September 2012
ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Seorang penjual nasi goreng, Dedi Ahmad Saepudin, (27) warga Kampung Balakang, RT01/RW 02, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, bernasib malang. Betapa tidak saat tengah menunggu teman di jalan Balakang Cipanas, tiba-tiba dia disergap oleh oknum kepolisian dari Polda Jabar, Jum'at (28/9) malam. Diduga dia menjadi korban salah sasaran tindakan oknum aparat kepolisaian. Akibatnya korban mmengalami luka dibagian wajah akibat dipukul dengan menggunakan pistol. Tidak hanya itu sekujur tubuhnya juga menderita luka-luka.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa naas yang menimpa Dedi Ahmad Saepudin bermula saat  korban baru saja menjemput istrinya sekitar pukul 22.00 WIB. Korban kemudian kembali keperempatan Jalan Belakang untuk menunggu temanya.  Namun setelah setengah jam lebih, teman yang ditunggunya tidak kunjung datang, Dedi bermaksud akan pulang kerumah.

Baru saja akan beranjak, tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil. Setelah diperhatikan ternyata yang memanggil adalah Galih, orang yang hanya dikenalnya sepintas sambil membawa sepeda mootor. Dia manawarinya untuk naik motor, tanpa pikir panjang dengan pertimbangan jarak lumayan jauh jika jalan kaki, korban naik sepeda motor yang dikemudikan Galih.

Hanya saja sebelum sampai rumahnya, tiba-tiba ditengah jalan motor yang ditumpanginya dihalangi dua mobil Avanza berwarna silver yang langsung menghentikan sepeda motor yang ditumpanginya. Beberapa orang langsung turun dari mobil dan menangkap Galih dan dimasukkan kedalam mobil. Sementara korban langsung dihujani pukulan oleh tiga orang perawakan besar yang turun dari mobil avanza.

"Tiga orang yang turun dari mobil itu langsung menghampiri saya, tanpa nanya langsung memukul saya. Karena saya tidak tahu persoalanya, saya melawan dan ketiga orang itu kalah. Tapi rupanya beberapa orang lainya yang ada di dalam mobil langsung turun dan ikut mengeroyok saya. Setelah saya tidak bisa melawan, saya di borgol. Namun, saya langsung bertanya, kenapa saya disiksa tanpa ada kata-kata ?,” kata Dedi, Minggu (30/9/2012).

Dijelaskan Dedi, saat dirinya tidak berdaya itulah, kemudian orang yang mengeraoyoknya mengaku anggota kepolisian dari Polda Jabar. Anggota polisi itu mengaku menangkapnya karena dianggap sebagai bandar narkoba lantaran bersama dengan Galih. "Saat itu saya jelaskan langsung kalau saya tidak tahu apa-apa. Saya bareng naik motor, karena diajak sama dia (Galih). Saya hanya kenal sama dia sepintas saja," jelasnya.

Begitu mendapatkan penjelasan tersebut, oknum polisi yang mengaku dari Polda Jabar tersebut langsung melepaskannya. Mereka meminta maaf dan pergi begitu saja. Sementara Galih yang menjadi target, kabur saat mereka mengeroyoknya. Meski dilepas, Dedi tak urung mengalami luka di wajah akibat pukulan memakai pistol dan luka disekujur tubuhnya. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Cimacan untuk divisum et repertum. Hasilnya dilaporkan ke Mapolsek Pacet.

Sementara Helen Budiarti (26) istri Dedi mengaku tidak terima dengan tindakan oknum aparat kepolisian yang telah melakukan penganiayaan terhadap suaminya. Padahal suaminya hanya penjual nasi goreng yang tidak tahu apa-apa. "Saya tidak terima suami saya diperlakukan seperti itu. Kalau memang benar-benar polisi itu meminta maaf, datang baik-baik ke rumah. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang datang.  Makanya, saya mau kasus ini lanjut terus, sampai ada keadilan,” terangnya.

Pihaknya kini bingung, karena suaminya sakit dia tidak bisa berjualan nasi goreng. Sementara kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditunda. "Suami saya kini tidak bisa dagang, karena sakit. Sedangkan anak saya harus dikasih makan," tegasnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Layanan pengiriman melalui Wesel Western Union di PT. Pos Indonesia wilayah Cianjur menduduki peringkat tertinggi di lingkup PT. Pos Indonesia wilayah Jawa Barat. Tingginya pengiriman melalui layanan tersebut tidak terlepas dan tingginya masyarakat Cianjur yang bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Demikian ditegaskan perwakilan PT. Pos Indonesia wilayah Jawa Barat, Hari Hermawan saat menghadiri acara pemberian hadiah dari PT. Pos Indonesia wilayah Cianjur untuk peserta yang memenangkan undian membuat aspirasi dan kalimat ungkapan untuk Cianjur yang lebih baik ke depan, Jum'at (28/9/2012).

Menurut Hari, peran Kantor Pos memang sangat penting dalam menyediakan jasa layanan perngiriman barang, baik surat-surat berharga, uang dan barang lainnya sesuai aturan yang disepakati. "Yang jelas layanan wesel sangat membantu dan banyak diminati oleh TKI yang berasal dari Kabupaten Cianjur," tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Pos Cianjur dapat memberikan motivasi untuk masyarakat Cianjur dalam berkreatifitas . Selain itu juga diharapkan bisa lebih terbuka lagi sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat guna membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah khususnya dalam mengavaluasi dan meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Cianjur.

"Kegiatan ini sangat baik untuk menjembatani aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada Pemkab Cianjur khususnya, sehingga akan terbuka ruang komunikasi yang baik untuk masyarakat yang ingin menyampaikan gagasan, ide, kritikan, aspirasi dan lain sebagainnya. Semua itu untuk dijadikan umpan balik bagi pemerintah dalam melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan  ke arah yang lebih baik dan memberikan kepuasan kepada masyarakat luas," tegasnya.

Kedepan Wabub berharap kegiatan seperti ini kiranya perlu terus di upayakan untuk selalu terselenggara dan lebih nyata lagi hasilnya yaitu terkumpulnnya saran-saran yang membangun untuk Cianjur kedepan. Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati juga menyerahkan kunci motor hadiah utama berupa sepeda motor kepada pemenang doorprice kepada Ahud, pemenang asal Kecamatan Cidaun (KC-02)**.
Kapolres Cianjur AKBP AGustri Heryanto
CIANJUR, (KC).- Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto  mengatakan, pihaknya berjanji tetap akan memproses anggotanya yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan. "Itu sudah komitmen saya, siapapun orangnya akan kami proses. Sekarang yang melakukan kekerasan tetap akan saya proses, jadi kalau ada yang tanya masyarakat polisinya diproses nggak, ya saya proses," tegas Kapolres.

Dikatakan Kapolres, setidaknya ada dua hingga tiga anggotanya yang terindikasi melakukan tindak pelanggaran dalam mengamankan aksi mahasiswa. Mereka juga sudah mengakui dan melakukan tindakan represif lantaran mereka dipukul terlebih dahulu. "Mereka melakukan tindakan tidak ujug-ujug (tiba-tiba), tidak serta merta polisi datang gebuk mahasiswa,  justru polisi datang malah polisi yang menjadi sasaran sama mahasiswa," katanya.

Sementara itu dari unsur mahasiswa, sudah ada dua orang yang mengarah ke tersangka. Dikatakan Kapolres, jika mahasiswa mengaku tidak bersalah kenapa sepeda motor tidak diambil, mereka malah memilih kabur. "Sekarang masih ada 24 sepeda motor, kenapa tidak diambil. Kami sudah mengantongi siapa yang berbuat siapa, termasuk yang mendanai aksi saya juga sudah mengantongi orangnya. Saat ini kita kembangakan terus, tapi sudah ada yang mengarah ke tersangka," tegasnya.

Pihaknya juga meminta agar dalam pemberitaan bisa lebih berimbang, jangan hanya menyudutkan polisi.  "Kami juga meminta kepada rekan-rekan wartawan agar memberitakan berimbanglah, apakah tahu kalau ada anggota kami yang kakinya diinjak dan menderita luka-luka dan menjalani perawatan, tapi tidak terekspos," paparnya (KC-02)**.
Aktivis HMI tengah menggelar teatrikal di halaman Mapolres Cianjur
CIANJUR, (KC).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cianjur, Jum'at (28/9/2012) mendatangi Mapolres Cianjur di Jalan Suroso. Kedatangan para mahasiswa tersebut sebagai bentuk solidaritas atas aksi kekerasan yang diterima rekannya sesama mahasiswa saat akan menggelar audensi di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Kamis (27/9/2012).

Sambil membawa bendera kebesaran organisasi, para aktivis mahasisa tersebut juga datang sambil membawa beberapa poster dan spanduk yang bertuliskan 'Stop anarki, kekerasan bukan solusi' dan poster lainya. Mereka datang ke Mapolres Cianjur dan langsung dipersilahkan masuk dihalaman Mapolres.

Menurut Ketua HMI Cianjur, Dendi Priatna, pihaknya mengutuk keras dan akan memerangi bentuk penindasan apapun terhadap siapapun yang merampas hak-hak sebagai warga negara Indonesia. "Stop arogansi (kekerasan) aparat, tindak tegas oknum aparat kepolisian yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa," kata Dendi saat ditemui disela aksi.

Pihaknya juga mendesak kepada aparat kepolisian agar tidak melakukan tindakan represif dalam menangani aksi massa. Wujudkan tugas pokok Polri sebagaimana disebutkan dalam pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Ciptakan perilaku polisi yang bermartabat dalam menjalankan tugas.

"Jika terjadi lagi tindak arogansi aparat polisi dalam aksi massa, maka kami menuntut Kapolres beserta jajaranya dicopot dari jabatanya. Karena telah dianggap gagal dalam mengayomi masyarakat," tegasnya.

Aksi kekerasan ini menurutnya merusak tatanan Cianjur, makanya selaku mahasiswa meminta agar persoalan tindak kekerasan yang menimpa para mahasiswa diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. "Masalah ini merusak nama Cianjur, makanya kami meminta untuk usut tuntas, siapa-siapa oknum aparat yang terlibat dalam aksi kekerasan itu," tegasnya.

