magrib mengaji yang dicanangkan secara nasional oleh Kementerian Agama RI.

Dalam pertemuan audiensi tersebut, Direktur Utama BKPAKSI Kabupaten Cianjur H.RK. Sadikin Haris, S.Pd menyampaikan program PD BKPAKSI yang sudah berjalan dan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015, diantaranya rencana program keluarga sakinah dan program gerakan magrib mengaji di masjid, langgar dan mushallaa.

" Kita akan bersinergi dengan Kementrian Agama Kabupaten Cianjurdalam melaksanakan program-program keluarga sakinah, dan program gerakan magrib mengaji, selain itu saat ini kita sedang melakukan konsolidasi kepengurusan Forum PAKSI di tingkat kecamatan " Ungkap haris.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, H. Dadang Ramdhani, M.Si mengatakan bahwa Kementrian Agama sangat menyambut baik kehadiran BK PAKSI di Kabupaten Cianjur, dan diharapkan BKPAKSI dapat juga melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain di bawah naungan Kementrian Agama serta dapat membantu program kemenag yang belum tersentuh.

" Kami menyambut baik kehadiran BKPAKSI Kabupaten Cianjur karena programnya selaras dengan program Kementrian Agama seperti keluarga Sakinah dan Program Gerakan Magrib Mengaji" Ungkap H.Dadang.

Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Cianjur H. Yudi Affiful Hidayat, S.Ag., M.Si,  Kepala Seksi Mapenda Kemenag Cianjuri H. Tavip Supriadi, M.Si, Para Direktur Daerah dan Ketua Divisi PD BKPAKSI Kabupaten Cianjur. [KC.01]***
CIANJUR, [KC],- Pemerintah daerah saat ini tidak mempunyai wewenang dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil seperti halnya kabupaten/kota lainnya namun segala aspirasi, keluhan juga cerita kehidupan nasib para honorer kabupaten cianjur akan ditampung sebagai masukan yang dapat dijelaskan untuk dikaji kembali pengolahan database honorer yang tidak lulus di testing CPNS kategori II kabupaten cianjur beberapa waktu lalu. dikatakan Wakil Bupati Cianjur, dr. H. Suranto, MM., saat menerima tamu dari Front Pembela Honorer Indonesia wilayah Kabupaten Cianjur.

Melihat jumlah data PNS cianjur sudah terlalu banyak, tutur Wakil Bupati Cianjur, hal tersebut dapat dilihat dari besarnya anggaran APBD untuk belanja pegawai saja sudah mencapai hampir 65 %, ini menjadi dilema apabila melihat tugas para aparat pemerintah daerah ternyata masih kurang untuk wilayah cianjur bagian selatan.

Terakhir wakil bupati cianjur berharap kepada seluruh anggota honorer yang sudah terlanjur menggantungkan nasibnya seumur hidup mengabdi untuk bangsa dan negara ini dan terus tetap bersemangat guna menggapai asa yang di cita-citakan sebagai PNS.

Ahmad Sanusi, perwakilan FPHI cianjur menuturkan bahwa latarbelakang kedatangannya sesuai acuan kebijakan PP nomor 48 tahun 2006 yang menjelaskan bahwa pengangkatan tenaga honorer menjadi cpns dilakukan secara bertahap mulai tahun anggaran 2005 dan paling lambat selesai tahun 2009 dengan prioritas tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai oleh APBN dan APBD.

Namun, kata Ahmad Sanusi sekretaris FPHI Cianjur yang sampai saat mengajar di salah satu sekolah dasar negeri tersebut mengatakan, pada kenyataannya honorer merasa di khianati oleh Surat Edaran Menpan nomor 05 tahun 2010 yang kenyatannya pemerintah masih mengangkat tenaga honorer oleh APBN dan APBD tahun 2012 sampai dengan 2014 dengan alasan yang PP itu sendiri dengan dasar masih ada tenaga honorer yang di biayai oleh APBN dan APBD tercecer.