Aksi mahasiswa tersebut sempat diterima oleh Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo di halaman Mapolres. Mahasiswa juga sempat memberikan bunga kepada para anggota kepolisian yang tengah mengamankan aksi. Bahkan sebelum membubarkan diri mahasiswa sempat menggelar teatrikal dengan meninggalnya seorang mahasiswa yang ditaburi bunga akibat tindakan represif oknum aparat kopolisian (KC-02)**.


CIANJUR, (KC).- Institute Social and Ecomonic Development (Inside) Kabupaten Cianjur mendesak agar Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) segera menetapkan Bupati Cianjur H. Tjtjep Muchtar Soleh (TMS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana makan minum (mamin gate) Kabupaten Cianjur. Desakan tersebut mengacu pada hasil ekspose dan surat dakwaan dalam sidang perdana mamin gate, Rabu (26/9/2012).

"Demi menjaga wibawa Kejaksaan sebagai institusi hukum, kejaksaan harus menunjukkan dirinya sebagai lembaga independen dan steril dari intervensi modal dan politik," kata Direktur Insede Kabupaten Cianjur, Yusep Somantri, Kamis (27/9/2012).

Menurut Yusep dalam fakta persidangan dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung , Rabu (26/9/2012), Bupati Cianjur disebut menerima dana sebesar Rp 188 juta setiap bulanya dari terdakwa Edi Iryana mantan Kabag Keuangan Setda Cianjur. Tidak hanya itu  ekspose Kejagung bahwa sejak awal Bupati Cianjur TMS, ikut aktif dan telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka.

"Namun,tanpa alasan jelas dan berdasar fakta penyidikan hingga saat ini Kejati Jabar belum juga menetapkan Bupati Cianjur,TMS sebagai tersangka. Sehingga mrnimbulkan kesan adanya 'transaksi keadilan' sebagai upaya meloloskan TMS dari jerat hukum," paparnya.

Atas dasar itu, Inside bersama kekuatan warga relawan anti korupsi akan melakukan pemantauan proses persidangan sebagai bahan informasi dan eksaminasi publik, agar kontruksi kasus ini tidak berhenti di level staf. "Kita akan kawal kasus mamin gate Cianjur ini hingga tuntas," paparnya.

Sementara itu dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (26/9/2012), nama Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh disebut-sebut dalam surat dakwaan perkara korupsi dana APBD dengan terdakwa mantan Kabag Keuangan Setda Cianjur Edi Iryana dan Kasubag Rumah Tangga Heri Khaeruman. Bahkan korupsi yang dilakukan oleh keduanya dinilai telah memperkaya orang nomor satu di Cianjur tersebut. Anehnya hingga saat ini bupati belum tersentuh.

Dalam surat dakwaan diterangkan bahwa di Cianjur telah dialokasikan anggaran untuk Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang termasuk dalam pagu anggaran belanja barang dan jasa. Mekanisme pencairan anggaran tersebut seharusnya menerapkan pembayaran langsung dan bersifat pengisian kembali.

"Sebagai pejabat pengelola keuangan daerah yang bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) yang menjadi pelaksana pembayaran terdakwa, seharusnya dalam menerbitkan SP2D memeriksa kelengkapan dokumen yang harus mencakup bukti-bukti pembayaran yang sah dan lengkap," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Rahman Firdaus dalam sidang yang digelar di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata (KC-02)**.

Klik Pada Gambar Untuk Melihat Videonya
CIANJUR, (KC).- Rombongan mahasiswa dan aktivis yang sedianya akan menuju ke Mapolres Cianjur untuk beraudensi, Kamis (27/9/2012) dihadang oleh puluhan personel kepolisian. Bahkann rombongan tersebut terpaksa dibubarkan secara paksa oleh petugas. Kericuhan sempat terjadi, beberapa mahasiswa dan aktivis sempat terkena bogem mentah aparat dan delapan orang diantaranya diamankan ke Mapolres Cianjur.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, rencana para mahasiswa dan aktivis Cianjur yang akan beraudensi tersebut merupakan buntut kericuhan dari aksi solidaritas pengecaman film "Innocence of Muslim" yang dilakukan para mahasiswa sebelumnya. Hanya saja ketika rombongan mahasiswa dan aktivis yang menggunakan sepeda motor sampai di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh mereka dihadang pasukan kepolisian yang turun dari truk dalmas.

Tidak diketahui persis penyebabnya, tiba-tiba aparat kepolisian tersebut langsung menyerang mahasiswa. Sejumlah mahasiswa termasuk Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) Adi 'Otong' Supriyadi babak belur terkena bogem mentah aparat. Mereka juga diamankan ke atas mobil truk dalmas.

Beberapa mahasiswa yang kalah jumlah memilih kabur dan meninggalkan sepeda motornya, namun tak luput dari kejaran para aparat kepolisian. Beberapa mahasiswa yang tertangkap babak belur terkena bogem mentah aparat. Informasinya aksi aparat kepolisian tersebut dipicu adanya perusakan fasilitas umum milik kepolisian yang dirusak para mahasiswa didepan Pos Polisi 8 Cepu.

"Saya tidak tahu persis, tiba-tiba saat jalan ada rombongan mahasiswa dan ada juga polisi yang baru saja turun dari mobil truk. Tiba-tiba para polisi tersebut langsung menghampiri para mahasiswa dan melakukan tindakan kekerasan. Saya tidak tahu siapa yang memulai, tiba-tiba sudah terjadi kericuhan," kata Endang (40) seorang pejalan kaki.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heriyanto, secara terpisah mengungkapkan, tindakan pembubaran paksa terhadap aksi mahasiswa dan aktivis itu dilakukan lantaran sebelumnya mereka telah melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas umum. Padahal pihaknya telah menunggu kedatangan mahasiswa di Mapolres Cianjur untuk melakukan audiensi.

"Pembubaran ini terpaksa kita lakukan karena mereka telah melakukan pengrusakan terhadap fasilitas milik polisi. Kami minta rekan-rekan media juga membuat beritanya berimbang, jangan selalu memojokkan polisi," kata Kapolres yang tidak menjelaskan secara rinci pengrusakan yang dilakukan para aktivis tersebut.

Kapolres menduga, aksi para mahasiswa dan aktivis Cianjur tersebut bukan murni untuk menyampaikan aspirasi. Ada pihak yang menunggangi aksi mereka. "Kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan terkait masalah ini. Saya juga meminta kepada media untuk berimbang dalam pemberitaannya," terangnya (KC-02)**.

CIANJUR (KC),- Mantan Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Cianjur Edi Iryana dan Kasubag Rumah Tangga Heri Khaeruman menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Kamis (26/9).

Seperti diberitakan PRO kemarin, keduanya, terjerat kasus korupsi anggaran kegiatan kepala daerah Pemerintah Kabupaten Cianjur yang juga diduga melibatkan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar.

“Keduanya telah memperkaya Tjetjep,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahman Firdaus kepada wartawan seusai persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan RE Martadinata Bandung, Rabu (26/9).

Lebih lanjut, dalam dakwaannya dijelaskan, kejadian bermula ketika Edi menyuruh bendahara sekretariat daerah Aat Suhendar untuk mencairkan dana kegiatan kepala daerah. Namun, hal itu dilakukan dengan kontrak fiktif. “Seharusnya, dana itu dicairkan kepada pihak ketiga lewat surat perintah membayar barang dan jasa,” katanya.

Rahman juga menuturkan, anggaran tersebut meliputi jaminan kesehatan, makan minum rapat, makan minum tamu, serta belanja pakaian dinas.

“Edi meminta bukti pencairan dana itu, ditulis untuk keperluan Tjetjep dan meminta bagian verifikasi keuangan untuk mempermudahnya,” katanya.

Selain itu, dalam dakwaan disebutkan, bahwa perbuatan Edi telah merugikan negara sebesar Rp 3,672 miliar. “Data tersebut didapatkan dari Badan Pemeriksan Keuangan (BPK),” tutur JPU.

Sedangkan, akibat perbuatan para terdakwa Tjejep telah diperkaya Rp 4,132 miliar. Uang tersebut didapatkan dari pencairan dana kegiatan kepala daerah. “Angka itu, sudah termasuk dana koordinasi Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan pemerintah pusat,” tutur JPU.

JPU menjerat kedua terdakwa dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dakwaan primer dan pasal 3 UU yang sama pada dakwaan subsider.

Sedangkan sidang yang diketuai Setyabudi Tejocahyono akan dilanjutkan Rabu (3/10) dengan agenda pembacaan eksepsi.(KC06/PRO)
CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 400 masker dibagikan kepada para tukang ojeg dan masyarakat disekitar wilayah Kecamatan Cibeber oleh pengurus Forum Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Rabu (26/9/2012). Pembagian masker tersebut merupakan salah satu bentuk kewaspadaan dan antisipasi terhadap serangan penyakit pada musim kemarau terutama penyakit inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

"Apa yang kita lakukan saat ini merupakan salah satu bentuk kewaspadaan terhadap gejala penyakit pada musim kemarau seperti ispa dan diare.  Kewaspadaan ini telah kita sampaikan melalui karang taruna, baik tingkat kecamatan, desa dan RT," kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Irvan Rivano Muchar saat membagikan masker kepada tukang ojek pada ulang tahun Karang Taruna ke 52 tingkat kecamatan Cibeber di alun-alun Cibeber, Cianjur.

Berdasarkan ilmu kesehatan, salah satu penyebab terjadinya Ispa adalah debu yang sudah terkomplikasi dengan bakteri, sehingga mudah menyerang tubuh yang lemah. Untuk itu penggunaan masker disaat bepergian sangat disarankan. "Kondisi musim kemarau seperti ini kondisi tubuh harus benar-benar terjaga dengan baik agar tidak mudah terkena penyakit. Penggunaan masker merupakan salah satu antisipasinya," tegas Irvan.