Harapan FPHI, seperti yang dicita-citakan para honorer yang selama diperjuangkan diantaranya pemerintah kabupaten cianjur mendukung FPHI agar pihak pemerintah pusat dan para wakil rakyat dapat merealisasikan honorer yang tidak lulus ini dapat [KC.14/cjr.goid]**
CIANJUR, [KC],- Tingkat kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Cianjur dinilai masih sangat minim. Karena itu, Bakal Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Herman Suherman siap membantu para guru honorer untuk meningkatkan kesejahteraan.

 "Kualitas dan mutu pendidikan, tentunya tergantung dari kualitas dan mutu para pendidiknya. Tidak hanya bagi kalangan guru berstatus PNS saja, tapi juga bagi guru-guru berstatus non PNS (honorer/sukwan)," kata Herman saat silaturahmi dengan guru honorer di Kecamatan Sukanagara, Senin (27/04/2015).

Menurutnya, dengan meningkatnya kesejahteraan guru honorer, maka tingkat pendidikan pun diyakini akan semakin berkualitas. Kami tentunya banyak berharap agar guru honorer harus lebih diperhatikan dalam hal kesejateraannya. Minimal, honor yang mereka terima bisa disesuaikan dengan UMK (upah minimum kabupaten) atau akan membuat kebijakan dana pensiun untuk guru honor."Hal itu untuk meningkatkan kinerja guru lebih profesioanl, sehingga pendidikan pun semakin berkualitas,” tutur Herman.

Herman menyebutkan, jumlah guru berstatus PNS maupun honorer/sukwan di Kabupaten Cianjur sekitar 35 ribu orang. Namun Herman  belum bisa menyebutkan secara persentase jumlah guru berstatus PNS maupun honorer/sukwan.

“Mereka tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur. Pihaknya berharap momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei mendatang,  bisa menjadi tonggak adanya keberpihakan bagi guru-guru honorer.

 "Jika belum ada yang diangkat jadi PNS, kami berharap agar segera diakomodasi,” tegasnya.

Bertepatan Hardiknas, menurut Herman, pelaksanaannya kelihatannya dimeriahkan di masing-masing kecamatan. Malahan tak sedikit yang menggelar berbagai macam perlombaan seni, olahraga, maupun jalan santai.

“Hardiknas  tahun ini kelihatannya memang lebih semarak. Mudah-mudahan semaraknya peringatan ini diikuti juga dengan peningkatan kesejahteraan guru honorer atau sukwan,” terangnya.

Luky Ramansyah  (29), salah seorang guru honorer di Kecamatan Sukanagara,  mengaku, tingkat kesejahteraan guru sukwan atau honorer memang masih terbilang minim. Dia merasakan sendiri bagaimana harus membanting tulang untuk menutupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Karena jika hanya mengandalkan dari honor mengajarnya di sekolah dasar, tidak akan pernah cukup.

“Saya belum tahu apakah nanti ada kebijakan pengangkatan jadi PNS atau tidak. Makanya saya banyak menggarap pekerjaan lain di luar tugas sebagai guru honorer saat ini,” paparnya.

Guru-guru Sukwan di Sukanagara sangat berharap, melalui Kang Herman bisa memperjuangkan kesejahteraan Sukwan. "Kang Herman memang sangat peduli terhadap guru Sukwan. Kami sangat mendukung pencalonan beliau untuk menjadi Bupati Cianjur lima tahun mendatang. Karena beliau memperhatikan nasib kami," imbuhnya. [KC.13/Den]***

CIANJUR, [KC],- Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di Kabupaten Cianjur.  Direktur PDAM Tirta Mukti Cianjur, Herman Suherman meresmikan fasilitas penggunaan air bersih gratis  di komplek Masjid Al-Hikmah tepatnya  di Kampung Pos RT 01 RW 02 Desa Sukanagara Kec Sukanagara.

Peresmian penggunaan air bersih, dihadiri Ketua DKM Al-Hikmah, Ustadz Irsam Ansori, jamaah masjid, masyarakat sekitar dan ibu-ibu pengajian.