Meski sejumlah wilayah di Cianjur sudah turun hujan, namun persoalan penyakit masih menghantui masyarakat. "Berangkat dari kondisi itulah, kami berinisiatif memberikans edikit bantuan, mudah-mudahan saja apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Imam Hidayat Siregar (45), mengatakan, jumlah masker yang dibagikan sebanyak 400 masker. Jumlah  tersebut dibagikan ke tukang ojek dan supir angkutan umum di wilayah Kecamatan Cibeber. "Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke 52," tuturnya.

Dikatakan Imam, selain pembagian masker geratis, dalam HUT Karangtaruna tersebut juga dilakukan kegiatan berupa lomba gerak jalan, apel akbar, pemberian penghargaan Karang Taruna Award, rampak silat, ngarak posong, donor darah dan hiburan. "Harapan kami apa yang kami lakukan saat ini bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas," paparnya (KC-02)**.
                                                                               
Calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 444 orang calon jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16 asal Kabupaten Cianjur, Rabu (26/9/2012) diberangkatkan menuju asrama haji Pondok Gede Jakarta sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. Keberangkatan calon jemaah haji asal Cianjur tersebut dilepas oleh Asda III Cianjur, Dwi Ambar W dari aula Gedung Dakwah Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur.

Dalam kesempatan tersebut Asda III Cianjur, Dwi Ambar Wahyuningtyas yang mewakili Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh yang berhalangan hadir mengungkapkan, tidak ada yang menyangsikan, balasan ibadah haji mabrûr adalah surga. Mabrûr yang secara bahasa berarti baik dan dianggap sah, tidak saja cukup terkumpul padanya rukun dan syarat, namun yang lebih penting, adalah memiliki implikasi sosial terhadap pelakunya.

"Ibadah haji bukanlah produk budaya yang bisa dianggap sahih atas pertimbangan pandangan dan kebiasaan kebanyakan orang. Ibadah haji bukan pula sekedar raihan gelar atau rihlah (bepergian) spiritual, hanya untuk melihat aura ka'bah dan jejak-jejak peninggalan para teladan sepanjang zaman. Ibadah haji memiliki pertanggungjawaban ukhrawi sekaligus mengemban amanah sosial (ardlî). Betapa filosofi rukun islam menempatkan ibadah haji sebagai kewajiban klimaks seorang muslim," tegas Dwi Ambar.

Dwi Ambar berharap, para calon jemaah haji asal Cianjur bisa membawa dan menjaga nama baik daerah asalnya, bangsa Indonesia pada umumnya dengan berbuat baik, ramah, sopan, dan penuh kekeluargaan. "Agar para calon jamaah haji benar-benar menjaga dan berupaya meminimalisir gangguan baik kesehatan maupun kendala lain, baik menjelang pemberangkatan maupun selama berada ditanah suci," harapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur, H. Abubakar Sidik secara terpisah mengungkapkan, sebagai rukun terakhir bagi kesempurnaan seorang muslim, ibadah haji menjadi titik untuk mempertemukan sinergisasi keduanya yakni kewajiban individual sekaligus amanah sosial. Inilah haji mabrûr yang maqbûl, yang pahalanya diterima di sisi Tuhan. Sudah selayaknya setiap muslim calon jamaah haji menempuh cara yang baik dan benar agar ibadah hajinya mabrur.

"Ibadah haji disimpan sebagai rukun terakhir setelah pengorbanan lisan melalui kesaksian (syahâdah), pengorbanan waktu melalui kewajiban shalat, pengorbanan harta dengan keharusan zakat. Inilah kenapa istilah manâsik yang berarti pengorbanan, selalu digandengkan dengan ibadah haji," katanya.

Sementara itu berdasarkan data yang ada pada Kemenag Kabupaten Cianjur, pada tahun 2012 ini jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur mencapai 1.317 orang. Para calon jemaah haji tersebut tergabung dalam tiga kloter yakni kloter 16 sebanyak 444 orang, kloter 58 sebanyak 444 orang dan kloter 76 sebanyak 379.

"Untuk kloter 16 hari ini sudah diberangkatkan, untuk kloter 58 akan diberangkatkan pada 8 Oktober mendatang. Demikian juga untuk kloter 76 akan berangkat pada 15 Oktober 2012. Sementara untuk calon jemaah haji tertua usianya mencapai 91 tahun berasal dari Kecamatan Gekbrong dan termuda usianya 17 tahun berasal dari Kecamatan Cilaku," kata Abubakar Sidik (KC-02)**.
O. Suhendra
CIANJUR, (KC).- Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) mendukung langkah Polda Jawa Barat yang menghentikan aktivitas galian pasir PT. Chaniaghos Mapulti Perkasa (CMC), yang berlokasi di Kampung Cinangsi, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. 

"Tindakan tegas Polda Jabar tersebut dipandang sebagai upaya pencegahan dan penegakan supremasi hukum, dalam kasus perusakan lingkungan hidup, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Penglolaan Lingkungan Hidup," kata Ketua YLBHC, O. Suhendra, Rabu (26/9/2012).

Pihaknya mendesak kepada Polda Jabar agar terus melakukan proses hukum terhadap para pelaku perusak lingkungan hidup dalam hal ini PT. Chaniaghos Mapulti Perkasa sampai diproses peradilan (Pengadilan). "Kami juga meminta agar Polda Jabar melakukan tindakan tegas kepada para pelaku perusak lingkungan hidup lainnya, khususnya di wilayah  Kabupaten Cianjur," tegas O. Suhendra.

Menurutnya berdasarkan pasal 22 (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang  Pengelolaan Lingkungan Hidup  disebutkan bahwa , Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki amdal (analisa mengenai dampak lingkungan).

"Oleh karena itu kami,  mendesak Polda Jabar agar menindak para pelaku usaha lingkungan hidup yang belum atau tidak memiliki dokumen amdal yang melakukan kegiatan usaha lingkungan hidup,   termasuk para pejabat berwenang yang melakukan pembiaran kepada para pelaku melakukan perusakan lingkungan hidup," tegasnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga meminta agar Polda Jabar untuk sama-sama mendesak Pemerintah dalam hal ini Menteri Lingkungan Hidup untuk segera melakukan audit lingkungan hidup. "Ini perlu dilakukan agar tidak ada pembiaran terhadap para perusak lingkungan, terutama mengenai aktivitas galian pasir," paparnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Akibat putusnya jembatan gantung Leuwidahu di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, aktivitas warga yang biasanya menggunakan jembatan tersebut menjadi terganggu. Pemkab Cianjur dalam waktu dekat akan berupaya mencarikan solusi untuk mengatasi kesulitan warga pasca ambruknya jembatan gantung.

"Kejadian jembatan gantung Leuwidahu yang putus ini memang sudah di makan usia. Pemerintah Kabupaten Cianjur akan meneliti kembali pembangunan jembatan permanen yang telah dibangun beberapa tahun lalu yang belum diselesaikan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan seperti semula," kata Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto, saat meninjau lokasi jembatan Leuwidahu yang putus, Selasa (25/9/2012).

Suranto meminta kepada para dinas terkait yang turut menyertainya untuk segera melihat apakah proyek tersebut dapat dilanjutkan kembali sekalipun prosesnya memakan waktu. Wabub juga sempat memberikan bantuan kepada masyarakat yang tengah melakukan swadaya untuk membuat jembatan darurat agar bisa dilalui masyarakat.

"Mudah-mudahan jembatan yang pernah dikerjakan kondisinya bisa dilanjutkan. Semua itu setelah dilakukan kajian tekhnis oleh instansi terkait," katanya.

Sementara Camat Cibeber, Saepul Anwar mengungkapkan, pembanguan jembatan permanen telah dilaksanakan tiga tahun yang lalu namun belum diselesaikan. "Kami juga berharap Pemkab bisa segera menyelesaikan pembangunan jembatan itu. Karena merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk melaksanakan aktivitas," katanya.

Jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Cibaregbeg dengan Desa Girimulya Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur tersebut telah berusia 30 tahun. Diduga akibat dimakan usia, jembatan tersbut roboh. Tidak ada korban jiwa meski saat kejadian ada beberapa warga yang tengah melintas diatasnya.

"Tidak sedikit warga yang menjadi korban putusnya jembatan diantaranya anak-anak yang akan berangkat ke sekolah namun tidak menelan korban jiwa. Semuanya selamat, hanya ada beberapa yang menderita luka lecet-lecet," kata Iwan (50) seorang warga (KC-02)**.

Pintu Pagar Study Centre MAN Pacet di gembok suplyer
CIANJUR, (KC).- Beberapa suplayer yang memasok barang untuk pembangunan study centre Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet di Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur tetap bersikeras tidak akan membuka gembok pagar bangunan jika haknya tidak dibayar oleh pihak rekanan yang mendapatkan proyek senilai Rp 4,5 milyar itu. Para suplyer tersebut akan membuka gembok jika ada itikad baik dan membayar barang-barang yang sudah dikirim dan terpakai untuk pembangunan.

"Kita ini sudah berbagai upaya menempuh jalur mediasi dengan pihak rekanan yang mendapatkan tender proyek, namun tetap saja ingkar janji. Sampai saat ini kami belum juga dibayar, padahal ini persoalan sudah lama sekali. Kami kurang sabar bagaimana, apa perlu material yang dipakai untuk pembangunan kami bongkar kembali," ujar seorang supleyer yang memiliki tagihan sekitar Rp 250 juta namun minta tidak disebutkan namanya, Selasa (25/9/2012).

Menurut suplayer tersebut, sudah tiga kali pihaknya mendapatkan surat pernyataan dari kuasa Direktur Jo and Ro Yudi, yang akan membayar tagihannya. Bahkan sudah tiga chek giro diberikan pihak rekanan tersebut. "Ini memang kesekian kalinya kami dijanjikan akan dibayar, tapi masih selalu meleset. Memang masih ada harapan dari chek yang diberikan, akan kami lihat hingga jatuh temponya cair atau tidak," tegasnya.