Herman Suherman memaparkan, pihaknya ingin berbagi dengan masyarakat melalui pemberian air bersih secara gratis. "Pemberian sarana air bersih ini, merupakan salah satu program PDAM dibidang CSR," kata Herman.

Herman yang juga Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021 menerangkan, sebenarnya pemberian sarana air bersih sudah berjalan tiga tahun lalu dan hingga kini sudah ratusan sarana air bersih disalurkan kepada masyarakat . "Intinya kami ingin membantu masyarakat agar selalu sehat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DKM Al-Hikmah,  Ustadz  Irsam Ansori mengucapkan terima kasih kepada Kang Herman Suherman yang telah membantu warga Kampung Pos."Tentu sarana air bersih ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya untuk keperluan keagamaan dan keperluan kebutuhan rumah tangga," imbuhnya.

Irsan dan warga juga mendoakan kepada Kang Herman "Kang Herman sudah membantu kami, tentu sebagai warga wajib membantu beliau , Apalagi program-program Herman saat menjabat Dirut PDAM sangat dirasakan," imbuhnya [KC.13/Den]***
CIANJUR, [KC].- Hingga batas akhir pendaftaran, sekitar 400 pelamar menyampaikan berkas calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur. Bekas pelamar calon PPK tersebut langsung diverifikasi kelangkapan administrasinya oleh petugas KPU yang telah disiapkan.

"Hingga siang hari ini (kemarin, red), sudah ada 400an pendaftar yang sudah masuk berkasnyake kami. Selanjutnya berkas lamaran itu akan dilakukan penelitian dan pemeriksaan kelengkapan administrasi persyaratannya," kata Divisi Sosialisasi KPU Cianjur, Hilman Wahyudi Senin (27/4/2015.

Diakuinya, untuk penelitian berkas, tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak berkas lamaran diterima. Sebenarnya juga sudah kami lakukan sejak Selasa (21/4/2015) lalu. Jadi ketika kami sudah membuka pendaftaran, penelitian berkas juga sudah kami lakukan dan baru berakhir tanggal 28 April 2015," katanya.

Setelah berkas lamaran dinyatakan lengkap atau sesuai dengan persyaratan, baru diumumkan siapa saja yang dinyatakan lolos untuk dilakukan tes tulis bagi calon anggota PPK. Adapun tes tertulis tersebut bakal dilakukan pada Senin (4/5/2015) mendatang dan hanya dilakukan selama satu hari penuh. Hasilnya baru akan diumumkan pada 6 Mei mendatang.

Diakuinya, adanya peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) yang menyatakan larangan bahwa bagi yang sudah pernah menjabat menjadi anggota PPK, PPS dan KPPS selama dua periode sangat berpengaruh terhadap jumlah pendaftar calon PPK. Sejumlah calon pendaftar pun akhirnya urung dan memutuskan untuk tidak mendaftarkan dirinya ke KPU Cianjur di Jalan Ir H Juanda, Selakopi, Cianjur

"Banyak juga para calon pendaftar itu yang mengkonfirmasi melalui telepon selular. Setelah tahu bahwa ada aturan tersebut, mereka pun mundur," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Meski sudah berulang kali mengadukan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sambungan air PDAM yang mengarah ke Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur di jalan Ariawiratanudatar tetap juga tidak ngocor. Hal itu membuat sejumlah pegawai Diskop harus nebeng ke tetangga jika ingin bauang air kecil/besar.

Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam tiga pekan terakhir. Terpaksa para pegawai yang biasanya cukup memanfaatkan sarana air di kantor, harus nebeng ke salah satu masjid yang masih ada sarana air bersihnya didepan komplek Raider 300 atau sekitar 200 meter dari lokasi kantor.

"Kami kurang tahu kenapa air PDAM yang ke kantor kami mati. Kami sudah melaporkan ke PDAM baik secara lisan mapun secara tertulis atau resmi. Mungkin sudah lebih dari 10 kali laporan. Tapi laporan ya laporan, faktanya air tidak juga ngocor sampai saat ini," kata Yadi salah seorang pegawai Diskop UMKM Kabupaten Cianjur, Senin (27/4/2015).

Pihaknya tidak habis fikir, sebab sebelumnya memang pernah mengalami hal serupa. Tapi setelah dilaporkan ada perbaikan dan air kembali berjalan normal. Namun berbeda dengan kejadian yang menimpa dalam tiga minggu terakhir. Meski sudah dilaporkan beberapa kalai, saluran air yang ke arah kantornya tidak juga ngocor.

"Kalau alasan apa kami tidak tahu, itu tekhnis PDAM. Yang kami harapkan laporan kami itu ditindak lanjuti dengan kembali ngocornya air ke kantor. Air itu sangat dibutuhkan, malu masa kantor tidak ada air, kalau ada tamu dari jauh, apa kesan mereka. Ini sudah lama, tiga minggu bukan waktu yang sebentar," tegasnya.

Hal serupa juga tidak jauh berbeda seperti yang dialami sejumlah warga di komplek perumahan Gadung Permai di Jalan Ariawiratanudatar. Setidaknya ada 370 Kepala Keluarga (KK) yang menggunakan atau memanfaatkan air PDAM Cianjur. Saluran air PDAM ke komplek tersebut juga berjalan tidak normal.

"Sudah bosen melaporkan, gitu-gitu lagi, ngocor sebentar mati lagi ujung-ujungnya. Kalau dibilang kesal memang kesal, apa hendak dikata, hanya paling kita hanya bisa berharap agar layanan PDAM itu ditingkatkan. Sebab kami setiap bulannya selalu membayar tagihan, kalau tidak dibayar kan didenda. Tapi kalau air mati tidak apakah PDAM di denda, kan tidak," kata Iis (46) seorang ibu rumah tangga.

Diakuinya, gara-gara air PDAM tidak ngocor, sejumlah ibu-ibu pernah menggelar aksi ke kantor PDAM. Namun aksi tersebut tidak banyak berdampak terhadap layanan air PDAM. "Demo itu puncak kekesalan warga komplek yang tidak terlayani air, pada hal mereka selalu tepat waktu saat membayar tagihan rekening airnya. Apakah ini tidak ada upaya untuk meningkatkan pelayanan," paparnya.

Ia dan warga berharap agar PDAM Cianjur bisa memberikan layanan prima. Jangan sampai matinya air PDAM ini dibiarkan dan tidak ada solusi. "Harapan kami PDAM memperhatikan keluhan warga akan kebutuhan air, ini kan perusahaan daerah, sudah selayaknya meningkatkan pelayanan dan menanggapi keluhan pelangganya, bukan terkesan membiarkan," tegas Iis.

Ketika persoalan itu akan di konfirmasikan ke pihak PDAM Cianjur, belum ada satupun pejabat yang bisa dihubungi. Bahkan Direktur Operasional Budi Karyawan saat dihubungi melalui telpon tidak diangkat meski terhubung [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perkoperasian, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur akan segera menyiapkan klinik koperasi. Diharapkan para pelaku koperasi yang ingin mendapatkan pembinaan dalam mengembangkan koperasi bisa datang ke klinik koperasi.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi pada Diskop dan UMKM Kabupaten Cianjur, Aca Kurniawan mengungkapkan, keberadaan klinik koperasi nantinya akan memberikan pencerahan dan pelatihan bagi pelaku koperasi secara praktis dan efisien. Bahkan dalam pelaksanaanya akan dilakukan praktek secara langsung khususnya dalam pembukuan koperasi.

"Kita ingin mengajarkan secara praktis dan efektif bagii pelaku koperasi yang merasa masih perlu mendapatkan pembinaan dan bimbingan tekhnis. Kita tidak akan memberikan materi yang sulit untuk dipahami, malah lebih menekankan pada praktek daripada teori," kata Aca saat ditemui disela memimpin rapat persiapan penyediaan Klinik Koperasi, Senin (27/4/2015).