Pihaknya bersama suplyer lainya juga bersepakat tidak akan membuka gembok pagar masuk ke lokasi proyek study centre MAN Pacet sebelum persoalan keuangan dibayar oleh pihak rekanan. "Silahkan kalau misalnya adaya yang mau membuka gembok, tapi harus berhadapan dulu dengan kami. Kami ini semuanya menjadi korban. Kami hanya ingin uang kami kembali. Ada beberapa suplyer yang sampai saat ini belum dibayar nilaianya mencapai sekitar Rp 1 milyar lebih," katanya.

Secara terpisah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan study centre MAN Pacet Pupu Saefudin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan mediasi dengan pihak rekanan agar segera membayar para suplayer. Karena belum dibayarnya suplayer bisa mengganggu pekerjaan lanjutan pembangunan study centre.

"Kita akan upayakan mediasi, paling tidak pihak rekanan bisa membayar kepada para suplayer dan penggembokan pagar bisa dibuka. Karena kalau tidak pekerjaan lanjutan tidak bisa dilaksanakan sebelum para suplayer dibayar," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan study centre MAN Pacet, Kabupaten Cianjur menyisakan masalah. Selaian pembangunannya yang tidak kunjung selesai, para pekerja proyek dan suplyer bahan bangunan juga belum dibayar oleh pihak rekanan yang memenangkan tender proyek yakni PT Jo and Ro. Para rekanan mengaku sampai ada yang memiliki tagihan Rp 200 juta hingga Rp 850 juta.

Sementara pekerjaan lanjutan yang sudah selesai melakukan proses lelang senilai Rp 1,9 milyar sampai saat ini belum bisa dilaksanakan, akibat masih ada persoalan dilokasi pembangunan. Bahkan persoalan tersebut sampai ditangani oleh Polres Cianjur dan Kejaksaan Negeri Cianjur (KC-02)**.
Ilustrasi
CIANJUR (KC) Pelaku kasus aborsi di Kabupaten Cianjur didominasi kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan peningkatannya cukup drastis dibandingkan tahun lalu.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Yana Rosdiana Muchtar Soleh sangat memprihatinkan dengan banyaknya pelajar yang menjadi pelaku aborsi. Walaupun tidak memiliki data, tetapi faktanya ada.

“Memang kami tidak memiliki data yang rinci, tetapi setiap hari selalu ada informasi yang masuk tentang kasus aborsi. Apalagi yang lebih memprihatinkan, pelakunya sebagian besar para pelajar SMP dan SMA,” kata Yana di Cianjur.

Menurut Yana, informasi maraknya kasus aborsi didapatkannya dari berbagai pihak. Salah satunya berdasarkan laporan kepolisian. Tentu saja hal tersebut menjadi fakta yang akurat, karena diberikan pihak kepolisian. “Mereka yang selama ini menangani kasus aborsi, sedang kami dari P2TP2A hanya sebatas memfasilitasi penyelesaiannya,” ujar istri Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh ini.

Yana menuturkan, untuk pelaku aborsi kebanyakan para dukun beranak dengan kisaran biaya bisa mencapai Rp 5 juta atau tergantung dengan usia kehamilan. "Tahun ini kasus aborsi memang cukup meningkat dengan korbannya anak-anak usia sekolah SMP dan SMA di Cianjur yang diakibat pergaulan bebas," katanya.

Yana pun mengharapkan peran serta bidan, terutama yang berada di wilayah Cianjur selatan dalam menangani kasus dugaan aborsi. "Dikhawatirkan jika tidak adanya pengawasan, maka akan semakin marak kasus aborsi di Cianjur. Kami juga mewanti-wanti kepada para anak usia remaja untuk tidak melakukan seks bebas," ujarnya.(KC06/Net)
Ilustrasi
CIANJUR(KC) Peningkatan profesionalitas guru di Cianjur,  terkendala dana dan beratnya proses sertifikasi seiring adanya kebijakan uji kompetensi dan Diklat. Demikian dikatakan Ketua PGRI Cianjur, R Mukarom,
Dia mengatakan, persoalan tersebut kontraproduktif dengan desakan masyarakat yang menuntut guru berkualitas, disisi lain, alokasi untuk pendidikan dan pelatihan (Diklat), penataran bagi guru terbatas.

Pihaknya menilai, banyak guru mendapat hambatan terutama yang berkaitan dengan anggaran atau pendanaan dari pemerintah.

Selain itu, persoalan-persoalan seperti sertifikasi guru, nasib guru sukwan dan kenaikan pangkat guru golongan 4A, menjadi persoalan klasik yang dialami guru di Cianjur guna meningkatan profesionalitas.

"Untuk itu, kami berharap ada alokasi untuk mengadakan diklat atau penataran bagi guru itu. Sehingga peluang bagi guru untuk meningkatkan profesionalitasnya terbuka lebar dan mudah," kata Mukarom, Minggu (23/9/2012).

Sebelumnya, ungkap Mukarom, proses sertifikasi cukup dilakukan dengan portofolio. Sehingga pihaknya meminta pemerintah agar mengembalikan proses tersebut seperti semula.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah agar pembayaran tunjangan profesi dapat disatukan dengan gaji bulanan, serta ada upaya perbaikan terhadap nasib atau kesejahteraan guru sukarelawan (sukwan).

"Kehadiran guru sukwan memberikan kontribusi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sayangnya, imbalan yang mereka terima tidak sebanding dengan pengorbanannya," ucapnya.

Secara pribadi pungkas dia, meminta pemerintah agar menjadikan guru sukwan, terutama yang telah lama mengabdi, sebagai prioritas dalam proses pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. (KC06/Net)
Yuyun Yunardi
CIANJUR, (KC).- Ketepatan waktu merupakan modal awal untuk langkah kedepan menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilalui bersama. Demikian diungkapkan Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Yuyun Yunardi saat membuka Bimbingan Tekhnis (Bintek) Pengawasan dan Rapat Kerja Kesekretariatan tingkat kecamatan se Kabupaten Cianjur Panwaslu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 di hotel Tri Puri Meru Cipanas, Senin (24/9/2012).

Bintek pengawasan tersebut akan berlangsung selama dua hari kedepan hingga Selasa (25/9/2012) dengan menghadirkan fasilitator atau pemateri dari Panwaslu Jabar, KPU Cianjur, Panwaslu Kabupaten Cianjur dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cianjur.

Yuyun mengatakan, dalam bintek pengawasan bagi anggota Panwaslu Kecamatan tersebut ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diingatkan serta di tekankan yakni hasil dari bimbingan tekhnis tersebut dapat diaplikasikan dilapangan. "Apa- apa yang harus dilaksanakan baik pertauran dan undang-undang. Kita juga harapkan kedepan dapat meningkatan mutu kerja, kualitas kerja kita harus lebih baik lagi, mari bersama-sama melakukan itu," tegasnya.

Pihaknya juga mengharapkan adanya koordinasi yang baik bisa berjalan seperti dengan muspika dan harus ditingkatkan. Demikian juga koordinasi calon peserta pemilu harus dilaksanakan sehingga hal-hal yang akan mungkin terjadi pelanggaran bisa diielimenir.

"Keberahasilan panwas bukan hanya tergantung banyaknya pelanggaran yang ditangani, tapi bagaimana terciptanya pengawasan dengan sukses tanpa ekses. Untuk itu kami minta seluruh anggota Panwaslu Kecamatan untuk menyimak baik-baik materi yang akan diterima, jangan sampai ada anggapan, bintek seremonial, yang benar simak dan fahami kalau ada kurang jelas tolong tanyakan," harapnya.

Dalam bintek pengawasan tersebut setidaknya 96 anggota dan Ketua Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Cianjur hadir. Mereka akan mengikuti bimbingan tekhnis selama dua hari baik dibidang kepemiluan, pengawasan dan tindak lanjut pelanggaran. Para nara sumber yang akan mengisi materi diantaranya dari Panwaslu Jabar, Panwaslu Kabupaten Cianjur, KPU Cianjur dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Cianjur (KC-02)**.
Panwaslu Kabupaten Cianjur gelar bintek pengawasan
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 96 Anggota Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan mengikuti bimbingan tekhnis pengawasan dan rapat kerja kesekretaritan tingkat kecamatan se Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan oleh Panwaslu Kabupaten Cianjur di hotel Tri Puri Meru Cipanas, Senin (24/9/2012).

Berdasarkan agenda acara yang dikeluarkan Panwaslu Kabupaten Cianjur, bimbingan tekhnis tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai Senin-Selasa (24-25/9/2012). Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan chek in dan registrasi peserta. Para Ketua Panwaslu Kecamatan diminta menyerahkan berkas laporan rekruitmen Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) beserta foto PPL. Selain itu juga diminta menyerahkan foto dan daftar susunan kesekretariatan tingkat kecamatan.

Kemudian dilanjutkan kegiatan pembukaan bimbingan tekhnis dengan ditandai penyematan atribut Panwaslu Kecamatan kepada dua anggota Panwaslu Kecamatan Sukaresmi, E. Rasdja dan anggota Panwaslu Kecamatan Gekbrong, Elis Devi Hendrayani

Ketua Panitia Yayan Sopyandi, mengungkapkan bintek pengawasan dilaksanakan selama dua hari yakni dari tanggal 24-25 September 2012.  Para peserta terdiri dari ketua dan anggota Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Cianjur.  "dalam bintek tersebut akan disampaikan mengenai materi penjelasan program tahapan pemilukada dan mekanisme kerja dievisi umum, pengawasan, dan tindak lanjut pelanggaran," kata Yayan.

Para fasilitator atau pemateri dalam bintek tersebut diantaranya berasal dari Panwaslu Provinsi Jawa Barat, Panwaslu Kabupaten Cianjur, KPU Cianjur dan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. "Harapan kami seluruh peserta dapat mengikuti acara dan memetahui ketentuan yang telah ditetapkan," tegasnya (KC-02)**.
Piluhan mahasiswa dari BEM FH Unsur melakukan aksi demo di depan Kantor PDAM Tirta Mukti Cianjur
CIANJUR, (KC).- Puluhan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (BEM FH Unsur) dan aliansi masyarakat Cianjur, Senin (24/9/2012) melakukan akasi unjuk rasa ke Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Cianjur di Jalan Siliwangi. Kedatangan puluhan aktivis mahasiswa tersebut menuntut  adanya rasionalisasi kenaikan tarif yang saat ini dirasakan memberatkan masyarakat.

Massa aktivis yang datang dengan membawa berbagai poster dengan mengendari sepeda motor berhenti persis diseberang kantor PDAM Tirta Mukti. Setelah memarkirkan sepeda motor, massa bergerak menuju depan kantor PDAM tepatnya diatas trotoar persis didepan papan nama PDAM Cianjur. Ditempat tersebut mereka langsung menggelar orasi.

Tidak ada pengawalan ketat dari aparat kepolisian saat massa aktivis menggelar orasi. Bahkan saat dua orang orator naik keatas pagar kantor PDAM tidak ada satupun aparat yang melarangnya. Dengan bebas mereka melakukan orasi menyorot kinerja PDAM yang cenderung menurun. Kenaikan tarif air merupakan kebijakan sepihak tidak dibarengi dengan pelayanan.

Menurut Koordinator Aksi Yana Sopyan, masyarakat merasa geram dengan adanya kenaikan tarif PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur yang tidak sesuai dengan pelayanan publik. Sebagai masyarakat Cianjur dirinya merasa dirugikan dengan adanya kenaikan tarif.

"Kami kecewa atas tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat Cianjur. Apalagi kalau melihat kenaikan tarifnya mencapai 38 % dari tarif ssebelumnya dengan mendapatkan fasilitas pelayanan publik yang menurun. Tapi kenapa tarif naik, tapi air semakin langka," kata Yana disela aksinya.

Pihaknya juga mempertanyakan kemana aliran dana dari kenaikan tarif PDAM saat ini. Sebab ketika pelayanan publik dengan kenaikan tarif yang semestinya meningkat , kenyataannya tidak demikian. "Akibat pasokan air bersih sering tersendat kami sebagai konsumen merasa dirugikan," katanya.

Untuk itulah pihaknya meminta agar Direktur PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur untuk klarifikasi keterlibatan pejabat daerah atau penguasa daerah, karena pihaknya mengira adanya peran aktif dalam kontruksi perjalanan PDAM saat ini. Demikian juga bila melihat kondisi PDAM seperti saat ini, pihaknya mendesak agar tarif PDAM yang sudah terlanjur naik diturunkan kembali.

"Atau memberikan pelayanan publik yang sepadan dengan kenaikan tarif seperti memberikan pelayanan air bersih selama 24 jam dengan baik, pasokan air bersih kepada konsumen tidak selalu tersendat serta harus adanya manajemen pengatran terhadap jumlah konsumen yang baru kalau debit air kurang," tegasnya.

Jika tuntutan tersebut tidak dikabulkan, para aktivis mahasiswa itu mengancam akan melakukan aksi jauh lebih besar. "Kami para mahasiswa bersama masyarakat akan kembali melakukan aksi lebih besar kalau tuntutan kami tidak terpenuhi. Karena kami sebagai konsumen yang menjadi korban," paparnya (KC-02)**
Wabub Cianjur H. Suranto sambangi pengobatan geratis
CIANJUR, (KC).-  Kesehatan merupakan faktor terpenting dalam kehidupan manusia untuk menjalani berbagai aktifitas, namun jauh lebih penting adalah bagaimana kita membiasakan diri untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan timbulnya penyakit.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto saat mengunjungi kegiatan Pengobatan Gratis Masal yang diselenggarakan oleh DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Cianjur dalam rangka hari bangkit Partai Bulan Bintang yang Ke – 14 dan Reses Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Masa Persidangan III tahun 2012 yang berlangsung  di jalan Nyi R. Siti Bodedar No. 35 Kaum Tengah  - Cianjur.

Menurut wabub, pengobatan geratis untuk masyarakat tidak mampu memang sangat bermanfaat tapi kedepan harus lebih mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Pada kesempatan tersebut wakil bupati yang didampingi dr. Hj. Mien Suranto, meninjau aktifitas pelayanan kesehatan, para pasien yang terdaftar rata-rata mengidap gejala penyakit hernia dan katarak termasuk penyakit lainnya yang membutuhkan pelayanan operasi.

"Kegiatan ini sangat saya dukung karena memang sangat positif untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, tapi perlu di sikapi hal terpenting adalah melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi berkesinambungan untuk masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, sebagaimana mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati maka masyarakat harus terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat, masalah penggunaan air bersih, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sirkulasi udara yang baik dalam ruangan dan lingkungan yang sehat perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat," tegas Wabub.

Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Cianjur, Muhammad Toha mengatakan,  kegiatan ini adalah pengobatan gratis massal yang diselenggarakan oleh DPC PBB Kab. Cianjur dalam rangka memperingati Hari Bangkit PBB yang Ke – 14 dan reses anggota DPRD Kabupaten Cianjur Masa Persidangan III tahun 2012. Pihaknya berupaya  untuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat sebagai rasa tanggungjawab dan solidaritas sebagi wakil masyarakat yang sepatutnya melayani kepentingan masyarakat.

"Pada kegiatan ini alhamdulillah kami bisa memberikan bantuan pengobatan geratis kepada 1.000 pasien warga Cianjur yang telah terdaftar dengan menunjukkan kupon untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan seperti ini sudah berlangsung dari tahun 2006, tidak hanya  bertempat di yayasan saja namun di wilayah Cianjur selatan serta Cianjur bagian utara juga telah dilaksanakan dan setiap hari aktifitas yayasan dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dengan para dokter yang sudah siap melayani terus berlangsung. Kami berharap apa yang kami upayakan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya (KC-02)**.
Yana Nurzaman
CIANJUR, (KC).- Sejumlah kalangan mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar menyusul keterlambatan penyerapan anggaran Dana Alokasi Kkusus (DAK) dan carut marutnya pelaksaaan pengadaan barang dan jasa serta pekerjaan kontruksi  pada Dinas Pendididkan Kabupaten Cianjur tahun 2012. Bahkan ada diantaranya yang meragukan kwalitas Kepala Dinas Pendidikan dalam mengelola manajerial Disdik.

Seperti yang diungkapkan Ketua Dewan Pembina Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (AMPUH), Yana Nurzaman. Menurut Yana terjadinya keterlambatan penyerapan anggaran  di Dinas Pendidikan tahun 2012, seperti anggaran DAK Pendidikan yang sampai saat ini penyerapannya masih 0 %,  dan carut marutnya pelaksanaan pekerjaan kontruksi serta  pengadaan barang dan jasa mencerminkan lemahnya manajerial pengelola anggaran.

"Kalau melihat kondisi seperti itu maka pantas saja kalau kami patut mempertanyakan kualitas dan  kinerja dari kepala Dinas Pendidikan," kata Yana, Senin (24/9/2012).

Untuk itulah pihaknya mendesak agar Bupati Cianjur, Tjetjep Muhtar Soleh segera melakukan evaluasi terhadap kinerja dari Dinas Pendidikan. "Dalam satu tahun setengah ini,  Disdik bukannya menunjukkan kinerja dan pelayanan lebih baik tapi malah sebaliknya," tegas Yana.

Salah satu indikator lanjut Yana adalah saat ini dinas pendidikan terus menerus menjadi sasaran pemeriksaan oleh aparat penegak hukum terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan program seperti BOS dan DAK. Belum lagi adanya keluhan dari para pegawai di dinas pendidikan soal  kepala dinas  yang jarang masuk kantor dan adanya gesekan antara kepala dinas dengan sekertaris dinas serta kepala bidang. 

“Bagaimana  mau mewujudkan misi Kabupaten Cianjur yaitu meningkatkan ketersediaan dan keterjangakauan pelayanan pendidikan yang bermutu, kalau kinerja dan kualitas manajerial di Disdik sendiri sangat buruk. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan Disdik, kalau saat ini selain tengah dirundung banyak masalah seperti seringnya pemeriksaan dari aparat penegak hukum, juga adanya konflik di kalangan elit Disdik," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar mengaku siap untuk  mengundurkan diri dari jabatannya apabila dalam pelaksanaan pekerjaan baik itu pengadaan barang dan jasa maupun pekerjaan konstruksi di Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2012 ditemukan penyimpangan.

“Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan penyimpangan,  sebagai konsekwensinya saya siap untuk mengundurkan diri dari  jabatan dan siap untuk diperiksa jika dalam proses lelang tersebut, ditemukan indikasi yang menjurus ke tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme,” demikian diungkapkan Endang seusai acara mediasi antara pihak rekanan dengan Disdik di Mapolres Cianjur, belum lama ini (KC-02)**.
Pengobatan geratis
CIANJUR, (KC).- Sekitar 1.000  warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cianjur  menikmati pengobatan gratis yang diselenggarakan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang  Partai Bulan Bintang (DPC PBB) Jalan Siti Bodedar Cianjur, Minggu (23/9/2012).  Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu dan belum mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal.

Ketua DPC PBB Kabupaten Cianjur Muhammad Toha mengungkapkan, dalam melaksanakan pengobatan geratis pihaknya menggandeng lembaga  Forum Perencanaan Pembangunan Cianjur (FP2C). Sebelum dilaksanakan pengobatan geratis, pihaknya telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap para warga yang akan mengikuti pengobatan geratis.

"Kita ingin berpartisipasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Cianjur. Tapi ada hal yang juga tidak kalah pentingnya yakni bagaimana melaksanakan pola hidup yang sehat artinya mencegah lebih baik dari pada mengobati," kata Toha yang juga anggota DPRD Cianjur itu.

Pada pengobatan geratis kali ini, pihaknya sengaja mengundang warga dari wilayah Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Cugenang, Cilaku, Cipanas, Kadupandak, Pagelaran, Sukaluyu, dan Bojongpicung. "Sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kecamatan lainya dengan total peserta secara keseluruhan sebanyak 3.000 orang. Mudah-mudahan pengobatan yang diberikan dapat membantu masyarakat Cianjur," paparnya.