Aca menegaskan, dalam pelaksanaan klinik koperasi nantinya peserta yang ingin mendapatkan bimbingan akan mendapatkan materi mengenai manajemen koperasi sebagaimana peraturan perundang-undangan, dan cara pendirian koperasi. "Kadang ada anggapan bahwa membuat koperasi itu mudah, hanya kita melihatnya dari sudut mana? Kedepan siapapun yang ingin mendirikan koperasi harus ada pra koperasi dulu. Kita akan minta ekspos kesiapannya seperti apa. Tidak serta merta yang ingin memohon legalitas kita syahkan begitu saja," tegasnya.

Upayanya tersebut lanjut Aca, tidak terlepas dari sebuah keinginan untuk menciptakan koperasi yang benar-benar seperti yang diharapkan yakni sebagai soko gurunya perekonomian. "Kalau lembaganya sudah kuat, koperasi itu akan bisa maju dengan sendirinya. Jangan sampai ada koperasi cuma kalau ada bantuan saja. Koperasi harus bisa lebih maju dan berkembang," tegasnya.

Dalam penyiapan Klinik Koperasi pihaknya akan menyiapkan tenaga ahlinya. Selain tenaga dari lingkungan pegawai Diskop dan UMKM, ada tenaga lainya dari Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang selama ini sudah banyak mendampingi koperasi dilapangan.

"Nanti kita akan jadwal sedemikian rupa, yang pasti setiap hari itu kita siapkan petugasnya. Kita harapkan para pelaku koperasi atau masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai koperasi bisa memanfaatkan kesempatan ini. Sehingga seiapapun yang datang ke Dinas Koperasi untuk urusan koperasi sudah ada tempatnya," paparnya.

Koordinator PPKL Provinsi Jawa Barat Tin Tin Nurhadistian menyambut baik rencana Diskop dan UMKM Kabupaten Cianjur untuk membuat Klinik Koperasi. Sebagai PPKL pihaknya sangat siap membantu rencana tersebut agar bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami para PPKL harus siap, apalagi itu juga merupakan bagian dari tugas yang harus dilaksanakan. Karena dengan adanya Klinik Koperasi sudah barang tentu diharapkan para pelaku koperasi yang selama ini masih bingung dalam melakukan pembukuan, bisa langsung berkonsultasi pada tempatnya, tinggal memberikan bimbingan," kata Tin Tin.

Untuk di Kabupaten Cianjur sendiri setidaknya ada delapan PPKL yang selama ini selalu mendampingi koperasi. "Memang kalau melihat jangkauan dan jumlah koperasi yang ada masih sangat jauh dari idial, tapi dengan adanya PPKL itu paling tidak berupaya agar keberadaanya bisa dirasakan manfaatnya bagi koperasi. Koperasi yang tadinya belum pernah Rapat Anggota Tahunan (RAT) setelah didampingi bisa melaksanakan dan bisa membuat pembukuannya sendiri," tegasnya [KC-02]**.





CIANJUR, [KC],- Cara pandang kita sebagai umat muslim dalam memperingati Isra Mi’raj yaitu dengan memantapkan keimanan serta ketaqawaan kepada Allah SWT sebagai landasan moral juga etika kehidupan sehari-hari. Dikatakan Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM., saat menghadiri undangan warga masyarakat RW 02 desa Sukamaju Kecamatan Cianjur dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1436 H yang dilaksanakan di mesjid Al-Fallah.

Selanjutnya wakil bupati cianjur mengatakan, renungan guna introspeksi diri terhadap pengamalan ibadah sholat lima waktu yang baik dan benar yang menjadi inti dari peringatan Isra Mi’raj. Dihadapan jamaah muslimin dan muslimah kampung Cikaret, wakil bupati cianjur menghimbau, di era globalisasi saat ini tidak luput dari penurunan moral bangsa pada umumnya, seperti beredarnya minuman keras dikalangan remaja bahkan anak-anak bahkan tidak sedikit yang menjadi korban akibat mengonsumsi minuman keras. Sudah menjadi tugas kita semua untuk selalu melindungi keluarga dan lingkungan kita terhadap hal-hal negatif dari degradasi moral.