Sementara itu, Ajo Hidayat (27), salah seorang peserta pengobatan geratis mengaku, pengobatan gratis ini sangat dirasakan manfaatnya. Apalagi pengobatan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya apa pun. "Jelas ini sangat besar manfaatnya bagi kami, kami hanya bisa berharap pengobatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali dengan jumlah peserta lebih banyak lagi," katanya (KC-02)**.
Irvan Rivano MUchtar (kiri)
CIANJUR, (KC).- Krisis air bersih yang terjadi disejumlah derah di Cianjur belakangan ini harus disikapi dengan mencarikan solusi secara bersama-sama. Tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, akan tetapi semua pihak harus terlibat dalam mengatasi kelangkaan air bersih.

Hal itu ditegaskan oleh Irvan Rivano Muchtar, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur saat  membantu mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga di tiga kecamatan yakni  Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Mande dan Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Minggu (23/9/2012).

Menurut Irvan, krisis air bersih sebenarnya tidak hanya terjadi di Cianjur saja, tapi beberapa wilayah lainya di Indonesia juga mengalami hal yan sama. Untuk itu sebagi wakil rakyat dirinya merasa terpanggil untuk membantu kesulitan warga yang mengalami kesulitan air bersih.

"Jika musim kemarau melanda, beberapa wilayah yang merupakan tadah hujan kondisinya akan semakin parah. Perlu dicarikan solusi secara bersama-sama untuk mengatasinya," kata  Irvan ketika memberikan bantuan distribusi air bersih kepada warga di Desa Hegarmanah dan Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu, Minggu (23/9/2012).

Berdasarkan hasil dari inventarisasi pihaknya, diwilayah Cianjur bagian utara yakni di Daerah Pemilihan (Dapil) II terdapat tiga wilayah kecamatan yang mendesak membutuhkan distribusi air bersih yakni Kecamatan Mande, Kecamatan Haurwangi, dan Kecamatan Sukaluyu. Beberapa warga diwilayah tiga kecamatan tersebut ada diantaranya yang terpaksa mencari air bersih kedaerah lain.

"Kami mendapatkan informasi itu saat melakukan reses beberapa waktu lalu. Hasilnya kami tindak lanjuti dengan membantu warga yang benar-benar membutuhkan air bersih, kami distribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat," tegasnya.

Sementara itu, Damanhuri (45), tokoh masyarakat Kecamatan Mande mengaku sudah sejak tiga bulan terakhir diwilayahnya mengalami kesulitan air bersih. Namun demikian hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah. "Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus rela mencari air ke daerah lain. Itu pun harus menempuh perjalanan hampir  satu jam lebih," katanya.

Adanya bantuan air bersih dari Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Irvan Rivano Muchtar itu dirasakan sangat membantu warga. "Jelas bantuan ini sangat berharga bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Mudah-mudahan saja ada bantuan serupa sampai musim penghujan tiba," tegasnya (KC-02)**.
Wakil Bupati Cianjur H. Suranto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Endang Suhendar
CIANJUR, (KC).- Untuk memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa, para siswa dan siswi harus memiliki pengetahuan. Selain itu sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah serta dengan UKS  akan mengenal pembelajaran pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan lingkungan sehat di sekolahnya, akan menjadi modal untuk meraih prestasi.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto saat mendampingi Tim Penilai Lomba UKS Tingkat Wilayah II Bogor tahun 2012 di SMPN 2 Cipanas. Ikut dalam rombongan diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, endang Suhendar, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Niswan Purwenti, perwakilan dari  Kantor Bagian Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan, Kepala Bagian Sosial, Kesehatan, Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi  Ucup supriadi ditamihardja, Direktur Akper Cianjur Sri Kurniasih serta Muspika setempat.

Ketua Tim Penilai Lomba UKS, Sardju Bindarun, mengutarakan bahwa standarisasi untuk lomba UKS tahun ini tidak beda dengan tahun-tahun sebelumnya diantaranya ruang UKS, sarana dan prasarana seperti perlengkapan ruang UKS, obat-obatan P3K, tempat cuci tangan, kebersihan kamar mandi dan WC, sarana pendidikan, pakaian dan sepatu siswa serta kulit, kuku, rambut, telinga dan gigi siswa yang menjadi standar penilaian lomba UKS.

"Tim Penilai dibagi kebeberapa sekolah serentak untuk meninjau dan menilai. Dengan lomba UKS mulai dari tingkat Taman kanak-kanak sampai tingkat SLTA bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan keberlangsungan pelaksanaan pendidikan oleh masyarakat diperlukan upaya pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah, dan akan diumumkan pemenang I sampai juara ke lima nantinya," kata Sardju

Tim penilai meninjau lingkungan sekolah tersebut sekaligus melaksanakan wawancara kepada Kepala Sekolah bahwa pembinaan UKS merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat peserta didik dan upaya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).

"Program ini (UKS) senantiasa dapat meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih, sehat dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dilingkungan sekolah dapat terwujud sehingga situasi belajar mengajar menjadi nyaman," katanya (KC-02)**.
Ketua Panwaslu Cugenang Beni Gunawan melantik 16 Pengawas Pemilu Lapangan
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 16 calon anggota Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) diwilayah Kecamatan Cugenang, Sabtu (22/9/2012) dilantik menjadi PPL oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Cugenang, Beni Gunawan. Mereka akan bertugas melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur  Jawa Barat tahun 2013.

Ketua Pokja Rekruitmen PPL Kecamatan Cugenang, Iyus Jasuman melaporkan, ke 16 anggota PPL yang dilantik tersebut merupakan hasil penjaringan seleksi yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan Cugenang sejak masa pendaftaran yang dibuka Jum'at-Minggu (14-16/9/2012). Dari hasil pendaftaran terjaring sebanyak 28 peserta yang mendaftarkan diri ingin menjadi anggota PPL. Namun setelah dilakukan seleksi administrasi satu orang pendaftar dinyatakan gugur lantaran tidak melengkapi berkas.

Selanjutnya para peserta yang lolos seleksi administrasi pada Selasa (18/9/2012) mengikuti tes tertulis yang dilaksanakan di aula Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Dari 27 peserta yang mengikuti tes tertulis, tiga orang peserta dinyatakan gugur. Kemudian para peserta yang lolos tes tertulis mengikuti penjaringan seleksi terakhir yakni wawancara (fit and propertes) yang dilaksanakan di Sekretariat Panwaslu Cugenang, Kamis (20/9/2012) untuk menentukan 16 besar yang akan menjadi PPL di 16 Desa.

Ketua Panwaslu Cugenang, Beni Gunawan mengatakan, pelantikan anggota PPL merupakan gerbang awal mereka dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas Pemilu. Banyak pekerjaan pengawasan yang menanti mereka yang harus diselesaikan baik yang bersifat administratif, maupun operasional. Kondisi tersebut sangat membutuhkan waktu tenaga dan pikiran. Sesuai dengan kemitmen PPL semua itu  harus dilaksanakan dengan baik.

"Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai PPL, sandaran utama yang wajib didahulukan adalah kepentingan undang-undang. Karena undang-undang merupakan amanat rakyat yang harus dijunjung tinggi. Kita lepaskan atribut kepentingan pribadi, kelompok atau golongan. Kita harus satu ikatan yaitu komitmen menjalankan tupoksi secara benar, menjaga integritas, independensi dan senantiasa menjaga integritas," tegas Beni.

Pihaknya berharap, jalinan komunikasi dna kerjasama yang harmonis senantiasa harus terus terjalin, demi tujuan yang sama yakni tercapainya proses demokrasi secara langsung, umum, bebas, rahasia jujur dan adil serta tetap tercipta nuansa nyaman dan kondusifitas. "Kita harapkan semua itu bisa terjalin dengan baik," haarapnya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Pendidikan sebagai modal dasar dalam menghadapai era globaslisasi dan kompetisi di masa depan sangat penting untuk terus di tingkatkan baik kualitasnya maupun kuantitasnnya.  Dengan adanya Dewan Pengurus Dareah Persatuan Guru Madrasah (DPDPGM) yang berjumlah 47 orang di Kabupaten Cianjur, pemerintah akan sangat terbantu untuk bersama-sama dalam mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat kabupaten Cianjur.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto pada acara Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Kabupaten Cianjur yang berlangsung di lokasi gedung dakwah, Jum'at (21/9/2012). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPW PGM Provinsi Jawa Barat Ubaydillah Khoir, Kepala Kementerian Agama Cianjur H. Abu Bakar, dan undangan lainya.

Wabub berharap, dengan dilantiknya pengurus DPDPGM Cianjur, tidak hanya ramai pada saat pelantikan saja akan tetapi kedepannya harus juga bekerja keras untuk mencapai tujuan dan dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah dalam mencapai taraf peningkatan sumber daya manusia yang baik dan berkembang dan mencapai standarisasi wajar Dikdas 12 tahun untuk Kabupaten Cianjur di masa datang.

Ketua Panitia Penyelenggara  H. Deding, mengemukakan, saat ini guru madarsah di Kabupaten Cianjur mencapai lebih kurang 4.000 orang yang tersebar di sekolah swasta maupun negeri baik Roudhotul Athfal, Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah ALiyah.  Jumlah pendidik madrasah ini merupakan kekuatan yang cukup besar untuk dikerahkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur.  

Semetara itu, Ketua Umum DPW PGM Provinsi Jawa Barat, Ubaydillah Khoir menuturkan Eksistensi Persatuan Guru Madrasah terutama di Wilayah Kabupaten Cianjur akan memberikan kontribusi seoptimal mungkin dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Tidak hanya di sekolah madsarah negeri tetapi juga di sekolah madrasah swasta.