Ketua panitia PHB DKM Al-Falah, Dede Kurnia dalam laporan kegiatan menuturkan bahwa beberapa program DKM mesjid yang sedang dilaksanakan salah satunya sedang pembangunan ruang kelas bagi murid Madrasah Diniyah Al-Fallah sebanyak enam ruang kelas yang sudah di garap dari tahun lalu. Lanjutnya, sebagai informasi saat ini pembangunan ruang kelas sebelumnya telah mendapatkan dana hibah dari pemkab cianjur sebesar Rp. 150 juta dari APBD tahun anggaran 2014, yang selanjutnya dari warga masyarakat melalui swadaya masyarakat sampai pada hasil capaian 80 % pembangunan tersebut, yang bertujuan agar kegiatan belajar mengajar dapat terselenggara dengan baik guna meningkatkan sumber daya manusia yang berakhlak Islami. Dengan mubaligh Ustad Aat Ahmad Muhidin dan Ustad Aang Lukman Salakawung Bayubut Cilaku.[KC.14/cjr.goid]***
CIANJUR, [KC],-  Bakal Calon Bupati Cianjur, Herman Suherman menuturkan,  seni qasidah sangat berperan dalam membentengi remaja dari perilaku menyimpang seperti kekerasan, pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.

"Kita prihatin karena kekerasan terjadi di sana-sini. Mudahan-mudahan aktivitas seni qasidah bisa menjadi filter dan benteng bagi remaja kita dengan filosofi seni yang lembut dan santun," kata Herman saat sambutan Isra Mi’raj di Madrasah Nurul Ammah Kp Darungdung RT 03 RW 03  Desa Gudang Kec Cikalongkulon Cianjur.

Menurut Kang Herman panggilan akrabnya,  seni qasidah bisa menjadikan pergaulan remaja menjadi terarah dan positif." Semangat itulah yang membuat saya berencana menggencarkan pengembangan seni qasidah di Cianjur," paparnya.

Herman mengatakan,  seni qasidah merupakan seni yang menjadi media dakwah, sehingga mempunyai tujuan yang jelas untuk membina dan membangun umat.

"Diharapkan seni qasidah mampu membentengi anak muda kita dari sikap negatif dan hal-hal yang jauh dari budaya Indonesia. Seni ini bisa menjadi sarana untuk menangkal masuknya budaya negatif dari luar," ucapnya.Dia menyarankan agar seniman muslim untuk mengembangkan seni Islam sesuai dengan kemajuan zaman, namun tetap berpegang teguh pada ketentuan yang digariskan dalam Islam.

"Kekhasan qasidah terlihat dari perpaduan musik tradisonal, lokal dan padang pasir. Ini perpaduan budaya daerah dan kebudayaan Islam. Semoga qasidah bisa bersaing dengan kesenian lainnya sehingga tetap mendapat tempat di hati masyarakat," katanya.

Herman bersyukur sambutan masyarakat Cianjur antusias terhadap pengembangan seni bernuansa Islam ini. Salah satunya di Madrasah Nurul Ammah yang mengembangkan qasidah. "Kami mengharapkan santri disini mampu mengukir prestasi di bidang keagamaan," tuturnya.

Tak hanya itu, madrasah ini telah melaksanakan  Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Penyelengaraan Madrasah Diniyah.  Walaupun pelaksanaanya masih  swadaya masyarakat. "Kedepan tentu harus dibantu dari Pemkab Cianjur melaluialokasi 1 persen APBD untuk pengembangan ilmu keagamaan," tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Madrasah Nurul Ammah, Ustadz Aceng Hidayat menyambut positif kehadiran Kang Herman. "Saya bangga kepada Kang Herman, karena peduli kepada keagamaan, khususnya di bidang qasidah dan Madrasah Diniyah," imbuhnya.

Di Madrasah ini, selain kegiatan pengajian kitab suci Al Quran, dan kitab kuning, juga mengembangkan kesenian qasidah dan dakwah. "Kami akan terus meningkatkan keagamaan dengan tujuan Cianjur ingin lebih maju dan agamis," imbuhnya [KC.13/Den]***

CIANJUR, [KC],- Dalam Konfercab Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU)  Kabupaten Cianjur di Gedung Dakwah beberapa pekan yang lalu untuk Pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU Periode 2015-2017, Fahri Akbar Muhidin terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Cianjur  dan Siti Latifah sebagai Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Cianjur.