"Dengan dilantiknnya pengurus yang baru yang dipimpin oleh H. Murdi Maat, diharapkan kinerja pengurus PGM Cianjur akan lebih baik dan konsisten dalam mewujudkan tujuannya," katanya (KC-02)**.
Unit Dikyasa Polres Cianjur melakukan kegiatan seleksi anggota patroli keamanan sekolah
CIANJUR, (KC).- Unit Dikyasa Polres Cianjur melakukan kegiatan seleksi anggota patroli keamanan sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di SDN Ibu Dewi I Jalan Siliwangi, Jum'at (21/9/2012). Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 98 murid kelas V SDN Ibu Dewi I.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kegiatan seleksi bagi murid-murid SD itu dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Antusiasme peserta terlihat sangat jelas dalam mengikuti seleksi. Bahkan beberapa orang tua siswa juga terlihat menyaksikan jalannya seleksi yang hanya berlangsung sekitar satu jam setengah itu.

Sejumlah aparat kepolisian yang memandu kegiatan diantaranya Ipda Joko Supono, Brigadir Ayi Ridayat dan Briptu Thomy Wibawa terlihat sibuk melakukan penilaian. Bebeberapa pengetahuan seperti baris berbaris dan pengetahuan dasar lalu lintas menjadi materi dalam seleksi.

Pada seleksi tahap I akhirnya berhasil dijaring sebanyak 35 murid. Namun saat dilakukan seleksi tahap kedua, dari 35 yang lolos pada seleksi tahap I ternyata dua diantaranya harus gugur. Dengan demikian hanya sebanyak 23 murid yang dinyatakan lolos seleksi anggota patroli keamanan sekolah tingkat Sekolah Dasar.

"Para murid SD yang lolos seleksi dan terpilih nantinya akan diberikan pelatihan baris berbaris, latihan gerakan pengaturan lalu lintas, cara aman ke sekolah, simulasi cara menyeberang dan senam lalu lintas," kata Ipda Joko Supono didampingi Briptu Thomy Wibawa.

Sementara untuk kegiatan pelatihan akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan anggota patroli kemanan sekolah memiliki pengetahuan dan kedisiplinan sejak dini serta dapat mengimplementasikan dilingkungan sekolah. Sehingga tidak hanya murid yang lolos seleksi saja, murid-murid lainya bisa memiliki pengetahuan yang telah diajarkan.

"Kegiatan ini sebagai implementasi dari 10 program Dikmas Lantas yang merupakan penjabaran program reformasi birokrasi dan baru dilaksanakan pada sekolah-sekolah dasar yang berlokasi di jalur utama serta mendapatkan respon atau animo yang luar biasa dari guru maupun murid-murid sekolah dasar," katanya (KC-02)**.
Plh Sekda Cianjur Chaerul Anwar menerima tim penilai sekolah sehat Jabar
CIANJUR, (KC).- Tim penilai lomba sekolah sehat Provinsi Jawa Barat sambangi Cianjur, Jum'at (21/9/2012). Rombongan yang dipimpin ketuanya Uceu Sastradipura itu diterima Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Chaerul Anwar di pendopo Pemkab Cianjur.

"Kami bersama rombongan tim datang ke Cianjur tidak lain ingin melihat sampai sejauhmana persiapan sekolah yang akan dinilai untuk menuju sekolah sehat yang di ajukan Pemkab Cianjur. Adapun salah satu kriteria penilaian yang utama adalah komitmen pemerintah dalam mewujudkan sekolah sehat," kata Uceu saat ditemui di pendopo Pemkab Cianjur, Jum'at (21/9).

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi kepada Pemkab Cianjur yang memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung dan menciptakan sekolah sehat. "Kami yakin Cianjur merupakan salah satu yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung terciptanya sekolah sehat, terbukti kami datang jarang yang disambut oleh para pejabat selengkap Cianjur," tegasnya.

Secara terpisah Plh. Sekda Cianjur, Chaerul Anwar mengungkapkan, ucapan terimakasih disampaikan kepada ketua tim beserta rombongan atas perkenan untuk melaksanakan penilaian sekolah sehat di Cianjur. "Kami berharap, semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jajaran Pemkab Cianjur dalam membina dan mengelola sekolah sehat, dapat berkenan," kata Chaerul.

Keikutsertaan Cianjur dalam sekolah sehat merupakan suatu kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Cianjur  memiliki komitmen dalam mewujudkan sekolah dan madrasah menjadi sekolah sehat, yaitu sekolah yang bersih, nyaman dan bebas dari sumber-sumber penyakit, peserta didiknya sehat jasmani, rohani, dan bugar, serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Mudah-mudahan Kabupaten Cianjur dapat menjadi yang terbaik dalam pelaksanaan penilaian lomba sekolah sehat tingkat Jawa Barat tahun 2012, masyarakat Cianjur akan selalu berdoa untuk keberhasilan itu," tegasnya (KC-02)**.
Ilustrasi
CIANJUR,(KC),- Naas, Tujuh siswa sekolah dasar (SD) Cibaregbeg terjatuh ke dasar Sungai Cikondang Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur setelah jembatan gantung Leuwi Dahu yang sedang mereka lewati tiba-tiba ambruk. Tujuh orang siswa itu selamat meskipun mengalami trauma.

Berdasarkan informasi, kejadian nahas yang dialami tujuh orang siswa SD itu bermula ketika mereka hendak pulang ke rumahnya, Rabu (19/9/2012) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat melintas di jembatan dengan panjang hampir 50 meter dan lebar setengah meter itu, tanpa disadari mereka, jembatan tiba-tiba saja ambruk. Mereka pun terjun bebas ke aliran sungai Cikondang. Beruntung saat itu di dasar sungai tidak terdapat cadas, sehingga tidak ada satupun di antara mereka terluka.

Warga setempat yang melihat kejadian nahas itu segera memberikan pertolongan. Untungnya lagi, aliran air sungai Cikondang tidak terlalu deras sehingga tujuh orang pelajar bisa segera diselamatkan.

Ketua RT 06 Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber Ahmad Dasuki membenarkan kejadian itu. Jembatan yang menghubungkan Desa Cibaregbeg dengan Desa Girimulya merupakan akses utama masyarakat setempat, termasuk untuk aktivitas para pelajar SD maupun Madrasah Tsanawiyah.

"Saat itu ketujuh pelajar itu berada di aliran sungai (Cikondang). Kami langsung turun ke sungai dan menyelamatkan mereka. Beruntung saat itu aliran sungai sedang surut," terang Ahmad, Kamis (20/9/2012).

Ketua LPM Desa Cibaregbeg Entib Sopandi mengatakan, bangunan jembatan gantung itu sudah 20 tahun belum diperbaiki sama sekali. Ironisnya, bangunan jembatan hanya berbahan dasar bambu dan kayu.

Padahal, setiap harinya jembatan itu digunakan sebagai akses utama aktivitas masyarakat setempat. "Kemungkinan bangunan jembatan sudah lapuk sehingga ketika bebannya semakin berat tiba-tiba saja ambruk," tuturnya.

Kepala Desa Cibaregbeg H Barnas Afandi sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya akan segera melaporkan ambruknya bangunan jembatan itu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sebagai kejadian bencana. "Mudah-mudahan bisa segera ada bantuan dari pemerintah," katanya.(KC.06/INT)**
CIANJUR, (KC).- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cianjur bertekad untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Cianjur yang tergolong masih cukup tinggi. Tekad tersebut menandai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) IBI yang ke 61 tahun 2012.

Ketua IBI Kabupaten Cianjur, Hj. Eti Trisnawati, mengungkapkan, dalam peringatan HUT IBI ke-61 Tahun 2012 tingkat Kabupaten Cianjur kali ini mengambil tema  ”Aksi Nyata Bidan Dalam Mendukung Percepatan MDGs -2015″.  Kondisi tersebut menunjukkan konsistensi dan komitmen bidan dalam menjalankan perannya  dengan komitmen menurunkan AKB/AKI.

"Kita selalu berkomitmen untuk menekan AKB/AKI. Kita harapkan dengan usia yang semakin matang ini semoga bidan Indonesia mampu menghadapi  tantangan, meningkatkan profesionalisme pelayanan dan bersatu dalam organisasi profesi IBI," tegasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cianjur, Hj. Yana Rosdiana Muchtar Soleh, berharap peringatan HUT IBI ini akan menjadi momentum bagi IBI Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan komitmen dan kesepahaman dan bersama-sama aktif dalam mengatasi masalah kesehatan, serta selalu menjadi organisasi terdepan dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, untuk mencapai target tanpa kematian ibu melahirkan dengan melahirkan di tenaga kesehatan.

"Kita kasih aspresiasi kepada IBI atas kerja keras dan peran aktif yang tanpa henti dari seluruh jajaran IBI Cianjur dalam upaya mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sehat. Kita harapkan IBI sebagai wadah sosial para bidan bisa mampu menjadi naungan bagi anggotanya agar dapat melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya. karena bidan sebagai tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sangat menentukan keberhasilan program kesehatan di lapangan," tegasnya (KC-02))**.
CIANJUR, (KC).- Untuk menyeleksi bakal calon legislatif yang akan bertarung dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) pada 2014 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Cianjur akan menggandeng lembaga pendidikan tinggi.  Sampai saat ini sudah terjaring sekitar 60 orang yang mendaftarkan diri maju sebagai bakal calon.

Ketua DPC PD Kabupaten Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, untuk menunjuk lembaga perguruan tinggi mana yang akan diajak kerjasama, bisa saja dengan Universitas Padjajaran Bandung atau Universitas Indonesia dalam melakukan fit and propertest. "Yang jelas kita akan upayakan bekerjasama dalam melakukan fit and propertest dengan lembaga pendidikan tinggi untuk menghindari kekhawatiran adanya tudingan pilih kasih. Apalagi kita menginginkan setiap balon legislatif Demokrat harus siap tempur," tegas Tjetjep.

Untuk merapatkan barisan dalam Pileg 2014, pihaknya akan segera mengadakan pertemuan sebulan sekali dengan semua balon legislatif membahas strategi ke depan. Apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Barat dan akan ditindaklanjuti dengan Musyawarah Cabang (Muscab). "Kita ingin raihan suara demokrat bisa terus meningkat," tegasnya.