Mereka berdua menjadi pengurus IPNU-IPPNU periode 2015-2017, dipilih secara demokratis dari konferensi cabang IPNU-IPPNU  tersebut.

Ketua terpilih PC IPNU, Fahri Akbar Muhibuddin mengatakan dirinya akan berjuang sekuat tenaga pada periode ini untuk membentuk beberapa Pimpinan Anak Cabang yang belum terbentuk, tentunya dengan dukungan berbagai pihak terutama elemen NU dan Badan otonom lainnya yang ada di NU.

“ Saya optimis di periode ini akan kita bentuk PAC IPNU dari jumlah kecamatan yang ada di cianjur, dan kita akan fokuskan ke Cianjur utara, dengan pola kaderisasi melalui berbagai pelatihan yang modulnya sudah kita siapkan mulai dari masa kesetiaan anggota (MAKISTA), Latihan Kader Muda (LAJMUD) dan Latihan Kader Utama (LAKUT), infrastruktur jaringan tidak terlalu sulit karena NU sudah terbentuk di 32 kecamatan” jelas fahri.

 Dirinya memiliki harapan agar Tanfidziyah NU Cianjur dapat mempertahankan kedinamisannya dan terus membangkitkan badan otonom NU yang saat ini belum aktif dan belum terbentuk, agar bisa bersinergi dalam melakukan proses kaderisasi NU. [KC.01]***

CIANJUR, [KC],- Ada pemandangan yang berbeda di salah satu stand pameran pendidikan cianjur, khususnya stand pengrajin batu mulia milik Endang Kartiwa yang menjual Beberapa jenis batu asli asal Cidamar Cidaun, Cianjur selatan, pasalnya hanya dengan memegang batu akik black aren dapat mengangkat orang hanya dengan satu jari.

Black Aren, demikian kebanyakan masyarakat menyebut batu akik khas Kabupaten Cianjur ini. batu akik berasal dari wilayah paling selatan Kabupaten Cianjur ini selintas terlihat hitam pekat. Penamaan Black Aren itu lantaran warnanya yang hitam menyerupai biji aren. Batu akik ini ditemukan sekelompok pemuda secara tak sengaja di sekitar Sungai Cidamar pada pertengahan tahun lalu.

“Ada yang percaya kalau yang pakai cincin batu akik ini bisa menambah stamina, menghilangkan rasa pegal-pegal, rematik, sakit kepala, dan yang utama adalah menambah percaya diri karena didominasi warna hitam, selain itu batu ini dibentuk akibat dari pelapukan fosil pohon yang memiliki zat-zat tertentu yang bisa digunakan sebagai penangkal racun atau hal bermanfaat lainnya” ujar Perajin dan kolektor Batu Mulia asal Kecamatan Cidaun, Endang Kartiwa.

Bahkan setelah di demokan khasiat batu balck aren ini, Pria asal Cidaun, Cianjur Selatan,  tak menyangka koleksi batu cincin mulianya bisa habis dalam sekejap. Padahal,  pameran ini ditutup masih cukup lama.

"Saya, kewalahan melayani pelanggan, batu black aren yang sudah dikemas dengan cincin bisa habis dalam setengah hari, bahkan barusan saja sudah ada yang order dari Jakarta untuk dikirim besok " ujar Endang. Menurut dia, kebanyakan pelanggannya datang dari Cianjur, Bandung, dan jakarta. Meski demikian, dia mengaku tak jarang pelanggan jauh seperti dari Aceh pun datang..

Dikatakan Endang, harga batu mulia asal Kecamatan Cidaun memang masih terbilang murah. Ia biasanya menjual batu itu dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta tergantung ukuran dan motif yang ada pada batu.
"Walau murah harganya, tapi kalau pengolahannya bagus nilai jual batu mulia yang sudah menjadi cincin batu akik ini bisa mahal," ujar Endang. [KC.01]***