Targetkan 20 kursi
DPC PD Kabupaten Cianjur menargetkan raihan 20 kursi DPRD pada pelaksanaan Pileg 2014 mendatang di Kabupaten Cianjur. Target tersebut dirasakan realistis jika melihat raihan kursi pada pileg sebelumnya. "Kita harus yakin target perolehan 20 kursi pada Pileg 2014, peluang sangat terbuka.  Apalagi melihat kondisi saat ini dimana Partai Demokrat masih dirasakan kuat hingga ke tingkat desa," katanya.

Pihaknya berharap, berbagai isu miring yang menerpa PD baik di tingkat pusat maupun daerah tidak menggoyahkan militansi kader. Justru sebaliknya isu tersebut harus dijadikan pijakan untuk semakin meningkatkan perjuangan hingga membuat Demokrat di Cianjur semakin kuat.

Tjetjep meminta para kader Demokrat tidak jalan sendiri-sendiri, melainkan harus bisa bersama sama untuk membesarkan partai. "Kita menginginkan kader PD bisa bersama-sama sama, tidak jalan sendiri-sendiri. Ini tidak lain untuk kebesaran partai," tegasnya.

Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Kadersasi dan Keanggotaan DPC PD Kabupaten Cianjur Yadi Mulyadi mengungkapkan, pada Pileg sebelumnya PD Kabupaten Cianjur mendapatkan 14 kursi DPRD. Pada tahun 2014 mendatang secara institusi ditargetkan memperoleh 20 kursi dengan asumsi perolehan PD 2009.

"Setiap pelaksanaan Pileg selalau ada peningkatan target, pada Pileg 2014 nanti kita targetkan memperoleh 300.000 suara dengan catatan bilangan pembagi yang sama," paparnya (KC-02)**.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh resmikan ruang VIP RSUD Cianjur
CIANJUR, (KC).- Pembangunan sumber daya manusia melalui kesehatan, pada dasarnya merupakan prioritas pembangunan. Salah satu tugas yang diemban rumah sakit diantaranya adalah melayani masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Derajat kesehatan tidak akan datang dengan sendirinya, namun merupakan suatu hal yang harus terus diupayakan.

Demikian diungkapkan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh pada saat meresmikan Lt. 3 (Lantai 3) Ruang VIP Flamboyan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kelas B Cianjur, Rabu (19/09/12). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Cianjur, dr. Gusti Otwin, Kepala Bappeda Kabupaten Cianjur, Hj. Ratu Triyulia H, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Cianjur, serta undangan lainnya.

Menurut bupati,  sebagai lembaga yang berhubungan langsung dengan masyarakat, RSUD Kelas B Cianjur dituntut untuk dapat memberikan pelayanan secara berdayaguna dan berhasil guna, yaitu dengan mengupayakan penyembuhan serta pemulihan. Hal ini tentunya dilaksanakan secara serasi dan terpadu, dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan pelayanan rujukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

"Kami harapkan dengan diresmikannya Lantai III Ruang VIP Flamboyan ini semoga mampu memenuhi kebutuhan terhadap ruang perawatan dan pemulihan, guna meningkatkan pelayanan RSUD Kelas B Cianjur, dalam rangka mewujudkan Cianjur sehat," tegas bupati.

Sementara itu Kepala RSUD Kelas B Cianjur, dr. H. Dindin Budi Rahayu, mengungkapkan diresmikannya penggunaan Lt. 3 Ruang VIP Flamboyan ini bertujuan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap penambahan sarana pelayanan kesehatan terutama ruang rawat inap yang ada di RSUD Cianjur. "Ini sebagai tuntutan kebutuhan layanan bagi masyarakat," tegasnya (KC-02)**.
-->
-->
Wisuda STAI Al Azhari Cianjur
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 181  mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhary Cianjur, Rabu (19/9/2012) diwisuda di Gedung Assakinah Jalann K.H. Abdullah bin Nuh Cianjur. Para mahasiswa dan mahasiswai yang diwisuda tersebut merupakan program Strata Satu (S-1).

Ketua Panitia Penyelenggara Wisuda  Sarjana Agama Program S1 Angkatan XVII Tahun 2012 STAI Al Azhary Cianjur, Asep Zaenal Muttaqin, mengatakan  dari 181 mahasiswa yang diwisuda tersebut terdiri dari 156 orang mahasiswa dari jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) dan 25 orang mahasiswa dari jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah (Sarjana Hukum Islam/Syariah).

"STAI Al-Azhary merupakan satu-satunya perguruan tinggi islam di Kabupaten Cianjur yang berbasis IT serta bekerja sama dengan salah satu produsen komputer ternama di Indonesia," katanya.

Sementara itu Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir dalam Wisuda Sarjana Agama Program S1 Angkatan XVII Tahun 2012 STA Al Azhary mengatakan  selamat kepada para wisudawan yang telah sampai pada akhir pelaksanaan aktivitas belajarnya, disertai harapan pendidikan dan pembelajaran yang diperoleh dapat menjadi bekal yang berharga untuk melangkah, baik ke jenjang pendidikan lebih lanjut maupun untuk terjun langsung ke dalam masyarakat.

Dengan bertambahnya sejumlah tenaga ahli di bidang agama islam ini, diharapkan proses pembangunan sumber daya manusia di Cianjur dapat berkembang lebih baik lagi. Oleh karena itu, para wisudawan sebagai generasi yang memiliki daya nalar yang tinggi dan pikiran yang cerdas, perlu turut serta memikirkan dan merealisasikan kemajuan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan di Kabupaten Cianjur.

"Kami berharap civitas akademika STAI Al Azhary Cianjur, beserta para alumnusnya yang sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan agama islam, dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakul karimah," harap bupati (KC-02)**.
-->
Anggota Panwaslu Cugenang tengah memeriksa berkas calon PPL
CUGENANG, (KC).- Dari 27 peserta yang mengikuti seleksi tertulis calon Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) diwilayah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, hanya 24 peserta yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni wawancara atau fit and propertest yang akan dilaksanakan Kamis (20/9/2012) di Sekretarat Panwaslu Kecamatan Cugenang Jalan Raya Cipanas, Kampung Cugenang RT 04/RW 01 No. 09, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Ketua Panwaslu Kecamatan Cugenang, Beni Gunawan didamping Divisi Pengawasan dan Humas Bisri Mustofa mengatakan, para peserta yang lulus tes tertulis berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya yakni wawancara. Hasil dari wawancara atau fit and propertes akan diakumulasikan dengan hasil tes tertulis untuk menentukan 16 besar yang akan menjadi PPL diwilayah Kecamatan Cugenang.

"Kita tidak hanya melihat hasil tes tertulis maupun fit and propertes saja untuk menentukan 16 besar yang akan menjadi calon PPL. Tapi ada pertimbangan lain, seperti integritas calon dan lainya. Yang jelas dalam penentuan 16 besar nanti kita akan lakukan rapat pleno bersama anggota Panwas lainya," katanya.

Pihaknya berharap, jika dari 24 peserta yang mengikuti fit and propertest nanti ada yang tidak lulus, masih bisa tetap mengabdi demi terselenggaranya Pemilihan Umum Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang jujur, adil dan memiliki kepastian hukum. "Mudah-mudahan peserta yang nantinya tidak lulus, masih bisa mengabdi meski dalam bentuk lain untuk menciptkan Pilgub yang bersih dan berkwalitas," tegasnya (KC-02)**.
Syahdan Firmansyah
CIANJUR, (KC).- Hanya 30 desa dari 360 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Cianjur yang mengajukan untuk mendapatkan bantuan Desa Peradapan dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012. Dari jumlah tersebut hanya 10 desa saja yang akhirnya mendapatkan bantuan Desa Peradapan senilai Rp 1 milyar per desa.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketahanan Pangan Daerah (BPMD-KPD) Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan melalui Syahdan Firmansyah Bidang Pembangunan Desa mengatakan, untuk menentukan desa yang mendapatkan bantuan Desa Peradaban semuanya kewenangan pemerintah provinsi. Hasil dari ferivikasi yang dilakukan pihak provinsi Jabar, pada tahun 2012 ini di Kabupaten Cianjur hanya ada 10 desa yang layak mendapatkan bantuan.

"Saat ini ke 10 desa yang mendapatkan bantuan sudah menerima dana sebesar 60 persen dari jumlah bantuan sebesar Rp 1 milyar. Dana bantuan tersebut 60 persennya dipergunakan untuk pemberdayaan ekonomi perdesaan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan sisanya untuk kegiatan fisik," kata Syahdan saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (19/9/2012).

Untuk mendapatkan sisa pencairan yang 40 persen dari Pemprov Jabar, desa penerima bantuan harus bisa melaksanakan pekerjaan pada pencairan tahap pertama sebesar 40 persen. "Kalau pelaksanaan untuk tingkat desa dari rekening desa disampaikan kepada Bumdes dan pengelola pekerjaan perhitungannya 40 persen, 40 persen dan 20 persen. Sampai saat ini pekerjaan secara umum baru mencapai 40 persen," katanya.

Ke 10 desa yang mendapatkan bantuan Desa Peradaban dari Provinsi Jabar tersebut empat desa berada diwilayah utara yakni Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah, Desa Panyusuhan Kecamatan Sukaluyu, Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang, Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung. Sementara enam desa diwilayah selatan adalah Desa Sukajadi Kecamatan Campaka, Desa Cisujen Kecamatan Takoka, Desa Giri Jaya Kecamatan Pasir Kuda, Desa Cimaskara Desa Cibinong, Desa Pusakasari Kecamatan Leles, dan Desa Karangwangi Kecamatan Cidaun.

Sebelumnya Kabupaten Cianjur hanya mendapatka bantuan Desa Peradapan dari Pemprov Jabar sebanyak 6 Desa. Itupun terjadi pada tahun 2010 silam. "Untuk tahun 2011 Cianjur tidak mendapatkan bantuan Desa Peradaban, semua kreteria yang menentukan Pemprov Jabar. Ke 6 desa tersebut adalah Desa Kademangan Kecamatan Mande, Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Desa Rahong Kecamatan Cilaku, Desa Batulawang Kecamatan Cibinong dan Desa Haurwang Kecamatan Haurwangi," tegasnya (KC-02)**.